Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto saat ini fokus pada penanganan dan perawatan para korban, sekaligus melakukan upaya penelusuran penyebab keracunan di Kecamatan Kutorejo. Salah satunya dengan mengambil sampel makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ribuan porsi Program MBG dengan menu soto ayam dibagikan pada Jumat (9/1/2026) kemarin berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 yang berlokasi di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo. Selain itu, Satreskrim Polres Mojokerto juga turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap pengelola.
Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, Dra. Dyan Anggrahini, membenarkan adanya kejadian dugaan keracunan massal tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk memastikan kondisi para korban. “Kami sudah turun langsung ke lapangan untuk memastikan dan menangani kejadian dugaan keracunan MBG ini,” ungkapnya, Sabtu (10/1/2026).
Langkah ini dilakukan menyusul dugaan bahwa ratusan santri dan pelajar dari 20 lembaga tersebut mengalami keracunan setelah mengonsumsi Program MBG yang disalurkan dari SPPG tersebut. Hingga saat ini, kondisi para korban dilaporkan dalam penanganan medis, sementara hasil pemeriksaan sampel makanan masih menunggu proses lebih lanjut.
“Mereka mengalami gejala yang sama yakni mual, muntah, diare, demam. Itu yang kondisi umum. Kita ambil sampel makanan dari bank SPPG, setiap SPPG yang membagikan MBG ada bank sampel yang harus kita uji. Kami ambil tadi pagi. Makanan yang diberikan kepada penerima manfaat kemarin kebetulan menu soto ayam,” jelasnya.
Menurutnya, hasil uji laboratorium sampel makanan tersebut dikeluarkan paling cepat pada Rabu (14/1/2026) pekan depan. Pihaknya mengimbau kepada para orang tua, ketika anak-anak yang menerima MBG dicurigai memiliki gejala mual, muntah, dan demam, agar segera dibawa ke rumah sakit tanpa dikenakan biaya. [tin/kun]
