Category: Fajar.co.id Nasional

  • Ponpes Miftah Ternyata Ada Campur Tangan Jokowi, Andi Sinulingga: Ada Uang Rakyat di Aset Miliknya Rupanya

    Ponpes Miftah Ternyata Ada Campur Tangan Jokowi, Andi Sinulingga: Ada Uang Rakyat di Aset Miliknya Rupanya

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Politisi senior Andi Sinulingga menduga ada uang rakyat. Di balik aset milik Miftah Maulana atau Gus Miftah.

    Hal dimaksud, adalah Pondok Pesantren Ora Aji. Yang diketahui diasuh oleh Miftah.

    “Oooh, ada uang rakyat banyak di aset miliknya tersebut rupanya,” kata Andi dikutip dari unggahannya di X, Kamis (12/12/2024).

    Itu diketahui dari pemberitaan terdahulu. Saat peresmian asrama Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji di Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman, Sabtu sore (15/1/2022).

    Peresemian tersebut dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Atas arahan langsung Presiden Jokowi, yang menjabat saat itu.

    Di kesempatan itu, Basuki mengatakan pemerintah mengguyur bantuan pada Ponpes tersebut. Mesti diakuinya belum sempurna.

    “Ini belum bisa mencukupi kebutuhannya, saya akan laporkan pada presiden. Nanti akan saya tindaklanjuti,” jelas Basoeki diitemui usai peresmian asrama Ponpes Ora Aji.

    Saat itu, Miftah menyambut baik hal tersebut.

    “Kalau ada yang bilang pemerintah tidak perhatian kepada pesantren dan ulama tentunya ini bisa sangat keliru. Ini adalah bentuk kecintaan presiden terhadap pesantren yang ada di Indonesia” kata Gus Miftah.

    Dia menambahkan, kualitas bangunan Ponpes Ora Aji dinilai sangat layak dan memadahi. Ponpes ini dapat menampung setidaknya sebanyak 84 santri yang nantinya akan terus dikembangkan.

    “Walaupun tadi disampaikan Pak Menteri belum semuanya, tapi ini sudah membantu bagi kami karena total santri kami ada 500. Termasuk tempat tidur langsung dikasih dari kementerian,” ujar Gus Miftah.

  • Ribut-ribut Dualisme PMI Disebut Karena Anggarannya Banyak, Orang Dekat JK Bilang Begini

    Ribut-ribut Dualisme PMI Disebut Karena Anggarannya Banyak, Orang Dekat JK Bilang Begini

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Kisruh dualisme kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) terus menggelinding. Muncul narasi yang menyebut kisruh tersebut karena anggaran organisasi tersebut yang tak sedikit.

    Dana hibah untuk PMI disebut-sebut besar. Belum lagi program plasma darah yang ada.

    Menanggapi hal tersebut, orang dekat Jusuf Kalla (JK), yang juga pernah menjadi Sekretaris Jenderal PMI, Sudirman Said menanggapi hal tersebut.

    JK merupakan ketua PMI saat ini. Polemik muncul setelah Agung Laksono membuat kepengurusan tandingannya.

    “Di PMI tak ada ruang untuk kepentingan pribadi,” kata Sudirman dikutip dari unggahannya di X, Kamis (12/12/2024).

    Sudirman mengatakan dirinya berada di lingkaran aktivitas kemanusian sejak mengurus Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Pasca Tsunami Aceh dan Nias di tahun 2004.

    “Saya mengajak warganet untuk menghindari prasangka, seolah dana PMI bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi pengurus,” ucapnya.

    Ia menyebut pengurus PMI di semua tingkatan, bekerja secara sukarela. Walaupun memang ada yang dibayar.

    “Tapi tingkat gajinya tak menarik, bila tidak terpanggil untuk melayani sesama,” terangnya.

    Semua dana yang diterima, kata dia, dari sumber manapun. Digunakan sepenuhnya untuk membiayai operasional PMI dan operasi kemanusiaan.

    “Bulan Dana PMI, misalnya, diselenggarakan oleh PMI Kabupaten/Kota, hasilnya menjadi pendukung utama operasional PMI tingkat kabupaten/kota,” jelasnya.

    Begitupun, jelas dia, dengan kerjasama internasional. Semua dikelola dengan perencanaan bersama dan dilaksanakan bersama-sama donor. Dananya dikontrol donor sengan ketat, setiap pengeluaran harus disetujui donor.

  • Luhut Dianggap Mulai Tinggalkan Jokowi, Stefan Antonio: Bisa Segera Diusut Dosa-dosanya Selama 2 Periode

    Luhut Dianggap Mulai Tinggalkan Jokowi, Stefan Antonio: Bisa Segera Diusut Dosa-dosanya Selama 2 Periode

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat media sosial, Stefan Antonio, menyoroti momen dalam sebuah acara di mana Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan, tidak menyebut nama Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, dalam sambutannya.

    Hal ini dianggap sebagai sinyal melemahnya pengaruh Presiden ketujuh Jokowi di kalangan loyalisnya.

    “Rasanya gak sampe setahun Pengaruh Jokowi ini. Bakalan tergerus habis sama sekali,” ujar Stefan dalam keterangannya di aplikasi X @StefanAntonio_ (12/12/2024).

    Ia juga mengingatkan bahwa Luhut, yang selama pemerintahan Jokowi dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan dengan sejumlah jabatan strategis, kini tampaknya mulai mengambil sikap berbeda.

    “Padahal di Rezim bapaknya, Opung Luhut ini dipercaya Jabatan berangkap-rangkap sampe pusing ngitunginnya,” cetusnya.

    Hal serupa sebelumnya juga ditunjukkan oleh politisi lain, seperti Maruarar Sirait.

    “Diawali oleh Maruarar Sirat, kemarin Opung Luhut Binsar
    juga gak nyebut nama Gibran,” Stefan menuturkan.

    Stefan bilang, situasi itu merupakan awal dari pergeseran dukungan politik terhadap Jokowi.

    Ia bahkan berharap agar di masa mendatang, Jokowi dapat dimintai pertanggungjawaban atas berbagai kebijakan selama dua periode pemerintahannya.

    “Semoga setelah Semua loyalisnya balik badan dari Jokowi, Jokowi bisa segera diusut untuk mempertanggung jawabkan semua Dosa-Dosanya kepada bangsa ini,” kuncinya.

    Sebelumnya, Politikus PDIP Adian Napitupulu juga menyoroti sambutan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia tersebut.

  • Soal Semen Tonasa Disebut Hanya Sisakan Debu bagi Masyarakat, Walhi: Butuh Ribuan Tahun untuk Karst Kembali

    Soal Semen Tonasa Disebut Hanya Sisakan Debu bagi Masyarakat, Walhi: Butuh Ribuan Tahun untuk Karst Kembali

    Misalnya Peraturan Menteri ESDM No 17 tahun 2012. Kemudian Peraturan Daerah Sulsel Nomor 3 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Karst Maros Pangkep.

    “Namun sampai saat ini aturan teknis terkait dengan Perda ini belum ditindaklanjuti di level daerah,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR RI, Ismail Bachtiar menyoroti pengelolaan PT Semen Tonasa. Ia menyebut perusahaan di bawah naungan Semen Indonesia itu tidak lagi kokoh dan kuat.

    “Semen Tonasa yang dulu dikenal kokoh dan kuat, sekarang enggak lagi Pak. Udah enggak kuat, juga enggak kokoh,” kata Ismail saat rapat bersama Semen Indonesia Group (SIG) di Gedung DPR RI, Rabu (3/12/2024).

    Itu disampaikan di hadapan Direktur Utama (Dirut) SIG Donny Arsal. Ismail pun menyarankan Semen Tonasa jadi strategic holding dari sebelumnya operating holding.

    “Kalau saya perhatikan, karena hampir seluruh strategic holding bapak tarik ke pusat, Pak. Saya tidak tahu, apakah bapak tidak percaya orang Sulawesi atau gimana Pak. Padahal orang Sulawesi jadi Wapres pun bisa, Pak. Apalagi hanya urus semen Indonesia, Pak,” ucap Ismail.

    Wacana itu pun menyeruak. Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengaku mempertimbangkan usulan tersebut.

    “5 tahun ke depan ini kita akan men-define holding yang lebih bisa dijalankan seperti tipe apa. Nah, apakah itu strategic ataupun operating,” ujar Erick di Gedung Kementerian BUMN, Kamis (5/12/2024).

    “Nah, ini kita lagi lihat mengenai data, numbers, SOP (standard of procedures), penugasan. Nah, ini kita coba lihat secara helicopter view, tidak hanya strategic atau ini, nggak bisa. Jadi, kita harus sama-sama,” tambahnya.

  • Alami Kecelakaan di Tol Probolinggo Pagi Tadi, Legenda PSM Makassar Syamsuddin Batola Dikabarkan Meninggal Dunia

    Alami Kecelakaan di Tol Probolinggo Pagi Tadi, Legenda PSM Makassar Syamsuddin Batola Dikabarkan Meninggal Dunia

    FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Mantan pelatih PSM Makassar, Syamsuddin Batola dikabarkan meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.

    Dari kronologi yang diterima, pelatih Syamsuddin Batola bersama rombongan tim Persewangi Banyuwangi yang saat ini dilatihnya dalam perjalanan ke MCM Asprov PSSI Jatim.

    Dalam perjalanan inilah rombongan pelatih Syamsuddin Batola berangkat bersama rombongan tiga orang dalam satu mobil.

    Kabarnya kecelakaan ini terjadi pada pukul 6 pagi di jalur tol Probolinggo.

    Dalam kecelakaan ini dua korban dikabarkan meninggal dunia. Salah satunya adalah pelatih Syamsuddin Batola.

    Serta satu orang lainnya yang berada dalam satu mobil, dikabarkan dalam kondisi yang kritis.

    “Inalillahi Wainalillahi Rojiun …rombongan Persewangi Banyuwangi yang lagi perjalanan ke MCM Asprov PSSI Jatim mengalami kecelakaan di Probolinggo….,” tulis keterangan tersebut.

    “Head Coach Syamsudin Batola meninggal dunia dan sekretaris Persewangi Ari Mustofa dan sopir Hari kritis lagi dirawat di RS,” tambah keterangan tersebut.

    “Semoga almarhum diterima amal pahala…diampuni dosa2nya dan Husnul Khotimah…,” ujarnya.

    “Sedangkan yg kritis diberikan kesembuhan dan sehat kembali …Aamiin YRA,” terangnya.

    Coach Syamsuddin Batola diketahui memiliki perjalanan panjang di persepakbolaan Indonesia, khususnya sepakbola Sulawesi Selatan.

    Pria yang lahir 4 Juli 1967 merupakan mantan pemain dan pelatih PSM Makassar dan beberapa klub besar di Liga Indonesia lainnya.

    Sebagai pemain, ia pernah membela tim Pelita Jaya FC, PKT Bontang, Galatama serta Persim Maros dipenghujung kariernya.

  • Publik Heran Clara Shinta Malah Disalahkan atas Kelakuan Tidak Pantas Gus Miftah, Warganet: Semakin Blunder

    Publik Heran Clara Shinta Malah Disalahkan atas Kelakuan Tidak Pantas Gus Miftah, Warganet: Semakin Blunder

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Publik dibuat heran setelah artis cantik Clara Shinta jadi sasaran sejumlah pihak yang diduga pendukung Gus Miftah.

    Padahal, video yang menampilkan Gus Miftah menghina penjual es teh pertama kali disebar akun Youtube PCNU Kabupaten Magelang. Meski kemudian video durasi lengkap dalam akun itu telah di-takedown, warganet lebih dahulu menyimpan dan mengambil potongan gambarnya.

    “Kalau mau cari siapa yang uploud pertama kali simiftah ngatain bapak es teh goblok. Ya team lu sendiri woy. Lu yg up diyoutube kok salahin orang laen 🥴,” tulis pegiat media sosial bercentang biru di platform X, @cingreborn, sembari membagikan potongan gambar akun youtube yang menampilkan peristiwa itu.

    Netizen yang melihat cuitan itu pun ramai membahasnya. Mereka dibuat heran dengan upaya pendukung Gus Miftah menyalahkan pihak lain atas video tersebut.

    “Kok bisa yang kena malah Clara Shinta padahal yang upload pertama kan PCNU kabupaten Magelang 😂,” balas warganet di kolom komentar.

    “Ini ngapa jadi aneh ya, ulama bukannya kasih saran ke ta’im buat ceramah yg bener..ngapa jadi yg sebar video yg di musuhin, udah bener boroknya ta’im ketahuan.. Ngga cuma soal gob*okin penjual es, tapi banyak yg sakit hati dengan cocote ta’im yg enteng bener klo ngomong..,” kritik lainnya.

    “Semakin cari pembelaan semakin blunder dan hilang telkomsel nya nanti yaaampon, mending menata hati hadapi secara laki tentang cobaan ini, belajar dakwah lagi, ganti cara dakwah yg asik lg, kalau masyarakat dah nerima pasti kondang lg gus,” saran warganet lainnya.

  • Clara Shinta Dituduh Penyebar Video Gus Miftah, Pakar Hukum: Salah Total, Penyebar Pertama adalah Akun Youtube PCNU

    Clara Shinta Dituduh Penyebar Video Gus Miftah, Pakar Hukum: Salah Total, Penyebar Pertama adalah Akun Youtube PCNU

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Nama artis cantik Clara Shinta kini jadi pembahasan publik. Gara-garanya, video yang menampilkan Gus Miftah yang menghina penjual es teh dituding disebar oleh sang artis.

    Namun, tuduhan tersebut dibantah dengan tegas oleh pakar hukum Universitas Brawijaya, Sam Ardi. Melalui akun resminya di media sosial X, @Sam_Ardi, akademisi yang juga menggeluti sejarah ini menegaskan bahwa penyebar pertama adalah akun Youtube PCNU Kabupaten Magelang.

    “Ini salah total. Penyebar pertama rekaman kemarin di Magelang, bukan Clara Shinta. Penyebar pertama dan sumber primernya adalah akun Youtube PCNU Kabupaten Magelang itu sendiri yang membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik hasil live streaming!,” tegas Sam Ardi, dikutip Rabu (11/12/2024).

    “Rekaman diunggah Youtube PCNU Kabupaten Magelang, baru diturunkan setelah ramai, kalo mau meriksa/mau jalur hukum sekalipun, karena akun Youtube tersebut harus dianggap bertindak untuk dan atas nama/persetujuan Tanfidziyah & Syuriah, maka mereka yang kudu diperiksa pertama😎,” tambahnya.

    Tidak mungkin netizen akan tahu ada video itu kalau PCNU Kabupaten Magelang tidak mendistribusikan, mentransmisikan dan membuat dapat diakses rekaman tersebut pertama kali melalui akun Youtube mereka sendiri. “Versi lengkap rekaman dan memang ada kejadian itu lengkap di sana,” sambungnya.

    “Sekarang opsinya kalau emang niat tanpa tedeng aling-aling, periksa Tanfidziyah & Syuriah PCNU Kabupaten Magelang karena itu akun resmi, proses hukum! atau yang nyuruh & menghembuskan ide kejar penyebar pertama suruh diem tiarap ketimbang blunder lagi nyerang ormas sendiri! Pilih!,” tandas Sam Ardi.

  • Gaya Mayor Teddy Sapa Pegawai Seskab Panen Pujian, Netizen: Menyala!

    Gaya Mayor Teddy Sapa Pegawai Seskab Panen Pujian, Netizen: Menyala!

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kembali bersilaturahmi dengan para pegawai, Selasa (10/12/2024) di Kantor Sekretaris Kabinet, Jakarta.

    Sepert layaknya Presiden Prabowo Subianto, pria yang karib disapa Mayor Teddy itu menyalami satu persatu para pegawai seraya melempar senyum hangat.

    Tak hanya menyalami, Mayor Teddy juga menanyai beberapa pegawai tentang berbagai hal. Seperti durasi kerja, jenjang karir, hingga kinerja dan tanggung jawab masing-masing pegawai.

    Seorang pegawai Seskab mengaku senang dengan sikap ramah Mayor Teddy. Mereka pun mengapresiasi perhatian Mayor Teddy kepada bawahan karena kerap datang ke ruangan kerja secara spontan.

    Dalam diskusi ringan tersebut berbagai isu dibahas dengan santai. Mulai dari optimalisasi dukungan terhadap Presiden dan Wakil Presiden RI, kenyamanan dalam bekerja, hingga pengembangan karier pegawai.

    Mayor Teddy mengingatkan kepada seluruh jajarannya bahwa Setkab merupakan institusi vital yang bertanggung jawab untuk memberikan dukungan manajemen kabinet kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam pelaksanaan pemerintahan.

    Momen saat Mayor Teddy menyapa dan berdiskusi dengan jajaran diunggah di laman resmi Instagram Sekretariat Kabinet. Warganet pun turut mengapresiasi sikap rendah hati Mayor Teddy.

    “Aura leadership beliau kuat banget, menyala pak Seskab and the gengs,” komentar warganet.

    “Kinerjanya totalitas. Terus meroket pak TIW,” seru warganet lainnya. (Pram/fajar)

  • Prof Stella Christie Bocorkan Cara Daftar Kuliah di Luar Negeri, Okky Madasari: Anda Itu Wamen Bukan Influencer

    Prof Stella Christie Bocorkan Cara Daftar Kuliah di Luar Negeri, Okky Madasari: Anda Itu Wamen Bukan Influencer

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Stella Christie memberi tips bagi anak bangsa yang berminat kuliah di luar negeri

    Sejatinya menurut jebolan Harvard University, AS itu, persiapan kuliah di luar negeri dapat dilakukan sejak kelas 10 dan 11.

    Tetapi perlu diingat, kuliah di luar negeri butuh biaya yang tidak sedikit, waktu, maupun pikiran.

    “Misalnya kalian diterima di top university, itu ada cara, pasti ada jalannya. Saya jamin. Bukan berarti akan mulus, tapi kemungkinan besar ada jalannya,” tutur Stella dilansir dari kanal YouTube Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Rabu (11/12/2024).

    Pernyataan Stella tersebut lantas mendapat sorotan. Penulis, Okky Madasari mengaku tidak sepakat dengan pernyataan tersebut.

    Seharusnya kata dia, Stella sebagai Wamendiktisaintek membenahi kualitas pendidikan tinggi di dalam negeri sehingga anak-anak bangsa tidak perlu lagi kuliah di luar negeri.

  • Ustadz Adi Hidayat Tegaskan Tidak Ada Penggalangan Dana untuk Sunhaji Penjual Es Teh Viral

    Ustadz Adi Hidayat Tegaskan Tidak Ada Penggalangan Dana untuk Sunhaji Penjual Es Teh Viral

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pendakwah ternama Ustadz Adi Hidayat (UAH) akhirnya angkat bicara terkait isu penggalangan dana yang dikaitkan dengan namanya untuk membantu Sunhaji, penjual es teh yang belakangan viral.

    Dalam video terbaru yang diunggah di kanal YouTube Adi Hidayat Official, UAH menepis kabar tersebut dan memastikan bahwa pihaknya tidak pernah membuka donasi apa pun untuk Sunhaji, seperti yang disebutkan dalam beberapa akun di media sosial.

    “Kami melihat ada beberapa akun di Instagram yang melakukan penggalangan donasi atas nama seorang figur yang sempat viral, terkait dengan Pak Fulan penjual es teh itu. Akun-akun tersebut seolah-olah membawa nama kami,” kata UAH, Selasa (10/12/2024).

    Dalam pernyataannya, UAH menegaskan bahwa akun-akun yang mengatasnamakan dirinya untuk penggalangan dana adalah palsu.

    “Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah melakukan penggalangan donasi seperti itu. Itu bukan akun kami. Sekali lagi, itu bukan akun kami. Kami hanya memiliki satu akun resmi di Instagram, yaitu @Adihidayatofficial,” jelasnya.

    UAH juga menegaskan bahwa segala aktivitas penggalangan dana di luar akun resminya sepenuhnya berada di luar tanggung jawabnya. Ia memberikan arahan kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan untuk melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum.

    “Silakan kepada pihak-pihak yang merasa ada singgungan tertentu untuk mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku. Saya juga mempersilakan pihak berwajib menindaklanjuti hal-hal yang dicurigai tidak sesuai dengan norma-norma hukum,” ujar UAH.