Category: Fajar.co.id Nasional

  • Danantara Tuai Pro dan Kontra, Warganet Soroti Transparansi Pengelolaannya

    Danantara Tuai Pro dan Kontra, Warganet Soroti Transparansi Pengelolaannya

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pendirian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menuai beragam tanggapan di media sosial.

    Sejumlah warganet menyambut baik inisiatif ini, namun tak sedikit yang mempertanyakan efektivitas dan transparansi pengelolaannya.

    Beberapa pengguna media sosial mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait mekanisme pengawasan dan potensi risiko dalam pengelolaan aset negara.

    Salah satu warganet di platform X, @Faya*tik*, menyoroti beberapa hal yang dinilainya berpotensi menimbulkan masalah dalam pengelolaan Danantara.

  • Mardani Ali Sera: Suara Mahasiswa Suara Rakyat, Pemerintah Harus Dengar

    Mardani Ali Sera: Suara Mahasiswa Suara Rakyat, Pemerintah Harus Dengar

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, menanggapi aksi demonstrasi besar-besaran yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia.

    Ia menilai bahwa unjuk rasa merupakan bagian dari demokrasi yang sehat dan menjadi cerminan suara masyarakat.

    “Masyarakat yang sehat, berani menyampaikan aspirasi,” ujar Mardani di X @MardaniAliSera (20/2/2025).

    Menurutnya, selama aksi berlangsung dengan tertib dan aman, maka itu merupakan hak demokratis yang harus dihormati.

    “Demo adalah kembang demokrasi dan mahasiswa adalah suara nurani,” tukasnya.

    Ia juga menekankan bahwa suara demonstran bisa menjadi refleksi bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan.

    “Selama tertib dan aman, monggo. Justru suara demonstran bisa jadi cermin masyarakat,” kuncinya.

    Sebelumnya, tagar #IndonesiaGelap terus menggema seiring adanya kebijakan pemangkasan anggaran yang dilakukan Presiden Prabowo.

    Tidak ketinggalan, mahasiswa di sejumlah kota besar Indonesia turun ke jalan melakukan protes atas kebijakan tersebut.

    Aksi mahasiswa dan tagar #IndonesiaGelap seperti saling menguatkan, mematahkan pernyataan Jokowi soal Presiden Prabowo.

    Seperti diketahui, Jokowi secara blak-blakan mengatakan bahwa Prabowo merupakan Presiden terkuat dan tidak ada yang berani mengkritiknya.

    Hal itu diungkapkan Jokowi karena banyaknya serangan yang ditujukan kepada Prabowo atas kebijakannya hingga dinilai masih didikte pendahulunya.

    Di kota daeng, ratusan mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) memperlihatkan perlawanannya dengan melakukan aksi unjuk rasa.

  • Danantara Tuai Pro dan Kontra, Warganet Soroti Transparansi Pengelolaannya

    Danantara Disama-samakan dengan Temasek Singapura, Begini Bedanya Menurut Ferry Irwandi

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Pendiri Malaka Project, Ferry Irwandi menjelaskan perbedaan Danantara dengan Temasek Holdings Limited. Sebuah badan usaha milik negara Singapura.

    “Banyak yang minta jelasin soal Danatara ini, oke tak jelasin dengan simpel, simak dgn santai, ya,” kata Ferry memulai penjelasannya, dikutip dari unggahannya di X, Kamis (20/2/2025).

    Danatara ini diketahui didukung tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Di antaranya Pertamina, PLN, BRI, BNI, Mandiri, Telkom, dan MIND ID.

    “Dulu BUMN kalau dapat dividen, sebagian dividennya dikasih ke APBN terus duitnya dipake buat belanja. Nah sekarang Danantara, duitnya gak dipake langsung untuk belanja, tapi investasi,” jelasnya.

    Ia memberi gambaran. Misalnya, dari total dividen BUMN sebesar Rp300 triliun pada tahun 2025, Rp200 triliun dialokasikan ke Danantara.

    “Sama Danantara dikelola duit 200 T ini buat dijadiin 1000 T dalam rentan waktu tertentu melalui investasi. Kalau profit, duitnya bs balik ke APBN atau diputer lagi,” terangnya.

    Investasi tersebut, bisa dalam bentuk saham, obligasi, properti, infrastruktur, atau bisnis strategis lainnya, baik di dalam maupun luar negeri.

    Danantara ini, dihubung-hubungkan dengan Temasek. Lembaga di Singapura.

    “Sekilas iya, tapi ada hal fundamental yang berbeda sekali dan bisa sangat berpengaruh dan menentukan soal dana yang dikelola, Temasek gak ngambil dari dividen BUMN, atau PMN atau efisiensi APBN, tapi aset yang udah dikeola sejak awal, sama portofolio global dan dividen,” terangnya.

    “Yg punya mof SG, tapi 100% independen, gak ada pejabat dalam struktur yang ngambil keputusan,” tambahnya.

  • Miris! Gagal Diterima Karena Tinggi Badan Kurang 0,5 cm Peraih Skor Tertinggi Tes SKD CPNS, Tri Cahyaningsih Sangat Kecewa

    Miris! Gagal Diterima Karena Tinggi Badan Kurang 0,5 cm Peraih Skor Tertinggi Tes SKD CPNS, Tri Cahyaningsih Sangat Kecewa

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tri Cahyaningsih, seorang buruh pabrik dari Boyolali, sebagai peraih skor tertinggi dalam tes SKD CPNS Kemenkumhan Jawa Tengah, gagal diterima karena tinggi badan kurang 0,5 cm.

    Tes SKD CPNS yang digelar pada oktober 2024, menyisakan kecewa yang mendalam bagi ibu dua anak ini.

    Keinginan yang disertai usaha untuk menjadi PNS, akhirnya kembali menjadi sekedar angan, padahal sudah berada ditahap akhir seleksi.

    Tri mengaku gugur saat sedang menjalani tes kesehatan, dan mengaku gagal ke tahap berikutnya, karena tinggi badan kurang setengah sentimeter saja.

    “Minimal tinggi (tinggi badan minimal) 158 sentimeter. Nah pas di sana (seleksi kesehatan), cuman 157,5 aja,” ucap Tri, dikutip Kamis, (20/2/2025).

    Demikian, kegagalan itu tentu membuatnya merasa kecewa, namun ia berusaha tetap berbesar hati menerima kenyataan.

    “Gelo pastine (pastinya kecewa), kurang 0,5cm aja loh, tapi ndak apa-apa, emang belum rejekine,” sambungnya

    Dengan kejadian yang miris itu, namun Tri sama sekali tidak meras putus asa, bahkan ingin mendaftar jika tes CPNS kembali di buka.

    “Kalau ada bukaan lagi (formasi) yang sesuai, mau daftar lagi, pungkasnya.

    Sebelumnya Tri Cahyaningsih menjadi viral di berbagai platform media, karena berhasil meraih skor tertinggi tes CPNS, dan dibalik itu semua ia berjuang sambil melakukan pekerjaanya sebagai buruh pabrik untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

    Menanggapi kekecewaan yang dialami Tri Cahyaningsih, netizen beramai-ramai mengutarakan pendapatnya, dan pesan terselubung ke pemerintah.

  • Cuitan Fufufafa yang Menyebut Prabowo Jago Pidato di Kandang Diungkit, Henri Subiakto: Kok Benar

    Cuitan Fufufafa yang Menyebut Prabowo Jago Pidato di Kandang Diungkit, Henri Subiakto: Kok Benar

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Cuitan Fufufafa yang diduga menyindir Prabowo Subianto saat berpidato kembali diungkit publik. 

    “Jago pidato di kandangnya sendiri, di hadapan pendukungnya sendiri. Macan Asia mengeong,” tulis Fufufafa yang diunggah 11 Juni 2014 silam. 

    Pakar Ilmu Komunikasi Politik, Henri Subiakto bahkan ikut mengomentari postingan itu. 

    “Kenapa ucapan fufufafa benar, karena kata- katanya saat ditutup identitas rahasia justru jujur mencerminkan pandangan asli dirinya dan keluarga fufufafa saat melihat pak Prabowo,” tutur Henri Subiakto dalam akun X, pribadinya, Kamis, (20/2/2025).

    “Hanya kepentingan politik yang membuat pak Prabowo harus melupakan semua kata-kata yang menyakitkan,” lanjutnya. 

    Sebelumnya, pidato Presiden Prabowo di HUT Gerindra banyak disoroti publik. Mulai dari pencapresannya kembali untuk 2029, pernyataan ‘ndasmu’ hingga ungkapan kedekatannya ke Joko Widodo. 

    Puncak perayaan HUT ke-17 Gerindra di SICC, Bogor, Jawa Barat, 15 Februari 2025. 

    “Ada orang pintar, kabinet ini kabinet gemuk, terlalu besar, ndasmu,” tutur Prabowo dengan mimik bibir sedikit maju. (*) 

  • Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Kamis 20 Februari, Makassar Berpotensi Hujan Sepanjang Hari

    Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Kamis 20 Februari, Makassar Berpotensi Hujan Sepanjang Hari

    FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Sulawesi Selatan per hari ini, Kamis (20/2/2025).

    Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca di wilayah Makassar, Barru, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, dan Takalar hujan ringan pada pagi hari.

    Dan untuk beberapa wilayah lainnya di Sulawesi Selatan diperkirakan berawan.

    Masuk ke siang dan sore hari, Kota Makassar dan sebagian wilayah lainnya di Sulsel masih diprakirakan turun hujan dengan intensitas ringan.

    Lalu hujan sedang diprediksi bakal menguyur beberapa wilayah seperti Bulukumba, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkep, Pinrang, Sinjai, dan Toraja Utara

    Dan untuk malam hari, , cuaca di wilayah Makassar, Barru, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Maros, Pangkep, Pinrang, Sidrap, Sinjai,dan Takalar diprediksi mengalami hujan ringan.

    Kemudian wilayah lainnya di Sulsel diprakirakan berawan.

    Lalu untuk Suhu, Kelembapan, dan kecepatan angin BMKG memperkirakan cuaca di wilayah Sulsel hari ini berkisar antara 18-34°C. Sementara itu kelembapan udara berada di kisaran 78-100%.

    Adapun untuk kecepatan angin arah barat-utara diprediksi berada pada kisaran 9-37 km/jam.

    Berikut Prakiraan Cuaca di Sulawesi Selatan, Kamis (20/2/2025).

    Prakiraan cuaca Makassar dan sekitarnya Pagi hari

    Hujan Ringan: Makassar, Barru, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, dan Takalar

    Berawan: Wilayah lainnya di Sulsel

    Prakiraan cuaca Makassar dan sekitarnya siang dan sore hari

    Hujan Ringan

    Hujan Sedang: Bulukumba, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkep, Pinrang, Sinjai, dan Toraja Utara

    Prakiraan cuaca Makassar dan sekitarnya Malam hari

    Hujan Ringan: Makassar, Barru, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Maros, Pangkep, Pinrang, Sidrap, Sinjai,dan Takalar

    Berawan: Wilayah lainnya di Sulsel

    Prakiraan cuaca Makassar dan sekitarnya Dini hari

  • Viral Lorem Ipsum di Kemenhan, Tommy Shelby Sindir Deddy Corbuzier

    Viral Lorem Ipsum di Kemenhan, Tommy Shelby Sindir Deddy Corbuzier

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat media sosial Tommy Shelby turut menyoroti ramainya perbincangan soal foto Deddy Corbuzier yabg sedang melihat layar media interaktif bertuliskan “Lorem Ipsum” di Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

    Tommy melontarkan sindiran tajam terhadap Deddy, yang kini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Pertahanan (Menhan).

    Ia menyinggung perjalanan karier Deddy dari seorang mentalist hingga kini masuk ke lingkaran kekuasaan.

    “Deddy Kaubuzzer sang Stafsus Menhan. Dulu mentalist ini suka nebak-nebak pikiran orang,” ujar Tommy di X @TOM5helby (19/2/2025).

    Tak berhenti di situ, Tommy juga menyinggung bagaimana Deddy kini beralih dari membaca pikiran orang sebagai mentalist menjadi membaca opini publik sebagai stafsus.

    “Sekarang stafsus yang bakal bantu membaca opini publik. Dari Close The Door ke Close The Criticism,” cetusnya.

    Tommy juga menyentil bagaimana figur publik dengan pengaruh besar kerap kali masuk ke lingkaran kekuasaan di Indonesia.

    “Benar kata orang, di negara ini kalau udah punya mic gede, cepat atau lambat bisa masuk ke lingkaran kekuasaan,” imbuhnya.

    Tommy kemudian memberikan sindiran tajam soal bagaimana seseorang bisa mendapatkan jabatan strategis dengan modal popularitas.

    “Maaf ya, ini bukan nepotisme, ini meritokrasi. Jalur engagement,” tandasnya.

    Sebelumnya, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Kemenhan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, memberikan penjelasan.

    Ia menyebut bahwa tampilan “lorem ipsum” yang terlihat di layar sebenarnya merupakan template lama yang digunakan dalam proses transisi tampilan di media interaktif Kemenhan.

  • Prabowo Jadikan Timor Leste Contoh Kabinet Gemuk, Pandji: Ibarat Orang Dewasa Belajar kepada Bayi

    Prabowo Jadikan Timor Leste Contoh Kabinet Gemuk, Pandji: Ibarat Orang Dewasa Belajar kepada Bayi

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Komika kondang, Pandji Pragiwaksono, mengkritik pernyataan Presiden Prabowo Subianto. Terkait perkataan ndasmu.

    Perkataan ndasmu itu diungkapkan Prabowo sebelumnya menanggapi kritik soal kabinet yang dinilai gemuk oleh sejumlah kalangan.

    “Terus yang menarik adalah, beliau membandingkan Indonesia dengan Timor Leste. Dia bilang Timor Leste aja lebih kecil dari Kabupaten Bogor, menterinya 28. Timor Leste tuh lihat, negaranya lebih kecil dari Kabupaten Bogor,” tutur Pandji dikutip dari video yang diunggah akun X @CakHum, dikutip Rabu (19/2/2025).

    Pandji mengungkapkan, pernyataan Prabowo disampaikan seolah argumentasinya benar. Padahal, kata dia, Timor Leste adalah negara baru.

    “Seakan-akan itu argumen yang valid. Ya Pak ngapain bandingin dengan Timor Leste. Baru juga jadi negara kemarin Pak. Baru,” ungkapnya.

    Ia bahkan mengibaratkan Timor Leste dengan bayi. Sebagai bayi, menurutnya, Timor Leste masih belajar.

    “Ngapain kita membandingkan cara kita menjalankan kehidupan dengan bayi. Bayi belum tahu banyak. Bayi mah banyak salah. Banyak ngaconya, banyak kekurangannya. Namanya juga bayi. Ngapain kita belajar dari bayi,” terangnya.

    Pandji pun membandingkan dengan sejumlah negara lain. Seperti Amerika Serikat dan Rusia.

    “Amerika Serikat negaranya segede kita. 15 Pak menterinya. Rusia negaranya gede banget, 21 Pak menterinya. Bapak kemarin melantik 100 pejabat, di mana setengahnya adalah menteri, lalu wamen, lalu pejabat setingkat menteri,” jelasnya.

    “Pak, kok bisa sih membandingkan praktik bernegara dengan negara baru. Ibarat bayi itu Pak jalan aja masih jatuh-jatuh. Ngomong masih omon-omon,” tambahnya. (Arya/Fajar)

  • Sonny Harry Budiutomo Dilantik sebagai Wakil Kepala BPS, Ini Profilnya….

    Sonny Harry Budiutomo Dilantik sebagai Wakil Kepala BPS, Ini Profilnya….

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto hari ini resmi melantik sejumlah menteri dan kepala lembaga, termasuk Sonny Harry Budiutomo Harmadi sebagai Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).

    Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 28P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BPS.

    Sonny Harry Budiutomo Harmadi akan mendampingi Amalia Adininggar Widyasanti yang menjabat sebagai Kepala BPS yang baru. Keduanya dilantik dalam perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih.

    Sonny diketahui merupakan seorang akademisi yang memiliki latar belakang studi di bidang ekonomi dan demografi. Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di bidang Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2005.

    Sonny memiliki pengalaman panjang sebagai pengajar. Ia tercatat sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI dari tahun 2002 hingga 2019.

    Kemudian sejak Desember 2019, dirinya mengajar ekonomi dan demografi di Departemen Studi Pembangunan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

    Selain berkarier di dunia akademik, Sonny juga memiliki rekam jejak di pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (2016-2020).

    Sebelumnya, ia menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Kependudukan di kementerian yang sama dan pernah memimpin Lembaga Demografi FEB UI pada periode 2009-2016. Ia juga menjabat Ketua Pokja Statistik Sosial dan Anggota Forum Masyarakat Statistik (FMS) periode 2023-2024.

  • Bahlil Sebut Masalah Elpiji Jadi ‘Jihad Politik’ untuk Hak Rakyat

    Bahlil Sebut Masalah Elpiji Jadi ‘Jihad Politik’ untuk Hak Rakyat

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa persoalan elpiji (LPG) menjadi “jihad politik” untuk menjamin hak-hak rakyat.

    “Ini yang menjadi ‘jihad politik’ saya sebagai Menteri ESDM untuk menjamin hak-hak rakyat harus diberikan secara utuh dari apa yang dilakukan oleh negara,” ucapnya dalam Indonesia Economic Summit di Jakarta, Rabu.

    Setiap tahun, konsumsi elpiji nasional disebut mencapai 8,3 juta ton. Sementara itu, produksi LPG dalam negeri hanya mampu mencapai 1,4-1,6 juta ton per tahun. Artinya, Indonesia masih harus mengimpor 6,7-6,9 juta ton LPG setiap tahun.

    Dalam rangka mengatasi masalah impor yang berlebihan, maka Indonesia perlu membangun industri LPG dalam negeri dengan mengoptimalkan wilayah kerja gas C3 (propana) dan C4 (butana) untuk dikonversi menjadi LPG. Selain itu, pembangunan jaringan gas (jargas) disebut menjadi solusi penting guna mengurangi impor epliji.

    Saat ini, pemerintah disebut memberikan subsidi epliji setiap tahun tidak kurang dari Rp80 triliun dengan harga jual eceran elpiji 3 kilogram (kg) di agen atau penyalur sejak tahun 2007 sebesar Rp4.250 per kg. Adapun harga mengimpor dari Saudi Aramco sebesar Rp16 ribu hingga Rp17 ribu per kg, yang berarti negara memberikan subsidi setidaknya Rp12 ribu per kg atau Rp36 ribu per 3 kg.

    Idealnya, harga elpiji 3 kg tak lebih dari Rp16 ribu. Namun, pada kenyataannya masyarakat disebut harus membeli dengan harga yang lebih tinggi, mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per tabung.