Cuaca Buruk, Korban Jatuhnya Pesawat ATR Belum Dievakuasi

Cuaca Buruk, Korban Jatuhnya Pesawat ATR Belum Dievakuasi

FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyebut bahwa korban laki-laki yang ditemukan belum bisa dievakuasi.

Hal ini diungkapkan Andi Sultan saat ditemui di posko AJU Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Minggu (18/1/2026) malam.

Dikatakan Andi Sultan, akibat cuaca buruk, proses evakuasi dan pencarian terhadap korban lain dihentikan sementara.

“Kami sampai saat ini belum bisa mengevakuasi korban karena terkendala dari kondisi cuaca,” ujar Andi Sultan kepada awak media.

Lanjut dia, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan anggota yang saat ini bersama dengan korban agar bertahan di posisinya.

“Kami telah melakukan koordinasi dan memutuskan untuk malam ini camp,” sebutnya.

Jika cuaca bersahabat pada Senin (19/1/2026) besok, maka akan dilakukan evakuasi melalui jalur udara.

“Besok kami merencanakan kalau cuaca mendukung, kami akan melakukan evakuasi dengan udara,” Andi Sultan menuturkan.

Tambahnya, dengan ditemukannya salah satu korban, saat ini tersisa sembilan jasad korban yang harus dicari keberadaannya.

Selain faktor cuaca, Andi Sultan juga mengungkapkan bahwa medan yang terjal membuat Tim SAR gabungan kesulitan melakukan evakuasi.

“Sudah beberapa kali tadi dicoba penarikan dari atas, namun sulit dengan jarak 200 meter. Kondisi medan kurang bagus dan kabut di situ sekitar 3-5 meter untuk vicibily jarak pandang,” tukasnya.

Besok, mulai pukul 05.00 Wita, setelah salat subuh, Tim SAR gabungan akan kembali melakukan proses evakuasi dan pencarian terhadap korban lain.