Category: Fajar.co.id Nasional

  • Mengenal Jordi Cruyff, Anak Legenda Sepakbola Belanda yang Resmi jadi Penasehat Teknik Timnas Indonesia

    Mengenal Jordi Cruyff, Anak Legenda Sepakbola Belanda yang Resmi jadi Penasehat Teknik Timnas Indonesia

    Setelah masa-masa di Inggris, ia sempat dipinjamkan ke Celta Vigo pada musim 1998/1999. Jordi kemudian bermain untuk beberapa klub lain, termasuk Alaves, Espanyol, Metalurh Donetsk, hingga mengakhiri kariernya di Valletta pada musim 2009/2010.

    Daftar Klub yang Pernah Dibela Jordi Cruyff:
    • 1992-1994: Barcelona B
    • 1994-1996: Barcelona
    • 1996-2000: Manchester United
    • 1999: Celta Vigo (pinjaman)
    • 2000-2003: Alaves
    • 2003-2004: Espanyol
    • 2006-2008: Metalurh Donetsk
    • 2009-2010: Valletta

    Sepanjang kariernya sebagai pemain, Jordi berhasil meraih beberapa gelar prestisius, seperti Piala Super Spanyol 1994 bersama Barcelona dan trofi Premier League bersama Manchester United pada musim 1996/1997.

    Perjalanan Karier Manajerial dan Penasihat Teknis
    Setelah gantung sepatu pada 2010, Jordi beralih ke dunia kepelatihan dan manajemen sepak bola. Karier barunya dimulai sebagai asisten pelatih di Valletta sebelum menjadi Direktur Olahraga di AEK Larnaca.

    Pada 2012, Jordi bergabung dengan Maccabi Tel Aviv di Israel sebagai direktur olahraga. Ia juga sempat menjadi pelatih sementara dengan lisensi UEFA Pro. Karier kepelatihannya berlanjut ke klub China, Chongqing Liangjiang Athletic (2018-2019), serta Timnas Ekuador (2020).

    Setelah kembali ke China untuk melatih Shenzhen FC (2020-2021), Jordi mendapatkan kesempatan bergabung kembali dengan Barcelona pada 2021 sebagai penasihat teknis. Tak lama kemudian, ia dipromosikan menjadi Direktur Olahraga Barcelona pada 2022. Namun, ia memutuskan hengkang dari klub pada Juni 2023 setelah hampir dua tahun bertugas.

  • Peringatkan Presiden Soal Mafia Migas Sejak 2014, Eks Menteri ESDM: Apakah Diternak di Era Jokowi?

    Peringatkan Presiden Soal Mafia Migas Sejak 2014, Eks Menteri ESDM: Apakah Diternak di Era Jokowi?

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said angkat suara. Terkait pengalamannya menjabat Menteri ESDM di era Jokowi.

    Hal itu diungkapkan, menanggapi terungkapknya kasus korupsi di Pertamina. Melibatkan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga.

    “Mafia migas masih diternak? Saya tidak tahu apa yang tengah terjadi di Pertamina,” kata Sudirman Said dikutip dari unggahannya di X, Kamis (27/2/2025).

    Ia mengungkit bahwa transformasiPertamina sudah pernah dikakukan. Yakni pada 2015.

    “Apakah transformasi besar-besaran yang digagas Dirut Pertamina (alm. Arie H. Soemarno), sudah tidak berbekas?” ujarnya.

    Ia pun berspekulasi, bahwa mafia kugas diternak di era pemerintah Jokowi.

    “Apakah “Mafia migas” yang dibubarkan pada tahun 2015 sudah beranak pinak, diternak di era Joko Widodo?” imbuhnya.

    Pasalnya, Sudirman mengatakan sudah pernah mengingatkan Jokowi. Soal pemberantasan mafia migas saat ia menjabat Menteri ESDM.

    “Di tahun 2014 saya pernah katakan kepada Presiden Joko Widodo: “Penataan energi dan pemberantasan mafia migas bukan soal teknis, tapi soal kelurusan pemimpin negara”,” jelasnya.

    Rentetan peristiwa hari ini, disebutnya menunjukkan Indonesia dikepung korupsi. Ada praktik pemburuan rente yang bermain.

    “Keadaan hari-hari ini adalah bukti bahwa negara kita sedang dikepung oleh korupsi akut dan praktik perburuan rente yang menyakitkan rakyat,” terangnya.

    Saat ini, ia mengatakan nasih negara ada di tangan Prabowo. Sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

  • Wayan Koster Tak Ikut Retret di Akmil Magelang, Tunggu Gelombang Kedua

    Wayan Koster Tak Ikut Retret di Akmil Magelang, Tunggu Gelombang Kedua

    FAJAR.CO.ID, DENPASAR — Retret kepala daerah yang berlangsung hingga 28 Februari mendatang, tidak sepenuhnya diikuti. Ada kepala daerah yang berasal dari kader PDIP yang tidak ikut.

    Salah satunya adalah Gubernur Bali, Wayan Koster. Dia memastikan tidak mengikuti kegiatan retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

    Koster mengaku sudah kembali ke Bali dan mendarat, Selasa (25/2) kemarin. Gubernur Koster bahkan mengaku langsung mengerjakan tugasnya sebagai gubernur dari rumah.

    “Baru datang kemarin malam, tugas-tugas kantor dikerjakan di rumah,” kata Gubernur Bali Wayan Koster dilansir dari jpnn.

    Berdasarkan pantauan langsung, Gubernur Bali Wayan Koster meski sudah mulai bekerja, belum menjadwalkan diri untuk hadir di kantor. Suasana Kantor Gubernur Bali Jalan Basuki Rahmat khususnya ruang gubernur terlihat sepi hanya diisi para pegawai.
    Kabid Humas Pemprov Bali, Kadek Suadnyana Purianto menambahkan dari data agenda pimpinan hari ini Wayan Koster belum memiliki jadwal pertemuan atau kegiatan.

    “Sementara agenda semua pimpinan belum termonitor dari ajudan, kami belum monitor agenda dari ajudan,” kata Kadek Suadnyana Purianto.

    Gubernur Koster memastikan diri tak bergabung retreat di Akmil Magelang yang berlangsung dari 21-28 Februari 2025.

    Namun, demikian, dirinya akan mengikuti retret gelombang kedua. “(Ikut) gelombang ke-2 menunggu selesai proses di Mahkamah Konstitusi sebanyak 40 kepala daerah,” ujarnya.

    Wayan Koster juga memastikan selain dirinya, bupati dan wali kota se-Bali yang belum mengikuti pembekalan akan ikut pada retret kepala daerah gelombang kedua. Mulai dari kepala daerah Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, Tabanan, Bangli, Klungkung, Buleleng, dan Jembrana akan bergabung.

  • Tolak Makan Gratis, Tuntut Pendidikan Gratis, Pelajar Se-Kabupaten Paniai Papua Kompak Turun ke Jalan

    Tolak Makan Gratis, Tuntut Pendidikan Gratis, Pelajar Se-Kabupaten Paniai Papua Kompak Turun ke Jalan

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kembali aksi turun ke jalan dilakukan oleh ribuan pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA di kabupaten Paniai, Papua Tengah.

    Adapun aksi yang digelar yakni berupa penolakan terhadap program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini mulai diberlakukan.

    Para pelajar yang turun di jalan, lebih memilih agar dana tersebut dialihkan untuk pendidikan gratis.

    Aksi ini mendapat perhatian luas dari berbagai lapisan masyarakat.

    Obet Mupaya, salah satu koordinator aksi, menyampaikan alasan di balik penolakan program MBG tersebut.

    Menurutnya, program pendidikan gratis lebih diutamakan di sana dibanding makan bergizi gratis.

    “Kami menolak makan gratis, namun memilih pendidikan gratis,” ujar Obet dikutip Rabu (26/2/2025).

    Lebih lanjut, Obet menyatakan bahwa orangtuanya mampu menyediakan makanan untuk anak-anaknya.

    “Makan kami ada di rumah, tetapi kami seakan dipaksa menerima kebijakan pusat. Ini sama saja membunuh masa depan kami,” lanjutnya.

    Dari aksi tersebut, banyak yang beranggapan bahwa tingkat kesadaran dan kepedulian mereka sangat tinggi.

    Apalagi yang dituntut bukan sekadar pendidikan gratis, tapi pendidikan yang memiliki kualitas sehingga dapat menghasilkan anak bangsa yang mampu memajukan Indonesia. (Besse Arma/Fajar)

  • Ramai-ramai Bahas Korupsi Pertamina, Netizen Ingatkan Terkait Danantara

    Ramai-ramai Bahas Korupsi Pertamina, Netizen Ingatkan Terkait Danantara

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — PT Pertamina (Persero) memberi klarifikasi dengan membantah kabar adanya oplosan BBM RON 90 Pertalite dan BBM RON 92 Pertamax.

    Kabar ini mencuat setelah adanya temuan kasus korupsi yang tengah diusut oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

    Ada sekitar tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

    Ketujuh orang tersangka ini dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018–2023.

    Kasus ini ditengarai menyebabkan kerugian negara yang mencapai Rp193,7 triliun.

    Diketahui, ini berasal dari berbagai komponen, termasuk ekspor minyak mentah dalam negeri, impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) melalui broker.

    Lalu ada pemberian kompensasi dan subsidi yang diduga dilakukan dengan cara melawan hukum.

    Karena ramai pembahasan terkait korupsi di Pertamina, ada salah seorang netizen yang menyebut lewat ramai isu ini seolah Danantara terlupakan.

    “Naik isu korupsi Pertamina, dan langsung pada berhenti bahas Danantara,” tulis akun @shitlicious.

    Di kolom komentar beberapa netizen pun ikut dan ramai memberikan tanggapan terkait cuitan tersebut.

    “Danantara udah jalan. Dibahas terus kyk ga ngaruh apa2 saking bebalnya mereka. ya tinggal nunggu hasilnya gmn. Untung apa buntung 😭,” balas komentar netizen lainnya.

    “jadi kasusnya sengaja didiamin buat pengalihan isu sewaktu2 bila diperlukan (misalnya sekarang) 😂,” ujar netizen lainnya.

    Sementara itu, Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap memberi pernyataan menohok terkait penanganan Korupsi di Indonesia.

  • Korupsi Rp193,7 Triliun di Tubuh Pertamina, Prabowo Subianto Janji Bersihkan Semua yang Terlibat

    Korupsi Rp193,7 Triliun di Tubuh Pertamina, Prabowo Subianto Janji Bersihkan Semua yang Terlibat

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kasus dugaan korupsi yang dilakukan pejabat Pertamina dengan cara mengoplos Pertalite menjadi Pertamax, menuai perhatian luas publik. Betapa tidak, korupsi yang dilakukan merugikan negara ratusan triliun rupian.

    Kasus ini juga semakin menambah kecaman publik mengingat gaji yang diterima para pejabat tinggi Pertamina itu terbilang fantastis. Diperkirakan mencapai puluhan miliar per tahun.

    Merespons hal itu, Presiden Prabowo Subianto berjanji akan membersihkan semua yang terlibat dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah.

    Hal itu disampaikan Prabowo seusai peluncuran Bank Emas di The Gade Tower, Jakarta Pusat, pada Rabu (26/2). “Lagi diurus itu semua, ya. Lagi diurus semua. Oke, kami akan bersihkan,” ucap Prabowo kepada wartawan.

    Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku akan menegakkan hukum demi kepentingan rakyat. “Kami akan tegakkan, kami akan membela kepentingan rakyat,” kata Presiden Prabowo.

    Sebelumnya, Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menetapkan Dirut PPN, Riva Siahaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah.

    Selain itu, dia juga menjadi tersangka produk kilang BUMN distributor BBM periode 2018 hingga 2023.

    Penyidikan yang dilakukan berdasarkan berbagai surat perintah penyidikan ini mengungkapkan adanya perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara hingga Rp193,7 triliun.

    Kejaksaan Agung menemukan bukti bahwa tersangka melakukan rekayasa dalam pengelolaan minyak mentah domestik sehingga lebih memilih impor dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan produksi dalam negeri.

  • Direktur Pertamina Korupsi Meski Gaji 4,7 Miliar, Ustaz Das’ad Latif: Itulah Kalau Tak Pandai Bersyukur

    Direktur Pertamina Korupsi Meski Gaji 4,7 Miliar, Ustaz Das’ad Latif: Itulah Kalau Tak Pandai Bersyukur

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dai kondang asal Makassar, Ustaz Das’ad Latif, melontarkan sindiran tajam terhadap Direktur Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, yang diduga terlibat dalam kasus korupsi minyak.

    Kritik tersebut ia sampaikan sebagai respons terhadap besarnya gaji yang diterima pejabat tersebut, namun tetap tergoda untuk melakukan praktik korupsi.

    “Padahal sudah dapat gaji lumayan gede, itulah kalau tak pandai bersyukur,” ujar Ustaz Das’ad di Instagram pribadinya @dasadlatif1212 (26/2/2025).

    Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap skandal korupsi dalam ekspor-impor minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina.

    Salah satu modus yang dilakukan adalah memanipulasi bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 90 menjadi RON 92 sebelum dipasarkan, menyebabkan kerugian negara yang mencapai Rp 193,7 triliun.

    Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Abdul Qohar, menjelaskan bahwa pengadaan BBM ini dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga.

    Namun, dalam praktiknya, perusahaan tersebut membeli BBM dengan kualitas lebih rendah (RON 90), lalu menjualnya seolah-olah sebagai RON 92 dengan harga yang lebih tinggi.

    Kejagung telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

    Di antaranya adalah Riva Siahaan (Dirut PT Pertamina Patra Niaga), Sani Dinar Saifuddin (Direktur Optimasi Feedstock and Product PT Kilang Pertamina International), serta Yoki Firnandi (Dirut PT Pertamina Shipping).

    Selain itu, ada juga beberapa tersangka dari sektor swasta, termasuk Muhammad Kerry Andrianto Riza, putra dari pengusaha migas Mohammad Riza Chalid.

  • Soroti Wapres Gibran Bawa Materi di Retreat Kepala Daerah, John Sitorus: Gelap

    Soroti Wapres Gibran Bawa Materi di Retreat Kepala Daerah, John Sitorus: Gelap

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan hadir ke Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah dan memberikan materi kepada peserta retreat kepala daerah, Rabu (26/2/2025).

    Diketahui, materi yang disampaikan Gibran seputar Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto beserta turunannya.

    Setelah membawakan materi di kegiatan retreat para Kepala Daeran, banyak beredar video sang Wapres yang tampil menyampaikan materinya.

    Salah satunya dibagikan di media sosial X pribadi pegiat media sosial, John Sitorus.

    Diunggahannya itu, John Sitorus pun memberikan sorotan saat Gibran tampil membawakan materi.

    Salah satunya terkait video sang Wapres yang sama sekali tidak memiliki suaran.

    Menurutnya hal ini sudah di briefing terlebih dahulu ke para media yang hadir di lokasi.

    “Gibran memberikan materi retreat di Magelang,” tulisnya dikutip Rabu (26/2/2025).

    “Dan sepertinya media-media sudah dikondisikan agar tidak memberikan rekaman suara Gibran, dan jadilah seperti ini,” ujarnya.

    John Sitorus memberikan sindiran terkait Gibran Rakabuming Raka yang harus membawakan materi di depan Pramono Anung.

    “Lo bayangin Gibran harus mengajari Pramono Anung 😂😭, gelapp gelappp,” tuturnya.

    (Erfyansyah/fajar)

  • Presiden Prabowo: Keberhasilan Suatu Bangsa Bukan Pekerjaan 5 Tahun

    Presiden Prabowo: Keberhasilan Suatu Bangsa Bukan Pekerjaan 5 Tahun

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persatuan dan kerja sama antarpartai dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

    “Saudara-saudara sekalian, cita-cita pendiri bangsa kita jelas dan cita-cita saya yakin semua partai adalah sama dan jelas. Kita ingin Indonesia berhasil. Kita ingin Indonesia aman, adil, dan makmur,” ucap Presiden Prabowo saat menghadiri penutupan Kongres VI Partai Demokrat yang diselenggarakan di Grand Ballroom, The Ritz-Carlton, Jakarta, pada Selasa, 25 Februari 2025.

    Pembangunan bangsa, menurut Presiden Prabowo bukanlah tugas yang diselesaikan jangka pendek, melainkan membutuhkan kerja keras dalam jangka waktu yang panjang.

    Kepala Negara mengibaratkan pembangunan ini seperti pembangunan gedung yang harus memiliki fondasi kokoh.

    “Kebangkitan suatu bangsa, keberhasilan suatu bangsa bukan pekerjaan 5 tahun, bukan pekerjaan 10 tahun, pekerjaan puluhan tahun. Kita bangun di atas ya ibarat membangun gedung, di atas fondasi, di atas lantai-lantai yang kokoh, pilar-pilar yang kokoh, tonggak-tonggak yang kokoh,” katanya.

    Oleh karena itu, Presiden Prabowo mengingatkan pentingnya menghadapi berbagai tantangan nasional dengan semangat kebersamaan.

    Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun bangsa dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

    “Kita dalam satu kapal besar Republik Indonesia, kokoh masa depan kita, gemilang tidak terlalu jauh. Kita, bersama-sama kita kelola, bersama-sama kita berbuat kebaikan. Kita atasi masalah. Kalau ada salah pengertian kita duduk dengan baik,” tegasnya.

  • Hari Ini Makassar Diprediksi Hujan Sepanjang Hari, Simak Prakiraan BMKG

    Hari Ini Makassar Diprediksi Hujan Sepanjang Hari, Simak Prakiraan BMKG

    FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar merilis terkait prakiraan cuaca hari ini, Rabu (26/2/2025).

    Berdasarkan prkairaan BMKG, wilayah Makassar, Maros, dan Pangkep berpotensi mengalami hujan ringan pada pagi hari.

    Untuk beberapa wilayah lainnya di Sulawesi Selatan diprediksi berawan.

    Masuk siang dan sore hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi di wilayah Makassar dan sebagian besar wilayah Sulsel.

    Sementara hujan lebat diprediksi turun dibeberapa wilayah seperti Bone, Sinjai, Bulukumba, Luwu, Luwu Timur, Tana Toraja, Toraja Utara, Soppeng yang berpotensi hujan sedang serta Luwu Utara

    Dan di malam hari, wilayah Makassar, Barru, Enrekang, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Pinrang, Sidrap, Takalar, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Wajo masih diprediksi hujan ringan.

    Sementara itu, wilayah pangkep diprakirakan hujan sedang, serta berawan di sebagian wilayah lainnya.

    Untuk Suhu, Kelembapan dan Kecepatan Angin prakiraan BMKG cuaca di wilayah Sulse hari ini, berkisar antara 19-34°C. Sementara itu kelembapan udara berada di kisaran 73-100%.

    Adapun untuk kecepatan angin arah barat laut-timur laut diprediksi berada pada kisaran 8-31 km/jam.

    Berikut Prakiraan Cuaca di Sulawesi Selatan, Rabu (26/2/2025).

    Prakiraan Cuaca Makassar dan Sekitarnya Pagi Hari

    Hujan Ringan: Makassar, Maros, dan Pangkep

    Cerah Berawan-Berawan: sebagian wilayah Sulsel

    Prakiraan Cuaca Makassar dan Sekitarnya Siang dan Sore Hari

    Hujan Ringan

    Hujan Sedang: Bone, Sinjai, Bulukumba, Luwu, Luwu Timur, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Soppeng

    Hujan Lebat: Luwu Utara

    Prakiraan Cuaca Makassar dan Sekitarnya Malam Hari

    Hujan Ringan: Makassar, Barru, Enrekang, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Pinrang, Sidrap, Takalar, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Wajo

    Hujan Sedang: Pangkep

    Berawan: sebagian wilayah Sulsel

    Prakiraan Cuaca Makassar dan Sekitarnya Dini Hari

    Hujan Ringan: Makassar, Kepulauan Selayar, Luwu, dan Pangkep

    Berawan: sebagian wilayah Sulsel

    (Erfyansyah/fajar)