Category: Fajar.co.id Nasional

  • Prabowo Intruksikan Berantas Judol, Islah Bahrawi: Kabar yang Makin Buat Bapak Itu Tidak Nyenyak Tidur

    Prabowo Intruksikan Berantas Judol, Islah Bahrawi: Kabar yang Makin Buat Bapak Itu Tidak Nyenyak Tidur

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Presiden Prabowo mengintruksikan berantas Judi Online (Judol). Itu diungkapkan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.

    Hal tersebut menuai tanggapan dari berbagai pihak. Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi.

    Islah menyebut intruksi tersebut membuat orang yang terlibat Judol tidak tidur nyenyak. Bahkan perutnya mules.

    “Kabar yang semakin membuat bapak itu tidak nyenyak tidur, perut mules,” kata Islah dikutip dari unggahannya di X, Jumat (8/11/2024).

    Tidak sampai di situ, sosok tersebut disebut Islah sudah pontang-panting nyari perlindungan.

    “Pontang panting nyari perlindungan dan paling takut melihat tamu tak dikenal naik Avanza item nenteng map merah,” ucapnya.

    Adapun soal Judol ini nama Budi Arie diseret. Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu diminta diperijsa.

    Menanggapi ini, Budi mengatakan mendukung polisi mengusut tuntas kasus judi online. Dia mendukung pemerintah dan aparat penegak hukum memberantas judi online.

    “Pertama, saya fokus urus koperasi dan rakyat. Dua, kita mendukung penegakan hukum, Tiga, kita mendukung pemberantasan judi online di seluruh lini Indonesia. Jangan kasih kendor,” kata Budi di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu 6 November 2024.
    (Arya/Fajar)

  • Berdasarkan Data, Indonesia Tidak Pernah Surplus Gula, Anthony Budiawan: Penahanan Tom Lembong Dipaksakan

    Berdasarkan Data, Indonesia Tidak Pernah Surplus Gula, Anthony Budiawan: Penahanan Tom Lembong Dipaksakan

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komoditas gula di Indonesia ternyata tidak pernah surplus. Pernyataan Kejaksaan Agung yang menyebut pada 2015 terjadi surplus gula, pun diyakini tidak sesuai data yang ada.

    Data National Sugar Summit Indonesia menyebutkan bahwa produksi gula dalam negeri pada 2015 sebesar 2,49 juta ton. Sementara, konsumsi gula nasional sebesar 2,86 juta ton. Artinya, produksi gula dalam negeri lebih rendah dari kebutuhan alias tidak surplus.

    Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan negara mengimpor 3,3 juta ton gula pada Mei 2015. Salah satu tujuannya untuk menstabilkan harga gula. Sehingga, penetapan tersangka Tom Lembong pun terkesan dipaksakan.

    Pandangan itu disampaikan Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan. Dia menyebut, tudingan terhadap Tom Lembong tak masuk akal. Sejak lama Indonesia terkenal negara net-impor gula.

    “Indonesia ini net-importir gula sejak lama. Jadi kalau dikatakan surplus itu sudah tidak mungkin apalagi yang katanya Mei ada itu rapat koordinasi mengatakan surplus. Itu sudah tidak mungkin karena itu sudah harus ada impor terus,” kata Anthony dalam keterangan video yang dikutip Kamis, 7 November 2024.

    Berdasar data BPS, Indonesia mengimpor 3,3 juta ton gula pada Mei 2015.

    “Jadi, itu satu adalah tidak mungkin. Jadi saya setuju bahwa ini adalah satu pemaksaan yang untuk mentersangkakan Tom Lembong,” ucap Anthony.

    Anthony mengatakan, pemberian izin impor gula kristal mentah tersebut hanya 105.000 ton untuk keperluan industri. Artinya, hanya sekitar 3,1 persen dari total impor gula tahun 2015.

  • Pembukaan MTQ Tanpa Sambutan, Jhon Sitorus: Mau Tidak Mau Harus Terbiasa dengan Kelakuan Aneh Wakil Presiden Kita

    Pembukaan MTQ Tanpa Sambutan, Jhon Sitorus: Mau Tidak Mau Harus Terbiasa dengan Kelakuan Aneh Wakil Presiden Kita

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, tak memberi sambutan dalam perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional VII Korpri di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

    Dia hanya memukul katambung, alat musik tabuh khas Dayak yang biasa digunakan untuk membuka acara selain gong.

    Gibran yang hadir di acara itu membuka kegiatan tanpa penyampaian sambutan. Hal ini mengundang reaksi berbagai pihak.

    Salah satunya Pemerhati Sosial dan Politik, Jhon Sitorus. Dia memberikan sentilan menohok kepada orang nomor dua Indonesia itu.

    “Pembukaan tanpa Sambutan. Kawan-kawan, kita mau tidak mau harus terbiasa dengan kelakuan aneh Wakil Presiden kita ini,” kata Jhon dalam akun X, Rabu, (6/11/2024).

    Padahal kata dia, sebelumnya Gibran sudah diminta Gubernur Kalteng dan Panitia, tetapi Wapresnya malah tidak berani kasih sambutan.

    Jhon Sitorus pun menyarankan agar Gibran membuka acara via zoom jika memang tidak ingin sambutan.

    “Jeii…Mas Gibran, anda itu orang nomor dua di Indonesia. Kalo sekadar datang clingak clinguk, terus menabuh katambung lebih baik via zoom aja,” tandasnya. (selfi/fajar)

  • Usut Bansos Presiden yang Diduga Rugikan Negara Rp125 Miliar, KPK Periksa Teddy Munawar dan Steven Kusuma

    Usut Bansos Presiden yang Diduga Rugikan Negara Rp125 Miliar, KPK Periksa Teddy Munawar dan Steven Kusuma

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penyaluran bantuan sosial (bansos) Presiden pada masa pandemi covid-19, tampaknya tak luput dari praktik korupsi. Terbukti, KPK sudah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

    Pada Kamis (7/11), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Direktur Utama PT Anomali Lumbung Artha Teddy Munawar dan Direktur PT Inkubics, Steven Kusuma untuk dimintai keterangan.

    Keduanya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan pengadaan bantuan sosial presiden terkait penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek pada Kementerian Sosial RI tahun anggaran 2020.

    “Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih, atas nama TM dan SK,” kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika dalam keterangannya.

    Belum diketahui materi pemeriksaan yang ingin didalami penyidik kepada para saksi. KPK mengembangkan perkara korupsi bantuan sosial (bansos) yang menjerat mantan Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara dan mantan Dirut Transjakarta yang juga eks PT Bhanda Ghara Reksa (BGR), Kuncoro Wibowo.

    Saat ini, KPK sudah meningkatkan penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan bansos presiden pada masa pandemi Covid-19.

    Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan penasihat PT Primalayan Teknologi Persada (PTP) Ivo Wongkaren sebagai tersangkanya. Ivo sebelumnya sudah diproses hukum dalam kasus penyaluran bansos. KPK menaksir kerugian keuangan negara akibat kasus dugaan korupsi pengadaan bansos presiden itu mencapai Rp125 miliar. (fajar)

  • Jelang Semifinal ASEAN Futsal, Indonesia Siapkan Performa Terbaik Hadapi Thailand

    Jelang Semifinal ASEAN Futsal, Indonesia Siapkan Performa Terbaik Hadapi Thailand

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi tantangan besar saat bertemu Thailand di semifinal ASEAN Futsal Championship 2024. Pertandingan yang akan berlangsung pada 8 November 2024 pukul 18.00 WIB di Nakhon Ratchasima, Thailand, ini diprediksi bakal menjadi duel sengit antara dua tim kuat Asia Tenggara.

    Setelah sukses melalui fase grup yang penuh tantangan, Timnas Futsal Indonesia siap menunjukkan permainan terbaik mereka.

    Pelatih Hector Souto menegaskan bahwa timnya telah mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi laga krusial ini, meski dihadapkan pada jadwal padat dan kondisi pemain yang memerlukan perhatian khusus.

    “Kami menjalani tiga pertandingan berturut-turut, jadi kami harus menjaga kesehatan para pemain. Mereka harus dalam kondisi terbaik,” ujar Souto.

    Tidak hanya fisik, semangat juang dan mental baja juga menjadi kunci kekuatan Timnas Futsal Indonesia kali ini. Para pemain bertekad memberikan yang terbaik demi mencapai final dan membawa pulang prestasi untuk Indonesia.

    Di sisi lain, pelatih Thailand, Miguel Rodrigo, memilih pendekatan berbeda dengan fokus pada pemulihan fisik pemain jelang laga.

    “Persiapannya hanyalah istirahat yang cukup. Dalam dua hari terakhir kami memainkan pertandingan yang sangat sulit melawan Malaysia dan Vietnam,” ujar Rodrigo, menunjukkan bahwa meski dengan waktu istirahat terbatas, Thailand siap tampil maksimal sebagai tuan rumah.

    Dengan strategi yang berbeda dari kedua tim, pertandingan ini menjadi sangat dinantikan oleh para pecinta futsal di Asia Tenggara.

  • Capai TKDN di Atas 70%, Pengamat Soal Becak Listrik: Langkah Strategis Wujudkan Kemandirian Teknologi dan Ekonomi

    Capai TKDN di Atas 70%, Pengamat Soal Becak Listrik: Langkah Strategis Wujudkan Kemandirian Teknologi dan Ekonomi

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto berkomitmen untuk selalu berpihak pada kepentingan rakyat, salah satunya diwujudkan dengan menginisasi pembuatan becak listrik yang nantinya akan dibagikan secara bertahap kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya para tukang becak yang berusia di atas 60 tahun.

    Untuk itu, Prabowo meminta salah satu perusahaan industri pertahanan nasional yaitu PT Len Industri memproduksi hingga 1.000 unit becak listrik. Dalam praktiknya, proses produksi becak listrik dilakukan di kota Bandung, dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) berada di atas angka 70 persen.

    “Saya bekerja sama dengan industri pertahanan dalam hal ini PT LEN kita bikin becak listrik,” kata Prabowo di acara Deklarasi Gerakan Solidaritas Nasional di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (2/11).

    Pengamat militer Khairul Fahmi menyebut bahwa becak listrik produksi PT Len menjadi contoh nyata bagaimana teknologi pertahanan dapat diadaptasi ke sektor sipil, memenuhi kebutuhan transportasi modern yang hemat energi.

    “Langkah ini juga mencerminkan pola “dual-use technology” atau teknologi ganda, di mana teknologi untuk kepentingan militer dapat memiliki manfaat yang lebih luas untuk masyarakat. Langkah ini bukan hanya memperluas peran industri pertahanan Indonesia, tetapi juga membangun inovasi yang dapat berkontribusi pada pembangunan transportasi berkelanjutan,” jelas Fahmi.

    Ia kemudian memberi contoh bagaimana di sejumlah negara, teknologi pertahanan memang telah diadaptasi untuk keperluan sipil. “Contohnya adalah GPS dan internet, yang pada awalnya dikembangkan untuk keperluan militer dan sekarang menjadi teknologi umum yang menunjang kehidupan sehari-hari,” sambung Fahmi.

  • Said Didu Sebut Terjadi Perampokan Besar-besaran di Proyek PIK 2, Masuk Daftar PSN Era Jokowi

    Said Didu Sebut Terjadi Perampokan Besar-besaran di Proyek PIK 2, Masuk Daftar PSN Era Jokowi

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Proyek Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 milik konglomerat Aguan di sekitar jalur pantai utara (Pantura) Kabupaten Tangerang, Banten disebut-disebut bakal merampas hak rakyat.

    Proyek senilai Rp 40 triliun telah dimasukkan ke dalam daftar proyek strategis nasional (PSN) di era Presiden ke-7 Joko Widodo.

    Proyek ini rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 1.755 hektar.

    Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu era Susilo Bambang Yudhoyono ini, membeberkan beberapa fakta di PSN PIK-2.

    Pertama, pengalihan asset negara seperti jalan, irigasi, sungai, hutan mangrove, pantai yang tidak jelas dan luasnya bisa ribuan hektar.

    Selain itu penggusuran paksa dan isolasi terhadap rakyat yang menuntut hak dan keadilan, tapi sampai saat ini terus berlangsung.

    “Aset-aset negara seperti inilah yang akan hilang begitu saja. Jalan-jalan ini dibangun dengan uang negara dan pada saat dibebaskan nanti oleh pengembang, maka ini hilang semua. Sungai ini milik negara semua, saya yakin tidak ada pergantian terhadap Negara. Ratusan sungai seperti ini akan berpindah tangan begitu saja ke pengembang tanpa ganti rugi ke Negara,” kata Said Didu dalam akun X, Kamis, (7/11/2024).

    Menurutnya, hal-hal seperti inilah yang harus diaudit, berapa ribu hektar aset Negara yang berpindah tangan secara gratis ‘kepada pengembang’.

    “Mereka telah dapat kan ini, maka ini dijual dengan harga puluhan juta, sementara dia mendapatkan secara gratis. Dan ini perlu diaudit betul-betul, pejabatnya juga,” ungkapnya. 

  • Denny Siregar ‘Tampar’ Gibran: Kerjanya Cuma Bagi-bagi Susu

    Denny Siregar ‘Tampar’ Gibran: Kerjanya Cuma Bagi-bagi Susu

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sutradara Sayap-sayap Patah, Denny Siregar, memberikan reaksi terkait aktivitas Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming, yang menurutnya lebih banyak berisi kegiatan seremonial daripada hasil nyata.

    Denny menyoroti aktivitas Gibran yang kerap diliput saat membagikan susu kepada masyarakat.

    Dennyena menganggap Gibran belum menunjukkan bukti konkret dalam pekerjaannya sebagai Wakil Presiden.

    “Lha wong kerjaannya cuman bagi-bagi susu sambil diliput wartawan,” ujar Denny dalam keterangannya di aplikasi X @DennySiregar7 (6/11/2024).

    Denny menilai bahwa pujian yang dilayangkan kepada Gibran oleh para pendukungnya tampak berlebihan.

    “Pemujanya memujinya kayak dia dewa perang,” tambahnya dengan lagak sindiran.

    Denny kemudian mempertanyakan capaian Gibran selama menjabat. Pasalnya, ia meragukan terkait kontribusi nyata Gibran dalam peran barunya sebagai Wakil Presiden.

    “Sampe sekarang gua gak tau, kerjanya dia yang beneran apaan sih?,” tandasnya.

    Sekadar diketahui, Gibran, hampir setiap kali berada di sebuah tempat, kamera yang tertuju kepadanya memperlihatkan anak sulung mantan Presiden Jokowi ini membagikan susu dan dikerumuni banyak orang.

    Dari video yang terlihat belum lama ini, tampak Paspampres cukup kewalahan mengatur massa. Padahal, sudah berkali-kali kebiasaan ini mendapat sorotan dan kritik tajam.

    (Muhsin/fajar)

  • Momen Varrel Bramasta Sapa Dua Calon Pemain Naturalisia, Netizen Malah Keinget Wan Tu Tri

    Momen Varrel Bramasta Sapa Dua Calon Pemain Naturalisia, Netizen Malah Keinget Wan Tu Tri

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Anggota Komisi X DPR Fraksi PAN, Verrell Bramasta berhasil mencuri perhatian para netizen.

    Di rapat Komisi X DPR dengan Menpora, Dito Ariotedjo membahas soal proses naturalisasi pada Senin, (4/11/2024) lalu.

    Momen-momen Verrel Bramasta di rapat tersebut kemudian diunggah ulang oleh akun X @kegblgnunfaedah.

    Terlihat diunggahan tersebut ada momen Verrel yang tampak menyapa dua calon pemain naturalisasi Indonesia, Estella Raquel Loupattij dan Noa Johanna.

    Terlihat anggota DPR yang juga dikenal dengan kariernya di dunia entertaint ini begitu cakap berbicara dengan bahasa inggris.

    “Perkenalkan nama saya Verrell Bramasta dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). PAN, PAN, PAN, selalu terdepan,” ujar Verrell saat membuka pernyatataannya dalam rapat.

    “Sebelumnya saya ingin mengucapkan welcome saya terhadap Ms Noa Johanna dan Ms Estella Raquel karena kebetulan Mr Kevin Diks tidak hadir. So, Ms Joanna and Ms Estella welcome to Commission Ten, welcome to this parliamentary hearing,” Verrell Bramasta menyapa.

    Terkait hal ini, netizen dikolom komentar justru memberikan tanggapan yang berbeda.

    Bukan membahas terkait public speaking dari Verrel yang mumpuni. para netizen justru teringat momen wan tu tri.

    “jadi keinget wan tu tri😣,” tulis komentar akun @rindubeneran.

    “masih inget wan tu tri 🙂‍↔️🙂‍↔️,” ujar akun @yourfanny.

    “cara menghilangkan bayangan bukarikaboom wantutri,” sebut akun @peluklan.

    Adapun wan tu tri yang dimaksud para netizen adalah video lama dari Verrel Bramasta yang melakukan dance tiktok dengan beberapa rekan-rekannya.

  • Kapolri Minta Anak Buahnya Tindak Semua Pihak yang Terkait Kasus Judi Online di Komdigi

    Kapolri Minta Anak Buahnya Tindak Semua Pihak yang Terkait Kasus Judi Online di Komdigi

    “Kami akan mengusut tuntas kasus yang melibatkan pegawai di Kementerian Komdigi. Selain itu, aliran dana dari bandar judi yang disetorkan kepada para pelaku juga akan ditelusuri lebih lanjut,” ujarnya.

    Menurut Irjen Sandi, penyidik kini mengumpulkan bahan-bahan bukti, termasuk menelusuri aset yang terkait dengan kasus ini. Setelah ada perkembangan signifikan, Polri akan menyampaikan hasilnya kepada media.

    “Saat ini masih didalami oleh penyidik, bukti masih dikumpulkan, dan semua yang terkait akan diperiksa. Kami akan mengumpulkan saksi, menelusuri aset, dan semua pihak yang diduga terlibat,” tambahnya.

    Selain melakukan penegakan hukum, Polri melalui Satgas Penanggulangan Judi Daring juga aktif melakukan pendekatan preemtif.

    Upaya tersebut meliputi sosialisasi di sekolah, kampus, kementerian, dan lembaga pemerintah untuk menyadarkan masyarakat akan dampak negatif perjudian. Selain itu, Polri terus berkoordinasi dengan Kementerian Komdigi untuk mengajukan pemblokiran situs dan aplikasi judol sebagai langkah preventif. (jpg)