Category: Tribunnews.com Kesehatan

  • Menekan Risiko Kanker pada Anak, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua? – Halaman all

    Menekan Risiko Kanker pada Anak, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua? – Halaman all

    Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

    TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA – Kanker pada anak menjadi hal yang menakutkan bagi orang tua, apalagi survival rate penderita kanker anak di Indonesia terbilang rendah yakni kurang dari 30 persen. Kondisi menjadi tantangan besar di tanah air.

    Dokter spesialis onkologi radiasi dr. Andre Prawira Putra mengatakan, orang tua bisa menekan risiko kanker pada anak sejak masa kehamilan.

    Saat hamil, hindari paparan zat karsinogen pada asap rokok (termasuk rokok elektronik).

    Hindari paparan polusi udara atau bahan kimia

    “Pastikan untuk jaga lingkungan rumah yang bebas dari asap rokok dan menjaga lingkungan rumah tetap bersih dan sehat,” kata dia dalam acara NgobrAZ (Ngobrol Bareng Allianz Citizens) yang ditulis Selasa (18/2/2025).

    Selain itu, paparan terhadap radiasi berlebih dapat meningkatkan risiko kanker anak. Maka, penting bagi anak untuk selalu menggunakan pelindung matahari saat beraktivitas di luar ruangan.

    “Paparan terhadap radiasi juga perlu diperhatikan sejak ibu mengandung, seperti hindari sinar X (X-Ray) tanpa alasan medis yang mendesak,” ujar dr Andre.

    Selektif dalam penggunaan wadah plastik

    Hindari penggunaan wadah plastik apalagi secara berulang-ulang karena bahaya mikroplastik di dalamnya tidak baik bagi tubuh.

    Berikan nutrisi yang seimbang dan mengonsumsi sayur serta buah sesama hamil.

    Sayur dan buah yang kaya akan kandungan antioksidan berguna untuk melawan radikal bebas yang berbahaya bagi sel tubuh. Selain itu, pengidap kanker juga harus membangun sistem imun yang lebih kuat.

    Lain dari itu, penting untuk menghindari pemberian makanan olahan yang mengandung pengawet. Utamakan makanan alami dan segar yang mengandung serat tinggi, vitamin, dan mineral.

    Terapkan pola hidup yang sehat sedari anak masih dalam kandungan

    Salah satu faktor terjadinya mutasi genetik juga dipengaruhi lewat pola hidup Ibu saat mengandung.

    Hindari kebiasaan hidup tidak sehat seperti mengonsumsi alcohol dan juga merokok untuk mencegah peningkatan risiko mutasi genetik saat mengandung.

    “Langkah penting yang tidak boleh dilupakan oleh keluarga adalah dengan selalu menciptakan lingkungan yang mendukung dan positif sebagai bentuk dukungan emosional dalam mengelola stres dan menjaga kesehatan mental anak-anak,” tambah dr. Andre.

    Adapun gejala-gejala umum yang mengarah kanker pada anak sebagai berikut.

    Memar, perdarahan, dan nyeri pada tulang sendi tanpa sebab, perdarahan melalui hidung atau gusi secara tiba-tiba, mata juling dan munculnya pupil putih bila disinari cahaya.

    Lalu, anak menunjukkan penurunan berat badan tanpa penyebab, mengalami demam yang tidak dapat dijelaskan dan tidak disertai tanda penyakit lainnya.

    Juga adanya benjolan/pembengkakan tanpa ada rasa nyeri, atau tanda infeksi lainnya di berbagai; bagian tubuh – beberapa bagian tubuh terdapat benjolan yang tidak simetris.

    Nyeri kepala secara terus menerus, atau ukuran kepala membesar pada bayi serta adanya gangguan saraf seperti gangguan berjalan.

    “Ketika anak sudah menunjukan gejala yang tidak wajar maka orang tua harus segara melakukan deteksi dini,” kata dr Andre.

    Adapun jenis kanker anak di Indonesia yang paling banyak adalah leukemia (kanker darah).

    Sama seperti pada orang dewasa, faktor risiko terjadinya kanker pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

    “Berbagai faktor tersebut dapat memicu terjadi kanker pada anak kapan saja. Dengan mendeteksi penyakit ini sedini mungkin, peluang sembuh dari kanker anak semakin besar,” ujar dia.

    Dilansir dari laman Kemenkes RI, sebanyak 30 persen dari kasus kanker dapat disembuhkan apabila diobati pada keadaan dini.

    Sedangkan sebanyak 43 persen dari seluruh kasus kanker dapat dicegah peningkatan risikonya dengan menerapkan pola hidup sehat.

  • Menekan Risiko Kanker pada Anak, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua? – Halaman all

    Kenali Gejala Tak Wajar yang Mengarah Kanker pada Anak – Halaman all

    Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

    TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA – Kanker pada anak selalu menjadi momok yang menakutkan bagi orang tua. 

    Menurut fact sheet tentang kanker anak yang dikeluarkan World Health Organization (WHO),
    survival rate penderita kanker anak di negara seperti Indonesia terbilang rendah yakni kurang dari 30 persen.

    Kondisi menjadi tantangan besar di tanah air.

    Adapun jenis kanker anak di Indonesia yang paling banyak adalah leukemia (kanker darah).

    Sama seperti pada orang dewasa, faktor risiko terjadinya kanker pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

    Berikut lima faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker pada anak seperti yang disampaikan oleh dokter spesialis onkologi radiasi di Tzu Chi Hospital dr. Andre Prawira Putra, Sp.Onk.Rad., M.P.H dalam acara NgobrAZ (Ngobrol Bareng Allianz Citizens).

    1. Faktor Internal

    Kemungkinan ketika seorang anak sudah memiliki mutasi genetik bawaan dari dalam kandungan yang kemudian dapat mendorong munculnya penyakit kanker.

    Selain itu, terdapat kemungkinan juga mutasi pemicu kanker ini didapatkan setelah anak tersebut baru lahir.

    2. Faktor Eksternal

    Meningkatnya risiko kanker anak karena terkenanya paparan zat-zat tidak baik yang memicu terjadinya mutasi pemicu kanker.

    Terkena paparan zat kimia yang berbahaya ini dapat disebabkan oleh limbah atau polusi, termasuk polusi udara atau paparan zat yang memicu kanker pada makanan yang dikonsumsi anak.

    “Berbagai faktor tersebut dapat memicu terjadi kanker pada anak kapan saja. Dengan mendeteksi penyakit ini sedini mungkin, peluang sembuh dari kanker anak semakin besar,” ujar dia.

    Dilansir dari laman Kemenkes RI, sebanyak 30 persen dari kasus kanker dapat disembuhkan apabila diobati pada keadaan dini.

    Sedangkan sebanyak 43 persen dari seluruh kasus kanker dapat dicegah peningkatan risikonya dengan menerapkan pola hidup sehat.

    Untuk itu, penting bagi orang tua untuk selalu memperhatikan perubahan kondisi dan mengecek kesehatan anak secara rutin.

    Sebagai langkah pencegahan, deteksi dini kanker pada anak dapat dilakukan dengan memerhatikan beberapa gejala yang tidak wajar.

    dr. Andre menjelaskan beberapa gejala umum pada anak yang dapat diperhatikan, yaitu:

    Muncul memar, perdarahan, dan nyeri pada tulang sendi tanpa sebab;

    Perdarahan melalui hidung atau gusi secara tiba-tiba;

    Mata juling dan munculnya pupil putih bila disinari cahaya;

    Anak menunjukkan penurunan berat badan tanpa penyebab;

    Mengalami demam yang tidak dapat dijelaskan dan tidak disertai tanda penyakit lainnya;

    Adanya benjolan/pembengkakan tanpa ada rasa nyeri, atau tanda infeksi lainnya di berbagai; bagian tubuh – beberapa bagian tubuh terdapat benjolan yang tidak simetris;

    Nyeri kepala secara terus menerus, atau ukuran kepala membesar pada bayi;

    Adanya gangguan saraf seperti gangguan berjalan;

    Di samping mengenali gejala kanker anak dan melakukan deteksi dini secara berkala, orang tua bisa menerapkan pola hidup yang sehat agar bahaya risiko kanker dapat ditekan.

    Beberapa pola hidup sehat yang dapat dilakukan menurut dr. Andre adalah:

    1.  Menghindari Paparan Zat Karsinogen

    Paparan zat karsinogen pada asap rokok (termasuk rokok elektronik), juga paparan polusi udara atau bahan kimia dapat meningkatkan risiko kanker. Pastikan untuk jaga lingkungan rumah yang bebas dari asap rokok dan menjaga lingkungan rumah tetap bersih dan sehat.

    2. Menghindari paparan radiasi

    Paparan terhadap radiasi berlebih dapat meningkatkan risiko kanker anak. Maka, penting bagi anak untuk selalu menggunakan pelindung matahari saat beraktivitas di luar ruangan.

    Paparan terhadap radiasi juga perlu diperhatikan sejak ibu mengandung, seperti hindari sinar X (X-Ray) tanpa alasan medis yang mendesak.

    3. Selektif dalam penggunaan wadah plastik

    Salah satu pemicu kanker pada anak yaitu paparan zat bersifat karsinogenik pada wadah makanan yang terbuat dari plastik.

    Usauntuk menghindari penggunaan wadah plastik apalagi secara berulang-ulang karena bahaya mikroplastik di dalamnya tidak baik bagi tubuh.

    4. Memberikan nutrisi yang seimbang dan mengonsumsi sayur serta buah

    Sayur dan buah yang kaya akan kandungan antioksidan berguna untuk melawan radikal bebas yang berbahaya bagi sel tubuh. Selain itu, pengidap kanker juga harus membangun sistem imun yang lebih kuat.

    Lain dari itu, penting untuk menghindari pemberian makanan olahan yang mengandung pengawet. Utamakan makanan alami dan segar yang mengandung serat tinggi, vitamin, dan mineral.

    5. Menerapkan pola hidup yang sehat sedari anak masih dalam kandungan

    Salah satu faktor terjadinya mutasi genetik juga dipengaruhi lewat pola hidup Ibu saat mengandung. Untuk itu, hindari kebiasaan hidup tidak sehat seperti mengonsumsi alcohol dan juga merokok untuk mencegah peningkatan risiko mutasi genetik saat mengandung.

    “Langkah penting yang tidak boleh dilupakan oleh keluarga adalah dengan selalu menciptakan lingkungan yang mendukung dan positif sebagai bentuk dukungan emosional dalam mengelola stress dan menjaga kesehatan mental anak-anak,” tambah dr. Andre.

  • RSAB Harapan Kita Kerja Sama Penelitian Skrining Kelainan Genetik Janin pada Ibu Hamil – Halaman all

    RSAB Harapan Kita Kerja Sama Penelitian Skrining Kelainan Genetik Janin pada Ibu Hamil – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita bersama pihak swasta berkolaborasi melakukan penelitian lebih lanjut mengenai skrining kelainan genetik janin pada ibu hamil di Indonesia, Rabu (5/2/2025).

    Kolaborasi ini menggandeng PT Naleya Genomik Indonesia (NGI) untuk penelitian Non-Invasive Prenatal Test (NIPT-Pro) dan CNVseq (Copy Number Variations Sequencing).

    Direktur Utama RSAB Harapan Kita dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes mengatakan, kolaborasi ini memberikan manfaat signifikan bagi ibu hamil di Indonesia.

    Nanti calon orang tua dapat memperoleh deteksi dini terhadap kelainan genetik janin.

    “Kami berharap penelitian ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan skrining dan diagnostik prenatal yang lebih canggih, akurat, dan cepat serta menjadikan NIPT sebagai modalitas alternatif untuk evaluasi janin secara genomik sebagai skrining tingkat pertama secara universal pada ibu hamil,” ujarnya ditulis di Jakarta, Selasa (18/2/2025).

    Adapun teknologi CNVseq adalah inovasi diagnostik prenatal pertama dan dirancang untuk memberikan deteksi komprehensif.

    “Penelitian ini dirancang untuk menguji NIPT-Pro serta CNV pada populasi ibu hamil di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, hasil NIPT-Pro dengan risiko tinggi serta temuan USG yang mengindikasikan risiko akan dikonfirmasi lebih lanjut menggunakan teknologi CNV sequencing (CNVseq) pada cairan ketuban ibu hamil yang bersangkutan,” ujar Direktur Utama PT Naleya Genomik Indonesia Heru Dharmadi.

    Program ini selaras dengan pilar transformasi kesehatan yang diusung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, khususnya transformasi teknologi kesehatan.

    Melalui inovasi terbaru ini, diharapkan ibu hamil di Indonesia dapat mengakses metode skrining prenatal yang lebih aman, akurat, komprehensif, dan terjangkau, guna mengantisipasi dan perencanaan penanganan kelainan genetik selama kehamilan dan pasca kehamilan.

    Salah satu metode skrining genetik adalah NIPT-Pro, dimana memungkinkan deteksi kelainan kromosom tambahan, termasuk sindrom mikrodelesi dan mikroduplikasi.

    Melalui penelitian ini, kedua pihak berharap bisa menghadirkan inovasi diagnostik prenatal yang lebih akurat dan dapat diakses oleh populasi ibu hamil secara lebih luas di Indonesia.

    Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan oleh Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, Apt, M. Pharm, MARS, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan dr. Azhar Jaya, S. H., SKM, MARS,  Co-Founder dan Chairman dari BGI Group
    Dr. Wang Jian.

  • Lindungi Masa Depan Perempuan: AdMedika Gelar Seminar Eliminasi Kanker Serviks – Halaman all

    Lindungi Masa Depan Perempuan: AdMedika Gelar Seminar Eliminasi Kanker Serviks – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lewat Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim sekaligus memperingati Hari Kanker Nasional di bulan Februari, AdMedika, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendukung program pemerintah. 

    AdMedika yang bergerak di bidang Digital Health Third Party Administrator (TPA) dan B2B Digital Health menggelar seminar Kesehatan Kanker Serviks dengan tema “Cervical Health Matters: Prevent, Protect, Thrive”. 

    Acara ini diselenggarakan secara hybrid di ACE Room AdMedika, Telkom STO Gambir, Jakarta, dan diikuti oleh karyawan perempuan AdMedika, pada Kamis (13/2). 

    Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran (awareness) mengenai bahaya Kanker Serviks, pentingnya screening test, serta upaya pencegahan melalui vaksinasi HPV.

    Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen AdMedika dalam mendukung misi ke-4 Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, khususnya di bidang kesehatan dan penguatan perempuan.

    Sebagai bentuk kolaborasi antara AdMedika Group dan Brawijaya Hospital Saharjo yang merupakan provider rekanan AdMedika, seminar ini menghadirkan dr. Alesia Novita, Sp.OG, seorang dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Brawijaya Hospital Saharjo.

    Dalam pemaparannya, dr. Alesia menjelaskan bahaya Human Papillomavirus (HPV) sebagai penyebab utama Kanker Serviks serta pentingnya vaksinasi HPV dan deteksi dini sebagai langkah pencegahan.

    “Membangun kesadaran terhadap Kanker Serviks serta melakukan vaksinasi adalah langkah yang sangat penting karena lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujar dr. Alesia.

    Senada dengan hal tersebut, CEO AdMedika Dian Prambini dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan wujud kepedulian AdMedika terhadap kesehatan karyawan perempuan.

    “Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran kita semua tentang Kanker Serviks serta berkontribusi dalam mendukung program eliminasi kanker leher rahim yang telah dicanangkan oleh Pemerintah,” ungkap Dian.

    Melalui seminar ini, AdMedika berharap dapat menciptakan sumber daya manusia yang lebih sehat, sehingga mampu terus memberikan pelayanan terbaik dan sepenuh hati demi kepuasan pelanggan.

    #ElevatingYourFuture

  • Skincare Alami, Wujud Cinta Bumi! Yuk Intip Manfaat Beras hingga Temulawak untuk Kulit Lebih Berseri – Halaman all

    Skincare Alami, Wujud Cinta Bumi! Yuk Intip Manfaat Beras hingga Temulawak untuk Kulit Lebih Berseri – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Merawat kulit dengan menggunakan skincare, bukan hanya tren semata, tetapi telah menjadi bagian dari kebutuhan harian. Ada banyak produk skincare yang laku di pasaran, menawarkan berbagai manfaat yang disesuaikan dengan jenis dan permasalahan kulit. 

    Meskipun banyak produk yang mengutamakan bahan alami, beberapa produk mungkin masih mengandung bahan sintetis yang berpotensi mencemari lingkungan, seperti silikon dan paraben yang sulit terurai. Paraben, jika digunakan dalam jumlah besar, dapat menyebabkan kerusakan ekologis. Sementara itu, silikon yang sering digunakan dalam produk seperti anti-aging, moisturizer, hingga body lotion, disebut dapat mencemari udara dan laut.

    Untuk itu, memilih perawatan kulit alami berbasis bahan lokal bisa menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan. Bahan-bahan seperti beras, bengkoang, dan temulawak tidak hanya baik untuk kulit, tetapi juga membantu mengurangi limbah dan mendukung keberlanjutan alam.

    Berikut ini dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (18/2/2025), deretan manfaat beras hingga temulawak untuk kulit lebih berseri.

    Beras bukan hanya sekadar makanan pokok, tetapi juga merupakan sumber nutrisi yang menyehatkan kulit. Beras mengandung Vitamin B dan E tingkat tinggi, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan mendorong regenerasi sel.

    Asam amino esensial yang terkandung dalam beras membantu memperbaiki dan meremajakan kulit, membuatnya tampak lebih muda dan bercahaya. Selain itu,  antioksidan dalam beras memerangi radikal bebas, sehingga memperlambat proses penuaan dan melindungi kulit  dari kerusakan lingkungan. 

    Memasukkan beras ke dalam rutinitas perawatan kulit dapat menjadi cara alami namun efektif untuk mendapatkan kulit yang lebih sehat. Biasanya, beras kerap dijadikan sebagai masker wajah untuk dirasakan manfaatnya.

    Masker beras disebut-sebut dapat melawan penuaan kulit. Mengutip Hallo Sehat, sebuah penelitian yang yang dilakukan pada 2013 mengungkap bahwa kandungan di dalam beras dapat meningkatkan produksi kolagen pada kulit. 

    Menukil dari laman Grey Group International, tekstur beras yang kasar juga berfungsi sebagai eksfoliator alami, membersihkan kotoran tanpa terlalu kasar pada kulit. Proses ini membantu menghilangkan penumpukan sel kulit mati, membuka pori-pori, dan menghasilkan tekstur kulit yang lebih halus dan merata.

    Masker beras juga memiliki sifat antiradang dan menenangkan yang dapat membantu menenangkan kulit yang teriritasi dan mengurangi munculnya jerawat. Selain itu, masker ini mengandung senyawa yang mengencangkan pori-pori, membuat kulit tampak lebih halus dan tidak mudah berjerawat.

    Selain dijadikan masker, banyak juga yang memanfaatkan air beras untuk menjaga kesehatan kulit. Air beras yang digunakan dalam perawatan kulit terdiri dari beberapa jenis, yaitu air beras yang direbus, difermentasi, atau direndam.

    Sebuah studi yang dilakukan oleh Department of Toxicology di Vrije Universiteit Brussel di Belgia, mengungkap bahwa air beras dapat membantu menyembuhkan peradangan kulit. Hal ini lantaran air beras mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin E, flavonoid, dan senyawa fenolik yang membantu meremajakan kulit. 

    Bengkoang memiliki kandungan air yang tinggi dan sifat anti-inflamasi yang berfungsi untuk menyejukkan kulit dari rasa kering akibat paparan sinar matahari yang panas. Dengan menggunakan bengkoang untuk masker wajah, kulit wajah dapat terlindungi dari rasa kering, menjadi lebih cerah, dan tampak segar.

    Buah dengan nama latin pachyrhizus erosus ini juga mengandung sari pati yang dipercaya dapat mencerahkan kulit dengan cara menghilangkan noda hitam dan noda kusam pada wajah. Sebab itu, bengkoang bermanfaat untuk membuat wajah jauh lebih cerah. 

    Selain itu, kandungan vitamin C di dalam bengkoang juga bermanfaat untuk mencegah penuaan dini. Dengan rutin menggunakan masker bengkoang pada malam hari, hal ini dapat membantu melindungi kulit dari radikal bebas. 

    Bengkoang mengandung banyak air di dalamnya. Kandungan ini dipercaya memiliki unsur anti-radang, yang jika diaplikasikan ke kulit, dapat mendinginkan kulit yang kering sehingga mampu melembabkan kulit dan tampak lebih segar. 

    Berikut langkah-langkah menggunakan masker bengkoang:

    Kupas dan cuci bersih satu buah bengkoang.
    Parut atau blender bengkoang hingga halus.
    Peras air bengkoang.
    Diamkan air bengkoang hingga mengendap.
    Oleskan endapan bengkoang ke wajah dan leher.
    Diamkan masker selama 15 menit atau semalaman.
    Bilas masker dengan air dingin.

    Menukil dari laman Healthline, temulawak mengandung bahan aktif kurkumin dengan sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Ada beberapa penelitian ilmiah  yang menemukan bahwa temulawak memiliki potensi manfaat untuk kesehatan kulit. 

    Temulawak mengandung antioksidan dan komponen anti-inflamasi, di mana kandungan ini membuat kulit lebih bercahaya dan menonjolkan kilau alaminya. Di samping itu, temulawak juga bisa membantu untuk mengatasi jerawat membandel pada kulit.

    Salah satu penyebab utama timbulnya jerawat adalah bakteri, seperti Cutibacterium acnes, yang sebelumnya dikenal dengan nama Propionibacterium acnes. Bakteri ini berkontribusi pada peradangan yang terjadi di kulit, yang menyebabkan timbulnya jerawat.

    Penelitian pada 2017 yang diunggah dalam e-journal Thieme, menguji ekstrak temulawak dengan berbagai pelarut, seperti air, etanol, heksana, dan diklorometana, untuk mengukur seberapa efektif temulawak dalam melawan jerawat. 

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak temulawak dengan pelarut diklorometana memiliki potensi untuk menjadi sumber bakteri alami yang dapat membantu melawan jerawat. Jadi, ekstrak temulawak ternyata bisa membantu mengurangi atau mencegah jerawat dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri penyebab peradangan pada kulit.

    Untuk merasakan manfaat temulawak pada wajah, kamu bisa menggunakan produk yang mengandung temulawak sebagai bahan utama. Selain itu, temulawak juga bisa dicampur dengan bahan alami lain seperti madu, susu, atau minyak kelapa, yang juga dikenal baik untuk kulit.

    Itu dia tiga skincare alami berbasis bahan lokal yang tidak hanya baik untuk kesehatan kulit, tetapi juga bisa membantu mendukung bumi tetap asri!

    #LokalAsri #ArahkanAksiAsrikanIndonesia #TribunNetwork #MataLokalMenjangkauIndonesia

  • Bidan Berperan Sentral Mencegah dan Melakukan Deteksi Dini Anemia Defisiensi Besi pada Ibu dan Anak – Halaman all

    Bidan Berperan Sentral Mencegah dan Melakukan Deteksi Dini Anemia Defisiensi Besi pada Ibu dan Anak – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Ibu hamil dan anak hingga usia 5 tahun adalah kelompok usia yang paling tinggi mengalami anemia defisiensi besi.

    Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI),  Ade Jubaedah menekankan pentingnya kegiatan skrining faktor resiko dalam setiap pelayanan kesehatan sehingga dapat dilakukan pencegahan lebih dini.

    Ini terutama bagi Bidan sebagai garda terdepan yang memiliki peran sentral dalam dalam upaya pencegahan dan deteksi dini masalah anemia defisiensi besi bagi ibu dan anak.

     “Kami percaya bahwa skrining anemia yang terintegrasi dalam setiap pelayanan sehari-hari bidan adalah kunci penting untuk mencapai target tersebut,” kata Ade Jubaedah di sela-sela program Aksi Nyata Bidan Cegah Anemia melalui “Gerakan Skrining dan Edukasi Pencegahan Anemia Defisiensi Besi di Bogor belum lama ini.

    Data menunjukkan bahwa 3 dari 10 (28 persen) ibu hamil di Indonesia mengalami anemia dan sekitar 1 dari 4 anak Indonesia berusia di bawah 5 tahun juga mengalami anemia. Tingginya prevalensi anemia, disebabkan pola makan yang masih kurang asupan zat besi harian bahkan data menunjukkan 1 dari 3 anak Indonesia tidak mengkonsumsi makanan kaya zat besi.

    “Seperti yang kita ketahui, zat besi berperan penting mendukung kesehatan ibu dan anak. Bagi ibu hamil dan ibu menyusui, zat besi sangat penting karena adanya peningkatan volume darah selama kehamilan untuk pembentukan plasenta, janin serta cadangan zat besi dalam ASI,” katanya. 

    Bahkan pada anak-anak, kata dia, zat besi merupakan salah satu mikronutrien penting untuk proses tumbuh kembangnya. Sebab, zat besi yang cukup dapat mendukung peningkatan memori, fokus dan kecerdasan anak.

    Ade Jubaedah melihat kurangnya asupan zat besi harian pada pola makan ibu hamil, ibu menyusui dan anak menjadi salah satu faktor utama masih tingginya kasus anemia di Indonesia.

    Untuk itu, pentingnya memastikan kecukupan zat besi pada ibu hamil, ibu menyusui dan anak anak untuk cegah anemia.

    Sebab, jika dibiarkan, kondisi anemia defisiensi besi akan menghambat tumbuh kembang optimal anak, bahkan dapat menjadi penyebab risiko stunting.

    “Sama halnya dengan kondisi anemia defisiensi besi pada ibu yang tidak hanya berpengaruh pada kesehatan ibu, tetapi juga dapat berdampak pada tumbuh kembang anak sejak di dalam kandungan,” katanya. 

    Sementara sebagai  bagian dari program ini, e-Nutri memperkenalkan Kalkulator Zat Besi, alat bantu skrining yang berbasis kuesioner. 

    Dengan hanya membutuhkan waktu sekitar tiga menit, alat ini dapat membantu bidan, ibu, dan tenaga kesehatan lainnya dalam menilai dan memantau risiko anemia defisiensi besi.

    Skrining ini mencakup faktor asupan makanan harian dan status gizi untuk memberikan rekomendasi intervensi yang tepat.

    Gladys Samosir, Digital Engagement Lead e-Nutri menjelaskan, fitur ini dikembangkan berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan disesuaikan dengan Angka Kebutuhan Gizi Indonesia.

    “Melalui fitur ini, bidan dan tenaga kesehatan dapat melakukan deteksi dini serta memberikan edukasi kepada ibu dan anak tentang pentingnya kecukupan zat besi untuk mencegah anemia,” ungkapnya.

    Dengan jumlah bidan yang mencapai 26,2?ri seluruh tenaga kesehatan di Indonesia, pemanfaatan teknologi seperti Kalkulator Zat Besi diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan dan mempercepat penurunan angka anemia di Indonesia.

    Program Gerakan Skrining dan Edukasi Pencegahan Anemia Defisiensi Besi dimulai secara nasional sejak 1 Februari 2025 dan dilaksanakan di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Dengan target menjangkau 500.000 ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak, program ini menekankan pentingnya kecukupan asupan zat besi guna mendukung tumbuh kembang optimal generasi penerus bangsa.

     

  • PP 28/2024 Dapat Sorotan, Aturan soal Pengamanan Zat Adiktif Dinilai Bisa Ancam Kedaulatan Ekonomi – Halaman all

    PP 28/2024 Dapat Sorotan, Aturan soal Pengamanan Zat Adiktif Dinilai Bisa Ancam Kedaulatan Ekonomi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan berpandangan, polemik Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 (PP 28/2024) khususnya pada Bagian XXI Pengamanan Zat Adiktif yang termuat dalam Pasal 429 – 463 berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi Indonesia. 

    Menurut Henry, Kementerian Kesehatan sebaiknya tidak memaksakan diimplementasikannya PP 28/2024 di saat situasi geo politik dan geo ekonomi global berdampak pada situasi di tanah air saat ini.

    Henry juga mengingatkan bahwa PP 28/2024 cacat hukum. Pasalnya, proses penyusunannya tidak transparan dan minim pelibatan pelaku industri hasil tembakau (IHT).

    “Hal ini menimbulkan ketidakseimbangan dalam produk hukum yang dihasilkan dan berpotensi menimbulkan dampak negatif yang signifikan bagi industri dan perekonomian nasional yang tidak sedang baik-baik saja,” kata Henry kepada wartawan, Senin (17/2/2025).

    Pihaknya menduga, pemaksaan diimplementasikannya PP 28/2024 oleh Kemenkes lebih mewakili agenda Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) ketimbang melindungi kepentingan masyarakat yang terdampak. 

    Padahal, banyak pihak yang langsung terkena dampak dari regulasi ini, sehingga seharusnya memiliki hak untuk didengar dan dilibatkan dalam proses pembahasan.

    Karena itu, Henry mengingatkan agar Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk menyerap jutaan tenaga kerja jangan sampai terganggu oleh agenda FCTC yang menginfiltrasi melalui produk hukum, salah satunya PP 28/2024. 

    Kajian GAPPRI, dikatakan Henry, bahwa PP 28/2024 memiliki dampak ekonomi yang sangat besar, yakni mencapai Rp 182,2 triliun, dengan 1,22 juta pekerja di seluruh sektor terkait terdampak. 

    “Larangan penjualan dalam radius 200 meter dari sekolah, potensi kerugian mencapai Rp 84 triliun. Pembatasan iklan berdampak ekonomi yang hilang mencapai Rp 41,8 triliun,” ujar Henry . 

    Dia menegaskan, apabila ketiga aturan tersebut (kemasan polos, larangan penjualan, dan pembatasan iklan) diberlakukan, potensi pajak yang hilang diperkirakan mencapai Rp 160,6 triliun. 

    “Selain itu, kemasan rokok polos berpotensi mendorong downtrading (peralihan konsumen ke produk rokok yang lebih murah) dan peralihan ke rokok ilegal 2-3 kali lebih cepat dari sebelumnya. Permintaan produk legal juga diprediksi turun sebesar 42,09 persen,” terang Henry.

    Maka itu, dia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan masukan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri, agar tercipta kebijakan yang tidak hanya melindungi kesehatan masyarakat, tetapi juga tidak mengorbankan kepentingan ekonomi dan sosial. 

    Pasalnya, IHT merupakan sektor strategis nasional yang mempekerjakan sekitar 5,8 juta orang, mulai dari petani tembakau, pekerja pabrik, hingga distributor. Namun, sektor ini telah mengalami tekanan berat sejak diterbitkannya UU 17/2023 tentang Kesehatan, serta aturan turunannya.

    “Berbagai tekanan regulasi terhadap IHT legal dirasa memberatkan bagi multi-sektor yang terkait. Maka itu, pemerintah perlu berhati-hati dalam mengambil kebijakan, mengingat kondisi sosio-ekonomi Indonesia yang berbeda dari negara lain,” kata Henry.

    Pihaknya juga mendorong pemerintah untuk membuka ruang dialog yang inklusif dan transparan guna menciptakan regulasi yang adil dan berimbang. 

    “Hal ini diperlukan untuk memastikan keberlanjutan industri, melindungi jutaan pekerja, dan menjaga stabilitas perekonomian nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo,” pungkas Henry.

     

     

  • Amankah Deteksi Dini Kanker dengan Teknologi Nuklir? Ini Penjelasan Dokter – Halaman all

    Amankah Deteksi Dini Kanker dengan Teknologi Nuklir? Ini Penjelasan Dokter – Halaman all

    Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

     

    TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA – Deteksi dini menjadi kunci dalam pencegahan kanker. Salah satunya deteksi dini kanker dengan teknologi nuklir.

     

    Ketua Perhimpunan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler Indonesia (PKN-TMI), dr. Yustia Tuti, SpKNTM, Subsp.(K)Onk, FANMB menerangkan, teknologi nuklir adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknik yang berkaitan dengan penggunaan energi atau bahan dari reaksi nuklir. Untuk kanker digunakan radiofarmaka untuk mendeteksi, mendiagnosis, dan mengobati penyakit.

    “Radiofarmaka merupakan senyawa kimia dengan inti atom radioaktif yang digunakan dalam diagnosis dan pengobatan kanker,” terang Dokter Yustia.

    Radiofarmaka digunakan dalam teknologi canggih seperti Positron Emission Tomography (PET Scan) dan Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT).

     

    Radiofarmaka yang paling umum digunakan dalam PET Scan adalah F18-Fluorodeoxyglucose (FDG), analog glukosa yang mengandung isotop radioaktif Fluor-18.

    Sel kanker, yang memiliki metabolisme tinggi, menyerap FDG lebih banyak dibandingkan sel normal, memungkinkan PET Scan mendeteksi keberadaan dan penyebaran kanker secara akurat.

     

    “Penyerapan F18-FDG yang lebih tinggi pada sel kanker memungkinkan PET Scan memberikan gambaran yang sangat akurat tentang lokasi dan tingkat penyebaran kanker. Prosedur ini aman karena dilakukan dengan dosis radiasi terukur dan mengikuti prinsip-prinsip keselamatan pasien,” tambah dr. Yustia.

     

    Ia menekankan, prosedur PET Scan aman jika dilakukan dengan menerapkan tiga prinsip dasar keselamatan radiasi.

     

    Pertama, justifikasi, yaitu manfaat prosedur harus lebih besar daripada risikonya.

     

    Prinsip kedua, optimasi, yaitu penggunaan dosis yang terukur tanpa mengurangi kualitas diagnostik.

     

    Ketiga, pemantauan, yaitu pencatatan dosis radiasi secara ketat untuk memastikan keamanan pasien.

     

    “Meskipun penggunaan PET Scan melibatkan bahan radioaktif, prosedur ini tetap aman berkat pengawasan ketat dan dosis yang terukur,” tegas dia.

     

    Perkembangan kedokteran nuklir di Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara maju di Asia.

     

    Di Indonesia, Kalbe Farma telah membangun fasilitas produksi radioisotop dan radiofarmaka, khususnya F18-FDG, untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih terjangkau dan berkualitas.

  • Sarapan Itu Penting! Bisa Tingkatkan Konsentrasi saat Aktivitas, Ini Zat Gizi yang Harus Dipenuhi – Halaman all

    Sarapan Itu Penting! Bisa Tingkatkan Konsentrasi saat Aktivitas, Ini Zat Gizi yang Harus Dipenuhi – Halaman all

    Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

     

    TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA – Banyak masyarakat dari kalangan pekerja maupun anak-anak usia sekolah yang melewatkan sarapan pagi. Padahal manfaat sarapan bagi tubuh sangatlah baik.

    Berdasarkan survei badan litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menunjukkan 47,7 persen anak belum memenuhi kebutuhan energi minimal saat sarapan, dan sebanyak 66,8 persen anak sarapan dengan kualitas gizi rendah atau belum terpenuhi kebutuhan gizinya.

    Dietisien yang mendalami bidang Nutrigenetics Tommy G, S.Gz, RD, dipl Nutrigenetics mengungkapkan, menu sarapan harus memenuhi asupan zat gizi harian berupa asupan zat gizi makro dan mikro agar bisa diserap tubuh secara optimal.

     

    “Sejumlah penelitian menunjukkan manfaat dari konsumsi menu sarapan yang beragam, bergizi, dan berimbang, dalam peningkatan konsentrasi ketika beraktivitas, juga dapat membantu mengontrol asupan makanan di periode selanjutnya (makan siang), serta masih banyak lagi,” ungkap Tommy dalam keterangannya yang ditulis Senin (17/2/2025).

    Karena itu, perlu memperhatikan aspek ketersediaan zat gizi (dari berbagai sumber pangan) dan kesesuaian dengan kebutuhan zat gizi harian.

     

    Menu sarapan sebaiknya terdiri dari zat gizi makro seperti karbohidrat, terutama karbohidrat kompleks, sumber protein, lemak (yang tidak berlebih), dan serat, serta zat gizi mikro seperti vitamin, dan mineral.

    “Terdengar cukup kompleks, namun sebenarnya sangat bisa untuk membuat menu sarapan yang praktis, lezat, sekaligus terpenuhi asupan gizi seimbang. Contohnya adalah menu nasi goreng ini jika melihat resepnya, tidak hanya didominasi oleh karbohidrat dan protein saja, tapi serat, vitamin, mineral, juga ada dari penggunaan wortel dan tomat yang cukup banyak,” lanjut dia.

     

    Menyadari pentingnya sarapan, Sajiku, sejak tahun 2022 dengan mengajak masyarakat Indonesia untuk membuat Sarapan Lezat Gak Pake Repot dan bergizi untuk memulai aktivitas sehari-hari, dengan membagikan 1,350 paket sarapan Nasi Goreng secara gratis di Car Free Day maupun di Stasiun Commuter Line Tanah Abang dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat yang sering melewatkan sarapan pagi. 

    Rangkaian aktivitas ini dalam momentum Hari Gizi Nasional (25 Januari) dan menjelang Pekan Sarapan Nasional (14 – 20 Februari) yang sejalan dengan tujuan besar perusahaan (Grup Ajinomoto Indonesia) untuk ‘memperkuat kesejahteraan yang berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, dan bumi, melalui AminoScience’.

  • Hari Kanker Sedunia, Masyarakat Diingatkan Pentingnya Dukungan untuk Para Penderita – Halaman all

    Hari Kanker Sedunia, Masyarakat Diingatkan Pentingnya Dukungan untuk Para Penderita – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) bersama Satkar Ulama Indonesia (SUI) menggelar ‘Charity Run SUI 2025’ yang diikuti ribuan peserta di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (16/2/25).

    Ketua Umum Satkar Ulama Indonesia, Idris Laena dalam sambutan pembukanya mengatakan, kegiatan charity run (lari amal) merupakan salah satu bentuk dukungan SUI kepada YKAI yang selama ini terus mengobati dan merawat anak-anak penderita kanker.

    “Charity Run bukan hanya tentang berlari, tetapi berbagi harapan dan dukungan bagi anak-anak yang sedang berjuang melawan kanker,” ujar Idris melalui keterangan tertulis, Minggu (16/2/2025).

    Dirinya mengajak masyarakat untuk memberikan penguatan dan perhatian khusus untuk penderita kanker.

    Kegiatan ini, kata Idris, untuk membuka wawasan masyarakat tentang penyakit kanker dan metode pengobatan kanker yang benar.

    “Harapan itu selalu ada. Karena itu, jangan putus asa ketika divonis kanker. Lakukan pengobatan sesuai prosedur dan jangan lupa berdoa kepada Tuhan untuk diberi kesembuhan,” kata Idris.

    Satkar Ulama Indonesia sendiri merupakan organisasi kemasyarakat (ormas) yang berdiri sejak tahun 70-an hingga kini.

    “Karena SUI juga berkecimpung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan mendukung YKAI menggelar kegiatan ini, sebagai bagian dari peringatan Hari Kanker Sedunia,” tuturnya.

    Ketua Penyelenggara Charity Run SUI Jaksel 2025 yang juga Ketua Satkar Ulama DPD Jakarta Selatan, Arief Taufik Wijaya mengatakan keterlibatan SUI dalam kegiatan ini karena penanganan kanker pada anak merupakan tanggung jawab seluruh pihak, tak hanya bidang kesehatan.

    Kegiatan diikuti lebih dari 1000 orang yang terbagi dalam 2 kategori yaitu 5K dan 3K untuk peserta anak-anak.

    “Kegiatan ini sebagai bentuk peduli kita kepada anak-anak atau adik-adik kita yang sedang berjuang melawan kanker,” kata Arief.

    Dari kegiatan tersebut terkumpulkan dana sebanyak Rp78 juta yang akan disalurkan ke YKAI untuk mendukung pengobatan dan perawatan anak-anak penderita kanker.

    Penyakit kanker tidak hanya dapat terjadi pada orang dewasa, namun juga dapat terjadi pada anak-anak.

    Kanker pada anak adalah penyakit yang dapat diobati serta dapat diupayakan mencapai kesembuhan walaupun tidak jarang harus berakibat pada dikorbankan sebagian dari organ tubuh pada anak yang mengalami kanker.

    Sebagaimana diketahui, pengobatan kanker pada anak bukanlah suatu upaya untuk memperpanjang umur semata, tetapi bagaimana mencapai kesembuhan dari kanker.

    Dari banyak literatur disebutkan kemungkinan sembuh dari kanker pada anak sangat bergantung pada jenis kanker, tingkat pertumbuhan kanker pada saat pertama kali ditemukan, dan waktu mulai pengobatan.

    Berbeda dengan anak-anak lain yang aktif bermain dan belajar, pada anak penderita kanker, aktivitas belajar dan bermain akan berkurang karena proses terapi yang dijalani agar pertumbuhan kanker tidak menyebar ke organ tubuh yang lain.

    Hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkam prevalensi kanker pada anak usia 0-14 tahun adalah sekitar 16.291 kasus tiap tahunnya.

    Dan lebih dari 50 persen kasus kanker pada anak yang datang ke fasilitas kesehatan sudah dalam keadaan stadium lanjut.

    Padahal apabila dapat terdeteksi secara dini, kanker pada anak dapat disembuhkan dengan pengobatan dan terapi yang baik.

     

    Caption: HARI KANKER SEDUNIA – Ketua Umum Satkar Ulama Indonesia, Idris Laena, (tengah), Ketua Penyelenggara Charity Run SUI Jaksel 2025 yang juga Ketua Satkar Ulama DPD Jakarta Selatan, Arief Taufik Wijaya (tiga dari kanan) pada acara ‘Charity Run SUI 2025’ di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (16/2/25). SUI mengajak masyarakat untuk memberikan penguatan dan perhatian khusus untuk penderita kanker. (HO/SUI)