Destinasi Wisata Alam Surabaya yang Cocok untuk Melepas Penat

Destinasi Wisata Alam Surabaya yang Cocok untuk Melepas Penat

Surabaya(beritajatim.com)- Padatnya aktivitas sehari-hari di kota sering kali membuat tubuh dan pikiran terasa lelah. Di tengah hiruk pikuk pekerjaan, tugas, dan kemacetan, banyak orang membutuhkan waktu sejenak untuk beristirahat dan menenangkan diri. Wisata alam menjadi salah satu pilihan tepat untuk melepas penat karena mampu menghadirkan suasana segar dan menenangkan.

Tak perlu pergi jauh ke luar kota, Surabaya sebagai kota metropolitan ternyata memiliki beragam destinasi wisata alam yang bisa dijadikan tempat refreshing. Mulai dari pantai, kawasan konservasi, hingga ruang terbuka hijau, semuanya dapat dinikmati dengan akses yang mudah dan biaya yang relatif terjangkau.

Berikut beberapa destinasi wisata alam di Surabaya yang cocok untuk melepas penat

Pantai Kenjeran
Pantai Kenjeran merupakan salah satu destinasi wisata alam yang cukup ikonik di Surabaya. Terletak di kawasan pesisir timur kota, pantai ini sudah lama menjadi tempat rekreasi favorit masyarakat, baik warga lokal maupun wisatawan luar daerah.

Daya tarik utama Pantai Kenjeran terletak pada pemandangan laut lepas dan semilir angin pantai yang menenangkan. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari, saat suasana terasa lebih sejuk dan matahari tidak terlalu terik. Pengunjung bisa berjalan santai di tepi pantai, menikmati kuliner khas laut, atau sekadar duduk sambil memandangi ombak. Suasana terbuka yang ditawarkan Pantai Kenjeran membuatnya cocok untuk melepas penat bersama keluarga atau teman.

Ekowisata Mangrove Wonorejo
Ekowisata Mangrove Wonorejo menawarkan pengalaman wisata alam yang berbeda. Kawasan ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga berfungsi sebagai area konservasi lingkungan pesisir Surabaya. Keberadaan hutan mangrove berperan penting dalam menjaga ekosistem dan mencegah abrasi pantai.

Saat memasuki kawasan ini, pengunjung akan disambut suasana hijau yang asri dan jauh dari kesan perkotaan. Jalur tracking kayu memungkinkan pengunjung berjalan menyusuri hutan mangrove, sementara fasilitas perahu dapat digunakan untuk menikmati pemandangan dari jalur sungai. Selain memberikan ketenangan, Ekowisata Mangrove Wonorejo juga memiliki nilai edukatif, sehingga cocok dikunjungi oleh keluarga, pelajar, maupun pecinta alam.

Kebun Binatang Surabaya
Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi destinasi wisata alam sekaligus edukasi yang berada di tengah kota. Sebagai salah satu kebun binatang tertua di Indonesia, KBS memiliki area yang cukup luas dengan pepohonan rindang dan beragam koleksi satwa.

Suasana hijau dan sejuk di dalam kawasan kebun binatang membuat pengunjung merasa lebih rileks dibandingkan berada di jalanan kota. Aktivitas berjalan kaki sambil melihat berbagai jenis satwa dapat menjadi cara sederhana untuk melepas penat. Selain itu, Kebun Binatang Surabaya juga cocok sebagai destinasi wisata keluarga karena menawarkan pengalaman rekreasi yang menyenangkan sekaligus menambah wawasan.

Hutan Kota Pakal
Bagi yang ingin menikmati suasana alam yang lebih tenang dan tidak terlalu ramai, Hutan Kota Pakal bisa menjadi pilihan. Terletak di wilayah Surabaya Barat, kawasan ini berfungsi sebagai ruang terbuka hijau sekaligus tempat rekreasi masyarakat.

Hutan Kota Pakal menawarkan hamparan pepohonan hijau dan area terbuka yang memberi kesan alami. Suasananya relatif lebih sepi sehingga cocok untuk bersantai, berpiknik ringan, atau berolahraga. Banyak pengunjung datang ke sini untuk sekadar duduk menikmati udara segar dan menjauh sejenak dari keramaian kota.

Keberadaan berbagai destinasi wisata alam di Surabaya membuktikan bahwa melepas penat tidak selalu harus dilakukan dengan perjalanan jauh. Pantai Kenjeran, Ekowisata Mangrove Wonorejo, Kebun Binatang Surabaya, hingga Hutan Kota Pakal menawarkan pengalaman berbeda yang sama-sama menghadirkan ketenangan.

Dengan akses yang mudah dan pilihan lokasi yang beragam, wisata alam di Surabaya dapat menjadi alternatif liburan singkat untuk menyegarkan pikiran dan menjaga keseimbangan hidup. Jadi, di tengah kesibukan kota, sempatkan waktu untuk menikmati alam dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat. [Nazala Habibah Fathyadin]