Category: Detik.com Otomotif

  • Bisa Main PS di Dalam, Kenalin! Ini SUV Listrik Honda-Sony

    Bisa Main PS di Dalam, Kenalin! Ini SUV Listrik Honda-Sony

    Jakarta

    Startup yang dibentuk oleh Honda dan Sony, Sony Honda Mobility, meluncurkan SUV listrik terbarunya. Mobil listrik ini memiliki teknologi canggih, termasuk ada konsol PlayStation di dalamnya.

    Sony Honda Mobilty yang melahirkan merek mobil listrik Afeela memperkenalkan prototype SUV listrik terbarunya di pameran teknologi CES 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat. SUV listrik itu disebut Afeela Prototype 2026, yang rencananya akan dipasarkan pada 2028.

    SUV listrik Honda-Sony itu menggunakan platform yang sama dengan versi sedannya, Afeela 01 yang sudah meluncur lebih dulu dan kini muncul versi siap produksinya. Desainnya juga identik, dengan strip lampu LED yang lebar di depan dan belakang.

    Di bagian dalam, Afeela Prototype 2026 juga identik dengan versi sedannya. Dasbor dilapisi beberapa layar. Di bagian belakang ada dua layar tambahan, penumpangnya bisa sambil bermain PlayStation di layar belakang.

    Tulang punggung teknologinya adalah Sasis Digital Snapdragon Qualcomm Technologies, dipasangkan dengan agen AI canggih yang dikembangkan bekerja sama dengan Microsoft.

    SUV Garapan Honda-Sony Foto: Dok. Sony Honda Mobility

    SUV listrik ini akan memiliki sistem bantuan mengemudi canggih. Terdapat LiDAR dan kamera yang dipasang di atap. Kabarnya mobil ini akan memiliki teknologi otonom Level 2+.

    Terkait jantung pacunya, saat ini masih terbatas informasinya. Mungkin juga akan mengadopsi penggerak yang sama dengan Afeela 01 versi sedan. Diketahui, Afeela 01 memiliki motor listrik ganda dengan tenaga maksimal 360 kW, lengkap dengan baterai 91 kWh. Konfigurasi itu membuat mobil ini mampu menjangkau jarak hingga 4483 km.

    Sony Honda Mobility belum mengungkapkan harga untuk varian crossover yang akan diluncurkan pada tahun 2028. Namun, versi sedannya akan dijual mulai dari 89.900 dolar (Rp 1,5 miliaran).

    (rgr/dry)

  • Ada Kenaikan, Segini Harga Yamaha Gear Ultima Januari 2026

    Ada Kenaikan, Segini Harga Yamaha Gear Ultima Januari 2026

    Jakarta

    Harga Yamaha Gear Ultima mengalami kenaikan di Januari 2026. Harga kendaraan bermotor umumnya memang naik di awal tahun, sebab ada kenaikan instrumen pajak seperti bea balik nama (BBN). Ini harga Yamaha Gear Ultima Januari 2026.

    Mengutip situs resmi Yamaha Indonesia, harga Gear Ultima tipe hybrid bulan ini Rp 20.140.000. Sementara bulan lalu, harga Gear Ultima tipe terendah ini masih sekitar Rp 19.990.000. Artinya, ada kenaikan harga sebesar Rp 150.000.

    Selanjutnya untuk model tertinggi Yamaha Gear Ultima Hybrid S, harganya Rp 21.650.000. Pada Desember 2025, harga motor ini masih di angka Rp 21.500.000. Maka ada kenaikan juga sebesar Rp 150.000. Di sisi lain, Yamaha juga masih menjual Gear versi lama dengan banderol yang juga naik Rp 150.000, menjadi Rp 19.195.000.

    Secara teknis, Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid menggunakan mesin BlueCore ‘Hybrid’ dengan kapasitas 125 cc dan pendingin udara. Mesin tersebut membuat motor mampu menghasilkan tenaga 6,2 kW dan torsi 10,6 Nm.

    Di atas kertas, tenaga Gear Ultima lebih kecil dibandingkan Gear sebelumnya. Namun, torsinya jauh lebih besar. Sebagai gambaran, Gear generasi pertama memiliki tenaga 7 kW dan torsi 9,5 Nm.

    Buat tampilannya, Yamaha Gear Ultima juga memiliki desain lebih sporty berkat tarikan garis yang agresif. Pada bagian wajah, lampu utama atau headlamp-nya dibuat seperti bertumpuk. Kemudian lampu seinnya terpasang agak ke bawah dan menyatu dengan fairing.

    Kemudian lampu belakangnya juga dibuat kekinian dengan tambahan handle besi di bagian ekor. Selain itu, ukuran velg-nya juga lebih kecil dibandingkan model sebelumnya.

    Fitur motor ini juga cukup lengkap, ada start stop system atau SSS, soket pengisian daya ponsel, gantungan ganda, pencahayaan full LED, serta handle belakang tambahan. Khusus untuk varian tertinggi, ada panel instrumen digital, answer back system lampu hazard dan konektivitas Y-Connect.

    Dengan Y-Connect, pengendara Gear Ultima bisa menghubungkan motornya dengan perangkat ponsel, sehingga mereka bisa memantau kondisi kendaraan secara realtime.

    (lua/dry)

  • Xiaomi Rilis Mobil Listrik dengan Jarak Tempuh 902 Km, Harga Mulai Rp 500 Jutaan

    Xiaomi Rilis Mobil Listrik dengan Jarak Tempuh 902 Km, Harga Mulai Rp 500 Jutaan

    Jakarta

    Raksasa teknologi asal China, Xiaomi, resmi meluncurkan Xiaomi SU7 terbaru untuk konsumen domestik. Kendaraan listrik tersebut mendapat sentuhan baru dibandingkan model sebelumnya, termasuk teknologi dan kapasitas baterai.

    Disitat dari Carnewschina, Xiaomi SU7 terbaru secara tampilan masih mirip-mirip model sebelumnya. Hanya saja, pabrikan memberikan penyegaran di sejumlah bagian, mulai dari bumper depan, ukuran roda dan model pelek.

    Pembaruan paling kentara terdapat di bagian teknologi. Kini, fitur LiDAR dan Xiaomi HAD tersedia di seluruh varian, ADAS computing power-nya pakai versi terbaru, tambahan dua kantung udara atau airbags dan door lock backup power.

    Xiaomi SU7 terbaru. Foto: Doc. Xiaomi

    Pembaruan lainnya terdapat di area spesifikasi. Xiaomi SU7 terbaru sekarang punya tenaga maksimum 690 dk untuk varian tertinggi. Sebelumnya, tenaga kendaraan itu hanya tembus 673 dk.

    Kapasitas baterainya juga ditambah. Jika di model pendahulu hanya bisa menempuh jarak maksimum 830 km, maka versi terbarunya bisa tembus 902 km. Menariknya lagi, kecepatan charging-nya juga ditambah.

    Pada model sebelumnya, 15 menit pengecasan hanya bisa dipakai untuk 510 km. Nah, untuk versi terbaru, lama pengecasan yang sama bisa dipakai untuk 670 km.

    Xiaomi SU7 terbaru. Foto: Doc. Xiaomi

    Di luar itu, Xiaomi SU7 terbaru masih sama seperti model sebelumnya. Pabrikan tetap membekalinya dengan fitur-fitur seperti layar kontrol pusat berukuran 16,1 inch yang telah mendukung resolusi 3K. Selain itu, ada panel instrumen 7,1 inch, dua layar di kursi penumpang yang merupakan Xiaomi Pad, navigator, Xiaomi Pilot yang disokong dua chip Nvidia Orin-X dan operating system HyperOS dengan Qualcomm Snapdragon 8295.

    Di China, Xiaomi SU7 dibanderol mulai dari 215.900 yuan (Rp 518 jutaan) hingga 299.900 yuan (Rp 720 jutaan. Nominal tersebut naik sedikit dibandingkan model sebelumnya.

    (sfn/dry)

  • Mobil Bikinan Indonesia Ini Laris di Venezuela

    Mobil Bikinan Indonesia Ini Laris di Venezuela

    Jakarta

    Venezuela lagi panas-panasnya menyusul serangan pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump. Mobil bikinan Indonesia ini laris manis di Venezuela.

    Akhir pekan kemarin, terjadi serangan ke Venezuela oleh Amerika Serikat. AS menculik Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, dilanjutkan memindahkan mereka ke New York untuk diadili.

    Ternyata, Venezuela adalah salah satu negara tujuan ekspor mobil-mobil buatan Indonesia. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), beberapa mobil buatan Indonesia dikirim ke Venezuela. Bahkan, tahun lalu ekspor mobil ke Venezuela tembus ribuan unit.

    Merek mobil yang mengekspor ke Venezuela adalah Toyota. Dua mobil Toyota, yaitu Toyota Yaris Cross dan Toyota Wigo laris manis di Venezuela.

    Berdasarkan data Gaikindo, sepanjang Januari sampai November 2025, Toyota mengekspor mobil Toyota Yaris Cross sebanyak 1.008 unit. Model yang diekspor ke Venezuela adalah Toyota Yaris Cross tipe G.

    Toyota Yaris Cross tipe G yang diekspor ke Venezuela itu menggunakan mesin non-hybrid berkode 2NR-VE empat silinder segaris 16 katup DOHC dengan Dual VVT-i. Mesin itu berkapasitas 1.496 cc. Tenaga maksimalnya mencapai 106 hp dengan torsi maksimal 140 Nm.

    Toyota Yaris Cross itu memiliki kapasitas tangki bensin 42 liter. Konsumsi bahan bakarnya diklaim mencapai 4,8 liter per 100 km atau setara 20,8 km per liter.

    Selain Yaris Cross, Toyota juga mengekspor Toyota Wigo 1.2 ke Venezuela. Mobil itu juga dikenal sebagai Toyota Agya. Di data Gaikindo, city car yang diekspor ke Venezuela itu menggunakan nama Wigo. Tapi, di website Toyota Venezuela, mobil itu dijual menggunakan nama Agya.

    Sepanjang Januari sampai November 2025, Toyota mengekspor Agya ke Venezuela sebanyak 4.869 unit. Itu termasuk Agya bertransmisi manual dan otomatis.

    Toyota Agya yang diekspor ke Venezuela itu menggunakan mesin WA-VE 1.198 cc (1.2L) tiga silinder 12 katup, DOHC, Dual VVT-i. Tenaga maksimalnya mencapai 87 daya kuda dengan torsi maksimal 113 Nm. Toyota Venezuela mengklaim mobil ini memiliki konsumsi bahan bakar hingga 4,1 liter per 100 km atau setara 24,3 km/liter.

    Toyota Minta Karyawan di Venezuela Kerja dari Rumah

    Toyota telah menginstruksikan pegawainya di Venezuela bekerja dari rumah sementara waktu menyusul serangan militer pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.

    Mengutip Automotiveworld, Toyota mengonfirmasi jika semua staf ekspatriat dan keluarga mereka tetap aman, meskipun tak mengungkapkan jumlah total karyawan yang terkena dampak arahan kerja jarak jauh tersebut.

    Toyota lebih lanjut mengklarifikasi bahwa kesepakatan tersebut tidak memengaruhi penjualan atau operasional produksi, meskipun perlu dicatat, bahwa hal tersebut telah terdampak oleh kondisi ekonomi lokal dan sanksi selama bertahun-tahun.

    (rgr/dry)

  • Pemerintah Pertimbangkan Polisi Pakai Bodycam

    Pemerintah Pertimbangkan Polisi Pakai Bodycam

    Jakarta

    Pemerintah mempertimbangkan aturan agar polisi nantinya memakai kamera badan atau body camera (body cam). Hal itu menyusul Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang akan mengatur penggunaan kamera pengawas untuk pemeriksaan.

    “Kemudian CCTV (kamera pengawas) pemeriksaan, bodycam, nanti mungkin ini bisa jadi pertimbangan ya,” ujar Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dikutip Antara.

    Supratman bilang, hal tersebut akan didiskusikan dengan tim perumus rancangan peraturan pemerintah (RPP).

    “Dalam (rancangan peraturan pemerintah) RPP-nya juga nanti kami akan coba karena berbasis teknologi informasi. Nanti akan kami diskusikan dengan Tim 12 dalam rangka penyusunan dan penyempurnaan RPP yang akan datang ya,” katanya.

    Bodycam sudah banyak juga digunakan oleh petugas kepolisian lalu lintas di berbagai negara. Di Indonesia, beberapa sudah ada yang menggunakan bodycam.

    Beberapa waktu lalu, situs resmi Humas Polri menginformasikan bodycam yang berada di pakaian dinas polantas digunakan personel saat melaksanakan tugas di Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Unit Turjawali).

    Sesuai namanya, bodycam atau body camera adalah sebuah kamera yang dilengkapi audio dan visual yang dipasangkan pada tubuh polisi di lapangan. Dikutip detikJatim, Polda Jawa Timur sudah menggunakan body camera. Mekanismenya, setiap personel diwajibkan untuk merekam peristiwa atau saat bertugas di lapangan dengan cara bodycam ditempelkan di badan setiap personel ketika patroli.

    Bodycam itu dinilai sangat efektif untuk menekan penyimpangan tindakan para personel kepolisian di lapangan. Termasuk untuk mencegah penyalahgunaan wewenang, kekerasan, hingga korupsi sekalipun. Bahkan, bisa sebagai bukti pada saat anggota melanggar aturan maupun sebaliknya.

    (rgr/dry)

  • Harga Yamaha Nmax Januari 2026, Naik Jadi Segini

    Harga Yamaha Nmax Januari 2026, Naik Jadi Segini

    Jakarta

    Harga Yamaha Nmax Januari 2026 mengalami kenaikan. Kenaikan harga kendaraan bermotor di awal tahun wajar karena ada kenaikan di beberapa instrumen pajak, misalnya bea balik nama atau BBN. Kenaikan harga ini juga terjadi di salah satu skutik andalan Yamaha, Nmax.

    Generasi terbaru Yamaha Nmax tipe Neo kini dijual Rp 33.765.000 on the road Jakarta. Bulan sebelumnya, Nmax varian paling rendah itu dijual seharga Rp 33.415.000. Artinya, ada kenaikan sebesar Rp 350.000.

    Kemudian untuk Yamaha Nmax varian tertinggi, yaitu Turbo Tech Max Ultimate, kini harganya Rp 46.445.000 on the road Jakarta. Sebelumnya, kasta tertinggi Nmax tersebut dijual Rp 46.095.000. Artinya, ada kenaikan harga Rp 350.000 di awal tahun ini.

    Harga Yamaha Nmax Januari 2026

    1. Nmax Neo: Rp 33.765.000

    2. Nmax Neo S: Rp 34.755.000

    3. Nmax Turbo: Rp 38.965.000

    4. Nmax Turbo Tech Max: Rp 44.465.000

    5. Nmax Turbo Tech Max Ultimate: Rp 46.445.000.

    Sebagai informasi, versi terbaru Yamaha Nmax hadir dalam varian Neo dan Turbo. Di tipe Turbo sudah memakai teknologi YECVT (CVT elektrik), pilihan mode berkendara, dan sistem navigasi Garmin di varian tertinggi. Di sisi lain, Yamaha juga masih menjual Nmax generasi lama.

    Jika Yamaha Nmax versi Neo dan Turbo mengalami kenaikan harga di Januari 2026. Maka untuk Nmax versi lama ini tidak mengalami kenaikan harga. Yamaha Nmax generasi lama ditawarkan dalam tiga varian, standard, S version, dan connected ABS.

    Soal harga, varian standard dijual Rp 32.175.000, S version Rp 33.175.000, dan versi tertinggi connected ABS dijual Rp 36.300.000.

    Yamaha Nmax 155 generasi lama Foto: Dok. Yamaha

    (lua/dry)

  • VinFast Perkuat Industri EV Nasional Lewat Pabrik Kendaraan Listrik di Subang

    VinFast Perkuat Industri EV Nasional Lewat Pabrik Kendaraan Listrik di Subang

    Jakarta

    VinFast menandai langkah penting dalam pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia melalui beroperasinya fasilitas produksi kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat. Pabrik ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang VinFast dalam memperluas jaringan manufaktur global sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap ekosistem kendaraan listrik nasional.

    Kehadiran pabrik VinFast di Subang diharapkan mendorong peningkatan daya saing industri otomotif berbasis listrik di dalam negeri, mempercepat lokalisasi produksi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Fasilitas ini menjadi pabrik pertama VinFast di Indonesia dan Asia Tenggara di luar Vietnam, sekaligus pabrik keempat VinFast secara global.

    Pabrik VinFast Subang diselesaikan dan mulai beroperasi dalam waktu sekitar 17 bulan sejak peletakan batu pertama. Keberhasilan penyelesaian proyek sesuai jadwal mencerminkan kesiapan VinFast dalam mengeksekusi investasi strategis serta komitmen perusahaan dalam mendukung agenda industrialisasi hijau di Indonesia.

    CEO VinFast Asia Pham Sanh Chau menyebut pembangunan pabrik ini sebagai wujud komitmen nyata perusahaan dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan.

    “Tujuh belas bulan lalu kami memulai pembangunan pabrik ini dengan satu misi yang jelas, membangun ekosistem hijau yang komprehensif,” ujar Pham dalam keterangan tertulis, Rabu (7/12/2026).

    Ia menegaskan bahwa kecepatan penyelesaian pabrik menjadi bukti kemampuan eksekusi VinFast dalam merealisasikan komitmen tersebut.

    “Kami tidak hanya berbicara, tetapi juga mewujudkannya. Ini adalah bukti kecepatan dan kemampuan eksekusi VinFast,” ucapnya.

    Dalam pengembangannya, VinFast menargetkan tingkat lokalisasi yang progresif sejalan dengan kebijakan pemerintah. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) ditargetkan melampaui 40 persen pada 2026, meningkat menjadi 60 persen pada 2029, dan mencapai 80 persen mulai 2030. Upaya ini didukung dengan pembangunan ekosistem industri pendukung di kawasan Subang, termasuk pengembangan kawasan pemasok atau supplier park.

    Dari sisi pemerintah, proyek ini dipandang sejalan dengan agenda penguatan industri hijau dan percepatan transisi energi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai kehadiran pabrik VinFast dapat menjadi penggerak baru bagi industri kendaraan listrik nasional.

    “Sesuai namanya, VinFast, pembangunan pabrik ini memang sangat cepat. Tidak semua manufaktur mampu melakukannya,” kata Airlangga.

    Ia juga berharap VinFast terus meningkatkan tingkat komponen dalam negeri dengan menggandeng pelaku industri lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan industri dalam negeri.

    Manajemen VinFast Indonesia menilai pabrik Subang sebagai fondasi utama keberlanjutan bisnis perusahaan di Tanah Air. CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menyampaikan bahwa sejak tahap awal operasional, pabrik ini telah menyerap sekitar 900 tenaga kerja.

    “Subang memang menjadi prioritas kami untuk tenaga kerja. Tenaga kerja terdidik dan terlatih tentunya harus memenuhi standar VinFast,” ujarnya.

    Menurut Kariyanto, apabila seluruh fase pembangunan pabrik telah terselesaikan, fasilitas ini berpotensi menyerap hingga 15 ribu tenaga kerja.

    “Ke depannya, tidak hanya kendaraan roda empat yang akan dirakit di pabrik ini, tetapi juga kendaraan roda dua, dengan total produksi yang ditargetkan mencapai sekitar 300 ribu unit per tahun,” ucapnya.

    Pabrik VinFast Subang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare dan dikembangkan secara bertahap dengan total investasi lebih dari USD 1 miliar. Pada kapasitas penuh, fasilitas ini diproyeksikan mampu memproduksi hingga 350.000 unit kendaraan per tahun untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus membuka peluang ekspor.

    Pada fase awal, VinFast mengalokasikan investasi lebih dari USD 300 juta dengan kapasitas produksi sekitar 50.000 unit per tahun. Fasilitas ini dilengkapi lini produksi terintegrasi berstandar internasional dengan tingkat otomasi tinggi, mencakup proses pengelasan bodi, pengecatan, perakitan, inspeksi kualitas, hingga logistik.

    Seiring peningkatan kapasitas, pabrik ini diperkirakan mampu menciptakan sekitar 5.000 hingga 15.000 lapangan kerja langsung, serta ribuan lapangan kerja tidak langsung di sektor rantai pasok dan layanan pendukung. Dampak ini diharapkan memperkuat posisi Subang sebagai salah satu pusat industri kendaraan listrik baru di Indonesia.

    Pada tahap awal operasional, pabrik Subang memproduksi sejumlah model kendaraan listrik strategis VinFast untuk pasar Indonesia, yakni VF 3, VF 5, VF 6, dan VF 7 dengan setir kanan yang dirancang untuk kebutuhan mobilitas perkotaan. Ke depan, fasilitas ini juga dipersiapkan untuk merakit model baru, termasuk sepeda motor listrik dan MPV listrik yang disesuaikan dengan kebutuhan komersial dan layanan.

    Selain menyasar pasar domestik, pabrik VinFast Subang juga diproyeksikan menjadi hub ekspor ke negara-negara Asia Tenggara dan kawasan sekitarnya. Dengan beroperasinya fasilitas ini, VinFast semakin menegaskan perannya dalam membangun rantai nilai kendaraan listrik yang terintegrasi di Indonesia sekaligus memperkuat posisi kawasan Asia Tenggara dalam peta industri kendaraan listrik global.

    (akn/ega)

  • Aismoli Pasrah Nggak Ada Subsidi Motor Listrik tapi Usul Begini

    Aismoli Pasrah Nggak Ada Subsidi Motor Listrik tapi Usul Begini

    Jakarta

    Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) sudah tidak mengharapkan kebijakan subsidi motor listrik dari pemerintah. Namun industri motor listrik masih ingin didukung lewat kebijakan non-fiskal.

    “Kita sudah sepakat dalam industri, kita tidak bisa mengandalkan pemerintah saja,” kata Ketua Aismoli, Budi Setiyadi kepada detikOto, Selasa (6/1/2026).

    Kata Budi, pemerintah saat ini berfokus pada Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan ekonomi melalui Koperasi Merah Putih.

    “Pemerintah punya target khusus, seperti MBG, Merah Putih, itu lebih banyak menuntut perhatian pemerintah,” kata Budi.

    “Kita sepakat tidak berharap lagi sama pemerintah, mau ada subsidi atau tidak, kita tetap jalan terus,” tambah dia.

    Kondisi ini memaksa pabrikan motor listrik untuk memutar otak dan mencari strategi baru agar tetap bisa bersaing di pasar otomotif nasional tanpa sokongan dana negara.

    “Kita harus mandiri, mencari terobosan supaya tetap eksis di masyarakat,” ungkap Budi.

    “Kita harus mandiri, mencari terobosan, supaya tetap eksis di masyarakat. Kalau tidak bisa memberikan insentif fiskal,” tambah Budi.

    Meski demikian, Aismoli tetap menuntut dukungan dalam bentuk lain, yakni insentif non-fiskal. Budi mengusulkan agar pengguna motor listrik diberikan “karpet merah” di jalan raya agar masyarakat tetap tertarik beralih dari motor bensin.

    “Insentif non-fiskal, memberikan semacam privilege kepada pengguna, seperti ganjil genap, atau ada jalur khusus sepeda motor listrik, atau parkir yang menekan biaya untuk sepeda motor listrik, atau pemerintah daerah sudah mulai menggunakan sepeda motor listrik,” jelas Budi.

    Penjualan motor listrik turun tanpa subsidi. Angka penjualan sepeda motor listrik 2025 mengalami penurunan 28,6 persen dibandingkan tahun lalu. Biang keroknya gara-gara ketidakjelasan subsidi motor listrik.

    Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Sistem Registrasi Uji Tipe (SRUT) mencatat, penjualan motor listrik tahun 2025 hanya mencapai 55.059 unit, turun dari 77.078 unit pada 2024.

    (riar/dry)

  • Pabrik Mobil Listrik VinFast di Subang Beroperasi, Serap 900 Tenaga Kerja

    Pabrik Mobil Listrik VinFast di Subang Beroperasi, Serap 900 Tenaga Kerja

    Jakarta

    Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, resmi mengoperasikan fasilitas manufaktur terbarunya di Desa Padaasih, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Adapun pabrik tersebut mampu menyerap 900 tenaga kerja.

    Peresmian yang dilakukan, Senin (15/12/2025) menjadi tonggak penting bagi ekspansi global VinFast. Sebab kehadiran pabrik itu sebagai wujud keseriusan perusahaan dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

    Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 170 hektare tersebut menjadi fasilitas produksi pertama VinFast di Asia Tenggara dan yang kedua di luar Vietnam. Dengan beroperasinya pabrik di Subang, VinFast kini memiliki empat fasilitas manufaktur aktif secara global.

    CEO VinFast Asia, Pham Sanh Chau, menyebut pembangunan pabrik ini sebagai wujud komitmen nyata perusahaan terhadap pengembangan industri hijau.

    “Tujuh belas bulan lalu kami memulai pembangunan pabrik ini dengan satu misi yang jelas, membangun ekosistem hijau yang komprehensif,” ujar Pham dalam keterangan tertulis, Rabu (7/1/2026).

    Foto: Foto: Dian Firmansyah

    Dia menegaskan kehadiran pabrik Subang mencerminkan semangat VinFast dalam mewujudkan janji dengan eksekusi cepat dan terukur sebagai perusahaan otomotif global.

    “Kami tidak hanya berbicara, tetapi juga mewujudkannya. Ini adalah bukti kecepatan dan kemampuan eksekusi VinFast,” ujarnya.

    Sementara itu, CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto menyebutkan bahwa pabrik VinFast yang berada di Subang ini telah menyerap hingga 900 tenaga kerja.

    “Subang memang menjadi tugas kami untuk prioritas tenaga kerja. Tenaga kerja terdidik dan terlatih tentunya harus memenuhi standar VinFast,” tuturnya.

    Dia menyebutkan jika seluruh fase pembangunan pabrik VinFast dk Subang telah terselesaikan keseluruhannya, maka bisa menyerap hingga 15 ribu tenaga kerja.

    “Kedepannya tak hanya kendaraan roda empat yang akan dirakit di pabrik ini, tapi juga akan merakit kendaraan roda dua, dengan total ditargetkan 300 ribu kendaraan tiap tahunnya,” ujarnya.

    Peresmian pabrik ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. Menurut Airlangga, investasi VinFast selaras dengan agenda pemerintah dalam mempercepat transisi energi dan membangun industri kendaraan listrik nasional.

    Dia berharap VinFast dapat terus meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dengan menggandeng pelaku industri lokal, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

    “Sesuai namanya, VinFast, pembangunan pabrik ini memang sangat cepat. Tidak semua manufaktur mampu melakukannya,” tutup Airlangga.

    Sebagai informasi tambahan, Pabrik VinFast Subang dirancang untuk memproduksi kendaraan listrik berbasis baterai dengan teknologi efisiensi tinggi dan standar ramah lingkungan. Selain menyasar pasar domestik, fasilitas ini juga diproyeksikan menjadi hub ekspor ke negara-negara Asia Tenggara dan kawasan sekitarnya.

    (akd/ega)

  • Digugat ke MK, Pengendara yang Merokok Diminta Dicabut SIM-nya

    Digugat ke MK, Pengendara yang Merokok Diminta Dicabut SIM-nya

    Jakarta

    Salah satu warga mengajukan permohonan uji materiil Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ke Mahkamah Konstitusi. Salah satu yang diajukan ke MK adalah sanksi berat buat pengendara yang merokok di jalan raya.

    Permohonan itu diajukan oleh Syah Wardi, M.H, dengan nomor perkara 13/PUU-XXIV/2026. Syah Warni mengajukan Permohonan Uji Materiil Pasal 106 ayat (1) dan Pasal 283 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terkait Kepastian Hukum dan Perlindungan Keselamatan Pengguna Jalan.

    “Bahwa ketentuan a quo mengatur kewajiban pengemudi untuk mengemudikan kendaraan dengan wajar dan penuh konsentrasi serta sanksi pidana bagi pengemudi yang tidak memenuhi kewajiban tersebut. Namun dalam praktik, norma tersebut tidak memberikan kejelasan dan kepastian hukum, khususnya terkait perbuatan yang secara nyata mengganggu konsentrasi dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, termasuk aktivitas merokok saat mengemudikan kendaraan bermotor,” demikian dikutip dari permohonan tersebut.

    Adapun pasal yang diharapkan untuk diuji adalah pasal 106 ayat (1) UU 22/2009 yang berbunyi, “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan Kendaraan Bermotor tersebut dengan wajar dan penuh konsentrasi.” khususnya terhadap frasa “penuh konsentrasi”.

    Kemudian pasal 283 yang berbunyi, “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.”

    Menurutnya, dua pasal tersebut bersifat kabur, lemah dan multitasfir. Padahal, pasal tersebut secara langsung berkaitan dengan perlindungan keselamatan jiwa manusia.

    “Bahwa lalu lintas jalan raya merupakan ruang publik yang mengandung risiko tinggi terhadap keselamatan, sehingga pengaturannya tidak boleh bersifat kabur, lemah, atau multitafsir. Setiap kekaburan norma dalam bidang lalu lintas berpotensi menimbulkan akibat yang fatal dan irreversibel, berupa hilangnya nyawa manusia atau cacat permanen,” katanya.

    Pasal 283 UU LLAJ yang mengatur sanksi juga dinilai sanksi yang ringan dan tidak proporsional dibandingkan dengan tingkat bahaya yang ditimbulkan. Menurutnya, sanksi yang diatur dalam pasal itu tidak menimbulkan efek jera, tidak mencerminkan nilai perlindungan terhadap hak hidup, dan tidak sejalan dengan tujuan hukum lalu lintas, yaitu menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas.

    Untuk itu, Syah Wardi meminta MK untuk mengabulkan permohonannya dalam pengujian materiil UU LLAJ. Syah Wardi juga memohon kepada MK agar pengendara yang merokok mendapat sanksi tambahan, termasuk pencabutan SIM.

    “Terhadap pelanggar yang merokok saat berkendara wajib dikenakan Sanksi Tambahan berupa kerja sosial pembersihan jalan raya atau pencabutan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk jangka waktu tertentu sebagai bentuk pertanggungjawaban atas risiko bahaya yang ditimbulkan bagi publik,” tulisnya.

    “Menegaskan bahwa pemberian Sanksi Tambahan dan penerapan Pemaknaan Maksimal dalam penegakan Pasal 283 tersebut merupakan instrumen perlindungan hukum yang adil bagi warga negara untuk mendapatkan lingkungan jalan raya yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman fisik akibat residu pembakaran rokok (abu dan bara),” sambungnya dalam permohonan kepada MK.

    (rgr/dry)