Category: Liputan6.com News

  • BNPT Jelaskan Asal Usul Pengajuan Perpres Tentang Level Ancaman Terorisme di Indonesia

    BNPT Jelaskan Asal Usul Pengajuan Perpres Tentang Level Ancaman Terorisme di Indonesia

    Menurut Eddy, BNPT akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk membahas perumusan lebih dalam mengenai status terorisme.

    “Nanti saya akan berkoordinasi, karena ini sudah dilakukan. Tinggal nanti, kalau tidak salah stakeholder-nya ini Kemhan,” tuturnya.

    Selain itu, Eddy juga menuturkan apabila level ancaman terorisme tersebut berskala tinggi, pihaknya akan mengerahkan TNI untuk membantu penanganan dari status terorisme berdasarkan analisis yang sudah diuraikan dalam perpres.

    “Yang kedua, penanganannya seperti apa, misalkan begini, kalau TNI kan mungkin kepada ancaman yang eskalasi tinggi, karena BNPT sebagai Pusdalsis (Pusat Analisis dan Pengendalian Krisis) itu sebagai sarana Presiden untuk menentukan kebijakan dan pengerahan sumber daya,” imbuhnya.

  • Pemerintah Prioritaskan Warga Terdampak Bencana Sumatra Bekerja ke Luar Negeri

    Pemerintah Prioritaskan Warga Terdampak Bencana Sumatra Bekerja ke Luar Negeri

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengatakan Pemerintah memprioritaskan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara untuk bekerja ke luar negeri. Korban terdampak bencana yang ingin bekerja di luar negeri bisa difasilitasi melalui program penempatan pekerja migran sebagai bagian dari pemulihan ekonomi pascabencana.

    Hal ini disampaikan Mukhtarudin usai hadir dalam rapat terbatas menteri bersama kementerian terkait di Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).

    “Ini akan kita prioritaskan kepada daerah-daerah yang terdampak, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Akan kita fasilitasi pelatihan kemudian penempatannya,” kata Mukhtarudin.

    Menurutnya, program ini juga sesuai dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto terkait penempatan pekerja migran. Ia menjelaskan bahwa secara nasional Indonesia menargetkan penempatan 500 ribu pekerja migran, yang terdiri atas 300 ribu lulusan SMK go global dan 200 ribu dari jalur umum.

    “Program Bapak Presiden prioritas tentang penempatan 500 ribu pekerja migran ke luar negeri, 300 ribu dari SMK go global, dan 200 ribu dari umum, ini akan kita prioritaskan kepada daerah-daerah yang terdampak,” jelasnya.

  • Prabowo Targetkan Bangun 1.100 Kampung Nelayan di Tahun 2026

    Prabowo Targetkan Bangun 1.100 Kampung Nelayan di Tahun 2026

    Liputan6.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun 2026. Dia membuka peluang jumlah kampung nelayan yang akan dibangun pada tahun depan semakin banyak.

    “Tahun 2026 ini kita targetkan 1.100 desa (kampung) nelayan. Tahun-tahun depan mungkin lebih banyak lagi,” kata Prabowo saat berpidato di acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

    Dia mengatakan Indonesia akan melakukan produksi dan budidaya ikan dengan jumlah besar. Hal ini dilakukan Prabowo untuk memenuhi asupan protein anak-anak Indonesia sehingga mereka dapat tumbuh kuat dan pintar.

    “Ternak ikan semuanya kita akan produksi besar-besaran. Kita akan buka ribuan desa-desa nelayan. Kita akan buka ratusan budidaya ikan. Rakyat kita, anak-anak kita harus makan protein yang banyak,” jelasnya.

    “Dia harus tumbuh kuat, tumbuh pintar, dan tumbuh menjadi masa depan Indonesia yang hebat,” sambung Prabowo.

    Prabowo mengatakan saat ini Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun. Dia ingin Indonesia mampu mencapai swasembada di komoditas lainnya seperti, jagung, singkong, bawang putih dan ikan.

    “Tidak hanya swasembada beras, jagung, singkong. Semuanya kita swasembada, nanti bawang putih kita harus swasembada,” tutur Prabowo.

    Dia menuturkan hal tersebut merupakan rencana besar Indonesia. Prabowo mengaku merasa mendapatkan dorongan kekuatan energi untuk membangun Indonesia di sejumlah sektor.

    “Hari ini saya merasa dapat dorongan saya merasa dapat kekuatan energi, saya merasa sepertinya menjadi 30 tahun lebih muda,” ucap Prabowo.

  • Gandeng Startup, Bandara Juanda Hadirkan Layanan Transportasi Ramah Lingkungan

    Gandeng Startup, Bandara Juanda Hadirkan Layanan Transportasi Ramah Lingkungan

    Liputan6.com, Jakarta – Bandara Internasional Juanda di Siduarjo, Jawa Timur (Jatim) mulai mendukung penggunaan transportasi ramah lingkungan melalui kerja sama dengan perusahaan bisnis yang merintis (startup) dalam penyediaan jasa transportasi atau taksi mobil listrik Evista.

    General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir menjelaskan, penggunaan mobil listrik yang berada di wilayah Bandara Juanda dinilai sesuai dengan program pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

    “Hal ini merupakan langkah perlahan Bandara Internasional Juanda untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi produksi gas karbon di wilayah kerja kami,” kata Tohir dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2026).

    Tohir juga menjelaskan, Bandara Internasional Juanda tersebut akan terus melakukan sejumlah inovasi untuk mendukung terciptanya lingkungan bandara yang ramah terhadap lingkungan dan berkelanjutan.

    Tidak hanya itu, Tohir juga menyampaikan, kehadiran jasa transportasi tersebut untuk memperkuat layanan bagi penumpang yang tiba di bandara, terkait dengan memberikan pilihan alternatif yang ramah terhadap lingkungan untuk sarana transportasi.

    Tohir juga menilai adanya layanan elas premiun dari Evista menggunakan mobil listrik BYD Denza D9 dapat membantu permintaan pelanggan atas layanan eksklusif bagi penumpang premium.

    “Evista juga dapat mengakomodasi permintaan transportasi premium yang ramah lingkungan,” terang Tohir.

    Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang kawasan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, membuat pohon tumbang menimpa sejumlah kendaraan yang terparkir di area Bandara Internasional Juanda. Puluhan rumah di sejumlah desa di sekitar bandara juga rus…

  • Gempa Hari Ini Rabu 7 Januari 2025 Bermagnitudo 3,7 Menggetarkan Pulau Panjang Jepara Jateng

    Gempa Hari Ini Rabu 7 Januari 2025 Bermagnitudo 3,7 Menggetarkan Pulau Panjang Jepara Jateng

    Liputan6.com, Jakarta – Bumi Pertiwi kembali digetarkan lindu pada hari ini, Rabu (7/1/2026). Hingga pukul 20.30 WIB, hanya terjadi satu kali gempa hari ini di Indonesia.

    Lindu tersebut menggetarkan sore tadi pukul 17:28:36 WIB di wilayah Pulau Panjang, Jepara, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) seperti dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melansir laman resminya www.bmkg.go.id.

    Gempa di Indonesia itu dilaporkan memiliki kekuatan magnitudo 3,7 dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat lindu berada di laut 42 kilometer barat laut Pulau Panjang.

    Gempa bumi dirasakan Modified Mercalli Intensity (MMI) III di Lombok Timur. Episenter lindu berada pada koordinat titik 8,23 Lintang Selatan (LS)-116,58 Bujur Timur (BT).

    Apa Itu Gempa Bumi?

    Untuk diketahui, gempa bumi adalah bencana alam yang bersifat merusak. Fenomena ini bisa terjadi setiap saat dan berlangsung dalam waktu singkat. Dan Indonesia termasuk wilayah rawan akan bencana gempa.

    Gempa bumi adalah bencana yang bisa menyebabkan kerugian nyawa dan materil.

    Menurut WHO, secara global gempa bumi menyebabkan 750 ribu kematian selama kurun 1998-2017. Lebih dari 125 juta orang terkena dampak gempa bumi selama periode ini.

    Tanggap Bencana Gempa Bumi

    Meski tak bisa dicegah, gempa bumi adalah bencana yang bisa dihadapi. Salah satu cara menghadapi gempa bumi adalah tanggap akan bencana gempa bumi.

    Contoh tanggap gempa bumi adalah mengetahui prosedur evakuasi dan mematuhi pedoman keselamatan ketika bencana ini datang.

    Menurut BNPB, gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.

    Menurut BMKG, gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.

    Menurut WHO, gempa bumi adalah guncangan hebat dan tiba-tiba dari tanah, yang disebabkan oleh pergerakan antara lempeng tektonik di sepanjang garis patahan di kerak bumi.

    Gempa bumi dapat mengakibatkan goncangan tanah, likuifaksi tanah, tanah longsor, retakan, longsoran, kebakaran dan tsunami.

    Goncangan gempa yang sangat kuat membuat banyak warga yang berlarian ke luar rumah dan berusaha mencari tempat yang lebih tinggi.

  • Petani Karawang Apresiasi Kunjungan Prabowo: Jadi Motivasi Tambah Produksi

    Petani Karawang Apresiasi Kunjungan Prabowo: Jadi Motivasi Tambah Produksi

    Liputan6.com, Jakarta – Petani di Kecamatan Cilembar, Kabupaten Karawang menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Presiden RI Prabowo Subianto karena telah berkunjung ke wilayahnya. Mereka menyebut, kehadiran Prabowo adalah cerminan bahwa ia sangat peduli dan dekat dengan para petani.

    Salah satunya disampaikan oleh Uun Suparma, perwakilan Gabungan Kelompok Tani Desa Kosambibatu. Sebagai petani lokal, ia merasa bangga bahwa Prabowo berkenan menyempatkan waktu untuk mengunjungi wilayahnya.

    “Terima kasih saya kepada Bapak Presiden terutamanya kepada Bapak Menteri yang mana telah mendatangi lokasi wilayah Kecamatan Cilebar ini. Alhamdulillah, saya merasa bangga, saya merasa lega,” ujar Uun, Rabu (7/1).

    Ia melanjutkan, kehadiran Prabowo di wilayahnya membuktikan bahwa ia begitu memperhatikan kondisi dan kesejahteraan petani. Menurutnya, sikap kepedulian ini adalah kunci utama untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian sehingga petani-petani di daerahnya bisa berkontribusi lebih besar untuk swasembada pangan Indonesia.

    “Intinya, saya dan masyarakat di Kecamatan Cilebar merasa diprioritaskan. Yang penting, kami diperhatikan. Kita banyak-banyak bersyukur dan banyak-banyak terima kasih kepada bapak Presiden, terutamanya dan juga kepada bapak Menteri Pertanian,” tuturnya.

    Uun menambahkan, kehadiran Prabowo juga menyuntikkan semangat bagi petani di desanya untuk bekerja lebih keras lagi.

    Saat ini, Uun mengatakan bahwa produksi padi di Desa Kosambibatu berada di kisaran 8–9 ton per hektare. Namun, ia yakin produksi padi di desanya bisa mencapai 15 ton per hektare di tahun ini berkat dorongan dan motivasi pemerintah.

    “Bahwa kami sebagai petani ingin meningkatkan segala produksi pertanian yang ada di wilayah kami menjadi meningkat, meningkat, dan meningkat lagi untuk menunjang swasembada pangan yang lebih baik lagi kedepannya,” imbuh Uun.

    Sebagai ungkapan terima kasih atas dukungan dan kepedulian tersebut, Uun pun memanjatkan doa bagi Prabowo agar bisa terus memimpin pemerintahan dengan lancar.

    “Terima kasih telah berkunjung di wilayah kami dan semoga sehat-sehat selalu, panjang umur,” tutup Uun.

     

  • Kita Tidak akan Merdeka Tanpa Jasa Petani

    Kita Tidak akan Merdeka Tanpa Jasa Petani

    Liputan6.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa para petani memiliki peran fundamental dalam sejarah perjuangan dan keberlangsungan bangsa Indonesia. Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara Panen Raya dan Swasembada Pangan Tahun 2026 yang secara resmi digelar di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1) siang.

    “Siapa yang mendukung perang kemerdekaan? Adalah rakyat Indonesia yang memberi makan kepada tentara, yaitu para petani Indonesia. Kita tidak akan merdeka tanpa jasa para petani kita,” tegas Prabowo.

    Prabowo mengingatkan bahwa sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia, para petani telah menjadi penopang utama perjuangan bangsa.

    “Ketika kita menyatakan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, tidak ada anggaran, belum ada Kementerian Keuangan, belum ada pajak. Yang memberi makan kepada tentara adalah rakyat Indonesia, yaitu para petani Indonesia,” ujar Prabowo.

    Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan syarat mutlak bagi kedaulatan negara.

    “Tidak mungkin suatu bangsa benar-benar merdeka jika kebutuhan pangannya bergantung pada bangsa lain,” tegasnya.

    Prabowo menekankan bahwa capaian swasembada pangan pada tahun 2025 merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa, khususnya para petani yang disebutnya sebagai kelompok paling setia kepada negara.

    “Para petanilah yang paling setia dan yang paling merah putih di Republik Indonesia,” imbuhnya.

    Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus berkomitmen melindungi dan membela petani serta memastikan hasil pembangunan sektor pertanian benar-benar dirasakan oleh rakyat.

  • Kita Berdiri di Atas Kaki Sendiri

    Kita Berdiri di Atas Kaki Sendiri

    Liputan6.com, Jakarta – Hanya dalam kurun waktu setahun, pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto telah berhasil mewujudkan cita-cita swasembada pangan. Bukti itu terlihat dari jumlah cadangan beras pemerintah yang mencapai 3,2 juta ton—tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

    Prabowo menyebut, swasembada pangan sebetulnya ditargetkan dapat dicapai dalam waktu empat tahun. Berkat kerja keras dan kerja sama apik dari para jajarannya, swasembada pangan bisa terwujud lebih cepat.

    “Waktu saya dilantik jadi Presiden, saya beri target empat tahun swasembada pangan. Terima kasih saudara bekerja keras, bersatu, kompak sehingga satu tahun kita sudah swasembada. Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri. Satu tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain,” kata Prabowo saat berpidato di acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026).

    Tercapainya swasembada pangan merupakan bukti bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat, berdaulat dan mandiri. Kemandirian pangan sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu bangsa.

    Prabowo menuturkan, Indonesia pernah terancam krisis pangan akibat ketergantungan pada impor. Pada masa pandemi COVID-19 melanda seluruh dunia, Indonesia sempat kesulitan mendapatkan pasokan beras dari luar negeri.

    Oleh karenanya, momentum swasembada beras kali ini terbilang sangat tepat dan relevan. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia telah mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokoknya sendiri.

    “Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau pangan tergantung bangsa lain. COVID adalah pembuka mata, peringatan, lampu kuning bagi bangsa Indonesia agar jangan mau tergantung bangsa lain. Apalagi untuk pangan, juga untuk energi,” tegasnya.

    Di samping pangan, Prabowo juga meyakini Indonesia bisa mandiri dalam hal pemenuhan kebutuhan energi. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam dan potensi yang besar, sehingga swasembada bukanlah hal yang mustahil. Kuncinya adalah pengelolaan yang benar, serta keberpihakan pada petani dan nelayan.

    “Bagaimana bisa negara yang begini besar, diberi karunia tanah yang subur tetapi tergantung bangsa lain untuk pangan. Kita impor pangan tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya. Dan saya tidak habis pikir, puluhan tahun para petani dan nelayan kita kurang dihormati, kurang dibela, kurang dilindungi,” ucap Prabowo.

    Lebih lanjut, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan, menurunkan harga pangan dan sarana produksi pertanian, serta memastikan hasil itu benar-benar diterima oleh rakyat.

    “Kemenangan ini adalah kemenangan rakyat. Dan ini baru awal. Kita akan buktikan swasembada ini kita jaga, kita ulangi, dan kita pertahankan setiap tahun,” tutupnya.

  • Persetujuan Masyarakat Adat jadi Syarat Utama Perluasan Kebun Sawit di Papua Barat

    Persetujuan Masyarakat Adat jadi Syarat Utama Perluasan Kebun Sawit di Papua Barat

     

    Dalam dokumen FOLU Net Sink 2023 tercantum ada tujuh program prioritas penyerapan biomasa karbon di sektor kehutanan, yang mencakup upaya strategi reduksi deforestasi dan degradasi hutan, serta pengelolaan hutan lestari.

    “Kebun sawit di Papua Barat ini kebun sawit lama. Tidak ada izin baru pembukaan lahan sawit. Kebun sawit di Papua Barat tersebar di Manokwari, Teluk Bintuni, dan Fakfak,” ucap Jimmy.

    Sebelumnya, Ketua Komite III DPD Republik Indonesia Filep Wamafma menyampaikan pemerintah perlu melakukan kajian  mendalam sebelum merealisasikan rencana perluasan perkebunan kelapa sawit di Tanah Papua.

    Ia menyampaikan bahwa kajian tersebut harus bersifat komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari aspek lingkungan, sosial, budaya, hingga aspek keberlanjutan kehidupan masyarakat adat setempat.

    “Masyarakat adat Papua memandang hutan sebagai ibu, tempat berlindung, dan tempat memberikan kehidupan,” ucap Filep.

  • Ada Pokja Pemberdayaan Pascabencana Sumatra, Mensos Bakal Salurkan Bantuan Usaha Rp 5 Juta per Keluarga

    Ada Pokja Pemberdayaan Pascabencana Sumatra, Mensos Bakal Salurkan Bantuan Usaha Rp 5 Juta per Keluarga

    Ia menyebutkan, penyaluran bantuan akan didasarkan pada data keluarga terdampak yang ditetapkan oleh pemerintah daerah dan diverifikasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    “Penyalurannya nanti didasarkan pada data yang ditandatangani oleh Bupati, Wali Kota atau Pemda, kemudian diverifikasi bersama BNPB,” kata Gus Ipul.

    Lebih lanjut, Gus Ipul menyebut bahwa bantuan pemberdayaan tersebut akan diintegrasikan dengan program kementerian lain sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga penerima manfaat.

    “Kalau misalnya keluarga penerima manfaat ini memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), maka nanti pendampingannya bersama Kementerian UMKM. Kalau pekerja migran, nanti pendampingannya sama Kementerian P2MI,” ujar dia.