Category: Liputan6.com News

  • Puluhan Murid SDN 01 Kalibaru Cilincing Ditabrak Mobil MBG, Dikemudikan Sopir Pengganti

    Puluhan Murid SDN 01 Kalibaru Cilincing Ditabrak Mobil MBG, Dikemudikan Sopir Pengganti

    Liputan6.com, Jakarta – Puluhan murid dan seorang guru SDN 01 Kalibaru Cilincing, Jakarta Utara ditabrak mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menerobos masuk ke area lapangan sekolah. Korban dirawat di dua rumah sakit yakni RS Koja dan RS Cilincing.

    Setelah mendapatkan kabar tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramoo Anung, langsung membesuk korban yang mendapatkan penanganan di RS Koja.

    “Saya berdoa betul dan saya tadi langsung memerintahkan kpd Direktur RSUD Koja dan juga nanti RSUD Cilincing untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” kata Pramono kepada wartawan, Kamis (11/12/2025).

    Informasi yang diterima Pramono, sopir yang mengemudikan mobil pengangkut MBG hari ini adalah pengganti. Sopir itu melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tak terkontrol.

    “Mobil MBG yang memang sebenarnya setiap hari juga mengantar makanan di tempat itu. Karena sopirnya ganti padahal pintunya tertutup masuk dengan kecepatan tidak terkontrol menabrak murid dan guru dan juga ada di sana,” ujarnya.

  • Kronologi Mobil MBG Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru, Masuk dengan Kecepatan Tinggi Terobos Pagar

    Kronologi Mobil MBG Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru, Masuk dengan Kecepatan Tinggi Terobos Pagar

    CCTV merekam detik-detik mobil MBG menabrak kerumunan siswa SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025). Dalam rekaman yang beredar, mobil MBG tersebut menerobos pagar yang tertutup.

    Setelah menabrak pagar, mobil berwarna putih tersebut terus melaju dan menabrak kerumunan siswa yang sedang belajar di lapangan sekolah.

    Beberapa murid tampak terjepit hingga masuk ke kolong kendaraan. Situasi belajar berubah menjadi kepanikan. Guru dan siswa lain berhamburan.

    Sejumlah orang tampak menolong korban yang berada di kolong mobil. Sementara yang lainnya terlihat menolong korban yang tergeletak di lapangan.

    “Anak anak sedang baris persiapan literasi, mobil MBG tiba tiba menerobos pagar yang tertutup,” kata Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi dan Media, Chico Hakim dalam keterangannya.

  • Respons Cepat Polri Selidiki Penyebab Banjir Sumatra Dinilai Penting untuk Wujudkan Keadilan Ekologis

    Respons Cepat Polri Selidiki Penyebab Banjir Sumatra Dinilai Penting untuk Wujudkan Keadilan Ekologis

    Liputan6.com, Jakarta – Lingkar Linguistik Nusantara (Lilin Nusantara) menilai institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) responsif dan cepat menyelidiki penyebab bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Sumatra.

    “Langkah Kapolri menunjukkan penanganan bencana tidak berhenti pada narasi ‘cuaca ekstrem’ semata, tetapi juga menyentuh dimensi penegakan hukum terhadap praktik ekonomi yang melampaui daya dukung lingkungan, seperti dugaan aktivitas ilegal yang merusak hutan dan daerah aliran sungai,” ujar Direktur Lilin Nusantara Mas Uliatul Hikmah dalam diskusi publik di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (11/12).

    Mas Uliatul Hikmah menyatakan langkah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin penyelidikan faktor penyebab banjir Sumatera secara menyeluruh merupakan langkah maju yang penting dalam cara negara membaca dan merespons bencana ekologi.

    Uliatul mengatakan Lilin Nusantara berfokus pada wacana kritis ketika Kapolri memberikan instruksi untuk menurunkan tim ke lapangan dan mengusut temuan gelondongan kayu dalam volume besar pada aliran banjir.

    Menurut dia, terdapat dua pesan penting sekaligus dari instruksi Kapolri tersebut. Pertama, negara hadir mendampingi warga yang terdampak. Kedua, negara bersedia menelusuri jejak kejahatan yang berkontribusi pada kerentanan ekologis.

    Dalam perspektif wacana, kata dia, hal tersebut menandai pergeseran penting dari sekadar bencana alam menjadi peristiwa yang memiliki pelaku, motif, dan konsekuensi hukum.

    Bahkan, kata Uliatul, Lilin Nusantara menilai langkah Kapolri tersebut merupakan wujud nyata reformasi Polri secara kelembagaan. Dikatakan bahwa membantu evakuasi, mengamankan wilayah terdampak, dan menyelidiki praktik ilegal di balik banjir merupakan implementasi nyata reformasi Polri.

    “Aksi nyata Kapolri tersebut mengajak publik untuk melihat bahwa reformasi bukan hanya slogan atau dokumen kebijakan, melainkan rangkaian tindakan nyata yang berdampak langsung pada keselamatan dan martabat warga,” ucap dia.

    Meski demikian, dirinya menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan kritis terhadap bahasa yang digunakan dalam narasi resmi. Uliatul mengatakan apresiasi terhadap kinerja Kapolri dan Polri sebagai institusi, harus berjalan beriringan dengan tuntutan agar bahasa reformasi konsisten dengan pembenahan struktural.

    Dengan demikian, sambung dia, perlu perbaikan tata kelola hutan, penindakan tegas terhadap pelaku utama kejahatan lingkungan, penguatan mekanisme pengawasan dan akuntabilitas, serta pelibatan korban dan komunitas lokal dalam penyusunan kebijakan pascabencana.

    Dalam konteks tersebut, kata dia, Lilin Nusantara memandang berbagai forum diskusi wacana publik sebagai ruang penting untuk menguji, menguatkan, sekaligus mengkritisi bahasa kekuasaan.

    Karena itu, dirinya memastikan Lilin Nusantara, sebagai salah satu lembaga kajian, tidak menjatuhkan vonis, tetapi menajamkan cara baca masyarakat terhadap narasi negara, sehingga apresiasi dapat diberikan secara sadar dan dukungan publik terhadap reformasi Polri tumbuh di atas konsistensi antara kata dan tindakan.

     

  • Uang Karyawan Dipakai Buat Operasional WO

    Uang Karyawan Dipakai Buat Operasional WO

    Liputan6.com, Jakarta – Korban penipuan yang dilakukan pemilik wedding organizer Ayu Puspita bertambah. Kali ini, mantan karyawannya yang melaporkan Ayu Puspita ke Polda Metro Jaya. 

    Kuasa hukum mantan karyawan yakni Anton Stilombroho menuturkan, langkah ini diambil karena mereka menjadi korban penipuan yang dilakukan bosnya.

    “Karyawan ini juga merupakan korban. Sekali lagi karyawan ini merupakan korban Dari perusahaan catering Ibu Ayu Puspita,” tegas Anton Dalam video yang diterima Liputan6.com, Rabu (10/12/2025).

    Dia menjelaskan, Ayu Puspita diduga menggunakan uang karyawan untuk kebutuhan operasional WO. Namun, sampai saat ini uang karyawan belum dibayarkan. 

    “Ternyata banyak uang karyawan yang dipakai untuk membiayai catering. Bahkan membiayai operasional lain. Jadi sekali lagi karyawan juga menjadi korban karena uangnya dipakai,” jelasnya.

    Anton menambahkan, karyawan tidak mengetahui seluk beluk kondisi keuangan perusahaan. Namun, banyak korban Ayu Puspita yang menyerang para karyawan. Tak cuma pasangan yang ditipu, tapi juga vendor-vendor pernikahan. 

    Para mantan karyawan ini memutuskan melaporkan Ayu Puspita ke Polisi. Disertai bukti-bukti yang dimiliki.

    “Kita akan melaporkan Ibu Ayu Puspita Ke Polda Metro Jaya Karena sudah kita kumpulkan bukti-bukti kuat karyawan juga diduga Diduga menjadi korbang tindak idana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Ibu Ayu Puspita,” ucapnya.

  • Demi Cegah Bencana, Rektor UI Minta Pertimbangan Ulang Izin Alih Fungsi Hutan

    Demi Cegah Bencana, Rektor UI Minta Pertimbangan Ulang Izin Alih Fungsi Hutan

    Liputan6.com, Jakarta – Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Heri Hermansyah meminta pertimbangan ulang pemerintah tentang izin konversi hutan yang digunakan untuk keperluan komersial.

    Pernyataan tersebut sebagai langkah untuk meminimalisir potensinya bencana alam yang lebih besar di masa yang akan datang. Hal tersebut dilansir dari Merdeka.com pada Rabu (10/12/2025) dalam sebuah keterangan pers.

    Menurutnya pertimbangan ulang izin konversi hutan sangatlah krusial, terutama di wilayah yang berfungsi aliran air atau penyangga saat terjadinya curah hujan tinggi.

    Hal tersebut bertujuan menjaga keseimbangan dari ekosistem dan mengurangi resiko banjir dan juga tanah longsor. Bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut) sudah menjadi bukti bahwa penyebab salah satunya kerusakan lingkungan.

    “Terjadinya bencana di tiga provinsi tersebut karena gabungannya dari cuaca yang ekstrem dan juga kerusakan lingkungan yang parah. Fenomena adanya kayu gelondongan terbawa arus menjadi bukti bahwa adanya deforestasi,” ujar Heri.

    Oleh karena itu, lanjut dia, langkah yang tegas sangat diperlukan untuk melindungi hutan lebih ekstra dari aktivitas eksploitasi yang merusak lingkungan.

    Heri Hermansyah menyoroti bagaimana pentingnya pemerintah untuk melihat kembali dari izin konversi hutan, karena yang dijadikan fokus utamanya adalah wilayah-wilayah yang secara geografis merupakan aliran air atau daerah penyangga saat terjadinya hujan ekstrem.

    Pertimbangan ulang ini diharapkan untuk mencegah terjadinya kembali bencana alam yang sangat-sangat merugikan masyarakat.

    Bencana alam yang sudah terjadi di Aceh. Sumatera Barat, Sumatera Utara menjadi contoh bagaimana dampak dari kerusakan lingkungan untuk masyarakat.

    “Kejadian tersebut semakin ditegaskan urgensinya untuk menjaga kelestarian hutan dari berbagai bentuk perusakan,” terang Heri.

    Heri juga mengatakan bencana dari tiga provinsi tersebut merupakan terjadinya dua faktor utama, yaitu kondisi cuaca yang ekstrem, dan adanya kerusakan alam yang terlah terjadi. Oleh karena itu, perizinan konversi hutan harus diperketat demi menjaga lingkungan.

    Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat,menyebabkan sungai di kawasan itu meluap dan menahan laju puluhan warga serta relawan medis bencana Sumatra.

  • Maskapai Asing Keluhkan Warga Main Layang-Layang dan Arahkan Laser ke Pesawat di Bandara Soetta

    Maskapai Asing Keluhkan Warga Main Layang-Layang dan Arahkan Laser ke Pesawat di Bandara Soetta

    Liputan6.com, Jakarta – Bandara Soekarno-Hatta mengungkapkan laporan maskapai asing mengeluhkan ada warga yang main layang-layang dan laser ke arah pesawat mereka. Dia meminta Pemda untuk ikut terlibat dalam mengawasi warganya terkait larangan main laser dan layangan.

    “Laporan dari maskapai asing, ada yang pakai laser diarahkan ke pesawatnya, main layang-layang. Kami mohon bersatu, memberikan keselamatan dan kelancaran penerbangan,” kata General Manager Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, Rabu (10/12/2025).

    Menurutnya, peran pemerintah daerah, terutama yang berada di sekitaran Bandara Soekarno Hatta amat penting. Sebab, bandara merupakan pintu gerbang dan wajah negara, bila tercoreng, maka nama baik negara juga ikut tercoreng.

    “Mari bersama menjaga nama baik negara kita, sebab Bandara Soekarno Hatta ini pintu gerbang negara,” katanya.

  • Saya Belum Sempat Balas Pesannya

    Saya Belum Sempat Balas Pesannya

    Liputan6.com, Jakarta – Isak tangis warnai halaman rumah duka Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta, kala keluarga menjemput jenazah Mochamad Apriyana (40), salah satu korban kebakaran Gedung Terra Drone.

    Ira Daniyati, adik perempuan korban, tak mampu berdiri tegak saat peti jenazah adiknya digeser menuju mobil ambulans. Air matanya tak putus mengalir, tubuhnya goyah, hingga seorang psikolog Polri ikut turun tangan menenangkan.

    Ari, Burhan, dan Maulana yang merupakan saudara kandung turut memeluk dan menahan tubuh Ira yang beberapa kali hampir jatuh.

    Namun mereka sendiri tak sanggup menyembunyikan kesedihan ketika nama Mochamad Apriyana disebut petugas.

    Ira memeluk erat satu map hijau berisi berkas identitas sang kakak. Matanya tak pernah lepas dari tulisan Mochamad Apriyana di depan map itu.

    Ketika ambulans berhenti persis di depannya untuk proses serah terima, Ira terseret langkah goyah memasuki mobil.

    Begitu keluar, tangisnya pecah semakin kencang, berubah menjadi histeris. Seorang Polwan buru-buru memeluknya sebelum Ira akhirnya pingsan dan dibopong ke ruang perawatan.

    Tak lama kemudian, peti berisi jenazah Mochamad Apriyana digotong menuju ambulans. Ira yang baru tersadar langsung mencari-cari.

    “Mana, mana,” teriaknya di lokasi, Rabu (10/12/2025).

    Begitu pintu ambulans dibuka, ia menerjang mendekat, memeluk peti kayu cokelat itu sambil tersedu-sedu.

    Di luar ruang jenazah, Ahmad Maulana, adik bungsu korban, berusaha bicara tenang. Namun suaranya serak ketika mengenang percakapan terakhir dengan sang kakak.

    “Hanya nanya kabar aja sih. Itu jam 8 kalau enggak salah. Karena malamnya habis teleponan juga kan. Cuman enggak selesai aja posisinya,” cerita dia.

    “Saya yang belum sempat balas malah,” imbuh Ahmad.

    Saat ia kembali ponsel untuk membuka WhatsApp sore hari, centang pesan sudah berubah menjadi satu.

    “Pas saya balas, udah ceklis satu, itu posisi udah kejadian siang,” ujar dia.

     

  • Rais Aam Tegaskan Tak Ada Dualisme PBNU: We Are The Big Family

    Rais Aam Tegaskan Tak Ada Dualisme PBNU: We Are The Big Family

    Rais Aam Tegaskan Tak Ada Dualisme PBNU: We Are The Big Family

  • Basement Pesantren di Jagakarsa Jaksel Terbakar, 40 Petugas Damkar Berjibaku Padamkan Api

    Basement Pesantren di Jagakarsa Jaksel Terbakar, 40 Petugas Damkar Berjibaku Padamkan Api

    Liputan6.com, Jakarta – Kebakaran terjadi di basement Pesantren Al Mawaddah di Jalan Sadar Raya, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025). Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan Asril Rizal menerangkan, Api dilaporkan muncul sekitar pukul 14.28 WIB.

    “Obyek yang terbakar Basement Pesantren Al Mawaddah,” kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (10/12/2025).

    Terkait kejadian ini, sembilan unit dan 40 personel dikerahkan. Api mulai dipadamkan pukul 14.39 WIB dan berhasil dilokalisir kurang dari 20 menit kemudian.

    “Status menguning/Api sudah dilokalisir,” kata dia.

     

  • Kejar Target, Mendagri Perintahkan Ditjen Dukcapil Percepat Perekaman Penduduk Hingga 100 Persen

    Kejar Target, Mendagri Perintahkan Ditjen Dukcapil Percepat Perekaman Penduduk Hingga 100 Persen

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) agar mempercepat perekaman data kependudukan. Sebab, tingkat perekaman saat ini baru mencapai 97 persen dari total penduduk Indonesia, sehingga perlu ditingkatkan.

    “Harapan kita yang bisa terdata ya idealnya impian kita 100 persen warga negara Indonesia dan siapa pun yang tinggal di Indonesia dia terdata dalam server kita, itu target kita,” ujarnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan Lembaga Pengguna 2025 di Pullman Jakarta Central Park, Selasa (9/12/2025).

    Mendagri meminta jajaran Dukcapil menyusun program yang dapat mendorong percepatan pendataan dengan lebih agresif. Ia menegaskan agar seluruh Dinas Dukcapil kabupaten/kota menerapkan pendekatan jemput bola, terutama bagi kelompok masyarakat yang sulit dijangkau. “Saya ingin agar lebih agresif untuk mengidentifikasi warga negara atau non-warga negara yang tinggal di Indonesia untuk mendaftar,” ujarnya.

    Menurutnya, kelompok masyarakat adat di pedalaman, masyarakat prasejahtera, hingga tunawisma yang tidak memiliki domisili harus menjadi sasaran prioritas. Ia mengingatkan bahwa undang-undang menjamin pelindungan bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tergolong prasejahtera.

    Mendagri juga menyoroti persoalan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang kesulitan memperpanjang dokumen kependudukan karena harus pulang ke Indonesia. Ia mengapresiasi kerja sama Dukcapil dengan perwakilan Republik Indonesia di berbagai negara untuk mempermudah layanan bagi diaspora.

    “Sedih kadang-kadang kalau misalnya mereka untuk memperpanjang KTP-nya, mereka harus pulang ke Indonesia. Berapa biayanya?” ujar Mendagri.

    Selain itu, Mendagri menekankan pentingnya penguatan infrastruktur teknologi informasi Dukcapil, meliputi server, storage, bandwidth, hingga keamanan siber. “Tolong perkuat betul selain tata kelola adalah infrastruktur IT-nya,” tegasnya.

    Perbesar

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan Lembaga Pengguna 2025. (Foto: Puspen Kemendagri)… Selengkapnya

    Tito mengingatkan bahwa data kependudukan merupakan aset strategis negara yang perlu dilindungi. Data tersebut telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, dan menjadi basis penyusunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sehingga penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran.

    Di sisi lain, Mendagri juga memerintahkan jajaran Dukcapil untuk bergerak cepat memberikan layanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia memastikan masyarakat terdampak sangat membutuhkan layanan tersebut. Mendagri juga telah menginstruksikan Ditjen Dukcapil untuk segera menurunkan tim ke daerah bencana guna memberikan pelayanan langsung.

    Turut hadir dalam Rakornas tersebut Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi, perwakilan Bank Dunia Jonathan Marskell, Kepala Dinas Dukcapil se-Jabodetabek, serta pejabat terkait lainnya.