Category: Fajar.co.id Nasional

  • Ketua Buzzer Ditahan Kejagung, Loyalis Jokowi Sentil 150 Akun yang Terancam Terseret

    Ketua Buzzer Ditahan Kejagung, Loyalis Jokowi Sentil 150 Akun yang Terancam Terseret

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisaris PT Pelni, Dede Budyarto menyoroti penangkapan ketua buzzer yang kerap melontarkan komentar negatif, yang telah melakukan pemufakatan bersama tiga tersangka sebelumnya.

    “Akun-akun pendukung pemerintah setiap meng-counter terus dibales ‘dasar bajer’ nah ini neh gerombolannya yang suka nyerang-nyerang dan nuduh bajer itu,” ujar Dede Budyarto, dilansir X Kamis, (8/5/2025).

    Di cuitan yang berkesinambungan, melalui akun X @kangdede78 ia menyampaikan harapan agar kejaksaan mengulik tuntas akun-akun buzzer yang kerap membela koruptor.

    “Semoga @KejaksaanRI mengeluarkan list 150 akun-akun bajer yang bela Koruptor itu,” tulisnya.

    “Tergabung dalam WAG; Tim Mustafa I, Tim Mustafa II, Tim Mustafa III, Tim Mustafa IV, dan Tim Mustafa V. Pasti nomer-nomer WA-nya sdh ditangan penyidik,” sambungnya.

    Sebelumnya diinformasikan, bahwa Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menetapkan MAM, Ketua Tim Cyber Army, sebagai tersangka perintangan tiga perkara.

    MAM disebut telah mengerahkan 150 buzzer untuk membuat narasi yang menyudutkan Kejagung yang tengah mengusut sejumlah perkara rasuah.

    Membenarkan kejadian tersebut, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Abdul Qohar Affandi mengungkapkan keterlibatan ratusan buzzer dalam kasus obstruction of justice korupsi PT Timah, impor gula, dan vonis lepas ekspor crude palm oil (CPO).

    Para buzzer tersebut dibagi dalam lima unit tim berbeda yang dipimpin oleh M Adhiya Muzakki sebagai Ketua Tim Cyber Army.

    “Tim Mustafa 1, Tim Mustafa 2, Tim Mustafa 3, Tim Mustafa 4, dan Tim Mustafa 5 yang berjumlah sekitar 150 orang buzzer,” kata Qohar dalam konferensi pers pada Rabu malam, 7 Mei 2025.

  • Kevin Diks dan Dean James Berpotensi Absen Bulan Juni, Erick Thohir Sebut Penggantinya Sudah Disiapkan

    Kevin Diks dan Dean James Berpotensi Absen Bulan Juni, Erick Thohir Sebut Penggantinya Sudah Disiapkan

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Perjuangan Timnas Indonesia dilanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Ronde Ketiga bulan Juni ini tampaknya tanpa skuad penuh.

    Dua pemain yaitu Kevin Diks dan Dean James hampir pasti dipastikan absen karena masih mengalami cedera.

    Menanggapi kondisi itu, Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir berjanji akan menyediakan pemain pengganti yang secara kualitas tak kalah dengan Diks dan Dean James.

    Adapun untuk Kevin Diks mengalami cedera hamstring saat membela FC Copenhagen melawan Brondby IF pada 13 April lalu.

    Sementara Dean James juga mengalami cedera hamstring ketika membela Go Ahead Eagles melawan FC Utrecht pada 6 April 2025.

    Terkait dua pemain ini yang berpotensi absen, Erick menyebut tim pelatih tentunya sudah menyiapkan pengganti yang sepadan.

    “Memang, dengan cederanya Kevin Diks ataupun Dean James yang qualified ke sebelas pertama, ya memang perlu menjadi pertimbangan untuk pemain subtitusi,” kata Erick dikutip Kamis (8/5/2025).

    Erick pun menyebut adanya kedalaman skuad menjadi salah satu jawaban ketika tim menghadapi situasi seperti ini.

    Di mana, pemain inti dan cadangan memiliki kualitas yang sama baiknya.

    “Yang namanya risiko cedera pasti terjadi di seluruh pemain. Sejak dahulu saya bilang kenapa kita perlu penebalan tim senior 2×11 pemain. Bahkan, di bawah itu (kelompok umur) 3×11. Karena ini memang talent pool kita harus tebal,” sebutnya.

    “Karena ya risiko cedera itu bisa terjadi. Belum lagi ketika ada penumpukan turnamen. Timnas senior dan U-23 bertanding di bulan yang sama misalnya. Itu juga yang kita ketahui tim senior banyak juga yang masih lolos kualifikasi untuk bisa bermain di U-23, tambah tipis lagi. Jadi, kita harus siap dengan segala risiko,” terangnya.

  • Presiden Prabowo Janjikan Ratusan Sekolah Berasrama Tiap Tahun

    Presiden Prabowo Janjikan Ratusan Sekolah Berasrama Tiap Tahun

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto dan keluarga besar TNI-Polri melakukan halalbihalal yang diselenggarakan oleh Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa, 6 Mei 2025.

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo diberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutan serta pidatonya.

    Salah satu yang menjadi informasi penting dalam acara halalbihalal tersebut, yakni segera ada peluncuran program baru yang disampaikan langsung oleh nomor satu Republik Indonesia.

    “Salah satu program kita nanti adalah saya akan membangun minima 100 sekolah berasrama,” Kata Prabowo, dilansir YouTube Rabu, (7/5/2025).

    Prabowo juga menjelaskan, bahwa sekolah berasrama biasanya diperuntukkan bagi anak-anak yang terpintar, namun ia juga berjanji akan menerapkan hal yang sama.

    Sementara yang menjadi skala prioritasnya saat ini, yakni sekolah yang dicanangkan akan dibangun setiap tahun dalam jumlah ratusan.

    “Tapi saya akan bangun minimal 100 tiap tahun sekolah berasrama untuk keluarga yang paling tidak mampu,” jelasnya.

    Lebih lanjut, ia menerangkan maksud dari program yang baru saja disampaikan dengan semangat penuh.

    “karena saya bertekad untuk memutus rantai kemiskinan, kalau bapaknya pemulung, anaknya tidak boleh jadi pemulung, kalau bapaknya tukang becak anaknya tidak perlu jadi tukang becak, kalau bapaknya susah tidak punya penghasilan yang cukup anaknya tidak boleh terusin,” terangnya.

    Sementara, yang menjadi kekuatan dalam segala program yang diusung merupakan bentuk dari prinsip beliau.

  • Hercules Dilantik sebagai Ketua MP3I, Imam Shamsi Ali: Sebagai Alumni Pesantren Saya Sangat Malu

    Hercules Dilantik sebagai Ketua MP3I, Imam Shamsi Ali: Sebagai Alumni Pesantren Saya Sangat Malu

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ustaz H. Muhammad Syamsi Ali, menyayangkan jabatan Hercules Rosario De Marshal yang diamanahkan sebagai Panglima di ruang lingkup pesantren.

    Imam Shamsi Ali akrabnya, menuliskan bahwa ia malu dengan keputusan yang dibuat Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Se-Indonesia (MP3I).

    “Sebagai santri/alumni pesantren, saya sangat malu dengan prilaku sebagian orang,” tulis Imam Shamsi Ali, dilansir X Rabu, (7/5/2025).

    Menurutnya, preman itu bukanlah cerminan dari perilaku anak-anak yang dibina di dalam pesantre.

    “Preman itu sangat tidak identik dengan pesantren,”jelasnya.

    Secara terbuka, ia menyebut bahwa keputusan yang dilakukan oleh jajaran pengurus MP3I merupakan hal yang perlu ditolak.

    “Karenanya apa yang dilakukan oleh Majelis permusyawaratan Pengasuh pesantren ini tertolak dan memalukan,” ujarnya.

    Sebagai penutup cuitannya, ia menyerukan agar pesantren dapat bersih dari hal-hal yang berbau premanisme.

    “Pesantren harus bersih dari premanisme,” tutupnya.

    Unggahan tersebut mendapatkan respon dari netizen, sebagian besar ikut mengungkit masalah yang serupa, bahkan tidak sedikit yang ikut prihatin terhadap keputusan MP3I.

    “Ada ya pesantren pengen populer lewat preman…. Waneeeh,” komentar netizen.

    “Gue udah bilang ,dia mualaf hanya kedok agar bisa diterima di tengah-tengah Masyarakat mayoritas.dia akan berpihak pada yg berinya cuan,” Asumsi netizen.

    “Sungguh sangat miris, kok ada pesantren yang melibatkan ketua grib yang gak jelas itu!!!,” kata netizen

    “Dulu FPI di musuhi yang ini di rangkul dunia sudah mau kiamat,” timpal lainnya.

  • Presiden Prabowo Bukan Boneka Jokowi, Ini Keyakinan Herman Khaeron Demokrat

    Presiden Prabowo Bukan Boneka Jokowi, Ini Keyakinan Herman Khaeron Demokrat

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah di bawah kepemimpinan rezim Presiden Prabowo Subianto, dinilai banyak kalangan masih dibayang-bayangi pengaruh mantan Presiden ke-7, Joko Widodo atau Jokowi.

    Namun, anggapan itu ditepis Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Herman Khaeron. Dia menyebut, anggapan bahwa Presiden Prabowo hanyalah perpanjangan tangan dari Jokowi adalah salah.

    Keyakinan itu ditegaskan dari program-program yang diusung Presiden Prabowo, yang dinilai menunjukkan arah kepemimpinan yang mandiri dan terpisah dari bayang-bayang pendahulunya.

    “Kita bisa melihat ya. Dari program-programnya Pak Prabowo yang Asta Cita, itu kan sebagian besar new initiative program. Program-program baru,” kata Herman di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Rabu (7/5).

    Menurutnya, berbagai program yang digagas Prabowo menunjukkan bahwa memiliki visi tersendiri dalam memimpin bangsa.

    Herman mencontohkan, beberapa program unggulan seperti makan bergizi gratis, sekolah rakyat, hingga peningkatan fasilitas rumah sakit sebagai wujud nyata dari kebijakan yang tidak sekadar melanjutkan program sebelumnya.

    “Makan bergizi gratis. Sekolah rakyat. Kemudian melengkapi seluruh fasilitas rumah sakit,” tegasnya.

    Tak hanya itu, lanjut Herman, program pembangunan koperasi di setiap desa hingga hilirisasi industri, menjadi bukti bahwa arah pemerintahan saat ini dibentuk oleh gagasan dan keputusan Prabowo sendiri.

    “Artinya kalau melihat dari program-program Pak Prabowo, jelas ini adalah bentuk kemandirian Pak Prabowo. Bentuk kedaulatannya Pak Prabowo sebagai Presiden,” paparnya.

  • Laporan RK Naik Tahap Penyidikan, Mantan Muncikari Artis: Lisa Mariana Bicara Jujur

    Laporan RK Naik Tahap Penyidikan, Mantan Muncikari Artis: Lisa Mariana Bicara Jujur

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Laporan mantan gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kepada Lisa Mariana masih bergulir panas di Bareskrim Polri.

    RK, singkatan namanya, telah melaporkan Lisa Mariana atas dugaan pencemaran nama baik.

    Eks Wali Kota Bandung ini tak terima dirinya dituding menghamili Lisa Mariana.

    Bahkan, sosok Revelino Tuwasey, pria yang mengklaim ayah biologis dari anak Lisa Mariana telah menjalani pemeriksaan untuk kedua kalinya.

    Pengakuan itu dikatakan kuasa hukum Revelino, Elmanik, dikutip dalam tayangan YouTube Reyben Entertainment.

    “Memang betul klien kami Revelino telah diperiksa untuk kedua kalinya ya,” ujar Elmanik, melansir MSN, Rabu (7/5/2025).

    Dalam proses pemeriksaan tersebut, Revelino menerima sekitar 30 pertanyaan yang seluruhnya telah dijawab dengan lengkap.

    “Klien kami sudah diperiksa dua kali pertanyaannya kurang lebih 30 kali pertanyaan dan itu sudah dijawab semua,” sambungnya.

    Disebutkan pula bahwa status kasus tersebut kini telah meningkat ke tahap penyidikan.

    Dengan perkembangan itu, Elmanik menduga bahwa Mabes Polri kemungkinan akan melakukan langkah hukum lanjutan, termasuk kemungkinan tes DNA dalam waktu dekat.

    “Dan statusnya sudah naik ke tahap penyidikan ya sudah naik sidik,” kata Elmanik.

    “Proses ini artinya tidak menutup kemungkinan Mabes Polri akan segera melakukan upaya hukum mungkin dalam waktu dekat ini tes DNA seperti itu yang jelas,” tandasnya.

    Sementara itu, muncul juga pengakuan dari mantan muncikari artis Robby Abbas. Dia menyoroti kasus Ridwan Kamil dan Lisa Mariana yang diduga memiliki anak di luar nikah.

  • Dipertemukan Bobby Kertanegara oleh Presiden Prabowo, Bill Gates Beri Hadiah Boneka Paus

    Dipertemukan Bobby Kertanegara oleh Presiden Prabowo, Bill Gates Beri Hadiah Boneka Paus

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto tampaknya tidak ingin melewatkan pertemuan dirinya dengan pendiri Microsoft, Bill Gates untuk mempertemukan kucing kesayangannya, Bobby Kertanegara.

    Ya, pertemuan itu tentu saja menjadi momen unik dan hangat yang terjadi di Istana Merdeka. Prabowo mengajak Bill Gates untuk menemui kucing kesayangannya usai pertemuan resmi.

    Bobby yang didorong menggunakan stroller, perlahan mendekat ke arah tamu penting tersebut.

    Prabowo pun berseloroh kepada Bill Gates bahwa ada yang ingin bertemu dengan tokoh filantropi dunia itu.

    “Someone’s wants to meet you,” ucap Prabowo disambut tawa para menteri. “This is my gift for the cat,” balas Bill Gates.

    Dengan senyum lebar, Bill Gates menyerahkan hadiah boneka Paus berwarna hitam-putih kepada Bobby.

    Tak hanya itu, Prabowo juga memberikan cinderamata berupa keris sebagai simbol penghormatan budaya Indonesia kepada Bill Gates. (fajar)

  • Minta Luhut Jangan Arogan, Umar Hasibuan: Indonesia Bukan Punya Satu Keluarga

    Minta Luhut Jangan Arogan, Umar Hasibuan: Indonesia Bukan Punya Satu Keluarga

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politikus PKB, Umar Hasibuan, ikut mengkritik pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan yang meminta pihak-pihak pengkritik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk angkat kaki dari Indonesia.

    Dikatakan Umar, pernyataan seperti itu terkesan arogan dan tidak mencerminkan semangat demokrasi.

    “Luhut panjaitan ini ya dikit-dikit ngancam jangan tinggal di indonesia,” ujar Umar di X @UmarHasibuan_ (7/5/2025).

    Ia melanjutkan, seolah-olah Luhut dan keluarganya adalah satu-satunya pihak yang berhak tinggal di negeri ini.

    “Kayak dia dan keluarganya saja yang berhak tinggal di indonesia dan kayak dia pula yang jadi pemilik indonesia ini,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Umar juga menyentil masa lalu Luhut yang menurutnya tak seheroik yang dibayangkan publik.

    “Padahal ditembak sama Xanana (Perdana Menteri Timor Timur) dia kabur,” tambahnya.

    Sebelumnya, ratusan purnawirawan jenderal TNI menyampaikan delapan tuntutan sebagai respons terhadap berbagai kondisi yang tengah dihadapi bangsa.

    Pernyataan tersebut tertuang dalam sebuah dokumen yang ditandatangani oleh para tokoh militer senior.

    Nama-nama seperti Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto, Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto, serta Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan tercantum dalam dokumen tersebut.

    Sementara itu, tanda tangan Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno turut tercantum dalam kolom “Mengetahui”. Lembar tuntutan tersebut bertanggal Februari 2025.

    Dokumen itu dibacakan oleh pakar hukum tata negara, Refly Harun, melalui kanal YouTube pribadinya pada Jumat (18/4/2025).

  • Erick Thohir Siapkan Satu Slot Laga Uji Coba Hadapi Malaysia di Bulan September Mendatang

    Erick Thohir Siapkan Satu Slot Laga Uji Coba Hadapi Malaysia di Bulan September Mendatang

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Laga uji coba Timnas Indonesia menghadapi Timnas Malaysia berpotensi bakal terjadi dalam waktu dekat ini.

    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir bicara terkait kemungkinan di gelarnya pertandingan ini.

    Erick membenarkan bahwa Timnas Indonesia berencana untuk beruji coba dengan Timnas Malaysia pada FIFA Matchday September 2025.

    Timnas Indonesia akan memanfaatkan FIFA Matchday September 2025 sebagai persiapan jika lolos ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

    Ia menyebut menyiapkan satu slot pertandingan uji coba menghadapi Malaysia yang saat ini disebut tengah berbenah.

    “Slot satunya lagi kami coba lihat, Malaysia yang sedang berbenah diri,” kata Erick Thohir dikutip Rabu (7/5/2025).

    “Kami juga melihat Malaysia telah berganti pelatih dan banyak pemain baru. Kami ingin coba juga. Kayaknya kami sudah kangen juga melawan Malaysia, sudah cukup lama. Ya tes nyali lah, sama-sama,” tambahnya.

    Mantan Presiden klub Inter Milan ini tampaknya begitu serius untuk mengelar pertandingan ini.

    Ia masih menunggu kepastian dari Federas sepakbola Malaysia apakah mereka mau atau tidak menggelar laga ini.

    “Kalau Malaysia-nya mau. Kalau Malaysia-nya tidak mau, ya tidak apa-apa. Mungkin lain kali,” sebutnya.

    Jika benar pertandingan ini bakal di gelar, Erick menyebut kemungkinan besar venue pertandingan akan berada di Indonesia.

    “Rencana uji cobanya di Indonesia,” tutupnya.

    (Erfyansyah/fajar)

  • KPK Tegaskan Pemberian Hadiah ke Guru Merupakan Gratifikasi, KH Cholil Nafis: Jangan Hilangkan Budaya

    KPK Tegaskan Pemberian Hadiah ke Guru Merupakan Gratifikasi, KH Cholil Nafis: Jangan Hilangkan Budaya

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua MUI Bidang Ukhuwah dan Dakwah, KH Muhammad Cholil Nafis, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pemberian hadiah kepada guru yang dianggap sebagai bentuk gratifikasi.

    Ia menilai bahwa pendekatan semacam itu perlu dibedakan dari budaya masyarakat yang tulus memberi apresiasi.

    “Saya setuju semua bentuk gratifikasi dihilangkan,” ujar Cholil di X @cholilnafis (6/5/2025).

    Hanya saja, Cholil memberikan catatan penting. Tidak menghilangkan budaya masyarakat dalam memberi hadiah kepada guru.

    “Tapi janganlah menghilangkan budaya masyarakat yang memang ikhlas mau memberi hadiah kepada guru, apalagi guru di kampung,” sebutnya.

    Cholil bilang, KPK sebaiknya lebih fokus menangani gratifikasi dengan nominal besar, terutama yang kerap terjadi dalam kontestasi politik atau lingkungan birokrasi.

    “KPK baiknya ngurus gratifikasi yang besaran dikitlah, seperti Pilkada, birokrasi dll,” tandasnya.

    Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa pemberian hadiah kepada guru oleh orang tua murid dalam momen kenaikan kelas tidak dapat dianggap sebagai bentuk rezeki, melainkan masuk dalam kategori gratifikasi.

    Hal ini merujuk pada temuan dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 yang dirilis lembaga antirasuah tersebut.

    “Bagaimana mensosialisasikan gratifikasi itu, itu bukan rezeki. Harus dibedakan mana rezeki, mana gratifikasi. Jadi, selalu kita gembar-gemborkan kepada mereka, disosialisasikan, dikampanyekan oleh kita dalam bentuk formal maupun non-formal,” ujar Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, beberapa waktu lalu.