Category: Detik.com Otomotif

  • Mobil China Kian Sepi Peminat di Negara Ini

    Mobil China Kian Sepi Peminat di Negara Ini

    Jakarta

    Mobil China tampaknya bukan lagi jadi primadona di Rusia. Ekspor mobil China ke Rusia tercatat menurun drastis. Apa sebabnya?

    Rusia menjadi salah satu negara tujuan utama ekspor mobil China. Berkat Rusia, ekspor mobil China juga meningkat dengan pesat. Ya, Rusia menjadi pasar yang menguntungkan buat China dalam dua tahun terakhir. Setiap mobil yang diekspor ke Rusia bikin produsen China untung.

    Tapi tampaknya mobil China tak lagi jadi favorit di Rusia. Ekspor mobil China ke Rusia menurun drastis. Ini lantaran adanya kebijakan yang makin ketat dan melemahnya kondisi pasar. Diberitakan Car News China, dalam data yang dirilis China Passenger Car Association (CPCA), pada Januari hingga September 2025, China mengekspor 357.700 unit mobil ke Rusia secara utuh. Angka tersebut turun 58 persen jika dibandingkan torehan yang sama tahun sebelumnya.

    Sejatinya sebelum konflik antara Rusia-Ukraina memanas pada Februari 2022, mobil China memang bukan salah satu yang populer di sana. Tahun 2021, tercatat hanya 115.700 mobil China yang terjual di Rusia atau 7 persen dari keseluruhan pasar. Tapi saat konflik Rusia-Ukraina lain ceritanya, penjualan mobil China melesat signifikan. Bukan tanpa alasan, produsen mobil Eropa, Amerika, Jepang, dan Korea ramai-ramai memilih angkat kaki lantaran Rusia dijatuhi sanksi. Kegiatan produksi dan penjualan di Rusia pun dihentikan. Kekosongan itulah yang dimanfaatkan produsen China untuk menjajakan produknya di Rusia dan terbukti berhasil.

    Dalam waktu singkat, pabrikan China untung besar. Pada tahun 2023, penjualan mobil China di Rusia tembus 950.000 unit atau naik nyaris lima kali lipat dibandingkan tahun 2022 yang hanya mencapai 163.00 unit. Hampir separuh dari keseluruhan pasar di Rusia merupakan mobil merek China. Tahun 2024 pun Rusia masih bisa mempertahankan posisinya sebagai negara tujuan utama dari China. Ekspor ke Rusia itu tembus 1,158 juta unit.

    Namun masuk tahun 2025, bulan madu itu tampaknya akan segera berakhir. Serangkaian kebijakan yang dirilis Rusia membuat para eksportir ikut terdampak. Pada Oktober 2024, Rusia menaikan biaya daur ulang kendaraan impor dari 70 persen menjadi 85 persen. Secara instan kebijakan itu membuat margin keuntungan perusahaan jadi tertekan.

    Selanjutnya pada Januari 2025 Rusia kembali menaikkan tarif impor kendaraan dari 20 persen menjadi 38 persen yang membuat biaya bea cukai jadi ikut terkerek. Ini menjadi beban tersendiri bagi para produsen China yang berdampak pada menurunnya pasar.

    Kebijakan yang makin ketat itu juga secara langsung menargetkan pihak lainnya. Mobil China diketahui masuk ke Rusia lewat negara ketiga seperti Kazakhstan. Mobil itu dijual dengan status bekas namun masih nol kilometer untuk menghindari pajak tinggi. Tapi pada April 2024, Rusia mulai menutup celah tersebut dengan mewajibkan mobil yang masuk dari Uni Ekonomi Eurasia untuk membayar selisih pajak sebelum akhirnya bisa beroperasi di jalan raya.

    Adapun penurunan ini juga berarti Rusia bukan tujuan ekspor utama China. China kini membidik Meksiko sebagai negara tujuan utama dengan ekspor 410.700 unit diikuti Uni Emirat Arab yakni 367.800 unit. Rusia saat ini menduduki posisi ketiga negara tujuan ekspor mobil China.

    Di sisi lain, meredanya konflik Rusia dan Ukraina juga membuat sejumlah merek seperti Toyota, Renault, Hyundai Motor, dan Kia memberi sinyal ketertarikan kembali ke Rusia. Ini membuat konsumen juga mulai bersabar untuk kembalinya merek-merek tersebut.

    (dry/din)

  • Wujud Dua Mobil Changan yang Siap Debut di Indonesia

    Wujud Dua Mobil Changan yang Siap Debut di Indonesia

    Foto Oto

    Agung Pambudhy – detikOto

    Rabu, 19 Nov 2025 19:45 WIB

    Jakarta – Changan memperkenalkan dua model perdananya di Indonesia, Deepal SO7 dan Lumin. Debut ini menandai langkah besar produsen asal China memasuki pasar otomotif RI.

  • Harga Polytron Fox 350 Rp 15 Jutaan Pakai Skema Sewa, per Bulan Bayar Rp 200 Ribu

    Harga Polytron Fox 350 Rp 15 Jutaan Pakai Skema Sewa, per Bulan Bayar Rp 200 Ribu

    Jakarta

    Motor listrik Polytron Fox 350 resmi meluncur di Indonesia. Model penerus Fox R ini dijual dengan harga terjangkau mulai Rp 15 jutaan. Tapi harga tersebut belum termasuk baterai. Jadi konsumen harus menyewa baterainya dan membayar biaya sewa tiap bulan.

    “Desain Fox 350 adalah hasil tiga tahun riset sejak Polytron memasuki pasar motor listrik di Indonesia. Dari generasi awal Fox Electric kami terus mengembangkan teknologi, desain, dan efisiensi agar sesuai kebutuhan masyarakat. Konsumen kami tidak hanya menginginkan performa tangguh, namun juga kenyamanan berkendara dan estetika desain yang dapat menunjang aktivitas harian,” ujar Commercial Director Polytron Tekno Wibowo dalam acara peluncuran Fox 350 di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

    Polytron pun memahami bahwa setiap pengendara memiliki kebutuhan dan prioritas finansial yang berbeda. Karena itu, Fox 350 ditawarkan melalui skema kepemilikan yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan gaya hidup masing-masing pengendara.

    Untuk skema Battery as a Service atau Battery Subscription, Fox-350 dibanderol Rp 22,5 juta. Namun dengan subsidi langsung Rp 7 juta dari Polytron, harga OTR Jadetabek model ini menjadi jauh lebih terjangkau, hanya Rp 15,5 juta.

    Pelanggan juga perlu menyiapkan biaya langganan baterai Rp 200 ribu per bulan. Keuntungan lainnya, pengguna berhak mendapatkan garansi baterai seumur hidup selama masa berlangganan. Hal ini menghilangkan seluruh kekhawatiran terkait biaya penggantian baterai di masa depan, sekaligus menjaga nilai jual kembali motor karena baterai tidak menyusut dalam nilai penyusutan kendaraan.

    Motor listrik Polytron Fox 350 resmi meluncur di Indonesia Foto: (Luthfi Anshori/detikOto)

    Sementara itu, bagi konsumen yang menginginkan skema buy-to-own, baterai 72V 52Ah Polytron yang memiliki nilai Rp 17,5 juta bisa didapat dalam paket pembelian motor. Dari harga total yang seharusnya mencapai Rp 40 juta, Polytron memberikan harga bundling khusus hanya Rp 34,5 juta dengan garansi baterai 3 tahun. Bahkan, melalui dukungan subsidi dari Polytron sebesar Rp 7 juta, harga buy-to-own dapat semakin ringan menjadi Rp 27,5 juta. Skema ini memberi kebebasan penuh untuk pengguna memiliki aset kendaraan listrik secara menyeluruh.

    Jika dibandingkan dengan sepeda motor matic berbahan bakar bensin dalam ukuran dan kelas yang setara, penawaran harga Fox 350 ini diklaim sangat kompetitif, terlebih dengan teknologi, desain, dan pengalaman berkendara premium yang ditawarkan.

    Selama masa peluncuran, Fox 350 tersedia untuk pre-order eksklusif di Blibli mulai 19 November hingga 3 Desember 2025 dengan tambahan diskon Rp 1 juta. Pengguna bisa menikmati opsi cicilan hingga 0%, sesuai syarat dan ketentuan berlaku. Informasi lengkap mengenai pemesanan tersedia melalui platform Blibli dan kanal digital resmi Polytron.

    Fox 350 juga akan hadir secara perdana di Gaikindo Jakarta Autoweek 2025, bertempat di Hall 9 Booth 9A, pada 21-30 November 2025 di ICE-BSD City, Tangerang. Selama periode GJAW, khusus untuk 350 orang pembeli pertama akan mendapatkan produk Polytron Partymax Speaker. Pengunjung bisa melihat langsung desain premium Fox 350, berkonsultasi dengan tim ahli Polytron, serta mencoba kemampuannya melalui sesi test ride.

    (lua/dry)

  • Daftar Pabrikan Paling Banyak Produksi Mobil di Indonesia

    Daftar Pabrikan Paling Banyak Produksi Mobil di Indonesia

    Jakarta

    Ada 26 pabrikan yang memproduksi mobil di Indonesia. Dari 26 pabrikan tersebut, ini yang paling banyak produksi mobil di Indonesia.

    Toyota bukan hanya unggul soal penjualan mobil di Indonesia. Produksi juga paling banyak. Dalam data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota merupakan pabrikan yang paling banyak memproduksi mobil di dalam negeri.

    Selama 10 bulan tahun 2025, Toyota sudah memproduksi 425.818 unit mobil di Indonesia. Unggul jauh dibandingkan produsen lainnya. Di posisi kedua ada Mitsubishi Motors yang mencatatkan angka produksi 139.448 unit. Masih dari produsen Jepang, posisi ketiga dihuni oleh Daihatsu yang mencatatkan angka produksi sebanyak 106.934 unit.

    Suzuki menempati posisi keempat. Total selama Januari hingga Oktober 2025, Suzuki memproduksi 71.249 unit mobil di Indonesia. Melengkapi posisi lima besar, ada pabrikan Korea Selatan, Hyundai. Hyundai tercatat telah memproduksi 62.487 unit mobil.

    10 Pabrikan Paling Banyak Produksi Mobil di Indonesia

    Bagaimana dengan pabrikan China? Diketahui sudah ada beberapa pabrikan China yang memproduksi mobil di Indonesia. Namun yang paling banyak ada Chery dan juga Wuling. Lengkapnya, berikut ini daftar 10 pabrikan yang paling banyak produksi mobil di Indonesia.

    1. Toyota: 425.818 unit
    2. Mitsubishi Motors: 139.448 unit
    3. Daihatsu: 106.934 unit
    4. Suzuki: 71.249 unit
    5. Hyundai: 62.487 unit
    6. Honda: 44.683 unit
    7. Isuzu: 26.610 unit
    8. Mitsubishi Fuso: 20.869 unit
    9. Chery: 19.313 unit
    10. Wuling: 16.114 unit

    Dalam waktu dekat pabrikan mobil yang memproduksi di Indonesia bakal bertambah. Terdekat ada BYD dan VinFast yang diketahui tengah mengebut pembangunan pabriknya di Tanah Air. Adapun produksi di Indonesia berarti pabrikan tersebut tak hanya memenuhi kebutuhan di pasar domestik. Produksi juga dihitung untuk mobil yang diekspor dari Indonesia ke berbagai negara.

    (dry/din)

  • Changan Resmi Masuk Indonesia, Siap Luncurkan 2 Mobil Sekaligus!

    Changan Resmi Masuk Indonesia, Siap Luncurkan 2 Mobil Sekaligus!

    Jakarta

    Setelah menjalin kemitraan dengan Indomobil Group, Changan akhirnya resmi masuk ke Indonesia. Nah, sebagai perkenalan awal, produsen asal China itu akan mengenalkan dua model sekaligus!

    Ye Pei selaku Senior Executive VP Changan Automobile mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar terpenting di Asia Tenggara. Dia yakin, produk-produknya akan sesuai dengan pasar Tanah Air.

    “Indonesia memiliki posisi strategis dalam perkembangan mobilitas hijau di Asia Tenggara. Melalui kemitraan kami dengan Indomobil Group, kami berkomitmen membangun fondasi yang kuat yang mencakup produk, teknologi, dan layanan berkelas dunia untuk mendukung transisi menuju elektrifikasi di Indonesia,” ujar Ye Pei saat peluncuran brand di Jakarta, Rabu (19/11).

    Changan Lumin Foto: (Septian Farhan Nurhuda/detikOto)

    Sebagai permulaan, Changan akan meluncurkan dua produk baru sekaligus di Indonesia, yakni Changan Deepal SO7 dan Lumin. Keduanya kemungkinan besar akan dipasarkan di Gaikindo Jakarta Auto Week atau GJAW 2025.

    Changan Deepal SO7 dan Lumin sudah redaksi detikOto lihat ketika berkunjung ke Chonqing, China, belum lama ini. Jika Deepal SO7 berstatus sebagai sedan listrik futuristis, sementara Lumin merupakan mobil listrik mungil atau micro EV khusus untuk konsumen perkotaan.

    Deepal S07 menggunakan motor listrik dengan semburan tenaga 160 kw dan torsi 320 Nm. Sementara baterainya yang berkapasitas 79,9 kwh membuat kendaraan mampu menempuh jarak maksimum 560 km.

    Kemudian untuk Lumin, motor listriknya bisa menghasilkan tenaga 35 kw dengan torsi 101 Nm. Sedangkan baterainya 28 kwh dengan jarak tempuh maksimum 301 km.

    “Kehadiran Changan di Indonesia bukan sekadar memperkenalkan sebuah merek otomotif baru, tetapi menghadirkan perspektif baru dalam mobilitas. Bersama Changan Automobile, kami bertujuan menghadirkan solusi yang menggabungkan teknologi global dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan lokal,” kata Andrew Nasuri selaku Director of Indomobil Group.

    (sfn/dry)

  • Wujud Polytron Fox 350 yang Dijual Mulai Rp 15 Jutaan

    Wujud Polytron Fox 350 yang Dijual Mulai Rp 15 Jutaan

    Wujud Polytron Fox 350 yang Dijual Mulai Rp 15 Jutaan

  • Operasi Zebra Nggak Melulu Langsung Tilang, Ini Tindakannya

    Operasi Zebra Nggak Melulu Langsung Tilang, Ini Tindakannya

    Jakarta

    Kepolisian lalu lintas sedang melakukan Operasi Zebra 2025. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan sejumlah pola operasi tindakan dalam Operasi Zebra Jaya 2025, yakni preemtif, preventif, dan penegakan hukum.

    “Pola operasi yang kita lakukan 40% kita menggunakan cara bertindak preemptive, ya, kita akan banyak sosialisasi, identifikasi, imbauan. Kemudian, 40% pola preventive, dengan kekuatan secara masif, yang terakhir 20% adalah penegakan hukum,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin saat ditemui di Jakarta, dikutip Antara.

    Lebih lanjut, dia menjelaskan penegakan hukum itu dilakukan dengan sejumlah metode, salah satunya dengan electronic traffic law enforcement(ETLE).

    “Menggunakan ETLE Statis, penegakan hukum dengan ETLE mobile dan juga penegakan hukum dengan menggunakan tilang konvensional,” ujar Komarudin.

    Di sisi lain, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga membeberkan sejumlah target Operasi Zebra Jaya 2025 yang akan digelar selama 14 hari ke depan, mulai 17 hingga 30 November.

    Menurut dia, Operasi Zebra Jaya itu bertujuan menurunkan pelanggaran, mengurangi kecelakaan, dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

    Operasi Zebra 2025 berlangsung selama dua pekan mulai hari ini, Senin (17/11/2025) sampai dengan 30 November 2025. Operasi Zebra ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    Dikutip dari akun media sosial resmi TMC Polda Metro Jaya, setidaknya ada tujuh pelanggaran yang menjadi incaran dalam Operasi Zebra Jaya 2025. Berikut tujuh pelanggaran yang menjadi target Operasi Zebra Jaya 2025:

    1. Berkendara sambil main HP

    2. Pengendara di bawah umur

    3. Pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm

    4. Pengguna mobil tidak memakai sabuk pengaman

    5. Pengendara di bawah pengaruh alkohol

    6. Pengendara yang tidak melengkapi surat-surat dan pelat nomor resmi

    7. Pengendara yang tidak menggunakan pelat nomor sesuai aturan.

    (riar/dry)

  • Mobil 800 Ribu Unit, Motor 1,5 Juta Unit

    Mobil 800 Ribu Unit, Motor 1,5 Juta Unit

    Jakarta

    PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) tak hanya membuat mobil dan motor untuk pasar domestik, melainkan juga ekspor. Bahkan, secara akumulatif, ada jutaan unit kendaraan yang telah dipasarkan ke luar negeri sejak tiga dekade terakhir!

    Minoru Amano selaku Presiden Direktur PT SIM mengatakan, ekspor mobil Suzuki sudah dimulai sejak 1993. Sementara ekspor motor dimulai setahun setelahnya. Kini, kendaraan roda dua masih mendominasi.

    “Suzuki sudah mengekspor 800 ribu unit mobil sejak 1993. Sementara ekspor motor sudah tembus 1,5 juta unit sejak 1994,” ujar Minoru Amano saat menyampaikan materi di pabrik Suzuki di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (18/11).

    Suzuki Fronx diproduksi di Cikarang. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcom

    Mobil dan motor Suzuki buatan Indonesia dipasarkan ke 100 negara lebih dan tersebar ke banyak wilayah, mulai dari Asia, Oceania, Eropa hingga Amerika Latin. Hal itu menandakan, Indonesia merupakan salah satu pusat produksi pabrikan Hamamatsu di dunia.

    Kini, ada sejumlah mobil buatan Suzuki yang dikirim ke luar negeri, yakni Ertiga, XL7, APV, Carry, dan yang terbaru, Fronx. Sedangkan untuk motor ada Nex II, Address, GSX-S 150, GSX-R 150 dan Satria-series.

    “Setiap unit yang kami kirimkan ke pasar mancanegara adalah representasi kompetensi industri serta kepercayaan terhadap kualitas tenaga kerja Indonesia,” tuturnya.

    “Ekspor tidak hanya memperluas jejak bisnis global Suzuki, tetapi juga memberikan multiplikasi manfaat ekonomi bagi ekosistem pemasok lokal, sumber daya manusia, hingga perekonomian nasional. Kami akan terus memperkuat sekaligus mengamankan posisi sentral Indonesia di panggung otomotif dunia,” kata dia menambahkan.

    Sebagai catatan, mobil pertama buatan Suzuki Indonesia yang diekspor ke mancanegara adalah Futura dengan tujuan utama Malaysia. Kemudian motor pertama mereka yang dikirim ke luar negeri adalah RC100 dan RC110 dengan tujuan Vietnam.

    (sfn/dry)

  • Sudah Tahu Belum? Segini Beda Pajak Avanza 1.3 L dan 1.5 L

    Sudah Tahu Belum? Segini Beda Pajak Avanza 1.3 L dan 1.5 L

    Jakarta

    Pajak Avanza 1.3 L dan 1.5 L tentu berbeda. Berikut ini perbedaan pajak Avanza 1.3 L dan 1.5 L untuk di wilayah Jakarta.

    Setiap model mobil pajaknya berbeda. Sekalipun satu model seperti Avanza, besar pajaknya akan berbeda setiap tipenya. Untuk diketahui, pajak tahunan itu tergantung pada besar Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).

    Besar NJKB juga juga bisa diakses dalam peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia setiap tahunnya. Dalam laman itu diketahui, untuk tahun 2025 NJKB Avanza paling rendah adalah Rp 179 juta sedangkan yang tertinggi Rp 238 juta. Dengan NJKB segitu, diketahui juga besar Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor (DP PKB) yang digunakan untuk menghitung pajak tahunan.

    Pajak Toyota Avanza 2025

    DP PKB untuk Avanza 1.3 masing-masing Rp 187,95 juta untuk varian manual dan Rp 200,55 juta untuk varian otomatis. Selanjutnya untuk DP PKB Avanza 1.5 masing-masing Rp 206,85 juta untuk versi manual dan Rp 218,4 juta untuk versi otomatis biasa serta Rp 239,4 juta untuk CVT TSS . Dengan demikian, perhitungan pajaknya hanya tinggal mengalikan dengan tarif di suatu daerah. Kalau di Jakarta, kendaraan kepemilikan pertama dikenai tarif 2 persen. Dengan demikian, perhitungan pajak tahunannya sebagai berikut.

    Pajak Avanza 1.3 L M/T

    PKB Pokok = DP PKB 1.3 L M/Tx Tarif PKB
    = Rp 187,95 juta x 2 %
    = Rp 3,759 jutaPajak Tahunan = PKB Pokok + SWDKLLJ
    = Rp 3,759 juta + 143 ribu
    = Rp 3,902 juta

    Pajak Avanza 1.3 L A/T

    PKB Pokok = DP PKB 1.3 L A/Tx Tarif PKB
    = Rp 200,55 juta x 2 %
    = Rp 4,011 jutaPajak Tahunan = PKB Pokok + SWDKLLJ
    = Rp 4,011 juta + 143 ribu
    = Rp 4,154 juta

    Pajak Avanza 1.5 L M/T

    PKB Pokok = DP PKB 1.5 L M/Tx Tarif PKB
    = Rp 206,85 juta x 2 %
    = Rp 4,137 jutaPajak Tahunan = PKB Pokok + SWDKLLJ
    = Rp 4,011 juta + 143 ribu
    = Rp 4,280 juta

    Pajak Avanza 1.5 CVT

    PKB Pokok = DP PKB 1.5 L CVTx Tarif PKB
    = Rp 218,4 juta x 2 %
    = Rp 4,368 jutaPajak Tahunan = PKB Pokok + SWDKLLJ
    = Rp 4,011 juta + 143 ribu
    = Rp 4,511 juta

    Pajak Avanza 1.5 CVT TSS

    PKB Pokok = DP PKB 1.5 CVT TSS x Tarif PKB
    = Rp 239,4 juta x 2 %
    = Rp 4,788 jutaPajak Tahunan = PKB Pokok + SWDKLLJ
    = Rp 4,011 juta + 143 ribu
    = Rp 4,931 juta

    Nah itu tadi estimasi pajak tahunan Toyota Avanza. Pajaknya bisa jadi berbeda di daerah lainnya lantaran tarifnya juga berbeda. Pun kalau Avanza itu bukan kepemilikan pertama, sudah pasti pajaknya juga berbeda.

    Spesifikasi Toyota Avanza

    Sekadar informasi tambahan, Toyota Avanza ditawarkan dalam dua opsi mesin yakni berkapasitas 1.300 cc dan 1.500 cc. Mesin 1NR-VE 1.329 cc 4 silinder menghasilkan tenaga 98 PS dan torsi 12,4 Kgm. Sementara mesin 2NR-VE 1.496 cc 4 silinder menghasilkan tenaga 106 PS dan torsi 14 Kgm. Penerapan teknologi Dual VVT-i disebut andal dan tahan lama dalam menghasilkan tenaga yang memadai dengan efisiensi bahan bakar yang optimal di berbagai kondisi jalan.

    Transmisinya juga memiliki opsi manual dan CVT. Transmisi tersebut dilengkapi dengan split gear baru yang dikembangkan untuk memberikan rasio gigi yang lebih lebar guna menciptakan akselerasi yang bertenaga dan mulus serta pengalaman jelajah yang senyap.

    (dry/din)

  • Debut di MotoGP, Begini Penampilan Toprak Razgatlioglu

    Debut di MotoGP, Begini Penampilan Toprak Razgatlioglu

    Jakarta

    Pebalap asal Turki, Toprak Razgatlioglu, resmi menjadi pebalap MotoGP. Toprak akan menjadi rider tim Pramac Yamaha. Kemarin, juara dunia World Superbike (SBK) itu melakoni debut di MotoGP melalui tes MotoGP Valencia.

    Peraih tiga gelar Juara Dunia World Superbike itu melakoni debut publik di tes pasca-musim Valencia dengan skuad Pramac Yamaha. Toprak menyelesaikan 53 putaran dengan Yamaha YZR-M1 bermesin V4 terbaru.

    Tim Pramac mengaku performa Toprak di MotoGP mengejutkan, meski dia berada di urutan ke-18 dari 22 pebalap. Toprak mencatatkan waktu tercepat dengan selisih 1,294 detik dari pebalap terbaik di sesi kemarin. Rider asal Turki ini juga lebih unggul dari pebalap Yamaha lain yang lebih ‘senior’ di MotoGP seperti Jack Miller dan Alex Rins.

    Bos Pramac, Gino Borsoi, terkesan dengan pendekatan yang sudah dilakukan oleh Toprak dalam hal pengereman. Memang, Toprak masih membutuhkan adaptasi dengan motor MotoGP.

    “Mengenai Toprak: Saya cukup terkejut dan terkesan dengan pola pikir dan gaya balapnya,” kata Borsoi dikutip Crash.net.

    “Kita semua tahu dia luar biasa di titik pengereman. Tapi dia menunjukkan hari ini bahwa dia mampu mengubah gaya balapnya dalam waktu yang sangat singkat. Kami memberinya beberapa, katakanlah, tips dan dia bisa belajar dengan sangat cepat,” ungkapnya.

    “Saya senang. Dia pria yang sangat baik, dia mudah diajak bicara. Bagi saya, saat ini, tidak sulit untuk berdiskusi, untuk bertukar sudut pandang. Dia terlihat seperti teman dari waktu yang lama.”

    “Dari kami semua di awal, kami menyadari gayanya, dan kami mengatakan beberapa kali ‘tolong jangan mengerem terlalu keras, tolong coba pahami ban depan’ karena perbedaan ban sangat besar,” ucapnya.

    “Kami tidak melihat kecepatannya yang sebenarnya, tetapi kami melihat karakternya yang sebenarnya, cara kerjanya. Dia sudah bagus untuk gaya MotoGP kami.”

    Toprak akan melanjutkan uji coba pada hari Rabu ini di Valencia untuk tes pribadi. Pramac Yamaha akan mencoba untuk melanjutkan adaptasi Toprak dengan ban depan Michelin.

    (rgr/dry)