Gresik (beritajatim.com) – Imbas cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Pulau Jawa membuat aktivitas pelayaran kapal cepat ke Pulau Bawean, Gresik, ditunda. Penutupan ini berlangsung sejak 9 Januari 2026 hingga sekarang.
Selama sepekan para calon penumpang tertahan di daratan. Hal ini karena cuaca buruk dan gelombang tinggi yang dilaporkan BMKG Pulau Bawean belum dicabut.
Salah satu calon penumpang, Zainiyah, asal Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, menuturkan dirinya semula menjadwalkan balik ke kampung halamannya sejak Sabtu (10/1). Namun, tertahan karena tidak ada kapal.
“Ini habis antar saudara operasi di RSUD Ibnu Sina Gresik, mau kembali ke Bawean tidak ada kapal,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi, dirinya terpaksa tinggal sementara di rumah singgah karena masih mengantar saudaranya berobat.
“Mau tidak mau pasti ada pengeluaran lebih untuk bisa bertahan di Gresik. Semoga nanti ada kapal bantuan atau kapal yang beroperasi, agar bisa meringankan beban warga yang tertahan di daratan Gresik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Bawean, Usman Kholid, menjelaskan bahwa hingga saat ini kondisi gelombang laut di perairan Bawean, khususnya bagian selatan, masih tergolong tinggi dan berbahaya bagi pelayaran.
“Update hari ini, tinggi gelombang masih diperkirakan mencapai 2,5 meter dan kondisi ini berpotensi berlangsung hingga 16 Januari 2026,” urainya.
Menurutnya, BMKG memprediksi adanya potensi penurunan gelombang pada 17 Januari 2026. Namun, kepastian kondisi laut tetap bergantung pada dinamika atmosfer harian yang terus diperbarui.
“Prediksi cuaca kami perbarui setiap hari. Harapannya ke depan bisa lebih kondusif, tetapi sementara ini hasil BMKG masih menunjukkan gelombang tinggi,” pungkasnya.
Dampak terhentinya pelayaran ke Pulau Bawean mulai dirasakan masyarakat. Hasil inspeksi mendadak Tim Kecamatan Sangkapura di Pasar Desa Kotakusuma menunjukkan sejumlah komoditas bahan pokok mulai mengalami kelangkaan.
Stok sayur-mayur terlihat menipis. Harga telur ayam tercatat naik dari Rp32 ribu per kilogram menjadi Rp35 ribu per kilogram, sementara harga daging ayam melonjak cukup tajam dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram. [dny/kun]
