Category: Detik.com Otomotif

  • Ini 5 Mobil Bekas Paling Dicari saat Libur Nataru 2025

    Ini 5 Mobil Bekas Paling Dicari saat Libur Nataru 2025

    Jakarta

    Memasuki akhir tahun dan masa libur Natal dan Tahun Baru, rupanya menjadi berkah untuk pasar mobil bekas. Seperti data yang disampaikan OLXMobbi kepada detikOto.

    Dijelaskan, berkaca pada tren tahun lalu dimana terdapat kenaikan jumlah calon pembeli di platform OLX yang mencapai 6% pada Desember 2024 dibandingkan November 2024. Meski begitu, di akhir tahun ini, jenis dan model favorit pelanggan tidak akan jauh beda dengan tahun lalu.

    Berdasarkan data internal OLX, preferensi konsumen mobil bekas sepanjang Januari-November 2025 ada tiga model yang paling banyak dicari, diantaranya Toyota Kijang Innova menguasai pasar sebanyak 6 persen, Toyota Avanza 6 persen, dan Toyota Fortuner 3 persen. Ketiga model favorit ini diikuti oleh Honda HR-V menguasai pasar 3 persen dan Honda Brio 3 persen.

    Tren ini menegaskan bahwa MPV masih menjadi mobil bekas favorit dengan menempati posisi pertama dan SUV di posisi kedua sebagai mobil keluarga di periode Januari hingga November 2025.

    Menurut Direktur OLX, Agung Iskandar, mobil dengan ruang kabin luas untuk penumpang memang menjadi incaran konsumen yang sudah berkeluarga.

    OLXMobbi Foto: Dok.OLXMobbi

    “Biasanya, liburan Natal dan Tahun Baru itu dijadikan momentum untuk pergi bareng sekeluarga. Jadi, orang yang mau beli mobil bekas di OLX, biasanya lebih kepengen upgrade kapasitas yang bisa mengangkut anggota keluarganya,” ujar Agung.

    “Nggak heran kalau mobil jenis SUV dan MPV banyak diincar sejak tahun lalu hingga November tahun ini, bahkan diprediksi akan terus menjadi favorit sampai akhir Desember 2025. Data ini bisa jadi inspirasi bagi para konsumen yang ingin ganti mobil jelang akhir tahun ini,” Agung menambahkan.

    Data OLXMobbi ini juga menunjukkan, mobil bekas Toyota masih paling banyak dicari oleh pengendara dengan menguasai pasar mobil bekas di OLXMobbi hingga 32 persen. Disusul Honda menguasai sebanyak 20 persen, Suzuki 8 persen, Daihatsu 8 persen, dan Mitsubishi 7 persen.

    (lth/dry)

  • Cicil BYD Atto 1 Bisa Bayar Rp 1 Jutaan per Bulan, Begini Skemanya

    Cicil BYD Atto 1 Bisa Bayar Rp 1 Jutaan per Bulan, Begini Skemanya

    Jakarta

    Harga BYD Atto 1 termurah naik Rp 4 juta. Meski begitu, kamu masih bisa kok nyicil BYD Atto 1 Rp 1 jutaan per bulan. Berikut ini skemanya.

    BYD Atto 1 varian terendah naik harga pada bulan lalu. Kalau sebelumnya Atto 1 termurah dibanderol Rp 195 juta, kini naik Rp 4 juta menjadi Rp 199 juta. Meski begitu, kamu yang mau beli dengan cara kredit dan cicilan rendah, masih bisa lho!

    Misalnya buat kamu yang mau beli BYD Atto 1 termurah tapi cicilannya Rp 1 jutaan, ternyata masih bisa asalkan uang mukanya besar. Berdasarkan simulasi yang dilakukan detikOto, paling tidak uang mukanya sebesar 70 persen dari harga untuk bisa mendapat cicilan Rp 1 juta per bulan. Skema lengkapnya berikut ini.

    Skema Cicilan BYD Attp 1 Rp 1 Jutaan per Bulan

    Harga: Rp 199 juta
    DP 70 persen: Rp 139,3 juta

    Tenor: 48 bulan
    Total pembayaran pertama: Rp 146..269.282
    Cicilan per bulan: Rp 1,886 jutaTenor: 60 bulan
    Total pembayaran pertama: Rp 146.040.973
    Cicilan per bulan: Rp 1,652 juta

    Harga: 199 juta
    DP 80 persen: Rp 159,2 juta

    Tenor: 36 bulan
    Total pembayaran pertama: Rp 165.696.153
    Cicilan per bulan: Rp 1,618 jutaTenor: 48 bulan
    Total pembayaran pertama: Rp 165.408.282
    Cicilan per bulan: Rp 1,324 jutaTenor: 60 bulan
    Total pembayaran pertama: Rp 165.253.973
    Cicilan per bulan: Rp 1,164 juta

    Itu tadi skema cicilan BYD Atto 1 Rp 1 jutaan per bulan. Risikonya jelas uang muka yang sangat besar. Kalau kamu bayar uang mukanya rendah, maka risikonya cicilannya tinggi. Contoh buat kamu yang membayar DP 20 persen sekitar Rp 39,8 juta, maka cicilan per bulannya paling rendah Rp 4 jutaan per bulan.

    Spesifikasi BYD Atto 1 Termurah

    Menyoal spesifikasi, BYD Atto 1 termurah ini mengusung baterai 30,08 kWh dengan jarak tempuh 300 km. Untuk pengecasan, versi Dynamic dibekali sistem DC charging 30 kW. Di atas kertas, BYD Atto 1 punya tenaga 55 kW dan torsi 135 Nm. Mobil ini diklaim bisa berakselerasi 0-50 km/jam dalam 4,9 detik, serta kecepatan maksimal hingga 130 km/jam. Bicara fitur, sebagai varian terendah tentu tak selengkap varian tertingginya. Namun BYD Atto 1 Dynamic ini sudah dilengkapi dengan empat airbag, rear view camera, 3 radar, electric parking brake, cruise control system, electronic stability control, anti-lock braking system, hill-start assist contol, hingga traction control system.

    (dry/din)

  • Alasan Yamaha Belum Minat Jual Aerox Listrik di Indonesia

    Alasan Yamaha Belum Minat Jual Aerox Listrik di Indonesia

    Jakarta

    PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) bicara peluang membawa masuk Yamaha Aerox listrik ke pasar dalam negeri. Skuter matik (skutik) ramah lingkungan itu sebelumnya telah meluncur di India.

    Manager Public Relations, YRA & Community PT YIMM, Rifki Maulana menegaskan, pihaknya belum berencana menjual Aerox listrik di Indonesia. Sebab, motor tersebut secara khusus memang dikembangkan untuk pasar India. Desainnya diambil dari generasi model sebelumnya.

    “Aerox EV memang difokuskan untuk India ya. Karena bisa dilihat dari desainnya kan berbeda dengan (Aerox) yang dijual di sini, modelnya pakai model yang (generasi) kemarin,” ujar Rifki Maulana saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat.

    “Memang si Aerox EV ini difokuskan untuk diproduksi dan dijual di India. Sejauh ini belum (ada rencana jual Aerox EV di Indonesia),” tambahnya.

    Yamaha Aerox-e alias Aerox listrik. Foto: Doc. Zigwheels.

    Diberitakan sebelumnya, Yamaha Aerox listrik atau Aerox-e telah meluncur di India. Meski demikian, pengumuman harganya baru akan disampaikan awal tahun depan.

    Secara tampilan, Yamaha Aerox-e masih sama seperti versi regular atau bensin yang dipasarkan di Tanah Bharata. Kendaraan tersebut masih mengusung konsep X-center yang menonjolkan karakter balap. Kemudian aksennya tetap agresif dengan lampu depan yang dominan dan tajam.

    Perbedaannya hanya terdapat di bagian komponen penggerak dan sentuhan biru muda khas EV di beberapa bagian. Selain itu, ada emblem ‘e’ yang menandakan kendaraan tersebut merupakan motor listrik.

    Pabrikan membekali Aerox-e dengan motor listrik dengan semburan tenaga 9,4 kw dan torsi 48 Nm. Kemudian baterainya menggunakan lithium-ion 3 kWh dengan konfigurasi ganda yang dalam kondisi penuh mampu menempuh jarak 106 km. Sementara mode berkendaranya ada ECO, standard dan power.

    Selayaknya versi regular, Yamaha Aerox-e juga punya tombol boost mode yang memungkinkan motor mendapat tambahan daya ketika berakselerasi. Selain itu, menariknya, ada fitur mundur yang memudahkan pengendara saat hendak parkir.

    Yamaha Aerox-e juga dibekali fitur konektivitas Y-Connect yang membuat kendaraan bisa terhubung ke smartphone melalui sambungan Bluetooth. Fitur tersebut membuat pengendara mampu memantau kondisi motor secara realtime melalui layar ponsel.

    (sfn/lth)

  • Modifikasi XMax Hedon dari Medan Habis Rp 800 Juta, Emblemnya Pakai Emas

    Modifikasi XMax Hedon dari Medan Habis Rp 800 Juta, Emblemnya Pakai Emas

    Jakarta

    Ongkos modifikasi motor biasanya tak sampai separuh dari harga beli kendaraan. Namun, ada segelitir orang yang mau merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah untuk mempercantik kuda besinya. Salah satunya pemuda asal Medan, Ingreath Sitopu alias Ucok.

    Ucok merupakan pemilik Yamaha XMax ‘hedon’ yang terpilih sebagai juara umum alias King Customaxi 2025. Meski tak menyebut angka pasti, namun dia memperkirakan, modifikasi motornya menghabiskan dana Rp 800 jutaan!

    “Sebut saja angkanya. (Rp 700 jutaan?) lebih. (Rp 1 miliar?) tidak sampai. Ya, kurang lebih segitu (Rp 800 jutaan),” ujar Ucok saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu malam (20/12).

    Yamaha XMax hedon asal Medan. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcom

    Ucok menjelaskan, ide modifikasi motornya muncul dari helm Arai yang dipakai pebalap MotoGP, Ai Ogura, saat membalap di Sirkuit Motegi, Jepang. Meski coraknya cukup sederhana, namun finishing-nya menjadi radikal berkat tambahan ornamen-ornamen lain.

    “Ini desain bodinya kita ambil dari helm Arai yang dipakai Ogura di Motegi 2025. Jadi terinspirasi dari dia, yaudah kita pakai,” tutur Ucok.

    “Kebanyakan komponen modifikasinya didapet dari luar negeri, kebanyakan dari Thailand. Kami nggak punya bengkel, ini unit pribadi terus dikerjain sendiri,” tambahnya.

    Yamaha XMax hedon asal Medan. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcom

    Salah satu komponen termahal di Yamaha XMax ‘hedon’ milik Ucok adalah crankcase yang mencapai Rp 100 jutaan. Dia memesan komponen tersebut dari Thailand dengan material yang diklaim terbaik.

    Bukan hanya crankcase, komponen mahal lain yang tertanam di XMax hedon tersebut adalah sepasang emblem Yamaha berbahan emas murni. Bahkan, tak tanggung-tanggung, emasnya 18 karat dengan bobot masing-masing 45 gram!

    “Jadi, kalau (motornya) lagi dipakai harian, emasnya saya copot dulu,” kata dia.

    Modifikasi hedon tersebut bukannya percuma dan tanpa hasil. Sebab, tunggangan milik Ucok itu terpilih sebagai juara umum atau King Customaxi 2025 yang digelar Yamaha secara resmi. Dia mengalahkan para peserta yang tersebar dari banyak wilayah, mulai dari Aceh, Bandung, Balikpapan, Jakarta, Semarang, hingga Makassar.

    (sfn/lth)

  • Pemerintah Malaysia Hemat Triliunan usai Beri Subsidi BBM

    Pemerintah Malaysia Hemat Triliunan usai Beri Subsidi BBM

    Jakarta

    Subsidi BBM yang diberikan pemerintah Malaysia, justru membuat pemerintah negeri jiran bisa hemat triliunan.

    Pemerintah Malaysia mencatat penghematan hingga 800 juta ringgi sejak program BBM subsidi yang diberi nama Budi Madani RON 95 (Budi95) berjalan pada 30 September lalu. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memastikan program subsidi BBM itu dinikmati oleh warga Malaysia. Program ini juga efektif menekan kebocoran yang sebelumnya justru dinikmati 3,5 juta warga asing sekaligus penyelundupan bahan bakar.

    Anwar menyebut bahwa setiap ringgit yang dihemat dari subsidi BBM itu dialokasikan kembali kepada masyarakat melalui kontribusi tunai rahmah, kontribusi dasar rahmah, serta peningkatan klinik dan rumah sakit, perbaikan jalan, dan penguatan infrastruktur, demikian dilaporkan Bernama.

    Program subsidi di Malaysia membuat harga bensin RON 95 jauh lebih murah dibanding bensin di Indonesia. Bahkan, bensin dengan RON 95 di Malaysia yang dijual Rp 8.000-an per liter jauh lebih murah dibanding Pertalite dengan RON 90 di Indonesia yang harganya Rp 10.000 per liter.

    Sejak September hingga 30 November 2025, 13,9 juta dari 16,55 juta penduduk Malaysia yang memenuhi syarat (84%) telah membeli 2,59 miliar liter bensin RON 95 dengan harga subsidi RM 1,99 per liter.

    Berkat program itu, berdasarkan survei konsumsi domestik, pemerintah Malaysia diprediksi bisa menghemat hingga 4 miliar ringgit per tahun atau setara dengan Rp 16 triliun tergantung harga minyak global. Penghematan tahunan itu diperkirakan akan melebihi proyeksi, bila berkaca pada jumlah yang dilaporkan dalam dua bulan terakhir.

    Dikutip dari situs resminya, pemerintah Malaysia menerapkan Program Budi Madani RON95 (BUDI95). Program itu membuat setiap warga negara Malaysia menerima batas kelayakan bulanan sebanyak 300 liter bensin RON 95 bersubsidi. Program itu berlangsung mulai 30 September 2025.

    Bersamaan dengan penerapan ini, Anwar mengatakan bahwa harga bensin RON 95 juga akan diturunkan dari 2,05 ringgit (Rp 8.433) per liter menjadi 1,99 ringgit (Rp 8.186) per liter. Warga negara asing yang membeli bensin RON 95 di Malaysia akan dikenakan biaya 2,60 ringgit (Rp 10.696) per liter.

    Syarat untuk mendapatkan BBM RON 95 dengan harga Rp 8.186 per liter itu sangat mudah. Penggunaan MyKad atau KTP pintar yang sudah dimiliki warga Malaysia dan catatan Dinas Perhubungan Jalan (JPJ) akan menjadi dasar verifikasi.

    (dry/lth)

  • Jangan Mau Naik Bus Kalau Nggak Ada Stiker Ini, Pokoknya Jangan

    Jangan Mau Naik Bus Kalau Nggak Ada Stiker Ini, Pokoknya Jangan

    Jakarta

    Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), pengawasan terhadap angkutan umum semakin diperketat. Dalam kegiatan inspeksi keselamatan atau ramp check di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, petugas menemukan lima unit bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang dinyatakan tidak laik jalan.

    Komandan Regu Operasional Terminal Pulo Gebang, Daryanto, menegaskan bahwa armada yang tidak lolos pemeriksaan tersebut dilarang keras beroperasi membawa penumpang sebelum dilakukan perbaikan total.

    “Dari hasil pengecekan kelaikan jalan (ramp check), kami menemukan sebanyak lima armada yang kita periksa belum laik jalan,” ujar Daryanto saat ditemui di lokasi, Senin (22/12/2025) dikutip dari Antara.

    Pengecekan kelaikan jalan ini sebagai upaya memperketat pengawasan kelayakan armada bus menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    “Salah satu langkah yang dilakukan adalah ‘ramp check’ atau pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan angkutan umum yang beroperasi dari terminal tersebut,” ujar Daryanto.

    Ilustrasi Petugas melakukan inspeksi keselamatan bus atau ramp check di Terminal Pakupatan, Kota Serang, Banten, Jumat (13/12/2024). Pemeriksaan kelayakan bus AKAP (antarkota antarprovinsi) tersebut meliputi pengecekan kelengkapan administrasi dan pemeriksaan teknis untuk mencegah risiko kecelakaan saat mengangkut para pemudik jelang liburan Natal 2024 dan tahun baru 2025. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/gp/aww. Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar

    Daryanto menegaskan, bus yang dinyatakan tidak layak jalan tidak diperkenankan untuk beroperasi sebelum dilakukan perbaikan.

    Pihak terminal langsung meminta operator bus untuk melakukan pembenahan atau mengganti armada yang bermasalah.

    Lalu, armada yang belum laik jalan langsung diberikan surat peringatan dan wajib melakukan perbaikan sebelum memasuki masa angkutan Nataru. “Kalau yang lima bus itu, kita suruh kembali. Supaya ganti armada,” katanya.

    Daryanto menjelaskan, “ramp check” telah dilakukan sejak H-7 Natal atau Kamis (18/12) dan dilaksanakan secara rutin setiap hari.

    Pemeriksaan ini menyasar seluruh bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang melayani penumpang selama masa angkutan Nataru. “Untuk ‘ramp check’ itu sudah dilakukan dari kemarin, tiap hari sejak H-7 sudah mulai, tepatnya 18 Desember 2025,” katanya.

    “Ramp check” tersebut meliputi pemeriksaan aspek teknis kendaraan, seperti sistem pengereman, lampu, ban, kondisi bodi serta kelengkapan administrasi kendaraan dan pengemudi.

    Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan penumpang selama perjalanan jarak jauh, terutama pada periode libur Nataru yang biasanya mengalami peningkatan jumlah penumpang.

    Jumlah armada yang sudah dilakukan “ramp check” sekitar 50 bus lebih. Pengecekan mulai dari surat-surat kendaraan seperti buku pemeriksaan kelayakan (KIR), SIM, STNK dan kartu pengawasan (KPs).

    Stiker Inspeksi Keselamatan LLAJ Ditjen Hubdat-Kemenhub. Foto: dok. perhubungan.slemankab

    Lalu bus juga melewati pemeriksaan mulai dari ban, sistem kelistrikan, lampu, rem, wiper, klakson, alat pemecah kaca dan sebagainya.

    Kendaraan yang lulus pemeriksaan langsung dipasangi stiker bertuliskan “Inspeksi Keselamatan LLAJ Ditjen Hubdat-Kemenhub” sebagai tanda bahwa armada tersebut lulus pemeriksaan.

    Dengan adanya pemeriksaan rutin ini, pengelola pihaknya berharap seluruh armada yang berangkat dalam kondisi laik jalan sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama libur Nataru.

    (riar/din)

  • Potret Suzuki Wagon R Terbaru yang Dijual Mulai Rp 150 Jutaan

    Potret Suzuki Wagon R Terbaru yang Dijual Mulai Rp 150 Jutaan

    Di Jepang, harga Suzuki Wagon R terbaru dibuka mulai 1,43 juta yen (Rp 152,3 juta) untuk varian ZL 2WD. Sementara Hybrid ZX 2WD dibanderol 1,709 juta yen (Rp 182,1 juta), dan model khusus dengan jok yang dapat diatur dengan harga mulai 1,742 juta yen (Rp 185,6 juta). Foto: Suzuki

  • Penjualan Mobil di RI Berdarah-darah, Penjualan Motor Kok Stabil?

    Penjualan Mobil di RI Berdarah-darah, Penjualan Motor Kok Stabil?

    Jakarta

    Berbeda dengan mobil, penjualan motor di Indonesia justru lebih stabil. Bahkan, tahun ini, angkanya diprediksi akan meningkat. Kok bisa, ya?

    PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) punya analisis pribadi mengenai situasi tersebut. Menurut mereka, kondisi ekonomi negara yang sedang bergelojak membuat masyarakat mengubah pilihannya: dari yang semula mobil menjadi motor.

    “Bisa jadi, ini baru asumsi ya. Kita kan mendorong premium kategori. Bisa jadi dengan kondisi roda empat turun, mereka beralih ke roda dua,” ujar Rifki Maulana selaku Manager Public Relations, YRA & Community PT YIMM saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat.

    “Tapi berapa persen dan bagaimana karakter konsumennya, saya belum tahu. Jadi kondisinya seperti itu. Mungkin mencari alternatif lain (yang lebih murah) lebih tepatnya,” tuturnya.

    Penjualan motor di Indonesia. Foto: Ridwan Arifin

    Disitat dari laman resmi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor di dalam negara selama Januari-November 2025 telah mencapai 5.95 juta unit. Nominal tersebut naik 0,35 persen dari periode yang sama tahun lalu.

    Menurut hitung-hitungan kasar, penjualan motor di Indonesia tahun ini bisa mencapai 6,5 juta unit. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak pandemi lima tahun lalu.

    Di saat bersamaan, penjualan mobil di Indonesia justru berdarah-berdarah. Bahkan, jika motor mencapai level tertinggi, maka mobil justru berada di level terendah sejak pandemi.

    Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil di Indonesia selama Januari-November baru mencapai 710 ribu unit. Nominal itu turun 9,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Menurut proyeksi, penjualan mobil di Indonesia tahun ini hanya mencapai 780 ribu unit. Padahal, tahun lalu, angkanya tembus 865 ribu unit.

    (sfn/lth)

  • Kecelakaan Maut Bus PO Cahaya Trans di Krapyak Gegara Sopir Ngantuk?

    Kecelakaan Maut Bus PO Cahaya Trans di Krapyak Gegara Sopir Ngantuk?

    Jakarta

    Kecelakaan maut yang melibatkan bus terulang lagi. Bus PO Cahaya Trans yang berangkat dari Jatiasih itu menghantam pembatas jalan hingga menewaskan 15 orang.

    Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan yang dialami PO Cahaya Trans di exit Tol Krapyak, Semarang. Sopir bus bakal dites urin untuk mengetahui apakah ada pengaruh narkoba atau zat terlarang lainnya.

    “Kita tes apakah yang bersangkutan menggunakan narkoba atau kandungan zat yang dilarang lainnya. (Korban) Sebagian besar luka di sisi kiri. Sesuai dengan jatuhnya bus. (Ada dugaan sopir mengantuk?) Ya, nanti kita selidiki,” ungkap Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Ribut Hari Wibowo dikutip detikJateng.

    Diketahui juga dari penelusuran bahwa sopir bus yang menyebabkan kecelakaan itu adalah sopir cadangan. Adapun sebelumnya Kepala Kantor Basarnas Semarang Budiono mengungkap kecelakaan diduga disebabkan oleh bus yang melaju dengan kecepatan tinggi di tol hingga menghantam pembatas jalan dan menewaskan 15 orang.

    Kalau benar disebabkan sopir mengantuk, ini tentu bukan kali pertama kecelakaan maut terjadi karena kondisi sopir. Padahal, kalau mengacu pada Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah diatur durasi maksimal mengemudi.

    Pengemudi wajib istirahat setelah berkendara selama empat jam beruturut-turut. Pengemudi tidak bisa memaksakan berkendara dalam kondisi lelah ataupun mengantuk. Ini jelas membahayakan keselamatan banyak orang.

    Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menegaskan, waktu kerja dan waktu istirahat sopir harus diatur. Sopir juga harus memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan.

    “Lama/durasi tidur bagi orang dewasa yang normal adalah 6-8 jam per hari di malam hari. Tidur yang dianggap berkualitas adalah tidur yang memenuhi 4-5 kali siklus tidur, di mana setiap siklusnya membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam. Satu siklus tidur terdiri dari fase tidur NREM (Non Rapid Eye Movement) dan fase tidur REM (Rapid Eye Movement) karena pada fase-fase inilah tubuh berusaha untuk mengembalikan kemampuan organ-organ yang mengalami kelelahan agar menjadi bugar seperti semula,” kata Djoko belum lama ini.

    Pasal 90 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyebutkan setiap perusahaan angkutan umum wajib mematuhi dan memberlakukan ketentuan mengenai waktu kerja, waktu istirahat, dan pergantian pengemudi kendaraan bermotor umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Mengemudikan bus memang bukan perkara mudah. Pun kecelakaan maut yang melibatkan bus terus berulang. Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Instruktur & Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu memprediksi, kejadian semacam ini akan terus terulang kalau penyebab tidak langsungnya belum teratasi. Khususnya kalau bicara soal rekrutmen sopir bus.

    Menurut Jusri, kebanyakan sopir bus ataupun truk adalah sopir yang ‘naik kelas’ dari kernet. sopir itu hanya berangkat dari pengalaman, bukan pengetahuan.

    Jusri mengatakan, kalau sistem rekrutmen sopir sudah salah, maka akan melahirkan driver yang tidak berkualitas. Tak cuma rekrutmen, juga harus ada pengembangan dan pelatihan untuk sopir-sopir truk.

    “Kalau rekrutmen benar tapi tidak ada development, training, pendidikan dan lain-lain, otomatis kualitas driver kacau juga. Belum lagi sistem perawatan (kendaraan), perusahaan berpikir komponen masih bisa dipakai meski sudah diajukan permohonan untuk diganti. Mereka tidak berpikir pasca kecelakaan cost-nya berapa kali. Karena kesadaran keselamatan masih menjadi kelemahan masyarakat Indonesia,” ujar Jusri beberapa waktu lalu.

    (dry/din)

  • Kecelakaan Maut Bus PO Cahaya Trans di Krapyak Gegara Sopir Ngantuk?

    Kecelakaan Maut Bus PO Cahaya Trans di Krapyak Gegara Sopir Ngantuk?

    Jakarta

    Kecelakaan maut yang melibatkan bus terulang lagi. Bus PO Cahaya Trans yang berangkat dari Jatiasih itu menghantam pembatas jalan hingga menewaskan 15 orang.

    Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan yang dialami PO Cahaya Trans di exit Tol Krapyak, Semarang. Sopir bus bakal dites urin untuk mengetahui apakah ada pengaruh narkoba atau zat terlarang lainnya.

    “Kita tes apakah yang bersangkutan menggunakan narkoba atau kandungan zat yang dilarang lainnya. (Korban) Sebagian besar luka di sisi kiri. Sesuai dengan jatuhnya bus. (Ada dugaan sopir mengantuk?) Ya, nanti kita selidiki,” ungkap Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Ribut Hari Wibowo dikutip detikJateng.

    Diketahui juga dari penelusuran bahwa sopir bus yang menyebabkan kecelakaan itu adalah sopir cadangan. Adapun sebelumnya Kepala Kantor Basarnas Semarang Budiono mengungkap kecelakaan diduga disebabkan oleh bus yang melaju dengan kecepatan tinggi di tol hingga menghantam pembatas jalan dan menewaskan 15 orang.

    Kalau benar disebabkan sopir mengantuk, ini tentu bukan kali pertama kecelakaan maut terjadi karena kondisi sopir. Padahal, kalau mengacu pada Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah diatur durasi maksimal mengemudi.

    Pengemudi wajib istirahat setelah berkendara selama empat jam beruturut-turut. Pengemudi tidak bisa memaksakan berkendara dalam kondisi lelah ataupun mengantuk. Ini jelas membahayakan keselamatan banyak orang.

    Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menegaskan, waktu kerja dan waktu istirahat sopir harus diatur. Sopir juga harus memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan.

    “Lama/durasi tidur bagi orang dewasa yang normal adalah 6-8 jam per hari di malam hari. Tidur yang dianggap berkualitas adalah tidur yang memenuhi 4-5 kali siklus tidur, di mana setiap siklusnya membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam. Satu siklus tidur terdiri dari fase tidur NREM (Non Rapid Eye Movement) dan fase tidur REM (Rapid Eye Movement) karena pada fase-fase inilah tubuh berusaha untuk mengembalikan kemampuan organ-organ yang mengalami kelelahan agar menjadi bugar seperti semula,” kata Djoko belum lama ini.

    Pasal 90 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyebutkan setiap perusahaan angkutan umum wajib mematuhi dan memberlakukan ketentuan mengenai waktu kerja, waktu istirahat, dan pergantian pengemudi kendaraan bermotor umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Mengemudikan bus memang bukan perkara mudah. Pun kecelakaan maut yang melibatkan bus terus berulang. Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Instruktur & Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu memprediksi, kejadian semacam ini akan terus terulang kalau penyebab tidak langsungnya belum teratasi. Khususnya kalau bicara soal rekrutmen sopir bus.

    Menurut Jusri, kebanyakan sopir bus ataupun truk adalah sopir yang ‘naik kelas’ dari kernet. sopir itu hanya berangkat dari pengalaman, bukan pengetahuan.

    Jusri mengatakan, kalau sistem rekrutmen sopir sudah salah, maka akan melahirkan driver yang tidak berkualitas. Tak cuma rekrutmen, juga harus ada pengembangan dan pelatihan untuk sopir-sopir truk.

    “Kalau rekrutmen benar tapi tidak ada development, training, pendidikan dan lain-lain, otomatis kualitas driver kacau juga. Belum lagi sistem perawatan (kendaraan), perusahaan berpikir komponen masih bisa dipakai meski sudah diajukan permohonan untuk diganti. Mereka tidak berpikir pasca kecelakaan cost-nya berapa kali. Karena kesadaran keselamatan masih menjadi kelemahan masyarakat Indonesia,” ujar Jusri beberapa waktu lalu.

    (dry/din)