Category: Gelora.co Nasional

  • Dokter Tifa Sebut Ada 6 Versi Ijazah Jokowi, Salah Satunya dari Polda Metro Jaya

    Dokter Tifa Sebut Ada 6 Versi Ijazah Jokowi, Salah Satunya dari Polda Metro Jaya

    GELORA.CO –  Polemik tudingan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi) masih berlangsung hingga saat ini.

    Keberadaan ijazah Jokowi saat ini diklaim berada di bawah penguasaan dari Polda Metro Jaya.

    Tudingan ijazah palsu Jokowi tersebut paling ramai terdengar datang Roy Suryo, Rismon Sianipar Hasiholan, dan Tifauzia Tyassuma atau yang kerap disapa dokter Tifa.

    Selama proses mengenai tudingan ijazah palsu Jokowi tersebut, dokter Tifa blak-blakan mengatakan bahwa pihaknya sudah melihat 6 versi ijazah.

    6 Spesimen Ijazah Jokowi Menurut Dokter Tifa

    Dalam siaran podcast yang diunggah di kanal YouTube Bambang Widjojanto pada Kamis, 8 Januari 2026, dokter Tifa menyebut ada 6 versi ijazah yang pernah ditunjukkan ke publik.

    “Dari sudut pandang saya adalah dari sejak 22 Mei 2025 sampai 15 Desember 2025, setidaknya ada 6 versi spesimen ijazah Joko Widodo,” ucap dokter Tifa.

    “Satu yang ditampilkan dalam bentuk slide oleh Bareskrim ya, yang kita semua rakyat Indonesia cuma bisa lihat dari layar TV, itu versi satu,” imbuhnya.

    Kemudian, versi dua adalah foto ijazah yang diunggah oleh politikus PSI, Dian Sandi Utama di akun media sosial X atau yang dulunya disebut Twitter.

    “Kemudian versi yang ke-3,4,5 adalah versi dari KPUD Surakarta yang dipakai untuk wali kota, versi keempat adalah versi KPUD Jakarta, versi yang kelima adalah versi KPU pusat dalam bentuk semua adalah fotokopi dan kami sudah mendapat salinannya,” paparnya.

    “Nah, versi yang keenam, yang terakhir adalah yang dari Polda Metro Jaya. Saya mesti katakan, secara scientific (ijazah) beda,” sambungnya.

    Muncul Emboss dan Watermark di Ijazah Jokowi Versi Polda Metro Jaya

    Dokter Tifa melanjutkan bahwa ada perbedaan yang cukup terlihat pada ijazah yang ditunjukkan oleh Polda Metro Jaya.

    “Pada versi keenam, muncul emboss dan watermark yang jelas. Pada waktu press release, mas Roy sampaikan bahwa ijazah asli itu ada emboss dan watermark, tiba-tiba ijazah versi Polda, muncul emboss dan watermark itu,” terangnya.

    Menurut dokter Tifa, keberadaan emboss pada ijazah versi satu hingga lima harus diinvestigasi lebih lanjut.

    “Mengapa kita nggak boleh meraba? Sebab kalau kita meraba kan ketahuan itu emboss atau emboss-embossan dan emboss fungsinya untuk mengunci tanda tangan,” lanjutnya.

    “Kan jadi ada beda, kalau emboss-embossan, dia dibikin dulu emboss kemudian ada tanda tanga di atasnya. Nah, itu berarti palsu si dokumen itu karena emboss itu gunanya untuk mengunci tanda tangan,” tegasnya.

    Sementara itu, dalam kasus tudingan ijazah Jokowi, Polda Metro Jaya telah menetapkan 8 tersangka yang dibagi menjadi dua klaster dengan jeratan pasal yang berbeda pada 7 November 2025 lalu.

    Tersangka untuk klaster pertama dengan inisial ES, KTR, MRF, RE, dan DHL dikenakan Pasal 310, Pasal 311, Pasal 160 KUHP, Pasal 27a Juncto Pasal 45 Ayat 4, Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45a Ayat 2 Undang-Undang ITE.

    Kemudian untuk klaster kedua ada 3 orang, yakni RS, RHS, dan TT dengan dikenakan Pasal 310, Pasal 311 KUHP, Pasal 32 Ayat 1 Juncto Pasal 48 Ayat 1, Pasal 35 Juncto Pasal 51 Ayat 1, Pasal 27a Junto Pasal 45 Ayat 4, Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45a Ayat 2 Undang-Undang ITE.***

  • AS Tarik Diri dari 66 Organisasi Internasional, Indonesia Khawatir

    AS Tarik Diri dari 66 Organisasi Internasional, Indonesia Khawatir

    GELORA.CO – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI akhirnya buka suara menanggapi manuver ekstrem Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Keputusan Washington menarik diri secara massal dari 66 organisasi internasional memicu kekhawatiran mendalam akan runtuhnya tatanan kerja sama global.

    Jakarta menilai, langkah ‘cuci tangan’ AS ini bukan sekadar kebijakan domestik biasa, melainkan ancaman serius yang dapat melumpuhkan sistem multilateralisme yang selama ini menjadi fondasi perdamaian dan stabilitas dunia.

    Ancaman Bagi Kerja Sama Internasional

    Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa Indonesia sangat prihatin melihat prospek kerja sama internasional yang kian tertekan. Menurutnya, tantangan dunia saat ini justru membutuhkan kolaborasi, bukan isolasi.

    “Kita khawatir dengan prospek makin tertekannya multilateralisme dan tantangan dunia yang berdasarkan kerja sama internasional ini,” ujar Yvonne dengan nada serius usai taklimat media di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

    Indonesia, lanjut Yvonne, tetap pada posisi tegak: mendorong seluruh negara untuk menghormati prinsip kesetaraan dan inklusivitas. Jakarta meyakini tantangan global hanya bisa dijawab jika negara-negara tetap duduk bersama di meja perundingan.

    Alasan Trump: ‘Agenda Globalis’ Bebani Pembayar Pajak

    Langkah radikal ini diambil setelah Trump menandatangani ‘Memorandum Kepresidenan’ pada Rabu (7/1/2026). Gedung Putih secara terang-terangan menuding 66 organisasi tersebut —yang terdiri dari 31 entitas PBB dan 35 organisasi non-PBB—telah mengkhianati kepentingan nasional Amerika.

    Gedung Putih berdalih bahwa selama ini uang pembayar pajak Amerika hanya dihabiskan untuk memajukan agenda kelompok ‘globalis’ yang sering kali justru berseberangan dengan nilai-nilai nasional AS. Organisasi-organisasi ini juga dituding hanya menghamburkan dana publik tanpa memberikan dampak nyata bagi keamanan dan ekonomi Paman Sam.

    Eksodus Massal: Dari Iklim hingga Kesehatan

    Daftar organisasi yang ditinggalkan Washington pun tidak main-main. Di sektor lingkungan, AS keluar dari UNFCCC, yang merupakan motor penggerak Perjanjian Paris. Di sektor kesehatan dan sosial, dukungan terhadap WHO dan UNFPA resmi dicabut.

    Bahkan, badan-badan prestisius seperti UNESCO, Dewan HAM PBB, hingga UNRWA tidak luput dari pembersihan gaya Trump. Di luar PBB, AS juga menarik diri dari berbagai aliansi keamanan, perdagangan, hingga kelompok riset ilmiah dan budaya seperti Organisasi Kayu Tropis Internasional.

    Eksodus besar-besaran ini diprediksi akan menciptakan lubang pendanaan yang sangat besar, mengingat AS selama ini merupakan donor utama di hampir seluruh lembaga tersebut. Dunia kini menanti, apakah multilateralisme mampu bertahan tanpa sokongan dari sang adidaya.

  • Dua Tersangka Tuduhan Ijazah Palsu Temui Jokowi di Solo, Roy Suryo: Indikasi Ada yang ‘Cair’

    Dua Tersangka Tuduhan Ijazah Palsu Temui Jokowi di Solo, Roy Suryo: Indikasi Ada yang ‘Cair’

    GELORA.CO –   Dua tersangka kasus pencemaran nama baik terkait dugaan ijazah palsu mantan presiden Joko Widodo (Jokowi), Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, melakukan kunjungan mengejutkan ke kediaman Jokowi di Solo pada Kamis (8/1/2026) sore.

    Kedatangan keduanya didampingi oleh kuasa hukum Elida Netty, Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) HM Darmizal MS, serta Sekretaris Jenderal ReJO Rakhmad.

    Pertemuan berlangsung secara tertutup dan penuh misteri di kediaman presiden.

    Kawasan sekitar kediaman Jokowi disterilkan ketat dari masyarakat sejak pukul 15.30 WIB hingga 18.00 WIB, dengan awak media hanya diperbolehkan memantau dari akses masuk Jalan Kutai Utara.

    Peristiwa ini menimbulkan berbagai spekulasi dan menjadi sorotan publik, mengingat status tersangka kedua individu tersebut dalam kasus yang cukup sensitif ini.

    Ajudan Jokowi, Syarif Muhammad Fitriansyah, membenarkan kunjungan tersebut dan menyatakan bahwa Jokowi menerima kedatangan Eggi Sudjana serta Damai Hari Lubis dalam rangka silaturahmi. 

    “Iya benar, sore hari ini Bapak Joko Widodo telah menerima silaturahmi dari Saudara Eggi Sudjana dan Saudara Damai Hari Lubis,” kata Syarif saat dikonfirmasi usai pertemuan, dikutip dari Kompas.com. 

    Syarif juga mengonfirmasi bahwa kedua tersangka didampingi kuasa hukum dan perwakilan Relawan Jokowi (ReJO). 

    Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Jokowi.

    “Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan orang tersangka dalam perkara pencemaran nama baik, fitnah, ujaran kebencian, serta manipulasi data elektronik yang dilaporkan oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Arjen Asep Edi Suheri dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/11/2025).

    Para tersangka dijerat dengan Pasal 27A dan Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta Pasal 310 dan/atau Pasal 311 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun.

    Delapan tersangka dibagi dalam dua klaster. 

    Klaster pertama terdiri atas lima orang berinisial ES, KTR, MRF, RE, dan DHL, yang juga dijerat Pasal 160 KUHP terkait dugaan penghasutan untuk melakukan kekerasan terhadap penguasa umum.

    Mereka adalah Eggi Sudjana, Kurnia Tri Royani, Rizal Fadillah, Rustam Effendi, dan Damai Hari Lubis.

    Klaster kedua berisi RS, RHS, dan TT, yang dijerat Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 35 UU ITE terkait dugaan menghapus, menyembunyikan, serta memanipulasi dokumen elektronik.

    Tersangka di klaster kedua adalah Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma.

    Roy Suryo: Indikasi Ada yang ‘Cair’

    Diberitakan sebelumnya, Roy Suryo menanggapi pernyataan kuasa hukum Eggi Sudjana, Elida Netti, yang mengaku telah memegang ijazah Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat ditunjukkan Polda Metro Jaya dalam gelar perkara khusus, Senin (15/12/2025) lalu.

    Saat itu, Elida mengaku, menyentuh ijazah Jokowi dan mengklaim ada emboss dan watermark pada dokumen tersebut, sehingga menurutnya tidak diragukan lagi keasliannya. Pernyataan Elida, menurut Roy, terasa janggal. Sebab, dokumen ijazah Jokowi yang diperlihatkan penyidik dilapisi plastik, sehingga ketika tangan menyelip untuk menyentuh langsung, tidak akan bisa mencapai bagian emboss tersebut.

    Sebab, emboss terletak di bagian tengah ijazah, di samping kiri logo Universitas Gadjah Mada (UGM).  Hal ini disampaikan Roy saat berbincang di podcast/siniar Madilog yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu (7/1/2026).

    “Salah seorang pengacara, pengacaranya Bang Eggi, yang katanya dia bisa meraba emboss itu. Padahal, sudah saya ukur. Kalau ini ijazah asli, ukurannya cukup besar,” tutur Roy.

    “Kalau itu diplastik semua, tangannya tuh nggak nyampai. Kok bisa tangannya nyampai, harusnya tuh nggak bisa.”

    Selanjutnya, Roy ditanya oleh jurnalis senior Darmawan Sepriyossa selaku host dalam podcast tersebut; pernyataan Elida itu mengindikasikan apa.

    Roy pun menjawab, ada indikasi dana yang sudah cair dan mengalir, tetapi tidak menyebut apa dan dari siapa dana tersebut mencair. “Yaa… indikasi ada yang cair lah,” kata Roy sembari tertawa.

    Sebelumnya, kuasa hukum Roy Suryo, Abdul Gafur Sangadji, telah menyebut bahwa pernyataan Elida Netti yang mengaku telah memegang ijazah Jokowi itu menyesatkan publik. Menurut Gafur, Polda Metro Jaya sudah menginstruksikan para peserta gelar perkara khusus untuk tidak menyentuh ijazah Jokowi saat ditunjukkan.

    Oleh karena itu, Gafur memastikan, para peserta gelar perkara khusus hanya dapat melihat, tanpa menyentuh.

    “Ada pengacara dari pihak Pak Eggi Sudjana yang mengatakan bahwa beliau memegang ijazah, kemudian di situ merasakan ada emboss, ada watermark, saya pastikan bahwa apa yang disampaikan itu adalah keterangan yang menyesatkan publik,” kata Abdul Ghafur Sangadji, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Official iNews, Senin (22/12/2025).

    “Kenapa? Karena pada saat ijazah itu mau dibuka, saya bersama Ahmad Khozinudin adalah 2 lawyer yang berdebat sengit dengan pengacara Jokowi supaya ijazah itu bisa dibuka dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum dan kemudian didukung juga oleh ombudsman Republik Indonesia.”

    Gafur menjelaskan, saat gelar perkara khusus berlangsung dan ijazah Jokowi ditunjukkan, dirinya menjadi orang yang pertama melihat ijazah Jokowi ditunjukkan, mulai dari digunting segelnya hingga diperlihatkan kepada para peserta gelar perkara khusus.

    “Pada saat dilakukan gelar perkara khusus itu detik-detik di mana ijazah itu akan dibuka, saya termasuk orang yang pertama kali maju ke depan dan saya berdiri di antara penyidik dan Pak Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya,” ucapnya.

    “Saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri detik-detik ijazah tersebut digunting dari segel penyidik Polda Metro Jaya dan ijazah tersebut diperintahkan, diberikan arahan oleh Polda Metro Jaya ‘tidak boleh diraba, tidak boleh dipegang, tidak boleh disentuh’.”

    “Sehingga saya hanya melihat itu dari jarak yang sangat dekat, tetapi karena ada arahan dari penyidik Polda Metro Jaya supaya ijazah tersebut tidak dipegang, maka saya tidak memegang ijazah tersebut.”

    Gafur menegaskan, ijazah Jokowi diletakkan di sebuah map hardcase berlogo UGM. Selain itu, ijazah Jokowi juga dilapisi dengan plastik yang keras. Ijazah tersebut, ditaruh di satu map yang hardcase ada logo UGM dan dilapisi oleh plastik yang keras. “Jadi kalau ada pernyataan dari pengacara Pak Eggi Sudjana mengatakan bahwa beliau menyelonong jarinya masuk, saya pastikan itu keterangan yang menyesatkan publik,” ujarnya.

    “Keterangan tersebut tidak benar, karena keterangan itu yang memberikan kebingungan terhadap rakyat hari ini,” imbuhnya.

    Pernyataan Elida Netti yang mengatakan pada ijazah Jokowi terdapat emboss atau huruf timbul dan watermark, menurut Gafur merupakan pernyataan yang tidak sesuai fakta.

    “Bunda Eli (mengatakan) ijazah tersebut, ada emboss-nya, ada watermark-nya, saya pastikan keterangan tersebut keterangan yang tidak sesuai fakta di dalam gelar perkara khusus,” pungkasnya.

    Elida Netti, kuasa hukum Eggi Sudjana, mengungkapkan momen emosional saat menghadiri gelar perkara khusus terkait kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/12/2025).

    Eggi Sudjana merupakan klaster pertama tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Sementara itu, Roy Suryo merupakan tersangka klaster kedua. Dalam kesempatan gelar perkara kasus, penyidik akhirnya membuka segel barang bukti dan memperlihatkan fisik ijazah asli milik Jokowi kepada para pihak yang hadir.

    Elida mengaku, merinding dan terharu ketika melihat langsung dokumen yang selama ini menjadi sumber polemik berkepanjangan tersebut. Menurut kesaksiannya, fisik ijazah yang diperlihatkan memiliki fitur keamanan otentik yang membantah tudingan pemalsuan.

    “Waktu map digunting, saya deg-degan. Ya Allah, akhirnya yang kita perdebatkan sekian tahun, sekarang ada sosoknya di depan mata. Saya melihat, saya merinding dan terharu,” ujar Elida saat berbincang di tayangan Channel YouTube Cumicumi, Jumat (19/12/2025).

    Elida menceritakan, detik-detik saat penyidik membuka map penyitaan barang bukti tertanggal 23 Juni yang di dalamnya terdapat ijazah SMA dan S1 milik Jokowi. Meski peserta dilarang menyentuh, Elida dan beberapa rekan pengacara dari klaster satu berusaha mendekat untuk memastikan keasliannya.

    “Saya tusuk (tahan) dengan ujung jari saya. Saya pegang, ada emboss (huruf timbul), ada watermark, dan ada lintasan stempel,” ungkap Elida secara rinci.

    Ia juga menambahkan detail kondisi fisik kertas yang menunjukkan usia dokumen tersebut. “Di bagian bawahnya itu sudah robek-robek, mungkin karena sudah lama sekali. Kertas tua. Jadi bagi saya, itu adalah aslinya, bukan sekadar fotokopi,” tegasnya.

  • Link Parera Durasi 11 Menit Viral, Video Call Dewasa Direkam Diam-Diam

    Link Parera Durasi 11 Menit Viral, Video Call Dewasa Direkam Diam-Diam

    GELORA.CO – Dunia TikTok kembali diguncang skandal yang melibatkan konten dewasa yang direkam dan disebarkan secara tidak sah.

    Kali ini, seorang TikToker perempuan bernama Parera menjadi sorotan setelah video call dewasa berdurasi 11 menit yang melibatkannya dan seorang pria yang diklaim sebagai “Sultan Malaysia” beredar luas di berbagai platform.

    Video yang kini viral tersebut menunjukkan Parera sedang melakukan aksi dewasa melalui panggilan video. Klaim yang menyertai penyebaran video menyebut pria di seberang layar adalah seorang “Sultan Malaysia”.

    Namun, klaim ini belum dapat diverifikasi kebenarannya dan diragukan oleh banyak netizen. Ada spekulasi lain yang berkembang, bahwa pria tersebut sebenarnya adalah pacar Parera sendiri yang dengan sengaja merekam sesi tersebut.

    Terlepas dari identitas orang yang merekam video dan menyebarkannya ini, pola kejadian ini mengikuti tren mirip yang beberapa kali terjadi sebelumnya.

    Modusnya biasanya melibatkan pelaku yang memanfaatkan jasa video call dewasa dari sejumlah TikToker, yang diketahui memang menawarkan konten eksklusif berbayar.

    Bedanya, pelaku kemudian merekam sesi tersebut secara diam-diam, tanpa sepengetahuan atau izin sang TikToker.

    Rekaman itu lalu diedarkan untuk keuntungan finansial pribadi si pelaku. Konten-konten tersebut disebar melalui aplikasi pesan seperti Telegram, platform media sosial X, atau layanan penyimpanan cloud seperti Terabox.

    Pelaku tidak sekadar menyebar. Mereka mengemasnya dalam skema bisnis eksploitatif. Calon penonton diharuskan membayar sejumlah uang untuk mendapatkan akses, baik dengan sistem “langganan” bulanan maupun pembayaran satu kali untuk masuk ke grup “VIP” yang berisi kumpulan video sejenis.

    Dengan demikian, para TikToker yang menjadi korban tidak hanya dirugikan secara moral dan privasi, tetapi juga secara finansial karena hasil dari rekaman ilegal tersebut mengalir ke pelaku penyebar.

    Kasus Parera ini kembali menyoroti kerentanan creator, terutama perempuan, dalam industri konten daring. Di satu sisi, ada narasi yang menyebutkan bahwa jasa video call dewasa adalah bagian dari transaksi yang disadari.

    Namun, di sisi lain, perekaman dan penyebaran tanpa izin merupakan pelanggaran privasi berat dan bentuk eksploitasi digital. 

  • Important papers, customs, and rules for shipping goods from China to the UAE

    Important papers, customs, and rules for shipping goods from China to the UAE

    Beginning
    To make sure that items shipped from China to the UAE arrive on time and without any problems, it is important to know the necessary documentation, customs procedures, and rules. Ocean freight is a common way to move big amounts of products, and every step of the shipping process needs to be well planned. Proper paperwork and following local customs rules are very important for avoiding delays, extra costs, and logistical problems from the time your products leave the warehouse until they arrive at a UAE port. This post will cover the most important parts of shipping goods by sea from China to the UAE, such as the necessary paperwork and customs rules you need to know to have a smooth shipping experience.Important Shipping Papers for Ocean Freight from China to the UAE
    The first step in preparing for ocean freight shipments is ensuring that all the essential documentation are in place. These papers set the rules for your shipment, make it easier for customs to clear it, and assist you deal with any logistical problems that may come up along the way.

    The commercial invoice, packing list, bill of lading, certificate of origin, and import/export licenses are the most typical papers needed for ocean freight shipments. The commercial invoice tells you how much the goods are worth, and the packing list tells you how they are packed and how big they are. The bill of lading is a receipt for the goods and a contract between the shipper and the carrier. The certificate of origin shows where the items were made, which is important for figuring out how much you have to pay in import fees and taxes.

    You can also need special certificates for some kinds of items. For example, you might need a phytosanitary certificate for agricultural products or a certificate of conformity for electrical products. Working closely with your freight forwarder is important to make sure you have all the paperwork you need for your cargo.

    How to Understand UAE Customs Rules
    The UAE has tight customs standards, so it’s important to know what they are so you don’t get fines or delays. The UAE customs officials said that all items that come into the nation must be disclosed, with full information about what they are, how much they are worth, and where they came from. Most goods have to pay import tariffs, but the prices can change based on the type of good.

    The UAE also has laws about what objects are allowed and what items are not allowed. These rules cover things like national security, cultural preservation, and health and safety. Before shipping, it’s vital to check the rules for your goods. If you don’t follow the UAE’s import rules, your items could be delayed, fined, or even taken away.

    The UAE has joined the GCC Customs Union, which makes customs processes the same in all six member countries. This means that the UAE’s customs rules are the same as those of other Gulf Cooperation Council (GCC) countries. Importers need to be aware of some special differences in the UAE, even with this integration. It is very important to talk to a local customs broker or freight forwarder who can help you with the procedure and make sure all the paperwork is in place.

    How a freight forwarder helps with ocean freight
    It can be hard to move ocean freight from China to the UAE, especially when it comes to dealing with customs and other rules. A freight forwarder is a middleman between the shipper and the shipping business. They make sure that the products are moved quickly and in accordance with all applicable laws.

    Freight forwarders help with a lot of things, like scheduling space on ships for cargo, organizing the pickup and delivery of goods, and giving advise on the best shipping routes and possibilities. They are also in charge of making sure that all the necessary paperwork is ready and sent to customs officials. Shipping overseas can be hard, so it’s important to work with a reliable freight forwarder to make sure everything goes well.

    Customs clearance and duty payment for goods brought into the UAE
    Before the items can be shipped to their final destination, they must go through customs clearance when they arrive in the UAE. To get through customs, you need to give them the right papers, like the business invoice, packing list, and any certificates that are needed for certain products.

    The UAE Customs will check the items to see how much import charges and taxes they owe. These are usually based on the customs value of the products. The customs value is the total of the items’ cost, shipping costs, and insurance costs. The UAE charges value-added tax (VAT) on some commodities in addition to import tariffs. This tax must be paid before the goods can be released.

    To avoid surprise expenditures, it’s important to know exactly how much customs clearance will cost. If you hire a customs broker or cooperate with a freight forwarder who knows how to deal with UAE customs, you can be confident that everything will go well and that all costs will be paid on time.

    End
    When shipping goods from China to the UAE by ocean freight, you need to pay close attention to the details, especially when it comes to paperwork, customs rules, and taxes. Making sure that all the relevant paperwork is ready ahead of time and knowing what customs needs will help avoid delays and extra charges. To make sure your shipment goes through smoothly, it’s important to work with a trustworthy freight forwarder or customs broker. Topway Shipping is a good choice if you need a reliable logistics partner to take care of your ocean freight needs. Topway Shipping has been providing professional cross-border e-commerce logistics services since 2010. They have more than 15 years of experience in international logistics and customs clearing. Topway Shipping has versatile services for smooth and quick delivery from China to key ports across the world, including the UAE. They can handle both full-container-load (FCL) and less-than-container-load (LCL) shipments.

  • Buntut Bahas Tambang, Komika Pandji Dipolisikan Organisasi Kepemudaan NU dan Muhammadiyah

    Buntut Bahas Tambang, Komika Pandji Dipolisikan Organisasi Kepemudaan NU dan Muhammadiyah

    GELORA.CO –  Pelawak tunggal atau Komika Indonesia Pandji Pragiwaksono dilaporkan oleh pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik organisasi Islam. Pelaporan terkait materi stand-up Pandji.

    “Kami menganggap bahwa yang saya laporkan ini oknum terlapor berinisial P ini dianggap menebarkan isu-isu yang kurang positif gitu, telah merendahkan, memfitnah khususnya organisasi keislaman yang terbesar di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah,” kata pelapor Rizki Abdul Rahman Wahid yang mewakili Angkatan Muda Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

    Rizki juga menjelaskan dalam narasinya terlapor menganggap bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis.

    “Yang terus kemudian ini disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang begitu karena imbalan karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin,” katanya. 

    Ia menilai ucapan terlapor dalam konten di salah satu aplikasi streaming sangat mencederai untuk dirinya dan khususnya teman-teman dan juga anak-anak muda NU dan Muhammadiyah. Rizki juga berharap laporannya dan temuannya segera mungkin untuk ditindaklanjuti oleh Polda Metro Jaya.

    “Kalau bisa secepatnya untuk dipanggil untuk diklasifikasi dan kalau ada memang berikut bukti-bukti yang kita lampirkan bisa ditindaklanjuti secepatnya bisa diproses,” katanya.

    Laporan tersebut telah diterima oleh SPKT Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1) dengan nomor STTLP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Dalam laporannya tertulis pelapor mempersangkakan pelapor dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Pasal 300 dan Pasal 301 mengatur tentang Tindak Pidana terhadap Agama dan Kepercayaan.

  • Tersangka Kasus Ijazah, Eggy Sudjana Temui Jokowi di Solo

    Tersangka Kasus Ijazah, Eggy Sudjana Temui Jokowi di Solo

    GELORA.CO – Dua tersangka kasus pencemaran nama baik, yakni Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis, menemui Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Mereka menemui Jokowi di kediamannya, Sumber, Banjarsari, Solo Kamis (8/1/2026) sore. Ajudan Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah, membenarkan hal tersebut.

    ​”Iya betul. Sore hari ini, Bapak Joko Widodo telah menerima silaturahmi dari Saudara Eggy Sudjana dan Saudara Damai Hari Lubis,” katanya saat dihubungi awak media, Kamis (8/1/2026).

    ​Syarif mengatakan keduanya didampingi oleh kuasa hukumnya masing-masing. ​”Mereka didampingi Saudari Elida Netty selaku kuasa hukum Saudara Eggy Sudjana. Pertemuan tersebut turut didampingi oleh Bapak Darmizal selaku Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) dan Bapak Rakhmad selaku Sekretaris Jenderal ReJO,” katanya mengakhiri. 

    Sebelumnya, Penyidik Polda Metro Jaya menuntaskan gelar perkara mengenai laporan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) soal tudingan ijazah palsu. Lewat gelar perkara itu, penyidik memutuskan delapan orang sebagai tersangka di kasus itu.

    “Berdasarkan hasil penyidikan, kami menetapkan delapan orang sebagai tersangka yang kami bagi dalam dua klaster,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan pada Jumat (7/11/2025).

    Asep menyebut, terdapat lima tersangka dalam klaster pertama berinisial ES KTR, MRF, RE, dan DHL. Sedangkan tiga tersangka dalam klaster kedua ialah pakar IT Roy Suryo (RS), RHS, dan TT.

    “Untuk klaster kedua, ada tiga orang yang kami tetapkan sebagai tersangka antara lain atas nama RS, RHS, dan TT,” ujar mantan wakil kepala Bareskrim Polri itu.

    Walau demikian, Asep belum memberi isyarat pasti perihal penahanan terhadap para tersangka. Dia meyakini, hal itu merupakan ranah penyidik dengan didasarkan berbagai pertimbangan.

    “Terkait dengan kewenangan yang diberikan oleh UU terhadap penyidik yang berhubungan dengan penahanan, tentunya ada beberapa pertimbangan yang akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh penyidik nanti pada saat pelaksanaan pemeriksaan kepada tersangka,” ujar Asep.

  • Resmi! Indonesia Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026

    Resmi! Indonesia Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026

    GELORA.CO –  Indonesia resmi terpilih sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Human Rights Council/HRC) untuk periode 2026. Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Sidharto Reza Suryodipuro ditunjuk sebagai Presiden ke-20 lembaga tersebut.

    Dalam pernyataannya pada Organizational Meeting of the Human Rights Council yang disiarkan melalui UN Web TV, Kamis, 8 Januari 2026, Sidharto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia, seraya menegaskan komitmen Jakarta terhadap multilateralisme dan perlindungan HAM universal.

    “Indonesia telah menjadi pendukung kuat Dewan HAM sejak awal pembentukannya. Kami telah beberapa kali menjadi anggota dan secara konsisten berupaya bertindak secara konstruktif serta menjadi jembatan di tengah perbedaan pandangan,” ujar Sidharto.

    Ia menjelaskan bahwa keputusan Indonesia untuk maju sebagai Presiden Dewan HAM berakar pada mandat konstitusional UUD 1945 yang sejalan dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB, khususnya kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan sosial.

    Mandat tersebut, menurut Sidharto, kembali ditegaskan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Sidang Umum PBB ke-80, yang menyerukan tatanan multilateral di mana “perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bukan hak segelintir pihak, melainkan hak semua”.

    “Kita harus berdiri untuk tatanan multilateral di mana perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bukan hak segelintir pihak, melainkan hak semua,” jelas Sidharto mengutip pernyataan Presiden Prabowo.

    Menandai peringatan 20 tahun Dewan HAM PBB, Sidharto menilai sejarah lembaga tersebut sebagai panduan penting untuk menghadapi tantangan ke depan, terutama di tengah meningkatnya polarisasi global terkait isu hak asasi manusia.

    Ia menekankan komitmen Indonesia terhadap prinsip inti Dewan HAM, termasuk universality, objectivity, dan non-selectivity dalam menangani isu HAM, serta perlakuan yang adil dan setara terhadap seluruh hak asasi, termasuk hak atas pembangunan.

    “Kami percaya pada kemampuan Dewan HAM untuk berdialog, menjembatani perbedaan, dan tetap bersatu demi perlindungan hak asasi manusia,” kata Sidharto.

    Dalam masa kepemimpinannya, Indonesia mengusung tema “Presidency for All”, dengan fokus pada pendekatan inklusif dan partisipatif. Sidharto menegaskan akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk negara anggota dan non-anggota, lembaga khusus PBB, institusi HAM nasional, organisasi masyarakat sipil, serta organisasi regional.

    “Saya berkomitmen membangun kerja Dewan HAM yang lebih efektif, inklusif, dan dapat diakses oleh semua pihak,” tuturnya.

    Ia juga menyampaikan komitmen untuk menciptakan ruang yang inklusif dan saling menghormati, dengan penekanan pada pencegahan diskriminasi, promosi kesetaraan gender, serta peningkatan partisipasi negara kurang berkembang (LDCs) dan negara kepulauan kecil (SIDS).

    Indonesia akan melanjutkan agenda efisiensi dan rasionalisasi kerja Dewan HAM yang telah dirintis oleh Presiden sebelumnya, Duta Besar Jurg Lauber.

    Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026 dinilai memperkuat posisi Jakarta sebagai aktor kunci dalam diplomasi multilateral, sekaligus mencerminkan kepercayaan komunitas internasional terhadap peran Indonesia sebagai penyeimbang dan bridge builder dalam isu-isu HAM global.

  • KPK Tidak Ragu Tetapkan Gus Yaqut Tersangka

    KPK Tidak Ragu Tetapkan Gus Yaqut Tersangka

    GELORA.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tidak ragu menetapkan mantan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah Haji di Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2023-2024.

    “Tidak ada keraguan soal itu (menetapkan Yaqut sebagai tersangka),” kata Jurubicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis malam, 8 Januari 2026.

    Budi pun turut merespons soal ada perbedaan pernyataan yang disampaikan antara Ketua KPK, Setyo Budiyanto dengan Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. 

    Setyo menyatakan bahwa pimpinan KPK tidak terbelah dalam hal penetapan tersangka. Sedangkan Fitroh menyatakan perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar.

    “Dalam proses penanganan perkara haji ini kami semua sudah mufakat satu suara dan sudah firm. Kita tinggal tunggu saja waktunya. Kami akan segera sampaikan update dari perkembangan perkara haji ini,” pungkas Budi.

    Dalam perkara ini, KPK sudah melakukan larangan bepergian ke luar negeri terhadap tiga orang hingga Februari 2026 nanti. 

    Ketiga orang dimaksud, yakni mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas; pemilik Maktour Travel yang juga mertua mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Menpora Dito Ariotedjo, Fuad Hasan Masyhur; dan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex selaku mantan staf khusus Yaqut yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

  • Kepergok Naksir Sejak Lama, Isu Jule Dekat dengan Jefri Nichol Dibongkar Fans

    Kepergok Naksir Sejak Lama, Isu Jule Dekat dengan Jefri Nichol Dibongkar Fans

    GELORA.CO – Selebgram Julia Prastini alias Jule tengah jadi trending topik di media sosial karena isu kedekatannya dengan aktor Jefri Nichol.

    Resmi cerai dari Na Daehoon, Jule memang santer dikabarkan selingkuh hingga dekat dengan lebih dari satu pria.

    Sebelumnya, Jule ramai diisukan selingkuh dengan mahasiswa asal Yogyakarta bernama Safrie Ramadan.

    Lalu Jule juga sempat dituding main serong dengan selebgram Yusman Kusuma alias Yuka.

    Ogah bersuara soal isu tersebut, Jule kini ramai dikabarkan dekat dengan Jefri Nichol.

    Bahkan isu yang berkembang, Jule liburan bareng Jefri di Bali.

    Isu tersebut beredar setelah muncul foto diduga Jefri sedang bersama Jule di depan restoran.

    Di foto yang viral tersebut terlihat seorang pria berpotongan rambut bob dan mengenakan kacamata sedang bersama dengan perempuan berambut pirang dan mengenakan baju hitam.

    Pria berambut bob tersebut disebut-sebut sebagai Jefri Nichol.

    Sementara wanita berambut pirang itu ramai diduga adalah Jule.

    Gara-gara foto tersebut viral, sosok Jule pun ramai diperbincangkan.

    Pun dengan jejak digital Jule di media sosial yang kepergok pernah mengomentari konten Jefri Nichol.

    Sebelum menikah dengan Daehoon pada Juli 2021, Jule pernah melayangkan komentar di postingan Jefri di bulan Maret 2021.

    Di komentar tersebut, Jule mengurai harapannya agar Jefri mau dengannya alias dekat dengannya.

    Komentar tersebut seolah mengisyaratkan bahwa Jule naksir dengan Jefri.

    “Dia mau ga sih sama gue,” tulis Jule dalam komentar di konten Jefri tahun 2021.

    Sementara itu hingga artikel ini ditayangkan, baik Jefri maupun Jule belum buka suara terkait isu kedekatan keduanya.

    Alih-alih klarifikasi, Jefri memilih untuk membagikan momen liburannya di Bali bersama teman-temannya.

    Tak ada Jule, Jefri terlihat menghabiskan waktu bersama penyanyi Gangga Kusuma, selebgram Fuji dan Erika Karlina serta sahabatnya yang lain.

    Fans Jefri Nichol bongkar fakta

    Gusar dengan isu kedekatan idolanya dengan Jule, akun fans Jefri Nichol membongkar fakta sebenarnya.

    Akun Instagram iam.jefrinicholfans membagikan tangkapan layar percakapannya dengan warga yang bertemu langsung Jefri di Bali.

    Dalam chat tersebut, warga tersebut menceritakan momen Jefri bertemu Jule.

    Katanya Jefri dan Jule bertemu tak sengaja di sebuah restoran.

    Adapun foto viral yang beredar yakni diduga Jefri bersama Jule di depan restoran itu kata warga adalah benar adanya.

    Namun Jefri dan Jule kabarnya cuma bertemu sebentar lalu berpisah lagi.

    “Nikol emang ketemu (sama Jule) tp cuma ga sengaja ketemu di resto dan itu posisi nikol lagi nunggu mobil dan mereka misah di situ trus ada yg foto,” kata seorang anonim di akun fans Jefri Nichol.

    Lagipula kata warga tersebut, Jefri memang dikenal ramah kepada semua orang.

    Lantaran hal tersebut, pertemuan Jefri dengan Jule bukan hal istimewa.

    “Makanya aku bilang hoax krn mereka ga sengaja ketemu di resto trus ngobrol aja krn emang nikol ramah ke semua orang,” pungkas anonim tersebut.

    Atas isu kedekatan idolanya dengan Jule yang berkembang, fans Jefri Nichol tak terima.

    Ditegaskan oleh fansnya itu, Jefri tidak benar-benar dekat dengan Jule seperti isu yang beredar.

    “Kl JNF pasti ngerti gimana ramahnya abang ke semua oranggg jadi yeahhh no worries yaa, all good guys,” kata akun fans Jefri Nichol.