Category: Kompas.com Nasional

  • Ajakan Prabowo Jadikan Natal 2025 Momen Bangkit dari Bencana

    Ajakan Prabowo Jadikan Natal 2025 Momen Bangkit dari Bencana

    Ajakan Prabowo Jadikan Natal 2025 Momen Bangkit dari Bencana
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Satu bulan telah terlewati sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
    Hingga Kamis (25/12/2025) kemarin, tercatat 1.135 orang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana tersebut.
    Sejumlah pejabat, termasuk Presiden RI
    Prabowo Subianto
    , pun menjadikan momen
    Natal 2025
    dan Tahun Baru 2026 sebagai ajang agar Indonesia bangkit kembali.
    Prabowo mendoakan para korban diringankan penderitaannya, sekaligus memastikan pemerintah bekerja keras dalam melakukan
    pemulihan pascabencana
    .
    Pada Rabu (24/12/2025) malam, Prabowo sudah lebih dulu mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2026.
    Prabowo menyampaikan, Natal merupakan momentum kasih dan kepedulian terhadap sesama.
    Meskipun begitu, Prabowo mengingatkan, Indonesia kini sedang diuji dengan bencana alam yang membawa duka.
    “Saudara-saudari sebangsa dan setanah air, Natal adalah momentum kasih, harapan, dan kepedulian terhadap sesama. Pada saat yang bersamaan, bangsa kita juga tengah diuji oleh bencana alam yang membawa duka dan tantangan bagi saudara-saudari kita di Sumatera,” ujar Prabowo dalam akun Instagram-nya.
    Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas, saling menolong, serta mengerahkan kemampuan terbaik sebagai bangsa yang tangguh karena persatuan.
    Dia mengajak semua pihak menjadikan masa ini sebagai sumber pengharapan dan langkah untuk bangkit bersama.
    “Semoga damai Natal menyertai kita semua, dan semoga tahun yang baru membawa kesehatan, kekuatan, serta semangat kebersamaan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.
    “Selamat Natal dan Tahun Baru 2026. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi dan menyertai perjuangan kita,” imbuh Prabowo.
    Selanjutnya, pada Kamis sore, Prabowo kembali mengajak masyarakat untuk mendoakan korban
    banjir Sumatera
    dalam perayaan Natal 2025.
    Sembari mengucapkan selamat Natal, Prabowo berdoa masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) diringankan penderitaannya.
    Prabowo berharap, damai Natal membawa kasih, berkah pengharapan, dan kekuatan.
    “Saudara-saudara sekalian, di tengah perayaan Natal tahun ini, hati kita juga tertuju kepada saudara-saudara kita yang tengah menghadapi akibat bencana di sejumlah tempat di tanah air. Di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, dan juga di beberapa tempat di tanah air kita,” kata Prabowo dikutip dari tayangan
    YouTube
    Sekretariat Presiden.
    “Semoga saudara-saudara kita di tempat-tempat tersebut diberi lindungan oleh Yang Maha Kuasa, diringankan penderitaan mereka,” imbuh dia.
    Prabowo pun meminta kementerian/lembaga untuk terus bekerja keras melakukan pemulihan pascabencana.
    “Juga marilah kita terus bekerja keras untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh saudara-saudara kita,” bebernya.
    Lebih lanjut, Prabowo mengajak umat Kristiani untuk menjadikan Natal sebagai momentum memperkuat persatuan nasional, memperdalam solidaritas sosial, dan meneguhkan semangat gotong royong.
    Menurutnya, bangsa Indonesia harus bersatu, serta bekerja sama mengatasi segala perbedaan untuk kepentingan rakyat kita yang kita cintai.
    “Sekali lagi, atas nama pemerintah dan pribadi, saya ucapkan Selamat Hari Natal kepada seluruh umat Kristiani di Tanah Air. Semoga damai dan pengharapan Natal menyertai saudara-saudara sekalian,” tandas Prabowo.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Terang Natal di Hulu Sungai yang Gelap

    Terang Natal di Hulu Sungai yang Gelap

    Terang Natal di Hulu Sungai yang Gelap
    Advokat dan Konsultan Hukum Pasar Modal

    Email: office@azlawid.com
    Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
    NATAL
    kerap dimaknai sebagai perayaan terang. Simbol harapan, keadilan, dan keberpihakan pada kehidupan.
    Dalam ruang refleksi publik, momentum ini sering digunakan untuk meninjau kembali sejauh mana nilai-nilai tersebut benar-benar hadir dalam praktik sosial dan kebijakan.
    Natal
    tahun ini bertepatan dengan duka banjir bandang di Indonesia, khususnya Sumatera. Narasi yang kerap muncul adalah banjir datang sebagai akibat cuaca ekstrem dan perubahan iklim.
    Namun, dalam konteks tata kelola lingkungan, penjelasan ini belum mencakup seluruh rangkaian sebab yang bekerja sebelum air meluap.
    Ada proses panjang yang berlangsung jauh sebelumnya. Pembukaan hutan, penggalian tanah, dan sedimentasi sungai.
    Proses ini tidak terjadi di hilir, melainkan di hulu—wilayah yang secara ekologis seharusnya berfungsi sebagai penyangga kehidupan.
    Di wilayah hulu inilah praktik pertambangan ilegal kerap ditemukan, dengan tingkat penindakan yang sering kali dipersepsikan belum optimal.
    Secara normatif, pertambangan tanpa izin dikualifikasikan sebagai tindak pidana. Konsepsi ini, antara lain, tercermin dalam UU No. 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara, serta beririsan dengan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
    Kerangka hukum ini menunjukkan bahwa dari sisi substansi hukum, negara telah menyediakan dasar yang cukup.
    Jika dibaca melalui teori sistem hukum Lawrence M. Friedman, unsur substansi hukum dan struktur kelembagaan dapat dikatakan relatif tersedia.
    Tantangan utama justru muncul pada unsur ketiga, yakni budaya hukum. Bagaimana hukum dijalankan secara konsisten dan sejauh mana ia diarahkan untuk menyentuh akar persoalan?
    Dalam praktik, penindakan terhadap pertambangan ilegal sering berfokus pada pelaku lapangan, seperti pekerja, operator alat berat, atau pengangkut hasil tambang. Proses hukum berjalan dan menghasilkan putusan.
    Namun, aktor pengendali, pemodal, serta jaringan distribusi hasil tambang relatif jarang tersentuh. Dalam situasi demikian, hukum tampak hadir, tetapi daya jangkaunya terbatas.
    Hulu sungai tidak semata menunjuk pada lokasi geografis, tetapi juga dapat dibaca sebagai metafora titik awal persoalan, baik secara ekologis maupun yuridis.
    Ketika penegakan hukum tidak menjangkau wilayah dan aktor di hulu, maka dampak di hilir pada akhirnya menjadi persoalan yang hanya menunggu waktu.
    Pendangkalan sungai, kerusakan daerah aliran sungai, dan menurunnya daya serap tanah bukan peristiwa alamiah semata. Fenomena tersebut memiliki sumbangsih besar dari akumulasi aktivitas ekonomi yang tidak terkelola secara sah dan berkelanjutan.
    Dalam konteks ini, banjir tidak lagi dapat dipahami sepenuhnya sebagai musibah alam, melainkan sebagai konsekuensi dari tata kelola dan penegakan hukum yang belum efektif.
    Persoalan pertambangan ilegal juga menyentuh dimensi keadilan yang lebih luas. Teori keadilan lingkungan (
    environmental justice
    ) mengingatkan bahwa dampak kerusakan lingkungan hampir selalu terdistribusi secara tidak seimbang.
    Keuntungan ekonomi dari aktivitas ilegal dinikmati oleh segelintir pihak, sementara beban ekologis dan sosial ditanggung oleh masyarakat di hilir sungai.
    Padahal, secara normatif, prinsip pembangunan berkelanjutan dan keadilan antargenerasi telah menjadi bagian dari kebijakan lingkungan nasional.
    Ketika prinsip-prinsip tersebut tidak terwujud dalam praktik penegakan hukum, persoalan pertambangan ilegal bertransformasi menjadi persoalan keadilan sosial yang mendasar.
    Prinsip yang menekankan bahwa kejahatan tidak cukup ditangani dari peristiwanya, tetapi harus ditelusuri melalui aliran uang yang dihasilkannya.
    Pendekatan ini berangkat dari pemahaman bahwa aktivitas ilegal bertahan bukan semata karena pelaku lapangan, melainkan karena adanya insentif ekonomi yang terus mengalir.
    Dalam konteks pertambangan ilegal, pendekatan
    follow the money
    menjadi relevan karena kegiatan ini pada dasarnya merupakan kejahatan ekonomi. Ia melibatkan modal, aliran dana, penampungan hasil tambang, serta mekanisme distribusi yang relatif terstruktur.
    Secara normatif, UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang membuka ruang untuk menelusuri dan merampas hasil kejahatan yang berasal dari tindak pidana di bidang sumber daya alam.
    Namun, dalam praktik penegakan hukum, pendekatan ini masih relatif terbatas penggunaannya. Penindakan lebih sering diarahkan pada aktivitas fisik penambangan, bukan pada aliran keuntungan yang menopang keberlanjutan kejahatan.
    Akibatnya, lubang tambang dapat ditutup, tetapi insentif ekonomi tetap utuh. Hulu persoalan pun tetap tidak tersentuh.
    Dalam banyak kasus, pertambangan ilegal menunjukkan karakter yang terorganisir: adanya pembagian peran, pendanaan, jaringan distribusi, dan kesinambungan operasi.
    Namun, dalam praktik penegakan hukum, kejahatan ini masih sering diperlakukan sebagai rangkaian peristiwa yang terpisah, bukan sebagai satu sistem kejahatan.
    Pendekatan sektoral yang terfragmentasi ini membuat penindakan bersifat reaktif dan sementara. Di sisi lain, struktur ekonomi ilegal di hulunya tetap bertahan.
    Dalam konteks ini, pesan Natal menemukan relevansinya. Terang, dalam pengertian etis, bukan sekadar simbol, melainkan keberanian untuk menghadirkan keadilan secara nyata.
    Dalam konteks hukum, terang berarti konsistensi dan ketidakselektifan dalam menegakkan aturan. Hal ini termasuk pula keberanian untuk menelusuri keuntungan dan aktor yang selama ini berada di balik layar.
    Gagasan hukum progresif Satjipto Rahardjo mengingatkan bahwa hukum tidak boleh berhenti pada kepastian prosedural semata. Hukum perlu diukur dari kemampuannya mencegah kerusakan dan melindungi manusia.
    Selama persoalan di hulu Sungai, baik secara ekologis maupun yuridis, belum ditangani secara komprehensif, termasuk dengan menelusuri dan memutus aliran keuntungan ilegalnya, maka risiko banjir di hilir akan terus berulang.
    Selama pertambangan ilegal diperlakukan sebagai pelanggaran sektoral yang terpisah dari dimensi ekonomi dan dampaknya, daya terang hukum akan tetap terbatas.
    Natal mengingatkan bahwa terang tidak hadir secara otomatis. Ia menuntut konsistensi, keberanian, dan kesetiaan pada hukum itu sendiri.
    Dalam konteks ini, terang itu bernama penegakan hukum yang konsisten, proporsional, dan berani mengikuti aliran uang hingga ke hulunya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pratikno Sebut 65 Persen Sekolah di Aceh Siap Beroperasi Lagi Usai Diterjang Banjir

    Pratikno Sebut 65 Persen Sekolah di Aceh Siap Beroperasi Lagi Usai Diterjang Banjir

    Pratikno Sebut 65 Persen Sekolah di Aceh Siap Beroperasi Lagi Usai Diterjang Banjir
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengungkapkan, 65 persen layanan pendidikan di Provinsi Aceh akan beroperasi kembali.
    “Terkait dengan
    layanan pendidikan
    , di Provinsi Aceh sekitar 65 persen sekolah telah disiapkan untuk beroperasi kembali,” ujar
    Pratikno
    dalam siaran langsung konferensi pers di kanal YouTube BNPB, Kamis (25/12/2025).
    Ia menjelaskan, proses pembersihan hingga revitalisasi terus dikebut agar anak-anak dapat kembali bersekolah pada tahun ajaran baru.
    “Ini dilakukan melalui pembersihan, revitalisasi fasilitas, dan seterusnya untuk menyonsong tahun ajaran baru nanti pada tanggal 5 Januari 2026,” imbuhnya.
    Sementara itu, kesiapan layanan pendidikan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat sudah hampir mencapai 90 persen.
    “Tingkat kesiapan operasionalitas sekolah sudah mendekati 90 persen,” tutur dia.
    Pratikno memastikan pemerintah akan mengupayakan berbagai usaha agar proses belajar mengajar formal bisa kembali berjalan pada awal Januari 2026.
    Sebagai informasi, BNPB mengungkapkan data terkini korban tewas banjir Sumatera telah mencapai 1.135 orang per 25 Desember 2025.
    Angka korban tewas tertinggi tercatat berasal dari wilayah Aceh Utara dengan 205 orang, disusul Tapanuli Tengah sebanyak 191 orang, dan Tapanuli Selatan sebanyak 133 orang. Masih ada 173 orang yang hilang akibat bencana ini.
    Selain itu, banjir merusak 157.838 rumah, terdiri dari 47.165 rumah rusak berat, 33.276 rumah rusak sedang, dan 77.397 rumah rusak ringan.
    Adapun fasilitas umum yang rusak mencapai 1.900 unit. Fasilitas kesehatan yang rusak mencapai 200 unit.
    Fasilitas pendidikan yang rusak mencapai 875 unit, rumah ibadah 806 unit, gedung perkantoran 291 unit, dan jembatan 734 unit.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pratikno: 90 Persen Jalan Nasional Terdampak Banjir Sumatera Sudah Berfungsi

    Pratikno: 90 Persen Jalan Nasional Terdampak Banjir Sumatera Sudah Berfungsi

    Pratikno: 90 Persen Jalan Nasional Terdampak Banjir Sumatera Sudah Berfungsi
    Tim Redaksi
    JAKARTA-KOMPAS.com
    – Pemerintah menyatakan hampir semua jalan nasional yang diterjang banjir Sumatera sebulan lalu kini telah berfungsi lagi.
    “Hampir 90 persen sudah kembali berfungsi,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, dalam dalam siaran langsung konferensi pers di kanal YouTube BNPB, Kamis (25/12/2025).
    Dia menguraikan, semula ada 81 ruas jalan berstatus jalan nasional yang terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
    Dari 81 ruas itu, 72 ruas jalan nasional di daerah ini sudah kembali berfungsi.
    “Namun sembilan ruas lainnya masih dalam proses percepatan penanganan. Ini terus dipercepat pengerjaannya, tidak ada berhentinya, agar kontektivitas dan distribusi logistik, serta akses layanan darurat bisa semakin lancar,” tutur Pratikno yang berada di Aceh.
    Korban tewas
    banjir Sumatera
    mencapai 1.135 orang per 25 Desember 2025 ini.
    Angka korban tewas tertinggi dicatat BNPB berasal dari wilayah Aceh Utara dengan 205 orang, disusul Tapanuli Tengah sebanyak 191 orang, dan Tapanuli Selatan sebanyak 133 orang.
    Masih ada 173 orang yang hilang karena banjir Sumatera.
    Berdasarkan data BNPB hari ini, 25 Desember 2025, ada 157.838 rumah rusak akibat banjir Sumatera.
    Jumlah tersebut terdiri dari 47.165 rumah rusak berat, 33.276 rumah rusak sedang, dan 77.397 rumah rusak ringan.
    Adapun fasilitas umum yang rusak mencapai 1,9 ribu unit. Fasilitas kesehatan yang rusak mencapai 200 unit.
    Fasilitas pendidikan yang rusak mencapai 875 unit, rumah ibadah 806 unit, gedung perkantoran 291 unit, dan jembatan 734 unit.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • BGN Tekankan Pentingnya MBG untuk Ibu Hamil dalam Seribu Hari Pertama

    BGN Tekankan Pentingnya MBG untuk Ibu Hamil dalam Seribu Hari Pertama

    BGN Tekankan Pentingnya MBG untuk Ibu Hamil dalam Seribu Hari Pertama
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita (Kelompok B3) tetap menjadi prioritas utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk pada periode libur akhir tahun 2025.
    Kelompok ini dinilai krusial karena berada dalam fase
    1.000 Hari Pertama Kehidupan
    (HPK) yang merupakan masa emas dan tidak dapat ditunda.
    “Periode 1.000 hari pertama kehidupan waktunya pendek dan kita harus menjaga
    golden time
    ini sebaik mungkin. Mereka tidak ada hubungannya dengan waktu sekolah,” ujar Kepala
    BGN
    Dadan Hindayana dalam keterangan pers, Kamis (25/12/2025).
    Dadan menekankan bahwa kontinuitas layanan gizi bagi kelompok rentan harus dijaga tanpa terpengaruh kalender pendidikan maupun musim liburan.
    “Intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita adalah bagian yang sangat penting dan tidak boleh terputus,” ucapnya.
    Sementara itu, untuk penerima manfaat dari kalangan anak sekolah, BGN menerapkan kebijakan yang lebih fleksibel selama masa libur.
    Program MBG bagi anak sekolah bersifat opsional, menyesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan maupun aktivitas keluarga penerima manfaat.
    “Jika ada yang tidak memungkinkan mengambil atau dikirim karena alasan teknis, atau sedang berlibur, itu tidak menjadi masalah. Tetapi bagi yang membutuhkan, layanan tetap kami berikan,” jelas Dadan.
    BGN juga menginformasikan bahwa pelaksanaan MBG pada akhir tahun 2025 masih berlangsung pada 26, 27, 29, 30, dan 31 Desember 2025, khususnya untuk memastikan keberlanjutan layanan bagi kelompok prioritas.
    Memasuki tahun 2026, program MBG akan dimulai secara serempak pada 8 Januari 2026.
    Sementara pada tanggal 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026 ditetapkan sebagai hari persiapan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, mencakup kesiapan dapur, distribusi, SDM, serta penguatan standar keamanan pangan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Salah Satu Kendala Bangun Rumah Korban Banjir Sumatera: Penyiapan Lahan

    Salah Satu Kendala Bangun Rumah Korban Banjir Sumatera: Penyiapan Lahan

    Salah Satu Kendala Bangun Rumah Korban Banjir Sumatera: Penyiapan Lahan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pembangunan rumah atau hunian untuk warga korban banjir Sumatera menemui kendala berupa lahan.
    “Salah satu tantangan yang dihadapi untuk percepatan ini adalah penyiapan lahan,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, dalam dalam siaran langsung konferensi pers di kanal YouTube BNPB, Kamis (25/12/2025).
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkoordinasi pembanguna
    hunian sementara
    (
    huntara
    ) dan
    hunian tetap
    (
    huntap
    ) bagi para korban.
    Mantan rektor UGM ini menguraikan, pembangunan huntara sudah mulai dilakukan di tiga provinsi terdampak banjir bandang Sumatera.
    Di Sumatera Barat, pembangunan huntara sudah ada di 6 kabupaten/kota, di Sumatera Utara 3 kabupaten/kota, dan di Aceh ada 1 kabupaten kota.
    Untuk huntap, percepatan terus dilakukan bagi warga yang rumahnya lenyap tersapu air bah akhir November lalu.
    “Persiapan pembangunan hunian tetap juga dilakukan untuk warga yang permukimannya harus direlokasi, termasuk hunian tetap mandiri yang dibangun di lahan milik warga terdampak,” tutur Pratikno, menyampaikan keterangannya dari Aceh.
    Berdasarkan data BNPB hari ini, 25 Desember 2025, ada 157.838 rumah rusak akibat
    banjir Sumatera
    .
    Jumlah tersebut terdiri dari 47.165 rumah rusak berat, 33.276 rumah rusak sedang, dan 77.397 rumah rusak ringan.
    Adapun fasilitas umum yang rusak mencapai 1,9 ribu unit. Fasilitas kesehatan yang rusak mencapai 200 unit.
    Fasilitas pendidikan yang rusak mencapai 875 unit, rumah ibadah 806 unit, gedung perkantoran 291 unit, dan jembatan 734 unit.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Prabowo Hadiri Open House Natal Kapolri di Jakarta Selatan

    Prabowo Hadiri Open House Natal Kapolri di Jakarta Selatan

    Prabowo Hadiri Open House Natal Kapolri di Jakarta Selatan
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden Prabowo Subianto menghadiri gelar griya atau
    open house
    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jakarta Selatan di momen Natal 2025 ini.
    Dilansir
    ANTARA
    , Prabowo tiba di rumah dinas Kapolri di Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (25/12/2025) pukul 15.45 WIB.
    Prabowo didampingi putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Prabowo. Sejumlah penggawa Kabinet Merah Putih juga hadir.
    Pukul 16.40 WIB, Prabowo terlihat keluar dari kediaman Kapolri diantar oleh tuan rumah, Jenderal Sigit dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
    Prabowo menyalami Sigit dan melambaikan tangannya ke arah sejumlah jurnalis yang berdiri di seberang rumah dinas.
    Selepas itu, Presiden Prabowo langsung menaiki mobil kepresidenan Maung Garuda dan meninggalkan rumah dinas Kapolri.
    Dalam perayaan Hari
    Natal 2025
    , Presiden Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang mengalami kesulitan, khususnya para korban bencana di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera.
    “Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, seluruh umat Kristiani yang saya hormati. Saya,
    Prabowo Subianto
    , Presiden Republik Indonesia, atas nama pemerintah dan atas nama pribadi, mengucapkan selamat Hari Natal kepada seluruh umat Kristiani di tanah air dan di mana pun saudara berada. Semoga damai Natal membawa kasih, berkah pengharapan, dan kekuatan bagi kita semua,” kata Presiden Prabowo.
    “Semoga saudara-saudara kita di tempat-tempat tersebut (yang terdampak bencana, red.) diberi lindungan oleh Yang Maha Kuasa, diringankan penderitaan mereka. Juga, marilah kita terus bekerja keras untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh saudara-saudara kita,” sambung Presiden.
    Dalam ucapan yang sama, Presiden lanjut menyatakan perayaan Natal hendaknya menjadi momentum memperkuat persatuan nasional, memperdalam solidaritas sosial serta meneguhkan semangat gotong royong di tengah keberagaman bangsa.
    Terakhir, Presiden Prabowo menyampaikan kembali doa dan harapan bagi seluruh umat Kristiani serta bangsa Indonesia.
    “Sekali lagi atas nama pemerintah dan pribadi, saya ucapkan Selamat Hari Natal kepada seluruh umat Kristiani di tanah air. Semoga damai dan pengharapan Natal menyertai saudara-saudara sekalian, dan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi seluruh bangsa Indonesia,” kata Presiden.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pratikno Sebut 65 Persen Sekolah di Aceh Siap Beroperasi Lagi Usai Diterjang Banjir

    11 Kabupaten di Aceh akan Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir

    11 Kabupaten di Aceh akan Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan bahwa 11 kabupaten di Provinsi Aceh memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat.
    Pratikno menuturkan, perpanjangan itu dilakukan untuk memastikan agar daerah tersebut benar-benar siap memasuki transisi ke
    fase pemulihan
    .
    “Di Provinsi Aceh, masih ada 11 kabupaten yang akan memperpanjang status
    tanggap darurat
    , tapi saat ini masih dibahas,” kata Pratikno dalam siaran langsung konferensi pers di kanal YouTube BNPB, Kamis (25/12/2025).
    Di sisi lain, sebanyak 12 dari 52 kabupaten/kota di tiga provinsi (Aceh, Sumut, Sumbar) telah memasuki transisi ke fase pemulihan.
    “Alhamdulillah berkat gotong royong kita semua, dari 12 kabupaten/kota di 52 kabupaten/kota di tiga provinsi, statusnya sudah masuk ke transisi ke fase pemulihan,” kata dia.
    Fase tanggap darurat bencana adalah tahapan pasca-bencana yang fokus pada penyelamatan korban, evakuasi, dan pemenuhan kebutuhan dasar korban.
    Adapun fase pemulihan bencana adalah tahapan berisi rehabilitasi serta rekonstruksi untuk mengembalikan kondisi masyarakat menuju kondisi normal.
    Pratikno menuturkan, tugas pemerintah saat ini jelas bahwa keselamatan dan kebutuhan dasar harus segera terpenuhi serta pemulihan dipercepat.
    Karena itu, ia menyampaikan pemerintah tidak libur menangani situasi pasca-bencana
    banjir Sumatera
    yang kini berusia sebulan.
    “Kami hadir untuk memastikan percepatan langkah tanggap darurat dan langkah pemulihan dan tetap dijalankan, tetap dilaksanakan menjelang pergantian tahun ini. Tidak ada libur, semuanya terus bekerja demi masyarakat, menolong masyarakat yang terdampak bencana,” ucapnya.

    Sebagai informasi, BNPB mengungkapkan data terkini
    korban tewas
    banjir Sumatera telah mencapai 1.135 orang per 25 Desember 2025.
    Angka korban tewas tertinggi tercatat berasal dari wilayah Aceh Utara dengan 205 orang, disusul Tapanuli Tengah sebanyak 191 orang, dan Tapanuli Selatan sebanyak 133 orang.
    Masih ada 173 orang yang hilang karena banjir Sumatera.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai di Lirboyo

    Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai di Lirboyo

    Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai di Lirboyo
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Islah atau rekonsiliasi antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) akhirnya tercapai dalam pertemuan yang diprakarsai para masyayikh (sesepuh) dan mustasyar (dewan penasihat) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).
    “Alhamdulillah, hari ini kita semua menyaksikan peristiwa yang menyejukkan. Islah telah tercapai, dan kami bersama Rais Aam sepakat bahwa jalan terbaik bagi
    jam’iyah
    adalah melalui
    Muktamar bersama
    ,” ujar Yahya usai pertemuan, dia sampaikan lewat siaran pers, Kamis (25/12/2025).
    Pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut mempertemukan dua pucuk pimpinan PBNU dalam satu forum sekaligus menandai berakhirnya ketegangan yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
    Karena itu, sebagai solusi bersama, kedua pihak sepakat menyelenggarakan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara bersama-sama.
    “Musyawarah di Lirboyo ini merupakan kelanjutan dari Musyawarah Kubro yang digelar di lokasi yang sama beberapa hari sebelumnya,” ucapnya.
    Para masyayikh menilai persoalan internal PBNU yang bermula dari keputusan pemberhentian Ketua Umum oleh Rais Aam dan dinilai tidak sesuai dengan AD/ART NU, perlu diselesaikan melalui mekanisme islah dan Muktamar yang sah dengan melibatkan kedua belah pihak.
    Kesepakatan islah dicapai setelah melalui proses dialog, negosiasi, dan perdebatan yang cukup intens, namun tetap dijalankan dalam semangat ukhuwah nahdliyah.
    Sejumlah tokoh sentral NU turut hadir dan berperan sebagai penengah dalam pertemuan ini.
    Di antaranya Wakil Presiden RI periode 2019–2024 yang juga Mustasyar PBNU, KH Ma’ruf Amin, yang pada pertemuan sebelumnya mengikuti agenda secara daring.
    Hadir pula para masyayikh dan kiai sepuh NU lainnya yang sejak awal mendorong penyelesaian konflik melalui jalan musyawarah dan persatuan.
    Dengan tercapainya kesepakatan ini, silaturahmi di Lirboyo secara resmi mengakhiri konflik internal PBNU.
    Kepemimpinan PBNU hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tetap berjalan sebagaimana mestinya, dengan
    KH Miftachul Akhyar
    sebagai Rais Aam dan
    KH Yahya Cholil Staquf
    sebagai Ketua Umum.
    Sebagai tindak lanjut, PBNU akan segera membentuk Panitia Bersama untuk mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.
    “Kesepakatan ini akan segera kami tindak lanjuti dengan pembentukan panitia Muktamar. Kita akan bersama-sama menyukseskan forum tertinggi jam’iyah ini secara damai dan bermartabat,” pungkas Yahya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Toleransi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Mewujud di Parkiran

    Toleransi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Mewujud di Parkiran

    Toleransi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Mewujud di Parkiran
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Gereja Katedral Jakarta dan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Susyana Suwadie menuturkan, nilai toleransi umat beragama terlihat di antara Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal setiap Perayaan Natal.
    Salah satu toleransi itu ialah tersedianya kantong parkir di
    Masjid Istiqlal
    yang digunakan oleh jemaat
    Gereja Katedral
    ketika ingin beribadah Misa.
    “Sudah berlangsung juga puluhan tahun, di mana setiap kali hari besar, kami kan harus mendirikan tenda untuk menambah kapasitas duduk sehingga kami tidak memiliki lahan parkir. Imam Besar (Masjid Istiqlal) selalu memberikan tempat, mempersilakan untuk umat memarkirkan kendaraan,” ujar Susyana di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).
    Susyana menuturkan, Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal memang sudah sejak awal direncanakan berdampingan saat Presiden RI Soekarno menetapkan Masjid Raya yang dibangun di dekat Katedral.
    “Sampai akhirnya 2022 itu dibangun terowongan, selesai, kemudian bisa digunakan, itu menambah kembali kemudahan,” tuturnya.
    Susyana mengatakan, kantong parkir
    basement
    di Masjid Istiqlal bisa menampung 700 sampai 800 kendaraan.
    Jemaat gereja yang parkir di
    basement
    tersebut dapat langsung terhubung lewat
    Terowongan Silaturahmi
    tanpa menyeberangi jalan.
    “Jadi menghindari juga menyeberang jalan di sana, karena kita ketahui jalanan sekecil inipun tapi intensitasnya cukup tinggi,” ucapnya.
    Menurut Susyana, Terowongan Silaturahmi bukan hanya sekadar kemudahan akses, tetapi menjadikan hidup antarumat beragama semakin erat.
    “Jadi pesan dari Imam Besar yang sekarang menjadi Menteri Agama dan juga Bapak Kardinal, bahwa terowongan ini bukan hanya cuma sebagai sebuah kotak kosong yang dilalui, tetapi harus punya pesan,” kata Susyana.
    “Jadi memiliki pesan dari kedua tokoh kita bahwa membuat instalasi seni itu harus memiliki pesan ada toleransi, cinta Tanah Air, dan juga saling menghargai tradisi satu sama lain,” lanjutnya.
    Pada akhirnya, Terowongan Silaturahmi itu kini menjadi inspirasi tamu-tamu dari dalam maupun luar negeri yang ingin mengunjungi Masjid Istiqlal sekaligus Gereja Katedral.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.