Mobil Bekas Paling Banyak Dicari Tahun 2025
Category: Detik.com Otomotif
-

Konsumsi BBM Toyota Veloz Hybrid, Tembus Segini
Jakarta –
Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu sorotan utama Toyota New Veloz Hybrid. Dalam pengujian jalan jauh pada rangkaian Veloz Hybrid EV Lintas Nusa, MPV hybrid ini kami uji dalam kondisi penggunaan nyata dengan beban penuh.
Pengujian dilakukan saat Toyota Veloz Q Hybrid EV dibawa menempuh rute dari Singaraja menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Total jarak yang ditempuh mencapai 80,9 kilometer, dengan kecepatan rata-rata 45 km/jam dan waktu perjalanan sekitar 1 jam 47 menit.
Kondisi perjalanan dibuat mendekati penggunaan harian. Mobil diisi empat orang dewasa dengan muatan penuh, serta melewati karakter jalan yang beragam, mulai dari lalu lintas lancar hingga padat dan stop and go.
Hasilnya, konsumsi bahan bakar yang tercatat di layar MID mencapai 25,9 km per liter. Angka ini terbilang impresif untuk sebuah MPV 7-penumpang yang membawa beban penuh dan digunakan di rute kombinasi.
Selain konsumsi BBM, sistem juga mencatat driving score 71 poin. Skor ini mencerminkan gaya berkendara yang cukup efisien, termasuk pemanfaatan akselerasi, deselerasi, serta kerja sistem hybrid selama perjalanan.
Hasil Uji Efisiensi Toyota Veloz Hybrid di Bali Foto: Muhammad Hafizh Gemilang
Secara teknis, Toyota New Veloz Hybrid mengandalkan mesin 1.500 cc 2NR-VEX yang dipadukan dengan Toyota Hybrid System berkonfigurasi series-parallel. Sistem ini mengombinasikan mesin bensin dan motor listrik, dengan tenaga sistem mencapai 111 PS serta torsi instan dari motor listrik.
Dalam kondisi tertentu, terutama pada kecepatan rendah hingga sedang, sistem memungkinkan mobil melaju dalam EV Mode. Pada mode ini, motor listrik bekerja tanpa bantuan mesin bensin, membantu menekan konsumsi bahan bakar sekaligus menjaga efisiensi di lalu lintas padat.
New Veloz Hybrid ini juga dilengkapi dengan sistem regenerative braking.Di mana, energi yang dihasilkan saat mobil melambat atau mengerem akan dikonversi menjadi listrik untuk mengisi ulang baterai hybrid, tanpa perlu pengisian daya eksternal.
Road trip bersama Toyota New Veloz Hybrid dalam program Veloz Hybrid EV Lintas Nusa Foto: Didik Dwi Haryanto
Toyota mengklaim efisiensi bahan bakar New Veloz Hybrid meningkat hingga sekitar 40 persen lebih irit dibandingkan Veloz bermesin bensin konvensional. Berdasarkan hasil pengujian jalan jauh ini, klaim tersebut terbukti cukup realistis dalam penggunaan nyata.
Dengan konsumsi BBM mendekati 26 km per liter di kondisi bermuatan penuh, Toyota New Veloz Hybrid menunjukkan bahwa teknologi hybrid tidak hanya unggul di atas kertas, tetapi juga relevan untuk perjalanan jarak jauh dan penggunaan harian di Indonesia.
(mhg/dry)
-

Kenapa Harus Perpanjang STNK Tahunan Sebelum Jatuh Tempo?
Jakarta –
Surat tanda nomor kendaraan (STNK) harus disahkan setiap tahun. Dalam pengesahan atau perpanjang STNK tahunan, pemilik kendaraan harus membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) sebelum jatuh tempo. Kenapa perpanjang STNK tahunan harus tepat waktu? Ini manfaatnya.
Dikutip dari situs resmi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) adalah kewajiban yang melekat pada setiap pemilik kendaraan. Di balik kewajiban tersebut, ada banyak manfaat yang secara langsung maupun tidak langsung dirasakan oleh masyarakat.
Manfaat pertama perpanjang STNK tahunan tepat waktu adalah untuk menghindari denda pajak. Denda PKB dapat muncul jika pemilik terlambat melakukan pembayaran. Nominal denda dapat meningkat seiring lamanya keterlambatan. Membayar tepat waktu dapat menghindari biaya tambahan ini.
Manfaat selanjutnya adalah untuk mendukung mobilitas yang aman. Dengan administrasi kendaraan yang lengkap, pengendara dapat melakukan perjalanan tanpa khawatir.
Selain itu, perpanjang STNK tahunan dengan proses pembayaran pajak kendaraan bermotor sama saja memberi dukungan pada pembangunan daerah. Pajak kendaraan bermotor adalah salah satu sumber pendapatan daerah yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas jalan, pengembangan layanan publik, dan peningkatan transportasi umum. Dengan membayar pajak tepat waktu, masyarakat turut berkontribusi pada pembangunan di daerahnya.
Selanjutnya, pajak yang dibayar tepat waktu memastikan STNK tetap aktif dan sah. STNK yang tidak diperpanjang dapat menimbulkan risiko pada saat pemeriksaan kendaraan di jalan.
Lalu, bagi yang ingin menjual kendaraan, pajak yang tertib akan memudahkan proses balik nama dan meningkatkan daya tarik kendaraan di mata calon pembeli.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini masih menggelar program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor. Dalam program ini, Pemprov DKI Jakarta membebaskan sanksi administratif berupa bunga keterlambatan untuk PKB dan BBNKB. Pembebasan ini diberikan secara otomatis (tanpa permohonan), sehingga wajib pajak cukup membayar pokok pajaknya saja. Fasilitas ini berlaku mulai 10 November 2025 hingga 31 Desember 2025.
(rgr/dry)
-

Geger Ayla Maut ‘Babat’ Pemotor di Jogja, Sopirnya Belum Lancar Nyetir
Jakarta –
Daihatus Ayla berkelir merah melawan arah dan menghantam sejumlah pemotor di kawasan Yogyakarta, Rabu (24/12). Polisi mengungkap, pengemudi kendaraan ‘maut’ tersebut ternyata masih belajar mengemudi.
Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi mengatakan, Daihatsu Ayla merah itu dikemudikan pemuda asal Sedayu, Bantul, berinisial APP (27) dan penumpang wanita berinisial DF (25) yang tinggal di Pandak Bantul.
Gandung menegaskan, pengemudi berinisial APP belum mahir mengemudikan mobil. Kini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terkait ada tidaknya unsur pidana dalam kejadian tersebut.
“Diduga pengendara mobil Daihatsu Ayla saat melaju melebihi marka as jalan. Tidak (dalam pengaruh minuman keras), (diduga) kurang terampil (mengemudi),” ujar Iptu Gandung Harjunadi, dikutip dari detikJogja, Kamis (25/12).
“Masih didalami (ada tidaknya unsur pidana), soalnya juga melewati marka as jalan,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Gandang juga mengurai kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, Ayla maut itu mulanya melaju dari arar timur ke barat. Sebelum akhirnya keluar jalur dan menghantam sejumlah pemotor.
“Semula mobil Daihatsu Agya yang dikemudikan oleh APP dengan penumpang DF melaju di Jalan Mayjend Sutoyo dari arah timur ke barat, sesampainya di depan Bank Muamalat berjalan keluar dari marka,” tuturnya.
“Bersamaan dengan itu melaju kendaraan sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarai NI, lalu membentur sepeda motor Honda Scoopy yang di kendarai DPK berboncengan dengan DAN yang melaju dari arah barat ke timur sehingga terjadi benturan,” sambungnya.
Akibat kejadian ini, pengendara sepeda motor Yamaha Mio berinisial NI (35) terluka. Dalam video yang beredar, NI tampak terpental usai dihantam Agya. Sementara korban lainnya, yakni pengendara Honda Scoopy berinisial DPK (22) mengalami patah tulang pergelangan tangan kiri dan lecet-lecet.
Sebagai catatan, video Ayla maut menghantam pemotor di Jogja viral setelah diunggah sejumlah akun di media sosial, salah satunya akun Instagram @jogjalife.
Menurut akun itu, Daihatsu Ayla berkelir merah tersebut melaju sangat kencang di jalur yang tak semestinya. Bahkan, lebih buruknya lagi, pengemudi kendaraan tersebut telat melakukan pengereman.
“Sebuah mobil Ayla berwarna merah terlibat kecelakaan dengan beberapa sepeda motor di Jalan Mayjen Sutoyo, Yogyakarta, tepat di depan ayam goreng Tojoyo,” demikian tulis akun tersebut, dikutip Kamis (25/12).
Hantaman yang ditimbulkan Ayla lawan arah itu bukannya lemah atau sepele, melainkan keras dan telak. Bahkan, pemotor yang terdampak sampai terpental cukup tinggi hingga helmnya lepas dari kepala.
(sfn/din)
-

Calon ‘Pembunuh’ BYD M6, Begini Spesifikasi MPV Listrik Suzuki
Jakarta –
Produsen roda empat asal Jepang, Suzuki, tengah menyiapkan MPV listrik terbaru untuk tahun depan. Kabarnya, kendaraan tersebut bakal menantang langsung BYD M6 yang telah meluncur lebih dulu. Bagaimana spesifikasinya?
Dilansir dari Gaadiwaadi, Kamis (25/12), MPV listrik tersebut akan menjadi model EV kedua Suzuki untuk pasar global. Mereka sebelumnya telah meluncurkan e-Vitara yang bermain di segmen SUV listrik.
Sumber yang sama mengatakan, MPV listrik Suzuki akan mulai dipasarkan September 2026. Namun, sejauh ini, belum ada tanda-tanda kendaraan tersebut sedang dites atau diuji jalan.
Meski demikian, bocoran spesifikasinya sudah beredar di mana-mana. Lantas, akankah MPV listrik buatan Suzuki mampu merebut pasar yang saat ini dikuasai BYD M6? Berikut kami rangkum uraian lengkapnya.
Bocoran Spesifikasi MPV Listrik Suzuki
Sama seperti e-Vitara, MPV listrik Suzuki kemungkinan besar akan dikembangkan dan diproduksi di India. Sebab, pengembangan EV mereka memang dipusatkan di Negeri Hindustan. Kendaraan tersebut muncul dengan kode produksi YMC.
Mobil ramah lingkungan yang dikhususkan untuk keluarga itu menggunakan jantung mekanis yang sama dengan Suzuki e-Vitara. Maka, artinya, kendaraan tersebut menggunakan opsi baterai 49 kwh dan 61 kwh. Khusus untuk kapasitas tertinggi, jarak tempuhnya mencapai 543 km!
Angka itu sedikit lebih tinggi dibandingkan BYD M6 yang varian tertingginya bisa menempuh jarak 530 km. Meski demikian, secara kapasitas, baterai M6 lebih besar, yakni 71,8 kwh.
Selain itu, MPV listrik tersebut akan hadir dengan konfigurasi penggerak roda depan, dan motor listriknya diambil dari e-Vitara. Maka, dengan demikian, Suzuki bisa memanfaatkan skala ekonomi, sehingga menurunkan biaya produksi secara keseluruhan.
Sayangnya, untuk fitur kendaraan, sejauh ini belum ada bocoran. Kabarnya, model tersebut akan membawa teknologi khas mobil listrik di segmen menengah atau mid-EV.
(sfn/din)
-

Suzuki Recall Fronx Usai Gagal Tes Tabrak di Negara Ini
Jakarta –
Suzuki Fronx meraih bintang satu dalam tes tabrak Australia New Car Assessment Program (ANCAP). SUV terbaru Suzuki itu mengalami kegagalan fungsi sabuk pengaman kursi belakang sehingga membuatnya mendapat nilai jeblok di tes tabrak Australia.
Uji tabrak di Australia mengungkapkan perlindungan penumpang yang kurang baik dan adanya kegagalan komponen sabuk pengaman, khususnya penumpang di kursi belakang.
Dikutip media lokal Australia, Drive, saat dilakukan uji tabrak, mobil ini mengalami kegagalan sabuk pengaman kursi belakang. Hal itu memungkinkan boneka uji tabrak (dummy) yang duduk di kursi belakang membentur kursi penumpang depan.
“Selama uji tabrakan frontal penuh, penarik sabuk pengaman penumpang belakang Suzuki Fronx gagal, mengakibatkan pelepasan sabuk pengaman yang tidak terkendali di mana boneka uji tabrakan (yang duduk di kursi) belakang menjadi tidak terkendali, sehingga dapat menabrak bagian belakang kursi depan,” kata ANCAP dalam siaran pers.
Dalam uji tabrakan frontal, beban dada yang berlebihan tercatat pada penumpang belakang. Perlindungan penumpang anak juga ditemukan kurang memadai. Bagian tubuh utama untuk boneka uji tabrakan anak berusia enam tahun sampai 10 tahun menghasilkan nol poin karena akselerasi kepala yang tinggi dan ketegangan leher yang berlebihan selama benturan.
“Yang mengkhawatirkan kami adalah kendaraan ini bisa saja dibeli oleh konsumen biasa, dan dalam kecelakaan di jalan raya, kegagalan ini dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi orang yang duduk di kursi belakang,” kata CEO ANCAP, Carla Hoorweg, dalam sebuah pernyataan media.
Buntut dari nilai buruk dalam tes tabrak di Australia, Suzuki melakukan penarikan kembali atau recall terhadap Suzuki Fronx di negara itu. Recall ini dilakukan untuk memperbaiki cacat produksi yang menyebabkan mekanisme penarik sabuk pengaman belakang gagal berfungsi dalam uji tabrak ANCAP.
Pengguna Suzuki Fronx diminta untuk berhenti menggunakan kursi belakang sampai kerusakan sabuk pengaman diperbaiki.
Pemberitahuan penarikan kembali yang dikeluarkan oleh Departemen Infrastruktur mencakup total 324 kendaraan.
“Karena cacat produksi, mekanisme penarik sabuk pengaman kursi belakang kiri mungkin tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya, panjang sabuk yang berlebihan dapat terlepas jika terjadi kecelakaan atau pengereman mendadak. Jika terjadi kecelakaan atau pengereman mendadak, dan sabuk pengaman kursi belakang kiri tidak berfungsi sebagaimana mestinya, hal itu dapat meningkatkan risiko cedera atau kematian bagi penumpang kendaraan,” tulisnya seperti dikutip Drive.
Suzuki juga telah melakukan penyetopan sementara penjualan Fronx di Australia sambil melakukan investigasi terkait kegagalan tes tabrak tersebut.
Aturan di Australia memang sangat ketat. Sehingga, kegagalan sabuk pengaman di kursi belakang pun menjadi penilaian buruk buat sebuah kendaraan yang dijual di Australia.
Hasil Uji Tabrak Fronx di ASEAN
Sebelum di Australia, Suzuki Fronx telah menjalani uji tabrak di ASEAN NCAP. Model Suzuki Fronx yang baru diluncurkan menunjukkan hasil pengetesan baik dengan meraih rating 5 bintang ASEAN NCAP dan skor total 77,70 poin. Rinciannya, 36,71 poin untuk kategori Adult Occupant Protection (AOP), 15,27 poin untuk Child Occupant Protection (COP), 15,71 poin untuk Safety Assist (SA), dan 10,00 poin untuk Motorcyclist Safety (MS).
Hasilnya, Fronx meraih angka tertinggi berupa rating bintang lima. Artinya, Suzuki Fronx sangat aman dikendarai oleh konsumen mobil di Asia Tenggara.
(rgr/din)
-

LCGC ‘Kesetanan’ Lawan Arah di Jogja, Pemotor Dihajar Tanpa Ampun!
Jakarta –
Media sosial dihebohkan video yang menunjukkan Daihatsu Ayla lawan arah di Jalan Mayjen Sutoyo, Yogyakarta. Imbasnya, mobil LCGC itu menghantam deretan pemotor yang melaju di jalur seharusnya.
Dilansir dari akun Instagram @jogjalife, Daihatsu Ayla berkelir merah itu melaju sangat kencang di jalur yang tak semestinya. Bahkan, lebih buruknya lagi, pengemudi telat melakukan pengereman.
“Sebuah mobil Ayla berwarna merah terlibat kecelakaan dengan beberapa sepeda motor di Jalan Mayjen Sutoyo, Yogyakarta, tepat di depan ayam goreng Tojoyo,” demikian tulis akun tersebut, dikutip Kamis (25/12).
Hantaman yang ditimbulkan Ayla lawan arah itu bukannya lemah atau sepele, melainkan keras dan telak. Bahkan, pemotor yang terdampak sampai terpental cukup tinggi hingga helmnya lepas dari kepala.
Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi membenarkan kejadian viral tersebut. Menurutnya, Ayla merah itu dikemudikan pemuda asal Sedayu, Bantul, berinisial APP (27) dan penumpang wanita berinisial DF (25) yang tinggal di Pandak Bantul.
“Semula mobil Daihatsu Ayla yang dikemudikan oleh APP dengan penumpang DF melaju di Jalan Mayjend Sutoyo dari arah timur ke barat, sesampainya di depan Bank Muamalat berjalan keluar dari marka,” kata Gandung saat dihubungi, Rabu (24/12/2025) malam.
“Bersamaan dengan itu melaju kendaraan sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarai NI, lalu membentur sepeda motor Honda Scoopy yang di kendarai DPK berboncengan dengan DAN yang melaju dari arah barat ke timur sehingga terjadi benturan,” sambungnya.
Akibat kejadian ini, pengendara sepeda motor Yamaha Mio berinisial NI (35) terluka. Dalam video yang beredar, NI tampak terpental usai dihantam Ayla.
“NI mengalami luka gigi patah 5, mulut bagian dalam sobek, punggung bagian kanan nyeri, dan berobat di RS Bethesda Kota Jogja,” papar Gandung.
Sementara korban lainnya, yakni pengendara Honda Scoopy berinisial DPK (22) mengalami patah tulang pergelangan tangan kiri dan lecet-lecet. Pembonceng Scoopy berinisial DAN (24) mengalami sejumlah luka di tangan dan kaki. Keduanya juga dirawat di RS Bethesda Kota Jogja.
(sfn/din)



