Category: Liputan6.com News

  • 24 Desember Setiap Tahunnya Diperingati sebagai Hari Apa? Simak Selengkapnya!

    24 Desember Setiap Tahunnya Diperingati sebagai Hari Apa? Simak Selengkapnya!

    Dilansir Liputan6.com dari website Komisi Pemilihan Umum (KPU), gencatan senjata Natal pada tahun 1914 yang terjadi di Front Barat, medan pertempuran utama Perang Dunia I dilakukan karena melihat kondisi wilayah perang yang kian memburuk.

    Berdasarkan catatan sejarawan Martin Gilbert, medan perang kala itu penuh lumpur, hujan salju, dan banyak jenazah yang terbaring tak terurus. Situasi tersebut kemudian mendorong para tentara untuk melakukan tindakan kemanusiaan dengan cara menghentikan peperangan sementara dan melakukan gencatan senjata.

    Menurut Gilbert, gencatan senjata natal ini terjadi bukan karena perintah dari Komando, melainkan inisiatif dari prajurit biasa yang tak lagi mampu menanggung rasa putus asa dan penderitaan selama Perang Dunia I yang dikenal sebagai Perang Parit tersebut.

    Tepat pada malam Natal, pasukan Jerman mulia menggantungkan lentera dan lilin di sepanjang parit yang biasa mereka gunakan untuk strategi perlindungan perang. Mereka menyanyikan lagu-lagu Natal sembari bertepuk tangan. 

    Keesokan harinya, para tentara keluar dan memasuki wilayah berbahaya yang disebut sebagai “No Man’s Land”. Mereka saling berjabat tangan, berkenalan, dan bertukar hadiah kecil, seperti sebatang rokok, cokelat, bir, dan makanan kaleng.

    Momen ini juga mereka manfaatkan untuk mengubur dan melakukan upacara pemakaman jenazah rekan mereka yang selama ini dibiarkan di medan perang.

    Salah satu cerita paling populer dari gencatan senjata ini adalah pertandingan sepak bola yang dilakukan secara spontan antara tentara Jerman dan Inggris.

    Meskipun sebagian orang masih memperdebatkan lokasi pasti pertandingan ini, banyak orang yang meyakini kejadian ini benar adanya dan menjadi simbol kedamaian dan kebersamaan di tengah perang.

    Gencatan senjata ini tak berlangsung lama. Pada tanggal 27 Desember 1914, para Komandan memerintahkan tentara untuk kembali bertempur tanpa kompromi. sejumlah kelompok yang bersikukuh untuk melakukan gencatan senjata pun terancam mendapatkan hukuman.

  • Kolaborasi Mahasiswa dan Warga Kembali Hijaukan Kawasan Hulu Sungai Cisadane

    Kolaborasi Mahasiswa dan Warga Kembali Hijaukan Kawasan Hulu Sungai Cisadane

  • Sidang Nadiem Makarim Terkait Kasus Chromebook Kembali Ditunda, Dokter Ungkap Kondisinya

    Sidang Nadiem Makarim Terkait Kasus Chromebook Kembali Ditunda, Dokter Ungkap Kondisinya

    Selain Nadiem, terdapat empat tersangka lainnya dalam kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook, yakni, Sri Wahyuningsih, Ibrahim, Mulyatsyah, serta mantan Staf Khusus Mendikbudristek, Jurist Tan. Sri, Ibrahim, dan Mulyatsyah sudah menjalani sidang dakwaan pada Selasa (16/12), sementara berkas Jurist Tan belum dilimpahkan karena tersangka masih buron.

    Dalam sidang dakwaan terhadap Sri, Ibrahim, dan Multyatsyah, terungkap kerugian negara yang diakibatkan kasus tersebut diduga mencapai Rp2,18 triliun.

    Kerugian negara meliputi sebesar Rp1,56 triliun terkait program digitalisasi pendidikan pada Kemendikbudristek, serta senilai 44,05 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp621,39 miliar akibat pengadaan CDM yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat pada program digitalisasi pendidikan.

    Pada sidang itu, terungkap pula terdapat beberapa pihak yang diperkaya, antara lain Nadiem, yang menerima uang Rp809,59 miliar dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB) melalui PT Gojek Indonesia.

  • Kecelakaan Maut Bus di Tol Semarang Bikin AHY Turun Tangan

    Kecelakaan Maut Bus di Tol Semarang Bikin AHY Turun Tangan

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turun tangan menyoroti kecelakaan bus di exit Tol Krapyak, Semarang. AHY menyatakan pihaknya melakukan evaluasi regulasi buntut kecelakaan tersebut.

    “Iya, tentu kita akan evaluasi,” kata Menko AHY ditemui di sela meninjau kesiapan layanan angkutan kereta api selama Natal dan Tahun Baru 2025/2026 di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

    Dia menegaskan, hal tersebut saat awak media menanyakan langkah pemerintah dalam memitigasi kecelakaan bus imbas adanya insiden di Tol Krapyak, termasuk kemungkinan penguatan regulasi dan evaluasi menyeluruh kebijakan keselamatan transportasi.

    AHY memastikan evaluasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna memperkuat pengawasan, meningkatkan kepatuhan aturan, serta mencegah kecelakaan serupa terulang di kemudian hari.

    Mengenai insiden Tol Krapyak, AHY juga mengaku telah memerintahkan investigasi menyeluruh melibatkan Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri guna mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif serta memastikan rekomendasi perbaikan ke depannya.

    “Kita investigasi, saya sudah minta jajaran Kementerian Perhubungan dan juga Korlantas Polri untuk investigasi sampai tuntas semuanya. Intinya kita tidak ingin ada kecelakaan-kecelakaan maut yang terjadi lagi berulang,” ujarnya.

    Fokus utama diarahkan pada kepatuhan aturan keselamatan termasuk pemeriksaan kendaraan berkala kelaikan jalan serta kesiapan pengemudi agar perjalanan publik berlangsung aman, bertanggung jawab sesuai standar yang berlaku.

    Menko juga menekankan pencegahan kecelakaan memerlukan disiplin bersama penegakan hukum konsisten dan pengawasan berlapis sehingga risiko fatalitas transportasi jalan raya dapat ditekan berkelanjutan melalui kolaborasi pusat daerah operator dan masyarakat luas.

    “Dan semua benar-benar harus taat, harus sesuai dengan aturan. Kendaraan dicek dengan benar. Pengemudi juga harus fit dan sesuai dengan ketentuan sehingga sekali lagi kita mencegah terjadinya korban di jalan raya,” imbuh AHY.

    Pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan berpartisipasi aktif membangun budaya keselamatan berkelanjutan sehingga mobilitas masyarakat aman, efisien dan selamat.

  • TASPEN Ingatkan Peserta Tentang Pentingnya Autentikasi Awal Bulan agar Pembayaran Pensiun Tepat Waktu

    TASPEN Ingatkan Peserta Tentang Pentingnya Autentikasi Awal Bulan agar Pembayaran Pensiun Tepat Waktu

    Liputan6.com, Jakarta – PT TASPEN (Persero) terus mendorong peserta pensiun untuk melakukan autentikasi secara rutin setiap awal bulan sebagai langkah memastikan pembayaran manfaat pensiun tetap aman dan tepat sasaran. Autentikasi menjadi proses verifikasi identitas peserta untuk memastikan yang bersangkutan masih berhak menerima dana pensiun bulanan.

    Seiring transformasi digital layanan, TASPEN menghadirkan kemudahan autentikasi melalui aplikasi Andal by Taspen. Melalui aplikasi ini, peserta dapat melakukan verifikasi diri dengan cepat, aman, dan praktis dari mana saja, tanpa perlu datang ke kantor cabang TASPEN. Bahkan, bagi peserta yang telah melakukan enrollment, autentikasi dapat dilakukan tanpa login maupun registrasi ulang.

    Autentikasi memiliki sejumlah manfaat penting bagi peserta, mulai dari menjamin hak peserta agar manfaat diterima tepat waktu, mencegah penyaluran dana kepada pihak yang tidak berhak, hingga meningkatkan efisiensi dan akurasi data peserta. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen TASPEN dalam mendukung transformasi digital layanan dana pensiun nasional.

    Proses autentikasi melalui Andal by Taspen tergolong sederhana. Peserta cukup membuka aplikasi, memilih menu autentikasi, memasukkan Nomor TASPEN (NOTAS), lalu melakukan swafoto untuk verifikasi. Setelah dikirim, proses autentikasi langsung selesai.

    Hingga kini, lebih dari 2,5 juta peserta pensiun tercatat telah memanfaatkan layanan digital tersebut. TASPEN mengimbau peserta untuk tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan. Peserta diminta tidak memberikan data pribadi, OTP, PIN, maupun informasi rekening kepada pihak yang mengaku sebagai petugas TASPEN.

    Apabila peserta mengalami kendala atau membutuhkan informasi lebih lanjut, TASPEN menyediakan sejumlah kanal resmi yang dapat dihubungi, mulai dari website www.taspen.co.id, Call Center 1500919, hingga layanan email melalui tanya.taspen@taspen.co.id dan ppid@taspen.co.id. Selain itu, peserta juga dapat mengakses informasi dan berinteraksi melalui media sosial resmi TASPEN di Facebook, Instagram @taspen, X (Twitter) @taspen, LinkedIn, YouTube, serta TikTok @taspen.

    TASPEN Andal Melayani

  • Hasil Geledah Kasus Bupati Bekasi Ade Kuswara: 49 Dokumen dan 5 Barbuk Elektronik Disita

    Hasil Geledah Kasus Bupati Bekasi Ade Kuswara: 49 Dokumen dan 5 Barbuk Elektronik Disita

    Hasil Geledah Kasus Bupati Bekasi Ade Kuswara: 49 Dokumen dan 5 Barbuk Elektronik Disita

  • BMKG Sebut Iklim Indonesia di 2026 Lebih Stabil dan Tak Seekstrem 2024

    BMKG Sebut Iklim Indonesia di 2026 Lebih Stabil dan Tak Seekstrem 2024

    Liputan6.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan iklim Indonesia pada 2026 relatif lebih stabil dan tidak seekstrem tahun 2024 yang ditandai dengan suhu tinggi dan cuaca ekstrem berkepanjangan.

    Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan dalam konferensi pers “Climate Outlook 2026” yang diikuti di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh berakhirnya fenomena La Nina lemah pada kuartal pertama 2026.

    “Prediksi kami menunjukkan bahwa setelah Maret 2026, kondisi iklim global akan kembali ke fase netral dan bertahan hingga akhir tahun,” kata dia dilansir Antara, Selasa (23/12/2025).

    Dia menjelaskan suhu udara rata-rata nasional pada 2026 diperkirakan berada pada kisaran 25–29 derajat Celsius, masih dalam rentang klimatologis yang normal.

    BMKG mencatat suhu rata-rata nasional 2026 tidak akan melampaui rekor panas seperti yang terjadi pada 2024, seiring pengaruh pendinginan sementara akibat La Nina lemah.

  • Ada Selebgram Gabung Sindikat Peredaran Narkoba di DWP, Identitasnya Terungkap

    Ada Selebgram Gabung Sindikat Peredaran Narkoba di DWP, Identitasnya Terungkap

    Dari enam sindikat, total terdapat 17 tersangka yang terdiri dari 16 warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA). Selain itu, terdapat tujuh orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

    Menurut Dirtipidnarkoba Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, sindikat pertama terdiri dari dua orang tersangka berinisial G dan AA selaku kurir serta satu DPO berinisial RA alias Bos selaku pengendali kurir.

    “Dari sindikat satu ini kami amankan barang bukti berupa sabu 31.008 gram atau kurang lebih 31 kilogram. Selain itu, ekstasi sejumlah 796 butir, happy water 135 gram, dan ketamine 1.066 gram,” katanya.

    Berikutnya, sindikat kedua terdiri dari lima orang tersangka dan dua orang DPO. Lima tersangka tersebut adalah DF selaku pengedar kokaina dan MDMA, EA selaku penyedia MDMA, MS selaku komplotan sindikat, AJR selaku penyedia kokaina dan MDMA, serta MGB selaku pengedar MDMA, ekstasi, ganja, dan kokaina.

    “Kemudian, TDS yang saat ini masih DPO berperan sebagai penyedia barang (kokaina). Selanjutnya, P juga masih DPO berperan sebagai penyedia barang (ekstasi dan ganja),” imbuhnya.

    Dari sindikat kedua, penyidik menyita barang bukti berupa kokaina sebanyak 6,53 gram, MDMA sebanyak 8,29 gram, ekstasi sebanyak 12 butir, dan ganja sebanyak 6,48 gram.

  • Disebut Kirim Bantuan Kosong ke Korban Bencana Sumatera, TNI Jelaskan Konsep Airdrop dengan Helibox

    Disebut Kirim Bantuan Kosong ke Korban Bencana Sumatera, TNI Jelaskan Konsep Airdrop dengan Helibox

    Muatan logistik yang dikemas berupa kebutuhan logistik, seperti beras atau mi instan, disusun dengan perhitungan khusus agar tidak menguncup ke bawah atau remuk di udara saat dilepas dari pesawat.

    “Tali-tali pengikat disusun membentuk kipas, sesuai pakem penerjunan, guna menjaga keseimbangan helibox saat melayang menuju daratan,” kata Supriyanto.

    Lebih lanjut, dia memaparkan, terdapat empat lapis penyaringan dalam setiap proses airdrop. Pertama, kata Supriyanto, pemeriksaan oleh tim rigger saat pengepakan. Kedua, pemeriksaan ulang oleh tim rigger dan personel hanggar TNI AU saat pemuatan ke truk.

    Ketiga, sambung dia, pengecekan oleh kru pesawat sebelum proses loading. Keempat, koordinasi dengan satuan teritorial di darat untuk memastikan hasil airdrop aman, utuh, dan tepat sasaran.

    “Kalau helibox kosong, dari filter pertama sudah gugur. Sampai hari ini, alhamdulillah, tidak ada laporan dari bawah bahwa helibox itu kosong, sebagaimana yang disangkakan oleh sebagian oknum atau warganet,” tutur Supriyanto.

    Ia berharap penjelasan ini dapat meluruskan informasi yang keliru agar masyarakat memahami bahwa setiap bantuan yang dijatuhkan melalui udara telah melalui proses yang tertib, cermat, dan berlapis, demi memastikan logistik benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.

    “Mudah-mudahan ini memberi pemahaman kepada kita semua, sehingga tidak terjadi salah tafsir atau sangkaan yang menyimpang dari kenyataan,” pungkasnya.

     

  • Libur Nataru, Barantin Ingatkan Penumpang Pahami Aturan Karantina Hewan dan Barang Bawaan

    Libur Nataru, Barantin Ingatkan Penumpang Pahami Aturan Karantina Hewan dan Barang Bawaan

    Liputan6.com, Jakarta – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Sahat M. Panggabean mengimbau masyarakat yang hendak berlibur untuk memastikan kembali barang bawaan mereka, terutama makanan dan hewan, agar tidak melanggar ketentuan karantina di daerah tujuan.

    Sementara itu, bagi penumpang yang berencana membawa hewan peliharaan, diwajibkan memenuhi seluruh persyaratan karantina yang ditetapkan oleh balai karantina setempat.

    “Kalau kita memastikan, sebenarnya teman-teman yang mau pulang kampung atau liburan itu kadang enggak paham persyaratan karatina. Nah ini diingatkan teman-teman yang ingin berpergian, perhatikan masing-masing daerah punya status penyakit,” ujar Sahat, saat memantau Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (23/12/2025).

    Ia mencontohkan, jika seseorang berlibur ke Bali dan membawa hewan peliharaan, ada larangan membawa hewan yang berpotensi menularkan rabies (HPR). Sementara itu, bagi yang menuju Papua, pemerintah daerah setempat melarang membawa babi, baik dalam bentuk hewan hidup maupun dagingnya.

    “Jadi ada hal-hal seperti itu, beda pulau beda kebijakan dan status penyakitnya. Informasi itu silahkan tanya ke karantina sebelum melakukan keberangkatan. Hal ini juga ikut membantu, agar Indonesia tidak ada sebaran penyakit-penyakit,” ujarnya.

    Begitu juga yang akan membawa hewan peliharaan ke luar negeri, calon penumpang harus mengisi persyaratan karantina hewan peliharannya. Perhatikan vaksinasinya hingga dokumen penunjang lainnya.

    Sementara itu, Sahat juga menegaskan, pengawasan dan pelayanan karantina diperketat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta selama Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).