Category: Liputan6.com News

  • Penanganan Banjir Jakarta Tak Boleh Lagi Tergopoh-gopoh

    Penanganan Banjir Jakarta Tak Boleh Lagi Tergopoh-gopoh

    Meski begitu, Pramono mengingatkan agar perencanaan dilakukan secara cermat dan terpadu. Dia juga menolak proyek yang dinilai tidak memiliki kontribusi signifikan pada pengendalian banjir, terlebih jika proyek tersebut hanya berujung pada pembebasan lahan yang tidak perlu.

    “Hanya saya juga berpesan jangan kemudian mengerjakan sesuatu yang tidak perlu dikerjakan. Membebaskan lahan, seakan-akan dibuat embung, tetapi tidak dibutuhkan untuk penanganan banjir secara keseluruhan. Nah yang begini saya tidak mau,” ungkap dia.

    Oleh karenanya, Pramono menekankan mengenai pentingnya perencanaan yang bertahap dan berkelanjutan. Dia menyebut telah memberikan persetujuan kepada jajaran SDA, termasuk soal penetapan lokasi untuk normalisasi sungai.

    “Normalisasi Ciliwung maupun Krukut, saya sudah memberikan persetujuan, termasuk penlok dan sebagainya segera kita lakukan. Memang pasti akan menimbulkan persoalan di lapangan, yang namanya juga mau apa, menormalkan kembali,” kata Pramono.

    Pramono berharap proyek pengendalian banjir dan rob yang diberi nama JakTirta dengan waktu pengerjaan 2025 hingga 2027 itu akan menjadi titik awal perubahan pola penanganan banjir di Jakarta.

  • Pramono Anung Luncurkan JakTirta, Terobosan Baru Pengendalian Banjir Jakarta Senilai Rp 2,6 Triliun

    Pramono Anung Luncurkan JakTirta, Terobosan Baru Pengendalian Banjir Jakarta Senilai Rp 2,6 Triliun

    Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mengebut proyek pengendalian banjir skala menengah bertajuk JakTirta dengan nilai kontrak mencapai Rp2,62 triliun. Proyek ini ditujukan guna memperkuat ketahanan Jakarta terhadap banjir dan rob.

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, melalui proyek ini akan dilakukan penguatan sistem pompa, pembangunan embung dan waduk, hingga penguatan tanggul dan kapasitas sungai di wilayah DKI Jakarta. Proyek ini, akan dijalankan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) bersama perusahaan pelaksana.

    “Saya menyaksikan penandatanganan kontrak yang dilakukan Sumber Daya Air dengan para perusahaan yang akan menjalankan di lapangan untuk proyek banjir, penanganan proyek banjir di Jakarta yang kita namakan dengan JakTirta. Kenapa JakTirta? Jak adalah Jakarta dan Tirta adalah air,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (24/12/2025).

    Ia menjelaskan, proyek JakTirta mencakup empat fokus utama. Pertama, penguatan sistem polder dan pompa pengendali banjir.

    Kedua, terkait pembangunan embung dan waduk sebagai tampungan air. Ketiga, pembangunan dan penguatan tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

    “Dan juga paket-paket penanganan sungai dan kali untuk meningkatkan kapasitas dari sungai dan kali tersebut. Itulah yang kami lakukan,” kata dia.

  • Saya Mohon Ampun Atas Khilaf dan Dosa

    Saya Mohon Ampun Atas Khilaf dan Dosa

    Ridwan Kamil juga meminta maaf kepada Atalia. Dia menyebut perpisahan adalah hak sang istri untuk kembali menemukan kebahagiaan.

    “Permohonan maaf untuk Ibu Atalia dan teriring doa terbaik dari saya,” ujar Ridwan Kamil.

    Dia mengakui, dalam 29 tahun pernikahan, banyak kekhilafan dan dosa yang mungkin telah dia lakukan terhadap sang istri.

    Pernyataan ini menjadi pengakuan terbuka pertama Ridwan Kamil setelah ramainya isu perpisahan, yang sebelumnya hanya menjadi spekulasi publik.

  • Asa Mujilah, Bangkit dari Abu Sisa Kebakaran Pasar Kramat Jati

    Asa Mujilah, Bangkit dari Abu Sisa Kebakaran Pasar Kramat Jati

     

    Kerugian Mujilah ditaksir mencapai Rp75 juta. Uang tunai lebih dari Rp10 juta, hasil penjualan lima hari, hangus bersama perabot dapur, kompor, panci, meja, dan stok bahan makanan.

    “Itu uang mau buat bayar kontrakan, mas. Eh kebakar,” ujarnya sambil tertawa kecil, tawa yang berusaha menutup duka.

    Warung itu bukan sekadar tempat usaha. Dari situlah Mujilah membayar sewa lapak Rp18 juta per bulan untuk tiga petak, membayar kontrakan rumah, dan menggaji empat karyawan perempuan yang sudah seperti keluarga sendiri.

    Ketika api benar-benar melahap warungnya, Mujilah tak kuasa menahan diri.

    “Saya nangis, langsung gelempoh saya, ngerti gelempoh enggak? Langsung brukkk aja, lemes saya, duduk disana saya ditimbangan mobil, aduh ya Allah, langsung istighfar mas, gak pernah lihat seumur-umur,” kenangnya

    Malam setelah kebakaran menjadi malam yang panjang. Mujilah tak bisa tidur. Bayangan api terus berputar di kepalanya.

    “Kebayang api tuh, brrrrrr gitu lho, muter-muter whoaahh, heran saya, kayak angin topan, makanya, mau nyelamatin motor aja gak bisa, takut,” ujarnya

    “Trauma. Deg-degan terus bawaan nya,” sambungnya.

    Keesokan harinya, Mujilah kembali ke lokasi. Ia berharap masih ada sisa yang bisa diselamatkan. Namun yang tersisa hanyalah abu.

    “Gak kelihatan apa-apa. Kompor, gelas, semua lembut jadi abu,” katanya.

    Ia sempat bercanda saat menemukan kerangka motor Revo miliknya yang hangus.

    “Ternyata di situ motornya,” ujarnya sambil tersenyum pahit.

     

  • Panglima TNI Mutasi 187 Perwira Tinggi, Kapuspen Mayjen Freddy Diganti Brigjen Aulia Dwi

    Panglima TNI Mutasi 187 Perwira Tinggi, Kapuspen Mayjen Freddy Diganti Brigjen Aulia Dwi

    Liputan6.com, Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melakukan mutasi perwira tinggi TNI menjelang pergantian tahun. Salah satu yang dirotasi adalah Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah.

    Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah kini menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI menggantikan Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah. Rotasi itu tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1664/XII/2025 tanggal 15 Desember 2025.

    Freddy menjelaskan total ada 187 perwira tinggi yang dimutasi, terdiri dari 109 Pati TNI Angkatan Darat, 36 Pati TNI Angkatan Laut, dan 42 Pati TNI Angkatan Udara.

    Selain dirinya, beberapa pejabat TNI AD yang mendapatkan jabatan baru diantaranya Brigjen TNI Mochamad Masrukin yang sebelumnya menjabat sebagai Wadanpuspenerbad, kini dipercaya mengemban tugas sebagai Danpuspenerbad, menggantikan Mayjen TNI Zainuddin.

    Mayjen TNI Zainuddin selanjutnya menjabat sebagai Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Hukum dan HAM Lemhannas. Jabatan Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad kini diemban oleh Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun menggantikan Mayjen TNI Susilo, yang kini dipercaya mengemban tugas sebagai Pa Sahli Tk. III Kasad Bidang Jemen Sishanneg.

  • Selain Mundur dari MUI, Ma’ruf Amin Istirahat dari PKB

    Selain Mundur dari MUI, Ma’ruf Amin Istirahat dari PKB

    Diketahui, Ma’ruf telah menyatakan mundur di MUI. Hal itu diketahui dari surat pengunduran dirinya dari posisi ketua dewan pertimbangan yang dikonfirmasi oleh juru bicaranya, Masduki Baidlowi.

    Dalam suratnya, Kiai Ma’ruf juga memohon maaf jika selama menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI ada tutur kata dan tindakan yang kurang berkenan terhadap pengurus MUI. Dia berharap, MUI dapat semakin maju ke depannya.

    “Saya juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama seluruh jajaran pengurus MUI. Saya sangat bangga bisa bekerjasama dengan Bapak dan Ibu sekalian untuk membangun dan membesarkan lembaga ini,” dia menandasi.

  • Komitmen Cegah Stunting Nestlé Indonesia Diganjar Penghargaan di Ajang GENTING Collaboration Summit 2025

    Komitmen Cegah Stunting Nestlé Indonesia Diganjar Penghargaan di Ajang GENTING Collaboration Summit 2025

    Liputan6.com, Jakarta – Upaya kolaboratif untuk menurunkan angka stunting di Indonesia kembali mendapatkan apresiasi. Kali ini, penghargaan diberikan kepada Nestlé Indonesia oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) atas kontribusinya dalam mendampingi keluarga berisiko stunting melalui program berbasis gizi di tiga daerah, yaitu di Karawang, Batang, dan Pasuruan.

    Apresiasi tersebut diberikan dalam ajang GENTING Collaboration Summit 2025, yang digelar di JS Luwansa Hotel, Jakarta, pada 10 Desember 2025. Acara ini mengusung tema “Sinergi untuk Negeri, Wujudkan Indonesia Bebas Stunting.”

    Perbesar

    Marketing Manager PT Nestlé Indonesia Ankur Mittal, menerima penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Nestlé Indonesia dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui Program Pendampingan Gizi yang telah dilaksanakan di Karawang (Jawa Barat), Batang (Jawa Tengah), dan Pasuruan (Jawa Timur). (Foto:Dok.Nestle Indonesia)

    Perbesar

    Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd. (kiri), berfoto bersama Market Nutritionist Lead PT Nestlé Indonesia Jennifer Handaja (kanan), seusai prosesi penyerahan penghargaan pada GENTING Collaboration Summit 2025 di JS Luwansa Hotel, Jakarta. (Foto:Dok.Nestle Indonesia)

    Program GENTING (Gerakan Terpadu Intervensi Gizi) sendiri merupakan satu dari lima Quick Wins yang diluncurkan Kemendukbangga pada akhir 2024. Memasuki tahun pertamanya, program ini mencatat pencapaian gemilang dengan menjangkau lebih dari 1,3 juta penerima manfaat atau setara 157,39% dari target awal.

    “Percepatan penurunan stunting tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Upaya ini membutuhkan sinergi seluruh unsur pentahelix yang turun langsung mendampingi keluarga berisiko stunting. Kami mengapresiasi Nestlé Indonesia yang sejak 2022 telah menunjukkan komitmen nyata melalui program gizi dan edukasi keluarga di berbagai daerah,” tutur Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd. dalam sambutannya.

    Intervensi Gizi lewat Telur dan Susu

    Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Nestlé Indonesia dalam menjalankan Program Pendampingan Gizi yang telah menyasar lebih dari 630 anak berisiko stunting. Selama enam bulan sejak Juli 2025, anak-anak menerima satu butir telur dan satu gelas susu DANCOW GroPlus tinggi kalori setiap hari.

    Program ini juga melibatkan lebih dari 1.350 orang tua, kader posyandu, ibu hamil dan menyusui di 95 desa, melalui edukasi seputar gizi anak, pola makan sehat, keamanan pangan, hingga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

    Perbesar

    Sebagai bagian dari kontribusinya dalam Program Pendampingan Gizi yang mendapat apresiasi pada GENTING Collaboration Summit 2025, Nestlé Indonesia turut menggelar kegiatan Volunteering di berbagai daerah. Rangkaian kegiatan meliputi pengukuran antropometri anak (tinggi dan berat badan), edukasi gizi menggunakan buku panduan dan diagram, pengisian kuesioner, serta distribusi tambahan gizi berupa telur dan susu tinggi kalori DANCOW GroPlus. Program Pendampingan Gizi telah menjangkau lebih dari 630 anak berisiko stunting, serta melibatkan lebih dari 1.350 orang tua, kader posyandu, dan ibu hamil dan menyusui di lebih dari 95 desa melalui edukasi mengenai gizi anak, pola makan sehat, keamanan pangan, jajanan sehat, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (Foto:Dok.Nestle Indonesia)

    Presiden Direktur Nestlé Indonesia, Georgios Badaro, menyebut penghargaan ini sebagai bukti pentingnya kerja bersama dalam mengatasi stunting.

    “Sebagai perusahaan Good Food, Good Life, Nestlé Indonesia berkomitmen memanfaatkan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu, baik saat ini maupun bagi generasi mendatang. Kami percaya bahwa gizi yang baik sejak usia dini merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak dan masa depan bangsa,” ujarnya.

    “Penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus pengingat bahwa kolaborasi adalah kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan stunting. Intervensi gizi harus berjalan seiring dengan edukasi dan pemberdayaan keluarga agar mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” tambah Badaro.

    Edukasi Komunitas jadi Prioritas

    Perbesar

    GENTING Collaboration Summit 2025 memberikan penghargaan kepada Nestlé Indonesia atas kontribusinya melalui Program Pendampingan Gizi yang telah dilaksanakan di Karawang (Jawa Barat), Batang (Jawa Tengah), dan Pasuruan (Jawa Timur). Sebagai bagian dari Program Pendampingan Gizi, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, S.H., M.H. (tengah) bersama Factory Manager Pabrik Nestlé Bandaraya Norman Tri Handono (keenam kiri) dan Ketua TP-PKK Kabupaten Batang Faelasufa, S.IP., M.P.P. (keenam kanan) berfoto bersama perwakilan penerima manfaat dari Kecamatan Bandar. Mereka turut didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang dr. Ida Susilaksmi (kedua kanan), Market Nutritionist Lead PT Nestlé Indonesia Jennifer Handaja (kanan), Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Batang Joko Prasetiyo, SKM., M.Kes. (kiri), serta Kepala Camat Bandar Kabupaten Batang Muhammad Nashrudin (kedua kiri) dalam kegiatan Volunteering Program Pendampingan Gizi di Aula Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada 8 Oktober 2025. (Foto:Dok.Nestle Indonesia)

    Selain gizi, Nestlé juga menempatkan edukasi sebagai pilar utama dalam mendukung kesehatan anak. Ankur Mittal, Marketing Manager PT Nestlé Indonesia, menyoroti pentingnya konsistensi intervensi di tingkat komunitas.

    “Melalui Program Pendampingan Gizi, kami berupaya memberikan dukungan yang menyeluruh, tidak hanya dalam bentuk akses gizi, tetapi juga melalui edukasi dan pemberdayaan keluarga serta komunitas. Kami percaya bahwa perubahan perilaku dan peningkatan literasi gizi merupakan fondasi penting untuk meningkatkan status kesehatan anak,” ujar Mittal.

    “Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam mewujudkan dampak yang nyata dan berkelanjutan,” tambahnya.

    Ke depan, Nestlé berkomitmen memperluas pendekatan berbasis data dalam intervensi gizi dan komunitas.

    “Nestlé Indonesia akan terus memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah dan para mitra pentahelix lainnya, sejalan dengan upaya nasional untuk menurunkan prevalensi stunting menjadi 14,2% pada 2029 serta mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berdaya,” tegas Ankur.

  • Peran Extended Producer Responsibility Dinilai jadi Kunci Kurangi Sampah dan Mikroplastik

    Peran Extended Producer Responsibility Dinilai jadi Kunci Kurangi Sampah dan Mikroplastik

    Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) milik Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mencatat, dari 38,59 juta ton sampah nasional pada 2024, sampah plastik menyumbang 19,46 persen, terbesar kedua setelah sisa makanan.

    Peninjauan KLH menunjukkan, pengelolaan sampah baru mencapai sekitar 24 persen. Hal ini menimbulkan risiko besar bagi lingkungan, terutama karena plastik yang sulit terurai dapat menghasilkan pencemaran mikroplastik.

    “Sumber mikroplastik tidak hanya berasal dari kemasan plastik, tetapi juga dari sampah lain seperti puntung rokok,” ucap Reza.

    Filter rokok berbahan selulosa asetat dapat terurai menjadi serat mikroplastik setelah terpapar panas dan cuaca dalam jangka panjang.

    Mikroplastik tersebut berpotensi menyerap polutan berbahaya, termasuk logam berat, sebelum akhirnya masuk ke rantai makanan manusia.

    “Mikroplastik yang terbawa ke lingkungan dapat menyerap polutan lain dan masuk ke rantai makanan manusia, memperburuk pencemaran,” papar Reza.

  • Demokrat Yakin Presiden Prabowo Tangani Bencana Sepenuh Hati

    Demokrat Yakin Presiden Prabowo Tangani Bencana Sepenuh Hati

    Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pemerintah dalam menangani dampak bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Langkah cepat, kehadiran negara di lapangan, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam melindungi rakyat dan mempercepat pemulihan.

    “Di tengah situasi yang tidak mudah, Partai Demokrat menilai pemerintah tetap bekerja secara serius, terukur, dan bertanggung jawab,” kata Agus Harimurti Yudhoyono dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (23/12/2025).

    Upaya evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar korban, hingga penanganan lanjutan pascabencana, termasuk pemulihan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan yang mulai kembali berfungsi, merupakan bentuk nyata kepemimpinan negara yang hadir dan bekerja.

    Sebagai bagian dari komitmen kemanusiaan, Partai Demokrat juga telah menyalurkan bantuan sosial dan kemanusiaan berupa logistik serta bahan pangan ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, guna membantu meringankan beban masyarakat.

    Partai Demokrat juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana kebangsaan yang kondusif. Kritik tentu merupakan bagian dari demokrasi, namun tidak sepatutnya menutup mata terhadap kerja nyata pemerintah atau dimanfaatkan untuk membangun narasi yang menyesatkan publik.

    Dalam konteks tersebut, Partai Demokrat mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya partai-partai koalisi pemerintahan, untuk memperkuat sinergi dan saling mendukung dalam menghadapi tantangan nasional. Solidaritas politik sangat dibutuhkan agar pemerintah dapat bekerja secara optimal dalam melayani masyarakat yang terdampak.

    Partai Demokrat meyakini bahwa fokus utama saat ini adalah keselamatan rakyat, percepatan pemulihan, serta menjaga stabilitas nasional.

    “Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan seluruh kekuatan bangsa, Indonesia mampu melewati masa sulit ini dengan baik,” pungkasnya.

  • Pemkab Jember Luncurkan Program Lingkaran Cinta untuk Perluas Perlindungan Pekerja Rentan

    Pemkab Jember Luncurkan Program Lingkaran Cinta untuk Perluas Perlindungan Pekerja Rentan

    Program bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan yang didanai oleh Pemerintah Kabupaten Jember ini menyasar pekerja informal atau pekerja bukan penerima upah yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui Program Lingkaran Cinta, sebanyak 82.093 pekerja rentan di Kabupaten Jember didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

    Para peserta berasal dari beragam sektor, mulai dari buruh tani tembakau, pekerja sosial keagamaan, petani pangan hortikultura, pekerja rentan desa, nelayan tangkap, hingga pedagang keliling. Program ini didukung oleh pendanaan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), APBD Kabupaten Jember, serta Dana Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah bagi Desa Tahun 2025.

    Kepesertaan pekerja rentan tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Jember. Dari total penduduk bekerja sebanyak 1.480.981 orang, baru 323.739 pekerja yang telah terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan atau setara 21,86 persen berdasarkan data per November 2025. Kontribusi kepesertaan dari Pemkab Jember pada tahun 2025 sebanyak 82.093 pekerja menyumbang sekitar 25,3 persen dari total cakupan.