Daya Pikat Gamis Rompi Lepas untuk Busana Lebaran 2026 di Pasar Kapasan Surabaya

Daya Pikat Gamis Rompi Lepas untuk Busana Lebaran 2026 di Pasar Kapasan Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Tren busana muslimah gamis rompi lepas yang ramai diperbincangkan, ternyata telah banyak diburu pengunjung di Pasar Kapasan Surabaya, hari Kamis (15/1/2026).

Busana ini menjadi perbincangan hangat di media sosial karena desainnya yang mewah estetik namun tetap sederhana, bahkan diprediksi akan menjadi tren busana Lebaran 2026 mendatang.

Kepopulerannya sendiri bermula dari pusat belanja Tanah Abang, Jakarta, sebelum akhirnya merambah kuat ke pasar-pasar besar, seperti Pasar Kapasan Surabaya di Jawa Timur.

Keunggulan utama busana ini terletak pada konsepnya yang fleksibel; dua dalam satu (two in one), memadukan gamis panjang menutupi aurat dengan rompi yang bisa dilepas-pasang untuk menciptakan tampilan casual namun tetap sopan.

Detailnya pun cukup manis dengan sentuhan payet, bordir tipis, serta hiasan renda-renda yang mempercantik permukaan kain.

Selain desainnya yang modis untuk acara formal maupun santai silaturahim keluarga, harga yang ramah kantong juga menjadi magnet utama bagi para konsumen.

Ayu (25), salah satu pedagang di Pasar Kapasan, mengungkapkan bahwa permintaan meningkat tajam sejak awal tahun 2026.

Ia menyediakan berbagai pilihan, mulai dari model polos berwarna hitam seharga Rp250 ribu hingga model kain silk yang dibanderol sekitar Rp200 ribu.

“Kalau beli grosir, harganya bisa jauh lebih murah lagi,” jelas Ayu.

​Senada dengan Ayu, pedagang lain bernama Nur (27), menyebutkan bahwa model dengan aksen bulu-bulu adalah yang paling banyak dicari saat ini. Untuk model terusan dengan rompi bulu tersebut, Nur mematok harga satuan antara Rp250 ribu hingga Rp280 ribu.

Menurutnya, pembeli yang mayoritas datang saat ini memang lebih condong untuk memilih model terusan terbaru, untuk persiapan menyambut hari raya lebaran 2026.

“Kalau pembelian grosir harganya sekitar Rp185 ribu, tapi kalau satuan bisa Rp250 sampai Rp280 ribu,” ucap Nur.

Antusiasme terhadap busana muslimah gamis rompi lepas ini juga dirasakan oleh para pembeli, salah satunya Nazla (29). Warga Surabaya ini mengaku sengaja mencuri start berbelanja baju Lebaran meskipun bulan Ramadan belum tiba.

Langkah ini ia ambil bukan hanya demi mengikuti tren, tetapi juga untuk mendapatkan harga yang masih stabil. “Mumpung waktu masih longgar, jadi cari sekarang. Biar nanti saat puasa sudah tidak perlu pusing lagi memikirkan baju Lebaran,” pungkasnya. (rma/ted)