Category: Gelora.co Nasional

  • BNN Gerebek Pabrik Narkoba di Apartemen Jakut, Tangkap 4 Orang

    BNN Gerebek Pabrik Narkoba di Apartemen Jakut, Tangkap 4 Orang

    GELORA.CO – – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek pabrik narkoba di salah satu apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara (Jakut), Selasa (6/1/2026). Petugas menangkap empat orang dalam penggerebekan tersebut.

    Deputi Bidang Pemberantasan Narkotika BNN Brigjen Pol Budi Wibowo menjelaskan apartemen itu dijadikan tempat untuk meracik narkotika jenis liquid vape (cairan liquid) dan happy water.

    “Kami menemukan tempat yang digunakan untuk meracik, mengolah narkotika cair yang kemudian disuntikkan ke liquid vape dan happy water,” kata Budi di lokasi, Selasa (6/1/2026).

    Dia mengatakan empat orang yang ditangkap langsung ditetapkan sebagai tersangka. Keempat memiliki peran yang berbeda dalam menjalankan bisnis gelap tersebut.

    Dia memerinci, keempat tersangka berinisial HS, WNI, PS dan HSN. Penyidik sempat menginterogasi pelaku sembari melakukan olah TKP.

    “Penyidik mengamankan empat orang, ada yang perannya sebagai kurir, peracik, atau pembiayaan,” tutur dia.

    Penyidik menyita barang bukti berupa 2.010 serbuk rasa dan 85 cartridge vape siap edar. Penyidik juga menemukan alat pemasak, timbangan, hingga 13.000 ml cairan yang akan diolah menjadi narkotika cair

  • BNN Gerebek Pabrik Narkoba di Apartemen Jakut, Tangkap 4 Orang

    BNN Gerebek Pabrik Narkoba di Apartemen Jakut, Tangkap 4 Orang

    GELORA.CO – – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek pabrik narkoba di salah satu apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara (Jakut), Selasa (6/1/2026). Petugas menangkap empat orang dalam penggerebekan tersebut.

    Deputi Bidang Pemberantasan Narkotika BNN Brigjen Pol Budi Wibowo menjelaskan apartemen itu dijadikan tempat untuk meracik narkotika jenis liquid vape (cairan liquid) dan happy water.

    “Kami menemukan tempat yang digunakan untuk meracik, mengolah narkotika cair yang kemudian disuntikkan ke liquid vape dan happy water,” kata Budi di lokasi, Selasa (6/1/2026).

    Dia mengatakan empat orang yang ditangkap langsung ditetapkan sebagai tersangka. Keempat memiliki peran yang berbeda dalam menjalankan bisnis gelap tersebut.

    Dia memerinci, keempat tersangka berinisial HS, WNI, PS dan HSN. Penyidik sempat menginterogasi pelaku sembari melakukan olah TKP.

    “Penyidik mengamankan empat orang, ada yang perannya sebagai kurir, peracik, atau pembiayaan,” tutur dia.

    Penyidik menyita barang bukti berupa 2.010 serbuk rasa dan 85 cartridge vape siap edar. Penyidik juga menemukan alat pemasak, timbangan, hingga 13.000 ml cairan yang akan diolah menjadi narkotika cair

  • SBY Terseret Isu Ijazah Akibat Ruang Tafsir yang Dibuka Jokowi

    SBY Terseret Isu Ijazah Akibat Ruang Tafsir yang Dibuka Jokowi

    GELORA.CO -Tuduhan yang menyebut Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berada di belakang isu ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi terus menjadi perbincangan publik.

    Pengamat politik dari Politika Research & Consulting (PRC), Nurul Fatta, menilai tudingan terhadap SBY tidak bisa dilepaskan dari pernyataan Jokowi sendiri yang berulang kali menyebut adanya “orang besar” di balik isu ijazahnya. Menurutnya, pernyataan tersebut secara politis membuka ruang spekulasi di ruang publik.

    “Maka wajar jika publik bertanya siapa orang besar yang dimaksud?” kata Nurul Fatta.

    Ia menjelaskan, jika dieliminasi satu per satu, Anies Baswedan bukanlah “orang besar” dalam pengertian kekuasaan di tingkat nasional. Anies hanyalah mantan Gubernur DKI Jakarta dan eks calon presiden pada Pilpres 2024.

    “Kalau bicara jenderal, ya jenderal siapa? Megawati sulit dikaitkan karena isu ini sudah muncul sebelum konflik Jokowi dengan PDIP. Prabowo pun kecil kemungkinan, mengingat Gibran adalah wakilnya,” jelasnya.

    Menurut Nurul, secara persepsi politik, figur yang paling mudah disebut dalam kategori “orang besar” adalah SBY. Pasalnya, SBY merupakan mantan presiden, seorang jenderal, serta ayah dari tokoh yang berpotensi bersaing dalam Pilpres mendatang.

    “Di titik inilah problem politiknya muncul. Muaranya justru ada pada pernyataan Pak Jokowi yang membiarkan tafsir liar berkembang di ruang publik,” jelasnya.

    Ia menambahkan, jika dibaca dengan kacamata realisme politik hari ini, sesungguhnya pertarungan masa depan adalah antara dua anak mantan presiden, yakni Gibran Rakabuming Raka dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

    “Tapi ironisnya, sebelum anak-anak itu bertarung, bapak-bapaknya seolah sudah berantem duluan,” pungkasnya

  • Sudah Waktunya SBY Lapor Polisi

    Sudah Waktunya SBY Lapor Polisi

    Oleh: Erizal

    SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY) masih menghitung kancing baju. Maju tidak, maju tidak, maju tidak. 

    Seharusnya, SBY maju. Cap peragu harus dihapus. Jangan dibiarkan terus menempel. Ini sudah waktunya. Sudah lewat tiga hari, Budhius M Piliang, anak buah Zulfan Lindan itu, harus dilaporkan ke Polisi.

    Bukan untuk menghentikan, apalagi membungkam seorang Budhius M Piliang atau Zulfan Lindan. Tapi menghentikan atau mengimbangi Joko Widodo alias Jokowi. 

    Jokowi tak bisa dibiarkan mengaduk-aduk opini publik sendirian. SBY harus turun gunung. Tutup dulu kanvas lukisan itu.

    Iya atau tidak, sampai kapan pun SBY akan dikaitkan atau dituduh berada di belakang Roy Suryo cs. Jejak Roy Suryo bersama Partai Demokrat tak bisa dihapus. 

    Apalagi, ada Denny Indrayana dan Amir Syamsuddin pula. Dan Benny K Harman, ikut pula sepukul dua pukul.

    Benny K Harman mungkin spontan saja membandingkan kasus ijazah Arsul Sani yang simpel dengan kasus ijazah Jokowi yang ruwet seruwet-ruwetnya. 

    Tapi, itu cukup dijadikan sebagai poin keterlibatan Demokrat di balik kasus ijazah Jokowi ini. Kenapa tidak diam saja seperti politisi yang lain?

    Bukankah SBY pula yang sejak awal mengingatkan bahwa tak boleh ada dua matahari dalam satu pemerintahan? Satu matahari saja sudah sangat panas, apalagi kalau ada dua. 

    Peringatan ini dijadikan pula poin bagi keterlibatan SBY merusak reputasi Jokowi.

    Tanggung berendam, mandi sekalian. Bukan untuk membantu Roy Suryo cs, melainkan untuk membantu Prabowo Subianto. 

    Ingat, Prabowo pun ikut diseret dalam kasus ijazah Jokowi. Ketua Harian PSI Ahmad Ali pernah beri ultimatum agar Prabowo segera menyelesaikan kasus ijazah Jokowi, termasuk ijazah Gibran Rakabuming Raka. Pidato perdana.

    Entah apa maksudnya? Menyelesaikan kasus ijazah seperti dulu Jokowi menyelesaikan terhadap Bambang Tri dan Gus Nur? Ataukah ada cara penyelesaianan lain di luar cara yang saat ini sedang bergulir? 

    Kalau kasus ini berlarut-larut, maka Prabowo juga yang akhirnya diseret kedua belah pihak, terutama pendukung Jokowi.

    Roy Suryo cs tak perlu lagi dibantu karena analisisnya sudah sangat kuat. Sejauh ini belum ada lawan, baik dari UGM maupun Polisi, kecuali berupa pernyataan atau status tersangka itu sendiri. 

    Dan itu perlu diuji lebih lanjut. Keberadaan SBY hanya untuk mengimbangi opini Jokowi yang seperti menari-nari sendirian saja.

    SBY perlu turun gunung dengan cara melaporkan Budhius M Piliang ke Polisi juga untuk memberi pelajaran seperti itu alasan Jokowi saat melaporkan Roy Suryo cs. Dua mantan Presiden sama-sama memberikan pelajaran berhukum yang baik bagi rakyat.

    Jadi turun gunung bukan bermaksud berbenturan langsung dengan Jokowi. Apalagi Jokowi sudah mengklarifikasi bahwa bukan SBY orang besar yang ia maksud. 

    Tapi SBY perlu juga memastikan apakah benar seperti itu. Jangan-jangan seperti biasanya, lain di mulut, lain di hati. Sudah tapi belum. Tidak ternyata iya.

    Direktur ABC Riset & Consulting 

  • Prabowo Sindir Pakar Omon-Omon Doyan Ngarang di Medsos

    Prabowo Sindir Pakar Omon-Omon Doyan Ngarang di Medsos

    GELORA.CO –  Presiden Prabowo Subianto menyinggung banyak pakar yang berbicara tanpa dasar di berbagai media sosial dan podcast. Menurutnya, para pakar tersebut kerap asal bicara.

    Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026) malam.

    “Saudara-saudara, ini zaman teknologi ya, jadi sekarang teknologi itu ada media sosial, iya kan? Media sosial ini baik, tapi ada juga kadang-kadang bahayanya. Dengan banyak podcast-podcast, banyak pakar itu bicara asal bicara,” ucap Prabowo.

    Prabowo bahkan mengungkapkan, ada sejumlah pakar yang mengklaim memahami jalan pikirannya. “Jadi saya lihat ada pakar-pakar yang selalu mengerti pikiran Prabowo Subianto. Jadi kadang-kadang kalau saya mau cek kira-kira apa yang dipikirkan Prabowo Subianto, saya cari podcast. Kira-kira apa ya yang sedang dipikirkan oleh Prabowo? Ngarang itu dia,” ujarnya.

    “Prabowo sedang konflik internal dengan ini, nanti dengan itu’. Senangnya ramai, gaduh, padahal enggak ada, saudara-saudara,” sambungnya.

    Prabowo juga menyinggung adanya kelompok-kelompok yang nyinyir. Ia menegaskan, pemerintahannya bekerja dengan bukti, bukan sekadar janji.

    “Kita memiliki masa depan yang bagus walaupun ada kelompok nyinyir, iya kan? Enggak apa-apa, enggak apa-apa. Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja,” ucap Prabowo.

    Ia pun mencontohkan setiap kampanyenya, ia selalu menegaskan Indonesia harus bisa swasembada pangan. Ketika menjadi Presiden, ia pun meminta kepada para menterinya untuk fokus mengejar target swasembada pangan.

    “Saya tidak berubah, waktu saya kampanye terakhir swasembada pangan yang pertama. Dan begitu saya jadi presiden, itu fokus saya. Dan saya beri target kepada tim saya: kita harus swasembada beras empat tahun. Itu target saya, empat tahun,” ujar dia.

    Dalam kesempatan tersebut, mantan Menteri Pertahanan itu menegaskan pada 2025, Indonesia tidak mengimpor beras.

    “Saudara-saudara, di Perayaan Natal ini saya dengan bangga hari ini saya bisa menyampaikan bahwa begitu lewat 31 Desember 2025, bangsa Indonesia sekarang sudah swasembada beras. Tahun 2025 kita tidak impor beras sama sekali,” ungkapnya.

    “Target empat tahun kita bisa capai dalam waktu satu tahun. Dan kita bantu tidak hanya bangsa Indonesia, kita membantu dunia. Kenapa? Dengan kita tidak impor beras, harga beras dunia turun, turun ratusan dolar. Jadi banyak negara berterima kasih sama kita,” jelas dia.

  • Indonesia Jadi Negara Paling Bahagia, Prabowo: Saya Terharu

    Indonesia Jadi Negara Paling Bahagia, Prabowo: Saya Terharu

    GELORA.CO –  Presiden RI Prabowo Subianto mengaku terharu Indonesia masuk sebagai salah satu negara yang paling bahagia berdasarkan survei Global Flourishing Study (GFS) yang diriset secara kolaboratif antara Harvard University, Baylor University, dan lembaga riset global Gallup.

    Dalam survei tersebut, Prabowo menyatakan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang paling bahagia. “Di mana hampir 200 negara, negara yang rakyatnya setelah ditanya menjawab bahwa rakyat tersebut mengalami kebahagiaan. Negara yang paling nomor satu di dunia sekarang, rakyat yang mengatakan bahagia adalah bangsa Indonesia. Ini mengharukan bagi saya,” kata Prabowo di Perayaan Natal Nasional 2025 di Lapangan Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).

    Prabowo mengatakan, rasa terharu itu muncul mengingat masih banyak masyarakat Indonesia yang hidup sangat sederhana. Namun, mereka tetap merasa bahagia di tengah keterbatasan tersebut.

    “Saya paham bahwa sebagian besar rakyat kita sesungguhnya masih menjalani kehidupan yang sangat-sangat sederhana, yang berada dalam keadaan yang harus bisa kita akui belum sejahtera. Tetapi kalau ditanya, mereka masih mengatakan bahwa mereka bahagia,” ujarnya.

    Prabowo lantas menyebut, pernyataan masyarakat soal kebahagiaan ini membingungkan bangsa lain sekaligus membuatnya terharu.

    Ia pun bertekad akan berupaya dan bekerja sangat keras untuk menyejahterakan masyarakat di masa kepemimpinannya. “Karena itu saya bersama pembantu-pembantu saya bekerja sangat keras. Sudah satu tahun kita menerima tugas dari bangsa Indonesia. Saya dibantu oleh pembantu-pembantu saya, orang-orang yang saya akui sebagai putra-putri terbaik bangsa Indonesia,” jelas dia.

  • Pengakuan Pengawal Nicolas Maduro yang Selamat dari Serangan AS, Ada Kode Siulan dari Delta Force

    Pengakuan Pengawal Nicolas Maduro yang Selamat dari Serangan AS, Ada Kode Siulan dari Delta Force

    GELORA.CO – Suasana mencekam menyelimuti wilayah Venezuela saat serangan militer Amerika Serikat terjadi pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. 

    Di tengah dentuman ledakan dan suara tembakan yang memecah keheningan malam, para prajurit Venezuela berada di garis depan, menghadapi situasi yang mereka gambarkan sebagai salah satu momen paling menegangkan sepanjang karier militer mereka.

    Salah satu kesaksian datang dari Ricardo Salazar, prajurit Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian Venezuela. Ia mengungkapkan detik-detik ketika serangan udara terjadi, menggambarkan kepanikan sekaligus kebingungan yang dirasakannya di tengah situasi yang serba cepat dan berbahaya.

    Menurut Ricardo, suara ledakan terdengar bersahut-sahutan, disertai siulan keras di udara yang membuatnya sulit membedakan arah serangan.

    “Saya mendengar ledakan, saya mendengar siulan. Semuanya seperti siulan. Untuk sesaat saya tidak mendengar helikopter,” ujar Ricardo saat memberikan kesaksian pada Minggu (4/1/2026).

    Ia menuturkan, dalam hitungan detik setelah suara-suara itu, sebuah benda jatuh tak jauh dari posisinya.

    Ledakan yang menyusul begitu kuat hingga melemparkannya bersama seorang prajurit lain ke tanah. 

    Ricardo mengaku tidak sempat mengenali jenis persenjataan yang digunakan, namun ia yakin itu merupakan bom yang dijatuhkan dari udara.

    “Sesaat kemudian, sesuatu jatuh di dekat saya, sebuah bom, saya tidak tahu. Lalu saya dan seorang prajurit terpental akibat ledakan,” katanya.

    Kesaksian tersebut menambah gambaran nyata mengenai dampak langsung serangan terhadap personel militer di lapangan.

    Di tengah ketidakpastian situasi keamanan dan meningkatnya ketegangan geopolitik, para prajurit Venezuela disebut tetap bertahan di posisi masing-masing, meski menghadapi risiko besar terhadap keselamatan jiwa.

    Ricardo menegaskan bahwa pengalaman traumatis tersebut tidak menggoyahkan komitmennya sebagai prajurit.

    Ia menyatakan kesiapannya untuk terus menjalankan tugas dan membela kedaulatan negaranya, apa pun konsekuensinya.

    Baginya, serangan itu justru memperkuat tekad untuk tetap berdiri di garis pertahanan Venezuela.

    “Saya akan selalu siap membela tanah air saya,” ujarnya dengan nada tegas.

    Hingga kini, situasi di Venezuela masih diliputi ketegangan pascaserangan.

    Kesaksian para prajurit seperti Ricardo menjadi potret langsung dari dampak konflik bersenjata, sekaligus mencerminkan kondisi psikologis dan fisik mereka yang berada di garis depan pertempuran.

  • Saya akan Angkat Senjata Jika Amerika Menyerang

    Saya akan Angkat Senjata Jika Amerika Menyerang

    GELORA.CO –  Presiden AS Donald Trump dan Presiden Kolombia Gustavo Petro kembali terlibat perang kata-kata. Gustavo Petro tegaskan akan mengangkat senjata jika AS melakukan invasi. 

    Dalam pernyataannya Petro yang juga mantan gerilyawan sayap kiri pada tahun 1990-an, menolak tuduhan Trump bahwa ia adalah bandar narkoba.

    “Saya bukan anak haram dan saya bukan pengedar narkoba.Trump berbicara tanpa pengetahuan. Berhenti memfitnah saya,” tulisnya dalam sebuah unggahan di X.

    “Jika mereka [AS] mengebom, para petani akan menjadi ribuan gerilyawan di pegunungan. Dan jika mereka menahan presiden yang dicintai dan dihormati oleh sebagian besar rakyat, mereka akan melepaskan ‘jaguar’ rakyat,” kata Petro memperingatkan.

    Petro menghabiskan sebagian masa mudanya sebagai anggota kelompok gerilya sayap kiri M-19. Meski ada spekulasi ia tidak pernah berpartisipasi dalam pertempuran.

    Setelah demobilisasi, ia berpartisipasi dalam penyusunan konstitusi baru pada tahun 1991 dan kemudian menjadi anggota parlemen yang dihormati. Ia pernah menjabat sebagai walikota ibu kota Kolombia sebelum terpilih sebagai presiden.

    “Saya bersumpah untuk tidak menyentuh senjata lagi… tetapi untuk tanah air, saya akan mengangkat senjata lagi,” katanya.

    Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sánchez, mengumumkan pada Sabtu bahwa pengawalan presiden telah diperkuat.

    AS mencabut visa Petro pada  September setelah ia menyerukan kepada tentara Amerika untuk tidak mematuhi perintah ilegal apa pun. Pada bulan Oktober, AS menjatuhkan sanksi keuangan kepada Petro dan keluarganya. istri dan beberapa kolaborator dekatnya.

    Pada saat yang sama ketika AS meningkatkan kehadiran militernya di Karibia dan membom kapal-kapal yang diduga membawa narkoba untuk menekan Maduro di Venezuela. Pasukan AS juga melakukan serangan terhadap kapal-kapal di wilayah Pasifik timur di sebelah barat pantai Kolombia.

    Peringatan Trump

    Berbicara kepada wartawan di Air Force One pada Ad, presiden AS mengancam aksi militer serupa terhadap Kolombia seperti halnya yang telah dilakukan di Venezuela. Trump mengatakan negara Amerika Selatan itu ‘sangat sakit’ dan dijalankan oleh ‘orang sakit’ yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.

    “Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya dalam waktu lama,” tambah Trump.

    Meskipun Kolombia adalah produsen kokain terbesar di dunia, tidak ada bukti bahwa Presiden Gustavo Petro, yang terpilih pada tahun 2022, terlibat dalam bisnis tersebut.

    Negara ini telah lama menjadi mitra dekat AS dalam memerangi perdagangan narkoba dan menikmati dukungan bipartisan di Washington, tetapi hubungan telah memburuk secara dramatis sejak Trump menjabat.

    Perdagangan narkoba di Kolombia sebagian besar dikendalikan oleh kelompok-kelompok bersenjata ilegal seperti Klan Teluk, Tentara Pembebasan Nasional (ELN), dan faksi-faksi pembangkang dari kelompok gerilya Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), yang sebagian besar anggotanya telah demobilisasi setelah kesepakatan damai tahun 2016.

    Ketika ditanya apakah intervensi militer serupa dengan Venezuela akan dilakukan terhadap Kolombia, Trump menjawab: “Kedengarannya bagus bagi saya.”

  • Alasan SBY dan Megawati Mau Tempuh Jalur Hukum karena Dikaitkan Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Fitnah

    Alasan SBY dan Megawati Mau Tempuh Jalur Hukum karena Dikaitkan Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Fitnah

    GELORA.CO  – Ini lah alasan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mempertimbangkan akan membawa ke jalur hukum pihak-pihak yang mengaitkan keduanya dengan kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

    Santer dikabarkan isu tudingan ijazah palsu Jokowi digawangi oleh orang besar dan berkaitan dengan egenda politik. 

    Sejumlah pihak lalu melayangkan tudingan itu kepada SBY yang diduga memiliki agenda politik untuk menaikkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk Pilpres 2029. 

    Bahkan ada juga yang mengaitkan dengan Megawati yang dituding sakit hati ke Jokowi saat PIlpres 2024. 

    Kabar ini pun lalu ditanggapi kubu SBY dan Megawati. 

    SBY Siap Layangkan Somasi

    Politikus Partai Demokrar, Andi Arief menyebut SBY sangat terganggu dengan isu tersebut.  

    SBY disebut telah mempertimbangkan menempuh jalur hukum bagi pihak yang memfitnahnya.

    “Saya bertemu dengan Pak SBY beberapa hari lalu, Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini karena tidak benar yang disebutkan Pak SBY berada di balik isu ijazah palsu ini,” kata Andi dikutip dari video yang diunggah di akun X pribadinya, Rabu (31/12/2025).

    Andi menuturkan bahkan SBY turut dituduh telah berkolaborasi dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri untuk memunculkan isu bahwa ijazah milik Jokowi adalah palsu.

    Ia menegaskan tuduhan tersebut tidak benar. Dia juga mengatakan hubungan SBY dan Jokowi baik-baik saja.

    “Atau bahkan disebut Pak SBY berkolaborasi dengan Bu Megawati dalam mengungkap (isu) ijazah palsu Pak Jokowi ini. Jadi sama sekali itu tidak benar.

    “Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi selama ini juga baik,” ujar Andi.

    Andi menuturkan jika fitnah tidak dihentikan, maka SBY mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum.

    Sehingga, dia berharap fitnah mengaitkan SBY dengan kasus dugaan ijazah Jokowi agar dihentikan.

    “Kalau juga tidak dihentikan, ada kemungkinan Pak SBY akan mengambil langkah hukum dengan pertama memberikan somasi kepada orang-orang yang membuat fitnah tersebut dan terbuka kemungkinan untuk menempuh proses hukum,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Andi menambahkan bahwa SBY kini sudah tidak berfokus lagi di dunia politik tetapi menekuni seni lukis dan mengurus klub voli, Lavani.

    “Hari-hari politik (di Partai Demokrat) kan sudah dipimpin oleh Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono),” katanya.

    Megawati tak beri perintah, tapi kader bergerak 

    Sama halnya dengan SBY, Megawati juga siap mempertimbangkan langkah hukum. 

    Politikus PDIP, Guntur Romli mengatakan pertimbangan upaya hukum muncul karena Megawati dan PDIP merasa dirugikan atas tuduhan yang muncul tersebut.

    Dia juga menyebut pihaknya mendukung langkah SBY usai dikaitkan dengan kasus ijazah Jokowi.

    “Kami mendukung apabila Pak SBY akan menempuh jalur hukum. Fitnah tersebut memang tidak bisa dibiarkan.”

    “Kami juga tengah membahas terkait langkah hukum tersebut karena kami juga mengalami nasib yang sama,” katanya kepada Tribunnews.com, Kamis (1/1/2026).

    Guntur menegaskan pertimbangan upaya hukum tersebut sebenarnya bukan muncul dari perintah Megawati, tetapi kesadaran dari kader.

    Dia mengungkapkan upaya ini menjadi wujud pembelaan terhadap kehormatan Megawati.

    “Tidak ada perintah (dari Megawati melakukan upaya hukum). Membela kehormatan ketua umum sudah otomatis bagi kader.”

    “Sejak dipecat dari PDI Perjuangan, Jokowi sudah bukan lagi urusan kami,” tuturnya.

     Jokowi sebut ada operasi politik

    Sebelumnya, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) blak-blakan mengungkap ada agenda besar di balik isu ijazah palsu yang sudah empat tahunan bergulir.

    Jokowi selama ini diam saja dan tidak banyak menanggapi karena dia yakin dengan ijazah asli yang dipegangnya. 

    Dia tidak menunjukkan ijazah karena dua alasan. Pertama, karena ada aduan di Bareskrim. 

    “Yang kedua, saya dituduh ijazah saya palsu. Artinya, yang menuduh itu yang harus membuktikan. Dalam hukum acara, siapa yang menuduh itu yang harus membuktikan. Itu yang saya tunggu. Coba dibuktikannya seperti apa?,” katanya dikutip dari wawancara eksklusif Kompas TV pada Selasa (9/12/2025). 

    Menurut Jokowi, akan lebih baik kalau pembuktian tudingan ijazah palsu ini di pengadilan karena akan kelihatan proses hukum yang adil. 

    Baca juga: Sosok Majelis Hakim PN Solo yang Tolak Eksepsi Jokowi dan Rektor UGM di Sidang Gugatan Warga Negara

    “Karena yang membuat ijazah saya sudah menyampaikan asli, masih tidak dipercaya, gimana?,” kata Jokowi sambil tersenyum. 

    Jokowi melihat ada agenda besar politik dan ada operasi politik sehingga isu ijazah palsu ini sampai bertahun-tahun tidak selesai.

    Menurut Jokowi, ada keinginan pihak tertentu yang mau men-downgrade dan menurunkan reputasi yang dia miliki.

    “Meskipun saya enggak merasa punya reputasi apa-apa,” ujarnya sambil tersenyum. 

    Kenapa harus diturunkan reputasinya? 

    Jokowi menduga ada kepentingan politik di baliknya.

    “Kenapa sih kita harus mengolok-olok, menjelek-jelekkan, merendahkan, menghina, menuduh-nuduh? Semua dilakukan untuk apa? Kalau hanya untuk main-main kan mesti ada kepentingan politiknya di situ,” katanya. 

    Jokowi pun masih dengan keyakinannya bahwa ada orang besar di balik isu ijazah palsu terhadap dirinya. 

    “Saya pastikan. Iya,” katanya.

    Siapa orang besar itu? 

    “Ya, saya kira gampang ditebak lah. Tapi (saya) tidak tidak berusaha sampaikan,” jawabnya. 

    Menurut Jokowi, di tengah masa-masa ekstrem seperti ini, seharusnya konsentrasi untuk hal yang besar, untuk strategi besar negara, untuk kepentingan yang lebih besar bagi negara ini.

    “Misalnya tadi yang berkaitan dengan menghadapi masa-masa ekstrem, menghadapi masa-masa perubahan karena artificial intelligence, karena humanoid robot. Sehingga jangan malah kita energi besar kita pakai untuk urusan-urusan yang sebetulnya menurut saya ya urusan ringan,” ujarnya

  • Tak Perlu Nyatakan Bencana Nasional

    Tak Perlu Nyatakan Bencana Nasional

    GELORA.CO  – Presiden Prabowo Subianto kembali membeberkan alasan mengapa pemerintah tidak menetapkan bencana di Sumatra sebagai bencana nasional. Prabowo menegaskan, negara masih mampu mengatasi bencana yang terjadi di Sumatra.

    Dia mengingatkan, masih ada juga 35 provinsi lain di Indonesia yang harus diurus.

    “Masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional? Ya masalahnya adalah kita punya 38 provinsi, masalah ini berdampak di 3 provinsi, masih ada 35 provinsi lain. Jadi kalau sementara kita 3 provinsi ini kita sebagai bangsa, sebagai negara kita mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional,” kata Prabowo di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

    Meski tidak menetapkan status bencana nasional, Prabowo memastikan kehadiran pemerintah secara serius dalam penanganan bencana di Sumatra.

    “Tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius,” kata Prabowo.

    Prabowo memastikan alokasi anggaran yang besar dikucurkan dalam penanganan bencana di Sumatra.

    “Jadi saudara-saudara, kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu ya. Kita sudah siapkan anggaran cukup besar ya untuk mengatasi ini,” kata Prabowo