Category: Detik.com Otomotif

  • Update Lokasi SPBU Swasta yang Ada Stok Bensin RON 92

    Update Lokasi SPBU Swasta yang Ada Stok Bensin RON 92

    Jakarta

    Beberapa SPBU swasta mengalami kekosongan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin. Namun, kini SPBU swasta sudah ada yang memiliki stok bensin. Ini lokasinya.

    BP, Shell, dan Vivo sempat mengalami kelangkaan stok bensin. Dari ketiga perusahaan SPBU swasta tersebut, sejauh ini baru BP yang mulai menyediakan stok bensin. Sekarang, BP sudah mulai menjual bensin BP 92 di sejumlah SPBU di Jabodetabek dan Jawa Timur.

    Namun, tidak semua SPBU BP memiliki stok bensin RON 92. Menurut informasi di akun Instagram resmi BP Indonesia, untuk sementara BBM BP 92 hanya tersedia di SPBU tertentu.

    Dikutip dari situs resmi BP, Rabu (20/11/2025), berikut lokasi SPBU BP yang sudah ada stok bensin RON 92:

    JakartaCitra PalemKalideresPluit IndahBekasiBogorTangerangAsterra West BSDPuspitek RayaMalangProbolinggoRest Area KM 819ARest Area KM 833BSurabayaHR MuhammadKertajaya Indah.

    Untuk harganya, BP 92 saat ini dijual seharga Rp 12.680 per liter. Harga itu berlaku di Jabodetabek dan Jawa Timur.

    Sementara itu, berdasarkan situs resminya, Vivo dan Shell belum menyediakan bahan bakar jenis bensin. Shell mengatakan, saat ini mereka belum mencapai kesepakatan business-to-business (B2B) terkait aspek komersial untuk pasokan base fuel dari Pertamina Patra Niaga. Pembahasan B2B terkait pasokan impor base fuel masih terus berlanjut.

    “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan pemangku kepentingan lainnya agar produk BBM jenis bensin dapat tersedia kembali di jaringan SPBU Shell sesuai dengan standar keselamatan operasional, prosedur dan pedoman pengadaan BBM, serta standar bahan bakar berkualitas tinggi Shell secara global,” demikian dikutip dari akun Instagram Shell.

    (rgr/din)

  • Suzuki Tebar Teaser Mobil Baru, Grand Vitara Facelift?

    Suzuki Tebar Teaser Mobil Baru, Grand Vitara Facelift?

    Jakarta

    Suzuki tampaknya sedang menyiapkan satu lagi mobil baru untuk pasar Indonesia. Melalui akun media sosialnya, Suzuki menebar teaser mobil baru yang diduga akan meluncur di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, besok, Jumat (21/11/2025).

    Di media sosialnya, Suzuki hanya menampilkan siluet mobil baru tersebut. Teaser itu berupa siluet sebagian buritan dari mobil itu. Tidak banyak informasi yang disediakan, hanya diinformasikan peluncuran dilakukan pada 21 November 2025 pukul 15.30 WIB.

    Siluet di gambar teaser itu identik dengan bagian belakang Suzuki Grand Vitara. Maka, diduga mobil yang akan meluncur di GJAW tersebut adalah Grand Vitara terbaru.

    Rumor yang beredar, Suzuki akan meluncurkan edisi spesial dari Grand Vitara. Kabarnya, Suzuki Grand Vitara Phantom Blaq Edition akan dijual di Indonesia. Mobil itu sebelumnya sudah meluncur di India.

    Mengutip laman Maruti Suzuki India, Suzuki Grand Vitara Phantom Blaq Edition tampil menonjol, berkat balutan warna eksklusif Matte Black yang memberi kesan mewah, sekaligus elegan.

    Suzuki Grand Vitara Phantom Blaq Edition hadir untuk konsumen yang mengutamakan gaya dan kecanggihan.

    Interiornya tetap mengusung nuansa serba hitam seperti versi standar, namun dengan sentuhan berbeda, melalui jok kulit sintetis perforasi dan aksen warna emas sampanye yang mempertegas kemewahan.

    Soal fitur, Grand Vitara Phantom Blaq Edition dibekali panoramic sunroof, kursi depan berventilasi, hingga sistem hiburan SmartPlay Pro+ berukuran 9 inci dengan dukungan Android Auto dan Apple CarPlay nirkabel. Juga ada sistem audio premium Clarion, kamera 360 derajat, Head-Up Display (HUD), wireless charging dock, serta Suzuki Connect.

    Tapi, bagaimana spesifikasi dan fitur Grand Vitara terbaru yang akan meluncur di Indonesia? Kita tunggu saja peluncurannya besok.

    (rgr/din)

  • Kawasaki Segarkan Brusky 125, Skutik Entry Level Pesaing Honda Vario

    Kawasaki Segarkan Brusky 125, Skutik Entry Level Pesaing Honda Vario

    Jakarta

    Kawasaki dikenal sebagai pabrikan motor sport bertenaga buas. Namun siapa sangka, mereka juga punya skutik entry level bernama Brusky 125. Model teranyar Brusky baru saja meluncur di Filipina dengan pilihan warna yang makin sporty.

    Bagi yang belum tahu, Brusky 125 merupakan kembaran dari Modenas Karisma 125S asal Malaysia. Secara desain, tampilannya hampir identik dengan model aslinya, namun Kawasaki memberikan sentuhan khas berupa grafis garis hijau yang membuat tampilannya lebih sporty.

    Bagian depannya mengusung lampu utama ganda dengan sein LED di bagian atas, menghadirkan kesan agresif ala keluarga Ninja. Fairing sampingnya dibuat bergaya winglet untuk memperkuat karakter modern.

    Kawasaki segarkan Brusky 125, skutik entry level pesaing Vario Foto: Dok. Kawasaki

    Dari sisi performa, Brusky 125 dibekali mesin 125 cc SOHC 2-katup berpendingin udara yang menghasilkan tenaga 9,52 dk. Tenaga tersebut dinilai cukup untuk penggunaan harian di dalam kota.

    Skutik ini juga dilengkapi starter elektrik dan kick starter, membuatnya lebih fleksibel saat digunakan. Rodanya pakai ukuran 14 inci di depan dan belakang yang membantu kestabilan ketika melewati jalanan perkotaan.

    Sistem pengeremannya mengandalkan cakram 220 mm di depan dan tromol di belakang. Desain roda 10 jari-jari memberikan kesan ringan dan lincah. Meski tampil modern, panel instrumennya masih full analog, lengkap dengan layar kecil berisi informasi trip meter dan indikator bensin.

    Kawasaki segarkan Brusky 125, skutik entry level pesaing Vario Foto: Dok. Kawasaki

    Bagasi di bawah jok bisa menampung helm half-face, sementara jok bisa dibuka dari sakelar samping yang sudah dilengkapi fitur anti-maling. Kawasaki memasarkan konsep Brusky 125 sebagai skutik ‘Always On Duty’, motor yang siap dipakai kapan saja untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, termasuk mengantar barang dengan gesit.

    Di Filipina, Brusky 125 dijual sekitar Rp 21,6 juta dalam kurs rupiah dan tersedia dalam tiga warna: Glorious Black, Duchess White, dan Caribbean Cyan. Skutik ini jadi pilihan menarik di segmen entry level dan siap menantang pemain besar seperti Honda Vario.

    (lua/rgr)

  • Ini Dealer Baru BMW di Jakarta Utara yang Nggak Kayak Showroom Mobil Biasa

    Ini Dealer Baru BMW di Jakarta Utara yang Nggak Kayak Showroom Mobil Biasa

    Jakarta

    BMW Group Indonesia kembali memperkuat kehadirannya di segmen premium dengan meresmikan BMW Astra Pluit yang mengusung konsep Retail.Next.

    Dealer terbaru BMW di bilangan Jakarta Utara ini, lahir dari kolaborasi BMW Group Indonesia dan BMW Astra sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman ritel yang lebih modern, personal dan didukung inovasi digital.

    BMW Group Indonesia dan Astra Resmikan Diler Dengan Konsep Retail.Next: BMW Astra Pluit. Foto: dok. BMW Group Indonesia

    Saat meresmikan dealer ini, President Director BMW Group Indonesia, Peter “Sunny” Medalla, mengatakan Retail Next bukan sekadar pembaruan showroom.

    Ia menyebut fasilitas ini sebagai destinasi modern yang menghubungkan teknologi, hospitality dan kebutuhan gaya hidup pelanggan BMW di kawasan urban seperti Pluit.

    “Kami berharap dengan hadirnya Retail.Next dapat menjadi fasilitas baru bagi pelanggan dan penggemar BMW untuk berkumpul, menemukan inspirasi, serta merasakan JOY yang menjadi inti dari setiap inovasi BMW,” ujar Sunny.

    Perlu dicatat, BMW Group Indonesia saat ini memimpin pasar otomotif premium dengan pangsa gabungan mendekati 60 persen dari BMW dan MINI.

    Sunny menegaskan pencapaian tersebut berangkat dari fokus terhadap kebutuhan pelanggan yang diwujudkan melalui layanan transparan, fitur cerdas BMW ConnectedDrive dan pendekatan pengalaman pelanggan yang berorientasi kenyamanan.

    BMW Group Indonesia dan Astra Resmikan Diler Dengan Konsep Retail.Next: BMW Astra Pluit. Foto: dok. BMW Group Indonesia

    Peresmian BMW Astra Pluit juga menandai perjalanan panjang kemitraan BMW Indonesia dan BMW Astra. Keduanya telah bekerja sama sejak lebih dari tiga dekade dan terus memperluas jaringan layanan di berbagai kota besar.

    Dealer BMW Astra Pluit ini sejatinya telah beroperasi lebih dari sepuluh tahun. Namun kini mendapatkan peningkatan besar melalui implementasi penuh konsep Retail Next.

    Dari sisi desain, showroom berdiri di atas lahan 1.352 meter persegi dengan total bangunan 3.470 meter persegi.

    BMW Astra mengadopsi pendekatan ramah lingkungan lewat fasad yang mampu menekan radiasi matahari hingga 78 persen sehingga konsumsi energi pendingin dapat berkurang sampai 29 persen. Langkah ini selaras dengan target keberlanjutan Astra 2030 Sustainability Aspirations.

    Retail Next mengedepankan pengalaman digital seperti Emotional Virtual Experience atau EVE. Teknologi ini memungkinkan pelanggan memvisualisasikan kendaraan BMW dan MINI secara mendetail seperti tampilan foto realistis.

    Tersedia juga konsep VIP Experience untuk konsultasi dan serah terima kendaraan dengan proses yang lebih personal.

    Untuk kebutuhan purnajual, dealer ini menyediakan tujuh stall bengkel, layanan wheel alignment, RATC, serta tiga unit charging station guna mendukung mobilitas kendaraan listrik.

    BMW Group Indonesia dan Astra Resmikan Diler Dengan Konsep Retail.Next: BMW Astra Pluit. Foto: dok. BMW Group Indonesia

    BMW Astra Pluit juga menyediakan BMW Genius dan BMW Business Consultant yang dapat memberikan pendampingan mulai dari konsultasi, test drive hingga layanan follow up setelah kendaraan diserahkan.

    Sanfrantis Tanu, Chief Executive BMW Astra mengatakan pembaruan fasilitas ini menjadi langkah penting untuk membawa standar layanan BMW Astra ke level yang lebih relevan bagi kebutuhan pelanggan masa kini.

    “BMW Astra Pluit kini menjadi showroom ketiga kami yang menerapkan konsep Retail.Next, sebuah langkah penting untuk menghadirkan layanan penjualan dan purna jual yang lebih baik dan lebih dekat dengan pelanggan,” ujar Tanu.

    BMW Group Indonesia sendiri kini memiliki 25 fasilitas penjualan dan layanan di berbagai wilayah. Sejumlah model seperti BMW Seri 2, Seri 3, Seri 5, Seri 7, BMW X1, X3, X5, X7 serta MINI Countryman juga dirakit secara lokal oleh mitra produksi di Indonesia.

    Dengan hadirnya BMW Astra Pluit Retail Next, BMW Group Indonesia menegaskan kembali fokusnya dalam memberikan pengalaman premium yang lebih menyeluruh kepada pelanggan, sekaligus menjaga posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar di segmen otomotif premium tanah air.

    (mhg/rgr)

  • Parkir Otomatis, Bisa Pakai Remote

    Parkir Otomatis, Bisa Pakai Remote

    Jakarta

    Lepas L8 akan debut di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW). Spesifikasi utuh Lepas L8 belum dirilis ke publik. Tapi bocoran fitur unggulannya mulai diinformasikan sedikit demi sedikit.

    Lepas L8 tampil berbeda dari produk Chery yang sudah dipasarkan di Indonesia. Mobil ini terinspirasi dari keanggunan macan tutul. Mulai dari Leopard-inspired Front Fascia hingga Leopard-Eye Headlights.

    “Bagian headlamp yang berbentuk V atau di tengahnya seperti pupil macan tutul yang sedang berkontraksi,” ujar Lalu Indra Wirabhakti, Product Manager Lepas Indonesia di Jakarta Selatan, Rabu (19/11/2025).

    “Bagian belakang lampu LED menyatu dengan karakter garis utama, bagian bawah bulat tetap kokoh, bagian atas tetap sporty dan elegan dengan keanggunannya,” ujar Lalu.

    Detail seperti Elegant Body Paint, Semi-concealed Door Handle, dan Full-Width LED Taillights menambahkan sentuhan premium.

    Mobil ini akan tersedia dalam lima warna: black, white, green, grey dan purple.

    Lepas L8 dilengkapi Automated Parking Assist (APA) dan Remote Parking Assist (RPA). Kedua fitur ini memungkinkan kendaraan memarkir sendiri, bahkan tanpa pengemudi di dalamnya.

    “Salah satu fitur unggulan kami yaitu Automatic Parking Assist dan Remote Parking Assist, di mana salah satu fitur ini bisa menunjang parkir optimal segala medan dengan menghindari potensi goresan atau lecet pada mobil,” jelas dia.

    “Remote parkir assist, bisa memastikan kondisi mobil secara sempurna dari luar mobil menggunakan remot,” tambahnya lagi.

    Dalam siaran pers sebelumnya, Lepas L8 hadir sebagai SUV Plug in Hybrid Electric Vehicles di segmen-D dengan ukuran panjang 4.688 mm, lebar 1.871 mm, tinggi 1.694 mm, dan wheelbase 2.800 mm, membuatnya ideal untuk keluarga modern yang mencari ruang kabin luas dan stabilitas di jalan.

    Di balik bonetnya ada mesin 1.5 TGDi generasi kelima yang dipadukan dengan motor listrik. Lepas L8 punya mode berkendara fleksibel seperti EV, Hybrid, Eco, Normal, dan Sport. Menariknya L8 punya jangkauan full electric sekitar 100 km.

    Fitur modernya mencakup ADAS, panoramic sunroof elektrik, head-up display, dan panel sentuh vertikal 13,2 inci untuk infotainment, semuanya mengombinasikan keamanan, kenyamanan, dan pengalaman berkendara canggih yang mewah.

    (riar/rgr)

  • BPKB Sudah Elektronik, Buku Fisik Masih Tetap Ada

    BPKB Sudah Elektronik, Buku Fisik Masih Tetap Ada

    Jakarta

    BPKB sudah elektronik. Nggak perlu khawatir lagi kalau tak dapat buku fisik, karena semua sudah tercatat di dokumen digital Korlantas Polri.

    Kehadiran BPKB elektronik rupanya bikin sebagian pemilik kendaraan dibuat bingung. Soalnya tak ada lagi buku fisik yang bakal diterima pemilik kendaraan. Korlantas pun bakal makin gencar melakukan sosialisasi soal BPKB elektronik alias e-BPKB.

    Kasubdit BPKB Ditregident Korlantas Polri, Kombes Pol. Sumardji di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa sosialisasi dilakukan lantaran pihaknya menerima banyak pertanyaan dari masyarakat yang belum familiar dengan konsep e-BPKB sebagai dokumen digital yang tercatat aman dalam sistem kepolisian. Kendati demikian, fisik dari BPKB masih tetap ada. Bentuknya kini lebih kecil, menyerupai paspor.

    “Masih banyak warga yang bertanya mengapa mereka tidak lagi menerima buku BPKB fisik. Sebagian menganggap tanpa buku itu mereka tidak punya bukti kepemilikan. Padahal, e-BPKB memiliki kekuatan hukum yang sama dan jauh lebih aman,” kata Sumardji dilansir Antara.

    Tak cuma itu, e-BPKB juga meminimalisir risiko pemalsuan, kehilangan, serta kerusakan. Sistem administrasi kendaraan juga makin ringkas dengan kehadiran BPKB elektronik ini. Contohnya proses cek fisik bakal mengusung sistem digital. Tak ada lagi gesek nomor rangka dan nomor mesin kendaraan. Nantinya hanya perlu foto menggunakan alat khusus untuk mendokumentasikan nomor rangka dan nomor mesin kendaraan.

    “Data kendaraan tersimpan dalam sistem yang dapat diverifikasi secara mandiri, cepat dan akurat. Ini justru meningkatkan keandalan proses registrasi,” lanjut Sumardji.

    Adapun e-BPKB baru berlaku untuk kendaraan roda empat jenis baru. Bagi yang melakukan balik nama belum mendapatkan e-BPKB.

    Meski sudah makin canggih, penerbitan BPKB tak dikenakan biaya berbeda. Biaya penerbitan BPKB itu mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif PNBP yang Berlaku pada Polri. Di peraturan itu telah ditetapkan biaya penerbitan BPKB untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

    Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif PNBP yang Berlaku pada Polri, di situ tertulis biaya penerbitan BPKB baru maupun ganti kepemilikan akan dikenakan biaya sebesar Rp 375 ribu untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

    (dry/rgr)

  • Investasi Rp 22 Triliun, Bangun 3 Pabrik

    Investasi Rp 22 Triliun, Bangun 3 Pabrik

    Jakarta

    Lebih dari separuh abad di Indonesia, Suzuki telah memberikan kontribusi nyata untuk industri otomotif nasional. Karuan saja, selama periode tersebut, pabrikan asal Hamamatsu ini telah membangun banyak pabrik dan menanam investasi puluhan triliun rupiah!

    Minoru Amano selaku Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) dan Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan, sejak pertama masuk Indonesia pada 1970, pihaknya sudah berinvestasi sebesar Rp 22 triliun. Nominal tersebut juga direalisasikan dalam bentuk pembangunan tiga pabrik di Cikarang dan Tambun, Jawa Barat.

    Bukan hanya untuk pasar domestik, pabrik-pabrik Suzuki di Indonesia juga membuat kendaraan untuk pasar ekspor. Bahkan, kendaraan mereka sudah dikirim ke 100 negara lebih sejak 1993.

    “Setiap unit yang kami kirimkan ke pasar mancanegara adalah representasi kompetensi industri serta kepercayaan terhadap kualitas tenaga kerja Indonesia,” ujar Minoru Amano di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (18/11).

    Suzuki Fronx diproduksi di Cikarang. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcom

    “Ekspor tidak hanya memperluas jejak bisnis global Suzuki, tetapi juga memberikan multiplikasi manfaat ekonomi bagi ekosistem pemasok lokal, sumber daya manusia, hingga perekonomian nasional. Kami akan terus memperkuat sekaligus mengamankan posisi sentral Indonesia di panggung otomotif dunia,” tambahnya.

    Sejarah ekspor dimulai dengan pengiriman model ekspor perdana, yakni Carry Futura serta RC100. Konsistensi Suzuki pada kegiatan usaha ini merupakan bukti keseriusan perusahaan secara jangka panjang.

    Ekspor Suzuki Fronx dan Satria. Foto: Doc. Suzuki Indonesia

    Sejak 1993, Suzuki telah berhasil mengekspor lebih dari 0,8 juta mobil dan 1,5 juta sepeda motor. Kendaraan mereka dikirim ke banyak kawasan, seperti Asia, Amerika Latin, Timur Tengah, Oseania, Afrika hingga Eropa.

    Dalam menjalankan industrinya, Suzuki melibatkan lebih dari 800 mitra pemasok. Menariknya, pemasok tersebut didominasi perusahaan lokal dengan catatan 55 persen dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga 32 persen.

    (sfn/rgr)

  • Mengenal 2 Mobil Pertama Changan yang Meluncur di GJAW 2025

    Mengenal 2 Mobil Pertama Changan yang Meluncur di GJAW 2025

    Jakarta

    Produsen roda empat asal China, Changan, resmi masuk Indonesia, Rabu (19/11). Mereka, sebagai permulaan, akan meluncurkan dua produk sekaligus di Gaikindo Jakarta Auto Week atau GJAW 2025, yakni Changan Deepal SO7 dan Lumin EV. Bagaimana spesifikasinya?

    Kepastian Changan Deepal SO7 dan Lumin EV meluncur di GJAW 2025 disampaikan Andrew Nasuri selaku Direktur Indomobil Group (ATPM Changan di Indonesia). Namun, dia tak mengungkap berapa harga yang ditawarkan untuk kedua produk tersebut.

    “Changan Deepal SO7 dan Lumin EV yang sudah dipresentasikan barusan akan di-launching di pameran GJAW 2025. Dua kendaraan ini juga sudah diproduksi di Indonesia, kemudian sedang proses sertifikasi TKDN,” ujar Andrew Nasuri di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (19/11).

    Changan Deepal SO7 dan Lumin EV diklaim sudah diproduksi lokal di Indonesia. Kabarnya, dua kendaraan tersebut menggunakan fasilitas milik Indomobil Group di Purwakarta, Jawa Barat.

    Mengenal 2 Mobil Pertama Changan di IndonesiaChangan Deepal SO7 Foto: Agung Pambudhy/detikcom

    Changan Deepal S07 merupakan sedan listrik premium dengan tampilan sporty, sementara Lumin EV berstatus sebagai mobil listrik mikro untuk konsumen perkotaan. Keduanya punya keunggulan masing-masing.

    Deepal S07 menggunakan motor listrik dengan semburan tenaga 160 kw dan torsi 320 Nm. Sementara baterainya yang berkapasitas 79,9 kwh membuat kendaraan mampu menempuh jarak maksimum 560 km.

    Kemudian untuk Lumin EV, motor listriknya bisa menghasilkan tenaga 35 kw dengan torsi 101 Nm. Sedangkan baterainya 28 kwh dengan jarak tempuh maksimum 301 km.

    Lumin EV Foto: Agung Pambudhy/detikcom

    Masuk ke fitur keselamatan, Deepal SO7 sudah dibekali ABS+EBD, ESP, TCS, parking reminder mode, front-rear parking radar, airbags atau katung udara, electronic child lock, intelligent drive safety assistance dan masih banyak lagi.

    Di sisi lain, Lumin EV juga menawarkan teknologi yang terbilang lumayan, misalnya seperti airbags atau kantung udara, tire pressure alarm, speed sensing auto door lock, auto door unlock upon collision, ESP, ABS+EBD, Hill hold control, rear camera, rear parking sensors dan lainnya.

    (sfn/din)

  • Produsen Mobil Listrik Perang Harga, Kualitasnya Bagaimana?

    Produsen Mobil Listrik Perang Harga, Kualitasnya Bagaimana?

    Jakarta

    Ramai produsen mobil listrik asal China melakukan perang harga di pasar otomotif Indonesia. Mereka menjual produknya dengan harga yang sangat murah, bahkan acap tak masuk logika. Bagaimana tanggapan Polytron selaku produsen mobil listrik lokal?

    Commercial Director Polytron Tekno Wibowo menjelaskan, perang harga hanyalah fenomena sesaat. Pada akhirnya waktu yang membuktikan, apakah produk tersebut punya kualitas atau tidak.

    “Kalau menurut saya gini, ya. Polytron selalu percaya ada harga ada kualitas. Number one, kita nggak mau korbankan yang namanya kualitas. Perang harga itu sesaat, kalau menurut saya. In the end kan orang harus membuktikan bahwa harganya itu cocok dengan kualitas yang dia dapatkan,” ungkap Tekno di Jakarta, Rabu (19/11/2025).

    Tekno sendiri tidak menampik bahwa dengan adanya perang harga bakal membuat pihaknya kesulitan menentukan harga jual mobil. Meski begitu, Polytron harus tetap yakin dengan harga jual mobil yang telah mereka tentukan.

    “Kalau bicara ngaruh sih memang, ya, menyusahkan juga buat kita jualnya. Pasti dibanding-bandingin. Tapi saya pikir hanya waktu yang bisa menentukan. Kalau kita Polytron tetap konsisten. Konsisten bahwa kita percaya produk kita ini harganya sudah sesuai,” sambung Tekno.

    “Dan jangan lupa, di Polytron itu kan kita berikan jaminan buyback guarantee 70 persen, sehingga risiko pembeli hanya sampai di 30 persen. The first three years gitu, kalau merek yang lain nggak tahu,” tambah Tekno.

    Bicara soal penjualan, mobil listrik Polytron sendiri cukup diterima baik oleh konsumen Indonesia. Mobil listrik Polytron perdana mengaspal pada Mei 2025 dan distribusi baru dimulai pada Juli 2025.

    Semakin ke sini, tampaknya mobil Polytron G3 series semakin memikat. Buktinya penjualannya meningkat nyaris lima kali lipat. Mengutip data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Oktober 2025, ada 103 unit mobil Polytron yang terjual.

    Angka itu meningkat signifikan karena pada September, distribusi secara retail itu hanya mencapai 29 unit. Secara total sejak Juli 2025, Polytron sudah mengirimkan 150 unit mobilnya ke konsumen di Tanah Air. Namun tentunya itu masih belum cukup untuk bersaing, sekaligus merebut pangsa pasar konsumen Indonesia.

    (lua/din)

  • Baru Seumur Jagung, BYD Atto 1 Kalahkan Penjualan Seluruh LCGC

    Baru Seumur Jagung, BYD Atto 1 Kalahkan Penjualan Seluruh LCGC

    Jakarta

    Baru seumur jagung, BYD Atto 1 sudah membetot perhatian orang Indonesia. Mobil listrik itu bahkan menyalip penjualan Low Cost Green Car (LCGC).

    Berdasarkan data wholesales, BYD Atto 1 terdistribusi sebanyak 9.396 unit per Oktober 2025. Angka ini terbilang besar untuk satu model. Semuanya masih diimpor utuh dari China.

    BYD Atto 1 secara resmi dijual di Indonesia mulai Juli saat GIIAS 2025 berlangsung, dan pengiriman unit kepada konsumen dimulai pada Oktober 2025. Artinya baru sebentar saja, BYD Atto 1 sudah sukses menyalip penjualan mobil termurah di Indonesia, yaitu Low Cost Green Car (LCGC).

    Total penjualan LCGC per Oktober 2025 mencapai 8.505 unit. Bila dirinci per model; Toyota Calya 3.057 unit, Honda Brio Satya 2.021 unit, Daihatsu Sigra 1.689 unit, Toyota Agya 887 unit, dan Daihatsu Ayla 851 unit.

    Awalnya LCGC diposisikan sebagai mobil pertama dengan harga terjangkau (di bawah Rp150 juta). Namun saat ini, banyak model LCGC tembus Rp 180 juta-Rp 200 juta. Kenaikan harga akibat regulasi emisi, penambahan fitur, dan biaya produksi membuat daya tarik ‘low cost’ semakin pudar.

    Melihat komposisi harga dan juga fitur, BYD Atto 1 diprediksi bisa menggerogoti pasar LCGC. Terlebih, biaya perawatan mobil listrik yang lebih murah ketimbang mobil bermesin konvensional juga jadi daya tarik lainnya.

    “Terutama bagi konsumen gen millenial dan gen Z kota besar atau Tier-1 khususnya Jabodetabek yang mengutamakan biaya operasional rendah, aksesibilitas ke wilayah ganjil-genap, performa yang lebih baik, dan fitur konektivitas modern,” jelas Pengamat Otomotif senior dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung, Yannes Pasaribu.

    Yannes mengungkap, Atto 1 menyajikan desain yang lebih futuristik berbekal baterai dengan jarak tempuh 380 km. Mobil listrik bergaya hatchback ini juga sudah dibekali fasilitas fast charging. Soal fitur keselamatan juga sudah dibekali dengan 6 airbag.

    “Keunggulan fitur ini bisa menarik konsumen muda yang awalnya ingin membeli LCGC karena dana terbatas khusunya bagi mereka yang mencari value for money,” lanjut Yannes.

    Meski begitu, segmen LCGC tak serta merta langsung menghilang. Menurut Yannes, LCGC justru bakalan jadi primadona di daerah-daerah seiring dengan adanya pergeseran tren tersebut.

    “Sehingga bagi konsumen yang butuh mobil siap pakai tanpa ketergantungan pengisian serta mereka yang memikirkan resale value,” pungkas Yannes.

    Data penjualan LCGC vs Atto 1

    Total LCGC: 8.505 unit

    Toyota Calya: 3.057 unitHonda Brio Satya: 2.021 unitDaihatsu Sigra: 1.689 unitToyota Agya: 887 unitDaihatsu Ayla: 851 unit

    (riar/din)