Category: Detik.com Otomotif

  • Anak Muda, Minim Jam Terbang

    Anak Muda, Minim Jam Terbang

    Jakarta

    Polisi sedang mencari pengemudi yang melakukan aksi drift di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Menurut praktisi keselamatan berkendara, pelaku disinyalir anak-anak muda yang minim jam terbang.

    Praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, memberikan peringatan keras. Menurutnya, drifting adalah olahraga ekstrem yang sangat berbahaya dilakukan di ruang publik tanpa pengamanan.

    “Drifting ini olahraga yang sifatnya ekstrem. Dia itu mengontrol slide, baik roda depan maupun roda belakang, dan itu hanya bisa dilakukan ketika ada tikungan, supaya ada satu gambaran mobil ini ngedrift atau ngepot,” kata Sony kepada detikcom, Rabu (7/1/2026).

    “Risiko over atau understeer akibat gaya dari yang mereka lakukan itu bisa menimbulkan kecelakaan yang bisa fatal, bisa tinggi, karena namanya jalan raya tidak ada barrier, kecuali memang mungkin trotoar atau pohon atau orang-orang di sekitarnya. Ini bisa menimbulkan bahaya yang cederanya fatal, beda di trek itu ada pengaman khusus, sehingga ketika di sudut membahayakan biasanya mereka taruh material yang bisa melindungi penonton maupun pengemudinya,” jelas dia.

    Lantas, kenapa anak muda masih hobi ngepot di jalan raya? Sony melihat adanya faktor eksistensi dan keterbatasan trek di Indonesia. Pondok Indah, misalnya, dianggap menawarkan adrenalin berbeda dengan lampu jalanan dan penonton di pinggir jalan.

    “Kenapa sering dilakukan di jalan raya? Pertama experience-nya. Kita tahu bahwa yang namanya track drifting yang ada di Indonesia itu-itu saja kan, angka 0, angka 8, S, L dan sebagainya, tetapi tidak ada satu perubahan karena keterbatasan trek, kalau di jalan raya, khususnya di Pondok Indah, ini kan ada sorot lampu, ada penonton, kemudian ada trek yang berbeda-beda. Ini dilakukan oleh anak-anak muda yang secara jam terbang masih kurang. Kalau yang senior-senior menurut gue mereka sudah tidak lagi melakukannya di tempat umum,” ungkap Sony.

    Alasan “malam hari sudah sepi” sering jadi tameng para drifter liar. Namun bagi Sony, jalan raya tetaplah tempat umum yang dinamis dan tidak bisa diprediksi.

    “Jadi dari sisi safety driving, sebaiknya (drift) tidak dilakukan di tempat umum di jalan raya, karena ada beberapa poin juga yang harus diperhatikan, yaitu pengguna jalan lain, kita nggak tahu kapan motor nongol, kapan ada truk, kapan ada penyeberang jalan dan sebagainya, karena namanya jalan raya merupakan tempat umum yang digunakan bersama tidak digunakan pribadi, sekalipun digunakan malam hari pada saat sepi, tetapi bahaya yang timbul dari mereka ini bisa terjadi kapan saja,” kata dia.

    Sony menyarankan bagi para drifter muda yang ingin berkembang untuk segera pindah ke trek resmi. Ia menekankan pentingnya pendalaman ilmu di bawah pengawasan instruktur, bukan sekadar modal nekat di aspal umum.

    “Ini yang harus diperhatikan buat drifter-drifter khususnya anak-anak muda yang masih berkembang, yang memang masih butuh pengalaman, jam terbang yang tinggi untuk melakukan pendalaman ilmu sebaiknya dilakukan di tempat semestinya di trek, dan dengan pendampingan instruktur misalnya,” ungkap Sony.

    Berdasarkan video viral yang dilihat detikcom, Rabu (7/1/2026), mobil sedan berkelir silver tersebut mulanya berhenti di lampu merah dekat PIM 3. Tak lama kemudian, mobil tersebut melaju dan melakukan drifting.

    Mobil tersebut melakukan drifting sebanyak dua putaran di tengah-tengah simpang jalan. Setelah dua kali memutar dengan manuver drifting, mobil tersebut pun langsung melaju meninggalkan lokasi. Disebutkan, aksi itu terjadi pada 3 Januari 2026.

    Kepolisian mengusut perilaku seorang pengemudi yang mengepot (drifting) di Jalan Raya Pondok Indah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang videonya viral di media sosial.

    “Adanya video yang beredar di media sosial, ‘drifting’ di Pondok Indah, kami akan mendalami. Kemudian kami akan menelusuri kegiatan ‘drifting’ tersebut,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto di Jakarta, Rabu.

    Mujiyanto mengatakan, pihaknya tengah menelusuri identitas pengemudi mobil tersebut serta mendalami video yang beredar untuk mengetahui kronologi serta pelanggaran yang terjadi.

    Menurut Mujiyanto, aksi “drifting” di jalan umum sangat membahayakan pengguna jalan lain dan tidak diperbolehkan. Ia menegaskan, kegiatan tersebut hanya boleh dilakukan di tempat khusus yang telah disediakan, seperti fasilitas keamanan pengemudi (safety driving) di Pusdik Lantas Polri, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

    “Kalau aksi ‘drifting’ itu, kalau namanya aksi yang akan membahayakan orang lain ataupun pengendara lain. Itu sangat disayangkan. Intinya nggak sesuai pada tempatnya,” katanya.

    (riar/rgr)

  • Harga Pre-Book Veloz Hybrid Mulai Rp 299 Juta Masih Berlaku sampai 31 Januari 2026

    Harga Pre-Book Veloz Hybrid Mulai Rp 299 Juta Masih Berlaku sampai 31 Januari 2026

    Jakarta

    Pre-book Toyota Veloz Hybrid mulai Rp 299 juta diperpanjang hingga 31 Januari 2026. Sebelumnya harga pre-book itu hanya berlaku sampai 31 Desember 2025.

    Toyota memperpanjang masa pre-book Veloz Hybrid dengan harga mulai Rp 299 jutaan. Artinya, buat kamu yang baru mau memesan Veloz Hybrid pada bulan Januari ini, masih berkesempatan mendapat harga pre-book.

    Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Jap Ernando Demily mengungkap, pihaknya memperpanjang masa pre-book Veloz Hybrid dengan harga mulai Rp 299 juta itu hingga 31 Januari 2026.

    “Sebagai bentuk komitmen Toyota dalam menghadirkan value terbaik bagi pelanggan yang telah menantikan New Veloz Hybrid EV, Toyota memperpanjang harga spesial pre-booking mulai dari Rp 299 juta yang berlaku sampai 31 Januari 2026,” terang Ernando saat dikonfirmasi detikOto, Rabu (7/1/2026).

    Ernando menyebut, perpanjangan masa pre-book Toyota Veloz Hybrid itu dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi konsumen yang ingin beli mobil ramah lingkungan Toyota.

    “Bagi Toyota, kepuasan pelanggan selalu menjadi prioritas utama, sejalan dengan komitmen kami untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang relevan, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” lanjut Ernando.

    Harga pre-book Toyota Veloz Hybrid

    Untuk diketahui, Veloz Hybrid bakal hadir dengan empat varian yakni V HEV, Q HEV, Q HEV with Modellista, dan Q HEV TSS with Modellista. Berikut estimasi harga dari keempat varian tersebut.

    Veloz V HEV: Rp 299 jutaVeloz Q HEV: Rp 320-335 jutaVeloz Q HEV with Modellista: Rp 335-350 jutaVeloz Q HEV TSS with Modellista: Rp 360-390 juta

    Dengan harga segitu Veloz Hybrid menjadi mobil hybrid termurah di keluarga Toyota. Sebelum ada Veloz, model hybrid termurah Toyota adalah Yaris Cross Hybrid. Meluncurnya Veloz Hybrid di Indonesia menjadi jawaban dari Toyota untuk masyarakat yang menginginkan mobil hybrid yang lebih terjangkau.

    Sebelum ada Veloz Hybrid, mobil hybrid paling terjangkau Toyota adalah Yaris Cross Hybrid yang termurah dijual Rpp 437,2 juta. Itu adalah model Yaris Cross 1.5 S HV CVT TSS. Tapi, kini lini produk hybrid Toyota semakin lengkap dengan kehadiran Veloz Hybrid yang harganya di bawah Yaris Cross Hybrid. Namun, Veloz Hybrid mendapat penyesuaian spek untuk mendukung kinerja sebuah mobil MPV hybrid.

    (dry/rgr)

  • Merek Motor Asal China Ini Punya Ambisi Turun di Kelas MotoGP

    Merek Motor Asal China Ini Punya Ambisi Turun di Kelas MotoGP

    Jakarta

    Pabrikan sepeda motor asal China, CFMoto, rupanya menyimpan ambisi besar untuk naik kelas ke ajang balap motor paling prestisius di dunia, MotoGP. Keinginan tersebut dikonfirmasi langsung oleh pemilik tim Aspar, Jorge Martinez Aspar, yang saat ini bekerja sama erat dengan CFMoto di Moto2 dan Moto3.

    Tim Aspar memang berlaga di bawah bendera CFMoto di dua kelas tersebut memberikan eksposur global yang besar bagi pabrikan asal negeri tirai bambu itu. Hasilnya pun tidak main-main. Dengan menggunakan motor berlogo KTM di Moto3, tim CFMoto Aspar sukses menjuarai kejuaraan dunia kelas Moto3 2024 bersama David Alonso, dan kembali dijagokan juara lagi pada 2026 bersama Maximo Quiles.

    CFMoto sendiri sudah lama dikaitkan dengan potensi naik ke kelas utama MotoGP, baik sebagai tim maupun pabrikan. Bahkan mereka juga disebut mengincar keikutsertaan pada ajang World Superbike dengan motor racikan sendiri dalam beberapa tahun ke depan. Namun, Aspar menilai masuk MotoGP dalam waktu dekat bukan perkara mudah, terlebih dengan perubahan regulasi besar pada 2027.

    “Idenya adalah untuk masuk ke MotoGP,” kata Jorge Martinez ‘Aspar’ kepada Motosan, dikutip Rabu (7/1/2026).

    “Tahun 2027 sudah terlalu dekat. Satu-satunya cara adalah masuk melalui produsen yang sudah ada, tetapi kita harus melakukannya langkah demi langkah dan perlahan,” sambung dia. “Membangun infrastruktur dalam waktu sesingkat itu adalah tindakan gila. Itu bisa terjadi di masa depan, tetapi tanpa terburu-buru,” terangnya lagi.

    Saat ini, MotoGP memang membatasi jumlah motor di grid maksimal 22 unit. Artinya, pabrikan baru wajib bermitra atau mengambil alih slot dari tim yang sudah ada. Akhir tahun lalu, media GPOne melaporkan kemungkinan CFMoto mengambil alih proyek MotoGP milik KTM, yang kala itu dikabarkan tengah mencari investor.

    Secara teori, CFMoto bisa saja masuk MotoGP lewat tim Aspar. Apalagi, Aspar bukan nama baru di kelas premier. Mereka pernah menjalankan proyek MotoGP pada 2009-2010 dengan motor Ducati, lalu menggunakan Aprilia CRT pada 2012-2013, hingga menurunkan Honda RCV1000RR dan RC213V-RS pada era berikutnya.

    Meski ambisinya besar, langkah CFMoto menuju MotoGP tampaknya akan ditempuh secara hati-hati dan bertahap.

    (lua/rgr)

  • Meluncur 21 Januari, Ini Bocoran Spesifikasi MPV Nissan Pesaing Avanza

    Meluncur 21 Januari, Ini Bocoran Spesifikasi MPV Nissan Pesaing Avanza

    Jakarta

    Nissan bersiap membuka tahun 2026 dengan meluncurkan MPV kompak terbarunya bernama Gravite. Mobil tujuh penumpang tersebut dijadwalkan meluncur 21 Januari di India. Ini bocoran spesifikasinya.

    Mengutip website Gaadiwaadi, Nissan Gravite diproyeksikan menjadi penantang serius MPV populer seperti Toyota Avanza. Mobil ini dibangun di atas platform CMF-A, yang sama-sama dipakai Renault Triber.

    Meski satu basis, desain Gravite disebut akan tampil berbeda. Dari teaser, bagian depan menampilkan fasia hitam lebar, dengan strip LED ramping memanjang, dipadukan lampu utama terintegrasi dan kontur kap mesin yang kekar. Nama Gravite disematkan di ujung kap mesin.

    MPV murah terbaru Nissan bakal dinamakan Gravite Foto: Dok. Nissan

    Bagian belakangnya mengusung lampu LED yang saling terhubung, spoiler atap terintegrasi, serta detail bumper dengan under guard. Interiornya mengandalkan konfigurasi tiga baris dengan tata letak modular. Soal dapur pacu, Gravite akan dibekali mesin bensin 1.0 liter, tersedia dalam opsi naturally aspirated dan turbo, dengan pilihan transmisi manual maupun otomatis.

    Mengutip Auto Car India, Nissan Gravite diprediksi dijual mulai INR 600 ribu (Rp 112 jutaan) hingga INR 900 ribu (Rp 168 jutaan). Harga resmi Gravite akan diumumkan pada Maret 2026, dan penjualan akan dimulai segera setelahnya.

    Beberapa fitur yang diharapkan pada trim teratas Nissan Gravite adalah lampu depan LED otomatis, wiper otomatis yang mendeteksi hujan, start stop engine button, wireless charging, termasuk cruise control. Gravite kemungkinan dilengkapi cluster instrumen 7 inci dan layar sentuh infotainment 8 inci seperti di Renault Triber. Fitur konektivitas seperti Apple CarPlay dan Android Auto juga akan disertakan.

    Rendering Nissan Gravite Foto: Gaadiwaadi

    Fitur keselamatan Nissan Gravite akan mencakup ABS dengan EBD, electronic stability program, sistem pemantauan tekanan ban (TPMS), 6 airbag, hill-start assist, lalu sensor parkir belakang, ISOFIX, kamera mundur, kunci pintu otomatis berdasarkan kecepatan, dan fitur buka kunci otomatis berdasarkan benturan. Trim lebih tinggi Nissan Gravite juga akan memiliki sensor parkir depan.

    Renault Triber sendiri pernah diluncurkan di Indonesia, namun gagal menarik minat konsumen Tanah Air. Apakah nantinya mobil ini akan dihadirkan lagi di Indonesia melalui Nissan Gravite?

    (lua/rgr)

  • Imbas Serangan AS ke Venezuela, Toyota Perintahkan Pegawai Kerja dari Rumah

    Imbas Serangan AS ke Venezuela, Toyota Perintahkan Pegawai Kerja dari Rumah

    Jakarta

    Toyota telah menginstruksikan pegawainya di Venezuela bekerja dari rumah sementara waktu menyusul serangan militer pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump. Seperti diketahui, pada akhir pekan kemarin terjadi serangan besar-besaran ke Venezuela oleh AS untuk menculik Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, dilanjutkan memindahkan mereka ke New York untuk diadili.

    Mengutip Automotiveworld, Toyota mengonfirmasi jika semua staf ekspatriat dan keluarga mereka tetap aman, meskipun tak mengungkapkan jumlah total karyawan yang terkena dampak arahan kerja jarak jauh tersebut.

    Toyota lebih lanjut mengklarifikasi bahwa kesepakatan tersebut tidak memengaruhi penjualan atau operasional produksi, meskipun perlu dicatat, bahwa hal tersebut telah terdampak oleh kondisi ekonomi lokal dan sanksi selama bertahun-tahun.

    Sebelumnya pabrik Toyota Venezuela di Cumana telah menghadapi gangguan operasional berulang kali. Pabrik yang memproduksi Corolla itu kini hanya membuat ratusan kendaraan per tahun, setelah pada tahun 2020 operasionalnya sempat dihentikan sementara karena pandemi Covid-19.

    Sementara itu ekspor Jepang ke Venezuela mencapai USD 69,41 juta pada tahun 2024, mewakili pertumbuhan 16,1% dari tahun sebelumnya, dengan kendaraan penumpang, truk, dan komponen otomotif menyumbang porsi terbesar dari perdagangan, menurut Organisasi Perdagangan Luar Negeri Jepang. Impor dari Venezuela, terutama biji kakao dan aluminium, meningkat 13,9% menjadi USD 15,47 juta selama periode yang sama.

    Perusahaan-perusahaan Jepang lainnya yang memiliki ketergantungan pada rantai pasokan Venezuela juga memantau perkembangan ini dengan cermat. Produsen makanan Meiji, yang menggunakan biji kakao Venezuela dalam beberapa produknya, mengonfirmasi bahwa tingkat persediaan yang cukup akan mencegah gangguan pasokan, sementara Mitsubishi, Itochu, dan Mitsui melaporkan tidak ada dampak pada operasi mereka.

    Pabrik Toyota di Cumana telah beradaptasi dengan kondisi penuh tantangan dalam beberapa tahun terakhir dengan beralih sepenuhnya ke perakitan komponen terpisah (complete-knockdown assembly) untuk model-model tertentu dan mengekspor komponen yang diproduksi secara lokal untuk menghasilkan devisa. Hal itu dilakukan di tengah kondisi kesulitan dengan kekurangan suku cadang dan moral tenaga kerja di tengah sanksi berat yang diberlakukan negara tersebut.

    (lua/rgr)

  • Viral HR-V Dinarasikan Tak Bayar Tol, Kenali Sistem Bayar Tol Tanpa Berhenti

    Viral HR-V Dinarasikan Tak Bayar Tol, Kenali Sistem Bayar Tol Tanpa Berhenti

    Jakarta

    Di media sosial viral sebuah mobil dinarasikan tidak membayar tol karena nyelonong masuk gerbang tol tanpa ngetap kartu pembayaran. Mobil itu dinarasikan menempel dengan mobil di depannya sehingga bisa melintas gerbang tol tanpa ngetap.

    Video itu beredar viral di media sosial. Salah satunya di akun Instagram dashcam_owners_indonesia. Dari video itu memang terlihat Honda HR-V tersebut tidak ngetap kartu e-toll dan masuk tol. Portal di gerbang tol juga tidak tertutup alias tetap terbuka.

    Video ini menjadi perdebatan di media sosial. Warganet berprasangka baik, bahwa mobil itu bukannya nggak bayar tol, tapi menggunakan sistem bayar tol tanpa berhenti. Apalagi, gerbang tol yang dipilih pengendara mobil tersebut memang gerbang khusus yang menerima transaksi tanpa berhenti.

    Kasus serupa pernah terjadi beberapa waktu lalu. Pengendara mobil yang menggunakan sistem transaksi tanpa berhenti bahkan sampai diteriaki petugas keamanan tol karena dikira belum bayar.

    Cara Kerja Flo, Sistem Bayar Tol Tanpa Henti

    Ya, di beberapa gerbang tol sekarang memang sudah menerima transaksi tol tanpa berhenti. Namanya Flo yang tersedia di jalan tol yang dikelola Jasa Marga.

    Sistem pembayaran tol elektronik tanpa setop ini menggunakan teknologi stiker RFID (Radio Frequency Identification). RFID itu terintegrasi dengan aplikasi Flo.

    Saat lewat gerbang tol khusus yang ada logo Flo, pengendara mobil tak perlu berhenti untuk membayar tarif tol, portal akan otomatis terbuka ketika sistem membaca ada perangkat RFID-nya.

    Untuk membayar tol tanpa berhenti, harus menggunakan aplikasi Flo yang dikembangkan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Sistem pembayaran tol tanpa berhenti ini mengandalkan sistem sensorik otomatis pada stiker yang ditempelkan di kaca atau lampu depan mobil.

    Untuk menggunakan sistem transaksi tol Let It Flo, pengguna harus memiliki stiker RFID. Stiker ini berperan sebagai alat sensor. Stiker RFID ditempel di bagian kaca depan atau windshield dari kendaraan yang telah terdaftar.

    Cara operasional Flo sangat sederhana. Saat stiker RFID yang terhubung melalui aplikasi Flo terdeteksi ketika masuk ke gerbang tol, saldo pada aplikasi secara otomatis akan dipotong. Kendaraan yang dilengkapi dengan stiker RFID hanya perlu mengurangi kecepatannya hingga maksimal 20 kilometer per jam saat memasuki gerbang tol.

    (rgr/dry)

  • Ketemu Pengendara Lawan Arah di Jalan Raya, Harus Gimana?

    Ketemu Pengendara Lawan Arah di Jalan Raya, Harus Gimana?

    Jakarta

    Kebiasaan melawan arah belakangan makin menjadi-jadi di Indonesia. Bahkan, bukan hanya pemotor, kini pemobil ikut-ikutan melakukan pelanggaran yang sama. Lantas, jika berpapasan dengan pengendara lawan arah, apa yang sebaiknya dilakukan?

    Erreza Hardian selaku pakar keselamatan berkendara dan asesor LSP EMI mengingatkan, kita sebagai masyarakat umum sebaiknya tak memancing konflik pengendara yang melawan arah di jalan raya. Itulah mengapa, kita tak perlu repot-repot menegurnya.

    “Penting untuk kita yang baik-baik saja tidak melakukan kewenangan apapun bahkan berkonflik dengan mereka di jalan, kasta tertinggi di jalan bukan mempunyai kewenangan tapi justru menjaga mereka yang melakukan kesalahan dan itu hal baik yang sangat luar biasa,” ujar Erreza kepada detikOto, dikutip Rabu (7/1).

    Sejumlah pemotor nekat melawan arus di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (11/12/2025). Foto: Rifkianto Nugroho

    Meski demikian, saat bertemu pengendara yang melawan arah atau melakukan pelanggaran lain, kita harus menyediakan ruang untuk antisipasi. Sebab, hanya dengan demikian, kita bisa terhindar dari kemungkinan celaka di jalan raya.

    “Satu lagi, berikan ‘ruang’ dan jarak buat mereka melakukan kesalahannya, mereka itu hazard (berbahaya) jadi jangan didiamkan saja, tapi antisipasi pergerakan mereka, itu baru namanya pengguna jalan antisipatif,” tuturnya.

    “Jaga mereka dengan memberikan ruang dan waktu, karena itu tadi kasta tertinggi pengguna jalan adalah ketika bisa berpikir, bersikap dan melakukan ini,” tambahnya.

    Kenapa Orang Lawan Arah?

    Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan, perilaku melawan arah makin sering terlihat di jalan raya Indonesia. Menurutnya, pelanggaran itu tumbuh karena lemahnya penegakkan hukum.

    “Benar, banyak kendaraan lawan arah dan sekarang mulai masif atau berjamaah karena rendahnya penegakkan hukum,” ujar Sony Susmana kepada detikOto.

    Selain lemahnya penegakkan hukum, kata Sony, pengendara di Indonesia juga punya karakter nekat dan tak sabaran. Mereka, kerap mencari cara untuk memangkas waktu di jalan raya. Salah satunya, tentu saja, dengan melawan arah.

    “Nggak bisa dipungkiri, banyak juga yang pengemudi yang berfikir simpel atau pendek, sekalipun harus melawan arah, bahkan imbauan atau teguran polisi dianggap angin lalu. Menurut saya, ini salah satu yang membuat hilangnya wibawa petugas,” tuturnya.

    “Bayangkan, bagaimana kondisi lalu lintas di Indonesia lima tahun lagi? Jadi, lima tahun lagi itu implementasi hukumnya harus tegas yang diterapkan oleh kepolisian,” kata Sony menambahkan.

    (sfn/dry)

  • Anak Muda, Minim Jam Terbang

    Polisi Cari Pengemudi yang Ngedrift di Pondok Indah: Nggak Sesuai pada Tempatnya

    Jakarta

    Pemobil melakukan aksi drift di depan Pondok Indah Mall (PIM) 3. Aksi pamer skill itu dinilai membahayakan saat dilakukan di jalan umum.

    Kepolisian mengusut perilaku seorang pengemudi yang mengepot (drifting) di Jalan Raya Pondok Indah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang videonya viral di media sosial.

    “Adanya video yang beredar di media sosial, ‘drifting’ di Pondok Indah, kami akan mendalami. Kemudian kami akan menelusuri kegiatan ‘drifting’ tersebut,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto di Jakarta, Rabu dikutip dari Antara.

    Mujiyanto mengatakan, pihaknya tengah menelusuri identitas pengemudi mobil tersebut serta mendalami video yang beredar untuk mengetahui kronologi serta pelanggaran yang terjadi.

    Menurut Mujiyanto, aksi “drifting” di jalan umum sangat membahayakan pengguna jalan lain dan tidak diperbolehkan. Ia menegaskan, kegiatan tersebut hanya boleh dilakukan di tempat khusus yang telah disediakan, seperti fasilitas keamanan pengemudi (safety driving) di Pusdik Lantas Polri, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

    “Kalau aksi ‘drifting’ itu, kalau namanya aksi yang akan membahayakan orang lain ataupun pengendara lain. Itu sangat disayangkan. Intinya nggak sesuai pada tempatnya,” katanya.

    Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pihak Kepolisian akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait guna meningkatkan patroli serta pertimbangkan pemasangan rambu lalu lintas dan pita penggaduh (speed trap) di lokasi kejadian.

    “Bisa kasih di situ apakah dipasang rambu, tidak boleh ‘drifting’ di situ.

    Kemudian kita mengajukan pemasangan ‘speed trap’ di sekitaran lokasi tersebut,” katanya.

    Sebuah video yang diunggah akun Instagram @joansyahputra menunjukkan sebuah mobil berwarna silver melakukan aksi kepot atau “drift” di jalan raya kawasan Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, viral di media sosial.

    (riar/dry)

  • Tarif Pajak Kendaraan dan Opsen 2026

    Tarif Pajak Kendaraan dan Opsen 2026

    Jakarta

    Beberapa daerah di Indonesia menerapkan opsen pajak kendaraan bermotor (PKB). Jadi, selain pajak kendaraan bermotor, ada lagi opsen PKB yang juga harus dibayarkan setiap tahun. Segini tarifnya.

    Salah satu provinsi yang menerapkan opsen pajak kendaraan adalah Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pajak kendaraan bermotor di Provinsi Jawa Barat untuk tahun 2026 ini tetap sama dengan tahun lalu. Dia menyebut, tidak ada kenaikan tarif pajak kendaraan, justru ada penurunan tarif pajak.

    “Untuk kendaraan pribadi, roda dua dan roda empat, tidak ada kenaikan pajak, tetap seperti tahun 2025. Dan untuk BBNKB juga tidak mengalami kenaikan,” ujar Dedi dalam video di akun media sosialnya.

    Tarif Pajak Kendaraan

    Tarif pajak kendaraan bermotor di Provinsi Jawa Barat mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 9 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dalam aturan itu dijelaskan, pemilik kendaraan lebih dari satu unit akan dikenakan tarif pajak progresif.

    Berdasarkan Perda No. 9 Tahun 2023 pasal 7 ayat (1), tarif PKB untuk kepemilikan dan/atau penguasaan Kendaraan Bermotor pertama ditetapkan sebesar 1,12% (satu koma satu dua persen). Selanjutnya, untuk kendaraan kedua dan seterusnya dikenakan pajak progresif. Berikut rinciannya:

    1,62% (satu koma enam dua persen) untuk kepemilikan dan/atau penguasaan Kendaraan Bermotor kedua;2,12% (dua koma satu dua persen) untuk kepemilikan dan/atau penguasaan Kendaraan Bermotor ketiga;2,62% (dua koma enam dua persen) untuk kepemilikan dan/atau penguasaan Kendaraan Bermotor keempat; dan3,12% (tiga koma satu dua persen) untuk kepemilikan dan/atau penguasaan Kendaraan Bermotor kelima dan seterusnya.

    Kepemilikan Kendaraan Bermotor didasarkan atas nama, nomor induk kependudukan, dan/atau alamat yang sama.

    Tarif PKB atas kepemilikan dan/atau penguasaan Kendaraan Bermotor yang digunakan untuk angkutan umum, angkutan karyawan, dan angkutan sekolah ambulans, pemadam kebakaran, sosial keagamaan, lembaga sosial dan keagamaan serta Tarif PKB atas kepemilikan dan/atau penguasaan Kendaraan Bermotor Instansi Pemerintah ditetapkan sebesar 0,5% (nol koma lima persen).

    Penerapan tarif PKB progresif tidak berlaku bagi kendaraan bukan umum yang dimiliki oleh Badan, instansi pemerintah, dan kendaraan umum.

    Opsen PKB

    Berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD), opsen PKB ditetapkan sebesar 66 persen dari tarif PKB. Opsen pajak kendaraan bermotor adalah opsen yang dikenakan oleh kabupaten/kota atas pokok PKB sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Opsen Pajak Daerah menggantikan mekanisme bagi hasil pajak provinsi (PKB dan BBNKB) kepada kabupaten/kota. Penerapan opsen ini bertujuan agar ketika wajib pajak melakukan pembayaran pajak provinsi kepada pemerintah provinsi untuk PKB dan BBNKB, seketika bagian kabupaten/kota atas pajak provinsi tersebut dapat diterima oleh pemerintah kabupaten/kota.

    Simulasi Pajak dan Opsen di Jawa Barat

    Misalnya, sebuah sepeda motor kepemilikan pertama punya dasar pengenaan pajak (DPP) Rp 21 juta. Maka, tarif PKB di Jawa Barat untuk motor tersebut adalah:

    tarif PKB X DPP = 1,12 persen x Rp 21 juta = Rp 235.200

    Ditambah opsen PKB sebesar 66% dari PKB. Jadi: 66% x Rp 235.200 = Rp 155.232. Jadi, pajak tahunan yang harus dibayarkan pemilik motor tersebut ditambah opsen adalah Rp 390.432.

    (rgr/din)

  • Tanpa Subsidi, Jualan Motor Listrik Ditopang Ojol

    Tanpa Subsidi, Jualan Motor Listrik Ditopang Ojol

    Jakarta

    Penjualan motor listrik ternyata ditopang oleh transportasi online roda dua atau ojek online. Hal ini diungkap Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Budi Setiyadi, tren penjualan motor listrik saat ini mulai bergeser dari konsumen individu ke skema Business to Business (B2B).

    “Sekarang banyak dari APM (Agen Pemegang Merek) dengan B2B, dengan mungkin Gojek dan pengiriman barang, dan sebagainya,” kata Budi kepada detikOto, Selasa (6/1/2026).

    Menurut Budi, kolaborasi antara produsen motor listrik dengan industri transportasi daring menjadi penggerak utama pasar motor listrik sepanjang 2025. Ia menyebut, pertumbuhan ini tidak hanya dinikmati satu atau dua merek saja, melainkan relatif merata.

    “Saya melihat sekarang di tahun 2025 itu, penjualan agak kencang, beberapa brand, antara APM dengan beberapa industri, katakan dengan angkutan ojek itu. Artinya untuk brand itu menurut saya cukup merata,” ungkap dia.

    Selain segmen ojek online, AISMOLI juga mencatat minat masyarakat terhadap motor listrik dengan skema sewa baterai terus meningkat. Model bisnis ini dinilai mampu menekan harga jual motor listrik sehingga lebih terjangkau.

    “Penjualan motor dinamis, misalnya ada yang juga sewa, seperti Polytron. Itu cukup banyak juga sewanya,” ungkap Budi.

    Menurutnya, konsumen motor listrik kini semakin pragmatis. Kemudahan akses dan skema kepemilikan menjadi faktor utama, bukan lagi soal fanatisme merek.

    “Yang paling mudah diakses oleh masyarakat tanpa melihat brand. Itu masyarakat tertarik, misalnya mungkin skema baterai sistem sewa, sehingga motornya mungkin jadi harganya murah,” tuturnya.

    Tak hanya harga, ketersediaan infrastruktur juga menjadi faktor krusial dalam mendorong adopsi motor listrik. Budi menilai, ekosistem swap baterai yang semakin luas membuat pengguna lebih percaya diri menggunakan motor listrik untuk aktivitas harian.

    “Kemudian motornya bisa pakai swap, kalau habis bisa langsung diambil di Alfamart, dan sebagainya,” ujar Budi.

    Dengan kombinasi skema B2B, sewa baterai, dan infrastruktur swap yang semakin matang, motor listrik dinilai masih memiliki peluang tumbuh, meski tanpa dukungan subsidi pemerintah.

    “Kita sepakat tidak berharap lagi sama pemerintah, mau ada subsidi atau tidak, kita tetap jalan terus,” kata Budi.

    “Kita harus mandiri, mencari terobosan, supaya tetap eksis di masyarakat,” jelas dia.

    Angka penjualan sepeda motor listrik 2025 mengalami penurunan 28,6 persen dibandingkan tahun lalu. Biang keroknya gara-gara ketidakjelasan subsidi motor listrik.

    Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Sistem Registrasi Uji Tipe (SRUT) mencatat, penjualan motor listrik tahun 2025 hanya mencapai 55.059 unit, turun dari 77.078 unit pada 2024.

    (riar/din)