Category: Fajar.co.id Nasional

  • Meutya Hafid Tantang Kepala Daerah Jadi Pionir Transformasi Digital

    Meutya Hafid Tantang Kepala Daerah Jadi Pionir Transformasi Digital

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menantang seluruh kepala daerah untuk tidak sekadar menjadi pengikut arus, tetapi pionir dalam transformasi digital di wilayah masing-masing.

    “Transformasi digital bukan hanya tugas pemerintah pusat. Kepala daerah harus memastikan digitalisasi membawa manfaat nyata bagi rakyat. Jadi, siapkah Anda memimpin perubahan,” kata Meutya seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

    Tantangan tersebut dikatakan Meutya di hadapan peserta retreat dalam sesi pembekalan di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada Selasa (25/2).

    Meutya menegaskan bahwa digitalisasi bukan hanya tren, tetapi keharusan demi mempercepat layanan publik yang lebih efisien dan transparan.

    “Transformasi digital ini bukan soal pilihan, tetapi kebutuhan. Presiden Prabowo telah menegaskan pentingnya layanan publik berbasis elektronik. Artinya, kepala daerah harus siap memimpin perubahan, bukan sekadar menunggu arahan dari pusat,” kata dia.

    Ia mengingatkan bahwa tanpa koordinasi erat antara pusat dan daerah, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), digitalisasi akan berjalan pincang. Oleh karena itu, Menkomdigi membuka ruang bagi kepala daerah untuk menyampaikan tantangan serta masukan demi menciptakan kebijakan yang lebih relevan.

    “Jangan ragu untuk mengkritisi, memberi masukan, dan berdiskusi. Kita ingin transformasi digital ini benar-benar berdampak,” tegasnya.

    Menkomdigi menegaskan bahwa transformasi digital adalah jalan menuju kedaulatan bangsa, dengan target pertumbuhan ekonomi rata-rata delapan persen per tahun.

  • Terang-terangan Sebut Agnez Mo Sombong, Ahmad Dhani: Bisa Mencoreng Nama Baik Menteri yang Dilibatkan

    Terang-terangan Sebut Agnez Mo Sombong, Ahmad Dhani: Bisa Mencoreng Nama Baik Menteri yang Dilibatkan

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Musisi Ahmad Dhani kembali menanggapi kasus antara pencipta lagu, Ari Bias dan penyanyi, Agnez Mo, terkait dugaan pelanggaran hak cipta lagu ‘Bilang Saja’, yang terus berlanjut.

    Ahmad Dhani selaku Ketua Dewan Pembina Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI), menyebut Agnez Mo bukan Warga Negara Indonesia (WNI) yang baik.

    Ia mengemukakan pendapatnya saat menjadi narasumber di salah satu stasiun televisi.

    Dengan terbuka, ia menyatakan bahwa dirinya kurang setuju dengan sikap Agnez Mo.

    “Saya mungkin secara personal saya kurang setuju dengan sikap Agnez terhadap proses hukum ini,” kata Ahmad Dhani, dikutip Selasa (25/2/2025).

    Ahmad Dhani juga terang-terangan menyampaikan bahwa dia harus memberikan edukasi ke masyarakat, bahwa sikap Agnez Mo ini tidak mencerminkan hal yang bisa mengedukasi masyarakat.

    Ahmad Dhani menilai Agnez Mo merupakan artis yang sombong karena 3 hal yang telah dia lakukan sesuka hati.

    “Hal yang sebenarnya bahwa Agnez ini sombong ngak mau bertemu dengan pencipta lagu nomor 1 yah, nomor 2 dia sombong tidak mau datang di somasi tidak menghargai somasi, nomor 3 dia sombong tidak datang ke pengadilan,” jelas Ahmad Dhani.

    Pentolan Dewa 19 ini juga menganggap sikap Agnez Mo yang menemui menteri bisa berdampak mencoreng nama baik menteri yang terlibat.

    “Jadi saya mungkin secara pribadi, sebagai Ahmad Dhani sebagai legislator saya gak setuju dengan sikap-sikap ini, apalagi bertemu dengan pak menteri, ketika bertemu dengan pak menteri dalam on going proses case-nya, itu menurut saya bisa potensial mencoreng nama menteri,” ujarnya.

  • Respons Tagar Kabur Aja Dulu, Wamen Perlindungan Pekerja Migran: Terminologi Baru, Tapi Fenomenanya Sudah Lama

    Respons Tagar Kabur Aja Dulu, Wamen Perlindungan Pekerja Migran: Terminologi Baru, Tapi Fenomenanya Sudah Lama

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kuliah umum bertajuk “From Campus to Global Impact: Membangun Karir di Sektor Formal Internasional”, Senin (24/2).

    Acara ini menghadirkan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla sebagai narasumber utama.

    Kegiatan yang berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Universitas Hasanuddin, ini dihadiri sekitar dua ratus mahasiswa dari berbagai fakultas. Hadir mewakili Rektor Unhas, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., SpBM(K), yang dalam sambutannya menekankan pentingnya dukungan bagi Unhas dalam pengembangan pendidikan dan karier mahasiswa.

    “Kami berharap banyak pihak, terutama yang berada di puncak kekuasaan, memahami bahwa Unhas perlu mendapat dukungan lebih besar. Dengan jumlah student body mencapai 58 ribu mahasiswa, kami terus melakukan efisiensi pendidikan tanpa mengorbankan mutu, bahkan meningkatkan standar dengan kurikulum yang lebih maju, seperti program fast track,” ujar Prof. Ruslin.

    Lebih lanjut, ia menyoroti peran Career Center Unhas dalam memperkuat soft skill mahasiswa.

    “Bukan hanya ijazah yang dibutuhkan di dunia kerja, tetapi juga dua hingga tiga soft skill. Oleh karena itu, kami mengembangkan berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan talenta mahasiswa, termasuk program yang memungkinkan mahasiswa mengambil hingga 20 SKS di luar program studi utama mereka,” tambahnya.

    Sementara itu, mengawali paparannya, Dzulfikar Ahmad Tawalla menyinggung tren #kaburajadulu yang telah viral selama dua pekan terakhir. Ia menganggap tagar tersebut sebagai ekspresi sosial yang mencerminkan keresahan generasi muda terhadap kondisi dunia kerja.

  • Mayor Teddy Dibandingkan dengan AHY yang Tak Mundur TNI Aktif, Kader PKB: Malu Dong

    Mayor Teddy Dibandingkan dengan AHY yang Tak Mundur TNI Aktif, Kader PKB: Malu Dong

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut TNI aktif mestinya mundur jika masuk pemerintahan. Hal itu dikaitkan dengan Mayor Teddy.

    Mayor Teddy diketahui TNI aktif yang kini di pemerintahan. Menjabat sebagai Sekretaris Kabinet di pemerintahan Prabowo.

    Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Umar Hasibuan turut menyentil Teddy. Ia meminta Teddy mundur.

    “Mayor teddy ayo mundur kan you sudah masuk pemerintahan,” kata Umar dikutip dari unggahannya di X, Selasa (25/2/2025).

    Umar meminta Teddy meniru Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Mundur sebagai anggota TNI aktif lalu terjun ke politik, hingga kini menjabat Menteri Koordinator.

    “Tirulah AHY yang berani mundur dari TNI,” ucapnya.

    Teddy diketahui mantan ajudan pribadi Prabowo. Umar meminta Teddy tak berlindung di balik nama Prabowo.

    “Teddy you jangan berlindung di bawah ketiak pak Prabowo. Malu donk Teddy sama pak SBY,” imbuhnya.

    Sebelumnya, Pernyataan itu disampaikan SBY saat memberi arahan kepada 38 Ketua DPD Partai Demokrat di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/2).
     
    “Ketua Umum AHY dan beberapa mantan perwira militer yang karirnya dulu cemerlang, tapi ketika pindah pengabdian dari dunia militer ke dunia pemerintahan atau politik syaratnya harus mundur, itulah salah satu yang kita gagas dulu,” kata SBY.
     
    Awalnya, SBY bercerita bahwa dirinya pernah berada di luar pemerintahan pada 2001. Saat itu, SBY diberhentikan dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik Sosial dan Keamanan (Menko Polsoskam).
     
    “Pada saat saya berada di luar pemerintahan pertengahan tahun 2001, saya dibebaskan dari posisi saya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik Sosial dan Keamanan, pembebasan itu saya terima dengan ikhlas, pasti Presiden Gus Dur memiliki pertimbangan yang baik untuk membebaskan saya dari Menko Polsoskam atau kemudian menjadi Menko Polkam,” ucap SBY.
    (Arya/Fajar)

  • KPK Beri Peluang ke Hasto untuk Bongkar Dugaan Korupsi, Benny K Harman: Ini Langkah yang Bagus

    KPK Beri Peluang ke Hasto untuk Bongkar Dugaan Korupsi, Benny K Harman: Ini Langkah yang Bagus

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua DPP Partai Demokrat, Benny K Harman, menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam pemberantasan korupsi.

    Ia mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta semua pihak, termasuk Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, untuk melaporkan dugaan korupsi yang mereka ketahui.

    Seperti diketahui, belum lama ini Hasto ditahan KPK buntut dugaan keterlibatannya terhadap kasus Harun Masiku.

    “Penegasan ini bagus sekali. Siapapun yang mengetahui adanya korupsi yang diduga dilakukan oleh siapapun tanpa kecuali harus melaporkannya kepada KPK,” ujar Benny di X @BennyHarmanID (25/2/2025).

    Bukan hanya ke KPK, dugaan korupsi itu juga bisa dilaporkan ke penegak hukum lainnya seperti Kejaksaan dan Kepolisian.

    Benny bilang, pemberantasan korupsi harus dilakukan tanpa pandang bulu. Ia mengajak semua pihak untuk mendukung upaya KPK dalam menindak tegas para koruptor.

    “Ayo dukung KPK berantas korupsi dan tangkap koruptor-koruptor,” tandasnya.

    Sebelumnya, Hasto Kristiyanto mengungkap arahan Presiden Jokowi di balik revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK).

    Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube-nya, Hasto menyebut revisi itu dilakukan untuk melindungi Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution dari potensi jeratan hukum.

    Hasto mengaku pernah bertemu Jokowi di Istana Merdeka sebelum Gibran dan Bobby maju sebagai wali kota Solo dan Medan.

    Dalam pertemuan itu, ia mengingatkan bahwa status keduanya sebagai kepala daerah akan membuat mereka rentan terhadap kasus korupsi dan gratifikasi.

  • Hearts2Hearts Resmi Debut, Carmen Banjir Pujian dan Berhasil Curi Perhatian Penggemar K-Pop – FAJAR

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Girl group baru besutan SM Entertainment, Hearts2Hearts, resmi debut pada 24 Februari 2025 dengan merilis single perdana mereka yang berjudul The Chase.

    Kehadiran grup ini langsung disambut meriah oleh penggemar K-Pop, terlebih saat mereka tampil dalam panggung showcase perdana mereka.

    Kedelapan anggota Hearts2Hearts mendapatkan banyak perhatian dari para penggemar. Namun, di antara mereka, Carmen, satu-satunya member non-Korea, menjadi sorotan utama.

    Idol asal Bali ini berhasil mencuri perhatian dan mendapatkan banyak pujian dari penggemar di Korea Selatan.

    Dara asal Bali itu mendapat banyak sanjungan atas visualnya yang menawan. Penggemar membanjiri komunitas online dengan komentar positif mengenai kecantikannya.

    “Carmen adalah personel tercantik,” kata netizen dikutip akun @hearts2hearts pada Selasa (25/2/2025).

    “Proud of you Carmen, akhirnyaa debut juga leee,” tambah lainnya

    “Carmen you are so beautiflll,” kata lainnya.

    Dalam showcase tersebut, Carmen yang kini berusia 19 tahun mengungkapkan rasa bahagianya bisa debut bersama Hearts2Hearts.

    “Aku sangat antusias dan bahagia dengan momen ini. Aku berjanji akan tetap bekerja keras ke depannya,” katanya.

    Tak lama setelah dirilis, video musik The Chase langsung meraih kesuksesan besar. Hanya dalam waktu tiga jam, video tersebut berhasil menduduki posisi pertama di Trending for Music YouTube dengan 1,05 juta views.

    Lagu debut ini menunjukkan keunikan musikalitas serta gaya khas dari Hearts2Hearts yang siap bersaing di industri K-Pop.
    (Wahyuni/Fajar)

  • Ingat 1998, Soeharto Tumbang Meski Didukung Penuh Militer dan Konglomerat Besar – FAJAR

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengamat Kebijakan Publik, Gigin Praginanto memberi pernyataan menarik terkait rezim saat ini.

    Melalui cuitan di akun media sosial X pribadinya, Gigin menyebut Rezim di era Presiden Prabowo Subianto percaya dengan pembungkaman.

    Baik pembungkaman media massa resmi dan pengarahan yang dilakukan dengan skala yang besar.

    Kemudian lewat metode inilah kaum yang tertindas kemudian dibuat tunduk ke rezim yang berkuasa.

    “Rezim ini percaya pembungkaman media massa resmi dan pengerahan buzzer secara besar-besaran bisa menundukkan kaum tertindas,” tulisnya dikutip Selasa (25/2/2025).

    Namun, Rezim yang berkuasa tentunya harus menaruh waspada. Sebab menurut Gigin ada kemarahan akn terus bertumbuh.

    Kemarahan yang terus bertumbuh ini yang suatu saat nanti akan meledak dan tentunya mengancam penguasa.

    “Kemarahan akan terus tumbuh di hati mereka dan akan meledak pada waktunya,” sebut.

    Gigin pun memberikan peringatan keras dan menyinggung terkait insiden yan terjadi ke Presiden Soeharto di tahun 1998.

    Saat itu, mantan Presiden kedua RI itu juga berhasil dilengserkan oleh rakyat meski mendapatkan dukungan dari militer dan konglomerat

    “Ingat 1998, Suharto tumbang meski didukung penuh militer dan konglomerat besar,” terangnya.

    (Erfyansyah/fajar)

  • Demonstran Blokade Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Lalu Lintas Lumpuh

    Demonstran Blokade Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Lalu Lintas Lumpuh

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sejumlah demonstran memblokade Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, pada Senin (24/2/2025), petang.

    Aksi tersebut terjadi tepat di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), mengakibatkan arus lalu lintas di kawasan tersebut lumpuh total.

    Demonstran menutup jalan dengan bambu dan batu yang mereka hamburkan di sepanjang ruas jalan.

    Selain itu, mereka juga membakar ban bekas, yang menyebabkan asap hitam pekat membumbung tinggi di lokasi aksi.

    Berdasarkan informasi yang didapatkan, aksi unjuk rasa ini kembali digelar mahasiswa sebagai bentuk protes terhadap efisiensi anggaran yang dilakukan Presiden Prabowo.

    Namun, situasi di sekitar lokasi menjadi kacau, dengan kendaraan harus mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.

    Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian telah berada di lokasi untuk mengamankan situasi dan berupaya membubarkan massa.

    Sebelumnya diberitakan, aksi protes besar-besaran terhadap kebijakan efesiensi anggaran yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto terus bergulir.

    Bagaimana tidak, efesiensi atau pemangkasan anggaran ini juga menyentuh dunia pendidikan.

    Tidak berhenti di situ, beredar pula kabar bahwa pemangkasan anggaran tersebut dilakukan demi mensukseskan Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Gelombang unjuk rasa pun tidak terhindarkan di beberapa kota besar Indonesia. Tidak terkecuali di kota Makassar.

    Sepekan terakhir, mahasiswa dari berbagai elemen dan kampus di Kota Makassar terus turun ke jalan melayangkan protes.

  • Aksi Mahasiswa Dituding untuk Selamatkan Hasto, Agus Mulyadi: Anies dan Ganjar Baiknya Diam Dulu

    Aksi Mahasiswa Dituding untuk Selamatkan Hasto, Agus Mulyadi: Anies dan Ganjar Baiknya Diam Dulu

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Salah satu penulis buku, Agus Mulyadi menyoroti terkait demo yang beberapa hari ini ramai dilakukan di seluruh Indonesia.

    Dengan tema “Indonesia Gelap” hampir seluruh mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan dan memprotes kebijakan yang keluarkan oleh Pemerintah.

    Namun, ada yang menyebut aksi demostrasi yang dilakukan Mahasiswa ini sebagai bentuk untuk menyelamatkan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang ditahan KPK.

    Hal inilah yang kemdian disorot tajam oleh sang penulis.

    “Demo kali ini bahkan diplintir sebagai aksi untuk menyelamatkan Hasto hanya karena, sekali lagi, hanya karena, diikuti oleh mahasiswa,” tulisnya dicuitan akun pribadimya dikutip Senin (24/2/2025).

    “ilmu politik yg kebetulan pernah magang di kantor PDIP,” tuturnya.

    Agus pun memberikan sindiran untuk dua calon presiden di Pemilu 2024 lalu yaitu Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

    Ia meminta agar keduanya lebih baik diam terlebih dahulu. Karena diam dari keduanya dianggap baik untuk gerakan.

    “Bagus kalau Anies dan Ganjar diem aja dulu,” sebutnya.

    “Diamnya mereka justru “baik” buat gerakan,” tuturnya. (Erfyansyah/fajar)

  • Said Didu: Morowali adalah Puncak Gunung Es, Fakta Penguasaan SDA China dan Oligarki

    Said Didu: Morowali adalah Puncak Gunung Es, Fakta Penguasaan SDA China dan Oligarki

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Eks Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu menyebut Morowali adalah bentuk penguasaan Sumber Daya Alam (SDA) oleh China dan oligarki.

    Namun menurutnya, apa yang terjadi di Morowali belum seluruhnya. Hanya puncak gunung es dari yang terjadi di Indonesia.

    “Morowali adalah puncak gunung es fakta penguasaan SDA oleh China dan Oligarki,” kata Didu dikutip dari unggahannya di X, Senin (24/2/2025).

    Menurutnya, hal ini lebih mengerikan dibandingkan yang ada di PIK-2 Kabupaten Tangerang, Banten.
    “Ini gambaran pada seluruh rakyat Indonesia, pada pemerintah. Pikiran saya kemarin itu, perampokan paling sempurna adalah PIK-2, ternyata lebih sempurna di Morowali,” kata Said Didu dikutip channel Youtube-nya, Sabtu, (8/2/2025).

    Dia mengungkap, seluruh pantai sudah dikupasi oleh perusahaan asing yang panjangnya hampir 100 kilometer.
    Kawasan ini telah menjadi proyek strategis nasional (PSN) juga yang ditetapkan oleh pemerintah di akhir pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

    “Kita lihat ini perampokan nya kenapa sempurna, lihat gunung milik negara, dipalsukan, dirampok dan diambil tanah kapurnya untuk dijual ke perusahaan lain, itu milik Negara. Kemudian itu rata nanti jadi kawasan Industri, dijual lagi,” tuturnya.

    “Kampung-kampung ini juga akan hilang, setelah itu, masuk disini, di laut ini, sepanjang pantai saya pikir melanggar dan ini menurut saya KKP harus turun memeriksa semua yang ada di sini. Tapi terlepas dari itu semua bahwa, kesempurnaan perampokan aset negara dan penggusuran rakyat oleh presiden Jokowi ternyata terjadi di Morowali paling besar dan membikin rakyat miskin,” tambahnya.