Category: Fajar.co.id Nasional

  • Miftah Ngaku Mantan Anak Jalanan dan Premanis Saat Mengundurkan Diri, Jubir Partai Garuda: Biar Dibilang Rebel Aja

    Miftah Ngaku Mantan Anak Jalanan dan Premanis Saat Mengundurkan Diri, Jubir Partai Garuda: Biar Dibilang Rebel Aja

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Miftah Maulana atau Gus Miftah mengaku mantan anak jalanan dan preman saat menyarakan pengunduran diri dari jabatannya. Hal itu menuai sorotan.

    Salah satunya datang dari Juru Bicara Partai Garuda, Teddy Gusnaidi. Teddy menyoal pernyataan itu.

    “Kata Miftah dia anak jalanan, bergaul dengan dunia premanisme, dunia marjinal,” kata Teddy dikutip dari unggahannya di X, Senin (9/12/2024).

    Menurut Teddy, mantan anak jalanan tidak berperilaku demikian. Perilaku ke istri dan orang tidak seperti yang ditunjukkan Miftag melalui videonya yang viral.

    “Maaf, kalau mantan anak jalanan beneran dan bergaul dengan preman beneran, maka sama penjual teh, sama orang tua, sama istri gak begitu kelakuannya,” ucapnya.

    Di jalanan, orang-orang menghargai kaum lemah. Hal tersebut, menurut Teddy tidak tercermin dalam pribadi Miftah.

    “Orang di jalanan itu lebih kuat, lebih menghargai kaum yang lemah, kaum marjinal, bukan seperti Miftah,” ujarnya.

    Ia berpeskulasi pernyataan Miftah itu sengaja dibuay. Tujuannya agar Miftah dianggap keren.

    “Miftah buat cerita untuk gaya-gayaan, biar dibilang rebel aja, biar dibilang keren,” imbuhnya.

    Adapun pernyataan Miftah dimaksud saat eks Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan itu menyatakan pengunduran diri.

    “Saya seorang anak yang berlatar belakang dari jalan yang bergaul di dunia marjinal, dunia premanis, dan klub malam, telah diangkat derajat setinggi-tingginya oleh bapak presiden adalah anugerah yang luar biasa dari Allah melalui Bapak Presiden Prabowo Subianto, saya memohon maaf belum bisa menjadi yang sesuai harapan,” kata Miftah kala itu.
    (Arya/Fajar)

  • Kata DPR Soal Aturan Barang Mewah Dikenakan Kenaikan PPN 12 Persen di 2025

    Kata DPR Soal Aturan Barang Mewah Dikenakan Kenaikan PPN 12 Persen di 2025

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah telah menetapkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) akan mengalami kenaikan, dari 11 persen menjadi 12 persen, per Januari 2025 mendatang.

    Usai menemui Presiden Prabowo beberapa waktu lalu, DPR menegaskan bahwa kenaikan PPN ini disasar hanya untuk pembelian barang mewah, dengan tetap mengecualikan layanan dasar bagi masyarakat, seperti sektor kesehatan, pendidikan, perbankan, kebutuhan barang pokok.

    Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menyebut bahwa kenaikan PPN menjadi 12 persen ini adalah amanat dari Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang sudah diputuskan oleh DPR bersama Pemerintah pada 2022 lalu.

    Akan tetapi Herman tetap mengingatkan adanya potensi dampak negatif terhadap daya beli masyarakat.

    Penurunan daya beli ini, jelasnya, akan berimbas terhadap penyerapan sektor produktif, hingga penurunan minat terhadap investasi dan mengoreksi pertumbuhan ekonomi.

    Karena itu, ia mendorong agar pemerintah melakukan kajian komprehensif dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum penerapan kebijakan tersebut.

    “Meski disebut menyasar kepada pembelian barang mewah saja, saya tetap menanti penjelasan lebih lanjut dari pemerintah yang dikategorikan sebagai barang mewah serta turunannya dan substitusinya agar tidak terjadi kekeliruan,” jelas Politisi Fraksi Partai Demokrat itu, Senin (9/12/2024).

    Lebih lanjut, ia juga menilai pentingnya pemberlakuan diskresi berupa pemberian insentif pajak pada sektor-sektor tertentu, seperti sembako, kepada masyarakat.

  • Komisi X DPR Dorong Percepatan Perbaikan Infrastruktur Sekolah di Daerah Tertinggal

    Komisi X DPR Dorong Percepatan Perbaikan Infrastruktur Sekolah di Daerah Tertinggal

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menyerukan pemerintah agar segera memperbaiki infrastruktur sekolah yang masih belum layak untuk kegiatan belajar mengajar, khususnya di daerah tertinggal. Ia menegaskan, alokasi anggaran pendidikan harus difokuskan pada pemerataan infrastruktur demi mendukung kualitas pendidikan nasional.

    “Apa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo soal peningkatan alokasi anggaran pendidikan harus benar-benar diarahkan untuk membangun infrastruktur yang layak di daerah-daerah tertinggal. Tidak ada alasan untuk menunda hal ini,” kata Esti dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Senin (9/12).

    Kondisi Sekolah di NTT Jadi Sorotan

    Pernyataan ini disampaikan Esti usai kunjungan kerja resesnya ke Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana ia mendapati sejumlah sekolah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Salah satu contohnya adalah SMP Negeri 7 Kupang Tengah yang masih menggunakan bangunan darurat.

    “Bayangkan, sekolah ini dibangun pada 2016 tetapi atapnya masih dari daun rotan, dindingnya dari pelepah, dan sebagian besar aktivitas belajar mengajar dilakukan di bangunan SD yang dipinjam. Ini menunjukkan ketidakadilan dalam pemerataan pendidikan,” jelasnya.

    Ia menilai pemerintah harus memperbaiki sistem alokasi anggaran pendidikan agar prioritasnya lebih jelas, terutama untuk wilayah-wilayah yang tertinggal seperti NTT.

    Dana Rp17,15 Triliun untuk Rehabilitasi Sekolah

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp17,15 triliun pada 2025 untuk rehabilitasi 10.440 sekolah negeri maupun swasta. Dana tersebut, menurutnya, akan disalurkan langsung ke sekolah melalui skema transfer tunai untuk mendukung pendekatan swakelola.

  • Abu Janda Minta Pengganti Gus Miftah dari Non Islam, Ferdinand Hutahean: Lebih Baik Utusan-utusan Khusus Itu Dihapus

    Abu Janda Minta Pengganti Gus Miftah dari Non Islam, Ferdinand Hutahean: Lebih Baik Utusan-utusan Khusus Itu Dihapus

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politikus PDIP Ferdinand Hutahean merespons wacana pengganti Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

    Ia mendukung ide memilih tokoh non-Islam untuk posisi tersebut, namun juga mengusulkan agar jabatan itu dihapus sepenuhnya.

    “Memang usulan itu bagus yah, kalau bicaranya itu kan adalah utusan Presiden bidang Toleransi dan Sarana Keagamaan. Saya pikir bagus memilih tokoh yang di luar muslim,” ujar Ferdinand kepada fajar.co.id, Senin (9/12/2024).

    Menurut Ferdinand, memilih tokoh dari agama lain, seperti Kristen, Hindu, atau Buddha, dapat menjadi simbol nyata bahwa semua agama memiliki kedudukan setara di Indonesia.

    “Sehingga menunjukkan kita lebih toleran. Prabowo toleran dalam urusan ini. Jadi tokoh-tokoh Kristen mungkin bisa dipilih ke sana. Supaya bisa lebih menunjukkan bahwa kita menempatkan agama yang lain setara,” ucapnya.

    Namun, Ferdinand juga mempertanyakan urgensi jabatan utusan khusus itu. Baginya, posisi semacam ini tidak efektif dan hanya membebani anggaran negara.

    “Tapi di luar itu bagi saya, lebih baik utusan-utusan khusus itu dihapus. Jabatan itu tidak penting sama sekali. Gak ada gunanya,” tukasnya.

    Ferdinand mengatakan bahwa jabatan utusan khusus tidak memiliki manfaat karena menurutnya sudah ada jabatan seperti Kementerian hingga Dirjen.

    “Kalau Presiden mau diwakili kan tinggal memerintah Menteri, Dirjen, atau yang di bawahnya. Saya pikir itu cukup, hapuskan semua, kurangilah pengeluaran APBN kita,” sebutnya.

  • Rafael Struick sudah Bergabung ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2024, Bagaiman Justin Hubner dan Ivar Jenner?

    Rafael Struick sudah Bergabung ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2024, Bagaiman Justin Hubner dan Ivar Jenner?

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Sehari sebelum berlaga menghadapi Myanmar di ajang Piala AFF 2024, Timnas Indonesia kedatangan amunisi tambahan.

    Amunisi tambahan yang dimaksud adalah Rafael Struick yang akhir bergabung ke Timnas Indonesia lebih cepat dari yang sebelumnya di beritakan.

    Kesukses Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dalam melobby klub Rafael Struick Brisbane Roar membuat ia bisa bergabung lebih awal.

    Rafael Struick telah hadir bersama rekan-rekannya. Kabar tersebut dibagian PSSI lewat story Instagram Timnas Indonesia, @timnas.indonesia.

    Kedatangan penyerang berusia 20 tahun ini mendapatkan sambutan hangat dari rekan-rekannya di tim dan sudah bergabung terlebih dahulu.

    Kedatangan Struick tentu menimbulkan pertanyaan untuk dua pemain lainnya yaitu Justin Hubner dan Ivar Jenner.

    Terkait dua pemain ini, kabar terakhir menyebut kedua tidak bisa bergabung karena tidak mendapatkan ijin dari klubnya.

    Terakhir, Manajer Timnas Indonesia Sumardji mengatakan untuk saat ini masih belum bisa berbicara banyak terkait Justin dan Ivar.

    “Ivar dan Justin masih belum ada kabar,” kata Sumardji dikutip, Rabu (4/12/2024).

    Meski begitu, kedua pemain akan terus diupayakan agar bisa ikut berlaga bersama Timnas Indonesia.

    Sebab, tim asuhan Shin Tae-yong tersebut membutuhkan kedua pemain untuk memperkuat kekuatan tim.

    “Kami terus berupaya mereka berdua bisa bergabung,” ujarnya.

    Adapun ajang Piala AFF 2024 baru akan mulai digelar pada 8 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025. Skuat Garuda masuk di Grup B bersama Myanmar, Laos, Vietnam, dan Filipina.

  • Anies Baswedan Serukan Aksi Nyata Generasi Muda di TurunTangan Festival 2024

    Anies Baswedan Serukan Aksi Nyata Generasi Muda di TurunTangan Festival 2024

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anies Baswedan menjadi sorotan utama dalam TurunTangan Festival 2024, yang digelar pada Sabtu, 7 September 2024, di Studio 5 Indosiar, Jakarta Barat. Dalam Kuliah Kebangsaan yang ia sampaikan, Anies mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan perubahan. “Hampir tidak ada inspirasi yang muncul tiba-tiba; inspirasi muncul dari interaksi, bacaan, dan masalah. Sudah saatnya kita membalas budi kepada Indonesia dengan berkontribusi nyata,” ungkapnya dengan penuh semangat.

    Festival ini, yang mengusung tema “Inspirasi Bergerak, Aksi Berdampak,” menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti talkshow, penampilan seni, hingga donasi solidaritas. Diselenggarakan oleh Gerakan TurunTangan bekerja sama dengan Institut Media Digital EMTEK (IMDE), acara ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mempelajari pentingnya aksi nyata dalam gerakan kerelawanan.

    Pembukaan acara diawali dengan sambutan dari M. Chozin Amirullah, Dewan Pembina Gerakan TurunTangan. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat relawan di tengah tantangan zaman. “Semangat kerelawanan harus terus menyala dan menjadi kekuatan yang menggerakkan perubahan,” ujarnya. Sambutan apresiatif juga disampaikan oleh Ir. Ciptono Setyobudi, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IMDE, yang berharap kolaborasi ini bisa berkelanjutan.

    Acara diperkaya dengan penampilan seni seperti Tarian Lenggang Nyai oleh SAFIMTA FISIP UMJ dan pembacaan puisi oleh Berto Tukan yang menggugah solidaritas terhadap Palestina. Selain itu, simbolis donasi dari TurunTangan Festival kepada Nusantara Palestina Center, yang diterima oleh Bang Onim, menunjukkan komitmen gerakan ini terhadap aksi nyata yang berdampak luas.

  • Pra MLB PBNU Bakal Digeral di Surabaya, Gus Salam Respons Penolakan PCNU Surabaya

    Pra MLB PBNU Bakal Digeral di Surabaya, Gus Salam Respons Penolakan PCNU Surabaya

    FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Presidium Penyelamat Organisasi dan Muktamar Luar Biasa NU (PO & MLB NU) terus bergerak untuk menggelar MLB NU. Bahkan Pra-MLB PBNU sudah ditetapkan akan berlangsung pada 20-21 Desember 2024.

    Informasi yang berkembang, Pra-MLB PBNU itu akan digelar pada salah satu pondok pesantren tertua di Surabaya, meskipun lokasi spesifiknya belum diumumkan.

    Atas rencana itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya menolak pelaksanaan Muktamar Luar Biasa NU (MLB NU), yang rencananya digelar di Surabaya.

    Ketua Presidium Penyelamat Organisasi dan Muktamar Luar Biasa NU (PO & MLB NU), KH. Abdussalam Shohib atau Gus Salam tak mempermasalahkan penolakan tersebut. Pasalnya, penolakan itu merupakan hak PCNU Surabaya. Namun, di sisi lain pihaknya juga punya hak untuk tetap menggelar kegiatan MLB NU.

    “Saya kira itu hak beliau-beliau menolak kegiatan. Kami juga warga negara yang sama untuk melakukan diskusi, berkumpul, dan berserikat yang tujuannya bukan untuk keburukan, tetapi kebaikan menurut kami,” kata Gus Salam, dilansir dari jpnn, Minggu (8/12).

    Pihaknya, kata Gus Salam memastikan tetap mengikuti prosedur yang berlaku. Salah satunya mengajukan perizinan ke pihak aparat kepolisian bila diperlukan. “Ya nanti kami akan tetap melakukan prosedur-prosedur yang sama, ya, sesuai dengan aturan yang ada. Kalau memang perlu ada izin, kami akan masukkan izin. Apakah nanti diizinkan atau tidak, ya kami lihat nanti,” ujar Gus Salam.

    Dia juga menekankan bahwa pihaknya menghormati sikap PCNU Surabaya, tetapi Presidium PO & MLB NU juga memiliki hak yang sama untuk mengajukan izin kegiatan tersebut.

  • PKB Minta Prabowo Tolak Pengunduran Diri Gus Miftah, Lia Amalia: Masih Banyak yang Lebih Berkualitas dan Beradab

    PKB Minta Prabowo Tolak Pengunduran Diri Gus Miftah, Lia Amalia: Masih Banyak yang Lebih Berkualitas dan Beradab

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat media sosial, Lia Amalia, mengomentari pernyataan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang meminta Presiden Prabowo Subianto menolak pengunduran diri Gus Miftah dari jabatan Utusan Khusus Presiden untuk Toleransi dan Moderasi.

    Dalam unggahannya, Lia mengkritik sikap PKB tersebut. Dia menilai bahwa posisi tersebut dapat diisi oleh tokoh lain yang lebih baik.

    “Hadeeh, kayak gak ada yang lain saja, sih?,” ujar Lia dalam keterangannya di aplikasi X @liaasister (7/12/2024).

    Dikatakan Lia, mestinya tidak ada pihak yang menahan jika Gus Miftah mengundurkan diri. Sebab, secara pribadi ia menyadari bahwa belum mampu menjaga adab sebagai seorang pejabat.

    “Biarin aja mengundurkan diri, daripada bikin malu pak presiden punya staf omongannya kadang gak terkontrol kayak gitu?,” cetusnya.

    Lia bilang, Indonesia memiliki banyak pendakwah berkualitas yang lebih layak mengemban posisi tersebut. Menurutnya, Gus Miftah bukan satu-satunya pilihan untuk jabatan strategis itu.

    “Masih banyak pendakwah lain di negeri ini yang kualitasnya jauh lebih baik dan lebih dicintai wong cilik daripada si Miftah,” tandasnya.

    Sebelumnya diketahui, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, menyampaikan harapannya agar Presiden RI Prabowo Subianto tidak menyetujui pengunduran diri Miftah Maulana atau Gus Miftah dari posisi Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

    Menurut Jazilul, Gus Miftah memiliki peran penting dalam mendukung agenda keumatan dan sangat dekat dengan masyarakat kecil.

  • DKI Jakarta Resmi Berganti Menjadi DKJ, Prabowo Tandatangani UU Perubahan Nomenklatur

    DKI Jakarta Resmi Berganti Menjadi DKJ, Prabowo Tandatangani UU Perubahan Nomenklatur

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta kini resmi menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Itu setelah Presiden Prabowo Subianto menandatangani aturan dan ketentuan terkait.

    Aturan itu tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 151 Tahun 2024 tentang perubahan atas UU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

    Presiden Prabowo menandatangani aturan tersebut pada 30 November 2024. Sesuai dengan bunyi aturan yang ditekan oleh Prabowo itu, ada beberapa perubahan yang otomatis terjadi setelah aturan tersebut berlaku. Di antaranya nomenklatur DKI menjadi DKJ.

    “Pada saat undang-undang ini mulai berlaku, gubernur dan wakil gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta tahun 2024, dinyatakan menjadi gubernur dan wakil gubernur Daerah Khusus Jakarta,” demikian bunyi pasal 70A pada aturan tersebut.

    Demikian pula nomenklatur lembaga yang menaungi wakil rakyat Jakarta di DPR, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), maupun DPD. Semua menyesuaikan dari DKI menjadi DKJ. Salah satu pertimbangan perubahan nomenklatur tersebut adalah diterbitkannya Keputusan Presiden tentang perpindahan ibu kota.

    “Bahwa perpindahan ibu kota negara yang harus menunggu penetapan Keputusan Presiden memengaruhi perubahan nomenklatur jabatan gubernur, wakil gubernur, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat, dan anggota Dewan Perwakilan Daerah menjadi melekat kepada atau berasal dari daerah pemilihan Provinsi Daerah Khusus Jakarta,” kata pertimbangan tersebut. (jpg)

  • 2 Tahun Pendam Sakit Hati Usai Diejek Gus Miftah, Yati Pesek: Aku di Manapun Harus Menggunakan Budi Pekerti

    2 Tahun Pendam Sakit Hati Usai Diejek Gus Miftah, Yati Pesek: Aku di Manapun Harus Menggunakan Budi Pekerti

    FAJAR.CO.ID — Nama Miftah Maulana atau Gus Miftah kembali menjadi perbincangan hangat publik setelah video lawasnya yang menghina pelawak senior Yati Pesek viral di media sosial.

    Dalam video yang diunggah di platform X pada Jumat, 6 Desember 2024, Gus Miftah terdengar melontarkan ejekan terkait fisik Yati Pesek di sebuah acara pertunjukan wayang.

    “Saya itu bersyukur Bude Yati ini jelek dan milih jadi sinden, kalau cantik jadi lo*te,” ujar Gus Miftah dalam video tersebut.

    Pernyataannya disambut tawa penonton, namun bagi Yati Pesek, ucapan itu meninggalkan luka mendalam.

    Dua tahun setelah insiden itu, Yati Pesek akhirnya mengungkapkan perasaan sakit hatinya.

    Melalui unggahan akun Instagram Erick Estrada, Yati menyampaikan keluh kesahnya dalam bentuk pesan suara. Ia mengaku merasa sangat terluka dan mempertanyakan alasan di balik ejekan tersebut.

    “Aku cuma diam, sebenarnya aku ya sakit hati banget. Aku kan sejak kecil jadi seniman sampai tua sangat menjaga gayaku, tidak asal-asalan. Aku di manapun harus menggunakan budi pekerti dan tata krama yang baik. Tapi kok aku sama Miftah dibilang seperti itu, disebut bajingn, dibilang lone. Salahku apa?” ungkap Yati Pesek dengan nada sedih.

    Erick Estrada juga menegaskan bahwa Yati memendam perasaan tersebut selama dua tahun. Meski demikian, hingga kini Gus Miftah mengaku belum berbicara langsung dengan Yati Pesek terkait persoalan tersebut. Namun, ia mengaku telah mencoba menjangkau Yati melalui orang-orang terdekat.

    Kasus ini menambah daftar kontroversi yang melibatkan Gus Miftah. Sebelumnya, ia juga dikritik karena mengolok-olok seorang penjual es teh dalam sebuah forum pengajian di Magelang. Perilakunya menuai kecaman luas, termasuk dari Partai Gerindra yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.