Category: Detik.com Otomotif

  • Industri Otomotif Masih Butuh Insentif, Harus Adil

    Industri Otomotif Masih Butuh Insentif, Harus Adil

    Jakarta

    Industri otomotif dalam negeri masih butuh insentif tahun depan di tengah penjualan yang masih lesu. Adanya insentif dipercaya bisa kembali meningkatkan penjualan mobil.

    Sektor otomotif dalam negeri masih sangat membutuhkan keberadaan insentif. Khususnya kalau bicara mobil nonlistrik yang juga tengah berdarah-darah mengalami penurunan penjualan. Adapun keberadaan insentif sudah terbukti mendongkrak penjualan mobil yang tengah lesu. Contohnya pada saat pandemi Covid-19, penjualan mobil sempat menyentuh angka satu juta unit.

    Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily menyebut bahwa pengalaman masa lalu menunjukkan insentif mampu menjadi katalis penting bagi pemulihan pasar. Misalnya pada pemberian relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dengan persyaratan tertentu pada 2021, kala itu penjualan mobil naik 66,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Kondisi saat ini memiliki kemiripan, ketika permintaan belum sepenuhnya pulih dan produksi dalam negeri perlu dijaga. Menurutnya, intervensi yang tepat dapat memperkuat ekosistem industri dari hulu hingga hilir.

    “Secara historis, insentif fiskal menjadi salah satu kebijakan yang krusial dikeluarkan untuk menstimulasi pertumbuhan market. Salah satunya adalah insentif PPnBM tahun 2021 lalu yang berhasil berkontribusi besar dalam proses recovery pasar setelah terdampak COVID-19. Berkaca pada kondisi saat ini, market masih belum mengalami pertumbuhan positif sepanjang tahun. Rasanya intervensi stakeholder masih sangat dibutuhkan untuk mendorong produksi dalam negeri, dengan tujuan membangun industri otomotif secara komprehensif dari hulu ke hilir,” ujar Ernando dalam siaran pers yang diterima detikOto.

    Lebih jauh, Ernando juga menyinggung pentingnya evaluasi terhadap arah kebijakan insentif yang saat ini sudah berjalan. Ia menilai fokus insentif tidak cukup hanya mendorong penjualan jangka pendek, tetapi juga harus memperkuat fondasi industri. Keseimbangan antara pertumbuhan permintaan dan keberlanjutan industri menjadi poin yang ditekankan.

    “Kebijakan insentif terutama pada model elektrifikasi yang ada saat ini tentu perlu kita evaluasi bersama ya, terkait bagaimana dampaknya pada market secara keseluruhan. Lebih dari itu, kebijakan yang diluncurkan baiknya tidak hanya berdampak positif pada market tetapi juga industri otomotif secara keseluruhan. Sehingga pertumbuhan demand masyarakat bisa sejalan dengan pertumbuhan industri nasional,” kata Ernando.

    Honda juga punya pandangan serupa. Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy memandang insentif sebagai salah satu faktor yang dapat membantu konsumen dalam mengambil keputusan pembelian, terutama ketika pasar sedang melemah. Namun, Honda mengingatkan bahwa capaian penjualan besar tetap dipengaruhi banyak variabel lain.

    “Honda melihat insentif sebagai salah satu faktor yang dapat mendorong permintaan dan mempermudah keputusan pembelian kendaraan. Namun pencapaian volume hingga 1 juta unit tetap perlu dikaji lebih lanjut karena dipengaruhi kondisi ekonomi dan daya beli. Insentif pemerintah dapat membantu menjaga momentum industri saat pasar melemah. Ke depan, kami yakin pemerintah memiliki kebijakan dan pertimbangan tersendiri dalam menentukan arah dan bentuk insentif yang paling tepat bagi industri otomotif nasional,” kata Billy.

    Billy menambahkan, pelaku industri pada dasarnya menaruh harapan pada arah kebijakan pemerintah ke depan. Menurutnya, pemerintah memiliki pertimbangan menyeluruh dalam merumuskan insentif agar sejalan dengan tujuan jangka panjang. Dukungan terhadap industri dan ekonomi berkelanjutan menjadi ekspektasi utama.

    “Apa pun bentuk insentifnya, kami yakin pemerintah memiliki kebijakan yang mendukung industri dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, dan apa pun bentuk insentifnya kami yakin pemerintah memiliki kebijakan yang baik dan adil atau ‘fair’ untuk semua teknologi kendaraan yang mendukung industri dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Billy.

    Bukan hanya pabrikan Jepang, namun brand China yang sudah merakit kendaraannya di Indonesia juga ikut terdampak dari kehadiran insentif. Salah satunya Jetour yang sudah merakit mobilnya di dalam negeri. Jetour menilai insentif yang langsung menyasar konsumen akan memberikan efek cepat terhadap penjualan. Dampak tersebut dinilai bisa dirasakan langsung di pasar, terutama dalam kondisi daya beli yang masih berhati-hati. Meski demikian, Jetour menegaskan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah secara umum.

    “Ya, pasti kalau insentif yang impact-nya direct ke konsumen, itu akan ada impact juga ke penjualan secara langsung. Tapi secara general Jetour mendukung gerakan pemerintah terutama yang terkait industri ya,” kata Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah.

    Ranggy juga menyinggung isu mobil nasional yang belakangan kembali mengemuka. Ia menyebut pembahasan tersebut masih terus dipantau, baik dari sisi kebijakan pemerintah maupun dampaknya ke pasar. Jetour sendiri masih melakukan diskusi internal sambil melihat perkembangan yang ada.

    “Soal mobil nasional Ya itu masih dalam ongoing discussion sebetulnya dari sisi pemerintah juga. Jadi kita masih terus monitor, baik itu impact-nya maupun movement-nya Jetour itu kita masih internally discuss,” ujar Ranggy.

    (dry/rgr)

  • TNI AL Resmi Terima Kapal Perang Kedua Buatan Fincantieri Italia

    TNI AL Resmi Terima Kapal Perang Kedua Buatan Fincantieri Italia

    Jakarta

    TNI AL resmi menerima kapal perang kedua buatan perusahaan Fincantieri asal Italia. Dinamakan KRI Prabu Siliwangi-321, kapal perang ini merupakan kembaran dari KRI Brawijaya-320 yang sudah duluan tiba di Indonesia.

    Seperti dilihat di unggahan akun X @Fincantieri, 22 Desember, upacara serah terima kapal MPCS (Multipurpose Combat Ship) KRI Prabu Siliwangi-321 ini kepada Angkatan Laut Indonesia diadakan di galangan kapal Fincantieri di Muggiano.

    Upacara tersebut dihadiri Kepala Angkatan Laut Indonesia Laksamana Muhammad Ali, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Italia Junimart Girsang, CEO Fincantieri Pierroberto Folgiero, Manajer Umum Divisi Kapal Angkatan Laut Fincantieri Eugenio Santagata, dan Kepala Angkatan Laut Italia Laksamana Giuseppe Berutti Bergotto.

    “Dengan panjang keseluruhan 143 meter, kelas kapal yang sangat serbaguna ini dirancang untuk melakukan berbagai misi, termasuk operasi tempur garis depan dan patroli maritim, termasuk penyelamatan, dan kegiatan perlindungan sipil. Kapal ini merupakan elemen strategis buat stabilitas kawasan Asia dan perlindungan kepentingan nasional Indonesia,” tulis Fincantieri.

    “Pengiriman unit ini menyusul pengiriman kapal sejenisnya, KRI Brawijaya-320, pada Juli 2025 lalu, melengkapi pasokan dua kapal yang dibangun oleh grup kami yang akan membentuk unit tempur terbesar Angkatan Laut Indonesia, serta unit yang paling canggih secara teknologi di Indo-Pasifik. Hal ini juga semakin memperkuat kemitraan kami dengan Kementerian Pertahanan Indonesia, menegaskan komitmen kami terhadap masa depan yang lebih aman dan laut yang lebih aman,” sambungnya.

    Karena kembar, kemungkinan besar spek yang diusung KRI Prabu Siliwangi-321 sama persis dengan KRI Brawijaya-320. Kapal perang ini mempunyai kemampuan peperangan empat dimensi: anti-udara, anti-kapal permukaan, anti-kapal selam, dan peperangan elektronika. Kecepatannya mencapai 32 knot.

    Kapal ini juga dipersenjatai dengan sistem rudal permukaan ke udara (Surface to Air Missile /SAM) Aster 15 beserta peluncur vertical DCNS Sylver A43. Sistem rudal SAM Aster 15 ini dapat dipasang pada berbagai jenis kapal perang, seperti frigate, destroyer, atau kapal induk.

    Selain itu, juga ada meriam 127 mm Vulcano, meriam 76 mm Strales, meriam ringan 25 mm yang dilengkapi Fire-Control Radar (FCR) RTN 10X system Dardo, Peperangan Elektronika RECM, RESM dan CESM, Tactical Data Link-Y, serta Multifunction Radar Leonardo Kronos.

    The delivery ceremony of the MPCS (Multipurpose Combat Ship) KRI PRABU SILIWANGI-321 vessel to the Indonesian Navy was held today at our Muggiano shipyard. To underscore the strong defense collaboration between the two nations, the ceremony was attended by the Chief of the… pic.twitter.com/UOJynfGCws

    — Fincantieri (@Fincantieri) December 22, 2025

    (lua/rgr)

  • BBM Shell Mulai Langka Lagi, Ini SPBU yang Masih Jual Shell Super

    BBM Shell Mulai Langka Lagi, Ini SPBU yang Masih Jual Shell Super

    Jakarta

    Stok bensin Shell mulai langka lagi. Di Bekasi stoknya kosong. Berikut ini daftar SPBU Shell yang masih tersedia bensin Super.

    Belum genap sebulan setelah tersedia lagi, stok BBM Shell kini mulai langka. Di beberapa SPBU sudah kehabisan stok. Dalam pantauan detikOto, di Bekasi ada dua SPBU yang sebelumnya tersedia bensin Super kini sudah tak ada lagi. Kalau merujuk pada laman Shell Indonesia per 23 Desember 2025, di Bekasi stok bensin Super ternyata memang sudah kosong.

    Di wilayah Jawa Barat, bensin Shell Super itu hanya tersedia di Bogor, Bandung, Cirebon, dan Karawang. Sedangkan di wilayah Jakarta dan Banten, masih cukup banyak SPBU yang menjual bensin Super. Namun di Jakarta Pusat juga sudah tak ada lagi stonya. Lengkapnya, berikut ini daftar SPBU Shell yang masih tersedia bensin Super.

    Daftar SPBU Shell yang Menyediakan Shell SuperJakarta

    Jakarta Barat

    Shell Arjuna Utara-1Shell Meruya Utara-1Shell Peta Selatan-1Shell Puri-1Shell West JORR-2

    Jakarta Selatan

    Shell Antasari-1Shell Ciputat Raya-1Shell Fatmawati-1Shell Kemang Raya-1Shell Radio Dalam-1Shell Soepomo-1Shell TB Simatupang-1Shell Tj Barat

    Jakarta Timur

    Shell Basuki Rahmat-1Shell Bekasi Raya-1Shell JGC-1

    Jakarta Utara

    Shell Kelapa Gading-1Shell PIK-1Shell Pluit Selatan-1Shell Semper-1Banten

    Tangerang

    Shell Bintaro-1Shell BSD-1Shell BSD-3Shell BSD-4Shell Pamulang-1Shell PIK-2

    Cilegon

    Serang

    Jawa Barat

    Bogor

    Shell Cibinong-1Shell Jagorawi Toll KM-21Shell Pajajaran-1Shell Pasir AnginShell Sentul City

    Bandung

    Cirebon

    Karawang

    Itu tadi lokasi SPBU yang menyediakan bensin Shell Super. Informasi ketersediaan diperbarui secara berkala dan dapat terus bergerak. Kamu bisa mengecek langsung di laman Shell Indonesia.

    Bensin Shell sebelumnya sudah tersedia lagi sejak 7 Desember 2025. Shell sepakat untuk membeli base fuel dari Pertamina Patra Niaga. Pasokan BBM yang dibeli Shell itu sebanyak 100 ribu barel.

    (dry/rgr)

  • Jet Pribadi yang Angkut Panglima Militer Libya Jatuh di Turki, Begini Speknya

    Jet Pribadi yang Angkut Panglima Militer Libya Jatuh di Turki, Begini Speknya

    Jakarta

    Sebuah jet pribadi yang mengangkut petinggi militer Libya jatuh di wilayah Turki. Kepala Staf Angkatan Darat Libya, Mohammed Ali Ahmed Al-Haddad, tewas dalam insiden itu.

    Pesawat yang membawa Ahmed Al-Haddad ini jatuh pada Selasa (23/12) waktu setempat. Pesawat itu awalnya lepas landas dari Bandara Esenboga, Ankara.

    Dilansir AFP, pesawat jet pribadi dengan tipe Falcon 50 ini awalnya hilang kontak pada Selasa (23/12) malam. Pesawat sedianya menuju Tripoli usai lepas landas dari Ankara.

    “Kontak hilang pada pukul 20.52 waktu setempat dengan jet bisnis tipe Falcon 50, nomor ekor 9H-DFJ, yang berangkat dari bandara Esenboga Ankara menuju Tripoli pada pukul 20.10 waktu setempat,” kata Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X.

    Pesawat yang sudah berusia 37 tahun itu mengeluarkan pemberitahuan pendaratan darurat di dekat Haymana, 74 km dari Ankara. Pihak berwenang lalu menemukan puing-puing pesawat di dekat desa Kesikkavak di distrik Haymana, Ankara.

    Dikutip dari Flightradar, Pesawat Falcon 50 itu dioperasikan oleh Harmony Jets Malta. Pesawat lepas landas dari Ankara pada pukul 17:17:24 UTC, kemudian naik ke ketinggian jelajah 32.475 kaki pada pukul 17.32.

    Mulai pukul 17:33:25, pesawat mengalami penurunan ketinggian yang tajam namun singkat, yang berlangsung selama beberapa detik.

    Berdasarkan data rinci yang diproses oleh Flightradar, pesawat mulai mengirimkan sinyal darurat, squawk 7700 pada pukul 17:33:33. Lalu kehilangan sinyal pukul 17:41:17.

    Spek Singkat Falcon 50

    Dilansir dari situs Globalair, Dassault Falcon 50 dikenal sebagai jet pribadi yang memiliki kemampuan jelajah antarbenua.

    Falcon 50 merupakan pesawat sipil pertama di dunia yang menggunakan desain sayap superkritis, teknologi yang meningkatkan efisiensi pada kecepatan tinggi.

    Selain itu, Falcon 50 juga memiliki jangkauan sekitar 3.057 mil laut, memungkinkan pesawat terbang nonstop selama tujuh jam.

    Salah satu ciri khas dari Falcon 50 ini menggunakan tiga mesin Honeywell TFE731-3-1C. Konfigurasi ini memberikan keamanan dan tenaga lebih untuk penerbangan lintas samudra.

    Secara dimensi, Jet ini punya ukuran tinggi 1,8 meter (5,9 kaki), panjang 7,16 meter (23,5 kaki), dan lebar 1,86 meter (6,1 kaki).

    Pengiriman pertama Falcon 50 dilakukan pada tahun 1980. Produksi Falcon 50 lawas berakhir pada tahun 1996 ketika Falcon 50EX diperkenalkan ke publik.

    Sebanyak 252 unit Dassault Falcon 50 telah dibangun hingga produksinya berakhir pada tahun 1996. Jet ini populer di kalangan pemilik korporat dan individu, serta operator militer dari berbagai negara seperti Bolivia, Bulgaria, Djibouti, Prancis, Mesir, Iran, Italia, Yordania, Maroko, Serbia, dan Venezuela.

    (riar/rgr)

  • Andai Diajak Prabowo Bikin Motor Nasional, Yamaha Mau Nggak?

    Andai Diajak Prabowo Bikin Motor Nasional, Yamaha Mau Nggak?

    Jakarta

    Selain mobil nasional, Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan minatnya memiliki motor nasional atau buatan anak bangsa. Lantas, apakah produsen roda dua ternama seperti Yamaha bersedia jika diajak terlibat dalam proyek besar tersebut?

    Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana mengatakan, bersedia atau tidaknya Yamaha tergantung keputusan manajemen. Sebab, sekalipun berstatus ‘motor nasional’, pertimbangannya tetap ke arah bisnis.

    “Oh, motor nasional? Ya kita lihat dulu sih bagaimana atau ke arah mana ide itu. Pastinya semua itu bagaimana manajemen kan, karena itu point of view-nya kan bisnis ya,” ujar Rifki Maulana saat dimintai keterangan di Senayan, Jakarta Pusat.

    Rifki tak mengungkap, apakah pemerintah telah menjalin komunikasi dengan Yamaha untuk membuat motor nasional bersama-sama. Namun, intinya, produsen asal Jepang itu tetap mempelajari berbagai kemungkinan.

    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya sebelum meluncurkan program Digitalisasi Pembelajaran Untuk Indonesia Cerdas di SMP Negeri 4 Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025). Berdasarkan data Kemendikdasmen per 16 November 2025, Pemerintah telah menyalurkan sebanyak 172.550 interaktif flat panel (IFP) atau papan interaktif digital (PID) ke berbagai sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di Indonesia atau 75 persen dari target keseluruhan 288.865 IFP untuk tahun anggaran 2025 sebagai bagian dari program digitalisasi pembelajaran. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc. Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA

    Diberitakan sebelumnya, Prabowo Subianto menyampaikan mimpinya membuat motor nasional saat berkunjung ke Bekasi, Jawa Barat, bulan lalu. Ketika itu, dia mengaku sudah mempersiapkan segalanya.

    “Kita akan mempunyai mobil buatan Indonesia sendiri, motor buatan Indonesia sendiri, saya sudah siapkan,” ujar Prabowo Subianto saat menyampaikan materi di hadapan siswa dan guru di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Jawa Barat.

    Sayangnya, Prabowo tak mengurai lebih detail mengenai model dan waktu peluncuran kendaraan. Dia juga belum mengungkap bagaimana skema produksinya, apakah benar-benar mandiri atau kerja sama dengan pabrikan lain.

    Kehadiran motor nasional tentu dinantikan banyak pihak. Sebab produk tersebut berpeluang dijual dengan banderol terjangkau. Sehingga, membuka kesempatan masyarakat luas memiliki kendaraan roda dua.

    Selain itu, kehadiran motor nasional dipercaya akan menyerap banyak komponen lokal dan membuka lapangan pekerjaan baru di Indonesia.

    (sfn/rgr)

  • BYD Patut Waspada! Suzuki Siapkan MPV Listrik ‘Pembunuh’ M6

    BYD Patut Waspada! Suzuki Siapkan MPV Listrik ‘Pembunuh’ M6

    Jakarta

    Build Your Dreams (BYD) agaknya patut waspada. Sebab, Suzuki disebut-sebut sedang menyiapkan MPV listrik yang akan menjadi rival sepadan BYD M6. Bagaimana bocorannya dan kapan kendaraan tersebut meluncur?

    Disitat dari Gaadiwaadi, Rabu (24/12), MPV listrik tersebut akan menjadi model EV kedua Suzuki untuk pasar global. Sebelumnya, produsen asal Jepang itu sudah meluncurkan e-Vitara di segmen SUV listrik.

    Sama seperti e-Vitara, MPV listrik Suzuki kemungkinan besar akan dikembangkan dan diproduksi di India. Sebab, pengembangan EV mereka memang dipusatkan di Negeri Hindustan.

    MPV listrik Suzuki dijadwalkan meluncur pertengahan atau akhir tahun depan. Kendaraan tersebut muncul dengan kode produksi YMC.

    Sumber yang sama mengatakan, mobil ramah lingkungan yang dikhususkan untuk keluarga itu menggunakan jantung mekanis yang sama dengan Suzuki e-Vitara. Maka, artinya, kendaraan tersebut menggunakan opsi baterai 49 kwh dan 61 kwh. Khusus untuk kapasitas tertinggi, jarak tempuhnya mencapai 543 km!

    Angka itu sedikit lebih tinggi dibandingkan BYD M6 yang varian tertingginya bisa menempuh jarak 530 km. Meski demikian, secara kapasitas, baterai M6 lebih besar, yakni 71,8 kwh.

    Selain itu, MPV listrik tersebut akan hadir dengan konfigurasi penggerak roda depan, dan motor listriknya diambil dari e-Vitara. Dengan demikian, Suzuki bisa memanfaatkan skala ekonomi, sehingga menurunkan biaya produksi secara keseluruhan.

    Menurut sumber lain, MPV listrik buatan Suzuki akan mulai dijual pada September 2026. Namun, hingga sekarang belum ada tanda-tanda kendaraan tersebut sedang dites atau diuji jalan.

    Sejauh ini, belum ada informasi mengenai fitur dan harga kendaraan tersebut. Namun, melihat bocoran spesifikasinya, MPV listrik garapan Suzuki itu kemungkinan besar akan bermain di pasar yang sama dengan BYD M6.

    (sfn/rgr)

  • Nikmatnya Dicabut Tahun Depan, Harga Deretan Mobil Listrik Ini Bakal Naik?

    Nikmatnya Dicabut Tahun Depan, Harga Deretan Mobil Listrik Ini Bakal Naik?

    Jakarta

    Pemerintah menyatakan tidak akan lagi memberikan insentif untuk kendaraan listrik. Pemerintah mengatakan anggaran insentif itu akan dialihkan untuk pengembangan mobil nasional.

    Baru-baru ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap bahwa insentif yang kini dinikmati sejumlah produsen itu tak bakal berlanjut pada tahun 2026. Kata Airlangga, anggaran yang tadinya diberikan untuk insentif mobil listrik itu bakal dialihkan buat pengembangan mobil nasional.

    “Anggaran insentif mobil listrik mau dialihkan ke mana? Anggarannya tentu kita punya perencanaan mobil nasional (fokus pada mobil nasional-Red), sehingga kita bisa belajar sebetulnya dari VinFast,” kata Airlangga.

    Sebagai informasi, sepanjang tahun 2025 ini sejumlah mobil listrik menikmati berbagai insentif dari pemerintah. Jika insentif itu dicabut, maka kemungkinan besar harga mobil-mobil tersebut akan naik.

    “Tanpa insentif seperti PPNDTP dan bebas bea masuk, harga EV, terutama model CBU yang tidak mulai dirakit dengan TKDN 40 persen bisa naik signifikan, misalnya hingga sekitar 30-40 persen,” kata pengamat otomotif sekaligus akademisi ITB Yannes Pasaribu.

    Untuk tahun 2025, ada sejumlah insentif yang diberikan. Khusus kendaraan listrik, ada dua jenis insentif, yaitu insentif untuk mobil listrik produksi lokal dan insentif untuk mobil listrik impor dengan komitmen produksi lokal mulai 2026.

    Untuk mobil listrik produksi lokal, diberikan insentif berupa pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP). Syaratnya, mobil listrik tersebut harus memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 40 persen. Mereka yang memenuhi syarat hanya akan dikenakan PPN sebesar 2 persen, dari normalnya 12 persen (10 persen ditanggung pemerintah).

    Mobil listrik produksi lokal yang mendapat insentif PPN DTP itu antara lain Chery Omoda E5, Chery J6, Hyundai Ioniq 5, Hyundai Kona EV, Wuling Air EV, Wuling Binguo EV, Wuling Cloud EV, MG 4 EV, MG ZS EV, hingga mobil listrik Neta V-II dan Neta X.

    Selain PPN DTP untuk mobil listrik lokal, Pemerintah juga memberikan karpet merah berupa bea masuk 0 persen kepada sejumlah produsen mobil listrik impor atau CBU. Harusnya kalau normal, mobil yang didatangkan dengan skema importasi CBU akan dikenai tarif bea masuk 50 persen. Tapi berkat insentif, tarif bea masuk dibebaskan.

    Namun, produsen yang ingin mendapatkan fasilitas tersebut, maka harus melakukan komitmen produksi 1:1 dengan spesifikasi minimal sama dengan melampirkan bank garansi sebagai jaminan. Perusahaan juga wajib memproduksi mobil di Indonesia mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027 dengan jumlah setara kuota impor CBU atau 1:1. Tak cuma itu, produsen juga harus menyesuaikan aturan TKDN yang sudah ditetapkan.

    Mobil-mobil impor yang mendapat insentif itu antara lain deretan mobil BYD dan Denza, VinFast, Citroen, AION, Maxus, VW, Xpeng hingga Great Wall Motor. Namun, beberapa di antara mobil listrik impor itu kini sudah diproduksi lokal seperti Citroen, AION, Geely, VinFast, dan Xpeng.

    Jika insentif dicabut tahun 2026, maka kemungkinan besar harga mobil-mobil listrik tersebut akan naik. Kenaikan harga itu bisa membuat penjualan mobil semakin anjlok, yang tahun 2025 ini saja tak mencapai targetnya.

    (rgr/dry)

  • Kijang Innova Reborn Diesel Kepemilikan Kedua, Kena Pajak Segini

    Kijang Innova Reborn Diesel Kepemilikan Kedua, Kena Pajak Segini

    Jakarta

    Pajak Kijang Innova Reborn diesel kepemilikan kedua ternyata nyaris Rp 10 juta. Berikut ini hitung-hitungannya.

    Pajak Kijang Innova Reborn diesel untuk kepemilikan pertama di Jakarta rupanya Rp 6 jutaan. Tapi kalau kepemilikan kedua, pajaknya tentu akan lebih besar karena dikenai tarif yang berbeda. Dalam hitung-hitungan yang dilakukan detikOto, pajak Kijang Innova Reborn diesel yang terdaftar di Jakarta untuk kepemilikan kedua nyaris Rp 10 juta.

    Pajak Kijang Innova Reborn Diesel

    Diketahui untuk kendaraan kepemilikan kedua di Jakarta, dikenai tarif 3 persen. Makanya, pajak tahunannya jadi lebih besar. Berikut ini hitung-hitungan pajak tahunan Kijang Innova Reborn kepemilikan kedua mengacu pada besar Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor (DP PKB) yang tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 7 tahun 2025 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat tahun 2025.

    Pajak Kijang Innova Reborn Diesel M/T Kepemilikan Kedua

    PKB Pokok: DP PKB Innova Reborn Diesel M/T x tarif PKB
    = Rp 326,55 juta x 3%
    = Rp 9.796.500Pajak tahunan: PKB Pokok + SWDKLLJ
    = Rp 9.796.500 + 143 ribu
    = Rp 9.939.500

    Pajak Kijang Innova Reborn Diesel A/T Kepemilikan Kedua

    PKB Pokok: DP PKB Innova Reborn Diesel A/T x tarif PKB
    = Rp 342,3 juta x 3%
    = Rp 10,269 jutaPajak tahunan: PKB Pokok + SWDKLLJ
    = Rp 10,269 juta + 143 ribu
    = Rp 10,412 juta

    Sebagai perbandingan, untuk Innova Reborn Diesel matic dan manual kepemilikan pertama di Jakarta, pajaknya masing-masing Rp 6,989 juta dan Rp 6,674 juta. Paling rendah adalah pajak Innova Reborn diesel manual.

    Sebagai informasi tambahan, menyoal spesifikasi, Kijang Innova Reborn dilengkapi dengan mesin berkode 2GD FTV dengan empat silinder segaris 16 katup DOHC dengan VNT Intercooler. Mesin diesel Innova berkapasitas 2.393 cc. Tenaga maksimalnya mencapai 149 PS pada 3.400 rpm dengan torsi maksimal 342,2 Nm yang tersedia pada rentang 1.200-2.800 rpm.

    (dry/rgr)

  • Bisa Perpanjang SIM Mati Tanpa Bikin Baru, Catat Tanggalnya!

    Bisa Perpanjang SIM Mati Tanpa Bikin Baru, Catat Tanggalnya!

    Jakarta

    SIM mati berbarengan dengan libur Natal bisa diperpanjang pada akhir pekan ini tanpa harus bikin baru. Berikut informasi lengkapnya.

    SIM mati bisa diperpanjang tanpa perlu bikin yang baru. Perpanjangan SIM mati tanpa bikin baru itu bisa dilakukan bila saat masa berlaku SIM kamu habis bertepatan dengan tutupnya layanan perpanjangan.

    Bisa Perpanjang SIM Mati tanpa Bikin Baru

    Seperti misalnya dalam rangka hari libur nasional Hari Raya Natal 25-26 Desember 2025, pelayanan di Satpas maupun gerai SIM keliling diliburkan. Dengan demikian, bagi pemegang SIM yang masa berlakunya habis bertepatan dengan liburnya pelayanan Satpas, bisa melakukan perpanjangan setelahnya tanpa harus bikin baru.

    Mengutip laman Instagram satpasmetrojaya, pelayanan Satpas SIM akan dibuka kembali pada tanggal 27 Desember 2025. Artinya, meski sudah lewat waktu masa berlaku, kamu masih bisa perpanjang SIM dengan mekanisme seperti biasa.

    “Bagi pemegang SIM yang masa berlakunya habis pada tanggal 25 s.d. 26 Desember 2025 dapat melaksanakan perpanjangan SIM pada tanggal 27 Desember 2025 dengan mekanisme ‘Perpanjangan’,” demikian penjelasannya.

    SIM Lewat Sehari Wajib Bikin Baru

    Untuk diketahui, perpanjang SIM memang dilakukan sebelum masa berlakunya habis. Kamu nggak boleh sampai terlewat. Sebab, sekalipun terlewat hanya satu hari, maka sudah pasti harus bikin baru dengan mekanisme yang berbeda dengan perpanjangan SIM. Pastikan kamu mengetahui dengan pasti masa berlaku SIM tersebut. Sebab, masa berlaku SIM kini tak lagi berdasarkan tanggal lahir melainkan berdasarkan tanggal diterbitkan. Kalau kamu ulang tahun Agustus namun membuat SIM sudah dari Juni, berarti masa berlakunya Juni lima tahun ke depan.

    Aturan masa perpanjang SIM ini juga sudah tertulis jelas dalam Peraturan Kepolisian nomor 5 tahun 2021 tentang Penandaan dan Penerbitan SIM pasal 4 ayat 3. Dalam pasal itu ditegaskan SIM wajib diperpanjang sebelum masa berlakunya habis. Kalau lewat, bukan mitos ya kamu harus membuat baru.

    “Dalam hal SIM lewat dari masa berlakunya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) harus diajukan penerbitan baru,” demikian bunyi aturannya.

    (dry/din)

  • Penjualan Motor Listrik Nyungsep Gara-gara Tak Disubsidi

    Penjualan Motor Listrik Nyungsep Gara-gara Tak Disubsidi

    Jakarta

    Penjualan motor listrik tahun 2025 terjun bebas hingga 70%. Sebabnya, pemerintah tak kunjung menurunkan subsidi Rp 7 juta seperti sebelum-sebelumnya. Akibatnya harga motor listrik pun meroket dan tak ada kejelasan soal subsidi, apakah lanjut atau tidak.

    “Dua tahun lalu insentif pembelian kendaraan bermotor listrik roda dua sebesar Rp 7 juta dikeluarkan. Ini memang memberikan dampak sangat positif terhadap penjualan kita ya, khususnya di teman-teman AISMOLI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia),” ungkap Sekjen AISMOLI Hanggoro Ananta dalam Diskusi Publik Insentif Kendaraan Listrik yang digelar oleh Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

    Dikutip berbagai sumber, penjualan motor listrik di Indonesia pada 2023 dan 2024 memang sedang bagus-bagusnya. Tahun 2023, penjualan motor listrik mencapai angka lebih dari 40 ribu unit, kemudian tahun 2024 angkanya melonjak hingga lebih dari 60 ribu unit. Pada tahun 2025, angkanya turun hingga hanya belasan ribu unit.

    “Pada 2025 tak ada insentif, penjualan turun cukup dalam 60% hingga 70%. Jika melihat penetrasinya, persentase penjualan motor listrik terhadap motor bensin itu 1,2-1,3%, Setelah tak ada insentif, drop hingga 0,7-0,8%,” sambung Hanggoro.

    Meski tahun 2025 tak ada insentif, sejumlah produsen motor listrik di Indonesia bisa menyiasatinya dengan sistem sewa baterai yang membuat harga OTR motor listrik terlihat kompetitif. Cara ini salah satunya sudah dilakukan oleh produsen motor listrik asal Kudus, Polytron.

    “Banyak anggota kita yang mencoba untuk melakukan pendekatan-pendekatan secara bisnis, melakukan sebuah formulasi, akhirnya harga produk bisa ditekan. Salah satunya dengan cara mekanisme battery as a service atau baterai sewa gitu ya. Dan ini juga cukup mendongkrak dari sisi sales-nya,” terang Hanggoro.

    (lua/dry)