Mojokerto (beritajatim.com) – Pria berinisial Joko nekat membacok kakak iparnya sendiri, Suprat (60), di Dusun Tabungan, Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Insiden berdarah ini dipicu oleh pertengkaran keluarga yang diperparah dengan kambuhnya penyakit epilepsi pelaku secara mendadak saat kejadian.
Kapolsek Kemlagi AKP Marianto mengonfirmasi bahwa kasus kekerasan dalam keluarga tersebut kini tengah dalam penanganan intensif pihak kepolisian. Ia menjelaskan bahwa pelaku dan korban memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat dan tinggal di lingkungan yang sama.
“Pelaku dan korban masih family. Suprat itu kakak iparnya Joko,” ungkapnya saat memberikan keterangan resmi kepada media pada Jumat (9/1/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula ketika keduanya terlibat adu mulut hebat di dalam rumah sebelum aksi pembacokan terjadi. Kondisi psikis yang tertekan saat cekcok diduga menjadi pemicu utama kambuhnya penyakit epilepsi yang diderita oleh pelaku.
“Joko ini punya penyakit epilepsi, jadi kadang-kadang mengalami gangguan. Kalau ada tekanan, penyakitnya bisa kambuh,” terang AKP Marianto menjelaskan kondisi kesehatan pelaku.
Saat emosi memuncak, pelaku secara spontan mengambil sebilah parang dari dalam kamarnya untuk menyerang korban secara membabi buta. Suprat sempat berusaha menepis ayunan senjata tajam tersebut, namun sabetan parang tetap mengenai area sensitif di bagian kepalanya.
“Awalnya cekcok di rumah, Joko ambil parang di kamarnya. Saat bertengkar ditepis sama Suprat, namun tetap mengenai kepala, tepatnya kulit rambut dan pelipis sebelah kanan,” tambahnya merinci kronologi kejadian.
AKP Marianto menyatakan bahwa korban beruntung masih bisa menghindar sehingga luka yang dialami tidak sampai mengenai bagian vital kepala. Jika tidak ada upaya penyelamatan diri secara cepat, serangan tersebut berpotensi mengancam nyawa korban di lokasi kejadian.
“Korban mengalami luka bacok di bagian kepala dan pelipis kanan. Lukanya tidak begitu parah karena korban sempat menghindar, jika tidak menghindar, bacokan tersebut berpotensi mengenai bagian vital kepala korban,” ujarnya.
Sesaat setelah melakukan aksi pembacokan, pelaku justru ditemukan warga dalam kondisi terkapar di jalan dengan mulut mengeluarkan busa. Korban yang bersimbah darah berhasil melarikan diri keluar rumah untuk mencari bantuan dari warga di sekitar Dusun Tabungan.
Warga kemudian mengevakuasi Suprat ke RSUD RA Basoeni, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto guna mendapatkan tindakan medis darurat atas luka robek yang dialaminya. Pelaku Joko juga dilarikan ke rumah sakit yang sama karena kondisi fisiknya yang melemah setelah serangan epilepsi tersebut.
“Pelaku juga saat ini menjalani perawatan di rumah sakit yang sama karena sakit epilepsinya. Sementara kondisi korban Suprat sudah membaik,” tutur Kapolsek Kemlagi mengenai kondisi terkini kedua belah pihak.
Pihak kepolisian telah mengamankan sebilah parang sebagai barang bukti utama dan terus melakukan koordinasi dengan perangkat desa setempat. Petugas berencana melimpahkan berkas perkara ini ke Polres Mojokerto Kota setelah proses observasi medis terhadap pelaku selesai dilakukan.
“Barang bukti yang diamankan berupa sebilah parang. Kemungkinan perkara ini akan kami limpahkan ke Polres Mojokerto Kota, namun masih kami koordinasikan terlebih dahulu dengan kepala desa,” pungkasnya. [tin/beq]
