Category: Liputan6.com News

  • Libur Nataru, Barantin Ingatkan Penumpang Pahami Aturan Karantina Hewan dan Barang Bawaan

    Libur Nataru, Barantin Ingatkan Penumpang Pahami Aturan Karantina Hewan dan Barang Bawaan

    Liputan6.com, Jakarta – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Sahat M. Panggabean mengimbau masyarakat yang hendak berlibur untuk memastikan kembali barang bawaan mereka, terutama makanan dan hewan, agar tidak melanggar ketentuan karantina di daerah tujuan.

    Sementara itu, bagi penumpang yang berencana membawa hewan peliharaan, diwajibkan memenuhi seluruh persyaratan karantina yang ditetapkan oleh balai karantina setempat.

    “Kalau kita memastikan, sebenarnya teman-teman yang mau pulang kampung atau liburan itu kadang enggak paham persyaratan karatina. Nah ini diingatkan teman-teman yang ingin berpergian, perhatikan masing-masing daerah punya status penyakit,” ujar Sahat, saat memantau Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (23/12/2025).

    Ia mencontohkan, jika seseorang berlibur ke Bali dan membawa hewan peliharaan, ada larangan membawa hewan yang berpotensi menularkan rabies (HPR). Sementara itu, bagi yang menuju Papua, pemerintah daerah setempat melarang membawa babi, baik dalam bentuk hewan hidup maupun dagingnya.

    “Jadi ada hal-hal seperti itu, beda pulau beda kebijakan dan status penyakitnya. Informasi itu silahkan tanya ke karantina sebelum melakukan keberangkatan. Hal ini juga ikut membantu, agar Indonesia tidak ada sebaran penyakit-penyakit,” ujarnya.

    Begitu juga yang akan membawa hewan peliharaan ke luar negeri, calon penumpang harus mengisi persyaratan karantina hewan peliharannya. Perhatikan vaksinasinya hingga dokumen penunjang lainnya.

    Sementara itu, Sahat juga menegaskan, pengawasan dan pelayanan karantina diperketat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta selama Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

     

  • Respons TransJakarta Terkait Viral Ibu Marah-Marah Cekcok dengan Penumpang Muda soal Tempat Duduk

    Respons TransJakarta Terkait Viral Ibu Marah-Marah Cekcok dengan Penumpang Muda soal Tempat Duduk

    Liputan6.com, Jakarta – PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) merespons insiden ributnya sesama penumpang di dalam bus TransJakarta.

    Dalam video viral di media sosial, terlihat seorang perempuan muda dimaki dengan kata-kata kasar oleh seorang ibu usai menolak memberikan kursi yang telah ditempatinya.

    Diunggah akun Instagram @hani.rajagukguk kursi itu diketahui bukan kursi prioritas, sehingga yang bersangkutan tak berkenan untuk memberikannya. Dalam rekaman itu, penumpang yang masih muda tersebut diminta pindah kursi, namun menolak karena dirinya sedang mengalami sakit kepala.

    Menanggapi hal tersebut, PT TransJakarta menekankan soal pentingnya sikap saling menghargai serta pemahaman terhadap penggunaan fasilitas tempat duduk yang tersedia di armada. Transjakarta juga menyampaikan empati mendalam atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dalam peristiwa tersebut.

    “Kami menyampaikan permohonan maaf atas pengalaman kurang menyenangkan yang dialami pelanggan kami. TransJakarta adalah milik bersama, dan kami ingin setiap perjalanan menjadi momen yang aman serta nyaman bagi semua pelanggan tanpa terkecuali,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta, Welfizon Yuza dalam keterangannya, Selasa (23/12/2025).

    Welfizon memyatakan, untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman, TransJakarta akan terus memperkuat edukasi kepada pelanggan terkait peruntukan kursi prioritas di dalam armada bus.

    Ada pun kursi prioritas diperuntukkan bagi lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta orang tua yang membawa anak atau balita. Sedangkan kursi di luar kategori itu merupakan area umum yang dapat digunakan oleh seluruh pelanggan.

     

    Video Nyobain Jalur Terpanjang TransJakarta, Cuma Habis Rp.3.500 #Merdekadotcom #TrasnJakarta #JalurTerpanjang #TransportasiUmum #ShortMdk 25 Nov 2025

  • Jejak Komunikasi yang Dihapus dalam Kasus Bupati Bekasi Ade Kuswara

    Jejak Komunikasi yang Dihapus dalam Kasus Bupati Bekasi Ade Kuswara

    Pada 19 Desember 2025, KPK mengungkapkan sebanyak tujuh dari sepuluh orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk diperiksa secara intensif. Dua dari tujuh orang tersebut termasuk Ade Kuswara dan ayahnya, HM Kunang.

    Pada tanggal yang sama, KPK mengumumkan menyita uang ratusan juta rupiah dalam kasus yang diduga terkait suap proyek di Kabupaten Bekasi.

    Pada 20 Desember 2025, KPK mengumumkan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK), ayah Bupati Bekasi sekaligus Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, HM Kunang (HMK), serta pihak swasta bernama Sarjan (SRJ) sebagai tersangka kasus dugaan suap tersebut.

    KPK mengatakan Ade Kuswara dan HM Kunang merupakan tersangka dugaan penerima suap, sedangkan Sarjan sebagai tersangka dugaan pemberi suap.

  • Mendagri Minta Penanganan Bencana di Aceh Tamiang Jadi Perhatian Khusus

    Mendagri Minta Penanganan Bencana di Aceh Tamiang Jadi Perhatian Khusus

    Liputan6.com, Aceh Tamiang – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan perlunya percepatan penanganan dampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang. Menurutnya, kondisi Aceh Tamiang memerlukan perhatian khusus karena tingkat kerusakannya berbeda dibandingkan daerah terdampak lainnya.

    Mendagri menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi yang dipicu curah hujan tinggi telah melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Aceh Tamiang memang saya lihat agak beda dari udara tadi masih banyak lumpur-lumpur, agak beda ketika saya datang ke tempat-tempat lain baik di Sumatera Barat,” ujar Mendagri saat memberikan arahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tamiang di Kantor Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Senin (22/12/2025).

    Ia mengungkapkan bahwa sejak hari pertama bencana, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan mobilisasi nasional dengan pembagian tugas lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah (Pemda), TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta unsur terkait lainnya terus bergerak untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

    Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga menegaskan bahwa ketersediaan cadangan beras nasional dalam kondisi sangat kuat. Ia memastikan daerah terdampak bencana dapat mengakses cadangan beras Bulog tanpa batas sepanjang ada permintaan resmi dari kepala daerah.

    “Sepanjang untuk kepentingan bencana itu dapat dikeluarkan tanpa biaya. Ini bukan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang dijual murah, bukan, tanpa biaya, gratis berapa pun juga diminta asal bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

     

    Selain logistik pangan, Mendagri menyoroti keterbatasan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) di banyak daerah terdampak. Ia menyampaikan bahwa Presiden telah memutuskan penambahan bantuan BTT sebesar Rp4 miliar untuk setiap kabupaten/kota terdampak, serta Rp20 miliar untuk pemerintah provinsi. Di samping itu, Mendagri juga menggalang dukungan antardaerah yang hingga kini telah mencapai hampir Rp60 miliar dan disalurkan langsung ke daerah terdampak.

    Selain itu, Mendagri menekankan pentingnya pembersihan lumpur sebagai prioritas utama, terutama pada fasilitas umum, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, dan perkantoran pemerintahan. Menurutnya, kehadiran negara harus tampak nyata di tengah masyarakat melalui kerja bersama TNI, Polri, Pemda, dan relawan. “Pembersihan ini nomor satu menurut saya, pembersihan ini dari lumpur-lumpur ini,” jelasnya.

    Terkait penanganan perumahan, Mendagri meminta Pemda segera melakukan pendataan kerusakan rumah secara rinci by name dan by address, baik kategori rusak ringan, sedang, berat, maupun hilang. Data tersebut akan menjadi dasar pemberian bantuan langsung kepada masyarakat serta pembangunan hunian sementara dan hunian tetap oleh pemerintah pusat melalui BNPB dan kementerian terkait.

  • Kemendagri Tegaskan Peran Vital Tata Kelola Kota bagi Pembangunan Keberlanjutan

    Kemendagri Tegaskan Peran Vital Tata Kelola Kota bagi Pembangunan Keberlanjutan

    Selain itu, Tomsi juga menyoroti pertumbuhan penduduknya di kawasan perkotaan yang kadang tidak terlihat dari perhatian kepala daerah.

    “Akibat dari itu, kebijakan yang disusun belum sepenuhnya mampu mengatasi fenomena tersebut,” terang dia.

    Kondisi seperti ini berpotensi memicu berbagai persoalan, seperti munculnya beberapa pemukiman kumuh dan tidak layak huni sehingga meningkatnya angka kriminalitas.

    Karena itu Tomsi mengiimbau Pemda untuk mempersiapkan kebijakan yang lebih antisipatif dan terserencana.

    “Ini juga harus bisa diantisipasi dengan baik karena itu akan merusak nama kota,” ucap Tomsi.

    Tomsi juga memaparkan beberapa peluang dan juga harapan dalam mendorong kawasan perkotaan menjadi lebih maju.

    Salah satunya, kata dia, lewat peluang peningkatan pertumbuhan ekonomi lokal dengan memanfaatkan program dari pemerintah pusat.

    Seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal melalui pemenuhan kebutuhan bahan pangan.

  • Surat Seorang Anak untuk Ibu yang Sepanjang Hidup Melawan Korupsi

    Surat Seorang Anak untuk Ibu yang Sepanjang Hidup Melawan Korupsi

    Liputan6.com, Jakarta – Hari Ibu, 22 Desember, biasanya dipenuhi bunga, pelukan, dan kata terima kasih. Namun tahun ini, Hari Ibu hadir dengan rasa yang jauh lebih sunyi. Dari balik jeruji, Nadiem Makarim menulis sepucuk surat untuk ibundanya, Atika Algadri, seorang pegiat antikorupsi yang sepanjang hidupnya berdiri di garis depan perjuangan moral bangsa.

    Dalam surat itu, Nadiem membuka perasaannya dengan jujur. Ia menyebut hari ini “penuh dengan perasaan yang membingungkan.” Ia sedih melihat ibunya kehilangan anaknya, sulit tidur, dan hidup dalam kekhawatiran.

    Perbesar

    Atika Algadri sedang membaca sepucuk surat di Hari Ibu yang dikirim oleh sang anak, Nadiem Makarim. (istimewa)

    Pada usia 81 tahun, sang ibu masih digambarkan memiliki semangat seperti aktivis mahasiswa yang “nekat turun ke jalanan” sebuah potret keteguhan yang kontras dengan situasi rapuh yang sedang mereka hadapi.

    Kontradiksi itu terasa tajam. Seorang ibu yang hidupnya dihabiskan untuk melawan korupsi, kini harus menyaksikan anaknya dituduh melakukan kejahatan yang selama ini ia lawan. Nadiem mengingatkan kembali masa kecilnya, meja makan yang menjadi ruang diskusi panas para aktivis antikorupsi, pintu rumah yang tak pernah sepi dari perdebatan tentang negara yang bersih. 

    Dari ibunyalah, ia belajar membedakan benar dan salah. Dari ibunya pula, ia mewarisi api perjuangan itu.

    Namun di Hari Ibu ini, Nadiem tidak meminta ibunya menjadi “pendekar” sepanjang waktu. Ia meminta sesuatu yang sangat manusiawi…menangis. 

    “Ibu juga boleh menjadi Ibu biasa yang sedih dan kangen sama anaknya,” tulisnya. 

    Ada pengakuan yang lembut bahwa air mata bukan kelemahan, melainkan cara menenangkan hati. Di tengah sorotan publik dan kerasnya stigma, ia ingin ibunya tahu bahwa menjadi ibu yang rapuh sesekali adalah hal yang sah.

    Perbesar

    Atika Algadri menangis terharu setelah membaca sepucuk surat di Hari Ibu yang dikirim oleh sang anak, Nadiem Makarim. (istimewa)

    Surat itu kemudian beralih menjadi janji. Nadiem menegaskan ikatan darah dan nilai yang tak terputus, yaitu kekuatan dalam diri ibunya juga hidup dalam dirinya. Perjuangan ibunya tidak akan padam, ia berjanji akan membawa obor itu kepada anak-anaknya kelak, seperti yang ibunya lakukan padanya. Di bagian ini, surat berubah menjadi doa dan keyakinan, 

    “Badai ini akan berlalu… Kebenaran selalu diberikan jalan,” tulisnya.

    Di Hari Ibu, ketika banyak keluarga merayakan kebersamaan, surat ini mengingatkan kita pada sisi lain dari cinta seorang anak dan keteguhan seorang ibu. Di tengah tudingan dan proses yang berjalan, ada ruang kemanusiaan yang layak didengar, yaitu hubungan ibu dan anak yang diuji oleh keadaan. Surat itu ditutup dengan kalimat sederhana namun sarat makna “I love you, Ibu” sebuah pengakuan yang tak membutuhkan panggung, hanya keheningan untuk diresapi.

     

    (*)

  • Alasan Pramono Larang Kembang Api Saat Malam Tahun Baru di Jakarta: Empati Korban Bencana Sumatera

    Alasan Pramono Larang Kembang Api Saat Malam Tahun Baru di Jakarta: Empati Korban Bencana Sumatera

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut perayaan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta akan dibalut dengan doa bersama lintas agama sebagai bentuk keprihatinan atas berbagai bencana yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

    Pemprov DKI juga meniadakan kembang api dan menggantinya dengan pertunjukan visual berupa video mapping dan drone yang mengangkat tema kepedulian Jakarta terhadap para korban bencana.

    “Jadi ada doa bersama semua agama. Yang jelas, semua agama akan ada di tempat itu (titik-titik perayaan) karena kan apa yang terjadi pada kita semua menyangkut kita semua,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/12/2025).

    Kebijakan menggelar doa bersama diterapkan di seluruh titik perayaan Tahun Baru yang digelar oleh Pemprov DKI, termasuk di kantor-kantor wali kota. Langkah ini diambil menyusul rentetan musibah yang melanda sejumlah wilayah Tanah Air, terutama di Sumatra.

    “Tadi berkembang dalam rapat, karena sekarang ini musibah tidak hanya di Sumatra, meskipun yang utama tetap di Sumatra, yaitu Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh,” kata Pramono.

    Dalam perayaan Tahun Baru kali ini, Pemprov DKI Jakarta juga menetapkan delapan titik perayaan. Angka ini berkurang dari rencana awal sebanyak 14 titik. Adapun pengurangan dilakukan untuk memusatkan kegiatan dan menjaga kekhidmatan suasana.

    “Titik-titik utama yang selama ini menjadi tradisi yang ada di Jakarta, ada beberapa yang dikurangi, di antaranya adalah Monas,” terang Pramono.

    Meski begitu, kawasan Monas tetap akan diisi dengan rangkaian perayaan tanpa menghadirkan kerumunan, yakni melalui video mapping.

    Pramono menyebut, Bundaran Hotel Indonesia (HI) ditetapkan sebagai titik utama perayaan malam pergantian tahun. Di lokasi tersebut, dia dan Wakil Gubernur Rano Karno akan hadir langsung mengikuti rangkaian acara, termasuk doa bersama lintas agama.

    Selain Bundaran HI, kawasan Kota Tua hingga Lapangan Banteng, Jakarta Pusat juga menjadi titik perayaan Tahun Baru 2026.

  • Bonnie Blue Dilarang Masuk Indonesia Selama 10 Tahun, Ini Alasan Imigrasi

    Bonnie Blue Dilarang Masuk Indonesia Selama 10 Tahun, Ini Alasan Imigrasi

    Liputan6.com, Jakarta – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bali resmi mengajukan penangkalan selama 10 tahun terhadap warga negara asing (WNA) berinisial TEB alias Bonnie Blue per 12 Desember 2025.

    Usulan tersebut disampaikan melalui surat nomor WIM.20-GR.03.02-19449 menyusul serangkaian pelanggaran hukum dan penyalahgunaan izin tinggal yang dilakukan kreator konten dewasa tersebut selama berada di Bali.

    “Betul, (kami tangkal selama) 10 tahun, bukan enam bulan seperti yang disebutkan yang bersangkutan dalam video,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Plt Dirjen) Imigrasi Yuldi Yusman seperti dikutip dari siaran pers diterima, Senin (22/12/2025).

    Yuldi menjelaskan, kasus bermula dari keresahan masyarakat terkait aktivitas TEB dan belasan WNA lainnya yang dinilai mengganggu ketertiban umum.

    Alhasil, kata dia, TEB bersama belasan WNA lainnya diamankan oleh Polres Badung di sebuah studio di Pererenan pada 4 Desember lalu atas dugaan pembuatan konten pornografi.

    “Meski hasil pemeriksaan gawai menunjukkan adanya video pribadi, polisi menyatakan unsur pidana tidak terpenuhi karena konten tersebut hanya untuk dokumentasi pribadi dan tidak disebarluaskan,” tutur Yuldi.

    Bonnie diamankan petugas bersama LAJ (27), INL (24), dan JJT (28). Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka terbukti menggunakan mobil bak terbuka bertuliskan ‘BONNIE BLUE’s BANGBUS’ untuk berkeliling Bali demi kepentingan konten, yang dinilai membahayakan keselamatan.

     

    Seorang warga Myanmar di Indianapolis menanggapi kebijakan baru Amerika Serikat yang menghentikan pengajuan imigrasi dari 19 negara. Ia khawatir kerabatnya tak bisa keluar dari negara yang terdampak perang.

  • Sempat Kabur Saat OTT, Kasi Datun Kejari Hulu Sungai Utara Diserahkan ke KPK

    Sempat Kabur Saat OTT, Kasi Datun Kejari Hulu Sungai Utara Diserahkan ke KPK

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Asis Budianto (ASB); dan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Hulu Sungai Utara, Tri Taruna Fariadi (TAR) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Total keduanya menerima uang hingga Rp 1,1 miliar lebih dari hasil praktik rasuah.

    Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menyampaikan, dua jaksa tersebut diduga menerima uang saat menjadi perantara maupun di luar perantara dari Kepala Kejari (Kajari) Hulu Sungai Utara Albertinus Parlinggoman Napitupulu (APN).

    “ASB (Asis Budianto) yang merupakan perantara APN tersebut, dalam periode Februari-Desember 2025, diduga menerima aliran uang dari sejumlah pihak sebesar Rp63,2 juta,” tutur Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (20/12/2025).

    Sementara tersangka Tri Taruna Fariadi, lanjut dia, menerima uang hingga Rp 1,07 miliar ketika di luar menjadi perantara Albertinus.

    “Rinciannya pada 2022 berasal dari mantan Kepala Dinas Pendidikan Hulu Sungai Utara senilai Rp 930 juta, kemudian pada 2024 yang berasal dari rekanan sebesar Rp 140 juta,” jelas dia.

  • Tanpa Kembang Api, Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta Diisi Doa Bersama Lintas Agama

    Tanpa Kembang Api, Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta Diisi Doa Bersama Lintas Agama

    Meski begitu, kawasan Monas tetap akan diisi dengan rangkaian perayaan tanpa menghadirkan kerumunan, yakni melalui video mapping.

    Pramono menyebut, Bundaran Hotel Indonesia (HI) ditetapkan sebagai titik utama perayaan malam pergantian tahun. Di lokasi tersebut, dia dan Wakil Gubernur Rano Karno akan hadir langsung mengikuti rangkaian acara, termasuk doa bersama lintas agama.

    Selain Bundaran HI, kawasan Kota Tua hingga Lapangan Banteng, Jakarta Pusat juga menjadi titik perayaan Tahun Baru 2026.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan perayaan Tahun Baru di Jakarta tidak akan dilakukan secara berlebihan penuh kemeriahan. Hal tersebut menyusul bencana yang terjadi di tiga provinsi Indonesia, yakni Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

    Pramono menyebut, Jakarta sebagai ibu kota negara akan menjadi sorotan nasional maupun internasional dalam perayaan Malam Tahun Baru, sehingga konsep acara harus mencerminkan kesederhanaan dan empati.

    “Yang pertama yang paling utama adalah enggak ada kemeriahan yang berlebihan yang bersifat mewah-mewah, enggak, saya enggak mau,” kata Pramono di Jakarta, Jumat (19/12/2025).