Category: Detik.com Otomotif

  • Berhenti Sementara, PO Cahaya Trans Bakal Refund Tiket Penumpang

    Berhenti Sementara, PO Cahaya Trans Bakal Refund Tiket Penumpang

    Jakarta

    PO Cahaya Trans mengumumkan pemberhentian operasional untuk sementara waktu menyusul tragedi kecelakaan maut di Tol Semarang. Sebagai gantinya, PO Cahaya Trans akan mengganti tiket (refund) kepada penumpang yang sudah terlanjur melakukan pembelian.

    Dalam pengumumannya di Instagram @buscahayatrans, PO Cahaya Trans menginformasikan jika seluruh operasional dan keberangkatan bus Cahaya Trans Antar Kota Antar Provinsi (reguler) akan dihentikan sementara mulai tanggal 26 Desember 2025 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

    “Keputusan sulit ini kami ambil karena saat ini manajemen berfokus penuh pada penanganan dan penyelesaian musibah kecelakaan, yang menimpa armada kami di Semarang. Kami berkomitmen untuk memberikan perhatian penuh bagi seluruh pihak yang terdampak, serta memastikan proses penyelesaian berjalan dengan sebaik-baiknya,” tulis PO Cahaya Trans dikutip detikOto, Rabu (24/12/2025).

    Diberitakan sebelumnya, bus PO Cahaya Trans berpenumpang 34 orang mengalami kecelakaan di simpang susun exit Tol Krapyak, Semarang. Akibat kecelakaan itu, 16 orang dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi dini hari, tanggal 22 Desember 2025. Bus tersebut memiliki trayek Jatiasih-Yogyakarta dengan nomor polisi B 7201 IV.

    Bus kecelakaan setelah melaju dengan kecepatan tinggi di tol dan menabrak pembatas jalan di tikungan jalur penghubung RAM 3, exit Tol Krapyak. Ketika itu bus dikemudikan oleh sopir cadangan.

    Untuk penumpang yang telah memiliki tiket untuk keberangkatan di atas tanggal 26 Desember 2025 jangan khawatir, sebab PO Cahaya Trans menerima proses pengembalian dana (refund) dengan menghubungi nomor layanan berikut:

    1. WhatsApp Center: 081264678111

    2. Pengurus Wilayah Barat: 085778778428

    3. Pengurus Wilayah Timur: 085328133659

    “Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan dan gangguan rencana perjalanan Bapak/Ibu sekalian. Terima kasih atas pengertian, dukungan, dan kesetiaan yang telah diberikan kepada kami selama ini. Besar harapan kami agar situasi ini segera terselesaikan sehingga kami dapat kembali bangkit dan melayani seluruh penumpang setia Cahaya Trans di masa mendatang dengan lebih baik lagi,” tulis PO Cahaya Trans di Instagram resminya.

    Pernyataan Kementerian Perhubungan

    Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan hasil ramp check PO Cahaya Trans tersebut mengindikasikan bahwa bus tersebut tidak layak jalan. Berdasarkan pengecekan pada aplikasi MitraDarat, kendaraan tersebut tidak terdaftar sebagai angkutan pariwisata maupun Antar Kota Antar Provinsi.

    “Adapun untuk data BLU-e, ditemukan data kendaraan tersebut terakhir melakukan uji berkala pada 3 Juli 2025. Sedangkan hasil ramp check kendaraan yang dilakukan pada tanggal 9 Desember 2025 dinyatakan tidak laik jalan dan dilarang operasional,” kata Aan dalam keterangan di Jakarta, dikutip dari Antara.

    Kata Aan, bus itu melaju kencang dan diduga hilang kendali, sehingga menabrak pembatas jalan dan akhirnya terguling. Hal itu diduga karena kurangnya konsentrasi dari si pengemudi dan tidak paham medan jalan saat menuruni simpang susun krapyak. Akibatnya, lanjut Aan, bus mengalami kerusakan cukup parah pada bagian belakang dan samping akibat benturan keras dengan pembatas jalan.

    Untuk mendalami penyebab kecelakaan tersebut, tambah Aan, saat ini pihaknya telah menerjunkan petugas ke lapangan dan aktif berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Jasa Marga, serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

    (lua/din)

  • Ada Land Cruiser Disita, Isi Garasi Bupati Bekasi Cuma Ada 3 Mobil Ini

    Ada Land Cruiser Disita, Isi Garasi Bupati Bekasi Cuma Ada 3 Mobil Ini

    Jakarta

    Ada Land Cruiser disita KPK saat penggeledahan rumah Bupati Bekasi Ade Kuswara. Padahal kalau lihat isi garasinya, tak ada Land Cruiser terdaftar.

    KPK menyita Land Cruiser berpelat B 77 AAD dari penggeledahan di rumah Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang. Kepemilikan Land Cruiser tersebut juga ditelusuri KPK. Dilansir Antara, KPK menduga mobil itu berkaitan dengan dugaan suap ijon proyek. Budi mengatakan KPK ke depannya akan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang dinilai dapat menjelaskan asal-usul mobil tersebut.

    “Ini masih didalami terkait mobil itu diberikan oleh siapa, dalam rangka apa, dan motifnya untuk apa,” jelas Jubir KPK Budi Prasetyo dilansir Antara.

    Land Cruiser yang disita itu diketahui berpelat B 77 AAD. Ditelusuri di laman Bapenda Jabar, Land Cruiser itu merupakan lansiran tahun 2025 dan terdaftar sebagai kendaraan kedua. Modelnya adalah Land Cruiser 300 GR-S 4×4 A/T.

    Merujuk pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK yang disetor Ade pada 11 Agustus 2025, dia diketahui punya harta sebesar Rp 79.168.051.653 (79 miliaran). Menariknya, harta kekayaan itu banyak juga yang berstatus warisan. Termasuk kalau bicara kendaraan yang tergabung dalam aset alat transportasi dan mesin.

    Total ada tiga mobil yang termasuk dalam aset tersebut dengan status berbeda yakni warisan, hadiah, dan hasil sendiri. Rinciannya sebagai berikut.

    1. Mobil Mitsubishi Pajero Sport 2.4 L Dakar tahun 2021, hadiah, senilai Rp 400 juta
    2. Mobil Jeep Wrangler 3.8 L tahun 2011, warisan, senilai Rp 650 juta
    3. Mobil Ford Mustang 2.3 tahun 2022, hasil sendiri, senilai Rp 1,4 miliar

    Bila ditotal, nilainya mencapai Rp 2,45 miliar. Dari seluruh aset Ade, alat transportasi dan mesin itu nilainya merupakan terbesar kedua. Adapun aset terbesarnya berupa tanah dan bangunan senilai Rp 76,527 miliar. Kebanyakan 31 aset tanah dan bangunan itu berstatus warisan. Hanya dua tanah dan bangunan yang tercatat sebagai milik sendiri. Selanjutnya ada harta bergerak lainnya dengan nilai Rp 43,092 juta. Terakhir harta kekayaan Ade itu berupa kas dan setara kas yang nilainya Rp 147.959.653.

    (dry/din)

  • Kenapa Captain America Malah Pakai Motor Inggris Triumph?

    Kenapa Captain America Malah Pakai Motor Inggris Triumph?

    Jakarta

    Steve Rogers muncul lagi dalam trailer pertama Avengers: Doomsday. Yang tak kalah bikin heboh selain comeback-nya adalah dia ganti motor, dari Harley-Davidson jadi Triumph. Kenapa Capt ganti motor?

    American Pride: Captain America dan Harley-Davidson

    Sejak film pertamanya muncul, Captain America sudah kadung lekat dengan motor Harley-Davidson. Enggak heran, soalnya dua-duanya memang punya aura yang ‘Amerika Banget’.

    Dikutip dari Rideapart dan Hotcars, Captain Amerika sudah naik Harley-Davidson sedari film pertamanya: Captain America: The First Avenger. Ketika itu dia menunggangi Harley-Davidson WLA ‘Liberator’.

    WLA ‘Liberator’ dikembangkan Harley memang untuk keperluan militer. Motor ini diproduksi sebanyak sekitar 70.000 unit pada Perang Dunia II.

    Selanjutnya pada film The Avengers, Steve Rogers nongol lagi menunggangi Harley-Davidson Softail Slim. Tak banyak adegan Captain America mengendarai motor tersebut, namun wujud motor yang ikonik membuat kemunculannya saat itu cukup berkesan.

    Harley-Davidson muncul lagi pada Captain America: The Winter Soldier. Kali ini yang ditunggangi Steve Rogers adalah Harley-Davidson Street 750.

    Kejutan di Doomsday: Captain Amerika Naik Motor Inggris Triumph

    Nah, beberapa hari lalu Marvel merilis trailer perdana film Avengers: Doomsday. Comeback Steve Rogers jelas yang paling bikin heboh. Tapi yang enggak kalah menarik perhatian adalah motor baru yang dia tunggangi: Steve Rogers naik Triumph.

    Triumph merupakan merek legendaris asal Inggris yang sebenarnya telah berdiri sejak 1902 (mengalami kebangkitan merek pada 1983).

    Belum diketahui jelas alasan Steve Rogers ganti motor di kemunculan terbarunya. Tapi motor baru yang dia pakai dapat porsi spotlight yang lumayan besar pada trailer tersebut. Malah, pergerakan kamera terlihat sengaja mengekspose motor itu, termasuk teks Triumph yang tertempel di tanki bahan bakar.

    Triumph punya line up produk yang terbilang komplet. Mereka punya beberapa varian naked sport, roadster, cafe racer, cruiser, muscle cruiser, scrambler, adventure, sampai off road, dan sport.

    Bahkan sejak musim 2019, Triumph menjadi suplier tunggal mesin balapan Moto2. Mereka menyediakan mesin 765cc dengan tenaga puncak mencapai 140PS.

    (din/sfn)

  • Mulai Tahun Depan, SPBU Swasta Wajib Beli Solar dari Pertamina

    Mulai Tahun Depan, SPBU Swasta Wajib Beli Solar dari Pertamina

    Jakarta

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan, SPBU swasta hanya diperbolehkan impor BBM solar hingga Maret 2026. Setelah itu, atau mulai April 2026, mereka harus membeli bahan bakar terkait dari Pertamina.

    Kepastian tersebut disampaikan Laode Sulaeman selaku Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM. Menurutnya, kebijakan itu sejalan dengan telah beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP).

    “Pak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral telah menyampaikan bahwa tahun 2026 kita sudah mencanangkan agar kita tidak lagi impor solar. Iya. RDMP-nya sudah beroperasi, tapi secara operasionalisasinya, nanti RDMP atau Pertamina membutuhkan persiapan tiga bulan,” ujar Laode, dikutip dari detikFinance, Kamis (25/12).

    “Persiapan tiga bulan, setelah itu sudah stok cukup untuk ke seluruhnya termasuk swasta, April semua kita setop,” tambahnya.

    SPBU swasta wajib beli Solar dari Pertamina April 2026 Foto: ANTARA FOTO/FransiscoCarollio

    Laode memastikan, pihaknya sudah mengirim surat ke SPBU swasta untuk segera berkoordinasi dengan Pertamina terkait alokasi solar setelah Maret 2026. Dengan demikian, alokasi tersebut akan tercatat pada Sistem Informasi Neraca Komoditas (SINAS NK).

    “Sudah, kita sudah bikin surat ke swasta. Jadi mereka kita wajibkan untuk segera berkoordinasi dengan Pertamina untuk mendapatkan alokasi dalam negeri,” tuturnya.

    Meski demikian, impor BBM jenis bensin masih diperbolehkan tahun depan. Sebab, menurut Laode, kilang minyak di dalam negeri belum sanggup untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang besar.

    “Ini kan karena kita sudah produksi dalam negeri, ya enggak mungkin dong sudah diproduksi dalam negeri, kalau yang lain masih ada tuh impor bensin? Masih, karena di dalam negeri memang tidak mampu melayani secara keseluruhan,” ungkapnya.

    Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia akan setop impor solar tahun depan. Hal ini seiring dengan rencana akan diresmikannya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan pada Desember 2025.

    Bahlil mengatakan, kilang terbesar itu akan menambah kapasitas produksi sekitar 100 ribu barel per hari untuk solar. Dengan tambahan tersebut, produksi dan konsumsi solar nasional dinilai sudah cukup.

    “Saya juga melaporkan tentang tahun depan, Bapak Presiden, dengan beroperasinya RDMP Balikpapan menambah kurang lebih sekitar 100.000 lebih barel per day untuk solar. Jadi mulai tahun depan Indonesia tidak lagi melakukan impor solar, karena antara konsumsi dan produksi kita sudah cukup,” kata Bahlil.

    (sfn/sfn)

  • Motor Bebek Yamaha Masih Ramai Peminat di RI, Segini Penjualannya

    Motor Bebek Yamaha Masih Ramai Peminat di RI, Segini Penjualannya

    Jakarta

    Bagi Yamaha, motor bebek belum sepenuhnya punah. Bahkan, meski tak terlalu besar, namun kontribusi kendaraan itu terhadap penjualan mereka masih terhitung lumayan. Itulah mengapa, mereka terus memberikan penyegaran di segmen tersebut.

    Rifki Maulana selaku Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengatakan, kontribusi motor bebek memang tak sampai 20 persen dari total penjualan Yamaha di Tanah Air. Namun, kata dia, angkanya stabil dari tahun ke tahun.

    “Angkanya di bawah 20 persen tapi penjualannya cukup stabil, terutama di daerah-daerah seperti Sumatera, Kalimantan, atau luar Pulau Jawa,” ujar Rifki Maulana saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat.

    Yamaha Jupiter Z1 Foto: Dok. Yamaha

    Bukan hanya penjualan secara personal, penjualan secara fleed ke instansi-instansi tertentu juga masih stabil. Hal tersebut membuktikan, motor bebek Yamaha masih diminati konsumen di Indonesia.

    “Ya, sektor fleed salah satu yang menyumbang dari demand yang stabil itu,” ungkapnya.

    Secara umum, penjualan Yamaha di Indonesia masih ditopang motor-motor Maxi, seperti NMax, Aerox dan XMax. Sayangnya, Rifki tak mau mengurai angka atau persentasenya.

    “Main volume-nya sekarang masih Maxi. Angkanya cukup banyak. NMax paling banyak, kedua Aerox dan ketiga XMax. Sekarang NMax masih tulang punggung,” kata dia.

    Dikutip dari laman resminya, Yamaha Indonesia saat ini menjual empat model motor bebek, yakni Yamaha Vega Force, Yamaha Jupiter Z dan Yamaha MX King. Ketiganya masih rutin mendapat penyegaran minor.

    (sfn/din)

  • Insentif Otomotif Bakal Dicabut: Bye-bye Mobil Listrik Murah?

    Insentif Otomotif Bakal Dicabut: Bye-bye Mobil Listrik Murah?

    Jakarta

    Pemerintah berencana mencabut insentif industri otomotif tahun depan. Belum jelas insentif mana yang bakal dihilangkan.

    Yang pasti, pemerintah bilang dana yang sebelumnya dipakai sebagai insentif otomotif bakal digunakan mengembangkan proyek mobil nasional. Rencana ini muncul saat industri otomotif butuh dukungan dari pemerintah. Penjualan mobil masih turun tahun ini, padahal kontribusi sektor otomotif terhadap PDB negara tak bisa dibilang kecil. Belum lagi jika bicara jumlah tenaga kerja yang diserap.

    Penghapusan insentif juga akan membuat harga mobil listrik, hybrid, dan juga LCGC sangat mungkin naik.

    Kalau ini terjadi, pemerintah bukannya menggelontorkan subsidi ke pasar tapi malah seperti menunjuk satu pemenang dan mengarahkan seluruh anggaran ke sana. Mirip MBG enggak, sih?

    (din/sfn)

  • Suzuki Baleno Dites Tabrak, Hasilnya Tak Sesuai Ekspektasi?

    Suzuki Baleno Dites Tabrak, Hasilnya Tak Sesuai Ekspektasi?

    Jakarta

    Suzuki Baleno memang sudah pamit dari pasar Indonesia. Namun model ini masih eksis di pasar global dan baru saja menuntaskan tes tabrak atau crash test.

    Baleno Hatchback yang diproduksi oleh Suzuki Maruti India ini baru saja menuntaskan uji tabrak independen Latin NCAP.

    Latin NCAP menguji Suzuki Baleno dengan spesifikasi yang sudah dilengkapi enam airbag, electronic stability control (ESC), serta fitur keselamatan standar lainnya.

    Dari hasil pengujian tersebut, Baleno memperoleh rating keseluruhan dua bintang, sebuah angka yang terbilang moderat untuk mobil modern di kelasnya.

    Secara lebih rinci, perlindungan terhadap penumpang dewasa tercatat 79 persen, sementara perlindungan anak-anak berada di angka 65 persen.

    Untuk aspek perlindungan pejalan kaki, nilainya lebih rendah yakni 48 persen, sedangkan kategori Safety Assist atau yang mencakup fitur-fitur keselamatan aktif mencapai 58 persen.

    Suzuki Baleno mendapatkan bintang 2 dites tabrak Latin NCAP. Foto: dok. Latin NCAP

    Latin NCAP mencatat struktur bodi Baleno masih dinilai stabil dalam beberapa pengujian benturan. Namun, perlindungan pada area tubuh tertentu seperti dada dan leher pengemudi maupun penumpang dinilai belum optimal pada skenario tabrakan tertentu.

    Inilah yang membuat rating keseluruhan Baleno belum bisa menembus angka yang lebih tinggi.

    Perlu dipahami, sistem penilaian NCAP dirancang untuk memberikan gambaran realistis tentang kemampuan mobil melindungi penghuninya, bukan sekadar memenuhi regulasi minimum.

    Dua bintang menandakan mobil tersebut masih memiliki celah dalam hal keselamatan jika dibandingkan dengan kendaraan yang sudah meraih empat atau lima bintang.

    Menariknya, hasil ini juga menunjukkan bahwa standar keselamatan bisa berbeda tergantung program uji yang digunakan.

    Di India, Baleno pernah diuji dengan protokol berbeda dan mendapatkan hasil yang lebih baik. Hal ini menegaskan bahwa angka rating tidak bisa dilepaskan dari metode pengujian, konfigurasi kendaraan, serta regulasi di masing-masing wilayah.

    Bagi pasar Indonesia, informasi ini tetap relevan meski Baleno sudah discontinue. Pasalnya, unit Baleno bekas masih banyak beredar dan digunakan sehari-hari.

    Hasil uji tabrak terbaru setidaknya memberi gambaran objektif mengenai level perlindungan yang dimiliki mobil ini, terutama jika dibandingkan dengan hatchback generasi baru yang kini semakin agresif mengusung fitur keselamatan aktif.

    Suzuki sendiri telah mengonfirmasi bahwa Baleno tidak lagi dipasarkan di Tanah Air dan fokus pada model-model lain yang dianggap lebih sesuai dengan arah pasar.

    (mhg/rgr)

  • Marc Marquez: 2025 Sulit Diulang Lagi

    Marc Marquez: 2025 Sulit Diulang Lagi

    Jakarta

    Marc Marquez meyakini dominasi musim 2025 nyaris mustahil untuk diulang. Apa sebabnya?

    Pebalap berusia 32 tahun itu langsung juara dunia setelah pindah ke tim pabrikan Ducati menyusul performa gemilangnya bersama Gresini.

    Merefleksikan musim lalu, Marquez mengatakan targetnya selalu bertarung demi gelar, namun ia tidak menyangka level dominasinya akan sejauh itu.

    “Saya tidak pernah membayangkan tahun sehebat ini,” ujarnya kepada El Periodico.

    “Saya berharap bisa bertarung memperebutkan gelar, tapi tidak menyangka bisa mengunci gelar juara saat musim masih tersisa lima balapan lagi. Sekarang, saya rasa itu hampir mustahil diulang karena adanya Sprint Race dan balapan utama, terlalu banyak poin yang dipertaruhkan setiap pekan,” tambahnya.

    Meski dominan, Marquez sempat mengalami cedera bahu parah akibat tabrakan dengan Marco Bezzecchi di GP Indonesia. Saat ini ia tengah menjalani pemulihan intensif, mulai dari fisioterapi hingga terapi ruang hiperbarik untuk memastikan tulang dan ligamennya pulih sempurna.

    Ya, musim 2025 tidak berjalan tanpa hambatan bagi Marquez. Ia sempat mengalami cedera bahu yang cukup rumit usai terlibat insiden tabrakan dengan Marco Bezzecchi di MotoGP Indonesia.

    Kini, fokus utama Marquez adalah pemulihan total. Ia mengaku menghabiskan banyak waktu di meja perawatan untuk memastikan fisiknya kembali ke level 100 persen.

    “Secara fisik kami terus membaik. Lengan saya sempat kehilangan banyak kekuatan karena harus diam (imobilisasi) selama lima minggu. Sekarang kami melakukan pengecekan setiap dua minggu sekali,” jelas Marquez.

    “Banyak jam saya habiskan untuk fisioterapi dan terapi ruang hiperbarik. Apa pun yang bisa membantu pemulihan adalah bonus bagi saya,” pungkasnya.

    (riar/rgr)

  • Wujud Honda Blade 125 dengan Pilihan Warna Baru

    Wujud Honda Blade 125 dengan Pilihan Warna Baru

    Di balik tampilannya yang sporty, Dash 125 tetap mengedepankan kepraktisan. Motor ini dibekali mesin 124,9 cc, 4-tak, SOHC, berpendingin udara. Basis mesinnya serupa dengan milik Honda Supra X yang terkenal bandel, irit, dan mudah perawatannya. Tenaga maksimum diklaim mencapai sekitar 9,8 dk dengan torsi 9,54 Nm, disalurkan ke roda belakang melalui transmisi semi otomatis empat percepatan. Foto: Dok. Honda

  • Waspada Cuaca Ekstrem saat Nataru, Ini 5 Komponen Mobil yang Wajib Diperiksa

    Waspada Cuaca Ekstrem saat Nataru, Ini 5 Komponen Mobil yang Wajib Diperiksa

    Jakarta

    Kamu sedang merencanakan liburan atau mudik saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru)? Waspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi selama bulan Desember. Berikut beberapa komponen mobil yang perlu dicek saat liburan atau mudik di momen Nataru.

    Seperti dijelaskan ASTRA Infra dalam keterangan resminya, setidaknya ada lima bagian mobil yang perlu diperiksa sebelum kamu bepergian. Apa saja?

    1. Ban Kendaraan

    Pastikan tekanan udara ban sesuai standar dan ketebalan tapak ban masih memadai. Kondisi ban yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko terjadinya aquaplaning, yaitu keadaan saat ban kehilangan traksi dengan permukaan jalan akibat genangan air. Pengguna jalan diimbau untuk menjaga kecepatan berkendara serta mewaspadai genangan air di sepanjang perjalanan.

    2. Sistem Pengereman

    Periksa kondisi rem secara menyeluruh untuk memastikan respon kendaraan dan fungsi rem tetap optimal saat melintas di jalan licin dan basah akibat hujan.

    3. Lampu Kendaraan

    Pastikan seluruh sistem penerangan kendaraan berfungsi dengan baik, termasuk lampu utama, lampu rem, dan lampu sein, agar kendaraan tetap terlihat jelas oleh
    pengguna jalan lain dalam kondisi jarak pandang terbatas.

    “Pengguna jalan diimbau untuk tidak menyalakan lampu hazard saat hujan, karena lampu tersebut hanya digunakan dalam kondisi darurat dan dapat membingungkan pengguna jalan lainnya apabila digunakan tidak semestinya,” ujar Senior Instructor Safety Defensive Driving Consultant Sony Susmana.

    4. Wiper dan Kaca Depan

    Pastikan wiper kendaraan berfungsi normal dan kaca depan dalam kondisi bersih tanpa goresan untuk menjaga visibilitas saat hujan deras. Selain itu, untuk mengantisipasi terbatasnya jarak pandang dan kondisi jalan yang licin, pengguna jalan diimbau untuk mengurangi kecepatan dengan batas maksimal 70 km/jam serta menjaga jarak aman antar kendaraan sekitar 80 meter.

    5. Bahan Bakar atau Daya Kendaraan

    Pastikan ketersediaan bahan bakar cukup sampai tempat tujuan atau baterai kendaraan listrik terisi cukup guna menghindari risiko berhenti darurat di tengah perjalanan, terutama saat melintasi area yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem. Pengguna jalan juga disarankan untuk mengetahui lokasi SPBU dan SPKLU di rest area maupun di sekitar ruas tol melalui perencanaan perjalanan secara cermat.

    (lua/rgr)