Category: Gelora.co Nasional

  • Cerita Sertu Giman, TNI yang Sendirian Berenang Selamatkan 20 Warga Tamiang saat Banjir

    Cerita Sertu Giman, TNI yang Sendirian Berenang Selamatkan 20 Warga Tamiang saat Banjir

    GELORA.CO –  Di tengah banjir yang terus meninggi hingga lebih dari empat meter, Sertu Giman Saputra berulang kali berenang melawan arus deras untuk menyelamatkan warga yang terjebak di Kecamatan Karangbaru, Kabupaten Aceh Tamiang. Tanpa perahu dan peralatan evakuasi, Babinsa Koramil 02 Karangbaru, Kodim 0117 Aceh Tamiang itu mengevakuasi sedikitnya 20 warga, termasuk bayi dan balita.

    Peristiwa itu terjadi pada 26 November lalu. Saat banjir mulai menggenangi permukiman, Giman baru saja pulang dari desa setelah menghadiri undangan kepala desa. Air terus naik hingga malam hari, membuat ia tak sempat menyelamatkan barang-barang di rumahnya sendiri.

    “Paginya air makin naik. Saya naik ke atas dulu, selamatkan keluarga. Tapi ada tetangga menelepon minta tolong, katanya rumah-rumah di sekitar sudah banyak yang hanyut,” ujar Giman menceritakan kejadian tersebut saat ditemui di Aceh Tamiang, Jumat (19/12).

    Mendengar kabar itu, Giman langsung bergerak. Bersama istrinya, ia mendobrak dinding rumah warga yang terjebak menggunakan balok kayu agar bisa mengevakuasi penghuni di dalamnya. Di lokasi pertama, terdapat delapan orang, termasuk seorang bayi berusia dua bulan dan beberapa balita.

    Air terus meninggi hingga mencapai sekitar 4,5 meter dengan arus yang cukup kencang. Rumah-rumah di sekitar lokasi mulai hanyut satu per satu. Tanpa alat bantu evakuasi, Giman sempat kebingungan mencari cara untuk menolong warga lain yang masih terjebak.

    Hingga akhirnya, seorang warga datang membawa ban dan pelampung. Berbekal alat seadanya itu, Giman nekat terjun ke air. Ia berenang melewati tiang listrik serta kabel-kabel yang terendam, lalu bolak-balik mengevakuasi warga satu per satu.

    “Di satu titik ada enam orang terjebak di atas seng. Saya bolak-balik angkut mereka pakai ban. Setelah itu, ada delapan orang lagi di ujung sana, termasuk bayi umur satu bulan dan lansia,” katanya.

    Untuk mengevakuasi bayi, Giman meminta warga mencarikan ember atau baskom. Bayi itu kemudian diletakkan di dalam wadah agar lebih aman saat dibawa melintasi arus banjir. Saat itu, seng tempat warga berlindung sudah bergoyang dan hampir hanyut terbawa arus.

    Giman mengaku arus banjir sangat deras sehingga bahkan perahu evakuasi tidak bisa mendekat karena khawatir terkena seng dan puing-puing rumah. Meski kelelahan dan nyaris pingsan, ia tetap melanjutkan evakuasi.

    “Saya cuma minta pertolongan sama Allah, minta dikasih kekuatan. Habis itu saya bangkit lagi, naik lagi, bolak-balik sampai semua bisa diselamatkan,” ujarnya.

    Tak berhenti di situ, keesokan harinya Giman kembali melakukan penyelamatan terhadap empat warga lain yang tersangkut di pohon sawit akibat hanyut terbawa arus, termasuk seorang anggota TNI dan anaknya. Dengan menggunakan rakit ban sederhana, ia kembali mengevakuasi korban ke tempat aman.

    Ketika ditanya apa yang membuatnya tetap menolong warga lain, meski rumah dan keluarganya sendiri juga dalam kondisi terancam, Giman menjawab singkat.

    “Saya tidak tega. Saya sebagai manusia punya hati nurani. Keluarga saya sudah di tempat yang lebih tinggi. Jadi saya nekat menolong mereka,” katanya.

    Kini, meski rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir, Giman mengaku bersyukur karena warga yang ia tolong selamat.

    “Perasaan saya senang sekali melihat mereka selamat. Walaupun rumah rusak parah, ya sudah, namanya bencana. Yang penting orang-orang selamat,” ujarnya.

  • Gadis Belia di Indragiri Hulu Diperkosa 10 Remaja Bejat Berulang Kali

    Gadis Belia di Indragiri Hulu Diperkosa 10 Remaja Bejat Berulang Kali

    GELORA.CO –  Seorang gadis di bawah umur di Indragiri Hulu (Inhu) menjadi korban pelecehan seksual 10 remaja pria berulang kali. Peristiwa ini terungkap setelah orangtua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Indragiri Hulu pada Selasa (16/12/2025).

    Dari hasil penyelidikan dan pengembangan perkara, diketahui bahwa korban yang masih berusia belia diduga diperkosa berkali-kali dalam kurun waktu tertentu di beberapa lokasi berbeda di wilayah Rengat.

    “Begitu menerima laporan, penyidik langsung melakukan langkah-langkah penanganan, mulai dari pemeriksaan korban secara humanis, visum et repertum, pengumpulan barang bukti, hingga penelusuran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat,” jelas Kasi Humas Polres Inhu Aiptu Misran, Senin (22/12/2025).

    Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa tersebut diduga melibatkan sekitar 10 orang remaja. Hingga saat ini, lima tersangka telah diamankan oleh Polres Inhu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

    Seluruh terduga pelaku yang diamankan diketahui masih berusia anak dan remaja, sehingga penanganannya dilakukan sesuai dengan ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

    Misran menegaskan bahwa identitas korban maupun pelaku anak tidak akan dipublikasikan demi melindungi masa depan dan hak-hak anak, sebagaimana diatur dalam undang-undang.

    “Kasus ini kami tangani dengan sangat hati-hati. Perlindungan korban menjadi prioritas utama, termasuk pendampingan psikologis dan koordinasi dengan pihak terkait agar korban mendapatkan pemulihan yang layak,” ungkaonya.

    Para terduga pelaku disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman berat bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

    Sementara itu, Polres Inhu juga terus melakukan pengembangan guna menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya.

    Misran mengimbau kepada para orangtua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, membangun komunikasi yang terbuka, serta segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan indikasi kekerasan atau kejahatan terhadap anak.

    “Kejahatan terhadap anak adalah kejahatan luar biasa. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melindungi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” tegasnya.

  • Link Video Botol Golda 19 Detik Mendadak Ramai , Aksi Mahasiswi dan Sang Pacar Bikin Geleng Kepala

    Link Video Botol Golda 19 Detik Mendadak Ramai , Aksi Mahasiswi dan Sang Pacar Bikin Geleng Kepala

    GELORA.CO –  Pencarian viral link video botol Golda durasi 19 detik mendadak ramai linimasa media sosial dalam beberapa hari terakhir. Banyak warganet mengaku penasaran setelah kabar video tak senonoh ini beredar di sejumlah platform media sosial.

    Apalagi narasi mahasiswi sebagai pemerannya yang sengaja direkam sang pacar bikin video ini semakin diburu.

    Bahkan sejumlah akun menarasikan aksi tak senonoh menggunakan botol Golda yang membuat video ini semakin ramai.

    Isu ini menyebar cepat melalui unggahan singkat, komentar berantai, hingga tautan mencurigakan yang mengiming-imingi akses ke video “asli”.

    Alhasil, kata kunci terkait Golda dan durasi 19 detik langsung melonjak di mesin pencari, meski sumber informasinya simpang siur.

    Namun link video botol Golda 19 detik apakah benarr ada dan terverifikasi, atau sekadar narasi clickbait hingga kini belum ditemukan bukti valid.

    Narasi yang beredar menyebutkan adanya video berdurasi 19 detik yang menampilkan botol plastik minuman kopi Golda dengan cuplikan visual tertentu.

    Beberapa unggahan bahkan mengklaim video tersebut hanyalah potongan dari versi yang lebih panjang.

    Istilah seperti “season lanjutan” atau “versi lengkap” ikut dipopulerkan oleh akun-akun anonim.

    Pola ini lazim digunakan untuk menciptakan rasa penasaran dan mendorong warganet mengeklik tautan tertentu.

    Sebagian besar klaim berasal dari akun tidak terverifikasi di platform media sosial populer dan situs dengan reputasi rendah.

    Hingga kini, tidak ada media arus utama atau akun kredibel yang mempublikasikan cuplikan video atau detail teknis yang dapat diverifikasi.

    Penelusuran juga menunjukkan tidak ada satu pun bukti visual yang sahih terkait video yang dimaksud.

    Baik potongan video, tangkapan layar, maupun keterangan teknis tidak pernah ditampilkan oleh sumber terpercaya.

    Hingga artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari produsen minuman Golda, lembaga berwenang, atau platform media sosial yang mengonfirmasi keberadaan video tersebut. Tidak adanya klarifikasi resmi tersebut  menjadi indikator kuat bahwa klaim masih berada pada level rumor.

  • Walhi Ramal Papua Akan Seperti Sumatra Apabila Ditanam Sawit​

    Walhi Ramal Papua Akan Seperti Sumatra Apabila Ditanam Sawit​

    GELORA.CO – Wahana Lingkungan (Walhi) meramal masa depan Papua apabila pemerintah pusat tetap ngotot membuka lahan sawit di wilayah tersebut. 

    Walhi menilai, ke depannya, tidak menutup kemungkinan bencana banjir besar Sumatra akan terjadi di Papua apabila deforestasi dilakukan pemerintah di bumi cenderawasih tersebut. 

    Hal ini diungkapkan Kepala Divisi Kampanye Eksekutif Nasional WALHI Uli Arta Siagian usai mendengar wacana Presiden RI Prabowo Subianto yang mau memperluas perkebunan sawit Indonesia hingga Papua.

    Diketahui Presiden Prabowo Subianto ingin Papua ditanami sawit agar menghasilkan bahan bakar minyak (BBM).

    Hal itu dia sampaikan dalam rapat percepatan pembangunan Papua di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (16/12/2025).

    Selain itu, Prabowo ingin Papua juga ditanami tebu hingga singkong agar bisa memproduksi bioetanol.

    Dalam pernyataannya, Prabowo menargetkan semua daerah bisa swasembada pangan dan swasembada energi dalam lima tahun ke depan.

    Walhi menolak keras ide Prabowo tersebut lantaran bisa mengundang bencana ekologis di Papua. 

    Uli mengatakan keinginan untuk membuka sawit dan kebun tebu skala besar di Papua hanya akan memperparah krisis ekologis. 

    Terlebih selama ini rakyat Papua juga telah mengalami perampasan wilayah adat akibat izin-izin yang diterbitkan pengurus negara. 

    Bahkan, pembukaan lahan 2 juta hektar untuk pangan dan energi yang sekarang berjalan dampaknya telah dirasakan oleh rakyat di Merauke.

    Mereka merasakan perampasan wilayah adat, hilangnya sumber pangan lokal, banjir, kekerasan bahkan kriminalisasi. 

    Bahkan kini, setiap tahun banjir selalu terjadi di Merauke, Papua.

    Maka kata Uli, bisa bayangkan kedepan banjir ini akan semakin sering terjadi dan meluas. 

    Bahkan, Uli meramalkan, rakyat Papua bisa senasib dengan warga Sumatra yakni mengalami bencana banjir besar apabila hutan hujan diubah menjadi sawit.

    “Pembukaan hutan untuk sawit dalam skala besar di Sumatera diulang Kembali di Papua. Papua dimasa depan akan mengalami hal yang sama dengan yang dialami oleh rakyat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat saat ini,” jelasnya.

    WALHI Papua mencatat bahwa Papua telah kehilangan tutupan hutan primer ± 688 ribu hectare hingga saat ini. 

    Bahkan mengejutkannya lagi, deforestasi 2022-2023 seluas 552 ribu hektar hutan alam Papua terdeforestasi. 

    Tanpa membuka lahan sawit saja, saat ini Papua menyumbang 70 persen dari total deforestasi nasional. 

    “Jika rencana ekspansi sawit, tebu dan lainnya atas nama swasembada pangan dan energi tetap dijalankan, sama artinya pengurus negara akan mengulang bencana ekologis Sumatera di Papua,” terangnya.

    Bukan hanya bencana bagi Papua, deforestasi wilayah tersebut juga akan menjadi bencana untuk dunia.

    Di mana dunia akan mengalami krisis iklim seperti bencana-bencana badai yang mulai terjadi di wilayah khatulistiwa.

    Maka jangan heran, Indonesia ke depannya akan terus dibayang-bayangi bencana badai dan banjir apabila hutan di Papua ikut dirusak.

    “Lebih jauh lagi, emisi yang akan dilepaskan dari perubahan hutan menjadi konsesi sawit, tebu dan aktivitas ekstraktif lainnya akan semakin memperparah krisis iklim. Anomali iklim, cuaca ekstrem adalah bahaya yang akan dihadapi oleh jutaan rakyat Indonesia,” tambahnya.

    Menurut Uli, rencana membuka hutan untuk menanam tanaman yang menghasilkan bio energi bukanlah solusi baru, tetapi bagian dari pendekatan pembangunan berbasis ekspansi lahan yang telah dikritik selama ini. 

    Pembukaan hutan untuk sawit, tambang, dan proyek ekstraktif lainnya merupakan salah satu penyebab struktural terjadinya krisis lingkungan, termasuk mengurangi kemampuan lanskap untuk menyerap curah hujan ekstrim, memperparah banjir, dan merusak sumber penghidupan masyarakat adat serta masyarakat lokal.

    Oleh karena itu WALHI mengingatkan bahwa kedaulatan energetika harus menjadi prioritas negara, tidak cukup hanya swasembada pangan dan energi. 

    “Energetika harus diletakkan dalam kerangka hak, sebab akses terhadap energi yang mendasari keberlanjutan dan martabat hidup manusia,”

    “Energi memungkinkan produksi pangan, tempat tinggal layak di berbagai iklim, layanan esensisal seperti Kesehatan dan Pendidikan serta konektivitas. Sistem energi harus diletakkan pada pemenuhan kebutuhan hak dasar warga negara bukan pada akumulasi kapital,” tutup Uli.

    Uli menjelaskan, energi seringkali hanya dipandang sebagai upaya penyediaan daya dari pemanfaatan sumber-sumber fisik atau kimia (utamanya bahan bakar fosil) untuk menghasilkan listrik dan atau untuk menggerakkan mesin. 

    Pandangan ini menjauhkan keseluruhan urusan energetika bagi regenerasi sosial-ekologis, dan berakhir hanya pada urusan kecukupan sumber tenaga untuk kesinambungan industrialisasi.

  • Dewi Perssik Sebut Prabowo Pantas Jadi Presiden Seumur Hidup, Sorot Kunjungan ke Aceh Sampai 3 Kali

    Dewi Perssik Sebut Prabowo Pantas Jadi Presiden Seumur Hidup, Sorot Kunjungan ke Aceh Sampai 3 Kali

    GELORA.CO – Penyanyi dangdut Dewi Perssik menyebut Presiden RI Prabowo Subianto pantas menjadi presiden seumur hidup.

    Hal tersebut disampaikan Dewi Perssik saat siaran live di media sosialnya.

    Mulanya Dewi Perssik membandingkan bencana banjir di Aceh dan Sumatera.

    Ia menyebut masyarakat korban bencana di Aceh sudah didatangi tiga kali oleh Prabowo Subianto.

    Menurutnya hal tersebut berbeda jauh dengan korban bencana di Jember.

    “Masih mending kamu didatengin Aceh sama presiden tiga kali. Kita Lumajang, Jember belum didatengin masih. Tapi enggak berisik,” ucap Dewi Perssik dikutip TribunJakarta, pada Senin (22/12/2025).

    Dewi Perssik lalu mengingatkan masyarakat untuk tidak memberikan komentar buruk kepada Prabowo Subianto.

    Sekedar informasi, Prabowo Subianto dan jajarannya kini tengah ramai dikritik setelah dinilai lambat menangangi banjir di 3 provinsi di Sumatera, yakni, Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

    “Ya setidaknya, kalau misalkan gak ngasih bantuan secara energinya buat korban-korban bencana, ya setidaknya donasi lah,” ucap Dewi Perssik.

    “Kalau misalkan gak punya duit, jarinya dipakai yang baik-baik,”

    “Bukan malah memecah belah rakyat,”

    “Memfitnah presiden, kasihan,” imbuhnya.

    Menurut Dewi Perssik di tengah bencana yang datang bertubi-tubui ke berbagai daerah Indonesia, masyarakat seharusnya bisa saling bekerja sama, dan bukannya malah melemparkan komentar buruk ke pemerintahan Prabowo Subianto. 

    “Maksudnya aku cuma menengahi di sini tuh dalam arti bukan waktunya, sekarang itu siapa yang paling oke. Siapa yang paling pintar, siapa yang paling banyak bantuannya,” kata Dewi Perssik.

    “Tapi, bagaimana kita itu bersinergi, kita itu bermasyarakat, kita itu bersatu, bukan saling berantem-beranteman,” tambah Dewi Perssi.

    Dewi Perssik kemudian menyoroti aksi para anggota TNI yang turut membantu korban bencana.

    “Apalagi anak aku di TNI. Pagi, siang, malam melihat bapak-bapak TNI itu sampai jalan kaki, memberikan bantuan,”

    “Karena memang tempatnya, medannya kan untuk memberikan bantuan itu, kan juga kan kita ngeliat, gitu kan,” imbuhnya.

    Dewi Perssik lantas menduga orang-orang yang mengkritik kinerja pemerintah dalam mengatasi bencana memiliki kepentingan tersembunyi, yakni menduduki jabatan sebagai Presiden RI.

    Ia lalu menegaskan di matanya Prabowo Subianto pantas menjadi presiden seumur hidup.

    “Tapi, ya Allah, pada nol empati banget, ya ngata-ngatain, makanya ya mungkin ada kepentingan kali,” kata Dewi Perssi.

    “Ada orang yang kepingin jadi presiden kali, gitu loh,”

    “Tapi, kalau aku pribadi sih, kayaknya bapak Prabowo harus jadi presiden seumur hidup deh,” ucap Dewi Perssik.

    Diwartakan sebelumnya Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo Subianto sudah berkali-kali mengunjungi daerah terdampak banjir dan longsor di Sumatera. 

    Teddy menegaskan, Prabowo sudah tiga kali ke Aceh dan masing-masing dua kali ke Sumatera Utara. 

    “Di hari kelima Bapak Presiden ke sana, dan saat ini Bapak Presiden sudah ke Aceh tiga kali, ke enam kabupaten. Ke Sumatera Utara dua kali. Sumatera Barat dua kali. Masing-masing empat kabupaten,” ujar Teddy dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025).

  • Sangat Mungkin Awal 2026 Terjadi Crossfire antara Elit dan ‘Piring Kosong Emak-emak’

    Sangat Mungkin Awal 2026 Terjadi Crossfire antara Elit dan ‘Piring Kosong Emak-emak’

    GELORA.CO – Pengamat politik, Rocky Gerung menyampaikan prediksi berdasarkan riset Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) terkait situasi sosial-politik yang diperkirakan terjadi pada awal 2026.

    KAMI adalah gerakan moral masyarakat sipil yang dideklarasikan pada Agustus 2020, dipelopori tokoh-tokoh nasional seperti Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin, Rocky Gerung, dan Refly Harun.

    Adapun tujuan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia yakni mengawasi jalannya pemerintahan dan mengkritik kebijakan yang dianggap menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945.

    Kemudian, menyerukan perbaikan tata kelola negara, kesejahteraan rakyat, dan keadilan sosial.

    Hasil riset KAMI menunjukkan, Indonesia berpotensi terjadi situasi crossfire atau benturan silang antara kalangan elit dengan masyarakat akar rumput.

    “Saya mulai menghitung, KAMI barusan bikin riset bahwa sangat mungkin semester awal 2026 akan terjadi crossfire antara frustasi elit dan piring kosong emak-emak,” kata Rocky, dikutip Tribunnews dari YouTube Rocky Gerung Official, Senin (22/12/2025).

    Menurutnya, ketegangan ini muncul secara organik tanpa rekayasa.

    “Gejala itu hadir tanpa kita rancang,” sambungnya.

    Pria lulusan Universitas Indonesia (UI) itu menerangkan, Indonesia saat ini tengah berada dalam kondisi ketidakpastian.

    Dijelaskannya, hari ini, hampir tidak ada lagi warga, terutama anak muda yang memimpikan Indonesia akan terhibur dengan jargon bonus demografi hingga janji-janji Presiden Prabowo Subianto saat Pemilu.

    “Jadi kalau KAMI memberi sinyal kritik kepada Presiden Prabowo dasarnya adalah argumen akademis dan kecintaan kepada negeri,” tandasnya.

    Pria kelahiran 1959 itu menjelaskan, hari-hari ini, generasi muda merasa gelisah. 

    Satu di antara kegelisahan itu yakni anak muda tidak lagi melihat masa depan politik sebagai ruang kompetisi yang adil.

    Tahun 2029, dalam persepsi mereka menurut Rocky, seolah sudah ditentukan sejak awal, terutama karena kuatnya pengaruh kekuasaan politik dinasti Solo atau keluarga mantan Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi).

    “Kita mulai membaca kegelisahan anak muda, yang tidak melihat prospek untuk bersaing di 2029. Karena menganggap dari awal arah 2029 sudah ditentukan oleh dinasti Solo yang kemudian tidak mau dikoreksi oleh Presiden Prabowo,” ungkap dia.

    “Jadi kalau kritik dari KAMI diucapkan dengan cara seksama dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, dimaksudkan untuk memanggil kembali akal sehat dalam republik ini, hanya itu yang kita inginkan,” sambungnya.

    Atas alasan itu, sejumlah tokoh yang mempunyai gagasan serupa berkumpul di KAMI.

    Mereka menyampaikan kritik pada setiap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.

    “Teman-teman yang punya potensi untuk menghasilkan kembali pikiran berkumpul di KAMI, hanya demi mencegah jangan sampai penyelamatan KAMI selama lima tahun ini tidak berguna,” terang Rocky.

    Rocky lantas menyoroti sebuah paradoks serius terkait tingkat kepercayaan publik kepada Presiden Prabowo yang sangat tinggi.

    Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, 77,7 persen masyarakat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto selama setahun pemerintahan.

    Survei itu dilakukan pada 20-27 Oktober terhadap 1.220 responden. Margin of error 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

    “Yang saya baca, presiden Prabowo disukai, gembira orang terhadap presiden, sehingga dia dapat kepercayaan, tingkat kepercayaan mungkin 80 persen,” jelas Rocky.

    Namun, lanjut Rocky, hal itu berbanding terbalik dengan rendahnya kepercayaan terhadap demokrasi dan lembaga-lembaga publik.

    Menurutnya, ini merupakan situasi berbahaya. Demokrasi justru sehat ketika kepercayaan pada sistem lebih kuat daripada kultus terhadap individu.

    Jika seorang presiden dipercaya secara berlebihan, sementara institusi demokrasi dilemahkan, maka yang muncul adalah kultus individu.

    “Tapi kalau kita lihat kehidupan demokrasi justru buruk, bahaya betul kalau seorang pemimpin dieluh-eluhkan di dalam nilai kuantitatif yang sebegitu besar.”

    “Sementara demokrasi, lembaga-lembaga publik itu gak dipercaya, artinya ada kultus individu, itu intinya. Kalau orang percaya pada demokrasi, presiden dipercaya 20 persen pun aman, tapi ini terbalik,” jelas dia.

    Rocky menilai, kondisi ini sebagai bentuk kepura-puraan opini publik.

    Ia menegaskan, KAMI berkomitmen untuk hadir dan menyelamatkan Indonesia dalam situasi tersebut.

    “Jadi dalam refleksi ini, saya mewakili perjalanan panjang KAMI yang berupaya untuk menyelamatkan Indonesia dan masih di situ rencana kita,” bebernya.

    “Kita ingin mengambil konsekuensi untuk membawa negeri ini pada mimpi yang mulia, karena kita punya harapan-harapan yang memungkinkan kita mengatakan satu waktu bahwa Indonesia sudah ditemukan kembali,” sambungnya.

    Rocky menegaskan, pergerakan KAMI tidak menyimpan dendam terhadap individu tertentu, melainkan mengkritisi kebijakan publik yang dianggap tidak berpihak pada rakyat

    “KAMI berupaya menerangkan itu pada publik dan tidak ada dendam kami pada personal, kami dendam pada kebijakan yang dungu,” terangnya.

    Ia juga menyoroti perbedaan pandangan antara pesimisme dan optimisme di tengah masyarakat.

    Menurut dia, sikap pesimis yang ditunjukkan KAMI justru didasari pemikiran rasional, berbeda dengan optimisme sebagian pihak yang dinilainya tak berdasar. 

    “KAMI berupaya mengevaluasi setiap hari, tapi sekali lagi yang kita ucapkan ini adalah untuk menggembirakan publik, bahwa kendati ada pesimisme.”

    “Tapi kami pesimis karena kami rasional. begitu banyak orang yang optimis tapi optimisnya irasional.”

    “Kita ingin bangunkan lagi harapan dan memberi kepercayaan pada publik bahwa Indonesia bisa dihasilkan ulang dengan satu radical break,” ucap Rocky.

    Sebagai solusi atas potensi krisis itu, Rocky menaruh harapan pada Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil keputusan tegas.

    Ia pun mengingatkan, agar Presiden Prabowo tidak tersandera oleh transaksi politik saat Pemilu.

    “Presiden tidak boleh tersandera oleh hasil transaksi dia ketika pemilu, karena pemilu sudah selesai.”

    “Dia adalah Presiden yang harus bisa mengambil keputusan artinya keputusan dia harus otentik, bukan lagi hasil ‘dagang sapi’ dengan partai-partai sebelumnya,” beber dia.

    Rocky percaya jika Presiden Prabowo berani mengambil tindakan tegas dan meninggalkan pola-pola lama, Indonesia bisa menjadi lebih baik dari saat ini.

    “Dengan cara itu kita bisa ucapkan satu waktu pada generasi yang menunggu 2029 bahwa kita bergerak ke arah Indonesia yang masuk akal.”

    “Kita meninggalkan Indonesia yang dungu, dan demi kemasukakalan itu, kita minta Presiden Prabowo menjadi leader (pemimpin), bukan sekadar dealer (pedagang),” pungkasnya.

  • Tampang Bripka Agus Saat Digelandang di Polda Jatim, Bunuh Adik Ipar Demi Harta

    Tampang Bripka Agus Saat Digelandang di Polda Jatim, Bunuh Adik Ipar Demi Harta

    GELORA.CO – Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pembunuhan tragis seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Faradila Amalia Najwa (21) di Pasuruan. 

    Pelaku utama ternyata adalah seorang oknum anggota kepolisian, Bripka Agus, yang merupakan anggota Unit Intelkam Polsek Krucil, Polres Probolinggo.

    Bripka Agus bersama rekannya, Suyitno, digelandang ke Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Senin (22/12/2025) sekitar pukul 15.55 WIB. 

    Ia Mengenakan kaus tahanan oranye, Bripka Agus tampak tertunduk lesu dengan tangan terborgol saat menghindari sorotan kamera media.

    Baca juga: Bripka AS Ditangkap Polda Jatim Saat Tunggu Autopsi Mahasiswi UMM Faradila Amalia Najwa

    Penyidik Konfrontir Keterangan Pelaku yang Berbeda

    Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menyatakan bahwa kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif. 

    Hingga saat ini, polisi masih menemukan adanya ketidaksesuaian keterangan antara Bripka Agus dan Suyitno terkait detail eksekusi pembunuhan.

    “Jadi hari ini kita konfrontir lagi ya. Karena ada beberapa keterangan dari kedua tersangka yang berbeda,” ujar AKBP Arbaridi Jumhur di lobi Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim.

    Untuk memperjelas gambaran kejahatan tersebut, pihak kepolisian berencana menggelar pra-rekonstruksi pada Selasa (23/12/2025) besok. 

    “Kami akan cek lokasi eksekusi, bagaimana cara mereka melakukan, hingga ide siapa yang membuang jenazah ke sungai,” tambah Jumhur.

    Motif Ekonomi: Ingin Menguasai Harta Korban

    Berdasarkan penyelidikan sementara, motif di balik pembunuhan keji ini diduga kuat adalah keinginan pelaku untuk menguasai harta korban. 

    Korban dikenal sebagai sosok “bendahara” di lingkungan keluarganya.

    Hubungan antara Bripka Agus (kakak ipar korban) dengan keluarga besar korban, termasuk sang ayah, Ramlan (60), memang diketahui sudah lama tidak harmonis. 

    Ramlan menyebut, anak bungsunya tersebut terakhir kali berkomunikasi pada 14 Desember 2025, saat berada di Malang.

    “Kalau dugaan keluarga karena memang ingin menguasai harta, mengingat anak saya ini kayak bendahara keluarga,” ungkap Ramlan dengan nada pedih saat ditemui di rumah duka.

    Kronologi Penemuan Jenazah

    Sebelum ditemukan meninggal dunia di wilayah Pasuruan, Faradila Amalia Najwa terlihat melalui rekaman CCTV kosnya dijemput oleh pengemudi ojek online. 

    Pihak keluarga baru mengetahui kabar duka tersebut, setelah dihubungi oleh Polres Pasuruan melalui identifikasi sidik jari korban pada 17 Desember 2025.

    Motor dan helm milik korban sendiri ditemukan masih berada di lokasi kosnya, yang memperkuat dugaan bahwa korban dibawa pergi secara paksa atau terencana oleh pihak tertentu sebelum akhirnya dieksekusi oleh para pelaku.

    Kini, Bripka Agus dan rekannya terancam hukuman berat serta sanksi pemecatan secara tidak hormat (PTDH) dari institusi Polri, jika terbukti bersalah dalam pembunuhan berencana tersebut

  • Tampang Bripka Agus Saat Digelandang di Polda Jatim, Bunuh Adik Ipar Demi Harta

    Tampang Bripka Agus Saat Digelandang di Polda Jatim, Bunuh Adik Ipar Demi Harta

    GELORA.CO – Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pembunuhan tragis seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Faradila Amalia Najwa (21) di Pasuruan. 

    Pelaku utama ternyata adalah seorang oknum anggota kepolisian, Bripka Agus, yang merupakan anggota Unit Intelkam Polsek Krucil, Polres Probolinggo.

    Bripka Agus bersama rekannya, Suyitno, digelandang ke Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Senin (22/12/2025) sekitar pukul 15.55 WIB. 

    Ia Mengenakan kaus tahanan oranye, Bripka Agus tampak tertunduk lesu dengan tangan terborgol saat menghindari sorotan kamera media.

    Baca juga: Bripka AS Ditangkap Polda Jatim Saat Tunggu Autopsi Mahasiswi UMM Faradila Amalia Najwa

    Penyidik Konfrontir Keterangan Pelaku yang Berbeda

    Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menyatakan bahwa kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif. 

    Hingga saat ini, polisi masih menemukan adanya ketidaksesuaian keterangan antara Bripka Agus dan Suyitno terkait detail eksekusi pembunuhan.

    “Jadi hari ini kita konfrontir lagi ya. Karena ada beberapa keterangan dari kedua tersangka yang berbeda,” ujar AKBP Arbaridi Jumhur di lobi Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim.

    Untuk memperjelas gambaran kejahatan tersebut, pihak kepolisian berencana menggelar pra-rekonstruksi pada Selasa (23/12/2025) besok. 

    “Kami akan cek lokasi eksekusi, bagaimana cara mereka melakukan, hingga ide siapa yang membuang jenazah ke sungai,” tambah Jumhur.

    Motif Ekonomi: Ingin Menguasai Harta Korban

    Berdasarkan penyelidikan sementara, motif di balik pembunuhan keji ini diduga kuat adalah keinginan pelaku untuk menguasai harta korban. 

    Korban dikenal sebagai sosok “bendahara” di lingkungan keluarganya.

    Hubungan antara Bripka Agus (kakak ipar korban) dengan keluarga besar korban, termasuk sang ayah, Ramlan (60), memang diketahui sudah lama tidak harmonis. 

    Ramlan menyebut, anak bungsunya tersebut terakhir kali berkomunikasi pada 14 Desember 2025, saat berada di Malang.

    “Kalau dugaan keluarga karena memang ingin menguasai harta, mengingat anak saya ini kayak bendahara keluarga,” ungkap Ramlan dengan nada pedih saat ditemui di rumah duka.

    Kronologi Penemuan Jenazah

    Sebelum ditemukan meninggal dunia di wilayah Pasuruan, Faradila Amalia Najwa terlihat melalui rekaman CCTV kosnya dijemput oleh pengemudi ojek online. 

    Pihak keluarga baru mengetahui kabar duka tersebut, setelah dihubungi oleh Polres Pasuruan melalui identifikasi sidik jari korban pada 17 Desember 2025.

    Motor dan helm milik korban sendiri ditemukan masih berada di lokasi kosnya, yang memperkuat dugaan bahwa korban dibawa pergi secara paksa atau terencana oleh pihak tertentu sebelum akhirnya dieksekusi oleh para pelaku.

    Kini, Bripka Agus dan rekannya terancam hukuman berat serta sanksi pemecatan secara tidak hormat (PTDH) dari institusi Polri, jika terbukti bersalah dalam pembunuhan berencana tersebut

  • Kasus Pemerasan Gubernur Riau KPK Amankan Duit Rp400 Juta dari Rudin Bupati Indragiri Hulu

    Kasus Pemerasan Gubernur Riau KPK Amankan Duit Rp400 Juta dari Rudin Bupati Indragiri Hulu

    GELORA.CO -Uang Rp400 juta diamankan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menggeledah rumah dinas (Rudin) Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto dalam kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun 2025.

    Jurubicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, tim penyidik telah melakukan penggeledahan di rumah dinas Bupati Indragiri Hulu pada Kamis 18 Desember 2025.

    “Tim mengamankan dan menyita beberapa dokumen dan sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan dolar Singapura. Uang yang diamankan sekitar lebih dari Rp400 juta,” kata Budi kepada wartawan, Senin 22 Desember 2025.

    Uang dimaksud, kata Budi, terkait dengan pelaksanaan proyek-proyek di Riau.

    “Dugaan awal, terkait dengan proyek-proyek di Riau, temuan ini masih didalami,” pungkas Budi.

    Dari hasil OTT yang berlangsung sejak Senin 3 November 2025, KPK resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Abdul Wahid selaku Gubernur Riau, M Arief Setiawan selaku Kepala Dinas PUPR PKPP Pemprov Riau, dan Dani M Nursalam selaku Tenaga Ahli Gubernur Riau. Ketiganya langsung ditahan sejak Selasa 4 November 2025 di Rutan KPK.

  • Tips Menentukan Lokasi Kost Kelapa Gading agar Aktivitas Lebih Efisien

    Tips Menentukan Lokasi Kost Kelapa Gading agar Aktivitas Lebih Efisien

    Kost Kelapa Gading kerap menjadi pilihan bagi yang beraktivitas di Jakarta Utara karena kawasan ini dikenal memiliki fasilitas yang relatif lengkap dan akses yang cukup beragam. Namun, luasnya wilayah Kelapa Gading membuat pemilihan lokasi kost perlu dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Perbedaan jarak antarkelurahan, kepadatan lalu lintas, hingga kedekatan dengan fasilitas harian dapat memengaruhi efisiensi aktivitas sehari-hari.

    Melalui referensi properti di 99.co Indonesia, pencarian kost di Kelapa Gading dapat dilakukan dengan lebih terarah, asalkan memahami faktor-faktor lokasi yang perlu diperhatikan sejak awal. Berikut beberapa tips yang dapat dijadikan panduan dalam menentukan lokasi kost Kelapa Gading agar aktivitas harian berjalan lebih efisien.

    1. Prioritaskan Kedekatan dengan Lokasi Aktivitas Utama
    Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah jarak antara kost dengan lokasi aktivitas utama, seperti kantor atau tempat studi. Kelapa Gading memiliki beberapa titik aktivitas yang cukup padat, termasuk area perkantoran, pusat perbelanjaan, dan fasilitas pendidikan.

    Memilih kost yang berada dalam jarak tempuh singkat dapat membantu menghemat waktu perjalanan dan mengurangi kelelahan akibat kemacetan. Kedekatan lokasi juga memudahkan pengaturan jadwal harian tanpa harus bergantung pada perjalanan yang terlalu panjang.

    2. Perhatikan Akses Jalan dan Pola Lalu Lintas
    Tidak semua lokasi di Kelapa Gading memiliki karakter lalu lintas yang sama. Beberapa ruas jalan utama dikenal cukup padat pada jam-jam tertentu, sementara jalan lingkungan cenderung lebih tenang.

    Menentukan kost yang memiliki akses mudah ke jalan utama, namun tidak langsung berada di titik kemacetan, dapat menjadi pilihan yang lebih seimbang. Akses alternatif seperti jalan tembus atau kedekatan dengan transportasi umum juga patut dipertimbangkan untuk mendukung mobilitas harian.

    3. Sesuaikan dengan Kebutuhan Fasilitas Harian
    Kelapa Gading dikenal sebagai kawasan dengan fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga area kuliner. Namun, tidak semua kost berada dekat dengan fasilitas tersebut.

    Menentukan lokasi kost yang dekat dengan kebutuhan harian seperti tempat makan, minimarket, atau layanan kesehatan dapat membuat aktivitas sehari-hari lebih praktis. Hal ini juga membantu mengurangi kebutuhan perjalanan tambahan di luar rutinitas utama.

    4. Cermati Lingkungan Sekitar Kost
    Lingkungan sekitar kost memiliki peran penting dalam kenyamanan tinggal. Beberapa area di Kelapa Gading cenderung lebih ramai karena dekat dengan pusat komersial, sementara area lain lebih didominasi permukiman.

    Menyesuaikan pilihan lokasi dengan preferensi suasana, apakah lebih tenang atau lebih hidup, dapat membantu menjaga keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat. Lingkungan yang tertata dan relatif stabil juga mendukung kenyamanan tinggal dalam jangka menengah hingga panjang.

    5. Pertimbangkan Akses Transportasi Umum
    Meskipun kendaraan pribadi banyak digunakan di Kelapa Gading, akses transportasi umum tetap menjadi nilai tambah. Lokasi kost yang dekat dengan halte bus atau jalur transportasi umum memudahkan mobilitas, terutama saat kondisi lalu lintas tidak menentu. Akses ini juga memberikan fleksibilitas bagi Anda yang ingin mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dalam aktivitas sehari-hari.

    6. Perhitungkan Jarak ke Pusat Keramaian
    Tinggal terlalu dekat dengan pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan atau area hiburan dapat memberikan kemudahan akses, namun juga berpotensi menimbulkan kebisingan. Sebaliknya, lokasi yang terlalu jauh dari pusat aktivitas bisa membuat perjalanan harian menjadi kurang efisien. Menentukan kost dengan jarak yang proporsional dari pusat keramaian dapat menjadi solusi agar tetap mendapatkan akses mudah tanpa mengorbankan kenyamanan.

    7. Sesuaikan Lokasi dengan Anggaran Secara Realistis
    Harga kost di Kelapa Gading dapat berbeda signifikan tergantung lokasi dan aksesnya. Area yang lebih dekat dengan pusat komersial umumnya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan kawasan permukiman.

    Menentukan lokasi kost sebaiknya disesuaikan dengan anggaran yang realistis, tanpa mengorbankan faktor penting seperti akses dan kenyamanan. Membandingkan beberapa area dalam satu kawasan dapat membantu menemukan titik yang paling sesuai antara harga dan manfaat lokasi.

    Menentukan lokasi kost Kelapa Gading tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Setiap area memiliki karakter yang berbeda dan memengaruhi efisiensi aktivitas harian secara langsung. Dengan mempertimbangkan jarak, akses, lingkungan, serta fasilitas pendukung, pilihan lokasi kost dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ritme aktivitas. Untuk membantu menelusuri berbagai opsi kost di Kelapa Gading secara lebih menyeluruh, platform properti seperti 99.co Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai referensi awal sebelum mengambil keputusan akhir.