Ajakan Prabowo Jadikan Natal 2025 Momen Bangkit dari Bencana
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Satu bulan telah terlewati sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Hingga Kamis (25/12/2025) kemarin, tercatat 1.135 orang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Sejumlah pejabat, termasuk Presiden RI
Prabowo Subianto
, pun menjadikan momen
Natal 2025
dan Tahun Baru 2026 sebagai ajang agar Indonesia bangkit kembali.
Prabowo mendoakan para korban diringankan penderitaannya, sekaligus memastikan pemerintah bekerja keras dalam melakukan
pemulihan pascabencana
.
Pada Rabu (24/12/2025) malam, Prabowo sudah lebih dulu mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2026.
Prabowo menyampaikan, Natal merupakan momentum kasih dan kepedulian terhadap sesama.
Meskipun begitu, Prabowo mengingatkan, Indonesia kini sedang diuji dengan bencana alam yang membawa duka.
“Saudara-saudari sebangsa dan setanah air, Natal adalah momentum kasih, harapan, dan kepedulian terhadap sesama. Pada saat yang bersamaan, bangsa kita juga tengah diuji oleh bencana alam yang membawa duka dan tantangan bagi saudara-saudari kita di Sumatera,” ujar Prabowo dalam akun Instagram-nya.
Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas, saling menolong, serta mengerahkan kemampuan terbaik sebagai bangsa yang tangguh karena persatuan.
Dia mengajak semua pihak menjadikan masa ini sebagai sumber pengharapan dan langkah untuk bangkit bersama.
“Semoga damai Natal menyertai kita semua, dan semoga tahun yang baru membawa kesehatan, kekuatan, serta semangat kebersamaan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.
“Selamat Natal dan Tahun Baru 2026. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi dan menyertai perjuangan kita,” imbuh Prabowo.
Selanjutnya, pada Kamis sore, Prabowo kembali mengajak masyarakat untuk mendoakan korban
banjir Sumatera
dalam perayaan Natal 2025.
Sembari mengucapkan selamat Natal, Prabowo berdoa masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) diringankan penderitaannya.
Prabowo berharap, damai Natal membawa kasih, berkah pengharapan, dan kekuatan.
“Saudara-saudara sekalian, di tengah perayaan Natal tahun ini, hati kita juga tertuju kepada saudara-saudara kita yang tengah menghadapi akibat bencana di sejumlah tempat di tanah air. Di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, dan juga di beberapa tempat di tanah air kita,” kata Prabowo dikutip dari tayangan
YouTube
Sekretariat Presiden.
“Semoga saudara-saudara kita di tempat-tempat tersebut diberi lindungan oleh Yang Maha Kuasa, diringankan penderitaan mereka,” imbuh dia.
Prabowo pun meminta kementerian/lembaga untuk terus bekerja keras melakukan pemulihan pascabencana.
“Juga marilah kita terus bekerja keras untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh saudara-saudara kita,” bebernya.
Lebih lanjut, Prabowo mengajak umat Kristiani untuk menjadikan Natal sebagai momentum memperkuat persatuan nasional, memperdalam solidaritas sosial, dan meneguhkan semangat gotong royong.
Menurutnya, bangsa Indonesia harus bersatu, serta bekerja sama mengatasi segala perbedaan untuk kepentingan rakyat kita yang kita cintai.
“Sekali lagi, atas nama pemerintah dan pribadi, saya ucapkan Selamat Hari Natal kepada seluruh umat Kristiani di Tanah Air. Semoga damai dan pengharapan Natal menyertai saudara-saudara sekalian,” tandas Prabowo.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Nasional
-
/data/photo/2025/12/24/694b9ea43acaa.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
BGN Tekankan Pentingnya MBG untuk Ibu Hamil dalam Seribu Hari Pertama
BGN Tekankan Pentingnya MBG untuk Ibu Hamil dalam Seribu Hari Pertama
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita (Kelompok B3) tetap menjadi prioritas utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk pada periode libur akhir tahun 2025.
Kelompok ini dinilai krusial karena berada dalam fase
1.000 Hari Pertama Kehidupan
(HPK) yang merupakan masa emas dan tidak dapat ditunda.
“Periode 1.000 hari pertama kehidupan waktunya pendek dan kita harus menjaga
golden time
ini sebaik mungkin. Mereka tidak ada hubungannya dengan waktu sekolah,” ujar Kepala
BGN
Dadan Hindayana dalam keterangan pers, Kamis (25/12/2025).
Dadan menekankan bahwa kontinuitas layanan gizi bagi kelompok rentan harus dijaga tanpa terpengaruh kalender pendidikan maupun musim liburan.
“Intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita adalah bagian yang sangat penting dan tidak boleh terputus,” ucapnya.
Sementara itu, untuk penerima manfaat dari kalangan anak sekolah, BGN menerapkan kebijakan yang lebih fleksibel selama masa libur.
Program MBG bagi anak sekolah bersifat opsional, menyesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan maupun aktivitas keluarga penerima manfaat.
“Jika ada yang tidak memungkinkan mengambil atau dikirim karena alasan teknis, atau sedang berlibur, itu tidak menjadi masalah. Tetapi bagi yang membutuhkan, layanan tetap kami berikan,” jelas Dadan.
BGN juga menginformasikan bahwa pelaksanaan MBG pada akhir tahun 2025 masih berlangsung pada 26, 27, 29, 30, dan 31 Desember 2025, khususnya untuk memastikan keberlanjutan layanan bagi kelompok prioritas.
Memasuki tahun 2026, program MBG akan dimulai secara serempak pada 8 Januari 2026.
Sementara pada tanggal 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026 ditetapkan sebagai hari persiapan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, mencakup kesiapan dapur, distribusi, SDM, serta penguatan standar keamanan pangan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/09/6937f675e8175.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai di Lirboyo
Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai di Lirboyo
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Islah atau rekonsiliasi antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) akhirnya tercapai dalam pertemuan yang diprakarsai para masyayikh (sesepuh) dan mustasyar (dewan penasihat) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).
“Alhamdulillah, hari ini kita semua menyaksikan peristiwa yang menyejukkan. Islah telah tercapai, dan kami bersama Rais Aam sepakat bahwa jalan terbaik bagi
jam’iyah
adalah melalui
Muktamar bersama
,” ujar Yahya usai pertemuan, dia sampaikan lewat siaran pers, Kamis (25/12/2025).
Pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut mempertemukan dua pucuk pimpinan PBNU dalam satu forum sekaligus menandai berakhirnya ketegangan yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
Karena itu, sebagai solusi bersama, kedua pihak sepakat menyelenggarakan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara bersama-sama.
“Musyawarah di Lirboyo ini merupakan kelanjutan dari Musyawarah Kubro yang digelar di lokasi yang sama beberapa hari sebelumnya,” ucapnya.
Para masyayikh menilai persoalan internal PBNU yang bermula dari keputusan pemberhentian Ketua Umum oleh Rais Aam dan dinilai tidak sesuai dengan AD/ART NU, perlu diselesaikan melalui mekanisme islah dan Muktamar yang sah dengan melibatkan kedua belah pihak.
Kesepakatan islah dicapai setelah melalui proses dialog, negosiasi, dan perdebatan yang cukup intens, namun tetap dijalankan dalam semangat ukhuwah nahdliyah.
Sejumlah tokoh sentral NU turut hadir dan berperan sebagai penengah dalam pertemuan ini.
Di antaranya Wakil Presiden RI periode 2019–2024 yang juga Mustasyar PBNU, KH Ma’ruf Amin, yang pada pertemuan sebelumnya mengikuti agenda secara daring.
Hadir pula para masyayikh dan kiai sepuh NU lainnya yang sejak awal mendorong penyelesaian konflik melalui jalan musyawarah dan persatuan.
Dengan tercapainya kesepakatan ini, silaturahmi di Lirboyo secara resmi mengakhiri konflik internal PBNU.
Kepemimpinan PBNU hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tetap berjalan sebagaimana mestinya, dengan
KH Miftachul Akhyar
sebagai Rais Aam dan
KH Yahya Cholil Staquf
sebagai Ketua Umum.
Sebagai tindak lanjut, PBNU akan segera membentuk Panitia Bersama untuk mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.
“Kesepakatan ini akan segera kami tindak lanjuti dengan pembentukan panitia Muktamar. Kita akan bersama-sama menyukseskan forum tertinggi jam’iyah ini secara damai dan bermartabat,” pungkas Yahya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/25/694ce49f9694d.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Toleransi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Mewujud di Parkiran
Toleransi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Mewujud di Parkiran
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Gereja Katedral Jakarta dan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Susyana Suwadie menuturkan, nilai toleransi umat beragama terlihat di antara Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal setiap Perayaan Natal.
Salah satu toleransi itu ialah tersedianya kantong parkir di
Masjid Istiqlal
yang digunakan oleh jemaat
Gereja Katedral
ketika ingin beribadah Misa.
“Sudah berlangsung juga puluhan tahun, di mana setiap kali hari besar, kami kan harus mendirikan tenda untuk menambah kapasitas duduk sehingga kami tidak memiliki lahan parkir. Imam Besar (Masjid Istiqlal) selalu memberikan tempat, mempersilakan untuk umat memarkirkan kendaraan,” ujar Susyana di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).
Susyana menuturkan, Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal memang sudah sejak awal direncanakan berdampingan saat Presiden RI Soekarno menetapkan Masjid Raya yang dibangun di dekat Katedral.
“Sampai akhirnya 2022 itu dibangun terowongan, selesai, kemudian bisa digunakan, itu menambah kembali kemudahan,” tuturnya.
Susyana mengatakan, kantong parkir
basement
di Masjid Istiqlal bisa menampung 700 sampai 800 kendaraan.
Jemaat gereja yang parkir di
basement
tersebut dapat langsung terhubung lewat
Terowongan Silaturahmi
tanpa menyeberangi jalan.
“Jadi menghindari juga menyeberang jalan di sana, karena kita ketahui jalanan sekecil inipun tapi intensitasnya cukup tinggi,” ucapnya.
Menurut Susyana, Terowongan Silaturahmi bukan hanya sekadar kemudahan akses, tetapi menjadikan hidup antarumat beragama semakin erat.
“Jadi pesan dari Imam Besar yang sekarang menjadi Menteri Agama dan juga Bapak Kardinal, bahwa terowongan ini bukan hanya cuma sebagai sebuah kotak kosong yang dilalui, tetapi harus punya pesan,” kata Susyana.
“Jadi memiliki pesan dari kedua tokoh kita bahwa membuat instalasi seni itu harus memiliki pesan ada toleransi, cinta Tanah Air, dan juga saling menghargai tradisi satu sama lain,” lanjutnya.
Pada akhirnya, Terowongan Silaturahmi itu kini menjadi inspirasi tamu-tamu dari dalam maupun luar negeri yang ingin mengunjungi Masjid Istiqlal sekaligus Gereja Katedral.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/25/694d1689bdb68.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/26/694dca15b2bee.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/24/694bc6174bfd3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/11/29/692a9a394c831.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/03/6930256cd90c7.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/25/694d2e97267ca.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)