Category: Gelora.co Nasional

  • Terungkap! Ini Kelompok Ritual Zikir di Candi Siwa Prambanan yang Viral di Medsos

    Terungkap! Ini Kelompok Ritual Zikir di Candi Siwa Prambanan yang Viral di Medsos

    GELORA.CO  – Video aktivitas doa dan zikir yang dilakukan sekelompok orang berbaju putih di pelataran Candi Siwa, kompleks Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta viral di media sosial. 

    Berdasarkan pendataan petugas, kelompok tersebut berasal dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Mereka diduga merupakan penganut aliran kepercayaan atau kejawen. 

    General Manager PT Taman Wisata Candi (TWC) Candi Prambanan, Ratno Timur mengatakan, mereka mengaku kepada petugas pernah melakukan ritual serupa di lokasi lain, termasuk di Bali.

    Pihak pengelola menegaskan bahwa Candi Prambanan memiliki regulasi ketat terkait aktivitas keagamaan. Sesuai aturan, kegiatan peribadatan di area tersebut diprioritaskan untuk umat Hindu. 

    “Kami meminta mereka untuk segera pergi karena tidak diperbolehkan melakukan kegiatan selain peribadatan umat Hindu di sini,” katanya, Senin (29/12/2025).

    Ratno Timur mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada 25 Desember 2025 sekitar pukul 11.00 WIB. Kelompok tersebut terdiri atas 12 orang yang masuk sebagai pengunjung biasa dengan membeli tiket resmi.

    “Mereka masuk seperti pengunjung biasa, namun kemudian melakukan aktivitas ritual di sisi utara Candi Siwa tanpa izin. Petugas keamanan bersama Polisi Khusus (Polsus) BPK Wilayah X segera mengamankan mereka,” ujar Ratno Timur.

    Dia mengatakan, jajarannya sedang berkoordinasi dengan BPK Wilayah X dan pihak kementerian terkait sanksi yang akan dijatuhkan kepada kelompok tersebut.

    “Terkait sanksi, kami sedang mengkaji bersama BPK Wilayah X dan pihak kementerian, karena ini menyangkut wilayah Zona 1 Cagar Budaya,” kata Ratno.

    Peristiwa tersebut memicu beragam reaksi netizen karena dilakukan di area yang merupakan tempat peribadatan umat Hindu.

    Atas ketidaknyamanan yang muncul akibat video viral tersebut, PT TWC selaku pengelola menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya umat Hindu.

    Saat ini, manajemen PT TWC tengah melakukan koordinasi intensif dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Yogyakarta untuk meningkatkan pengawasan di area halaman utama candi. 

    Evaluasi keamanan akan dilakukan guna memastikan perilaku wisatawan di situs cagar budaya tetap sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku. 

    Pihak pengelola mengimbau seluruh wisatawan untuk menghormati kesucian situs cagar budaya dan menaati aturan yang ada demi menjaga kelestarian serta harmoni antarumat beragama di Indonesia

  • Aksi Demonstrasi Buruh di Jakarta Hari Ini Sepi, Said Iqbal Sebut Strategi Tunggu Respons Pemerintah

    Aksi Demonstrasi Buruh di Jakarta Hari Ini Sepi, Said Iqbal Sebut Strategi Tunggu Respons Pemerintah

    GELORA.CO  – Sejumlah buruh dari berbagai serikat menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, menolak besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2026, Senin (29/12/2025).

    Meski jumlah peserta lebih sedikit dibanding aksi sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan hal itu bagian dari strategi untuk memancing respons pemerintah.

    “Hari ini memang kami datang dengan jumlah yang lebih sedikit untuk menunggu apakah pemerintah membuka ruang negosiasi atas tuntutan buruh,” kata Said di lokasi aksi. 

    Ia menambahkan, pembatasan massa dimaksudkan agar pemerintah mau berkomunikasi sebelum aksi skala lebih besar digelar berikutnya.

    Said juga menyesalkan pembatasan ke depan Istana Merdeka, yang semula direncanakan sebagai titik utama aksi. 

    “Istana tidak seharusnya menjadi tempat yang tertutup bagi rakyatnya. Istana dan DPR adalah rumah rakyat untuk menyampaikan aspirasi, baik buruh, petani, nelayan, guru, maupun mahasiswa,” keluh Said Iqbal.

    Sejauh ini, tambah dia, komunikasi antara KSPI dan Presiden Prabowo Subianto sesungguhnya terjalin baik. 

    Buruh kemudian berharap pemerintah dapat merespons tuntutan mereka melalui jalur dialog. 

    Adapun besaran UMP Jakarta 2026 yang dinilai masih lebih rendah dibandingkan upah minimum di daerah penyangga seperti Bekasi dan Karawang. 

    “Apakah masuk akal pabrik panci di Karawang upahnya lebih tinggi dengan buruh atau pekerja yang bekerja di gedung-gedung pencakar langit ini? Standard Chartered, Bank Mandiri, Bank BNI, kantor-kantor pusat perminyakan, upahnya lebih rendah dari pabrik panci di Karawang,” tanya Said Iqbal yang heran.

    UMP Jakarta 2026 sebesar Rp 5.729.876 dinilai belum mencerminkan kebutuhan hidup layak yakni Rp 5.898.511 dan lebih rendah dibandingkan upah minimum di daerah penyangga seperti Bekasi dan Karawang. 

    Said menilai pemberian insentif transportasi, layanan kesehatan, dan air bersih oleh Pemprov DKI Jakarta tidak dapat dijadikan dasar penentuan upah.

    “Insentif itu tidak berlaku bagi seluruh buruh dan jumlahnya terbatas karena bergantung anggaran APBD,” ujarnya.

    Lebih lanjut, ia berharap pemerintah merespons tuntutan mereka melalui jalur dialog konstruktif sebelum aksi lanjutan digelar

  • Kami Sudah Sah dan Halal!

    Kami Sudah Sah dan Halal!

    GELORA.CO  – Inara Rusli akhirnya angkat bicara soal keputusannya berdamai dengan Insanul Fahmi sekaligus mencabut laporan yang sempat dilayangkannya ke Polda Metro Jaya. Keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan panjang, terutama terkait status pernikahan mereka.

    Di tengah polemik rumah tangga yang juga menyeret nama Wardatina Mawa, Inara menegaskan bahwa dirinya kini telah sah menjadi istri Insanul Fahmi secara agama. Kesadaran itulah yang membuatnya memilih menurunkan ego dan membuka ruang perdamaian.

    Inara mengaku melihat kesungguhan Insanul Fahmi untuk memperbaiki keadaan. Salah satunya dengan mendatangi keluarga serta berupaya mengklarifikasi persoalan yang sempat memanas.

    “Alasan saya bertahan karena saudara Insan sudah menunjukkan itikad baik, mau menemui keluarga saya dan menjelaskan semuanya. Buya juga sudah memberikan nasihat. Sebagai muslimah, saya mencoba untuk taat,” ujar Inara Rusli, Senin (29/12/2025).

    Soal keputusan damai, Inara menyebut sang suami juga berpesan agar persoalan rumah tangga mereka tidak diungkap terlalu jauh ke ruang publik. Menurutnya, nasihat tersebut ia terima sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai istri.

    “Buya menyampaikan, kalau sudah sah dan halal, enggak perlu lagi memikirkan opini publik. Yang menjalani rumah tangga ini kan suami dan istri,” katanya.

    Meski pernikahan mereka belum tercatat secara negara, Inara menegaskan bahwa ikatan tersebut sudah sah secara agama. Karena itu, dia merasa memiliki kewajiban untuk mendengarkan dan menghormati keputusan suaminya.

    “Walaupun belum tercatat secara negara, tapi sudah berlaku hukum agama dan syariat Islam. Jadi saya harus tetap mendengarkan dan patuh kepada suami, karena bagaimanapun saudara Insan sudah menjadi suami saya,” tutup Inara

  • Sempat Cekcok, Inara Rusli Kini Tinggal Serumah dengan Insanul Fahmi

    Sempat Cekcok, Inara Rusli Kini Tinggal Serumah dengan Insanul Fahmi

    GELORA.CO – Artis Inara Rusli menegaskan kini dirinya tinggal serumah dengan Insanul Fahmi setelah keduanya resmi menikah secara siri. Pengakuan ini disampaikan Inara usai memilih berdamai dan mencabut laporan polisi terhadap Insanul Fahmi di Polda Metro Jaya.

    Inara mengangguk saat dikonfirmasi soal kebersamaannya dengan Insanul Fahmi. Dia menyebut keputusan tinggal bersama diambil setelah Insan menunjukkan itikad baik untuk memperbaiki hubungan, termasuk menemui keluarga dan mengklarifikasi persoalan yang sempat mencuat ke publik.

    “Karena saudara Insan sudah menunjukkan itikad baik untuk menemui keluarga saya dan mau mengklarifikasi semuanya. Buya juga sudah memberikan nasihatnya. Jadi saya sebagai Muslimah mencoba untuk taat,” ujar Inara Rusli, Senin (29/12/2025).

    Perdamaian tersebut juga ditandai dengan pencabutan laporan dugaan penipuan yang sebelumnya dilayangkan Inara ke Polda Metro Jaya. Dia mengaku keputusan damai membuat hatinya lebih lega dan menjadi penutup tahun yang baik bagi keluarganya.

    “Alhamdulillah karena sudah proses damai. Kami keluarga juga sudah dipertemukan antar kedua keluarga. Jadi saya memilih untuk mencabut laporan dan mengajukan akta damai,” tuturnya.

    Meski pernikahan mereka belum tercatat secara negara, Inara menegaskan statusnya sebagai istri telah sah secara agama. Karena itu, dia memilih mengikuti arahan suami untuk tidak membuka persoalan rumah tangga secara detail ke ruang publik.

    Menurut Inara, Insanul Fahmi mengingatkan bahwa setelah sah dan halal, opini publik tak lagi menjadi hal utama dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

    “Kalau sudah sah, sudah halal, yang menjalankan rumah tangga ini kan suami dan istri,” ucapnya.

    Sementara itu, kuasa hukum Inara Rusli, Daru Quthny, menyampaikan kliennya juga membuka pintu perdamaian dengan Wardatina Mawa. Pihaknya berharap polemik rumah tangga tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa berlarut-larut.. Jadi, saya sebagai Muslimah mencoba untuk taat,” kata Inara Rusli

  • Viral Tali Darurat Putus! Relawan Hanyut di Sungai Deras Aceh Bikin Netizen Syok

    Viral Tali Darurat Putus! Relawan Hanyut di Sungai Deras Aceh Bikin Netizen Syok

    GELORA.CO – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah video dramatis yang membuat warganet menahan napas.

    Rekaman itu memperlihatkan seorang relawan tengah berusaha menyeberangi sungai menggunakan tali darurat di wilayah Burlah Ketol, Aceh.

    Arus sungai yang deras tampak menghantam bebatuan, sementara para relawan lain bersiaga di kedua sisi, berharap proses penyeberangan berjalan lancar.

    Namun detik-detik berikutnya justru berubah menjadi momen menegangkan.

    Saat sang relawan berada di tengah bentangan sungai, tiba-tiba saja tali darurat yang menjadi satu-satunya penopang itu putus.

    Dalam hitungan sepersekian detik, tubuhnya langsung terhempas ke dalam sungai dan terseret derasnya arus.

    Jeritan panik terdengar dari para relawan yang menyaksikan kejadian itu secara langsung.

    Sementara dalam rekaman terlihat bagaimana orang-orang di tepi sungai spontan berlarian mencoba memberi pertolongan.

    Video tersebut langsung menyebar cepat di berbagai platform, dari Instagram, TikTok, hingga grup-grup WhatsApp. Warganet mengaku syok melihat momen kritis itu.

    Banyak yang menuliskan komentar bernada ngeri, bahkan beberapa mengaku tangan mereka ikut berkeringat saat menonton ulang videonya.

    Situasi di lapangan memang tampak jauh dari kata aman. Sungai yang meluap akibat banjir di beberapa wilayah Aceh dan Sumatra membuat sejumlah akses jalan terputus.

    Banyak daerah yang masih sulit dijangkau, dan relawan terpaksa menggunakan tali darurat untuk menyeberang demi mengirim bantuan.

    Kejadian dalam video itu pun menjadi gambaran nyata betapa ekstremnya kondisi yang harus mereka hadapi.

    Beruntung, setelah momen dramatis tersebut, relawan yang hanyut berhasil diselamatkan.

    Para relawan lain yang berjaga di sisi sungai langsung terjun melakukan penyusuran, menarik tubuh korban ke lokasi yang lebih aman.

    Berkat respons cepat itu, ia dilaporkan tidak mengalami luka serius.

    Warganet pun ikut lega, banyak yang menyampaikan syukur sekaligus apresiasi kepada para relawan yang mempertaruhkan keselamatan demi membantu warga terdampak banjir.

    Namun, video itu juga memicu diskusi serius di kolom komentar.

    Banyak pengguna menyoroti minimnya fasilitas darurat yang memadai di wilayah terdampak.

    Mereka berharap pemerintah segera turun tangan, menyiapkan jalur darurat.

    Atau membangun jembatan sementara yang layak agar relawan, tim SAR, maupun warga bisa menyeberang dengan aman tanpa mempertaruhkan nyawa.

    Rasa kaget, iba, dan syukur bercampur jadi satu di antara para netizen yang menyaksikan video viral tersebut.

    Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar konten dramatis, melainkan pengingat bahwa kondisi lapangan di wilayah bencana masih sangat berat.

    Video itu juga memperlihatkan keberanian dan pengorbanan para relawan yang terus bekerja tanpa henti, meski nyawa mereka sendiri ikut terancam.

    Warganet berharap tidak ada lagi insiden serupa terjadi, dan keselamatan relawan maupun warga bisa lebih terjamin di tengah bencana yang sedang melanda.***

  • Panglima TNI Peringatkan Massa Kibarkan Bendera GAM: Saya Tindak Tegas!

    Panglima TNI Peringatkan Massa Kibarkan Bendera GAM: Saya Tindak Tegas!

    GELORA.CO – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto merespons sejumlah massa yang mengibarkan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di tengah proses pemulihan bencana. Bahkan, prajurit TNI AD sempat bentrok dengan massa pembawa bendera GAM di Kota Lhokseumawe pada Kamis (25/12/2025) pagi WIB, berlanjut sampai Jumat (26/12/2025) dini hari WIB.

    “TNI dan semua kementerian, lembaga, dan masyarakat sedang membantu pemulihan akibat bencana alam, saya harapkan tidak ada kelompok-kelompok yang memprovokasi, menganggu proses tersebut,” kata Agus dalam konferensi pers di Posko Bencana Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

    Agus pun berjanji bakal menindak tegas jika masih ada massa yang mengibarkan bendera GAM di tengah prosesi pemulihan bencana di Provinsi Aceh. “Saya akan tindak tegas kalau ada kelompok-kelompok seperti itu,” kata mantan KSAD itu.

    Selain Agus, konferensi juga dihadiri Menko PMK Pratikno, Mendagri M Tito Karnavian, Mensesneg Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prasetyo, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, Seskab Letkol Inf Teddy Indra Wijaya, dan Wamensos Agus Jabo.

  • Jembatan Bailey Teupin Mane di Aceh Disabotase, Biadab!

    Jembatan Bailey Teupin Mane di Aceh Disabotase, Biadab!

    GELORA.CO – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut, jembatan bailey yang dibangun TNI AD disabotase orang tidak bertanggung jawab. Adalah Jembatan Bailey Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh, adalah yang menjadi sasaran.

    Menurut Maruli, sejumlah baut di badan jembatan tersebut dicopot. Dia menyebut, tindakan itu jelas tidak bisa dibenarkan karena bisa membahayakan pengguna kendaraan yang menyeberangi jembatan. “Ini biadab,” kata Maruli saat konferensi pers pemulihan bencana di Posko Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

    Selain Maruli, konferensi pers turut dihadiri Menko PMK Pratikno, Mendagri M Tito Karnavian, Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prasetyo, Seskab Letkol Inf Teddy Indra Wijaya, dan Wamensos Agus Jabo. Maruli menegaskan, prajurit TNI AD di lapangan bekerja tiga shif dalam membangun jembatan.

    Langkah percepatan itu dilajukan demi aktivitas masyarakat kembali normal lantaran bencana membuat banyak jembatan terputus di tiga provinsi Pulau Sumatera. “Pembangunan jembatan kita lakukan tiga sif, anggota kita kerja pagi, siang, malam, kalau tidak begini kami tak bisa mencapai target,” kata Dansatgas Pembangunan Jembatan tersebut.

    Maruli melanjutkan, TNI AD sedang menbangunan 43 jembatan bailey di Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar. Dari jumlah itu, sekitar 12 jembatan bailey sudah tuntas dibangun dan 15 jembatan sedang dalam perjalanan karena peralatannya dikirim dari Jakarta.

    “Enam (jembatan bailey) sedang dipasang. Dari Presiden (Prabowo Subianto) langsung melalui Kemenhan dicari 100 bailey dari luar untuk mendukung bencana, ini nanti kita gunakan untuk seluruh Indonesia,” kata Maruli.

  • Sampai Saat Ini KPK Masih Terus Selidiki Kasus Korupsi Haji, Publik Tunggu Siapa Tersangkanya

    Sampai Saat Ini KPK Masih Terus Selidiki Kasus Korupsi Haji, Publik Tunggu Siapa Tersangkanya

    GELORA.CO –  Kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024 saat ini masih terus diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Berbagai pihak mulai dari mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, pengusaha travel, hingga ustaz kondang Khalid Basalamah pun telah dipanggil KPK untuk memberikan keterangan.

    Namun, hingga saat ini, KPK belum mengeluarkan nama yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tersebut.

    Menyoroti lamanya waktu penanganan kasus tersebut, mantan pimpinan KPK periode 2011-2015, Bambang Widjojanto, menyatakan bahwa ada kebijakan yang berbeda di lembaga antirasuah itu.

    “Dulu itu, tidak akan mungkin menyatakan proses penyidikan dilakukan tanpa menyebut tersangka,” ucap Bambang dalam podcast yang diunggah di kanal YouTube Bambang Widjojanto pada Minggu, 28 Desember 2025.

    “Jadi, begitu ada peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan, maka tersangka sudah harus ditetapkan,” lanjutnya.

    Menurutnya, publik dibuat menunggu dan ada ketidakpastian yang timbul ketika kasus sudah naik ke tahap penyidikan tapi belum ada tersangka yang ditetapkan.

    “Apakah kebijakan seperti ini mau diteruskan? Karena ternyata publik, pencari keadilan, dibikin menunggu-nunggu dan dibuat tidak pasti apakah seseorang atau proses penyidikan belum ada tersangkanya,” terangnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga mengungkapkan ada beberapa hal menarik yang mengikuti perjalanan kasus dugaan korupsi kuota haji.

    Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Terungkap dari DPR

    Bambang mengatakan bahwa kasus kuota haji tersebut terbongkar dari DPR.

    “Ada skandal politik yang menjadi awal karena ada begitu banyak atau hebat DPR bertarung dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan di situ Presiden Joko Widodo disebut-sebut,” ucapnya.

    “(Jokowi) Dipakai pada saat itu bahwa kasus ini karena kebijakan Presiden Jokowi,” lanjutnya.

    Menyeret Ormas Islam Terbesar di Indonesia

    Pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) itu juga menyebutkan bahwa dugaan korupsi telah menyeret salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia

    “Itu kemudian sebagiannya diduga mempengaruhi apa yang terjadi hari ini, bukan hanya soal isu tambangnya,” tambahnya.

    “Bukan intervensi, itu menjadi penyebab karena kemudian ditarik-tarik juga tuh isu ini ke salah satu organisasi Islam terbesar,”sambungnya.

    Banyak Pihak Dimintai Keterangan oleh KPK

    Bambang lantas menyoroti sejumlah pihak yang telah dipanggil oleh KPK terkait kasus kuota haji.

    “Ratusan biro umrah travel, umrah haji, beberapa nama kondang juga disebut. Kalau masih ingat ada Khalid Basalamah. Jadi, kasus ini dapat perhatian publik dan jadi spotlight,” kata Bambang lagi.

    Mengingat dalam beberapa bulan ke depan akan masuk Idul Adha dan masa haji, Bambang mengatakan bahwa kasus tersebut akan makin menarik perhatian masyarakat.

    “Kalau sampai kasus ini tidak bisa dibongkar, masa sudah setahun lebih, mau menjelang Idul Adha belum selesai juga?” tuturnya.

    Pelanggaran Pembagian Kuota Jadi Akar Dugaan Korupsi

    Kasus dugaan korupsi kuota haji 2024 ini bermula dari tambahan kuota yang diberikan Arab Saudi sejumlah 20.000.

    Menurut aturan Undang-Undang kuota tambahan harusnya dialokasikan 92 persen untuk jemaah reguler dan 8 persen untuk jemaah khusus.

    Persoalan pembagian kuota tersebut tercantum dalam Pasal 64 ayat 2 Undang Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

    Dalam realisasinya, kuota yang diberikan kemudian menjadi 50:50 hingga ada ada dugaan aliran dana untuk mempercepat keberangkatan haji.***

  • “Dia Mau Memecah Belah Indonesia” Yudo Anak Purbaya Geram dengan Ulah Resbob, Meledak di Live Bigmo

    “Dia Mau Memecah Belah Indonesia” Yudo Anak Purbaya Geram dengan Ulah Resbob, Meledak di Live Bigmo

    GELORA.CO – Suasana siaran langsung di kanal YouTube Bigmo yang semua berjalan asyik mendadak jadi canggung setelah nama Resbob disinggung di depan Yudo Sadewa, putra Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

    Dalam live stream yang ditayangkan di Youtube Niceguymo, Bigmo sempat menyinggung nama kakaknya yakni Resbob yang kini terseret polemik dugaan penghinaan terhadap suku Sunda. 

    Mendengar hal tersebut, raut wajah Yudo Sadewa langsung berubah. 

    Ia bahkan sempat menunjuk Bigmo dengan ekspresi kesal dan nyaris meninggalkan sesi siaran langsung tersebut.

    Kemarahannya dipicu oleh pembahasan kasus dugaan penghinaan terhadap suku Sunda yang menyeret Resbob. 

    Di hadapan Bigmo dan penonton, Yudo secara tegas menyebut tindakan Resbob bukan sekadar kesalahan berat.

    Menurutnya, hal yang dilakukan Resbob sudah masuk dalam upaya memecah belah bangsa Indonesia, sehingga memantik reaksi keras dan perdebatan panas sepanjang siaran.

    Menyadari situasi mulai memanas, Bigmo langsung menyampaikan permohonan maaf.

    “Izin, izin, tadi saya kepancing,” ujar Bigmo.

    Yudo Tentang Resbob

    Bigmo kemudian melanjutkan pertanyaannya kepada Yudo soal tindakan yang dilakukan Resbob.

    “Lu tahu abang gue kan? Tanggapan lu tentang abang gue apa? Which is st*pid banget,” kata Bigmo.

    Menanggapi hal itu, Yudo menyebut tindakan Resbob bukan lagi sekadar kesalahan berat, melainkan sudah melampaui batas.

    “Dia itu bukan severe mistake, itu sudah lebih parah dari itu. Dia berusaha memecah belah Indonesia,” ujar Yudo.

    Yudo lalu menanyakan hubungan Bigmo dengan sang kakak.

    “Lu sama abang lu hubungannya dekat atau jauh?” tanya Yudo.

    “Jauh,” jawab Bigmo tegas.

    Menurut Yudo, jika hubungan tersebut dekat, dampaknya bisa ikut menyeret Bigmo.

    “Kalau jauh berarti tidak masalah. Tapi kalau misalnya hubungan lu dekat, bisa kena juga,” kata Yudo.

    Namun, ia menilai pernyataan Bigmo sebelumnya tentang orang Sunda lebih merupakan bentuk culture shock, bukan rasisme.

    “Tapi lu kan pernah bilang orang Sunda itu aneh. Menurut gue itu bukan rasis, lebih ke culture shock dan itu enggak apa-apa.”

    “Tapi kalau Resbob itu b*j*ng*n, dia berusaha memecah belah. Padahal orang Indonesia itu enggak cuma Jawa, Sunda, dan lain-lain. Orang Indonesia itu beragam banget,” tegas Yudo.

  • Bayi Indonesia Lahir Menanggung Utang, Bayi Norwegia Punya Tabungan

    Bayi Indonesia Lahir Menanggung Utang, Bayi Norwegia Punya Tabungan

    GELORA.CO – Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Arief Hidayat, melontarkan kritik tajam terkait pengelolaan negara dan kondisi ekonomi Indonesia. 

    Kritik itu disampaikan saat ia memberikan pidato dalam acara peluncuran buku dan talkshow Literasi Konstitusi tahun 2025 yang diselenggarakan Mahkamah Konstitusi RI bersama Perpustakaan Nasional RI di Ruang Auditorium Perpusnas RI, Jakarta. 

    Dalam pidatonya, Arief Hidayat mempertanyakan paradoks besar yang dialami Indonesia sebagai negara yang dikaruniai kekayaan alam melimpah dan sinar matahari sepanjang tahun. 

    Akan tetapi, nyatanya, Indonesia masih menghadapi persoalan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi. 

    “Kenapa saya katakan Indonesia itu dikaruniai tuhan berlebih? Kita sepanjang tahun disinari oleh sinar matahari. Tidak semua negara disinari sinar matahari sepanjang tahun, kenapa kita hanya memiliki kekayaan yang sangat terbatas?” ujarnya seperti dikutip dari YouTube Mahkamah Konstitusi RI pada 17 Desember 2025. 

    Keunggulan alam, kata dia, bertolak belakang dengan kesejahteraan rakyat. 

    Ia menyoroti kondisi di mana seorang bayi yang lahir di Indonesia secara tidak langsung sudah menanggung beban utang negara. 

    “Bayi yang lahir cenger dilahirkan di Indonesia bisa langsung melekat padanya hutang yang harus dibayar berapa juta,” ujar Arief. 

    Sebaliknya, Arief membandingkan dengan negara-negara di kawasan subtropis dan utara seperti Norwegia. 

    Meski negara-negara tersebut mendapatkan sinar matahari lebih sedikit, tingkat kesejahteraan warganya justru jauh lebih tinggi.

    “Sedangkan saudara-saudara kita sebagai sesama manusia yang hidup di belahan subtropis dan di utara sana, itu diberi tuhan matahari sedikit. Tapi, kenapa mempunyai kekayaan yang berlebih, karena apa, bayi yang dilahirkan di Norwegia sudah mempunyai tabungan ribuan dolar, Indonesia bayi yang cenger dilahirkan mempunyai hutang jutaan rupiah. Luar biasa perbedaan ini,” jelasnya. 

    Salah kelola

    Kemiskinan dan ketertinggalan negara ini, katanya, lebih disebabkan oleh kesalahan dalam mengelola negara.

    “Jadi, yang pertama jangan jadikan surga dunia ini menjadi neraka dengan jalan mengelola negara ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.

    Kondisi tersebut bukanlah takdir atau nasib bangsa yang hidup di wilayah khatulistiwa. 

    Ia menilai persoalan bangsa ini lebih disebabkan oleh kesalahan dalam mengelola negara. 

    “Kalau kita sekarang masih melarat berarti salah kelola. Yang salah kita semua. Kemudian yang kedua, kenapa mereka yang hidup di subtropis dan di negara dingin sana mempunyai kekayaan yang berlebih, itu apakah dosa dan nasib orang-orang yang hidup di khatulistiwa ataukah itu suratan tuhan? Ternyata setelah saya amati tidak begitu. 

    Arief mengungkapkan bahwa bangsa ini sejatinya pernah menjadi pusat peradaban dan kebudayaan dunia sebelum abad ke-15. 

    Namun, setelah periode tersebut, Indonesia justru mengalami kemunduran. 

    “Bangsa yang hidup di nusantara ini pernah menjadi pusat peradaban, pusat kebudayaan pada sebelum abad ke 15, sedangkan sekarang setelah abad ke-15 dan seterusnya, bangsa yang hidup di nusantara ini mengalami kemunduran. Yang salah siapa? Berarti kita salah kelola,” pungkasnya.