Category: Detik.com Otomotif

  • Marquez Minat Balik ke Honda? Pasti Disambut Kok

    Marquez Minat Balik ke Honda? Pasti Disambut Kok

    Jakarta

    Santi Hernandez, Crew Chief Honda yang pernah bekerja dengan Marc Marquez masih ragu kalau The Baby Aliens mau balik ke Honda.

    Santi merupakan teman dekat Marquez. Bahkan dia juga yang meyakinkan Marquez untuk pindah dari Honda.

    “Ketika Anda dimintai pendapat, dan saya ingin Anda mengatakan yang sebenarnya, kami semua sepakat pada hal yang sama: dia menderita, dia butuh kesempatan untuk melihat apakah masalahnya ada pada dirinya atau pada motornya. Pada saat itu, kami tidak memiliki pengaturan (motor) yang terbaik,” kata Santi Hernandez dikutip dari Marca.

    “Kami sedang dan terus bekerja untuk berkembang, tetapi pada saat itu kami tidak bisa membohonginya. Kami semua sepakat bahwa dia tidak perlu mengkhawatirkan kami atau hal lainnya, bahwa kami semua percaya dia sedang membuat keputusan terbaik,” tambah dia.

    Santi, sosok yang mendampingi Marquez sejak di Moto2 hingga merajai kelas MotoGP, mengaku enggan berandai. Baginya, melihat Marquez sukses di tim lain adalah sebuah kenyataan yang harus diterima dengan lapang dada oleh Honda.

    Marquez punya kontrak yang berlaku hingga akhir 2026 bersama Ducati.

    Santi bukan orang yang menandatangani kontrak pebalap di Honda, namun ia menduga kembalinya Marquez adalah hal yang mustahil, terlepas dari kemajuan pabrikan Jepang tersebut dan perubahan yang akan datang pada tahun 2027.

    “Saya tidak tahu. Saat ini, saya tidak memikirkan hal itu. Menurut saya, dia saat ini berada di tim yang membuatnya merasa nyaman, di mana hasil-hasil mulai terlihat, dan saya tidak mempertimbangkan hal tersebut. Adalah salah untuk berspekulasi tentang apakah dia akan kembali atau tidak. Antara lain, karena dia berada di level yang berbeda sekarang, dia bersama tim yang berbeda, segala sesuatunya berjalan baik untuknya, dan akan salah jika berpikir,” kata dia.

    “Ya, sekarang setelah kita mulai membangun nama lagi, mari kita lihat apakah dia bisa kembali,” ujar Santi.

    “Jika dia kembali, dia akan disambut, dan tentu saja itu akan sangat menarik, tetapi itu adalah sesuatu yang tidak bergantung pada saya, dan saya bukan orang yang berhak menentukan apakah dia harus kembali atau tidak. Dia harus fokus pada apa yang dia miliki sekarang, dan apa yang dia miliki saat ini tidak berjalan buruk baginya,” pungkasnya.

    (riar/rgr)

  • Daftar Harga Motor Listrik Honda Terbaru

    Daftar Harga Motor Listrik Honda Terbaru

    Jakarta

    Harga motor listrik Honda terbaru belum berubah. Paling murahnya mulai Rp 28 juta. Nah berikut ini rinciannya.

    Honda sudah punya tiga motor listrik yang dijual di Indonesia. Spesifikasinya berbeda-beda, bisa disesuaikan dengan kebutuhan kamu. Harganya juga bervariasi, namun kalau dibandingkan motor matic konvensional harganya masih lebih tinggi motor listrik Honda. Motor listrik Honda termurahnya dibanderol Rp 28 juta. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini daftar harga mobil listrik Honda.

    Harga Motor Listrik HondaHonda Icon e: Rp 28 jutaHonda EM1 e: Rp 40 jutaHonda EM1 e: Plus: Rp 40,5 jutaHonda CUV e: Rp 54,45 jutaHonda CUV e: Roadsync Duo: Rp 59,65 jutaSpesifikasi Motor Listrik Honda

    Dari ketiga itu, CUV e: merupakan yang termahal. Punya banderol tembus Rp 50 jutaan, Honda CUV e: ditenagai motor listrik yang bisa menghasilkan power 6 kW. Motor listrik ini bisa melaju hingga kecepatan 83 km/jam dengan jarak tempuh maksimal 80,7 km.

    Sumber tenaganya berasal dari dua baterai Honda Mobile Power Pack e: yang dapat di-swap (ditukar) atau di-charge sendiri dengan off-board charger. Honda CUV e: dibekali baterai lithium-ion dengan voltase 50,26 V x 2 dan kapasitas 29,4 Ah x 2. Pengisian baterai dari kosong hingga penuh memakan waktu 6 jam dan 2,7 jam (160 menit) buat pengisian dari 25% ke 75%.

    Sementara Icon e: mengambil basis model EM1 e:, dilengkapi dengan Honda Mobile Power Pack e:. Komponen listrik utama, termasuk baterai telah diganti, dan juga eksteriornya telah didesain ulang sesuai selera konsumen Indonesia.

    Honda Icon e: hadir untuk konsumen yang mencari fleksibilitas mengendarai sepeda motor listrik, dengan menawarkan bodi yang ringan dan kelincahan di jalan raya. Honda ICON e: mengusung konsep Advance – Compact yang cocok untuk penggunaan harian. Konsumen dapat melakukan pengisian daya dengan Honda Power Pack Charger e: dengan waktu pengisian daya 2,7 jam (160 menit) untuk 25%-75% dan 6 jam untuk 0%-100%.

    Pajak Motor Listrik Honda

    Nah itu tadi harga dan spesifikasi motor listrik Honda terbaru. Meski harganya ada yang tembus Rp 50 juta, namun pajak tahunannya masih lebih murah. Pajak tahunannya dibebaskan, sehingga setiap tahun kamu hanya perlu membayar SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) sebesar Rp 35 ribu. Bagi yang belum tahu, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk kendaraan listrik masih dinolkan, alias gratis. Pun untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tidak dikenakan biaya.

    Aturan ini berlaku sejak diundangkan pada 11 Mei 2023 yang tercantum Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama, dan Pajak Alat Berat Tahun 2023. Berikut ini bunyi pasal 10:

    1. Pengenaan PKB KBL Berbasis Baterai untuk orang atau barang ditetapkan sebesar 0 persen dari dasar pengenaan PKB
    2. Pengenaan BBNKB KBL Berbasis Baterai untuk orang atau barang ditetapkan sebesar 0 persen dari dasar pengenaan BBNKB

    (dry/rgr)

  • Begini Tampilan SUV Baru Wuling yang Harganya Cuma Rp 140 Jutaan

    Begini Tampilan SUV Baru Wuling yang Harganya Cuma Rp 140 Jutaan

    Begini Tampilan SUV Baru Wuling yang Harganya Cuma Rp 140 Jutaan

  • Mobil Seksi dengan Performa Luar Biasa!

    Mobil Seksi dengan Performa Luar Biasa!

    Jakarta

    Kalau disuruh pilih satu MINI paling menggoda saat ini, jawabannya jelas Cabrio John Cooper Works.

    Dari tampilannya saja sudah mencuri perhatian, apalagi kalau atapnya dibuka dan suara mesinnya mulai meraung. Kecil, mahal, tapi benar-benar menyenangkan untuk dikendarai. Bagaimana ulasan lengkapnya? Simak tulisan ini!

    MINI JCW Cabrio Foto: Muhammad Hafizh GemilangDesain Sexy dan Ikonik

    Sekilas, MINI Cabrio JCW langsung mencuri perhatian dengan bentuknya yang kompak dan proporsional.

    Atap cabriolet membuatnya tampil lebih eksotis, sementara pelek 19 inci dengan kaliper rem merah menegaskan karakter sporty khas JCW. Proporsi bodinya yang kecil juga menjadikannya salah satu mobil paling “fun to look at” di jalan.

    Masuk ke kabin, nuansa premium berpadu dengan gaya playful khas MINI. Material interior terasa solid dan detailnya menonjolkan kualitas tinggi.

    Layar infotainment-nya tampil atraktif dengan antarmuka interaktif, lengkap dengan animasi lucu setiap kali mengganti mode berkendara. Meski begitu, ruang belakangnya terasa sempit dan posisi duduk agak tegak, menunjukkan bahwa fokus utamanya memang untuk pengemudi.

    Performa Buas Khas JCW!

    Jantung pacu MINI Cabrio JCW diisi mesin 2.0 liter 4 silinder TwinPower Turbo milik BMW yang menghasilkan tenaga 231 hp dan torsi 380 Nm. MINI mengklaim akselerasi 0-100 km/jam bisa dicapai dalam 6,4 detik, namun sensasinya terasa lebih cepat dari angka itu.

    Mode Gokart menjadi kunci pengalaman berkendara MINI. Dalam mode ini, respon mesin terasa sangat agresif, transmisi otomatis 8-percepatan berpindah cepat, dan suara knalpotnya menggelegar.

    Karakter setir yang direct dan suspensi kaku membuat mobil ini terasa menyatu dengan pengemudi. Chamber roda yang sedikit condong ke dalam juga membantu meningkatkan grip saat melibas tikungan cepat.

    MINI JCW Cabrio Foto: Muhammad Hafizh GemilangFitur Lengkap, tapi Sayang…

    Selain performa, MINI Cabrio JCW menawarkan pengalaman berkendara yang unik melalui teknologi dan desain interiornya. Layar infotainment yang interaktif menambah kesan modern dan menyenangkan, lengkap dengan mode visual berbeda tergantung pilihan berkendara.

    Namun, tidak semua fitur terasa sempurna. Suara knalpot yang terdengar di kabin sebagian merupakan hasil rekayasa speaker, bukan murni dari sistem pembuangan. Selain itu, mobil ini belum dilengkapi kamera 360 derajat, fitur yang sebenarnya sudah umum di mobil sekelasnya.

    Sebagai mobil convertible, tentu komprominya juga harus ada di sisi akomodasi. Ruang belakang sempit, posisi duduk tegak, dan bagasinya terbatas karena sebagian ruang digunakan untuk menyimpan lipatan atap.

    MINI JCW Cabrio Foto: Muhammad Hafizh GemilangKesimpulan dan Harga MINI Cabrio JCW

    Sulit untuk tidak jatuh cinta pada MINI Cabrio JCW. Mobil ini tidak hanya hadir dengan performa yang buas, tapi juga menunjukkan kelas premium serta karakter yang kuat.

    Untuk urusan harga MINI Cabrio JCW dibanderol sekitar Rp 1,4 miliar. Harga itu sekitar Rp 95 juta lebih mahal dari MINI JCW dengan model biasa.

    Namun menurut kami, selisih itu sepadan dengan atap kanvas elektrik yang bisa dibuka dan ditutup hanya dalam hitungan detik. Rasanya seperti punya mainan yang sanggup membuat kepala orang menoleh di jalan.

    Lantas bagi detikers yang mencari kombinasi antara gaya, tenaga, dan keseruan berkendara, MINI Cabrio JCW adalah paket ‘kecil’ yang luar biasa menggoda.

    (mhg/rgr)

  • Begini Tampilan SUV Baru Wuling yang Harganya Cuma Rp 140 Jutaan

    Harga Rp 140 Jutaan, Ini Spek SUV Baru Wuling

    Jakarta

    Wuling baru saja meluncurkan SUV terbarunya, Wuling Xingguang 560, di China. Dijual mulai dari Rp 140 jutaan, begini spesifikasi SUV terbaru Wuling itu.

    Dikutip dari Carnewschina, Wuling Xingguang 560 tersedia dalam empat varian. Xingguang 560 menawarkan beragam pilihan powertrain, seperti bensin, plug-in hybrid (PHEV), dan listrik murni (EV), serta konfigurasi 5 tempat duduk dan 7 tempat duduk.

    Mobil ini memiliki dimensi panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.755 atau 1.770 mm, dengan jarak sumbu roda 2.810 mm.

    Fasia depan bervariasi tergantung pada jenis mesin: model bensin dan PHEV memiliki gril sarang lebah terbuka, dilengkapi dengan trim hitam di sekitar lampu depan dan gril bawah. Varian listrik murni mengadopsi gril yang lebih bersih dan tertutup.

    Wuling Xingguang 560 Foto: Doc. Bit Auto

    Di bagian dalam, Xingguang 560 melanjutkan bahasa desain yang terlihat pada model seri Xingguang lainnya, seperti Xingguang 730. Mobil ini memiliki kokpit melingkar dengan pengaturan layar ganda yang terdiri dari panel instrumen dan layar infotainment tengah 12,8 inci. Layar tengah ini didukung oleh sistem Ling OS dari Wuling, yang mendukung fitur integrasi smartphone populer seperti HiCar, CarLink, dan DLNA. Kabin juga menggunakan material lembut.

    Wuling Xingguang 560 Foto: Dok. Wuling

    Xingguang 560 menawarkan konfigurasi 5 tempat duduk dan 7 tempat duduk. Sandaran kursi depan dapat direbahkan rata, menciptakan ruang yang nyaman pada baris kedua untuk istirahat sementara. Sandaran kursi baris kedua dapat direbahkan hingga 128 derajat, memberikan posisi duduk yang lebih rileks untuk perjalanan jauh. Selain itu, kursi belakang memiliki fitur lipat 40:60 , memungkinkan ruang kargo yang lebih luas atau menampung barang-barang yang lebih panjang.

    Xingguang 560 menawarkan tiga pilihan powertrain. Berikut detailnya:

    Plug-in Hybrid (PHEV): Dilengkapi dengan Lingxi Power 3.0, sistem ini menggabungkan mesin 1,5L (dengan efisiensi termal 43,2%) dengan motor listrik 10-in-1 generasi keempat. Sistem ini mencapai konsumsi bahan bakar 5,3L/100 km saat baterai habis. Jangkauan listrik murni CLTC adalah 125 km, dengan jangkauan gabungan hingga 1.100 km.Listrik Murni (EV): Varian ini memiliki motor listrik dengan daya keluaran maksimum 100 kW (134 hp), dipasangkan dengan baterai Shenlian 60 kWh. Model ini menawarkan jangkauan listrik murni CLTC sejauh 500 km dan konsumsi daya resmi 13,6 kWh/100 km. Model EV mendukung pengisian cepat 2C, mampu menambah jangkauan 200 km dalam 15 menit.Bensin: Ditenagai oleh mesin 1.5T, versi ini menghasilkan daya maksimum 130 kW (174 hp) dan torsi puncak 290 Nm. Tersedia dengan transmisi manual 6 kecepatan atau transmisi CVT.

    Berikut daftar harga Wuling Xingguang 560:

    1.5T 6MT Comfort: 59.800 yuan (Rp 141 jutaan)1.5T CVT Elite: 73.800 yuan (Rp 175 jutaan)PHEV 125 km Luxury: 89.800 yuan (Rp 212 jutaan)EV 500 km Luxury: 98.800 yuan (Rp 234 jutaan).

    (rgr/mhg)

  • Nyaman, Efisien, dan Masuk Akal!

    Nyaman, Efisien, dan Masuk Akal!

    Jakarta

    Ada ragam tipe mobil yang rasanya langsung klop dengan kehidupan sehari-hari keluarga Indonesia. Honda Step WGN e:HEV termasuk salah satunya.

    Mobil ini terasa dibuat untuk situasi ketika kendaraan harus siap dipakai ramai-ramai, dari antar keluarga hingga perjalanan jauh bersama.

    Kami sudah mengetes mobil ini dalam jangka panjang. Membawanya ke luar kota hingga ‘bertempur’ di jalanan padat kota. Penasaran dengan penilaian kami dengan mobil ini? Simak review lengkap Honda Step WGN e:HEV berikut!

    Honda Step WGN e:HEV Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

    Rasa Berkendara yang ‘Khas’ Honda

    Begitu duduk di balik kemudi, kesan pertama yang muncul adalah betapa mudahnya MPV besar ini diajak beradaptasi.

    Posisi duduk tinggi memberi pandangan luas, sementara pintu geser dan kabin lapang langsung mengingatkan bahwa mobil ini memang dirancang untuk berbagi ruang.

    Perlu diingat, di kelasnya, Step WGN tentu bersaing langsung dengan Nissan Serena e:POWER. Keduanya sama sama MPV hybrid dengan atap tinggi.

    Namun secara dimensi, karakter keduanya sedikit berbeda. Step WGN lebih panjang dan lebar, sementara Serena unggul pada wheelbase yang lebih panjang.

    Meski demikian, di balik kemudi, perbedaan itu terasa halus. Step WGN tidak terasa canggung meski wheelbase lebih pendek.

    Saat diajak bermanuver di kota, mobil ini justru terasa cukup bersahabat, apalagi radius putarnya tidak membuat pengemudi cepat lelah.

    Urusan kenyamanan, Step WGN bermain aman. Suspensinya tidak dibuat terlalu empuk, tapi juga tidak kaku.

    Body roll memang ada, namun masih dalam batas yang bisa ditoleransi untuk MPV atap tinggi. Steering-nya yang kami suka. Khas mobil Honda yang tajam, terprediksi, dan bisa berkomunikasi.

    Honda Step Wgn Hybrid Foto: (Dina Rayanti/detikOto)

    Performanya Galak tapi Irit!

    Soal performa, Honda Step WGN e:HEV punya modal yang meyakinkan. Mesin bensin 2.000 cc yang dipadukan dengan teknologi hybrid, terasa pas untuk bodinya yang besar.

    Saat motor listrik bekerja, mobil melaju senyap dan responsif, terutama di kecepatan rendah hingga menengah.

    Sayang saat kita geber lebih dalam, mesin bensinnya yang ikut bekerja akan mengeluarkan raungan suara yang sedikit berlebihan. Hal ini menjadi kekurangan Step WGN e:HEV, di mana menurut kami akan lebih baik jika peredaman kabin ditingkatkan, khususnya di area firewall antara ruang mesin dan kabin.

    Kendati demikian, tenaga dari dapur pacu Honda Step WGN ini terasa cukup berisi. Dibanding Serena e-Power, output mesin bensin Step WGN lebih besar, meski torsi motor listrik keduanya sama.

    Mobil hybrid seperti ini jelas irit untuk dipakai di perkotaan. Angka di MID-nya dengan mudah bisa menunjukkan konsumsi bahan bakar rata-rata di atas 20 km per liter dalam berbagai skenario di rute dalam kota.

    Di sisi lain, saat kami geber hingga 195 km di rute tol, konsumsi BBM Honda Step WGN e:HEV juga memukau. Tembus 16,1 km per liter. Tentu untuk mobil bongsor seperti ini dan kondisi berkendara tidak ekonomis, angka segitu tergolong irit.

    Honda Step Wgn Hybrid Foto: (Dina Rayanti/detikOto)

    Nyaman dan Akomodatif

    Masuk ke kabin, cerita kenyamanan berlanjut. Baris ketiga masih terasa layak untuk orang dewasa, lengkap dengan jendela yang membuat perjalanan tidak terasa pengap. Baris kedua bahkan terasa lebih istimewa berkat jok model ottoman, arm rest, dan sunshade.

    Fleksibilitas kabin menjadi salah satu keunggulan Step WGN. Kursi baris ketiga bisa dilipat dengan rapi untuk membuka ruang bagasi yang luas. Membawa barang besar, sepeda, atau perlengkapan hobi bukan lagi perkara rumit.

    Fitur keselamatan juga menjadi teman setia di perjalanan jauh. Honda Sensing membantu menjaga jarak, mengerem, hingga mengatur kecepatan secara adaptif. Di kondisi lalu lintas padat, fitur ini terasa sangat membantu.

    Meski begitu, Step WGN bukan tanpa catatan. Head unit terasa kecil dan tampilannya kurang modern untuk mobil di kelas harga ini. Tidak adanya kamera 360 derajat juga membuat pengemudi harus lebih waspada saat parkir.

    Sebagai pembanding, Serena masih menawarkan beberapa solusi yang terasa lebih fleksibel di area bagasi. Namun Step WGN membalasnya dengan mesin yang lebih besar dan harga yang lebih bersahabat.

    Honda Step WGN e:HEV Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

    Kesimpulan dan Harga Honda Step WGN e:HEV

    Dengan banderol Rp 629 juta, Honda Step WGN e:HEV berada di bawah Nissan Serena e-POWER yang dijual Rp 655 juta.

    Selisih harga ini membuat Step WGN terasa lebih rasional bagi keluarga yang ingin MPV hybrid dengan mesin lebih besar tanpa harus mengeluarkan biaya lebih.

    (mhg/rgr)

  • Yamaha XMax Hedon Asal Medan Jadi King Customaxi 2025

    Yamaha XMax Hedon Asal Medan Jadi King Customaxi 2025

    Jakarta

    Yamaha XMax ‘hedon’ milik peserta asal Medan, Sumatera Utara, Ingreath Sitepu alias Ucok (25) terpilih sebagai King Customaxi 2025. Karuan saja, dia menghabiskan dana nyaris Rp 1 miliar untuk merombak kendaraannya!

    Di babak final yang digelar di Senayan, Jakarta Pusat, Yamaha XMax milik Ucok mengalahkan para juara dari kategori Super Maxi yang terbagi dari Aerox, NMax, Lexi, dan tentu saja, XMax.

    Namun, jauh sebelum itu, XMax ‘hedon’ milik Ucok lebih dulu menjadi pemenang saat seleksi regional di Aceh. Penyaringan peserta Customaxi memang digelar di enam kota berbeda, yakni Aceh, Jakarta, Bandung, Semarang, Balikpapan dan Makassar. Perwakilan terbaik kemudian dikumpulkan di malam final di Senayan, Sabtu (21/12).

    “Tahun ini kelas-kelasnya lebih banyak, dalam arti bukan kustom motor biasa, tapi ada street, super dan lain-lain. Kita bagi juga ada XMax, NMax, Aerox dan Lexi,” ujar Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana di Senayan, Jakarta Pusat.

    Yamaha XMax hedon asal Medan. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcom

    Lantas, mengapa Yamaha XMax hedon milik Ucok bisa keluar sebagai pemenang? Apa spesialnya motor yang dibawa jauh-jauh dari Medan tersebut?

    Kami sempat berbincang dengan Ucok menjelang pengumuman King Customaxi 2025. Modifikasi motornya membawa konsep radikal dengan desain ala-ala helm Arai berkelir biru.

    “Ini desain bodinya kita ambil dari helm Arai yang dipakai Ogura di Motegi 2025. Jadi terinspirasi dari dia, yaudah kita pakai,” tutur Ucok saat ditemui di lokasi.

    “Kebanyakan komponen modifikasinya didapat dari luar negeri, kebanyakan dari Thailand. Kami nggak punya bengkel, ini unit pribadi terus dikerjain sendiri,” tambahnya.

    Yamaha XMax hedon asal Medan. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcom

    Ketika ditanya soal biaya modifikasi, Ucok tak bisa menjawabnya dengan tegas. Namun, dia memberikan angka perkiraan, yakni di atas Rp 700 juta dan di bawah Rp 1 miliar. Maka, menurut dugaan kami, nominalnya berkisar Rp 800-900 jutaan.

    “Ini mahalnya di crankcase, harganya Rp 100 jutaan lebih. Ini dari Thailand,” ungkapnya.

    Yamaha XMax hedon asal Medan. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcom

    Bukan hanya crankcase, komponen mahal lain yang tertanam di XMax hedon tersebut adalah sepasang emblem Yamaha berbahan emas murni. Bahkan, tak tanggung-tanggung, emasnya 18 karat dengan bobot masing-masing 45 gram!

    “Kalau (motornya) lagi dipakai harian, emasnya kami copot,” kata dia.

    (sfn/rgr)

  • Tekanan dari China Bikin Uni Eropa Tak Lagi Keras ke Mobil BBM

    Tekanan dari China Bikin Uni Eropa Tak Lagi Keras ke Mobil BBM

    Jakarta

    Rencana tegas Uni Eropa untuk melarang penjualan mobil bensin dan diesel baru pada 2035 kini jauh dari kata pasti.

    Setelah tekanan kuat dari industri otomotif di benua biru dan persaingan ketat dengan produsen China, Uni Eropa memutuskan untuk melonggarkan aturan tersebut.

    Awalnya, aturan yang disepakati pada 2023 itu memproyeksikan bahwa mulai 2035 semua mobil baru yang dijual di Uni Eropa harus bebas emisi alias nol emisi sama sekali.

    Namun dalam revisi terbaru, Uni Eropa memberi celah pabrikan masih bisa memasarkan kendaraan plug-in hybrid dan bahkan mesin pembakaran internal (ICE) yang emisinya diimbangi dengan penggunaan biofuel.

    Disebutkan juga bahwa manuver ini untuk memberikan pasar dan konsumen kebebasan untuk memutuskan teknologi mana yang ingin mereka gunakan.

    Di sisi lain, Komisioner Industri Uni Eropa menyebutkan bahwa langkah ini harus mereka lakukan lantaran tekanan dari industri di lokal maupun internasional.

    “Industri Eropa menghadapi tiga tantangan, persaingan dari Tiongkok, ‘krisis permintaan’ dan perkembangan teknologi yang lambat di Eropa,” ujar Komisioner Industri Uni Eropa, Stéphane Séjourné dilansir dari The Guardian.

    Keputusan ini datang setelah serangkaian lobi intens dari negara-negara besar seperti Jerman dan Italia serta produsen mobil yang menghadapi realitas pasar EV yang kurang menggigit dibanding ekspektasi.

    Kehadiran mobil listrik China yang makin agresif di pasar Eropa dianggap sebagai salah satu faktor yang membuat para pembuat kebijakan di Brussel mengubah strategi.

    Dampaknya langsung terasa, target ‘kiamat’ mobil bensin dan diesel yang sempat jadi headline kini berubah menjadi sesuatu yang lebih fleksibel.

    Secara praktis, pabrikan akan mengikuti aturan baru dengan tetap menjual sejumlah kecil mobil bermesin pembakaran setelah 2035, selama emisi rata-rata armada mereka turun sampai 90 persen dari angka acuan.

    Ini berarti jalan bagi hybrid plug-in, range extender, dan bahkan ICE berteknologi rendah emisi tetap terbuka untuk industri otomotif di Eropa.

    (mhg/rgr)

  • Tekanan dari China Bikin Uni Eropa Tak Lagi Keras ke Mobil BBM

    Tekanan dari China Bikin Uni Eropa Tak Lagi Keras ke Mobil BBM

    Jakarta

    Rencana tegas Uni Eropa untuk melarang penjualan mobil bensin dan diesel baru pada 2035 kini jauh dari kata pasti.

    Setelah tekanan kuat dari industri otomotif di benua biru dan persaingan ketat dengan produsen China, Uni Eropa memutuskan untuk melonggarkan aturan tersebut.

    Awalnya, aturan yang disepakati pada 2023 itu memproyeksikan bahwa mulai 2035 semua mobil baru yang dijual di Uni Eropa harus bebas emisi alias nol emisi sama sekali.

    Namun dalam revisi terbaru, Uni Eropa memberi celah pabrikan masih bisa memasarkan kendaraan plug-in hybrid dan bahkan mesin pembakaran internal (ICE) yang emisinya diimbangi dengan penggunaan biofuel.

    Disebutkan juga bahwa manuver ini untuk memberikan pasar dan konsumen kebebasan untuk memutuskan teknologi mana yang ingin mereka gunakan.

    Di sisi lain, Komisioner Industri Uni Eropa menyebutkan bahwa langkah ini harus mereka lakukan lantaran tekanan dari industri di lokal maupun internasional.

    “Industri Eropa menghadapi tiga tantangan, persaingan dari Tiongkok, ‘krisis permintaan’ dan perkembangan teknologi yang lambat di Eropa,” ujar Komisioner Industri Uni Eropa, Stéphane Séjourné dilansir dari The Guardian.

    Keputusan ini datang setelah serangkaian lobi intens dari negara-negara besar seperti Jerman dan Italia serta produsen mobil yang menghadapi realitas pasar EV yang kurang menggigit dibanding ekspektasi.

    Kehadiran mobil listrik China yang makin agresif di pasar Eropa dianggap sebagai salah satu faktor yang membuat para pembuat kebijakan di Brussel mengubah strategi.

    Dampaknya langsung terasa, target ‘kiamat’ mobil bensin dan diesel yang sempat jadi headline kini berubah menjadi sesuatu yang lebih fleksibel.

    Secara praktis, pabrikan akan mengikuti aturan baru dengan tetap menjual sejumlah kecil mobil bermesin pembakaran setelah 2035, selama emisi rata-rata armada mereka turun sampai 90 persen dari angka acuan.

    Ini berarti jalan bagi hybrid plug-in, range extender, dan bahkan ICE berteknologi rendah emisi tetap terbuka untuk industri otomotif di Eropa.

    (mhg/rgr)

  • Pajak Yamaha Nmax Turbo 2025

    Pajak Yamaha Nmax Turbo 2025

    Jakarta

    Pajak tahunan Yamaha Nmax turbo rupanya tembus Rp 400 ribuan. Berikut ini hitung-hitungan pajak tahunan Nmax turbo.

    Kepincut Yamaha Nmax turbo, jangan cuma fokus soal harganya. Kamu juga perlu tahu pajak tahunannnya. Sebab, seperti motor pada umumnya, pajak Nmax turbo dibayar setiap tahun. Bagi kamu yang mau beli Nmax turbo, setidaknya menyisihkan uang Rp 400 ribuan setiap tahun untuk bayar pajaknya.

    Berdasarkan hitung-hitungan detikOto, mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 7 tahun 2025 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat tahun 2025, pajak Nmax turbo itu nyaris Rp 500 ribu. Dari aturan itu diketahui DP PKB Nmax turbo dengan kode BLS itu sebesar Rp 22,6 juta. Maka hitungan pajaknya sebagai berikut.

    Pajak Yamaha Nmax Turbo 2025PKB Pokok: DP PKB Nmax Turbo x tarif PKB
    = Rp 22,6 juta x 2%
    = Rp 452 ribuPajak tahunan: PKB Pokok + SWDKLLJ motor
    = Rp 452 ribu + 35 ribu
    = Rp 487 ribu

    Itu tadi hitungan pajak tahunan Yamaha Nmax Turbo keluaran 2025. Perhitungan pajaknya, mengacu pada tarif PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) yang berlaku di Jakarta untuk kepemilikan pertama yaitu 2%. Pajaknya bisa jadi berbeda di wilayah lain.

    Spesifikasi Yamaha Nmax Turbo

    Sebagai informasi tambahan, Yamaha Nmax mengusung mesin dengan performa yang mirip dengan Lexi LX 155, Blue Core, VVA, 4 Valve SOHC, YECVT (untuk varian Turbo dan Turbo Tech Max). Mesin baru itu bisa memuntahkan tenaga 11,3 kW di 8.000 rpm dan torsi 14,2 Nm pada 6.500 rpm. Khusus Nmax Turbo terdapat teknologi YECVT yang menggantikan sistem CVT konvensional. Berkat teknologi ini, Nmax Turbo memiliki fitur riding mode yang menawarkan dua mode berkendara yaitu T-Mode dan juga S-Mode.

    T mode digunakan untuk di perkotaan sedangkan S mode bisa digunakan untuk touring, jalan menanjak, berboncengan dan bermanuver untuk menyusul kendaraan lain.

    Fitur turbo itu bisa didapatkan melalui tombol Y Shift. Y-Shift mampu memberikan sensasi berkendara berbeda karena fungsinya mampu membantu pengendara untuk melakukan akselerasi kecepatan secara instan layaknya “Turbo” dengan 3 tingkatan, yakni Low (1), Medium (2), dan High (3) sehingga cocok dioperasikan ketika ingin mendahului kendaraan di depan, melewati tanjakan, ataupun saat berkendara tandem. Tidak hanya saat akselerasi, Y-Shift juga dapat digunakan untuk melakukan deselerasi kecepatan motor ketika menghadapi jalanan yang menurun dan juga saat masuk ke tikungan (cornering).

    (dry/rgr)