Category: Fajar.co.id Nasional

  • Isak tak Masuk Rombongan Newcastle di Laga Perdana, Ngambek Ingin Hengkang?

    Isak tak Masuk Rombongan Newcastle di Laga Perdana, Ngambek Ingin Hengkang?

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Alexander Isak saat ini dalam situasi terdesak jelang berakhirnya bursa transfer musim panas 2025.

    Hal ini berkaitan dengan situasi sang penyerang yang belum ada kejelasan sama sekali terkait nasibnya.

    Terbaru, di laga perdana Isak tak dibawa Newcastle kala memainkan laga pertama di Premier League 2025/2026 kontra Aston Villa.

    Di pertandingan tanpa Isak di Villa Park, Sabtu (16/8/2025) malam WIB itu tuntas 0-0.

    Tanpa kehadiran pemain asal Swedia itu, The Magpies terlihat sangat kesulitan untuk bisa meraih hasil maksimal.

    Dalam enam pertandingan terakhir di Premier League tanpanya, Newcastle tak bisa meraih kemenangan sebagaimana dicatat Opta.

    Sejak kabar Isak yang terus dikaitkan dengan Liverpool sang pemain tampaknya sudah tidak betah dan ingin segera pergi dari klub.

    Keinginannya itulah yang membuatnya Isak terpaksa dibekukan tim karena telah menyatakan sikapnya untuk pindah ke Liverpool.

    Ia kabarnya sudah menolak bermain untuk Newcastle lagi meski masih terikat kontrak hingga 2028.

    (Erfyansyah/fajar)

  • Bayern Munchen dan Inter Milan Saling Sikut untuk dapatkan Nkunku

    Bayern Munchen dan Inter Milan Saling Sikut untuk dapatkan Nkunku

    FAJAR.CO.ID,LONDON — Dua tim dikabarkan saling sikut dalam perburuan winger milik Chelsea, Christopher Nkunku.

    Adapun untuk dua tim yang disebut mengejar tanda tangan Nkunku adalah Bayern Munchen dan Inter Milan.

    Kabarnya, Munchen mengincar pemain Chelsea itu sebagai antisipasi karena hengkangnya Kingsley Coman.

    Pemain Prancis itu memutuskan pindak ke Liga Arab Saudi bersama Al Nassr.

    “Bayern pertimbangkan untuk merekrut Christopher Nkunku setelah kepergian King Coman,” ujar jurnalis Italia, Fabrizio Romano.

    “Ia dianggap pemain ideal untuk mengisi beberapa posisi, tetapi kesepakatannya kini bergantung pada biaya karena ia akan meninggalkan Chelsea,” tambahnya.

    Namun, Munchen yang jadi peminat utama mendapatkan tekanan dari tim lainnya yaitu Inter Milan.

    Fabrizio Romano menyebut Inter Milan, Borussia Dortmund dan RB Leipzig sedang mengintai striker 27 tahunn itu.

    “Beberapa klub juga meminta Nkunku musim panas ini, termasuk Inter, Dortmund, dan Leipzig, dengan situasi yang terbuka,” jelas Fabrizio.

    Menarik menantikan bagaimana kedua tim ini saling sikut untuk mendapatkan tanda tangan Nkunku.

    (Erfyansyah/fajar)

  • Ban FIFA Bikin Start PSM Makassar Tak Mulus di Super League

    Ban FIFA Bikin Start PSM Makassar Tak Mulus di Super League

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PSM Makassar datang ke musim baru Super League 2025/2026 dengan ekspektasi besar. Status sebagai mantan juara dan komposisi pemain potensial membuat publik yakin Pasukan Ramang bakal langsung melesat ke papan atas.

    Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Dua laga sudah dilalui, tapi empat poin yang semestinya bisa dikantongi justru melayang, meninggalkan kekecewaan di kalangan suporter.

    Ritme permainan PSM sejak awal memang tampak pincang. Persiapan yang minim sejak masa pramusim menjadi akar persoalan. Ketika tim lain sudah menata skuad dengan matang, PSM justru terjebak dalam masalah yang lebih rumit.

    FIFA menjatuhkan larangan transfer sekaligus pendaftaran pemain baru, membuat Bernardo Tavares harus memutar otak.

    Sang pelatih bahkan menyiapkan skenario darurat dengan membagi skuad ke dalam empat kelompok berbeda.

    Semua itu dilakukan semata-mata untuk berjaga-jaga, seandainya sanksi belum dicabut ketika kick off Super League dimulai. Kekhawatiran itu akhirnya benar-benar terjadi.

    Laga perdana melawan Persijap Jepara menjadi bukti nyata. PSM yang seharusnya bisa tampil dengan kekuatan penuh, justru dipaksa menurunkan skuad mayoritas berusia U-23.

    Meski sempat unggul lebih dulu, kemenangan yang sudah di depan mata sirna setelah gol penyeimbang lawan lahir di detik-detik terakhir pertandingan.

    Hasil imbang itu terasa seperti pukulan telak. Bukan hanya karena kehilangan dua poin penting, tetapi juga karena publik sadar bahwa start PSM di musim ini tidak akan semulus yang dibayangkan. (zak/fajar)

  • Sosok Aliah Sakira, Pembawa Baki Upacara Penurunan Bendera, Ternyata Pelajar Makassar

    Sosok Aliah Sakira, Pembawa Baki Upacara Penurunan Bendera, Ternyata Pelajar Makassar

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Salah satu siswi asal Sulawesi Selatan, Aliah Sakira, dipercaya menjadi pembawa baki dalam upacara penurunan bendera pusaka Merah Putih.

    Siswi asal sekolah SMAN 14 Makassar itu resmi menjadi bagian dari Formasi Tim Penurunan Sang Merah Putih ‘Indonesia Bersatu’ pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) di Istana Negara, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025.

    Ditunjuknya Aliah Sakira sebagai pembawa baki tentu menjadi perhatian publik khususnya masyarakat Sulawesi Selatan.

    Aliah lahir di Makassar pada 1 Oktober 2008. Dia merupakan putri dari pasangan Djabbar B dan Azmach Febriany.

    Selain Aliah, Sulsel memiliki lima wakil yang mendapatkan kesempatan sebagai bagian dari Paskibraka Nasional 2025.

    “Rabu, 25 Juni 2025 tentunya bukan hanya hari biasa, tetapi juga menjadi titik penentu masa depan kami,” tulis Aliah di akun Instagram pribadinya, @aliah_sakira, dikutip Minggu (17/8/2025).

    “Saat ini, kami bukan hanya membawa nama sekolah ataupun kabupaten/kota kami masing-masing, tetapi kami berenam siap membawa nama baik Sulawesi Selatan di tingkat pusat,” tambahnya.

    Selain itu, Aliah juga memohon doa agar dapat memberikan yang terbaik bagi provinsinya.

    “Dengan penuh kerendahan hati, saya, Aliah Sakira dari Kota Makassar sebagai utusan Provinsi Sulawesi Selatan, memohon doa dari teman-teman sekalian. Siapapun yang terpilih nantinya, itulah yang terbaik bagi Sulawesi Selatan,” harapnya.

    Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ditandai dengan Upacara Detik-detik Proklamasi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025, pukul 10.00 WIB.

  • Moshing Sambil Kibarkan One Piece Ditindak Aparat saat Konser, Musisi Menegur dari Panggung: Jangan Dipukulin, Lu Dibayar Duit Mereka

    Moshing Sambil Kibarkan One Piece Ditindak Aparat saat Konser, Musisi Menegur dari Panggung: Jangan Dipukulin, Lu Dibayar Duit Mereka

    Awan bahkan menyinggung risiko dirinya dikriminalisasi setelah kritik itu.

    “Udah ketangkep gua, yang kayak gini-gini kan tiba-tiba ada yang DM, kamu lokasi di mana?” tandasnya.

    Sebelumnya, Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, turut memberikan komentarnya mengenai bendera One Piece.

    Hal ini diungkapkan Willy saat ditemui di Rumah Aspirasi anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, pada Kamis (7/8/2025) malam.

    “Ini sebuah ekspresi yang biasa-biasa saja, bahkan pak Presiden sudah statement soal ini. Kalau ada respons berlebihan, ini yang keliru,” kata Willy.

    Dikatakan Willy, mengibarkan bendera anime yang banyak digemari masyarakat itu bukan merupakan sesuatu yang makar seperti perdebatan beberapa hari terakhir.

    “Kita anggap ini kan tidak makar, tindakan ekspresi yang biasa saja. Jangan ditanggapi berlebihan, proporsional aja,” sebutnya.

    Lebih lanjut, Politikus Partai NasDem ini menekankan bahwa adanya rasa kecewa dari lapisan masyarakat terhadap pemerintah sebagai hal biasa.

    “Orang memiliki rasa kecewa, marah, sejauh tidak melecehkan simbol-simbol negara fine-fine saja. Memang ada yang fundamental, keliru di kita, kritik kita salah alamat,” Willy menuturkan.

    Sebagai contoh, Willy mengungkapkan fenomena yang berkembang di masyarakat, ketika marah pada pemerintah, maka negara yang disalahkan.

    “Di dalam teori demokrasi itu negaranya stabil, pemerintahan silih berganti. Dalam konteks ini kita bisa belajar dari pengalaman Turki,” tambahnya.

    “Politik itu dinamis, pemerintahan datang dan pergi, tapi spirit patriotisme kita kemudian harus tetap berdiri,” jelasnya.

  • Gaji Anggota DPR Dikabarkan Naik, Pengamat: Penghematan untuk Masyarakat, Bukan Pejabat

    Gaji Anggota DPR Dikabarkan Naik, Pengamat: Penghematan untuk Masyarakat, Bukan Pejabat

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengamat kebijakan publik, Gigin Praginanto memberikan pernyataan keras ke Pemerintahan.

    Hal ini berkaitan dengan beredarnya kabar yang menyebut adanya kenaikan gaji untuk anggota DPR.

    Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Gigin Praginanto memberikan sindiran terkait situasi ini.

    Ia menyebut ini adalah salah satu gaya penghematan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo.

    “Penghematan gaya Wowo,” tulisnya dicuitan akun X pribadinya dikutip Minggu (17/8/2025).

    Namun, ia memberi peringatan bahwa penghematan yang dimaksud hanya berlaku untuk masyarakat bukan para pejabatnya.

    “Hanya berlaku untuk yang di bawah,” tuturnya.

    Sebelumnya, beredar isu mengenai besaran gaji anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali mencuri perhatian publik.

    Belakangan, beredar unggahan di media sosial yang menyebutkan bahwa gaji anggota DPR naik hingga mencapai Rp3 juta per hari atau setara Rp90 juta per bulan. 

    Informasi tersebut viral di platform seperti TikTok dan Instagram, sehingga menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat.

    Salah satu akun yang membagikan kabar ini adalah akun TikTok @tahwa**. 

    Dalam unggahannya, ia menampilkan foto bertuliskan “MANTAP! Gaji Anggota DPR RI Naik Jadi 3 Juta per Hari”.

    (Erfyansyah/Fajar) 

  • PPATK Pernah Ungkap Ribuan Anggota Dewan Terlibat Judol, Panik?

    PPATK Pernah Ungkap Ribuan Anggota Dewan Terlibat Judol, Panik?

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sebuah video yang menunjukkan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengungkap anggota Dewan Perwaklilan Rakyat terlibat Judi Online (Judol) kembali mencuat.

    Video itu kembali tersebar di media sosial. Padahal, pernyataan itu diungkapkan dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/6).

    “Sekali lagi kami sampaikan DPR, DPRD, dan sekretariat itu ada 63 ribu transaksi. Nah untuk di sini saja (DPR RI) yang aktif saja kalau boleh saya sampaikan ada sekitar tujuh ribu sekian, artinya kami hanya bisa menyampaikan tujuh ribu ini saja kan. Tidak yang se-Indonesia tadi,” kata Ivan kala itu.

    Ivan menjelaskan, saat ini pihaknya sudah menerima instruksi dari Kepala Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam Hadi Tjahtanto agar temuan PPATK terkait judi online disampaikan kepada pimpinan masing-masing kementerian dan lembaga negara. 
     
    Karena itu, pihaknya menunggu perintah dari Menko Hadi agar menyampaikan data tersebut kepada pimpinan DPR, DPRD, dan Sekjen DPR.

    “Sekarang kami menunggu perintah saja karena ada klaster daerah dan segala macam mungkin yg bisa kami serahkan kami ikut apakah DPR RI pusat, se-Indonesia, termasuk setjen pula, kalau Setjen saya akan ketemu pak Setjen, mungkin saya akan ketemu pak setjen untuk menyerahkan data terkait,” ucap Ivan.
     
    Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI ini juga, Ivan menyatakan bahwa lebih dari 1.000 anggota DPR dan DPRD terlibat dalam permainan Judol.

  • BENARKAH KITA MERDEKA? – FAJAR

    BENARKAH KITA MERDEKA? – FAJAR

    Tak ada senjata, tak tampak rencana, tak terlihat secara kasat mata. Tapi daya “ledak” dan “potensi kehancurannya” menakutkan. Republik dikendalikan oleh tangan-tangan yang di kepalanya berwatak kolonial,  mereka kadang bisa bersikap fasis. Makin kuat daya hancur perbuatan yang mereka lakukan, makin tersembunyi dan tak kelihatan subyeknya. Ini semacam “hantu” politik, hantu kebijakan, dan hantu hukum yang mengendalikan entitas itu untuk kepentingan dan ambisinya.

    Jika kaum kolonial kebal hukum di masa lalu, kini lebih banyak dan tersebar dimana-mana mereka yang “kebal hukum”. Makin besar kekuasaannya, makin banyak uangnya, makin luas jaringan dan dominasinya, maka makin tumpul hukum untuknya.

    Sementara bagi rakyat biasa, hukum bekerja dan berlari kencang, menjemput dan menindas, menangkap dan memaksa, lalu diseret ke kursi pengadilan untuk segera dihukum. Seolah-olah, hukum sudah ditegakkan dengan menjatuhkan vonis kepada mereka yang hanya urusannya kecil, remeh-temeh. Karena tak punya uang, kekuasaan dan kolega penegak hukum. Betapa banyak orang dikriminalisasi, betapa sering orang dijadikan tersangka tanpa sebab yang jelas, bahkan, mereka yang punya uang, tetapi bermusuhan dengan kekuasaan, diseret ke ruang pengadilan, lalu diadili dengan cara seperti kaum kolonial mengadili pribumi.

    Bangsa ini tidak sepenuhnya merdeka. Republik ini masih dicabik-cabik di segala sisi dan sudut oleh anak yang ia lahirkan. Demokrasi dicincang dan diiris-iris oleh mereka yang pegang kendali kekuasaan. Dominasi kuasa atas rakyat masih menjadi cerita horror di republik ini. Rakyat dijajah tanpa permisi oleh penguasanya. Sementara hukum dibajak dan dimanipulasi untuk kepentingan mereka. Perilaku ini, persis seperti era kolonial. Karena itu, kita ini, sejatinya, makin modern makin terjajah.

  • LMKN Jadi Momok Pengusaha Hotel, Hanya Putar Lantunan Al-Quran Malah Ditagih Royalti

    LMKN Jadi Momok Pengusaha Hotel, Hanya Putar Lantunan Al-Quran Malah Ditagih Royalti

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Lembaga yang mengurusi royalti musik dan lagu, Lembaga Manajemen Kolektif Nusantara (LMKN) jadi momok bagi pelaku usaha hotel. Terkhusus di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Bagaimana tidak, hotel Syariah pun ditagih royalti. Alih-alih memutar lagu dan musik, mereka hanya memutar lantunan Al-Quran atau murotal.

    Hal tersebut diungkapkan General Manager Hotel Madani, Reza Fajar Firdaus. Ia mengaku dapat tagihan sejak akhir Juli 2025.

    “Tagihan yang keluar itu sebesar Rp4,4 juta per tahun, termasuk PPN. Tarif ini dihitung berdasarkan jumlah kamar, kami punya 59 kamar, jadi masuk kategori 51-100 kamar,” kara Rega dikutip dari Disway NTB, Sabtu (16/8/2025).

    Argumentasinya, disebutkan bahwa tiap kamar ada televisi. Televisi itu memutar musik atau suara yang mengandung hak cipta.

    Padahal, kata dia, ada pihaknya tak memutar musik atau lagu melalui televisi di kamar. Hanya memutar lantunan Al-Quran.

    “Masalahnya, walaupun tamu tidak memutar musik atau kita hanya memutar murotal, tetap dikenakan,” terang Rega.

    Menurutnya, kebijakan itu membebani pelaku usaha. Apalagi hotel kecil.

    “Musik di hotel bukan keutuhan utama, tamu datang untuk menginap. Kami sudah stop memutar musik, tidak ada komplain dari tamu,” ucapnya.
    (Arya/Fajar)

  • 20 Persen APBN 2026 untuk Pendidikan, Rp335 Triliun Dipakai untuk Makan Bergizi Gratis

    20 Persen APBN 2026 untuk Pendidikan, Rp335 Triliun Dipakai untuk Makan Bergizi Gratis

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad menyoroti Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Terkhusus untuk pendidikan.

    Total anggaran untuk pendidikan mencapai Rp757,8 triliun. Alokasi 20 persen dari APBN.

    “Anggaran pemerintah untuk pendidikan 2026 sebesar 757,8 triliun,” tulis Saidman dikutip dari unggahannya di X, Sabtu (16/8/2025).

    Meski anggarannya terbilang besar. Rincian alokasinya banyak dikritik, karena hampir separuh digunakan untuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

    “Hampir setengahnya (44,2 persen) dipakai untuk makan,” ujar Saidiman.

    Detailnya, anggaran Rp757,8 triliun itu, untuk sekolah dan kampus mencapai Rp 150,1 triliun. Kemudian untuk siswa dan mahasiswa Rp 401,5 triliun dan untuk guru, dosen, dan tenaga kependidikan senilai Rp 178,7 triliun.

    MBG sendiri, masuk dalam kategori siswa-mahasiswa.

    Berikut rinciannya:

    Siswa-Mahasiswa

    Bidikmisi/KIP Kuliah: 17,2 triliun untuk 1,2 juta mahasiswa

    Beasiswa LPDP: Rp 25 triliun untuk 4.000 mahasiswa

    Program Indonesia Pintar (PIP): Rp 15 triliun untuk 21,1 juta siswa

    Makan Bergizi Gratis (MBG): Rp 335 triliun untuk 82,9 juta siswa dan 30.000 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi)

    Renovasi madrasah dan sekolah: Rp 22,5 triliun untuk 850 madrasah dan 11.686 sekolah

    BPOPTN: Rp 9,4 triliun

    Sekolah Unggulan: Rp 3 triliun

    Sekolah-Kampus

    Pembangunan 200 Sekolah Rakyat: Rp 20 triliun

    Operasional 200 Sekolah Rakyat: Rp 4,9 triliun

    Bantuan Operasional Sekolah (BOS): Rp 64,3 triliun

    BOP PAUD: Rp 5,1 triliun

    Guru/Dosen/Tenaga Kependidikan

    Tunjangan Profesi Guru (TPG) Non PNS: Rp 19,2 triliun untuk 754,747 guru

    TPG ASND Rp 68,7 triliun untuk 1,6 juta guru

    TPD Non PNS: Rp 3,2 triliun untuk 80.325 guru

    TPG PNS, TPD PNS dan gaji pendidik Rp 82,9 triliun
    (Arya/Fajar)