Category: Tribunnews.com Kesehatan

  • Kesalahan yang Sering Dilakukan Orangtua Saat Berikan Obat Antibiotik pada Anak – Halaman all

    Kesalahan yang Sering Dilakukan Orangtua Saat Berikan Obat Antibiotik pada Anak – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Ketika anak sakit, merupakan hal wajar jika orangtua merasa khawatir. 

    Berbagai cara pun dilakukan agar anak pulih kembali. Salah satunya mencari pengobatan yang sesuai untuk memulihkan kesehatan sang anak. 

    Walaupun diobati, ternyata ada beberapa kesalahan minum obat yang kerap orangtua lakukan pada anak. 

    Salah satunya saat memberikan obat antibiotik pada anak. 

    Menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo, Sp.A (K), ada beberapa kekeliruan yang dilakukan orang tua saat beri antibiotik pada anak. 

    Pertama, orangtua terkadang meminta lebih dahulu antibiotik tanpa mengetahui apa indikasinya. 

     

    “Jadi kesalahan yang banyak adalah kadang-kadang orangtua datang. Dok, saya minta antibiotik, satu, itu banyak. Artinya sebelum dokter memutuskan apakah dia diperlukan antibiotik atau enggak,” ungkapnya pada diskusi media daring, Selasa (10/12/2024). 

    Kedua, kadang-kadang ada beberapa orang yang terpengaruh oleh media.

    Sehingga, kadang orangtua sesungguhnya  perlu memberikan antibiotik pada anak setelah ditemukan penyebab infeksinya. 

    “Dok saya enggak perlu antibiotika, nanti dua hari datang lagi dok, anak saya enggak membaik. Itu kesalahan yang kedua,” imbuhnya. 

    Oleh karena itu, ia pun menyarankan pada orangtua untuk menghindari kekeliruan di atas. 

    Lalu melakukan beberapa hal seperti meminta pertimbangan pada dokter saat menggunakan antibiotik pada anak. 

    “Orangtua diskusi. Dok, anak saya penyakitnya apa, perlu antibiotik kah? Kalau perlu jenisnya apa,” papar dr Edi. 

    Selain itu, orangtua juga perlu menanyakan pada dokter berapa lama dan cara pemberian antibiotik yang tepat. 

    Karena ada pada jenis antibiotik tertentu yang harus diminum sebelum makan atau dalam kondisi perut kosong.

    Ada juga jenis antibiotik yang tidak boleh diminum setelah makan.

    “Itu perlu dijelaskan kapan minumnya, berapa kali sehari. Ada juga yang antibiotik harusnya tiga kali sehari,” tutupnya. 

     

  • Ketahui Penyakit Apa Saja yang Tidak Butuh Konsumsi Obat Antibiotik – Halaman all

    Ketahui Penyakit Apa Saja yang Tidak Butuh Konsumsi Obat Antibiotik – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Resistensi antimikroba masih menjadi masalah di dunia kesehatan. 

    Terjadinya resistensi antimikroba, ketika bakteri menjadi kebal akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat. 

    Bakteri seharusnya mati ketika terkena antibiotik. 

    Namun penggunaan antibiotik yang tidak tepat menjadikannya kebal sehingga ia bisa tetap berkembang.

    Hal ini tentu bisa berdampak panjang pada kesehatan dan keuangan.

    Padahal ada beberapa penyakit umum yang tidak memerlukan antibiotik. 

    Hal ini diungkapkan oleh Ketua Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo, Sp.A (K). 

    Lebih lanjut ia menjelaskan apa saja penyakit yang tidak membutuhkan penyakit Antibiotik. 

    “Tidak butuh (antibiotik), pasti batuk pilek ya. Batuk pilek itu ada dua, ada penyebabnya banyak malah. Bisa karena alergi, sebagian besar oleh karena virus,” ungkapnya pada diskusi virtual, Selasa (10/12/2024). 

    Hanya sebagian kecil batuk dan pilek disebabkan oleh bakteri, sehingga pengguna obat antibiotik tidak  dibutuhkan. 

    Menurut dr Edi ada ciri-ciri pilek atau batuk yang disebabkan oleh bakteri. 

    Seperti demam tinggi dan lendir yang bewarna hijau dengan tekstur kental. 

    “Kalau dia banyak batuk dan pilek, (badan) hangat-hangat. Kemudian ingusnya masih encer, kemungkinan dua. Kalau tidak virus, ada alergi,”lanjutnya. 

    Kemudian beberapa penyakit demam belum tentu disebabkan oleh infeksi bakteri. Sehingga tidak diperlukan obat antibiotik. 

    Demam biasa umumnya akan turun dalam satu hingga dua hari. 

    “Biasanya bukan oleh karena infeksi bakteri. Tapi sebagian besar batuk pilek, kalau kurang dari satu minggu, sebagian besar adalah oleh karena virus. Sehingga tidak diperlukan antibiotik,” tutupnya. 

  • Hentikan Praktik Buang Air Besar Sembarangan, 42 Kabupaten/Kota Raih Penghargaan Kemenkes – Halaman all

    Hentikan Praktik Buang Air Besar Sembarangan, 42 Kabupaten/Kota Raih Penghargaan Kemenkes – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memberikan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) kepada 42 kabupaten/kota atas keberhasilan mereka menghentikan praktik buang air besar sembarangan dan mendorong perilaku hidup sehat.

    Penghargaan STBM 2024 terdiri atas tiga kategori Paripurna, Madya, dan Pratama.

    Sebanyak 4 kabupaten/kota paripurna, 15 kabupaten kota/madya dan 23 kabupaten/kota pratama. 

    Kabupaten Sleman (DIY) dinobatkan sebagai penerima STBM Paripurna terbaik, diikuti Kabupaten Badung (Bali), Kota Metro (Lampung), dan Kota Tangerang (Banten).  

    Untuk kategori STBM Madya, posisi terbaik pertama diraih Kota Surabaya (Jawa Timur). 

    Kota Mojokerto (Jawa Timur) sebagai madya terbaik II dan Kabupaten Sragen (Jawa Tengah) sebagai madya terbaik III.

    Kemudian, kategori STBM Pratama, peraih terbaik pertama diraih Kabupaten Sidoarjo (Jawa Timur). 

    Kabupaten Aceh Tamiang (Aceh) sebagai pratama terbaik II dan Kota Palu (Sulawesi Tengah) sebagai pratama terbaik III.

    Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, menekankan bahwa keberhasilan STBM hanya dapat dicapai melalui partisipasi aktif masyarakat dalam mengubah perilaku sanitasi.  

    “Sanitasi yang buruk telah menjadi akar berbagai wabah penyakit sepanjang sejarah, termasuk pandemi Black Death yang menewaskan jutaan orang. Penghargaan ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia mampu menjadi bagian dari solusi dengan memperbaiki kebiasaan sanitasi,” kata Dante dalam acara penghargaan STBM 2024 di  Jakarta, Selasa (10/12/2024).  

    Menurut Dante, program berbasis masyarakat seperti STBM menunjukkan efektivitas pendekatan promotif dan preventif dalam menekan angka penyakit akibat sanitasi buruk. 

    Ia juga mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam mendukung program ini.  

    “Kesehatan bukan sekadar tugas pemerintah. Kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya sanitasi menjadi fondasi untuk menciptakan Indonesia yang lebih sehat,” tutur Dante.  

    Dante berharap acara ini dapat menjadi momentum untuk terus meningkatkan kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan kesehatan lingkungan yang lebih baik.  

    Peran serta masyarakat dalam menjaga sanitasi yang baik penting untuk mencegah wabah penyakit.

    “Kolaborasi adalah kunci untuk menghadapi tantangan sanitasi dan kesehatan lingkungan. Mari bersama-sama menciptakan masa depan Indonesia yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan,” ujar Dante.  

    Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Anas Ma’ruf, menambahkan, penghargaan STBM diberikan melalui proses seleksi yang ketat. 

    Tahapannya mencakup verifikasi dokumen, survei lapangan, dan pleno penetapan oleh tim lintas kementerian, lembaga, serta mitra pembangunan.  

    Karena itu, penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga dorongan bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, serta penyelenggara fasilitas umum dalam berkomitmen menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

    “Ini adalah langkah strategis dalam menghadapi tantangan global dan menciptakan Indonesia yang lebih sehat,” ungkap Anas.  

    Selain memberikan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Kementerian Kesehatan juga memberikan penghargaan program keamanan pangan/olahan siap saji yang diterima 10 kabupaten kota antara lain Rembang (Jawa Tengah), Sleman (DIY), Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur).

    Sementara itu, Provinsi Papua Barat mendapatkan penghargaan pembina terbaik Program Keamanan Pangan Olahan Siap Saji (POSS) bsrsama dengan Jawa Tengah, yang  juga menerima penghargaan stop buang air besar sembarangan 100 persen.

    Kementerian Perhubungan juga memberikan penghargaan kepada bandar udara dan pelabuhan sehat. 

    Ada 26 bandar udara sehat yang mendapatkan penghargaan antara lain Halim Perdanakusuma (Jakarta), I Gusti Ngurah Rai (Bali), Minangkabau (Padang), Sam Ratulangi (Manado) dan Mopah (Merauke).

    Sementara itu, 30 pelabuhan sehat dan pelabuhan perikanan sehat yang mendapatkan penghargaan antara lain Sunda Kelapa dan Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Emas (Semarang), PT Arutmin (Banjarmasin), terminal khusus PT Kaltim Prima Coal (Kutai Timur), terminal khusus Paiton (Probolinggo), pelabuhan perikanan samudera Cilacap (Cilacap) dan pelabuhan perikanan Nusantara Ternate (Ternate).

    Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga pengingat bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk menghadapi tantangan kesehatan lingkungan dan menciptakan masa depan Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan.

  • 5 Manfaat Journaling untuk Kesehatan Mental, Atasi Kecemasan Lewat Tulisan – Halaman all

    5 Manfaat Journaling untuk Kesehatan Mental, Atasi Kecemasan Lewat Tulisan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM  – Kecemasan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, meski tingkat intensitas dan frekuensinya berbeda-beda bagi setiap orang. Beberapa orang mungkin mengalami kecemasan ringan, seperti saat menghadapi ujian, sementara yang lain bisa mengalami kecemasan berlebihan atau kronis, seperti gangguan panik, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

    Secara umum, kecemasan sangat erat kaitannya dengan kesehatan mental. Ini merupakan respons emosional alami terhadap stres atau ancaman. Namun, jika kecemasan muncul terus-menerus tanpa kendali, dampaknya bisa sangat memengaruhi kesehatan mental.

    Ada berbagai cara untuk mengelola kecemasan, salah satunya adalah melalui menulis. Aktivitas ini bisa menjadi alat yang efektif untuk meredakan kecemasan. Tapi, bagaimana sebenarnya menulis dapat membantu?

    Menulis memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menyehatkan mental. Melalui coretan di atas kertas, seseorang dapat menuangkan emosi dan meredakan kecemasan. Menurut laman Psychology Today, menulis membantu individu memproses emosi yang kompleks melalui upaya kognitif untuk menemukan makna. 

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa semakin besar upaya untuk memahami pengalaman emosional, semakin besar manfaatnya terhadap suasana hati dan apresiasi terhadap hidup (Ullrich & Lutgendorf, 2002). Makna yang ditemukan dalam proses ini serta emosi positif yang muncul memainkan peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan.

    Salah satu bentuk menulis yang efektif adalah journaling. Aktivitas ini tidak hanya membantu meredakan kecemasan, tetapi juga meningkatkan kesehatan mental. Berdasarkan Psychology Positive, penelitian menunjukkan bahwa menulis jurnal tentang pikiran dan perasaan terdalam seseorang dapat mengurangi hari-hari sakit yang menyebabkan absensi kerja (Sohal, Singh, Dhillon & Gill, 2022).

    Penelitian lain juga mengungkapkan bahwa journaling membantu seseorang menerima pengalaman mental tanpa menghakimi, sehingga mengurangi emosi negatif saat menghadapi stres (Ford, Lam, John, & Mauss, 2018; Baikie & Wilhelm, 2005). Menulis, dengan segala manfaatnya, menjadi salah satu cara sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan mental.

    Berikut ini sederet manfaat journaling untuk kesehatan mental seperti dikutip, Selasa (9/12/2024).

    Bantu Kurangi Kecemasan

    Menulis jurnal telah terbukti populer dan efektif untuk mengobati pasien yang mengalami kecemasan, mungkin karena penerimaan yang lebih baik terhadap emosi negatif dan respons emosional yang lebih membantu terhadap stres.

    Mengutip dari laman Positive Psychology, sebuah tinjauan meta dari studi penelitian menunjukkan bahwa menulis jurnal mungkin merupakan pengobatan yang lebih efektif untuk kecemasan pada wanita daripada pria (namun kedua kelompok memiliki efek positif) dan melakukannya selama lebih dari 30 hari dapat memaksimalkan manfaat kesejahteraan mental.

    2. Atasi Depresi

    Penelitian menunjukkan bahwa tulisan ekspresif dan jurnal rasa syukur dapat mengurangi gejala depresi, memberikan intervensi yang efektif bagi klien yang menerima perawatan dalam terapi.

    Seperti halnya kecemasan, intervensi semacam itu juga tampak lebih efektif jika berlangsung lebih dari 30 hari. Meskipun manfaatnya mungkin tidak sebesar untuk kecemasan dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD), pencatatan jurnal tampaknya masih merupakan intervensi yang berharga.

    3. Refleksi Diri

    Menulis tentang pengalaman seseorang mendorong introspeksi, yang mengarah pada kesadaran diri yang lebih besar dan pemahaman tentang pikiran, perasaan, perilaku, dan pemicu emosional. 

    Kesadaran yang lebih besar dapat membantu kita membuat perubahan yang berarti dan membangun kebiasaan yang lebih sehat. Hal ini juga dapat membantu kamu memperjelas nilai-nilai dan tujuan hidupmu.

    4. Sarana Pemulihan

    Penelitian menunjukkan bahwa menulis jurnal, khususnya menulis ekspresif, dapat membantu mereka yang mengalami atau pulih dari trauma emosional yang terkait dengan PTSD.

    Pendekatan inovatif lainnya menggabungkan penjurnalan dengan visualisasi dan tampaknya menawarkan dukungan yang bertahan lama bagi para veteran perang. 

    Temuan lainnya menegaskan bahwa penulisan jurnal adalah intervensi yang berharga dan efektif untuk pemulihan dari kecanduan.

    5. Meningkatkan Kebahagiaan

    Proses journaling dapat membantu kamu menyadari pencapaian dan sejauh mana kamu telah melangkah. Jurnal juga dapat membantu kamu mengingat pengalaman menyenangkan dan kenangan indah. Menurut pakar kebahagiaan Gretchen Rubin, merenungkan masa-masa indah dapat meningkatkan kebahagiaan saat ini.

    Itu dia manfaat dari journaling yang baik untuk kesehatan mental. Semoga bermanfaat, Tribunners!

  • ini sederet manfaat konsumsi air murni, bagus untuk detoks tubuh – Halaman all

    ini sederet manfaat konsumsi air murni, bagus untuk detoks tubuh – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Dari Laporan Kualitas Udara Dunia tahun 2023 yang dirilis oleh IQAir,  beberapa kota besar di Indonesia masuk dalam daftar 10 kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di Asia Tenggara. Penilaian ini didasarkan pada besaran jumlah populasi yang terpapar polusi. 

    Kondisi ini tentu berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya menambah beban racun dalam tubuh kita. Tidak hanya dari udara yang tercemar, konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat juga membuat tubuh kita semakin kesulitan dalam memproses dan mengeluarkan racun-racun berbahaya. 

    Oleh karena itu, mengeluarkan racun dari dalam tubuh atau detoksifikasi menjadi sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Salah satu cara yang efektif untuk mendukung detoks adalah dengan memilih konsumsi air murni (the real water), yang dapat membantu tubuh membuang racun secara alami dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.. 

    Amidis memahami pentingnya air murni untuk kesehatan tubuh. Dengan mengadopsi teknologi multi-filtration dan purification, Amidis menghadirkan air murni yang sebenarnya. Air murni dengan TDS 0 ppm (Total Dissolved Solids 0 parts per million) ini merupakan air tanpa kandungan partikel apapun, sehingga sangat efektif dalam membantu proses detoksifikasi.

    Berikut adalah beberapa kelebihan air murni dengan TDS 0 ppm:

    1. Tanpa Kontaminan atau Zat Berbahaya

    Air dengan TDS 0 ppm tidak mengandung mineral, garam, logam berat, bakteri, virus, atau zat kimia lainnya. Tidak hanya itu, air murni juga tidak mengandung mineral yang bisa menumpuk atau menyebabkan gangguan dalam tubuh, serta memberikan keleluasaan tubuh untuk menyerap hanya nutrisi yang dibutuhkan dari makanan.

    2. Meningkatkan Hidrasi yang Lebih Baik

    Air murni lebih cepat diserap oleh tubuh, memberikan hidrasi yang lebih efektif. Ini sangat bermanfaat bagi tubuh yang membutuhkan pemulihan cepat setelah aktivitas fisik atau dalam kondisi dehidrasi.

    3. Mencegah Penyakit dan Mengatur Berat Badan

    Mengonsumsi air murni dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh, dapat membantu mengeluarkan racun dan zat-zat berbahaya dari dalam tubuh, sehingga mengurangi risiko penyakit. Mengonsumsi air sebelum makan juga dapat membantu mengontrol nafsu makan. Ini sangat penting untuk mencegah obesitas di kalangan anak-anak, yang menjadi masalah kesehatan global saat ini.

    Air murni dapat dipakai untuk detoks karena mudah diserap dengan cepat oleh tubuh. Setelah diserap, air murni membantu ginjal bekerja optimal dalam membuang zat-zat berbahaya dari tubuh dan mengurangi dampak negatif dari konsumsi makanan maupun minuman manis yang tinggi gula dan pewarna. Ginjal adalah organ utama yang membutuhkan air untuk mempercepat proses keluarnya racun dari dalam tubuh.

    Menurut Susilo Gunadi selaku Commercial Director PT. Amidis Tirta Mulia, saat ini Amidis merupakan salah satu produk air murni demineral yang dimasak dengan suhu tinggi yang dapat  menjadi pilihan masyarakat untuk detoks karena tidak mengandung partikel apapun di dalam airnya.

    Susilo memastikan, Amidis berbeda dari air minum pada umumnya. Amidis bersifat demineral, yaitu kandungan mineral dalam air telah melewati proses pemasakan dengan suhu tinggi (110 C) sehingga menghasilkan air murni. Selain itu, Amidis memiliki PH seimbang yang aman dikonsumsi bagi lambung atau penderita sakit maag.

    “Oleh karena itu, penting untuk memastikan konsumsi air murni yang sebenarnya (The Real Water) bagi keluarga, sebagai bagian dari pola hidup sehat,” ujarnya.

    Air murni Amidis hadir sebagai pendukung detoks karena tidak mengandung perasa, pewarna, maupun pengawet (3P) sehingga bisa dikonsumsi tanpa mengubah kebiasaan minum yang sudah ada selama ini.

    Penting bagi masyarakat yang terbiasa mengonsumsi makanan dan minuman berpengawet untuk melakukan detoks, dengan rutin mengonsumsi air murni Amidis. Selain menyegarkan, air murni Amidis baik bagi kesehatan tubuh. 

    Kini bagi masyarakat yang ingin detoks dengan air murni bisa membeli Amidis di Alfamidi, toko  dan agen terdekat. Amidis hadir dengan berbagai ukuran kemasan untuk memenuhi kebutuhan air murni setiap hari. Untuk informasi lebih lengkap terkait air murni ini bisa diakses melalui akun @amidisIndonesia di Instagram.

     

  • Tekan Kematian, Jejaring Penanganan Cepat Serangan Jantung di Depok Diluncurkan – Halaman all

    Tekan Kematian, Jejaring Penanganan Cepat Serangan Jantung di Depok Diluncurkan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, DEPOK – Jantung masih menjadi kasus penyakit mematikan yang kasusnya lumayan tinggi.

    Termasuk di Depok, Kasus kematian di rumah sakit dan 23,57 persen dari angka tersebut disebabkan oleh penyakit kardiovaskular.

    Demi mengurangi kasus kematian karena jantung, Dinas Kesehatan Kota Depok bersama Siloam Jantung Diagram bekerja sama dengan memperkenalkan DETAK (Depok Tangkas Kardiovaskular).

    Ini adalah sebuah program inovatif untuk penanganan serangan jantung akut.

    Serangan jantung yang jadi perhatian ialah STEMI (ST-Elevation Myocardial Infarction). 

    STEMI adalah salah satu spektrum serangan jantung berat yang ditandai dengan naiknya Segmen ST pada gambaran EKG yang disertai dengan nyeri dada berat seperti ditekan, keringat dingin dan/atau sesak nafas, mual muntah, kadang hingga pingsan.

    Penanganan terbaik untuk STEMI adalah reperfusi melalui Primary Percutaneous Coronary Intervention (PCI), yang harus dilakukan secepat mungkin. 

    Menurut standar internasional, tindakan reperfusi dilakukan dengan metode utama Primary PCI, dengan target Door to Balloon kurang dari 90 Menit ataupun Door to Wire-Crossing kurang dari 60 Menit.

    Demi mengurangi kasus kematian karena jantung, Dinas Kesehatan Kota Depok bersama Siloam Jantung Diagram bekerja sama dengan memperkenalkan DETAK (Depok Tangkas Kardiovaskular).

    Mengakomodir kebutuhan akan penanganan cepat pada kasus STEMI, program DETAK diinisiasi sebagai sistem jejaring berbasis kolaborasi yang menghubungkan seluruh fasilitas kesehatan di Kota Depok, mulai dari puskesmas, klinik, hingga rumah sakit. 

    Program ini bertujuan memastikan pasien dengan gejala STEMI dapat dirujuk dan ditangani secara cepat dan tepat.

    Menurut dr. Hoyi Siantoresmi, MARS, Direktur Siloam Jantung Diagram, setiap detik sangat berharga dalam penanganan serangan jantung. 

    Melalui jejaring STEMI yang dikembangkan bersama Dinas Kesehatan Kota Depok, kami optimis dapat memberikan penanganan cepat bagi pasien serangan jantung akut, termasuk kasus-kasus yang sangat kompleks. 

    “Kami juga berkomitmen mendukung penyedia layanan kesehatan di Depok untuk meningkatkan kualitas penanganan mereka,” katanya dalam keterangan kepada media.

    Melalui inisiasi DETAK, Siloam Jantung Diagram bersama Dinas Kesehatan dan PSC 119 Kota Depok juga menghadirkan rujukan cepat ke pusat perawatan intensif. 

    Sistem ini memungkinkan pasien langsung mendapatkan tindakan Primary PCI dalam waktu kurang dari 90 menit sejak kedatangan, memastikan penanganan optimal yang dapat menyelamatkan nyawa dan meminimalkan kerusakan jantung permanen.

    Sementara itu, dr. Mary Liziawati, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, turut menjelaskan bahwa penyakit kardiovaskular hingga saat ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. 

    “Berdasarkan Profil Kesehatan Kota Depok 2023, ada 3.716 kasus kematian di rumah sakit dan 23,57?ri angka tersebut disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Untuk itulah, adanya jejaring hub dan spoke yang melibatkan seluruh fasilitas kesehatan di Kota Depok, membuat kami optimis dapat meningkatkan kecepatan penanganan kasus jantung akut, sehingga menurunkan angka kematian akibat penyakit ini.”

    Program ini diresmikan oleh Wali Kota Depok, sekaligus dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional Kota Depok ke-60, dengan simbolis pemasangan rompi jejaring kepada perwakilan rumah sakit, puskesmas, dan PSC 119.

    Untuk mendukung efektivitas jejaring ini, program DETAK menghadirkan berbagai kegiatan, seperti: 
    1.    Workshop dan pelatihan STEMI serta EKG bersama PSC 119 untuk tenaga medis.
    2.    Webinar edukasi STEMI untuk dokter dan perawat dari seluruh fasilitas kesehatan.
    3.    Webinar awam bertema “Mengenal Gejala Awal dan Aksi Cepat Tangani Serangan Jantung”.

    Kehadiran program DETAK ini juga sejalan dengan ketentuan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia untuk mengurangi risiko kerusakan jantung permanen dan meningkatkan angka kelangsungan hidup pasien, yang dituangkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/675/2019 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Sindroma Koroner Akut[4].

    “Melalui jejaring STEMI, kami memastikan bahwa pasien dari berbagai daerah bisa mendapat akses layanan medis terbaik tanpa harus menunggu lama. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan berkualitas di Indonesia, terutama untuk Kardiovaskular,” tambah dr. Hoyi.

    dr. Hoyi pun menyebutkan bahwa Siloam Jantung Diagram telah dilengkapi dengan kemampuan dalam menangani penyakit Jantung dan pembuluh darah yang kompleks secara cepat & akurat, hingga prosedur bedah jantung minimal invasif untuk kasus-kasus kompleks. Dengan adanya teknologi ini, rumah sakit dapat memberikan solusi yang efektif, bahkan pada kasus yang sulit ditangani di rumah sakit lain.

    Sebagai RS rujukan khusus jantung, Siloam Jantung Diagram tidak hanya menawarkan tindakan medis canggih tetapi juga menjadi pionir dalam edukasi kesehatan jantung kepada masyarakat. 

    Melalui program penyuluhan dan pelatihan bagi tenaga medis lokal, rumah sakit ini berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan mendukung tujuan pemerintah dalam menciptakan Indonesia yang lebih sehat.

    “Dengan layanan kardiovaskular yang holistic dan terintegrasi, Siloam Jantung Diagram berkomitmen menjadi mitra kesehatan jantung dan pembuluh darah yang andal, menyediakan layanan terbaik untuk setiap pasien, serta terus berinovasi guna menjadi pelopor layanan rumah sakit di bidang kardiovaskular terdepan di Indonesia,” tutup dr. Hoyi.

     

  • Penyakit Misterius Mematikan Muncul di Kongo, Gejalanya Mirip Sindrom Flu, Ganggu Pernapasan – Halaman all

    Penyakit Misterius Mematikan Muncul di Kongo, Gejalanya Mirip Sindrom Flu, Ganggu Pernapasan – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Otoritas kesehatan di Republik Demokratik Kongo  (DRC) sedang menyelidiki wabah penyakit yang telah menewaskan puluhan orang.

    “Kami tidak tahu apakah kami sedang berhadapan dengan penyakit virus atau penyakit bakteri,” kata Dieudonne Mwamba, direktur jenderal Institut Kesehatan Masyarakat Nasional, dilansir dari dw.com.

    Sejauh ini, pihak berwenang telah mengonfirmasi hampir 80 kematian dari 376 kasus yang dilaporkan, dengan infeksi pertama tercatat pada akhir Oktober.

    Anak-anak berisiko tinggi terkena infeksi

    Penyakit yang tidak diketahui ini saat ini terkonsentrasi di distrik Panzi di provinsi Kwango, yang terletak sekitar 435 mil (700 kilometer) dari ibu kota, Kinshasa. 

    Distrik Panzi terpencil, dengan jalan yang sulit diakses dan infrastruktur kesehatan yang hampir tidak ada.

    Petugas kesehatan terlihat di fasilitas medis di Kongo (30/8/2024) (Makangara Ciribagula Justin/AFP)

    Pihak berwenang telah mengirimkan tim penelitian medis, termasuk ahli epidemiologi, ke lokasi tersebut untuk menilai situasi dan membawa sampel ke Kikwit untuk dianalisis.

    Menurut Menteri Kesehatan Samuel-Roger Kamba, orang-orang menunjukkan gejala demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tubuh.

    “Ini adalah sindrom yang menyerupai sindrom flu dengan gangguan pernapasan pada beberapa anak dan pada beberapa orang yang telah meninggal,” kata menteri tersebut.

    Ia mengatakan 40 persen kasus terjadi pada  anak-anak berusia di bawah 5 tahun , yang sebagian besarnya “sudah rapuh karena kekurangan gizi.”

    Ada juga penurunan abnormal pada kadar hemoglobin dalam darah, menurut Menteri Kesehatan provinsi Apollinaire Yumba.

    Ia menyarankan masyarakat untuk menjauhi semua kontak dengan mayat guna menghindari kontaminasi dan, pada saat yang sama, mengimbau otoritas nasional dan internasional untuk mengirimkan pasokan medis.

     

    *Langkah-langkah untuk mengatasi penyakit ini*

    Kamba mengatakan periode flu musiman berlangsung dari Oktober hingga Maret, dan mencapai puncaknya pada Desember, yang merupakan hal yang perlu dipertimbangkan ketika menangani penyakit misterius ini.

    Wakil Gubernur Remy Saki mengatakan kepada bahwa provinsi tersebut telah menerapkan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran epidemi.

    Di antaranya petugas imigrasi diminta untuk membatasi pergerakan orang dan mendata keluar masuknya orang dari desa sekitar.

    “Serta menerapkan langkah-langkah pembatasan yang sebelumnya digunakan selama masa pandemi virus corona. Mengenakan masker juga diwajibkan,”tutup Remy. 

     

  • Jangan Remehkan Alergi, Kenali Beberapa Gejala yang Perlu Diwaspadai – Halaman all

    Jangan Remehkan Alergi, Kenali Beberapa Gejala yang Perlu Diwaspadai – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA– Umumnya, reaksi alergi tidak menyebabkan gejala yang cukup serius. 

    Sebagian besar orang biasanya hanya merasakan gejala-gejala ringan pada alergi. 

    Dan reaksi alergi ini akan hilang sendiri berjalannya waktu dan tidak akan menetap secara terus-menerus.

    Namun pada kondisi tertentu, ada gejala alergi yang parah dan perlu diwaspadai. 

    Menurut Medical doctor sekaligus influencer dr Farhan Zubaedi, ada beberapa gejala alergi yang perlu diwaspadai. 

    Pertama, terjadinya Angioedema, biasanya ditandai dengan adanya bengkak pada beberapa bagian tubuh. 

    “Jadi mungkin pernah lihat orang-orang yang alergi, sampai ada bengkak. Misalnya matanya atau bibirnya bengkak. Nah ini namanya angioedema, adanya pembengkakan pada lapisan kulit yang lebih dalam,” ungkapnya pada talkshow virtual Kementerian Kesehatan, Senin (9/12/2024).

    Kedua, munculnya anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat dan terjadi secara tiba-tiba setelah tubuh terpapar pemicu alergi. 

    Kondisi ini terbilang darurat karena dapat menyumbat saluran pernapasan bahkan jatuh ke kondisi syok. 

    “Ini adalah reaksi alergi berat yang menyebabkan seseorang kesulitan bernafas.  Dan penurunan tekanan darah dan bisa berakibat fatal kalau misalnya tidak (segera) ditangani,” jelasnya. 

    Ketiga, selain kesulitan bernapas, kamu perlu waspada jika di saat alergi, tiba-tiba bibir jadi membiru. 

    “Atau yang lainnya, baiknya sih langsung segera dibawa ke dokter. Untuk diberikan penanganan yang cepat,” imbau dr Farhan. 

  • Pahami Kondisi yang Rentan Alergi Dingin Saat Musim Hujan – Halaman all

    Pahami Kondisi yang Rentan Alergi Dingin Saat Musim Hujan – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Musim hujan telah tiba.

    Datangnya hujan setelah musim panas membawa kebahagiaan tersendiri bagi sebagian besar masyarakat. 

    Karena, kita tidak lagi merasa gerah karena udara menjadi sejuk setelah hujan.

    Namun, pada sebagian orang, cuaca dingin malah mendatangkan masalah baru. 

    Salah satunya adalah alergi dingin. Medical doctor sekaligus influencer dr Farhan Zubaedi pun jelaskan apa itu alergi dingin. 

    “Jadi sebenarnya kalau misalnya kita ngomongin tentang alergi, kita ngomongin tentang yang namanya urtikaria. Ini adalah reaksi tubuh pada paparan tertentu,” ungkapnya pada talkshow virtual Kementerian Kesehatan, Senin (9/12/2024).

    Urtikaria adalah reaksi alergi pada kulit yang ditandai dengan munculnya bentol-bentol merah dan gatal. 

    Pada alergi dingin sendiri, adalah munculnya reaksi tubuh pada paparan suhu dingin.

    Paparan suhu dingin ini bisa melalui udara, air ataupun permukaan yang dingin.

    Saat kulit terpapar dengan suhu rendah, tubuh melepaskan yang namanya histamin dan bahan-bahan kimia lainnya dari sel-sel kulit.

    Histamin sendiri adalah zat kimia yang diproduksi oleh tubuh sebagai bagian dari sistem kekebalan untuk melawan infeksi dan patogen asing.

    “Nah biasanya kalau urtikaria itu paling sering pertama gatel, yang kedua adanya bentol kemerahan atau bengkak pada kulit,” imbuhnya. 

    Pada beberapa orang, alergi ini bisa juga diikuti dengan gejala lain seperti pilek, bersin atau hidung tersumbat.

    Ada pula pada kasus lebih berat, sebagian orang mengalami pembengkakan, atau kesulitan bernapas.  

    Namun, memang tidak semua orang mengalami alergi ini 

    Hanya orang-orang yang memang mengalami bakat alergi, sehingga tubuhnya sensitif terhadap paparan tersebut. 

    Siapa saja orang yang rentan mengalami alergi dingin?

    Menurut dr Farhan ada beberapa kelompok orang yang rentan mengalami alergi dingin. 

    Pertama, karena adanya faktor genetik. Jadi di dalam keluarga punya alergi yang serupa.

    Atau, ada keluarga yang memang memiliki kondisi tubuh yang sensitif terhadap paparan ataupun suhu ekstrim.

    Keduaa, orang-orang yang punya masalah terhadap kondisi kesehatan tertentu. 

    Misalnya, mereka yang memiliki penyakit atau masalah imun.

    Bisa pula disebabkan karena infeksi yang kronis. Ketiga, faktor lingkungan. 

    “Lingkungan itu juga berpengaruh. Apa lagi orang-orang yang mungkin alergi dengan suhu dingin dan suhu panas.  Atau pun misalnya dengan debu, nah itu mungkin membuat orang tersebut lebih rentan,” jelasnya. 

    Keempat, pengaruh usia dan kondisi fisik.

    Umumnya, alergi ini paling sering terkena ke remaja ataupun anak-anak.

    “Karena sistem imunnya yang masih berkembang.  Jadi kurang lebih itu kenapa beberapa orang bisa lebih rentan mengenainya,” tutupnya. 

  • Survei OECD: Keterampilan Sosial Emosional Siswa Berdampak Pada Nilai, Kesehatan dan Kesejahteraan – Halaman all

    Survei OECD: Keterampilan Sosial Emosional Siswa Berdampak Pada Nilai, Kesehatan dan Kesejahteraan – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com Eko Sutriyanto 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah dunia yang kian kompleks dan penuh ketidakpastian, keterampilan sosial emosional seperti empati, kreativitas, dan kegigihan menjadi kunci keberhasilan individu dan masyarakat. 

    Survei global social emotional skills Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD) menemukan keterampilan sosial emosional siswa berpengaruh terhadap nilai, kesehatan, dan kesejahteraan  terlepas dari latar belakang, kelompok usia, maupun kota domisili.

    Survei melibatkan juga melibatkan Bakti Pendidikan Djarum Foundation dilakukan terhadap 70.000 siswa berusia 10 dan 15 tahun, di 16 lokasi global termasuk Helsinki (Finlandia), Gunma (Jepang), dan Delhi (India) dan Kudus mewakili Indonesia.

    “Temuan OECD yang dalam survei, keterampilan sosial ini menurun secara signifikan pada siswa usia 15 tahun dibandingkan dengan siswa usia 10 tahun, terutama di kota-kota Asia,” kata  Andreas Schleicher, Direktur Pendidikan & Keterampilan OECD saat acara peluncuran hasil survei bertema Menuju Generasi Cerdas Sosial Emosional: Temuan Global dan Praktik Baik Kudus untuk Indonesia di Kudus Jawa Tengah belum lama ini.

    Andreas Schleicher menyebutkan, di antara semua lokasi yang disurvei, pendidik di Kudus menunjukkan konsistensi tertinggi dalam mengintegrasikan keterampilan sosial emosional lintas mata pelajaran. 

    Mereka juga paling memiliki kesamaan pola pikir tentang dampak keterampilan tersebut bagi hasil akademik dan kehidupan siswa, serta tanggung jawab sebagai pendidik untuk menumbuhkannya. 

    Sama halnya di Kudus, kasus perundungan pelajar menjadi kekhawatiran yang signifikan namun sebagian besar kepala sekolah melaporkan tingkat penindasan yang rendah sehingga hal ini menunjukkan adanya kekhawatiran normalisasi terhadap perilaku tersebut.

    “Siswa yang menerima lebih banyak umpan balik guru memiliki keterampilan sosial dan emosional yang lebih tinggi. Di Kudus, menerima umpan balik guru yang lebih sering paling erat kaitannya dengan motivasi berprestasi, rasa ingin tahu, keramahan, kepercayaan, dan toleransi,” katanya.

    Andreas menambahkan, keterampilan sosial emosional merupakan bekal penting yang membuat kita menjadi lebih ‘manusia’ di tengah gempuran teknologi, seperti artificial intelligence dan ini menjadi fondasi yang kokoh untuk berkontribusi pada dunia yang berkelanjutan.

    “Meningkatnya keterampilan sosial emosional juga akan mengatrol sosial ekonomi. Sehingga menjadi penting untuk terus meningkatkan keterampilan tersebut pada siswa,” ungkap Andreas.

    Peluncuran survei mengangkat tema “Menuju Generasi Cerdas Sosial Emosional: Temuan Global dan Praktik Baik Kudus untuk Indonesia dihadiri lebih dari 300 tamu undangan, yang mencakup berbagai pemangku kepentingan, termasuk guru, kepala sekolah, orang tua, pembuat kebijakan, akademisi, hingga pegiat filantropi.

    Koordinator Nasional Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Ananto Kusuma Seta mengapresiasi temuan survei OECD, yang dinilai tepat waktu dan selaras dengan arah kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed untuk meningkatkan keterampilan sosial emosional siswa, dengan konsep pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful.

    “Temuan survei OECD di Kudus menguatkan bahwa keterampilan sosial emosional itu sangat penting untuk menuntun para siswa sukses di masa depan. Bahwa keterampilan di abad 21 kini bukan hanya diukur dari skor PISA, tapi perlu juga dilihat dan komplementer dengan skor sosial emosional. Dari temuan ini, Kudus telah menorehkan awal yang bagus dan secara umum posisi kita di atas rata-rata. Pendidikan kita di Kudus masih lebih baik dari Singapura dan Jepang soal sosial emosional,” terang Ananto.

    Selain relevansi kebijakan pada tingkat nasional, temuan ini memiliki potensi untuk memperkuat dan memperluas praktik baik yang sudah ada di Kudus.

    Penjabat Bupati Kudus Dr. Muhammad Hasan Chabibie, S.T., M.Si mengatakan, sebagai satu-satunya kota perwakilan Indonesia dalam survei global ini, Kudus telah menunjukkan komitmen terhadap pembelajaran sosial emosional melalui aneka program strategis, yang didukung oleh mitra seperti Djarum Foundation, sehingga membantu mempercepat penerapan praktik baik di sekolah.

    “Dalam sistem pendidikan yang terus berkembang, keterampilan sosial-emosional akan berpurwarupa menjadi salah satu hard skills yang dibutuhkan dunia,” kata Hasan.