Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur melalui Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) menyalurkan alat bantu dengar atau hearing aid kepada tujuh siswa penerima manfaat di SLB-B Negeri Karya Mulia Surabaya, Rabu (31/12/2025). Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan aksesibilitas serta kualitas hidup penyandang disabilitas rungu.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Jatim, Muchamad Arif Ardiansyah, S.STP., M.Si., mengatakan bantuan tersebut diberikan berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan sebelumnya oleh Dinas Sosial Kota Surabaya. Proses asesmen menjadi dasar agar bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
“Alat bantu dengar ini kami salurkan kepada penerima manfaat yang memang membutuhkan dan telah melalui proses asesmen, sehingga penggunaannya tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat,” ujarnya.
Menurut Arif, penyandang disabilitas rungu membutuhkan dukungan yang berkelanjutan agar dapat berkomunikasi dan beraktivitas secara optimal, baik di lingkungan pendidikan maupun sosial. Karena itu, layanan rehabilitasi sosial yang diberikan tidak hanya terbatas pada bantuan alat, tetapi juga disertai pendampingan.
Penyaluran alat bantu dengar dilakukan langsung di lingkungan sekolah. Langkah ini bertujuan agar para siswa dapat segera memperoleh pendampingan dari guru dan tenaga pendidik dalam proses adaptasi penggunaan alat bantu dengar pada kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Arif menambahkan, peran sekolah dan keluarga menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan manfaat bantuan tersebut. Sinergi lintas pihak diperlukan agar alat bantu dengar dapat digunakan secara optimal dan mendukung kemandirian serta prestasi siswa.
“Kami berharap dengan adanya kolaborasi yang baik, alat bantu dengar ini dapat digunakan secara optimal dan mendukung kemandirian serta prestasi anak-anak di sekolah,” ungkapnya.
Ke depan, Dinsos Jatim menyatakan akan terus memperluas jangkauan layanan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas di berbagai daerah di Jawa Timur melalui program-program yang inklusif dan berkelanjutan. [tok/beq]
