Category: Gelora.co Nasional

  • Prabowo Kembali Beberkan Alasan Pemerintah Tak Tetapkan Bencana Nasional

    Prabowo Kembali Beberkan Alasan Pemerintah Tak Tetapkan Bencana Nasional

    GELORA.CO -Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan pemerintah tidak menetapkan status bencana nasional pada bencana banjir dan lonsor yang melanda Sumatera.

    Penjelasan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2026.

    Prabowo menegaskan bahwa pertimbangan utama pemerintah adalah skala dampak bencana yang masih dapat ditangani pemerintah tanpa harus menetapkan status bencana nasional.

    “Masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional. Ya masalahnya adalah kita punya 38 provinsi, masalah ini berdampak di tiga provinsi, masih ada 35 provinsi lain,” ujar Prabowo.

    Menurut Presiden, selama negara masih memiliki kemampuan untuk menangani bencana di daerah terdampak, penetapan status bencana nasional belum diperlukan. 

    Namun, hal tersebut tidak berarti pemerintah menganggap situasi yang terjadi sebagai persoalan ringan.

    “Jadi, kalau sementara kita tiga provinsi ini kita sebagai, sebagai bangsa sebagai negara kita mampu menghadapi ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional,” tegasnya.

    Prabowo mencontohkan keseriusan pemerintah dengan kehadiran langsung para menteri di wilayah terdampak bencana. Ia menyebutkan sebagian besar anggota kabinet saat ini berada di Aceh dan daerah lain untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

    Presiden juga memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran yang memadai untuk penanganan bencana serta bantuan bagi masyarakat terdampak.

    “Jadi saudara-saudara, kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu ya kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi ini,” ucap Prabowo.

    Selain mengandalkan sumber daya negara, Prabowo menyatakan pemerintah terbuka terhadap bantuan dari pihak lain, selama dilakukan secara transparan dan terkoordinasi dengan pemerintah pusat.

    “Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mu membantu ya kita jelas sebagai manusia kita masak menolak bantuan, asal bantuannya itu jelas ya,” kata Presiden.

    Ia pun meminta agar setiap bantuan disampaikan melalui mekanisme resmi agar penyalurannya tepat sasaran.

    “Bikin surat, saya ingin menyumbang ini nanti kita dilaporkan ke pemerintah pusat nanti kita yang akan salurkan,” pungkas Prabowo.

  • Menteri Diusulkan Bergilir Menginap di Daerah Terdampak Bencana

    Menteri Diusulkan Bergilir Menginap di Daerah Terdampak Bencana

    GELORA.CO -Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum mengusulkan agar pemerintah pusat lebih intensif hadir langsung di daerah-daerah terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

    Ia menilai, kehadiran langsung perwakilan pemerintah sangat dibutuhkan untuk memastikan percepatan penanganan di lapangan.

    Menurut Anas, mulai awal Januari 2026 sebaiknya dilakukan penjadwalan bergilir bagi wakil pemerintah pusat untuk turun langsung ke daerah terdampak. 

    Para pejabat tersebut diharapkan tidak hanya melakukan kunjungan singkat, tetapi turut memandu langsung penanganan dan bahkan menginap di lokasi bencana untuk menemani gubernur dan/atau bupati setempat.

    Para pejabat tersebut diharapkan tidak hanya melakukan kunjungan singkat, tetapi turut memandu langsung penanganan dan bahkan menginap di lokasi bencana untuk menemani gubernur dan/atau bupati setempat.

    “Mulai awal Januari 2026, sebaiknya bergilir wakil pemerintah hadir memandu langsung dan menginap, menemani gubernur dan atau bupati, di daerah terdampak bencana yang masih sangat memerlukan penanganan segera,” ujar Anas, lewat akun X miliknya, dikutip Kamis, 1 Januari 2026.

    Ia menambahkan, pejabat yang dimaksud antara lain para menteri dan kepala badan yang memiliki keterkaitan langsung dengan penanganan bencana dan pemulihan masyarakat. 

    Dengan kehadiran langsung di lapangan, koordinasi lintas sektor dinilai akan berjalan lebih efektif dan respons terhadap kebutuhan masyarakat bisa lebih cepat.

    Di akhir pernyataannya, Anas juga menyampaikan ucapan Tahun Baru 2026 kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ia berharap tahun baru ini menjadi momentum bangkit bersama.

    “Selamat Tahun Baru 2026. Semoga menjadi Tahun Harapan dan Kebaikan,” tutup Anas. 

  • Menkeu Tarik Rp75 Triliun dari Bank, Dorong Uang Berputar di Ekonomi

    Menkeu Tarik Rp75 Triliun dari Bank, Dorong Uang Berputar di Ekonomi

    GELORA.CO -Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah menarik dana sebesar Rp75 triliun dari total Rp276 triliun dana negara yang sebelumnya ditempatkan di perbankan BUMN dan BUMD.

    Penarikan dana ini dilakukan agar belanja pemerintah pusat dan daerah dapat terus memberikan efek positif bagi perekonomian.

    “Itu dana pemerintah Rp276 triliun kan sebelumnya kita masukkan ke perbankan. Sekarang pelan-pelan kita tarik sedikit. Yang Rp75 triliun kita tarik, tapi kita belanjakan lagi, sehingga uangnya tetap masuk ke sistem perekonomian, hanya tidak lagi dalam bentuk simpanan pemerintah di bank,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu 31 Desember 2025.

    Sebagai catatan, pada awal September 2025 pemerintah menyalurkan dana ke lima bank BUMN dengan total Rp200 triliun. Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp55 triliun, sementara BTN mendapat Rp25 triliun dan Bank Syariah Indonesia (BSI) Rp10 triliun.

    Selanjutnya, Kementerian Keuangan menambah likuiditas senilai Rp76 triliun, yang disalurkan kepada Bank Mandiri, BNI, dan BRI masing-masing Rp25 triliun, serta Bank DKI sebesar Rp1 triliun.

    Ke depan, Purbaya menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia agar pertumbuhan ekonomi lebih optimal. Ia optimis, dengan dukungan kebijakan yang selaras dari BI, pemulihan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat.

    “Harusnya uang akan semakin banyak di sistem perekonomian. Jadi Anda tidak usah takut ekonomi kita akan melambat,” pungkasnya. 

  • Hotman Paris Sindir YouTuber Undang Korban Perselingkuhan tapi Jago Selingkuh, Densu: Keknya Gue!

    Hotman Paris Sindir YouTuber Undang Korban Perselingkuhan tapi Jago Selingkuh, Densu: Keknya Gue!

    GELORA.CO – Pengacara kondang Hotman Paris kembali menyita perhatian publik usai melontarkan sindiran pedas kepada sejumlah konten kreator yang gemar mengangkat isu perselingkuhan dalam format siniar wawancara di YouTube.

    Pernyataan tersebut disampaikan Hotman melalui akun TikTok pribadinya, @hotmanparisofficial, saat tengah berada di kawasan Martin Place, Sydney, Australia. 

    Dalam video yang diunggah pada Senin, 29 Desember 2025, Hotman tampak berbicara santai sembari menunggu istri dan putrinya berbelanja. Namun, nada bicaranya berubah tajam ketika menyinggung maraknya konten wawancara yang membuka aib rumah tangga orang lain, khususnya soal perselingkuhan, dengan narasumber yang mengaku sebagai korban.

    Hotman secara terbuka mengkritik para kreator yang dinilainya terlalu bersemangat menguliti kisah pribadi orang lain di ruang publik. Ia bahkan menyebut, tak sedikit dari pemilik kanal tersebut justru memiliki rekam jejak serupa dengan isu yang mereka angkat.

    “Kamu tahu nggak sih justru para pemilik akun itu juga adalah jago selingkuh. Dia melakukan wawancara untuk narasumber tentang perselingkuhan narasumbernya, ada yang sambil nangis-nangis,” ujar Hotman Paris dalam video TikTok yang diunggah pada 29 Desember 2025.

    “Tapi lu tahu? Pemilik akun yang melakukan wawancara tersebut justru adalah juara selingkuh,” lanjutnya.

    Ia kemudian melanjutkan dengan nada menyentil, menyebut bahwa sosok di balik akun-akun itu tak jarang merupakan “pemain utama” dalam praktik perselingkuhan.

    “Jadi para pemilik akun, akun apa pun namanya yang begitu semangat interview membuka aib orang, come on, coba kau beli kaca yang agak tebal,” kata Hotman Paris.

    “Ternyata kamu juga adalah pemain utama. Kamu adalah yang banyak selingkuh. I know who you are,” sambungnya.

    Video tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah aktor sekaligus konten kreator Denny Sumargo membagikan ulang cuplikan unggahan Hotman Paris melalui Instagram Stories. 

    Menariknya, konten kreator yang akrab disapa sebagi Densu dan dikenal lewat siniar Curhat Bang justru memberikan respons bernada bercanda yang seolah mengisyaratkan sindiran tersebut mengarah kepadanya.

    “Hayo siapa yang dimaksud bang,” tanya seorang warganet pada Densu.

    “Keknya gue,” balas Densu dengan emoji tertawa.

    Tak sedikit pula warganet yang mengaitkan sindiran Hotman dengan nama dr. Richard Lee, konten kreator lain yang kerap membahas isu perselingkuhan.

    Apalagi, belum lama ini ia mengundang Insanul Fahmi sebagai narasumber dalam polemik rumah tangga yang melibatkan istri sahnya Wardatina Mawa dan istri sirinya Inara Rusli. Sejumlah komentar pun bermunculan, mereka banyak yang berspekulasi dan mencoba menafsirkan pernyataan dari Hotman Paris.

    “Aku dari awal mikirnya DRL sih, soalnya aku sebenarnya suuzon DRL sama Inara sejak dulu, kabarin kalo bener,” tulis akun TikTok @queen_selena2 di kolom komentar.

    “Densu dulu pemain, sekarang sih nggak mungkin. Yakin aku kecuali DENSU,” tulis akun @MaYo.

  • Target Pajak 2025 Meleset, Menkeu Purbaya Akui Tak Bisa Tidur, Defisit APBN Bikin Gelisah!

    Target Pajak 2025 Meleset, Menkeu Purbaya Akui Tak Bisa Tidur, Defisit APBN Bikin Gelisah!

    GELORA.CO – Kegelisahan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memuncak setelah pemerintah memastikan penerimaan pajak 2025 akan meleset dari target.

    Dalam sebuah penjelasan resmi, Purbaya blak-blakan mengaku sampai sulit tidur memikirkan melemahnya penerimaan negara dan ancaman defisit APBN yang terus mengintai.

    Pengakuan itu sontak membuat publik terkejut sekaligus menyoroti betapa seriusnya tekanan fiskal yang sedang dihadapi pemerintah.

    Kekhawatiran Purbaya bukan tanpa alasan.

    Data terbaru menunjukkan realisasi penerimaan pajak hingga Oktober 2025 baru mencapai sekitar Rp1.459 triliun atau 70,2 persen dari target outlook.

    Angka ini bahkan turun 3,86 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

    Dengan tren tersebut, pemerintah memproyeksi penerimaan pajak hanya akan mencapai sekitar Rp1.947 triliun lebih rendah dari target APBN 2025 yang telah ditetapkan sebesar Rp2.076,9 triliun.

    Shortfall sekitar Rp57,8 triliun ini menjadi titik paling mengkhawatirkan bagi Purbaya.

    Sebab, kekurangan penerimaan tersebut langsung menekan ruang fiskal dan meningkatkan beban pembiayaan defisit negara.

    “Semalam saja saya enggak bisa tidur, uangnya masuk enggak ya? Defisitnya bisa melebar,” kata Purbaya di Kementerian Keuangan dikutip pojoksatu.id dari viva.co.id 31 Desember 2025.

    Tingginya tekanan fiskal terutama muncul karena pemerintah harus memastikan defisit tetap berada di bawah batas maksimal 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai amanat undang-undang.

    Padahal, realisasi defisit per akhir November 2025 telah mencapai Rp560,3 triliun atau sekitar 2,35 persen dari PDB.

    Angka itu memang masih dalam batas aman, tetapi tren shortfall pajak membuat posisi APBN 2025 berada di kondisi paling rentan dalam beberapa tahun terakhir.

    Purbaya menegaskan pemerintah tidak ingin mengambil langkah-langkah ekstrem seperti memaksakan pungutan pajak baru di tengah melemahnya perekonomian.

    Sebaliknya, pemerintah memilih memperketat belanja Kementerian/Lembaga, mengawasi kas negara secara harian.

    Serta memanfaatkan sumber dana alternatif untuk menutup kekurangan penerimaan pajak.

    Dua di antaranya adalah dana yang tidak terserap dari K/L serta penerimaan tambahan dari hasil penindakan hukum dan sitaan negara.

    “Ekonomi global belum stabil dan daya beli masyarakat masih turun. Tidak bijak menambah beban pajak baru. Yang penting APBN tetap aman,” tegas Purbaya.

    Tekanan yang dialami pemerintah sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak awal tahun.

    Kinerja ekonomi nasional yang belum pulih sepenuhnya berdampak langsung pada menurunnya pencapaian pajak.

    Sejumlah sektor usaha besar, termasuk perdagangan dan industri pengolahan, mengalami perlambatan.

    Kontribusi pajak dari korporasi juga tersendat karena margin usaha yang tergerus.

    Tak hanya itu, perkembangan ekonomi global mulai dari melemahnya permintaan ekspor hingga gejolak geopolitik membuat penerimaan negara dari sisi bea dan cukai ikut menurun.

    Pemerintah pun terpaksa mengandalkan pembiayaan utang dengan lebih hati-hati untuk menambal defisit agar tidak melewati batas yang diperbolehkan undang-undang.

    Meski demikian, Purbaya tetap berupaya menenangkan publik.

    Ia memastikan bahwa defisit APBN 2025 masih dapat dijaga agar tidak melebihi batas 3 persen, selama pemerintah berhasil menekan belanja yang tidak prioritas.

    Padahal, realisasi defisit per akhir November 2025 telah mencapai Rp560,3 triliun atau sekitar 2,35 persen dari PDB.

    Angka itu memang masih dalam batas aman, tetapi tren shortfall pajak membuat posisi APBN 2025 berada di kondisi paling rentan dalam beberapa tahun terakhir.

    Purbaya menegaskan pemerintah tidak ingin mengambil langkah-langkah ekstrem seperti memaksakan pungutan pajak baru di tengah melemahnya perekonomian.

    Sebaliknya, pemerintah memilih memperketat belanja Kementerian/Lembaga, mengawasi kas negara secara harian.

    Serta memanfaatkan sumber dana alternatif untuk menutup kekurangan penerimaan pajak.

    Dua di antaranya adalah dana yang tidak terserap dari K/L serta penerimaan tambahan dari hasil penindakan hukum dan sitaan negara.

    “Ekonomi global belum stabil dan daya beli masyarakat masih turun. Tidak bijak menambah beban pajak baru. Yang penting APBN tetap aman,” tegas Purbaya.

    Tekanan yang dialami pemerintah sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak awal tahun.

    Kinerja ekonomi nasional yang belum pulih sepenuhnya berdampak langsung pada menurunnya pencapaian pajak.

    Sejumlah sektor usaha besar, termasuk perdagangan dan industri pengolahan, mengalami perlambatan.

    Kontribusi pajak dari korporasi juga tersendat karena margin usaha yang tergerus.

    Tak hanya itu, perkembangan ekonomi global mulai dari melemahnya permintaan ekspor hingga gejolak geopolitik membuat penerimaan negara dari sisi bea dan cukai ikut menurun.

    Pemerintah pun terpaksa mengandalkan pembiayaan utang dengan lebih hati-hati untuk menambal defisit agar tidak melewati batas yang diperbolehkan undang-undang.

    Meski demikian, Purbaya tetap berupaya menenangkan publik.

    Ia memastikan bahwa defisit APBN 2025 masih dapat dijaga agar tidak melebihi batas 3 persen, selama pemerintah berhasil menekan belanja yang tidak prioritas.

  • Ketika Perempuan Rela Sewa ‘Suami’ untuk Urusan Domestik

    Ketika Perempuan Rela Sewa ‘Suami’ untuk Urusan Domestik

    GELORA.CO – Latvia tengah menghadapi fenomena sosial yang unik sekaligus memprihatinkan. Di negara Baltik ini, kaum perempuan dilaporkan mulai terbiasa merogoh kocek demi menyewa jasa ‘suami sementara’. Bukan untuk urusan asmara, melainkan demi menuntaskan berbagai persoalan rumah tangga yang terbengkalai.

    Laporan The New York Post mengungkap adanya ketidakseimbangan gender yang mencolok di negara tersebut. Populasi perempuan di Latvia tercatat 15,5 persen lebih banyak dibandingkan laki-laki.

    Kesenjangan ini menciptakan anomali, baik di lingkungan kerja maupun kehidupan sosial sehari-hari.

    Dominasi Perempuan dan Sepinya Interaksi

    Dania, seorang pekerja di bidang festival, menceritakan pengalamannya bekerja di lingkungan yang nyaris seluruhnya berisi perempuan. Meski nyaman, ia tak menampik bahwa keseimbangan gender diperlukan agar interaksi sosial terasa lebih hidup..

    Kondisi ini dibenarkan oleh rekannya, Zane. Menurutnya, saking langkanya pria di Latvia, banyak perempuan yang akhirnya memilih bermigrasi ke luar negeri demi mencari pasangan hidup.

    Namun, bagi mereka yang bertahan, urusan domestik menjadi tantangan tersendiri.

    Solusi ‘Pria Tangan Emas’

    Minimnya populasi pria membuat sektor perbaikan rumah tangga menjadi peluang bisnis. Muncul platform seperti Komanda24 yang menawarkan jasa ‘Pria dengan Tangan Emas’. Para pria sewaan ini siap membantu urusan perpipaan, pertukangan, hingga pemasangan perangkat elektronik.

    Lebih unik lagi, layanan Remontdarbi.lv memungkinkan para perempuan memesan ‘suami selama satu jam’. Melalui pesanan daring atau telepon, para ‘suami’ ini siap mengecat tembok, memperbaiki tirai, hingga melakukan pemeliharaan rutin di rumah pelanggan.

    Mengapa Pria Latvia ‘Langka’?

    Para ahli menemukan fakta bahwa tingginya angka kematian pria menjadi penyebab utama ketidakseimbangan ini. Gaya hidup yang tidak sehat, seperti tingginya tingkat perokok dan obesitas, membuat angka harapan hidup pria di Latvia jauh lebih rendah dibandingkan perempuan.

    Data World Atlas menunjukkan 31 persen pria di Latvia adalah perokok aktif, berbanding terbalik dengan perempuan yang hanya 10 persen. Data pemerintah juga mencatat bahwa setelah usia 45 tahun, jumlah laki-laki merosot tajam dibandingkan perempuan.

    Fenomena Global ‘Sewa Suami’

    Latvia bukan satu-satunya. Di Inggris, tren serupa sempat viral ketika Laura Young mendirikan bisnis ‘Rent My Handy Husband’. Ia menyewakan suaminya sendiri, James, untuk melakukan pekerjaan rumah tangga ringan bagi orang lain.

    Ternyata, pesanan James selalu penuh, membuktikan bahwa jasa ‘tangan pria’ memang memiliki pasar yang besar.

    Krisis gender di Latvia menjadi pengingat bahwa kesehatan masyarakat dan gaya hidup tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga mampu mengubah tatanan sosial sebuah negara secara drastis.

  • Zohran Mamdani Resmi Menjabat, Jadi Wali Kota New York Pertama yang Disumpah dengan Alquran

    Zohran Mamdani Resmi Menjabat, Jadi Wali Kota New York Pertama yang Disumpah dengan Alquran

    GELORA.CO – Sejarah baru akan terukir di New York City (NYC) pada awal tahun 2026. Zohran Mamdani, politikus milenial berdarah Asia Selatan, siap dilantik sebagai Wali Kota Muslim pertama dalam sejarah kota metropolitan tersebut pada Rabu, 1 Januari 2026.

    Menandai era baru kepemimpinan yang inklusif, Mamdani akan memecahkan tradisi panjang dengan menggunakan kitab suci Alquran dalam prosesi pengambilan sumpahnya. Langkah ini menjadikannya wali kota pertama di NYC yang melakukan hal tersebut, sebuah momen simbolis yang dinanti oleh ratusan ribu warga Muslim di kota tersebut.

    Simbolisasi Sejarah Melalui Alquran Arturo Schomburg

    Sebagaimana diwartakan New York post, menurut Zara Rahim, penasihat senior Mamdani, sang wali kota terpilih akan menggunakan setidaknya tiga Alquran unik dalam dua sesi pelantikan, yakni pelantikan tertutup pada tengah malam dan pelantikan publik di Balai Kota (City Hall) pada siang harinya.

    Cool_Ustaaz ☪

    Sorotan utama tertuju pada penggunaan Alquran milik Arturo Schomburg, seorang penulis dan sejarawan Afro-Latino legendaris yang koleksi dan karyanya menjadi fondasi bagi Harlem Renaissance. Kitab bersejarah ini dipinjamkan secara khusus oleh Perpustakaan Umum New York (New York Public Library).

    Penggunaan Alquran milik Schomburg bukan sekadar gestur religius, melainkan pernyataan politik yang kuat. Hal ini dimaksudkan untuk menegaskan perpaduan unik antara iman, ras, dan latar belakang etnis yang menjadi denyut nadi New York.

    Warisan Keluarga dan Representasi Baru

    Selain kitab bersejarah milik Schomburg, Mamdani juga akan bersumpah di atas Alquran milik kakeknya dan satu Alquran warisan keluarga lainnya.

    Kemenangan Mamdani merepresentasikan pergeseran demografi kepemimpinan di New York yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia membawa tiga identitas sekaligus ke tampuk kekuasaan tertinggi kota: seorang Asia Selatan, generasi milenial, dan seorang Muslim. Bagi komunitas Muslim New York, pelantikan ini bukan hanya soal jabatan politik, melainkan pengakuan atas keberadaan dan kontribusi mereka yang kini terwakili di panggung tertinggi kota.

  • Gegara Lukisan Ini, Aura Kasih dan Ridwan Kamil Dirumorkan Sudah Menikah?

    Gegara Lukisan Ini, Aura Kasih dan Ridwan Kamil Dirumorkan Sudah Menikah?

    GELORA.CO – Isu perselingkuhan Aura Kasih dan Ridwan Kamil semakin menjadi-jadi, bahkan kini dituding sudah menikah.

    Ini gara-gara salah satu lukisan berjudul “Marry in Manhattan” yang kemudian diduga sebagai kode keduanya sudah menikah.

    Lukisan itu disebut dibuat oleh Ridwan Kamil yang begitu mirip dengan potret Aura Kasih.

    “Lukisan Ridwan Kamil di Manhattan. Marry in Manhattan. Apakah sudah menikah?” keterangan video yang diunggah akun TikTok @myeeve pada 30 Desember 2025.

    Akun itu bahkan menjelaskan tentang lukisan tersebut dan menyinggung tentang isu perselingkuhan Ridwan Kamil.

    “Marry in Manhattan adalah salah satu dari lukisan Ridwan Kamil yang diduga netizen terinspirasi dari seorang perempuan yang ia temui di New york, Amerika,” tulis akun tersebut.

    Banyak netizen yang termakan narasi video di atas dan semakin menghujat keduanya karena dinilai sudah menyakiti istri sah Ridwan Kamil, Atalia Praratya.

    Namun beberapa netizen membongkar kalau lukisan itu adalah karya Aura Kasih.

    Pantauan Suara.com, lukisan itu memang pernah diunggah Aura Kasih pada Instagram Story dan kini menjadi sorotan dengan judul “Painting”.

    Jadi narasi jika itu lukisan Ridwan Kamil adalah menyesatkan karena tidak sesuai kenyataan.

    Di media sosial memang banyak berseliweran potongan-potongan lukisan yang disebut milik Ridwan Kamil.

    Lukisan-lukisan itu kemudian dihubungkan dengan foto-foto Aura Kasih yang disebut mirip dengan karakter dalam lukisan RK.

    Meski kebenarannya belum diketahui, namun netizen tetap saja menjadi yakin jika isu perselingkuhan mereka benar.

    Sebelumnya, Ridwan Kamil sudah menanggapi tentang isu perselingkuhannya dengan sejumlah perempuan.

    Meski tak gamblang, namun dia menekankan permintaan maaf pada Atalia Praratya, ibu kandungnya dan anak perempuannya, Zara.

    Dia kemudian menegaskan jika apapun yang terjadi padanya adalah kesalahan dan kekhilafannya.

    Makanya dia meminta maaf pada semua pihak yang terseret kasusnya. Isu kedekatan Aura Kasih dan Ridwan Kamil diungkap oleh netizen.

    Netizen menyebut kalau ada hubungan RK dan AK yang masih belum terungkap dan selama ini hanya fokus pada Lisa Mariana.

    Sejak saat itu, AK diduga adalah Aura Kasih karena clue yang dituliskan adalah artis yang pernah direkomendasikan RK untuk nyaleg dari Partai Golkar.

  • Tahanan Demo Agustus Alfarisi Meninggal di Rutan, Diduga Ada Unsur Kelalaian

    Tahanan Demo Agustus Alfarisi Meninggal di Rutan, Diduga Ada Unsur Kelalaian

    GELORA.CO – Pemuda yang ditangkap saat aksi demonstrasi di Gedung Grahadi Surabaya Alfarisi bin Rikosen (21) Agustus lalu, meninggal di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medaeng, Surabaya, Selasa (30/12).

    “Informasi terkait meninggalnya Alfarisi diterima KontraS Surabaya dari pihak keluarga pada pukul 08.30 WIB,” kata Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya Fatkhul Khoir dalam unggahan di Instagram @kontras_surabaya, dikutip Rabu (31/12).

    Fatkhul menilai kematian Alfarisi saat berada di dalam tahanan kembali menegaskan buruknya kondisi penahanan di Indonesia.

    Dia menyebut ini bukti kegagalan negara dalam memenuhi kewajibannya untuk melindungi hak atas hidup dan menjamin perlakuan yang manusiawi bagi setiap orang yang dirampas kebebasannya.

    Dia membeberkan selama ditahan, Alfarisi dilaporkan mengalami penurunan berat badan sangat drastis mencapai 30–40 kilogram.

    Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan psikologis yang berat serta kuat dugaan tidak terpenuhinya standar minimum kondisi penahanan dan layanan kesehatan di dalam rutan.

    “Situasi tersebut secara nyata bertentangan dengan Standar Minimum PBB untuk perlakuan terhadap narapidana yang mewajibkan negara memastikan pemenuhan hak atas kesehatan fisik dan mental bagi setiap tahanan tanpa diskriminasi,” tegas dia.

    Fatkhul pun mengungkapkan keluarga melakukan kunjungan terakhir kepada Alfarisi pada 24 Desember 2025.

    Saat itu Alfarisi terlihat tidak menunjukkan keluhan kesehatan serius.

    Setelah itu dikabarkan Alfarisi meninggal dunia di dalam Rutan Kelas I Medaeng pada 30 Desember 2025 pukul 06.00 WIB.

    Berdasarkan keterangan rekan satu sel, sebelum meninggal dunia Alfarisi sempat mengalami kejang-kejang.

    Jenazah Alfarisi kemudian dipulangkan ke Sampang, Madura, untuk dimakamkan di pemakaman umum setempat.(*)

  • Said Didu Geram, Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari Geng Solo, Oligarki dan Parcok

    Said Didu Geram, Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari Geng Solo, Oligarki dan Parcok

    GELORA.CO – Birokrat senior, Muhammad Said Didu, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk membersihkan pemerintahannya dari Geng SOP (Solo, Oligarki dan Parcok).

    Sebab, ketiga komponen tersebut dinilai sebagai “biang kerok” perusak negara.

    Said Didu tak menjelaskan secara detail siapa-siapa saja yang masuk Geng Solo.

    Namun, publik menduga sosok tersebut adalah mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan para antek-anteknya.

    Oligarki adalah pengusaha, sistem kekuasaan di mana kendali politik dan ekonomi dikuasai oleh segelintir elite, biasanya pemilik modal, penguasa politik, atau jaringan kepentingan yang saling terkait, bukan oleh kehendak rakyat secara luas.

    Sedangkan Parcok adalah Partai Cokelat atau dalam hal ini Polisi, mengacu pada warna seragamnnya yang cokelat.

    Menurut Said Didu, Prabowo perlu melakukan langkah yang tegas dan konkret dalam membersihkan kabinetnya itu. 

    “Bapak Presiden @prabowo. Yth, kerusakan negara yang dilakukan oleh mantan Presiden Jokowi dan dilanjutkan oleh Geng SOP (Solo, Oligarki, dan Parcok) yang ada dalam kabinet Bapak tidak bisa diselesaikan lewat pidato. Perlu tindakan nyata membersihkan pemerintahan Bapak (Jokowi), dari Geng SOP,” demikian tulis Said Didu.

    Sebelumnya, Said Didu pernah menyinggung oligarki dan fenomena bencana banjir bandang di Sumatera.

    Ia melontarkan kritik keras terhadap kondisi politik dan penegakan hukum di Indonesia.

    Menurutnya, oligarki telah menguasai kedaulatan negara, baik di bidang politik maupun hukum.

    Hal itu diungkapkan Said Didu dalam diskusi yang tayang di YouTube BANG EDY CHANNEL, Selasa (16/12/2025).

    Menurut Said Didu, dominasi oligarki terlihat dari sikap partai politik yang memilih diam ketika rakyat mengalami penderitaan.

    Ia mencontohkan bencana banjir di Sumatera yang tidak mendapat respons berarti dari partai-partai politik.

    Kondisi tersebut, kata Said Didu, menjadi bukti bahwa oligarki telah mengambil alih partai politik.

    “Kedaulatan politik itu sudah diserahkan kepada oligarki. Faktanya tidak ada partai manapun yang berbicara ketika rakyat menderita.”

    “Di saat banjir di Sumatera, tidak ada partai politi bicara, karena yang merusak Sumatera adalah oligarki, temannya partai politik. Jadi sudah tidak bisa dibantah, oligarki sudah mengambil alih partai politik,” ujar Said Didu.

    Said Didu menyebut, dalam berbagai kasus perampasan aset, penggusuran, hingga konflik agraria, partai politik cenderung bungkam dan tidak membela rakyat.

    Tak hanya kedaulatan politik, Said Didu juga menyoroti kedaulatan hukum yang sejak zaman Jokowi telah diserahkan kepada oligarki.

    Ia menilai penegak hukum berani bertindak karena adanya kepentingan oligarki di belakangnya, seperti hal-nya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah meneken Peraturan Kepolisian Nomor 10 Tahun 2025 tentang Anggota Polri yang Melaksanakan Tugas di Luar Struktur Organisasi.

    “Kedaulatan hukum. Ini juga sudah diserahkan oleh Joko Widodo kepada penegak hukum.”

    “Saya hanya menyatakan bahwa karena itu permintaan oligarki maka dia (Kapolri) berani melakukan apapun dan hampir tiap hari saya menghadiri namanya pengadilan itu pengadilan pesanan oligarki untuk memenjarakan rakyat itu di mana-mana seluruh Indonesia,” jelas Said Didu.

    Ia bahkan menyinggung kasus yang menimpa Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI dua periode, yang menurutnya turut menjadi korban perampasan tanah oleh kelompok oligarki di Sulawesi Selatan.

    Said Didu menilai hal tersebut menunjukkan bahwa kekuasaan oligarki telah melampaui pengaruh tokoh nasional sekalipun.

    “Jusuf Kala aja nggak bisa (mengendalikan oligarki). Jusuf Kala seorang mantan presiden dua kali, mantan wakil presiden dua kali, tokoh Sulawesi Selatan dan dirampas tanahnya, dirampok tanahnya di Sulawesi Selatan dan yang melakukan adalah grup alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), yang melakukan koordinasi untuk melakukan penggusuran terhadap tanah tersebut,” ujar Said Didu.

    Secara terang-terangan, Said Didu mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keterlibatan aparat dan institusi negara. 

    Said Didu pun menilai rakyat kini berada pada posisi yang sangat lemah.

    Ia menyebut tidak ada lagi ruang perlawanan bagi masyarakat, baik di sektor hutan, gunung, laut, hingga perkotaan.

    “Coba bayangkan artinya yang parah tuh nanti yang hijau (TNI), yang coklat (Polisi), yang ini semua sudah dikuasai juga oleh oligarki bisa diatur oleh oleh oligarki.”

    “Tidak ada namanya rakyat yang bisa melawan oligarki di mana pun di seluruh Indonesia, mulai dari hutan, gunung sampai laut sampai kota tidak ada lagi yang bisa melawan. Artinya Joko Widodo betul-betul sudah menyerahkan kedolatan hukum kepada oligarki,” kata Said Didu.