Category: Detik.com Otomotif

  • Motor Banyak Dibutuhkan Orang Indonesia, Ini Buktinya

    Motor Banyak Dibutuhkan Orang Indonesia, Ini Buktinya

    Jakarta

    Setelah lima tahun tertatih-tatih di bawah level 6 juta unit, pasar sepeda motor Indonesia akhirnya kembali “pecah telur”. Sepanjang tahun 2025, industri roda dua tanah air sukses mencatatkan performa impresif dengan total penjualan menembus angka 6,4 juta unit. Apa faktornya?

    Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sempat memproyeksikan penjualan sepeda motor domestik akan berada di kisaran angka 6,4 juta unit hingga 6,7 juta unit, dan akhirnya tahun 2025 ini ditutup di angka 6.412.769 unit.

    “Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik di angka 535.000. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif dipakai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun untuk leisure dan gaya hidup masyarakat kita. Kami berharap pertumbuhan ini akan berlanjut tahun ini sehingga industri sepeda motor dapat terus berkontribusi menggerakkan ekonomi tahun ini,” ujar Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala dalam keterangannya dikutip Jumat (9/1/2026).

    AISI mengungkap motor skutik masih mendominasi permintaan sepeda motor baru di pasar domestik pada tahun lalu dengan kontribusi 91,7%. Sisanya 4,46% berasal dari jenis motor underbone, 3,51% tipe sport dan kontribusi sepeda motor listrik masih di bawah 1%.

    Sigit mengungkapkan dukungan industri pembiayaan juga memiliki peran penting terhadap stabilitas pasar sepeda motor tahun lalu. Dengan pendanaan yang relatif kuat dan sehat, masyarakat berkesempatan untuk mendapatkan kemudahan saat ingin membeli sepeda motor.

    Kontribusi pembelian secara kredit yang mencapai sekitar 65% menempatkan industri pembiayaan sebagai support system yang berperan penting dalam menjaga laju pertumbuhan permintaan pasar di tahun lalu.

    Menariknya ada fenomena ekonomi subtitusi. Sederhananya, ketika dompet sedang cekak, orang tidak berhenti bergerak, melainkan mencari alternatif yang paling masuk akal.

    “Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli terutama di masyarakat ekonomi menengah dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif mereka. Ini juga membuat market tahun lalu tetap tumbuh meski tidak besar,” kata dia.

    Selain pergeseran daya beli, pertumbuhan signifikan di luar Pulau Jawa menjadi kunci sukses tahun 2025. Saat industri di Jawa sedang goyah dan banyak merumahkan karyawan, hasil komoditas yang positif di luar Jawa justru menjadi penyeimbang.

    Geliat pasar juga didorong oleh kehadiran produk-produk baru serta suksesnya gelaran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 di ICE BSD. Tercatat 103.789 pengunjung hadir dengan lebih dari 1.500 unit sepeda motor terjual dan nilai transaksi yang tercatat sebesar Rp 70 miliar.

    Pameran tersebut berhasil menyedot lebih dari 100 ribu pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp70 miliar hanya dalam waktu lima hari.

    Tak hanya jago kandang, motor buatan Indonesia juga laris manis di luar negeri. Sepanjang 2025, anggota AISI sukses mengekspor:

    CBU (Utuh): 544.133 unitCKD (Terurai): 8.139.894 setSuku Cadang (Part): 138.455.487 unit

    (riar/dry)

  • Honda Luncurkan Motor Listrik Baru, Harga Rp 71 Jutaan

    Honda Luncurkan Motor Listrik Baru, Harga Rp 71 Jutaan

    Jakarta

    Produsen roda dua asal Jepang, Honda, resmi meluncurkan motor listrik Honda UC3 untuk konsumen di Thailand. Peluncuran tersebut berstatus sebagai world premiere atau pertama di dunia!

    Disitat dari laman resmi Honda Global dan Greatbiker, Jumat (9/1), Honda UC3 punya tampilan yang benar-benar unik dan berbeda dibandingkan motor listrik pada umumnya. Kendaraan itu berdimensi gambot dengan bagian muka yang dibuat agak ‘pesek’.

    Area depannya mengingatkan kita dengan Honda PCX 160, namun permukaan wajahnya dibuat lebih datar dengan lampu yang mengotak. Sementara bagian belakangnya mirip skutik-skutik murah buatan India dengan ekor yang meruncing tajam.

    Honda UC3 Foto: Doc. Greatbiker

    Secara umum, produsen memadukan nuansa retro dan modern di Honda UC3. Konsumen di Indonesia mungkin butuh sedikit waktu untuk benar-benar bisa suka dan menerima desain dengan konsep ‘Intelligent Urban Life Partner’ tersebut.

    Honda UC3 dibekali motor listrik dengan tenaga 6.0 kw dan torsi 22 Nm. Pembekalan tersebut membuat motor mampu melesat hingga kecepatan 80 km/jam. Meski cenderung pelan, namun angka itu dianggap sudah cukup untuk penggunaan harian di wilayah perkotaan.

    Baterainya menggunakan LFP dengan standar UNR136 dan IP67. Motor tersebut memerlukan waktu sembilan jam untuk mengecasnya dari nol ke 100 persen. Namun, dengan fitur fast charging, waktu tunggunya lebih cepat 50 persen. Nah, dalam kondisi penuh, kendaraan bisa melaju sejauh 122 km (versi WMTC).

    Honda UC3 Foto: Doc. Greatbiker

    Fiturnya cukup lengkap, ada panel instrumen TFT dengan layar 5 inch, Honda RoadSync system, reverse assist untuk mundur, smart key system, soket pengisian daya ponsel, U-Box, pencahayaan full LED dan masih banyak lagi.

    Di Thailand, Honda UC3 tersedia dalam tiga pilihan warna, yakni putih, emas dan hitam. Sedangkan harganya 132.600 baht atau sekira Rp 71 jutaan.

    (sfn/dry)

  • Penjualan Mobil di Indonesia Tahun 2025 Tembus 830 Ribu Unit!

    Penjualan Mobil di Indonesia Tahun 2025 Tembus 830 Ribu Unit!

    Jakarta

    Industri otomotif Indonesia melampaui target penjualan tahun 2025. Sempat dibayangi ketidakpastian, pasar roda empat tanah air justru berhasil “gas pol” di pengujung tahun.

    Berdasarkan data wholesales Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), penjualan mobil sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 803.687 unit. Angka tersebut turun 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

    Meski turun dibanding tahun lalu, penjualan mobil di Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai target. Salah satunya berkat performa Desember yang naik 26,9 persen dari bulan sebelumnya.

    Tak hanya di level wholesales, performa di level retail sales (penjualan langsung ke konsumen) juga tak kalah kinclong. Sepanjang 2025, sebanyak 833.692 unit mobil berpindah tangan ke garasi konsumen. Angka tersebut masih minus 7,2 persen secara tahunan (year-on-year).

    Seperti disinggung sebelumnya, lonjakan paling dramatis terjadi tepat di garis finis. Pada bulan Desember 2025, gairah belanja masyarakat meledak dengan angka penjualan mencapai 94.100 unit atau tumbuh 26,9 persen dibanding bulan sebelumnya untuk wholesales. Sementara itu, retail sales tembus 93.833 unit.

    Biasanya bulan Desember selalu terjadi kenaikan penjualan. Tradisi promo akhir tahun dan antusiasme masyarakat menyambut libur panjang tampaknya menjadi bahan bakar utama yang membuat penjualan Desember terbang tinggi.

    Dengan hasil ini, target Gaikindo sebesar 780 ribu unit resmi tercapai. Namun, untuk proyeksi tahun 2026, pihak Gaikindo masih melakukan penggodokan dan belum mau terburu-buru merilis angka ke publik.

    “Masih akan dibahas dengan anggota,” kata Jongkie D Sugiarto selaku Ketua I Gaikindo kepada detikOto, Jumat (9/1/2026).

    Penjualan Mobil di Indonesia Tahun 2025

    Berikut ini data penjualan mobil sepanjang Januari-Desember 2025:

    Wholesales

    Januari: 62.084 unit
    Februari: 72.356 unit
    Maret: 71.099 unit
    April: 52.108 unit
    Mei: 60.697 unit
    Juni: 58.363 unit
    Juli: 60.837 unit
    Agustus: 61.771 unit
    September: 62.090 unit
    Oktober: 74.051 unit
    November: 74.131 unit
    Desember: 94.100 unit

    Total: 803.687 unit

    Retail sales

    Januari: 64.076 unit
    Februari: 69.925 unit
    Maret: 76.765 unit
    April: 58.174 unit
    Mei: 61.546 unit
    Juni: 62.292 unit
    Juli: 62.899 unit
    Agustus: 66.494 unit
    September: 63.766 unit
    Oktober: 74.585 unit
    November: 79.348 unit
    Desember: 93.833 unit

    Total: 833.702 unit

    (riar/dry)

  • Segini Harga Toyota Fortuner 2.4 L Bekas

    Segini Harga Toyota Fortuner 2.4 L Bekas

    Jakarta

    Toyota Fortuner 2.4 L baru dibanderol mulai Rp 580 jutaan. Berapa harga bekasnya?

    Toyota Fortuner yang dijual di Indonesia punya tiga opsi mesin. Paling murah mengusung mesin 2.4 L dengan harga baru Rp 580 jutaan hingga Rp 600,2 juta. Kalau harga barunya tembus Rp 600 jutaan, berapa ya harga bekasnya? Mengutip laman jual mobil bekas online, Fortuner 2.4 L berusia lima tahun rata-rata ditawarkan dengan harga Rp 350 juta ke atas. Itu artinya dalam lima tahun, penurunan harganya nyaris separuh dari model barunya.

    Harga Fortuner 2.4 L Bekas

    Kebanyakan menawarkan di rentang harga Rp 380-420 jutaan tergantung dari kondisinya. Contohnya Toyota Fortuner lansiran tahun 2020 dengan jarak tempuh nyaris 70 ribu km, ditawarkan dengan harga mulai Rp 389 juta. Ada juga yang menawarkan mulai harga Rp 426 juta untuk Fortuner yang jarak tempuhnya 59 ribu km. Bahkan ada juga yang menawarkan dengan banderol Rp 459 juta. Catatan odometernya sudah mencapai 80 ribu km. Cari yang di bawah Rp 350 juta juga ada. Fortuner berkelir putih lansiran tahun 2020 itu ditawarkan dengan harga Rp 349 juta. Namun jarak tempuhnya sudah cukup jauh yakni sekitar 120 ribu km.

    Sebagai informasi tambahan, dari sisi spesifikasi, Toyota Fortuner 2.4 L mengusung mesin 2GD FTV yang bisa menyemburkan tenaga sebesar 149,6 PS pada 3.400 rpm. Torsi maksimumnya mencapai 40,8 kgm pada rentang rpm 1.600-2.000. Mesinnya dipasangkan dengan transmisi manual 6 percepatan.

    Fiturnya tentu tak selengkap Fortuner 2.8L. Dari sisi fitur, rival utama utama Pajero Sport ini sudah dilengkapi dengan sistem pengereman ABS dengan EBD dan BA. Dari sisi fitur, terdapat hill start assist, emergency brake signal, trailer sway control, traction control, dan vehicle stability control.

    Pajak Toyota Fortuner 2.4 L

    Kalau kamu tertarik, jangan lupa juga menyisihkan uang untuk bayar pajak tahunannya. Berdasarkan hitung-hitungan detikOto, untuk Fortuner 2.4 L keluaran terbaru pajaknya sekitar Rp 9 jutaan per tahun. Perhitungan itu berlaku untuk Fortuner kepemilikan pertama yang dikenai tarif PKB 2 persen. Berikut hitung-hitungannya.

    NJKB Fortuner 2.4 G M/T: Rp 427 juta
    DP PKB: Rp 448,35 juta

    PKB Pokok: DP PKB x Tarif PKB
    = Rp 448,35 juta x 2%
    = Rp 8,967 jutaPajak tahunan: PKB Pokok+ SWDKLLJ
    = Rp 8,967 juta + Rp 143 ribu
    = Rp 9,11 juta

    NJKB Fortuner 2.4 G A/T: Rp 441 juta
    DP PKB: Rp 463,05 juta

    PKB Pokok: DP PKB x Tarif PKB
    = Rp 448,35 juta x 2%
    = Rp 9,267 jutaPajak tahunan: PKB Pokok+ SWDKLLJ
    = Rp 8,967 juta + Rp 143 ribu
    = Rp 9,41 juta

    (dry/din)

  • Wujud Italjet Dragster 459, Motor Sport ‘Berbaju’ Motor Matic

    Wujud Italjet Dragster 459, Motor Sport ‘Berbaju’ Motor Matic

    Wujud Italjet Dragster 459, Motor Sport ‘Berbaju’ Motor Matic

  • Isi Garasi Eks Menag Yaqut Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Ada Mobil Mewah Ini

    Isi Garasi Eks Menag Yaqut Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Ada Mobil Mewah Ini

    Jakarta

    KPK menetapkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024. Bicara otomotif, ini isi garasi Yaqut.

    Menilik laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yaqut memiliki total harta kekayaan Rp 13.749.729.733, serta utang sebesar Rp 800.000.000. Data itu dilaporkan pada 20 Januari 2025/Khusus – Akhir Menjabat.

    Isi Garasi Yaqut

    Dari total harta kekayaan itu, sebesar Rp 9.520.500.000 berbentuk tanah dan bangunan, harta bergerak lainnya Rp 220.754.500, kas dan setara kas Rp 2.598.475.233. Lalu untuk harta berupa alat transportasi dan mesin, nilainya Rp 2.210.000.000. Salah satunya berisi mobil mewah seharga miliaran. Adapun rinciannya sebagai berikut.

    1. Mazda CX-5 tahun 2015, hasil sendiri, Rp 260.000.000

    2. Toyota Alphard tahun 2024, hasil sendiri, Rp 1.950.000.000.

    Diberitakan sebelumnya, mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024. Hal itu disampaikan langsung oleh KPK.

    “Benar, sudah ada penetapan tersangka dalam penyidikan perkara kuota haji,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo, Jumat (9/1/2026), seperti diberitakan detikNews.

    Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. “Iya benar,” ujar Asep saat dimintai konfirmasi soal penetapan tersangka terhadap Yaqut.

    Kasus dugaan korupsi yang diusut KPK ini terkait pembagian tambahan 20 ribu jemaah untuk kuota haji tahun 2024 atau saat Yaqut Cholil Qoumas menjabat Menteri Agama. Kuota tambahan itu didapat Indonesia setelah Presiden RI saat itu, Joko Widodo (Jokowi), melakukan lobi-lobi ke Arab Saudi.

    Kuota tambahan itu ditujukan untuk mengurangi antrean atau masa tunggu jemaah haji reguler Indonesia, yang bisa mencapai 20 tahun, bahkan lebih.

    Sebelum adanya kuota tambahan, Indonesia mendapat kuota haji sebanyak 221 ribu jemaah pada 2024. Setelah ditambah, total kuota haji RI tahun 2024 menjadi 241 ribu. Namun kuota tambahan itu malah dibagi rata, yakni 10 ribu untuk haji reguler dan 10 ribu untuk haji khusus.

    Padahal, UU Haji mengatur kuota haji khusus hanya 8 persen dari total kuota haji Indonesia. Akhirnya Indonesia menggunakan kuota 213.320 untuk jemaah haji reguler dan 27.680 untuk jemaah haji khusus pada 2024.

    KPK menyebut kebijakan era Yaqut itu membuat 8.400 orang jemaah haji reguler yang sudah mengantre lebih dari 14 tahun dan seharusnya bisa berangkat setelah ada kuota tambahan tahun 2024 malah gagal berangkat. KPK pun menyebut ada dugaan awal kerugian negara Rp 1 triliun dalam kasus ini. KPK telah menyita rumah, mobil, hingga uang dolar terkait kasus ini.

    (lua/dry)

  • Bikin Geleng-geleng! Polisi Senior Curi Motor Junior

    Bikin Geleng-geleng! Polisi Senior Curi Motor Junior

    Jakarta

    Kasus pencurian motor biasanya melibatkan oknum kriminal jalanan, namun peristiwa yang terjadi di Markas Komando (Mako) Polres Deli Serdang ini benar-benar membuat publik geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak? Korban dan pelakunya sama-sama berstatus sebagai anggota kepolisian.

    Peristiwa ini terjadi di Mako Polres Deli Serdang. Motor seorang anggota polisi dicuri oleh juga anggota polisi.

    Pelaku berinisial FA merupakan anggota Samapta Polres Deli Serdang. Ia mencuri sepeda motor juniornya di Polres Deli Serdang. Atas perbuatannya, pelaku telah ditangkap dan akan dikenakan sanksi pidana maupun etik.

    Peristiwa ini bermula pada Rabu sore, 31 Desember 2025. Saat itu, sepeda motor milik korban terparkir di halaman Mako Polres Deli Serdang. epeda motor milik anggota polisi inisial AS yang terparkir di halaman Mako Polres Deli Serdang dicuri oleh FA.

    FA membawa kabur kendaraan tersebut dari area markas yang seharusnya menjadi tempat paling aman.
    Sadar kendaraannya raib, korban AS tidak tinggal diam. Ia segera membuat laporan resmi ke Satreskrim Polres Deli Serdang.

    Kasat Reskrim Polres Deli Serdang Kompol Risqi Akbar membenarkan kejadian pencurian yang dilakukan oleh anggota Samapta Polres Deli Serdang tersebut.

    “Kalau pencurian memang benar, karena ada laporan polisi. Anggota mencuri kendaraan milik anggota,” ucapnya saat dikonfirmasi detikSumut melalui sambungan telepon seluler, Jumat (9/1/2026).

    Saat ini, terduga pelaku telah ditangkap dan dilakukan penahanan oleh Polres Deli Serdang.

    “Pelakunya sudah kami tangkap dan sudah dilakukan penahanan,” ujarnya.

    Dalam kasus ini, pihak kepolisian akan memproses perkara tersebut secara serius hingga tuntas sesuai hukum yang berlaku.

    “Diproses tindak pidana maupun kode etiknya,” pungkasnya.

    (riar/dry)

  • Pilihan Mobil Penggerak Roda Belakang Harga Rp 200 Jutaan

    Pilihan Mobil Penggerak Roda Belakang Harga Rp 200 Jutaan

    Jakarta

    Berikut ini deretan mobil dengan sistem penggerak roda belakang dengan harga Rp 200 jutaan.

    Sistem penggerak mobil berbeda-beda tergantung dari kebutuhannya. Kalau kamu cari mobil dengan penggerak roda belakang dengan harga Rp 200 jutaan, tenang masih ada beberapa pilihannya.

    Mobil Rp 200 Jutaan dengan Sistem Penggerak Roda Belakang

    Di segmen Low MPV misalnya, satu-satunya model dengan sistem penggerak roda belakang ada Wuling Confero. Sistem penggerak pada Wuling Confero itu dipadukan dengan mesin 4 silinder DOHC berkapasitas 1.485 cc yang mampu menyemburkan tenaga 98 daya kuda dan torsi maksimal 135 Nm.

    Selain Confero, mobil penggerak roda belakang seharga Rp 200 jutaan juga ada pada model Daihatsu Terios dan Toyota Rush. Terios setidaknya punya lima varian yang dibanderol Rp 245,55 juta hingga Rp 288,95 juta. Kembarannya, Toyota Rush juga punya dua varian dengan kisaran harga Rp 288,5 juta dan Rp 299,5 juta.

    Sistem penggerak roda belakang pada Rush dan Terios itu dipadukan dengan mesin 2NR-VE berkapasitas 1.496 cc. Mesin itu bisa menyemburkan tenaga 104 PS pada 6.000 rpm dan torsi 13.9 kgm pada 4.200 rpm.

    Kelebihan Mobil dengan Penggerak Roda Belakang

    Itu tadi pilihan mobil penggerak roda belakang dengan budget Rp 200 jutaan. Sistem penggerak roda belakang punya kelebihan tersendiri. Dengan sistem penggerak di belakang itu artinya tenaga mobil disalurkan melalui dua roda di belakang. Dikutip laman Daihatsu Indonesia, mobil dengan penggerak roda belakang menggunakan gardan sebagai penghubung transmisi mobil dengan mesin mobil.

    Dengan demikian, beban kerja roda akan dibagi sesuai fungsinya. Roda depan akan digunakan sebagai kemudi sedangkan roda belakang menjadi penggerak mobil. Hal itu membuat sejumlah komponen lebih panjang umur. Komponen yang dimaksud berupa ban, ball joint, penggerak, dan juga kemudi.

    Tak cuma itu, mobil dengan penggerak roda depan juga memudahkan mobil melibas di tanjakan. Soalnya sistem dorong jadi lebih kuat di bagian belakang. Terakhir, kemudi mobil jadi lebih seimbang. Hal tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh pembagian beban kerja roda depan dan belakang yang seimbang.

    (dry/din)

  • Penjualan Motor di RI Tahun 2025 Naik, Tembus 6,4 Juta Unit

    Penjualan Motor di RI Tahun 2025 Naik, Tembus 6,4 Juta Unit

    Jakarta

    Penjualan sepeda motor di Indonesia mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Menariknya, tahun 2025 jadi rekor tertinggi sejak lima tahun terakhir.

    Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor nasional mencapai 6.412.769 unit.

    Capaian ini melanjutkan tren positif pasar roda dua sejak pandemi. Jika ditarik ke belakang, penjualan motor sempat terpuruk pada 2020 dengan total 3.660.616 unit. Memasuki 2021, pasar mulai bangkit dengan penjualan 5.057.516 unit, lalu naik lagi menjadi 5.221.470 unit pada 2022.

    Momentum pertumbuhan sepeda motor semakin terasa pada 2023 ketika penjualan motor menembus 6.236.992 unit. Tren positif itu berlanjut di 2024 dengan total 6.333.310 unit, sebelum akhirnya mencetak rekor baru pada 2025.

    Dengan angka 6,41 juta unit, penjualan motor tahun ini tidak hanya melampaui capaian 2024, tetapi juga menjadi yang tertinggi sejak 2020.

    Di sisi lain, penjualan motor ada kenaikan sebesar 1,25 persen. Meskipun angka persentasenya terlihat kecil, namun secara volume, tambahan hampir 80 ribu unit di tengah isu penurunan daya beli kelas menengah adalah pencapaian yang signifikan bagi industri otomotif.

    Angka ini juga mengonfirmasi bahwa target AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) untuk tahun 2025 yang dipatok minimal di angka 6,4 juta unit telah berhasil tercapai.

    Kenaikan tersebut menunjukkan daya beli masyarakat terhadap kendaraan roda dua masih kuat, terutama untuk kebutuhan mobilitas harian dan aktivitas ekonomi.

    Sepeda motor masih menjadi tulang punggung transportasi masyarakat Indonesia, baik di perkotaan maupun daerah. Selain faktor kebutuhan, ketersediaan model baru, kemudahan pembiayaan, serta jaringan penjualan yang luas turut menopang kinerja pasar roda dua sepanjang 2025.

    Jika dilihat data bulanan 2025, penjualan tertinggi itu terjadi pada Oktober dengan torehan 590.362 unit. Setelahnya penjualan turun: 523.591 unit (Oktober) dan 461.925 unit (Desember).

    Data penjualan sepeda motor dalam 6 tahun terakhir

    2020: 3.660.616
    2021: 5.057.516
    2022: 5.221.470
    2023: 6.236.992
    2024: 6.333.310
    2025: 6.412.769

    (riar/dry)

  • Hitung-hitungan Pajak Toyota Veloz Hybrid

    Hitung-hitungan Pajak Toyota Veloz Hybrid

    Jakarta

    Toyota Veloz Hybrid meluncur 1,5 bulan lalu dengan harga pre-book mulai Rp 299 juta. Kira-kira pajak tahunannya berapa ya? Simak hitung-hitungannya berikut.

    Jajaran mobil ramah lingkungan Toyota ketambahan satu model dengan peluncuran Veloz Hybrid. Lebih spesialnya lagi, Veloz Hybrid itu menjalani debut globalnya di Indonesia pada gelaran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) November 2025. Toyota juga sudah membuka pemesanan Veloz Hybrid dengan harga spesial. Veloz Hybrid itu bisa dimiliki dengan harga pre-book mulai Rp 299 juta hingga Rp 390 juta hingga 31 Januari 2026. Dengan harga mulai di bawah Rp 300 juta, Veloz Hybrid menjadi mobil hybrid termurah di keluarga Toyota.

    Hitungan Pajak Toyota Veloz Hybrid

    Menjadi mobil hybrid termurah Toyota, lantas berapa pajak tahunannya ya? Nilai jual Veloz Hybrid tak secara gamblang tercantum dalam Permendagri no.7 tahun 2025 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat tahun 2025. Diduga, Veloz Hybrid itu tercantum dengan kode W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT dan W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT TSS. Nilai jualnya masing-masing Rp 271 juta dan Rp 291 juta.

    Kemudian diketahui juga besar dari DP PKB yang digunakan untuk menghitung pajak tahunan setiap kendaraan. Untuk versi CVT tanpa TSS, DP PKB-nya sebesar Rp 284,55 juta. Kemudian versi CVT TSS DP PKB-nya senilai Rp 305,55 juta. Dengan demikian, hitungan pajak tahunannya sebagai berikut. Sebagai catatan, hitungan pajak berikut menggunakan tarif yang berlaku di Jakarta untuk kendaraan kepemilikan pertama. Tarifnya sebesar dua persen.

    Pajak Veloz Hybrid W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT

    PKB Pokok: DP PKB x Tarif PKB
    = Rp 284,55 juta x 2%
    = Rp 5,691 jutaPajak tahunan: PKB Pokok + SWDKLLJ
    = Rp 5,691 juta + 143 ribu
    = Rp 5,834 juta

    Pajak Veloz Hybrid W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT TSS

    PKB Pokok: DP PKB x Tarif PKB
    = Rp 305,55 juta x 2%
    = Rp 6,111 jutaPajak tahunan: PKB Pokok + SWDKLLJ
    = Rp 6,111 juta + 143 ribu
    = Rp 6,254 juta

    Itu tadi estimasi pajak Veloz Hybrid. Besar pajak bisa jadi berbeda di wilayah lain. Adapun dari hitungan tersebut, merujuk pada Veloz Hybrid varian tertinggi. Untuk varian terendah, pajaknya bisa jadi berbeda. Sebagai informasi tambahan, Veloz Hybrid hadir dalam empat varian yaitu V HEV, Q HEV, Q HEV with Modellista, dan Q HEV TSS with Modellista.

    Meluncurnya Veloz Hybrid di Indonesia menjadi jawaban dari Toyota untuk masyarakat yang menginginkan mobil hybrid lebih terjangkau. Sebelum ada Veloz Hybrid, mobil hybrid paling terjangkau Toyota adalah Yaris Cross Hybrid yang dijual mulai Rp 437,2 juta. Itu adalah model Yaris Cross 1.5 S HV CVT TSS.

    (dry/din)