Puan Harap TNI Makin Modern dan Profesional pada Usia ke-80
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Ketua DPR RI Puan Maharani berharap Tentara Nasional Indonesia (TNI) semakin modern dan profesional dalam menjalankan tugas di usianya yang ke-80 tahun.
Sebab, TNI adalah benteng pertahanan Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara dan keselamatan rakyat Indonesia.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia. TNI adalah benteng pertahanan bangsa yang selalu setia menjaga kedaulatan dan keselamatan rakyat Indonesia. Semoga TNI semakin profesional, modern, dan terus menjadi kebanggaan bangsa bersama rakyat Indonesia,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/10/2025).
Dalam momentum peringatan HUT ke-80 ini, Puan mengingatkan agar TNI mampu meningkatkan kemampuan teknologi dan membangun kekuatan pertahanan siber.
Pasalnya, lanjut Puan, serangan siber kini menjadi ancaman baru bagi pertahanan Indonesia.
“TNI harus memiliki kekuatan dalam menghadapi berbagai ancaman kedaulatan, termasuk dari serangan siber. Maka penting untuk memastikan agar pembangunan postur pertahanan militer dengan pemilihan alutsista yang canggih dan sesuai dengan kebutuhan,” tutur Puan.
Dia menambahkan, modernisasi alutsista juga perlu diimbangi dengan penguatan sumber daya manusia (SDM) yang andal dan menguasai teknologi pertahanan.
“Alat yang canggih tak akan optimal tanpa dibarengi dengan sumber daya manusia yang andal. Maka TNI berkewajiban memiliki personel yang cekatan dan menguasai teknologi pertahanan,” kata Puan.
Politikus PDI-P itu berharap, TNI terus berada di garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional di tengah kompetisi geopolitik yang semakin kompleks.
“Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, mulai dari kompetisi geopolitik, ancaman keamanan non-tradisional, hingga disrupsi teknologi dan informasi, peran TNI tidak hanya sebagai kekuatan militer, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional yang menjadi prasyarat bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Tangkapan Layar Kompas TV Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI di mana Presiden Prabowo Subianto menjadi inspektur upacara di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (5/10/2025).
Sebagai informasi, TNI memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (5/10/2025).
Upacara ini mengusung tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju” dan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebanyak 133.000 personel TNI terlibat dalam upacara tersebut, disertai 1.047 alat utama sistem senjata (alutsista) dari matra darat, laut, dan udara yang ditampilkan dalam parade, defile, serta demonstrasi keterampilan prajurit.
Sejumlah tokoh parlemen turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua DPD RI Sultan B Najamudin, dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Haryadi atau Titiek Soeharto.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Category: Kompas.com Nasional
-
/data/photo/2025/09/04/68b999d9ccfc5.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Puan Harap TNI Makin Modern dan Profesional pada Usia ke-80 Nasional 5 Oktober 2025
-
/data/photo/2025/10/05/68e1d53f39940.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
HUT Ke-80 TNI, Prajurit Tampilkan Atraksi Duel dengan Musuh di Atas Tank BMP-3M Nasional 5 Oktober 2025
HUT Ke-80 TNI, Prajurit Tampilkan Atraksi Duel dengan Musuh di Atas Tank BMP-3M
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Atraksi pertempuran prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi salah satu momen yang paling menarik perhatian dalam puncak peringatan HUT ke-80 TNI di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Minggu (5/10/2025).
Dalam simulasi tersebut, prajurit TNI menampilkan unjuk keterampilan tempur di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan ribuan penonton yang memadati area Monas.
Atraksi diawali dengan dua pesawat tempur yang menuntaskan misi udara dengan sukses.
“
Mission accomplished, return to base
,” terdengar suara narator dari pengeras suara, disambut tepuk tangan penonton.
Tak lama berselang, beberapa tank BMP-3M kendaraan tempur amfibi kebanggaan TNI, memasuki area demonstrasi dari sisi kiri tribun kehormatan.
Dari arah berlawanan, sekelompok pasukan yang berperan sebagai kombatan musuh muncul dan mencoba menghadang laju tank pasukan TNI.
Dalam simulasi itu, terjadi aksi saling serang di atas kendaraan tempur.
Para prajurit TNI tampak beradu keterampilan jarak dekat dengan kombatan musuh, termasuk melawan lawan bersenjata pisau.
Namun, para prajurit TNI berhasil melumpuhkan seluruh musuh dan merebut kembali kendali tank BMP-3M.
Salah satu adegan menunjukkan tank menembakkan peluru ke arah posisi lawan yang melarikan diri, disertai teriakan komando
“Sikat, tembak!”
Atraksi ini diakhiri dengan seruan lantang narator, “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju!” yang disambut sorak penonton di sekitar area Monas.
Presiden Prabowo yang duduk di jajaran tamu kehormatan tampak tersenyum menyaksikan aksi pertempuran tersebut.
Atraksi simulasi pertempuran ini menjadi bagian dari rangkaian puncak perayaan HUT ke-80 TNI yang mengusung tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju.”
Selain unjuk kemampuan tempur darat, rangkaian acara juga menampilkan atraksi udara, parade kendaraan tempur, hingga demonstrasi operasi pembebasan sandera.
KOMPAS.com/Adhyasta Dirgantara Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI di mana Presiden Prabowo Subianto menjadi inspektur upacara di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (5/10/2025).
Sebagai informasi, TNI menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 di lapangan Monas, Jakarta, pada Minggu (5/10/2025).
Dalam peringatan HUT ke-80, TNI mengangkat tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”. “TNI Prima” menggambarkan visi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto agar institusi pertahanan ini senantiasa profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif.
Sementara itu, “TNI Rakyat” merujuk pada jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara profesional, sekaligus tentara nasional.
Adapun “Indonesia Maju” berarti TNI tidak hanya memperkuat kemampuan tempur, tetapi juga mendukung program nasional melalui operasi militer selain perang (OMSP).
Dalam puncak peringatan HUT ke-80 TNI, sebanyak 133.000 personel TNI akan terlibat dalam acara yang digelar di Monas.
Selain 133.000 personel TNI, 1.047 alat utama sistem senjata (alutsista) juga akan diturunkan untuk parade, defile, dan demonstrasi keterampilan prajurit dari matra darat, laut, dan udara.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/10/05/68e1cf5e29df4.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Prabowo Izinkan TNI Tak Cari Pemimpin Berdasarkan Senioritas Nasional 5 Oktober 2025
Prabowo Izinkan TNI Tak Cari Pemimpin Berdasarkan Senioritas
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Presiden RI Prabowo Subianto mengizinkan Panglima TNI dan para kepala staf semua matra untuk mencari pemimpin untuk institusi tersebut tanpa perlu memandang senioritas.
Menurutnya, yang terpenting untuk para pemimpin di TNI adalah prestasi dan rasa cinta pada Tanah Air.
Hal tersebut Prabowo sampaikan saat memberi amanat upacara dalam HUT ke-80 TNI di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (5/10/2025).
“Panglima TNI dan kepala staf terus menerus saya perintahkan menilai pemimpin-pemimpin yang ada di TNI. Prajurit kita berhak menuntut kepemimpinan terbaik,” ujar Prabowo.
“Saya memberi izin kepada Panglima TNI dan kepala staf dalam rangka seleksi kepemimpinan. Tidak perlu terlalu memperhitungkan senioritas, yang penting prestasi, pengabdian cinta tanah air,” sambungnya.
Prabowo menekankan, TNI memerlukan kepemimpinan yang terbaik. Prabowo menyebut tidak ada tempat bagi pemimpin yang tidak kompeten.
Dia pun mengingatkan semua unsur pimpinan di TNI agar selalu membina diri dan memberi contoh pada rakyat.
“Kepemimpinan di TNI harus kepemimpinan keteladanan, ing ngarso sung tulodo, harus memberi contoh di depan, tidak ada tempat untuk pemimpin-pemimpin yang tidak kompeten, profesional, dan tidak mengerti tugasnya,” imbuh Prabowo.
Sebagai informasi, dalam peringatan HUT ke-80 TNI, mereka menyiapkan 1.047 alat utama sistem senjata (alutsista) yang akan ditampilkan dalam parade maupun simulasi tempur.
Deretan alutsista tersebut terdiri dari kendaraan taktis, artileri, helikopter, hingga pesawat tempur dan angkut.
Lalu, sebanyak 133.480 personel gabungan prajurit dan masyarakat sipil juga dikerahkan.
Mereka memiliki peran beragam, mulai dari peserta upacara, pasukan simulasi tempur, penerjun payung, pilot pesawat tempur maupun angkut, hingga awak alutsista dan pasukan pengamanan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/10/05/68e1c7ce3b7c9.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Periksa Pasukan pada HUT ke-80 TNI, Prabowo: Terima Kasih Pengabdianmu Nasional 5 Oktober 2025
Periksa Pasukan pada HUT ke-80 TNI, Prabowo: Terima Kasih Pengabdianmu
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pemeriksaan pasukan TNI saat memimpin upacara dalam rangka HUT ke-80 TNI di Monas, Jakarta Pusat.
Pantauan Kompas.com di lokasi, Minggu (5/10/2025) pagi, Prabowo tampak menaiki mobil Maung tanpa atap bersama dengan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan komandan upacara Letjen Bambang Trisnohadi.
Lalu, di belakangnya, terlihat Wakil Panglima Jenderal Tandyo Budi, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Tonny Harjono mengikuti dengan Maung yang berbeda.
Para perwira tinggi aktif militer itu tampak kompak mengenakan seragam PDL baru TNI, sedangkan Prabowo dan Sjafrie mengenakan kemeja safari berwarna krem.
Prabowo berkeliling area pelataran Monas untuk menyapa kesatuan TNI satu per satu.
Prabowo pun menyapa mereka sambil memberi gestur hormat.
Prabowo juga berterima kasih kepada para pasukan TNI yang bersedia mengabdi untuk negara.
“Terima kasih pengabdianmu,” ujar Prabowo dari atas Maung.
“Terima kasih semuanya,” imbuhnya.
Dalam upacara HUT ke-80 TNI, Prabowo akan bertindak sebagai inspektur upacara.
Adapun Pangkogabwilhan III Letjen Bambang Trisnohadi menjadi komandan upacara. Sedangkan cadangan komandan upacara adalah Letjen Nur Alamsyah.
Diketahui, TNI menyiapkan 1.047 alat utama sistem senjata (alutsista) yang akan ditampilkan dalam parade maupun simulasi tempur.
Deretan alutsista tersebut terdiri dari kendaraan taktis, artileri, helikopter, hingga pesawat tempur dan angkut.
Lalu, sebanyak 133.480 personel gabungan prajurit dan masyarakat sipil juga dikerahkan.
Mereka memiliki peran beragam, mulai dari peserta upacara, pasukan simulasi tempur, penerjun payung, pilot pesawat tempur maupun angkut, hingga awak alutsista dan pasukan pengamanan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/10/03/68df6c6fed905.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pemerintah Cabut Pembekuan Sementara Izin TikTok Nasional 5 Oktober 2025
Pemerintah Cabut Pembekuan Sementara Izin TikTok
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) resmi mencabut status pembekuan sementara Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) TikTok Pte. Ltd.
Pasalnya, platform tersebut telah memenuhi kewajiban penyampaian data yang diminta pemerintah.
“TikTok telah mengirimkan data yang diminta berkaitan dengan eskalasi traffic dan aktivitas monetisasi TikTok Live pada periode 25-30 Agustus 2025, melalui surat resmi tertanggal 3 Oktober 2025,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar dalam keterangannya, Sabtu (4/10/2025).
Alexander menjelaskan, data yang disampaikan mencakup rekapitulasi harian atas eskalasi
traffic
, besaran monetisasi, serta indikasi monetisasi yang melanggar secara agregat.
Berdasarkan analisis menyeluruh, Komdigi menilai kewajiban penyediaan data telah dipenuhi.
“Dengan dasar pemenuhan kewajiban tersebut, Komdigi mengakhiri status pembekuan sementara TDPSE dan mengaktifkan kembali status TikTok sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik yang terdaftar,” tutur Alexander.
Dengan pencabutan pembekuan ini, masyarakat pengguna TikTok dapat tetap beraktivitas normal.
Menurutnya, pemerintah akan memastikan ruang digital tetap sehat, aman, dan transparan.
Langkah ini, kata Alexander, sekaligus menegaskan komitmen Komdigi dalam menegakkan hukum dan membangun ekosistem digital yang terpercaya.
Seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat (PSE Privat) diingatkan untuk mematuhi ketentuan hukum nasional demi keberlanjutan ruang digital Indonesia.
“Kami akan terus melakukan pengawasan dan komunikasi berkelanjutan dengan seluruh PSE Privat, guna memastikan efektivitas pelaksanaan regulasi serta keberlanjutan ekosistem digital yang aman, terpercaya, dan kondusif bagi seluruh pengguna,” imbuh Alexander.
Sebelumnya, Komdigi membekukan sementara Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) terhadap TikTok Pte Ltd.
“Kami menilai TikTok telah melanggar kewajiban sebagai PSE Privat, dan kami mengambil langkah pembekuan sementara TDPSE sebagai bentuk tindak lanjut pengawasan,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, dalam keterangan resmi, Jumat (3/10/2025).
Alexander mejelaskan, pembekuan TDPSE ini dilakukan pemerintah terhadap TikTok karena TikTok dinilai tidak memenuhi kewajiban sesuai peraturan perundang-undangan.
“Langkah ini merupakan bentuk ketegasan Pemerintah setelah TikTok hanya memberikan data secara parsial atas aktivitas TikTok Live selama periode unjuk rasa 25–30 Agustus 2025,” kata Alexander.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/07/16/6877ad4fa93ad.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Paspor Jurist Tan dan Riza Chalid Dicabut, Pakar: Kewarganegaraan Dicabut, Itu Konsekwensi Nasional 4 Oktober 2025
Paspor Jurist Tan dan Riza Chalid Dicabut, Pakar: Kewarganegaraan Dicabut, Itu Konsekwensi
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana, menilai bahwa pencabutan paspor Jurist Tan dan Riza Chalid turut berimplikasi terhadap status kewarganegaraan keduanya.
Menurut dia, dengan pencabutan kewarganegaraan dan juga paspor merupakan konsekuensi yang harus diterima akibat dari perbuatan melanggar hukum.
“Pencabutan kewarganegaraan, berarti kan pencabutan paspor. Itu konsekuensi,” kata Hikmahanto kepada
Kompas.com
, Sabtu (4/10/2025).
Namun, Hikmahanto tidak menjelaskan mekanisme pencabutan paspor yang menyebabkan status kewarganegaraan seseorang dicabut atau stateless.
Merujuk Pasal 23 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI, ada sembilan hal yang membuat status kewarganegaraan seorang WNI hilang.
Pertama, memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri. Kedua, tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu.
Ketiga, dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya sendiri, yang bersangkutan sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri dan dengan dinyatakan hilang kewarganegaraan RI tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.
Keempat, masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin lebih dulu dari presiden. Kelima, secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan hanya dapat dijabat oleh WNI.
Selanjutnya, secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut. Ketujuh, tidak diwajibkan tapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing.
Kedelapan, punya paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya.
Kesembilan, tinggal di luar negeri lima tahun terus menerus bukan dalam rangka dinas negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap jadi WNI sebelum jangka waktu 5 tahun itu berakhir, dan setiap 5 tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi WNI kepada Perwakilan RI yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal Perwakilan RI tersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan, sepanjang yang bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.
Sebagai informasi, Kejagung menilai status Riza Chalid dan Jurist Tan yang kini menjadi buronan kasus korupsi, secara otomatis tak punya kewarganegaraan (stateless) usai pihaknya mengajukan pencabutan paspor kepada Ditjen Imigrasi.
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Anang Supriatna mengatakan permohonan pencabutan paspor dilakukan sejak Juli 2025. Kedua buron kasus korupsi itu saat ini tengah berada di luar negeri.
“Penarikan paspor 21 Juli 2025 untuk Riza Chalid, dan 9 Juli 2025 untuk penarikan paspor Jurist Tan,” ujar Anang.
Dengan pencabutan paspor, Anang menilai bahwa status kewarganegaraan dari Riza Chalid dan Jurist Tan otomatis stateless.
“Iya (statusnya stateless),” lanjut Anang.
Sebagai informasi, Riza Chalid ditetapkan sebagai buron usai tiga kali mangkir untuk pemeriksaan dalam kasus tata kelola minyak mentah.
Riza disebut bersepakat dengan tiga tersangka lain untuk menyewakan terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) tangki Merak.
Jurist Tan juga mangkir ketika dipanggil oleh penyidik Kejagung, terkait kasus pengadaan laptop Chromebook untuk pelajar PAUD hingga SMA, termasuk di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Agustus lalu, Kejagung telah memproses permintaan red notice terhadap dua tersangka tersebut.
Red notice nantinya dikeluarkan oleh Interpol kepada negara-negara anggotanya untuk membantu menemukan dan menangkap seseorang yang menjadi buronan, guna ekstradisi atau penyerahan kepada negara peminta.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2023/12/11/65767ab5c1b0f.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kemkomdigi Sebut TikTok Respons Positif Usai TDPSE Dibekukan Sementara Nasional 4 Oktober 2025
Kemkomdigi Sebut TikTok Respons Positif Usai TDPSE Dibekukan Sementara
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Alexander Sabar mengatakan TikTok Pte Ltd sudah memberikan respons positif terhadap kewajiban mereka sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Privat.
“TikTok sudah memberikan respons positif,” kata Alexander kepada wartawan, Sabtu (4/10/2025).
Namun, Alexander tak merinci seperti apa respons Tiktok.
Sementara itu, melansir
Kompas.id
, Tiktok menyatakan menghormati hukum dan regulasi di Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan usai Komdigi membekukan sementara tanda daftar penyelenggara sistem elektronik TikTok karena perusahaan menolak memberikan data lengkap terkait kegiatan pada periode 25-30 Agustus 2025 atau saat terjadi gejolak sosial-politik di sejumlah kota besar di Tanah Air.
”TikTok menghormati hukum dan regulasi di negara di mana kami beroperasi. Kami bekerja sama dengan Kementerian Komdigi untuk menyelesaikan isu ini secara konstruktif,” tulis Tiktok dalam pernyataan resmi yang disebarluaskan ke media nasional, Jumat (3/10/2025) sore, di Jakarta.
Tiktok, dalam keterangan yang sama, menyatakan terus berkomitmen untuk melindungi privasi pengguna.
Tiktok juga memastikan platformnya aman dan bertanggung jawab bagi komunitas pengguna di Indonesia.
Sebelumnya, Kemkomdigi membekukan izin TikTok lantaran platform itu melanggar kewajiban sebagai PSE Privat atau Penyelenggara Sistem Elektronik yang diselenggarakan oleh pihak swasta atau badan usaha.
“Kami menilai TikTok telah melanggar kewajiban sebagai PSE Privat, dan kami mengambil langkah pembekuan sementara TDPSE (Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik) sebagai bentuk tindak lanjut pengawasan,” ujar Alexander Sabar, Jumat.
Alexander menjelaskan, pembekuan TDPSE ini dilakukan pemerintah terhadap TikTok karena TikTok dinilai tidak memenuhi kewajiban sesuai peraturan perundang-undangan.
“Langkah ini merupakan bentuk ketegasan Pemerintah setelah TikTok hanya memberikan data secara parsial atas aktivitas TikTok Live selama periode unjuk rasa 25–30 Agustus 2025,” kata Alexander.
Atas pembekuan TDPSE, Alexander memastikan bahwa pihaknya bersama TikTok sudah melakukan koordinasi dan mencari solusi terbaik.
“TikTok telah melakukan komunikasi dan koordinasi untuk memberikan solusi konstruktif atas pemenuhan kewajiban,” katanya.
Dia memastikan jika TikTok memenuhi kewajiban sesuai dengan aturan yang berlaku, maka Kemkomdigi akan segera memulihkan status pembekuan TDPSE.
“Jika kewajiban ini dipenuhi, status pembekuan dapat segera dipulihkan,” tegas Alexander.
Sementara itu, meski TDPSE TikTok dibekukan sementara, masyarakat tetap dapat mengakses aplikasi milik anak usaha Bytedance China yang bergerak di sektor media sosial itu.
“Pembekuan TDPSE merupakan langkah administratif dalam pengawasan, dan berbeda dengan pemutusan akses aplikasi,” kata Alexander kepada wartawan Sabtu (4/10/2025).
“Selama pembekuan, layanan TikTok masih dapat digunakan masyarakat, meski secara hukum statusnya non-aktif sebagai PSE terdaftar,” lanjutnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/10/04/68e10048327bc.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
TNI Bakal Bagi Sembako dan Makan Gratis saat Puncak HUT ke-80 di Monas Nasional 4 Oktober 2025
TNI Bakal Bagi Sembako dan Makan Gratis saat Puncak HUT ke-80 di Monas
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa akan ada pembagian sembako dan makan gratis saat perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI, di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (5/10/2025).
“Pada saat upacara juga ada makan gratis, kemudian pembagian sembako dan doorprize untuk yang nonton,” ujar Agus saat ditemui usai doa bersama di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (4/10/2025).
Agus menuturkan, doorprize yang disiapkan antara lain ada 200 motor, lemari es, dan televisi.
“Ada motor, 200 motor, kemudian ada lemari es, kemudian TV. Saya rasa bagus lah untuk masyarakat,” kata dia.
Panglima menyampaikan, acara puncak akan diawali dengan upacara yang akan dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada pukul 08.00 WIB.
“Untuk kegiatan besok kita akan melaksanakan upacara dimulai pukul 08.00 pagi,” tuturnya.
Ia menambahkan, acara puncak HUT ke-80 TNI terbuka untuk umum. Agus mempersilakan masyarakat datang untuk ikut rangkaian acara dan menonton gelaran parade yang dipersembahkan oleh para personel TNI.
“Masyarakat bebas nonton, ada gelaran alutsista, kemudian juga parade dan defile,” kata dia.
Sebagai informasi, TNI akan menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (5/10/2025).
Rangkaian perayaan HUT ke-80 TNI sudah bergulir sejak Agustus 2025 lalu dengan kegiatan perlombaan olahraga yang digelar serentak di seluruh Indonesia.
Kemudian, dilakukan pameran TNI pada tanggal 21 dan 22 September 2025.
Kegiatan lalu dilanjutkan dengan perkemahan Sabtu Minggu siswa di beberapa sekolah, sailing pass TNI AL, ziarah hingga akhirnya puncak acara di tanggal 5 Oktober 2025.
Pada puncak acara nanti, masyarakat bisa datang ke Monas untuk menonton pagelaran acara HUT TNI yang ditandai dengan upacara militer hingga atraksi simulasi kendaraan tempur darat, laut, dan udara.
Puncak acara diawali dengan upacara, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto juga akan hadir menjadi inspektur upacara.
Kepala Negara akan didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Panglima TNI, serta tiga Kepala Staf Angkatan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/10/04/68e111a8e0c02.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/08/15/689eeae3ee0d0.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)