Category: Liputan6.com Ekonomi

  • Astra Credit Companies Buka Lowongan Kerja, Cek Syarat dan Lokasi Penempatan di Sini

    Astra Credit Companies Buka Lowongan Kerja, Cek Syarat dan Lokasi Penempatan di Sini

    Liputan6.com, Jakarta – Astra Credit Companies (ACC), salah satu perusahaan pembiayaan terbesar dan terkemuka di Indonesia, saat ini membuka lowongan untuk dua posisi dengan berbagai lokasi penempatan. Lowongan ini terbuka bagi fresh graduate maupun para profesional.

    Sebagai bagian dari Astra Group, ACC menawarkan peluang karir yang menjanjikan bagi individu yang ingin berkontribusi di industri pembiayaan, baik dalam skema konvensional maupun syariah. Lowongan ini memberikan kesempatan untuk bergabung dengan perusahaan yang sudah memiliki reputasi kuat dan stabilitas jangka panjang.

    PT Astra Sedaya Finance yang merupakan cikal bakal ACC berdiri pada 15 Juli 1982 dengan nama PT Rahardja Sedaya. Perushaan ini didirikan guna mendukung bisnis otomotif kelompok Astra. Sejak tahun 1994, PT Astra Sedaya Finance dan perusahaan asosiasinya mengembangkan merek Astra Credit Companies untuk mendukung usahanya. ACC terus berkembang dan memperluas lini bisnisnya di bidang Pembiayaan Investasi, Pembiayaan Modal Kerja, Pembiayaan Multiguna, serta Sewa Operasi (Operating Lease).

    Saat ini, ACC telah menjadi pemain utama dalam industri pembiayaan di Indonesia, dengan peringkat AAA (idn) Stable Outlook dari PT Fitch Ratings Indonesia dan peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia, yang semakin memperkuat posisinya di pasar.

    Sebagai perusahaan yang berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, ACC selalu menjaga reputasi dan kepercayaan yang telah dibangun sejak lebih dari empat dekade. ACC juga berkomitmen untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas melalui berbagai program pengembangan karir yang komprehensif, seperti pelatihan, coaching, seminar, dan management trainee.

    Dengan berbagai fasilitas dan kompensasi yang kompetitif, serta lingkungan kerja yang mengedepankan nilai-nilai integritas, teamwork, kualitas, dan kepuasan pelanggan, ACC memberikan kesempatan bagi para karyawan untuk tumbuh dan berkembang bersama perusahaan.

  • Top 3: Dampak Shutdown AS Mulai Terasa, Pasar Emas Terguncang

    Top 3: Dampak Shutdown AS Mulai Terasa, Pasar Emas Terguncang

     

    Harga emas menutup pekan ini dengan posisi kurang menguntungkan setelah momentum bullish bertabrakan dengan tekanan jual teknikal yang cukup kuat. 

    Sepanjang pekan, pergerakan emas cenderung tidak memiliki arah yang jelas karena investor merespons dinamika ekonomi yang berubah cepat. Situasi ini membuat pasar sulit mempertahankan optimisme yang muncul di awal pekan.

    Dikutip dari Kitco.com, Minggu, 16 November 2025, emas sempat menyentuh level di atas USD 4.200, namun gagal mempertahankan posisinya. Sentimen pasar berubah ketika pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve bulan depan. Kondisi ini memicu gelombang aksi ambil untung di berbagai instrumen, termasuk emas.

    Meskipun pada akhirnya emas menutup pekan dengan kenaikan sekitar 2%, harga komoditas itu tetap turun lebih dari 3% dari level tertinggi minggu ini. Pergerakan tajam tersebut menunjukkan tingginya volatilitas yang dipicu kombinasi faktor teknikal dan ketidakpastian kebijakan moneter. Para analis menilai, reli emas sebelumnya memang terlalu agresif.

    Namun, penurunan harga sebesar 3% hanya karena The Fed menahan diri untuk saat ini dinilai sebagian pelaku pasar sebagai reaksi berlebihan. Mereka menilai, fokus utama seharusnya tetap pada fundamental jangka panjang, bukan pada spekulasi jangka pendek terhadap keputusan satu pertemuan Federal Reserve.

    Dampak Penutupan Pemerintah AS Mulai Terasa

    Di sisi lain, pasar juga dibayangi oleh dampak penutupan pemerintah Amerika Serikat yang berlangsung selama 43 hari, terlama dalam sejarah negara tersebut. 

     

    Berita selengkapnya baca di sini

  • Kurangi Makan di Restoran Cepat Saji, Konsumen Muda Lebih Memilih Tas Coach

    Kurangi Makan di Restoran Cepat Saji, Konsumen Muda Lebih Memilih Tas Coach

     

    Liputan6.com, Jakarta – Perusahaan induk Coach, Tapestry menaikkan prediksi setahun penuh pada Kamis pekan lalu setelah melampaui harapan untuk laba dan pendapatan kuartalan. Bahkan perseroan mencatat kenaikan penjualan dua digit di Amerika Utara.

    Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, dikutip Senin (17/11/2025), CEO Tapestry Joanne Crevoiserat menuturkan, penjualan perusahaan pada kuartal itu didorong oleh daya tarik pelanggan baru, terutama dari Gen Z.

    Tapestry yang juga mencakup Kate Spade memperoleh lebih dari 2,2 juta pelanggan baru secara global pada kuartal pertama tahun fiskal 2026 didorong pertumbuhan konsumen Gen Z dibandingkan tahun sebelumnya.

    Perseroan menyebutkan, Gen Z yang didefinisikan memiliki rentang usia 13-29 tahun menyumbang sekitar 35%.

    “Konsumen Gen Z, khususnya sangat terlibat dalam dunia mode dan menghabiskan lebih banyak anggaran untuk mode,” ujar dia.

    Crevoiserat menambahkan, pelanggan yang lebih muda memiliki tingkat retensi yang tinggi, “mungkin mematahkan mitos bahwa pelanggan ini, pelanggan Gen Z, tidak loyal atau loyal.”

    Berikut laporan perusahaan untuk kuartal fiskal pertama dibandingkan dengan ekspektasi Wall Street, menurut survei analis oleh LSEG:

    Laba per saham: USD 1,38 setelah penyesuaian vs USD 1,26 (prediksi)
    Pendapatan: USD 1,70 miliar vs. USD 1,64 miliar (prediksi)

    Laba bersih Tapestry dalam periode tiga bulan yang berakhir pada 27 September naik menjadi USD 274,8 juta, atau USD 1,28 per saham, dibandingkan dengan USD 186,6 juta, atau 79 sen per saham, pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan naik dari USD 1,51 miliar pada tahun sebelumnya.

    Setelah disesuaikan dengan pos-pos sekali pakai, termasuk beban bunga, Tapestry melaporkan laba per saham yang disesuaikan sebesar USD 1,38.

  • IASC Amankan Dana Korban Penipuan Keuangan Rp 386,5 Miliar

    IASC Amankan Dana Korban Penipuan Keuangan Rp 386,5 Miliar

    Sebelumnya, Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal atau Satgas PASTI menghentikan kegiatan usaha yang dilakukan oleh Golden Eagle International – UNDP (Golden Eagle) karena tidak memiliki landasan legalitas operasional yang jelas dan berpotensi memberikan informasi yang tidak benar kepada masyarakat.

    Satgas PASTI telah memanggil perwakilan dari Golden Eagle beserta perwakilan nasabah dalam rangka klarifikasi terhadap kegiatan usaha yang dilakukan.

    “Pemanggilan tersebut dilakukan untuk merespons secara dini informasi dari masyarakat yang mendapatkan penawaran penghapusan utang dari Golden Eagle,” kata Sekretariat Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal Hudiyanto, dalam keterangannya, Selasa (14/10/2025).

    Dalam proses permintaan klarifikasi yang dihadiri oleh anggota Satgas PASTI yang terdiri dari Bareskrim Polri, Kementerian Hukum, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika/Digital, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Badan Intelijen Negara, Badan Siber dan Sandi Negara, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

    OJK memperoleh informasi mengenai legalitas dan model bisnis yang dilakukan oleh Golden Eagle, yaitu:

    1.Golden Eagle menawarkan program penghapusan utang bank kepada masyarakat yang diklaim berlandaskan 24 (dua puluh empat) dasar hukum;

    2.Golden Eagle tidak dapat memberikan penjelasan mengenai dasar hukum yang diklaim tersebut;

    3.Golden Eagle tidak memiliki badan hukum di Indonesia; dan

    4.Golden Eagle tidak memiliki perizinan beroperasi yang jelas.

    Dari proses klarifikasi tersebut Satgas PASTI memutuskan untuk menghentikan kegiatan Golden Eagle yang melakukan penawaran penghapusan utang.

     

  • Dampak Shutdown AS Mulai Terasa, Pasar Emas Terguncang

    Dampak Shutdown AS Mulai Terasa, Pasar Emas Terguncang

    Liputan6.com, Jakarta – Harga emas menutup pekan ini dengan posisi kurang menguntungkan setelah momentum bullish bertabrakan dengan tekanan jual teknikal yang cukup kuat. 

    Sepanjang pekan, pergerakan emas cenderung tidak memiliki arah yang jelas karena investor merespons dinamika ekonomi yang berubah cepat. Situasi ini membuat pasar sulit mempertahankan optimisme yang muncul di awal pekan.

    Dikutip dari Kitco.com, Minggu (16/11/2025), emas sempat menyentuh level di atas USD 4.200, namun gagal mempertahankan posisinya. Sentimen pasar berubah ketika pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve bulan depan. Kondisi ini memicu gelombang aksi ambil untung di berbagai instrumen, termasuk emas.

    Meskipun pada akhirnya emas menutup pekan dengan kenaikan sekitar 2%, harga komoditas itu tetap turun lebih dari 3% dari level tertinggi minggu ini. Pergerakan tajam tersebut menunjukkan tingginya volatilitas yang dipicu kombinasi faktor teknikal dan ketidakpastian kebijakan moneter. Para analis menilai, reli emas sebelumnya memang terlalu agresif.

    Namun, penurunan harga sebesar 3% hanya karena The Fed menahan diri untuk saat ini dinilai sebagian pelaku pasar sebagai reaksi berlebihan. Mereka menilai, fokus utama seharusnya tetap pada fundamental jangka panjang, bukan pada spekulasi jangka pendek terhadap keputusan satu pertemuan Federal Reserve.

    Dampak Penutupan Pemerintah AS Mulai Terasa

    Di sisi lain, pasar juga dibayangi oleh dampak penutupan pemerintah Amerika Serikat yang berlangsung selama 43 hari, terlama dalam sejarah negara tersebut. 

    Penutupan ini menyebabkan sejumlah data ekonomi penting tidak terkumpul, termasuk inflasi konsumen (CPI) untuk bulan Oktober. Karena pengumpulan data dilakukan secara manual, sebagian data kini hilang secara permanen.

    Hilangnya data ekonomi tersebut menjadi tantangan besar bagi ekonom yang mengandalkan data historis untuk membuat model dan proyeksi ekonomi. Ketiadaan data yang semestinya menjadi indikator utama membuat analisis menjadi kurang akurat dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini turut mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.

     

     

  • UMKM Naik Kelas, BRI dan Pundi Craft Buktikan Kerajinan Lokal Bisa Tembus Pasar Digital

    UMKM Naik Kelas, BRI dan Pundi Craft Buktikan Kerajinan Lokal Bisa Tembus Pasar Digital

    Liputan6.com, Jakarta – Dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus digaungkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI lewat program pemberdayaan Rumah BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu kisah inspiratif datang dari Pundi Craft, produsen kerajinan asal Jakarta Barat yang kini kian eksis berkat pendampingan berkelanjutan dari Rumah BUMN BRI.

     

    Usaha kreatif yang digagas Dewi Wardah ini dikenal lewat produk-produk dekorasi rumah, tote bag, hingga merchandise berbasis kriya. Berbekal bakat yang telah diasah sejak sekolah dan latar belakang pendidikan seni rupa, Dewi membangun bisnis secara mandiri sejak 1985. Namun brand “Pundi Craft” baru resmi digunakan pada 1993.

    “Sejak masa sekolah saya sudah terbiasa membuat kerajinan secara otodidak karena memiliki bakat keterampilan. Mulai menjalankan usaha secara profesional sejak 1985 dengan memproduksi souvenir pernikahan, lalu kemampuan saya semakin terasah melalui latar belakang pendidikan seni rupa. Selama bertahun-tahun, berbagai produk saya buat tanpa menggunakan merek hingga akhirnya resmi menggunakan brand Pundi Craft pada 1993,” jelas Dewi.

     

    Langkah strategis tersebut membawa Dewi mengenal berbagai komunitas perajin, hingga terhubung dengan Dekranasda. Ia pun menerima penghargaan kriya kayu terbaik dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) pada 2019. Momen itu sekaligus mempertemukannya dengan inisiatif pelatihan dari BRI.

    “Tahun 2017 saya pertama kali aktif dalam komunitas dan organisasi seperti Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), kemudian pada 2019 mendapat penghargaan kriya kayu terbaik dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Dari situ saya mulai mengenal dan mengetahui bahwa BRI juga memberikan pembinaan bagi UMKM seperti kami melalui pelatihan,” imbuhnya.

    Sejak bergabung sebagai binaan Rumah BUMN BRI pada 2019, Dewi aktif mengikuti pelatihan pengembangan usaha, khususnya dalam peningkatan kualitas produk, manajemen usaha, dan digitalisasi pemasaran. Kini produk Pundi Craft hadir di berbagai kanal, mulai dari Tokopedia, Instagram, hingga toko fisik seperti Galeri MULA dan Galeri Dekranasda Kota Tua, Jakarta.

     

    Hingga akhir September 2025, tercatat BRI telah membina sebanyak 54 Rumah BUMN dan menyelenggarakan lebih dari 17 ribu pelatihan untuk UMKM. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa ekosistem pendampingan yang tepat akan memperkuat peran UMKM dalam ekonomi nasional.

    “Pundi Craft mencerminkan bagaimana pelaku UMKM dapat meningkatkan daya saing melalui pendekatan yang konsisten terhadap kualitas produk dan identitas desain. Rumah BUMN binaan BRI hadir untuk menjembatani kebutuhan peningkatan kapasitas, mulai dari pelatihan hingga akses pasar. BRI berkomitmen untuk memperluas jangkauan pendampingan kepada pelaku usaha kreatif agar semakin berperan dalam rantai nilai ekonomi nasional,” ungkap Dhanny.

    Langkah nyata ini mempertegas komitmen BRI dalam memperluas akses pembinaan bagi UMKM di sektor ekonomi kreatif. Melalui Rumah BUMN, kisah seperti Pundi Craft tak hanya membuktikan bahwa kerajinan lokal bisa bersaing, tapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

  • Menkeu Purbaya Ungkap Ada K/L ‘Menyerah’, Anggaran Triliunan Diambil Kembali

    Menkeu Purbaya Ungkap Ada K/L ‘Menyerah’, Anggaran Triliunan Diambil Kembali

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sejumlah kementerian dan lembaga (K/L) telah mengembalikan anggaran yang tidak mampu mereka serap hingga penghujung tahun. Total dana yang kembali ke kas negara mencapai Rp 3,5 triliun. 

    “Ada beberapa yang sudah nyerah mengembalikan uang ke kita. Kita hitung-hitung ada Rp 3,5 triliun yang dibalikin sampai sekarang karena mereka enggak mampu belanjain,” kata Purbaya dalam media briefing di tulis Minggu (16/11/2025).

    Dia menuturkan, pengembalian ini menandakan adanya program yang tidak berjalan sesuai rencana. Artinya, beberapa K/L “mengibarkan bendera putih” dan memilih mengembalikan anggaran sebelum tahun anggaran berakhir. 

    Ia menuturkan, uang tersebut dikembalikan karena masing-masing instansi tidak sanggup merealisasikan belanja sesuai target. Kondisi ini, katanya, terpantau dalam proses evaluasi rutin yang dilakukan Kemenkeu.

    Meski demikian, Menkeu enggan membeberkan daftar instansi yang mengembalikan anggaran. Ia hanya menegaskan bahwa secara umum, penyerapan anggaran di sebagian besar K/L masih sesuai jalur.

    “Kan masih gerak, cuma rata-rata (K/L) masih sesuai dengan rencananya,” ujarnya.

    Evaluasi Penyerapan Anggaran hingga Akhir Tahun

    Kementerian Keuangan memang terus memantau realisasi belanja kementerian dan lembaga hingga Oktober 2025. 

    Monitoring ini menjadi dasar untuk menentukan apakah anggaran dapat terserap penuh sebelum tahun anggaran ditutup. Jika dinilai tidak optimal, Kemenkeu memiliki kewenangan untuk menarik kembali alokasi tersebut.

    Pengambilan kembali anggaran bukan sekadar pencatatan administratif, melainkan bagian dari strategi fiskal pemerintah. Dana yang tidak terserap akan dialihkan ke sektor yang membutuhkan percepatan, terutama program-program yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat luas. Dengan demikian, efektivitas penggunaan APBN tetap terjaga.

     

  • Kurangi Beban Operasional, Pemerintah Bisa Subsidi Biaya Persinyalan hingga Listrik Whoosh

    Kurangi Beban Operasional, Pemerintah Bisa Subsidi Biaya Persinyalan hingga Listrik Whoosh

    Liputan6.com, Jakarta – Skema pengurangan beban utang jumbo proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh masih terus dibahas. Ada opsi penggunaan kas negara untuk meringankan beban PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

    Ketua Forum Transportasi Jalan dan Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Aditya Dwi Laksana menilai ada skema yang bisa dilakukan soal penggunaan APBN ke operasional Whoosh.

    “Bisa dengan skema subsidi beban KCIC, misalnya penggunaan pita suara GSM, atau tenaga listrik dibantu APBN agar KCIC di masa awal operasi sampai tahun tertentu mendapatkan harga khusus yang lebih rendah,” kata Aditya saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (16/11/2025).

    Pada dasarnya, kata dia, ada dua peran subsidi. Pertama, menambah penumpang jika subsidi diarahkan pada harga tiket. Kedua, mengurangi beban biaya operasional perusahaan. “Ini supaya cash flow KCIC meningkat, jadi lebih ada kemampuan membayar utang,” katanya.

    Dia melihat beberapa aspek yang bisa ditanggung APBN. Misalnya, beban biaya persinyalan pita suara GSM hingga penggunaan listrik. Pemerintah juga bisa membantu negosiasi tenggat wakru utang, tingkat bunga, hingga pengadaan lahan jika ada pengembangan.

    “Yang terakhir ya penambahan penyertaan ke pemegang saham (BUMN) untuk memperkuat cash flow KCIC, atau pemisahan sarana prasarana kereta cepat, prasarana jadi milik negara, KCIC fokus ke operasional dan sarana saja,” beber dia.

    Bukan Subsidi Harga Tiket

    Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) membuka peluang adanya skema public service obligation (PSO) ke Kereta Cepat Whoosh. Namun, dipastikan kalau PSO itu bukan untuk subsidi operasional apalagi harga tiket.

    Managing Director Stakeholders Management and Communication Danantara, Rohan Hafas menegaskan tidak ada rencana subsidi PSO ke operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh.

    “Kurang lebih (PSO) infrastrukturnya ya. Bukan pengoperasian misalkan kereta-keretanya, infrastrukturnya. Yang tarif enggak ada, enggak ada,” kata Rohan ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Sabtu, 15 November 2025.

  • Ekonomi China Makin Melambat pada Oktober 2025, Ini Penyebabnya

    Ekonomi China Makin Melambat pada Oktober 2025, Ini Penyebabnya

    Liputan6.com, Jakarta – Perlambatan ekonomi China semakin dalam pada Oktober 2025. Tekanan datang dari lemahnya permintaan konsumen, memburuknya krisis pasar properti, serta penyusutan investasi yang lebih besar dari perkiraan. Libur panjang awal bulan turut membuat aktivitas industri tersendat dan menekan laju pemulihan ekonomi negara tersebut.

    Data dari Biro Statistik Nasional China (NBS) pada Jumat menunjukkan investasi aset tetap, termasuk real estat, terkontraksi 1,7% sepanjang Januari-Oktober. Angka ini memburuk dari penurunan 0,5% pada periode sembilan bulan pertama, sekaligus jauh lebih dalam dibanding perkiraan analis Reuters yang memproyeksikan minus 0,8%. Demikian mengutip CNBC, Minggu (16/11/2025).

    Kontraksi ini menandai pelemahan investasi aset tetap pertama sejak 2020, ketika pandemi Covid-19 menekan aktivitas ekonomi secara luas.

    Produksi Industri Melemah, Terdampak Libur Panjang

    Sektor manufaktur China kembali kehilangan momentum. Produksi industri hanya tumbuh 4,9% pada Oktober dibanding tahun sebelumnya, melambat dari kenaikan 6,5% pada September dan berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 5,5%.

    Aktivitas pabrik juga terpukul oleh libur panjang, yang membuat sebagian besar industri berhenti beroperasi. PMI manufaktur pun merosot ke level terendah dalam enam bulan, mencerminkan pelemahan yang lebih dalam dari perkiraan.

    Konsumsi Masih Lesu, Meski Penjualan Ritel Sedikit Melewati Ekspektasi

    Di sektor konsumsi, penjualan ritel hanya tumbuh 2,9% secara tahunan pada Oktober. Meski sedikit mengalahkan konsensus 2,8%, performanya tetap lebih rendah dibanding kenaikan 3% pada September. Situasi ini menandakan pemulihan konsumsi yang masih rentan.

    Sementara itu, tingkat pengangguran perkotaan turun tipis menjadi 5,1%, dari sebelumnya 5,2%.

     

  • Harga Emas Perhiasan Hari Ini 16 November 2025: 24 Karat Sentuh Level Segini

    Harga Emas Perhiasan Hari Ini 16 November 2025: 24 Karat Sentuh Level Segini

    “Momentum emas sedang diuji tajam, dengan harga turun lebih dari 3% hari ini dan aksi jual yang lebih luas melanda pasar logam, ekuitas, dan kripto karena skeptisisme penurunan suku bunga semakin meningkat,” kata Head of Metals di Britannia Global Markets, Neil Welsh.

     “Hal ini menggambarkan betapa bergantungnya sentimen jangka pendek pada sinyal kebijakan bank sentral. Namun, dengan emas yang masih naik signifikan selama setahun terakhir, argumen struktural jangka panjang tetap utuh, didukung oleh risiko makro yang persisten, permintaan bank sentral, dan diversifikasi yang berkelanjutan meskipun volatilitas jangka pendek masih ada.” Ia menambahkan.

     

    Namun, tidak semua orang bersikap hati-hati, karena emas telah mencatat keuntungan signifikan dari aksi jual tajam pada Oktober. Head of Futures Strategies and Forex di Tastylive.com, Christopher Vecchio mengatakan kurangnya data ekonomi pada akhirnya akan berdampak kecil pada kebijakan moneter AS jangka panjang. Ia menambahkan, Pemerintahan Trump terus-menerus meremehkan kenaikan inflasi dan meningkatnya risiko ekonomi.

    “Gedung Putih yakin bahwa inflasi bukanlah masalah dan bahwa perekonomian baik-baik saja, sehingga mereka siap untuk menjalankan perekonomian dengan cepat,” ujar dia.

    “Waktu hampir habis untuk masa jabatan Powell, jadi satu pertemuan saja tidak akan mengubah pandangan The Fed. Ini bukan tentang perjalanan, melainkan satu pertemuan, dan lebih tentang tujuannya.”

    Vecchio memperkirakan emas mengalami aksi ambil untung jangka pendek pada level yang tinggi. Akan tetapi, ia masih ingin membeli saat harga sedang turun.

    Di tengah sentimen harga emas dunia itu, bagaimana pergerakan harga emas perhiasan pada Minggu, 16 November 2025? Berikut adalah rincian Harga Emas Perhiasan Minggu, 16 November 2025 di Rajaemas untuk berbagai kadar: