Category: Detik.com Otomotif

  • Kata Menkeu Purbaya Soal Usulan Insentif Otomotif 2026

    Kata Menkeu Purbaya Soal Usulan Insentif Otomotif 2026

    Jakarta

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons usulan insentif industri otomotif dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmista.

    Menkeu Purbaya mengaku belum membahas rencana insentif otomotif. Rencana insentif tersebut masih dalam tahap awal atau sekadar usulan sektoral.

    “Belum, nanti saya akan diskusi sama mereka dulu. Tapi belum saya bahas tentang itu,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers di Kantornya, Rabu (31/12/2025) dikutip dari CNBC Indonesia.

    Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita aktif mendorong adanya stimulus tambahan bagi industri otomotif guna menjaga daya beli masyarakat dan memacu produksi domestik di tengah tantangan ekonomi global.

    Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan mobil selama Januari-Oktober 2025 secara wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) hanya sebanyak 634.844 unit. Angka itu turun 10,6 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 711.064 unit. Sedangkan secara retail sales (penjualan dari dealer ke konsumen) tercatat sebanyak 660.659 unit pada Januari-Oktober 2025. Angka itu turun 9,6 persen dari tahun lalu yang mencapai 731.113 unit.

    Data yang dihimpun Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) menunjukkan produksi kendaraan juga mengalami penurunan menjadi 957.293 unit dari 996.741 unit pada 2024.

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pihaknya akan mengupayakan agar industri otomotif mendapatkan insentif tahun depan. Sebab, Agus menilai industri otomotif memiliki dampak yang besar.

    “Sektor ini merupakan sektor yang sangat penting, terlalu penting untuk kita abaikan, tidak mungkin kita abaikan. Forward, backward linkage yang luar biasa besar, penyerapan tenaga kerjanya juga luar biasa besar, nilai tambah untuk ekonominya juga luar biasa besar. Dan oleh sebab itu, kami akan tetap mengusulkan insentif atau stimulus kepada pemerintah untuk sektor otomotif,” kata Agus.

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan usulan insentif otomotif sudah disampaikan ke Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, ada sejumlah perbedaan pendekatan dibandingkan kebijakan sebelumnya.

    “Soal otomotif usulan insentif stimulus yang sudah kami kirim ke Pak Menkeu. Ada spill sedikit lah ada perbedaan. Di sini kita usulkan itu lebih detail, lebih detail dibanding dengan periode kita menghadapi Covid yang lalu, dari segmen, dari teknologi, dari sisi TKDN, bobot TKDN, dan sebagainya, itu kita buat lebih detail,” kata Agus

    Tarik garis ke belakang, pada masa pandemi Covid-19 di 2021 lalu pemerintah memberi insentif, Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) secara bertahap untuk kendaraan bermotor baru dengan kapasitas mesin hingga 1.500 cc, yang memenuhi syarat kandungan lokal minimal 70%.

    dalam rancangan insentif otomotif terbaru, Agus memberikan bocoran di mana bantuan ini ditujukan buat mendorong produksi kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Agus pun merespons adanya kemungkinan kendaraan listrik berbasis baterai LFP (lithium ferro phosphate) mendapat stimulus lebih kecil, sedangkan EV dengan bahan baku nikel mendapat stimulus lebih besar.

    “Tapi yang paling penting, bagi kita untuk memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan itu juga lebih detail lagi insentifnya,” tegas Agus.

    Dia menjelaskan, prinsip utama dalam usulan terbaru ini adalah keterikatan insentif dengan TKDN dan batas emisi. Artinya, tidak semua kendaraan otomatis mendapatkan stimulus.

    “Prinsipnya adalah yang kami usulkan mereka yang mendapatkan manfaat terhadap insentif dan stimulus itu harus memiliki TKDN, dia harus memenuhi nilai emisi maksimal sekian. Jadi TKDN dan emisi,” kata Agus.

    Tidak hanya itu, pemerintah juga mulai mengatur batas harga kendaraan di tiap segmen sebagai syarat penerima insentif. Langkah ini disebut Agus sebagai upaya menjaga agar manfaat kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.

    “Dan dalam usulan baru ini kita menetapkan harga. Harga yang kita tetapkan dari masing-masing segmen supaya mereka bisa mendapatkan manfaat. Dan tentu yang harus digarisbawahi ini adalah kami sangat memperhatikan konsumen,” ujarnya.

    Khusus untuk kendaraan listrik, Agus menegaskan fokus pemerintah adalah mendorong pembeli pertama agar adopsi electric vehicle (EV) semakin luas. “Kalau kita bicara soal electric car, first buyers itu menjadi prioritas kami. Angka-angkanya nanti bisa spill pelan-pelan,” tambahnya.

    (riar/lua)

  • Potret Koleksi Motor Rp 668 Miliar yang Disita dari Buronan Paling Dicari FBI

    Potret Koleksi Motor Rp 668 Miliar yang Disita dari Buronan Paling Dicari FBI

    Potret Koleksi Motor Rp 668 Miliar yang Disita dari Buronan Paling Dicari FBI

  • Tampang Mitsubishi Delica Mini yang Dipoles Bergaya Off Road

    Tampang Mitsubishi Delica Mini yang Dipoles Bergaya Off Road

    Tampang Mitsubishi Delica Mini yang Dipoles Bergaya Off Road

  • Perpanjang SIM Mati Tanpa Bikin Baru, Catat Syaratnya!

    Perpanjang SIM Mati Tanpa Bikin Baru, Catat Syaratnya!

    Jakarta

    Di momen libur Tahun Baru, ada lagi dispensasi perpanjang SIM mati. SIM yang masa berlakunya habis pada 1 Januari 2026 tetap bisa diperpanjang tanpa harus bikin SIM baru.

    Surat izin mengemudi (SIM) memiliki masa berlaku selama lima tahun. Sebelum masa berlakunya habis, SIM harus diperpanjang. Jika lewat masa berlakunya, maka SIM tidak bisa diperpanjang dan pemiliknya harus mengajukan penerbitan SIM baru. Untuk mengikuti proses penerbitan SIM baru, harus ikut ujian teori dan praktik lagi.

    Kewajiban memperpanjang SIM sebelum masa berlakunya habis itu diatur dalam Peraturan Polri Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM.

    “SIM ranmor perseorangan dan SIM ranmor umum sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat 1 huruf a dan huruf b, berlaku selama lima tahun terhitung mulai tanggal penerbitan dan dapat diperpanjang sebelum habis masa berlakunya,” demikian tertulis pada pasal 4 ayat 1 Perpol tersebut.

    Perlu diingat, masa berlaku SIM bukan lagi berdasarkan tanggal lahir pemohon. Maka dari itu, kamu wajib memperhatikan masa berlaku SIM jangan sampai terlewat. Soalnya, pada pasal 4 ayat 3 ditegaskan bahwa SIM yang lewat dari masa berlakunya harus diajukan penerbitan SIM baru. Berdasarkan pasal tersebut, artinya SIM mati tidak bisa diperpanjang. Sekalipun baru lewat sehari, kamu harus mengajukan pembuatan SIM baru.

    Meski begitu, ada pengecualian untuk memperpanjang SIM mati sebagaimana diatur dalam pasal 4 ayat 4, dengan bunyi sebagai berikut:

    “SIM yang lewat dari masa berlakunya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) karena keadaan kahar dapat:
    a. dikecualikan terhadap ketentuan ayat 3 (harus mengajukan penerbitan baru)
    b. dilakukan perpanjangan SIM berdasarkan Keputusan Kakorlantas Polri atas laporan dari Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah,” demikian bunyi aturannya.

    Salah satunya pada periode libur Tahun Baru ini. Akun X resmi TMC Polda Metro Jaya menginformasikan, pelayanan SIM pada 1 Januari 2026 diliburkan. Untuk itu, pemilik SIM yang masa berlakunya habis tepat saat pelayanan SIM libur tersebut masih bisa melakukan perpanjangan SIM.

    “Hari Rabu tanggal 31 Desember 2025 pelayanan Satpas Daan Mogot, Unit Satpas DKI Jakarta, Unit Gerai SIM DKI Jakarta dan Unit SIM Keliling pelayanan sampai jam 12.00 WIB. Hari Kamis tanggal 1 Januari 2026 pelayanan Satpas Daan Mogot, Unit Satpas DKI Jakarta, Unit Gerai SIM DKI Jakarta dan Unit SIM Keliling diliburkan. Pelayanan penerbitan SIM dibuka kembali pada hari Jumat, tanggal 2 Januari 2026,” demikian dikutip dari akun X TMC Polda Metro Jaya.

    “Bagi pemegang SIM yang masa berlakunya habis pada tanggal 1 Januari 2026 dapat melaksanakan perpanjangan SIM pada tanggal 2 Januari 2026 dengan mekanisme perpanjangan,” lanjutnya.

    Jadi perlu dicatat, tidak semua SIM mati bisa diperpanjang tanpa harus bikin baru. Syarat utamanya adalah SIM tersebut masa berlakunya habis pada 1 Januari 2026, tepat saat pelayanan penerbitan SIM diliburkan. Kemudian, SIM tersebut harus diperpanjang pada 2 Januari 2026. Di luar tanggal-tanggal itu, perpanjangan SIM mati tidak bisa dilakukan, alias harus bikin SIM baru dengan mekanisme ujian teori dan praktik lagi.

    (rgr/din)

  • Bocoran Insentif Otomotif 2026, Ada Syarat TKDN dan Batas Emisi

    Bocoran Insentif Otomotif 2026, Ada Syarat TKDN dan Batas Emisi

    Jakarta

    Pemerintah sedang menggodok insentif otomotif untuk tahun 2026. Menurut penjelasan Kementerian Perindustrian, usulan insentif otomotif yang diajukan ke Kementerian Keuangan bakal lebih spesifik lagi, mencakup syarat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dan emisi gas buang.

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan usulan insentif otomotif sudah disampaikan ke Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, ada sejumlah perbedaan pendekatan dibandingkan kebijakan sebelumnya.

    “Soal otomotif usulan insentif stimulus yang sudah kami kirim ke Pak Menkeu. Ada spill sedikit lah ada perbedaan. Di sini kita usulkan itu lebih detail, lebih detail dibanding dengan periode kita menghadapi Covid yang lalu, dari segmen, dari teknologi, dari sisi TKDN, bobot TKDN, dan sebagainya, itu kita buat lebih detail,” kata Agus dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (1/1/2026).

    Tarik garis ke belakang, pada masa pandemi Covid-19 di 2021 lalu pemerintah memberi insentif, Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) secara bertahap untuk kendaraan bermotor baru dengan kapasitas mesin hingga 1.500 cc, yang memenuhi syarat kandungan lokal minimal 70%.

    Nah dalam rancangan insentif otomotif terbaru, Agus memberikan bocoran di mana bantuan ini ditujukan buat mendorong produksi kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Agus pun merespons adanya kemungkinan kendaraan listrik berbasis baterai LFP (lithium ferro phosphate) mendapat stimulus lebih kecil, sedangkan EV dengan bahan baku nikel mendapat stimulus lebih besar.

    “Tapi yang paling penting, bagi kita untuk memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan itu juga lebih detail lagi insentifnya,” tegas Agus.

    Dia menjelaskan, prinsip utama dalam usulan terbaru ini adalah keterikatan insentif dengan TKDN dan batas emisi. Artinya, tidak semua kendaraan otomatis mendapatkan stimulus.

    “Prinsipnya adalah yang kami usulkan mereka yang mendapatkan manfaat terhadap insentif dan stimulus itu harus memiliki TKDN, dia harus memenuhi nilai emisi maksimal sekian. Jadi TKDN dan emisi,” kata Agus.

    Tidak hanya itu, pemerintah juga mulai mengatur batas harga kendaraan di tiap segmen sebagai syarat penerima insentif. Langkah ini disebut Agus sebagai upaya menjaga agar manfaat kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.

    “Dan dalam usulan baru ini kita menetapkan harga. Harga yang kita tetapkan dari masing-masing segmen supaya mereka bisa mendapatkan manfaat. Dan tentu yang harus digarisbawahi ini adalah kami sangat memperhatikan konsumen,” ujarnya.

    Khusus untuk kendaraan listrik, Agus menegaskan fokus pemerintah adalah mendorong pembeli pertama agar adopsi electric vehicle (EV) semakin luas. “Kalau kita bicara soal electric car, first buyers itu menjadi prioritas kami. Angka-angkanya nanti bisa spill pelan-pelan,” tambahnya.

    Sebelumnya mobil listrik full baterai menjadi salah satu jenis mobil yang memperoleh insentif otomotif. Insentif tersebut meliputi bebas PPnBM, PPN DTP 10%, bea masuk 0%. Ketiga insentif tersebut resmi berakhir pada 31 Desember 2025 kemarin.

    (lua/riar)

  • Harga BBM Pertamina, Shell, BP, Vivo Awal Tahun Kompak Turun

    Harga BBM Pertamina, Shell, BP, Vivo Awal Tahun Kompak Turun

    Jakarta

    Harga bahan bakar minyak (BBM) turun per 1 Januari 2026. Simak daftar harga selengkapnya Pertamina, Shell, BP, dan Vivo.

    Menyambut awal tahun 2025, harga Pertamax turun dari sebelumnya Rp 12.750 per liter menjadi Rp 12.500 per liter. Ada penurunan Rp 250 per liternya.

    Selanjutnya harga Pertamax Turbo juga turun Rp 350 per liter menjadi 13.400 per liter.

    Harga Pertamax Green 95 juga disesuaikan, kalau sebelumnya per liter dijual Rp 13.500, maka kini menjadi Rp Rp 13.150 per liter.

    Untuk bahan bakar diesel juga mengalami penurunan. Harga BBM Dexlite turun menjadi Rp 13.500 per liter dari sebelumnya Rp 14.700 per liter. Harga BBM Pertamina Dex turun menjadi Rp 13.600 per liter dari sebelumnya Rp 15.000 per liter.

    Sementara itu, harga BBM subsidi yang dijual Pertamina belum mengalami ubahan. Pertalite tetap Rp 10.000 per liter di seluruh Indonesia dan solar subsidi Rp 6.800 per liter.

    Operator SPBU swasta juga melakukan penyesuaian harga. Di SPBU BP, harga BBM RON 92 yang semula dijual Rp 13.000 per liter kini harganya Rp 12.500 per liter. Selanjutnya harga BBM jenis BP Ultimate juga turun dari Rp 13.630 per liter menjadi Rp 13.190 per liter. Bahan bakar diesel BP juga disesuaikan, sekarang harganya Rp 13.860 per liter.

    Harga Shell Super terpantau Rp 12.700 per liter, sebelumnya Rp 13.000 per liter. Selanjutnya harga Shell V-Power juga turun dari Rp 13.630 per liter menjadi Rp 13.190 per liter. Shell V-Power Diesel juga harganya jadi lebih murah dari Rp 15.250 per liter menjadi Rp 13.860 per liter.

    Harga BBM Vivo turun. Revvo 92 kini dijual Rp 12.700 per liter dari Rp 13.000 per liter. Lengkapnya, berikut ini harga BBM 1 Desember 2025.

    Berikut ini harga lengkap BBM per 1 Januari 2025:

    BP

    – BP 92: Rp 12.500
    – BP Ultimate: Rp 13.190
    – BP Ultimate Diesel: Rp 13.860

    Vivo

    – Revvo 92: Rp 12.700
    – Diesel Primus: Rp 15.250

    Pertamina

    – Pertalite: Rp 10.000 per liter
    – Pertamax: Rp 12.350 per liter
    – Pertamax Turbo: 13.400 per liter
    – Pertamax Green: Rp 13.150 per liter
    – Dexlite: Rp 13.500 per liter
    – Pertamina Dex: Rp 13.600 per liter
    – Biosolar: Rp 6.800 per liter

    Shell

    – Shell Super: Rp 12.700
    – Shell V-Power: Rp 13.190
    – Shell V-Power Diesel: Rp 13.860
    – Shell V-Power Nitro+: Rp 13.480

    (riar/lua)

  • Naik MRT Cuma Rp 1 Selama 2 Hari, Saldo Kartu Minimal Berapa?

    Naik MRT Cuma Rp 1 Selama 2 Hari, Saldo Kartu Minimal Berapa?

    Jakarta

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberlakukan angkutan umum gratis selama dua hari dalam menyambung Tahun Baru 2026. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan, seluruh transportasi umum (transum) yang dikelola Pemprov DKI Jakarta hari ini digratiskan selama dua hari. Saldo kartu penumpang hanya akan terpotong Rp 1.

    “Sebagai bentuk apresiasi kepada warga, transportasi publik yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan digratiskan pada tanggal 31 Desember 2025 mulai pukul 00.00 hingga 1 Januari 2026 pukul 23.59 WIB,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dikutip dari keterangan tertulisnya.

    Kebijakan tersebut untuk memudahkan mobilitas warga yang hendak merayakan malam pergantian tahun di Jakarta. Moda transportasi yang digratiskan, yaitu bus Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga memperpanjang jam operasional transportasi publik untuk mendukung rangkaian acara perayaan tahun baru.

    Transjakarta pada rute terdampak, MRT, dan LRT Jakarta beroperasi hingga pukul 02.00 WIB pada 1 Januari 2026. Dilakukan pula modifikasi lintasan dan penyesuaian waktu operasional Transjakarta yang melintas di kawasan panggung acara yang beroperasi hingga pukul 18.00 WIB. Sementara layanan koridor utama Transjakarta (yang tidak terdampak pengalihan lalu lintas) akan tetap beroperasi selama 24 jam.

    “Kami juga mengimbau masyarakat yang akan hadir di lokasi acara untuk menggunakan transportasi umum. Meski kantong parkir telah disiapkan, seluruh layanan transportasi sudah digratiskan sehingga kami berharap masyarakat dapat memanfaatkannya,” ujar Pramono.

    Tarif khusus Rp 1 per perjalanan ini berlaku pada 31 Desember 2025 sampai 1 Januari 2026. Dikutip dari akun Instagram MRT Jakarta, perjalanan gratis itu bisa menggunakan Kartu Uang Elektronik Bank terbitan tahun 2019 ke atas, Tiket QR dari aplikasi MyMRTJ, Tiket QR dari vending machine MyMRTJ Lite, Kartu Multi Trip (KMT) atau kartu JakLingko.

    ” Sebagai informasi untuk pengguna Kartu Uang Elektronik Bank terbitan tahun 2019 ke atas, Kartu JakLingko, dan KMT Commuter Line minimal saldo berisi Rp 1. Dan untuk pengguna tiket AllRide dan QRIS Tap berlaku saldo minimal Rp 14.000 untuk dapat menikmati tarif spesial Rp 1,” demikian dikutip dari Instagram MRT Jakarta.

    (rgr/riar)

  • Harga BBM Pertamina Per 1 Januari 2026: Pertamax Cs Turun

    Harga BBM Pertamina Per 1 Januari 2026: Pertamax Cs Turun

    Jakarta

    Harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi Pertamina turun per 1 Januari 2026. Simak daftar harga selengkapnya Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, dan Dex.

    Dalam laman resminya, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

    Menyambut awal tahun 2026, harga Pertamax turun dari sebelumnya Rp 12.750 per liter menjadi Rp 12.500 per liter. Ada penurunan Rp 250 per liternya.

    Selanjutnya harga Pertamax Turbo juga turun Rp 350 per liter menjadi Rp 13.400 per liter.

    Harga Pertamax Green 95 juga disesuaikan, kalau sebelumnya per liter dijual Rp 13.500, maka kini menjadi Rp 13.150 per liter.

    Untuk bahan bakar diesel juga mengalami penurunan. Harga BBM Dexlite turun menjadi Rp 13.500 per liter dari sebelumnya Rp 14.700 per liter. Harga BBM Pertamina Dex turun menjadi Rp 13.600 per liter dari sebelumnya Rp 15.000 per liter.

    Sementara itu, harga BBM subsidi yang dijual Pertamina belum mengalami ubahan. Pertalite tetap Rp 10.000 per liter di seluruh Indonesia dan solar subsidi Rp 6.800 per liter.

    Berikut ini harga BBM Pertamina per 1 Januari 2026 untuk wilayah Jabodetabek:

    Pertalite: Rp 10.000 per literPertamax: Rp 12.350 per literPertamax Turbo: 13.400 per literPertamax Green: Rp 13.150 per literDexlite: Rp 13.500 per literPertamina Dex: Rp 13.600 per literBiosolar: Rp 6.800 per liter

    (riar/din)

  • Makin Agresif! Xiaomi Siap Luncurkan SUV 7-Seater

    Makin Agresif! Xiaomi Siap Luncurkan SUV 7-Seater

    Jakarta

    Xiaomi makin agresif di industri otomotif. Setelah sukses dengan jajaran mobil listrik SU7 dan YU7, merek yang lebih dikenal sebagai produsen smartphone itu punya rencana meluncurkan mobil SUV jenis EREV (extended range electric vehicle) dengan pilihan konfigurasi 5-seater dan 7-seater.

    Langkah ini menegaskan ambisi Xiaomi untuk memperluas portofolio kendaraan listriknya. Mengutip laporan media China, 36kr, Xiaomi berencana meluncurkan empat model baru pada awal 2026. Rinciannya adalah versi revisi dari Xiaomi SU7, SUV EREV 7-seater, versi eksekutif SU7, serta SUV EREV 5-seater. Dua model pertama ditargetkan meluncur pada paruh pertama 2026, sementara dua sisanya menyusul di paruh kedua hingga akhir tahun.

    Indikasi kehadiran SUV EREV 7-seater makin kuat setelah pada Oktober lalu CEO Xiaomi, Lei Jun, bersama jajaran eksekutif melakukan pengujian kendaraan di Xinjiang, China. Tiongkok. Dalam kesempatan tersebut, beredar foto mata-mata SUV besar yang masih disamarkan dengan satu lubang knalpot belakang. Mobil ini diyakini sebagai SUV EREV 7 penumpang yang secara internal berkode nama ‘Kunlun’.

    Secara konsep, SUV anyar Xiaomi ini akan bermain di segmen keluarga, mirip dengan Li Auto L9 dan Leapmotor D19. Ukurannya diperkirakan menengah hingga besar, dengan baterai berkapasitas lebih dari 70 kWh. Kombinasi sistem EREV memungkinkan jarak tempuh murni listrik di kisaran 400-500 km, sebelum mesin pembangkit daya ikut bekerja.

    Sementara itu, versi eksekutif SU7 akan diposisikan sebagai sedan jarak sumbu roda panjang. Sumber internal menyebut jarak sumbu roda diperpanjang signifikan, disertai berbagai peningkatan kenyamanan, khususnya di area penumpang belakang.

    Rencana Xiaomi di teknologi EREV sejatinya bukan hal baru. Sejak 2023, perusahaan ini aktif merekrut para pakar di bidang EREV. Tahun 2025 sendiri disebut sebagai awal persaingan sengit di pasar ‘mobil hybrid dengan kapasitas baterai besar’. Sejumlah model seperti IM LS6 dan Fulwin T11 sudah meluncur, sementara pemain lain seperti Xpeng menyiapkan Xpeng G7 dan Xpeng P7+. Xiaomi pun siap ikut meramaikan segmen tersebut dengan SUV EREV 7-seater andalannya.

    (lua/dry)

  • F1 2025 Ditonton 5,7 Juta Orang, MotoGP Cuma 3,6 Juta

    F1 2025 Ditonton 5,7 Juta Orang, MotoGP Cuma 3,6 Juta

    Jakarta

    Penonton Formula 1 atau F1 2025 yang datang langsung ke sirkuit mengalami sedikit penurunan. Jika tahun lalu mencapai 6 juta orang, maka tahun ini hanya 5,7 juta orang. Meski demikian, dibandingkan MotoGP, angka tersebut masih lebih besar.

    Disitat dari laman resmi MotoGP, Rabu (31/12), MotoGP 2025 hanya dihadiri langsung 3,6 juta. Nominal itu sebenarnya naik 500 ribuan orang dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, tetap masih kalah dibandingkan F1 musim kemarin.

    F1 dan MotoGP sama-sama digelar Jumat-Minggu. Hanya, ketika F1 punya 24 seri, maka MotoGP hanya 22 seri. Meski demikian, perlu dicatat, Sprint Race F1 hanya digelar sembilan kali, bukan full series seperti MotoGP.

    Penonton F1 lebih banyak dari MotoGP. Foto: Doc. F1

    Mengapa F1 lebih ramai penonton? Sebab, perlombaan tersebut menawarkan lebih banyak hiburan, termasuk konser musik dengan sejumlah musisi ternama. Selain itu, secara popularitas, perlombaan ‘jet darat’ itu memang lebih baik dibandingkan MotoGP.

    Musim lalu, F1 Inggris masih menjadi balapan dengan penonton terbanyak sepanjang musim. Bahkan, tak main-main, ada setengah juta orang yang datang langsung ke Sirkuit Silverstone sepanjang Jumat-Minggu.

    Penonton MotoGP 2025. Foto: Agung Pambudhy

    Di bawah Silverstone, ada Melbourne, Australia dengan 465 ribuan penonton, kemudian Spa, Belgia dengan 389 ribuan penonton dan Monza, Italia dengan 369 ribuan penonton. Sementara Sakhir, Bahrain menjadi salah satu yang terendah dengan 105 ribuan penonton!

    Meski menjadi balapan teramai, namun peningkatan penonton Silverstone sangat minim. Menurut data yang sama, peningkatan terbesar ada di F1 Imola, Suzuki, Monza dan Singapura. Sedangkan penurunan terparah ada di F1 Miami dan Zandvoort.

    (sfn/dry)