Category: Detik.com Kesehatan

  • Video: Geger Temuan Residu Berbahaya Anggur Muscat di Thailand

    Video: Geger Temuan Residu Berbahaya Anggur Muscat di Thailand

    Video: Geger Temuan Residu Berbahaya Anggur Muscat di Thailand

  • Berapa Kadar Asam Urat Normal pada Pria dan Wanita? Begini Penjelasannya

    Berapa Kadar Asam Urat Normal pada Pria dan Wanita? Begini Penjelasannya

    Jakarta

    Asam urat tinggi dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit, mulai dari kerusakan sendi, batu ginjal, gagal ginjal, hingga penyakit jantung koroner. Lantas, berapa kadar asam urat yang normal agar terhindar dari penyakit?

    Dikutip dari Cleveland Clinic, asam urat atau uric acid adalah senyawa yang dihasilkan tubuh ketika memproses purin. Purin merupakan zat yang terkandung dalam makanan atau minuman tertentu, seperti daging, jeroan, dan minuman beralkohol.

    Ketika jumlahnya terlalu tinggi, asam urat dapat menyebabkan peradangan dan nyeri pada persendian. Kondisi ini dikenal dengan nama gout, atau yang oleh kebanyakan orang disebut sebagai penyakit asam urat.

    Selain kerusakan persendian, asam urat tinggi juga bisa menyebabkan komplikasi berupa batu ginjal, gagal ginjal, hingga penyakit jantung koroner. Karenanya, penting untuk menjaga agar kadar asam urat dalam tubuh tetap normal dan tidak melebihi batas.

    Pertanyaannya, berapa sih jumlah asam urat yang dianggap normal?

    Dikutip dari Very Well Health, kadar asam urat normal pada pria dan wanita ternyata berbeda. Pada pria, jumlah asam urat yang dianggap normal adalah 2,4 sampai 7,4 miligram per desiliter (mg/dL) darah. Sedangkan pada wanita, kadar asam urat normal adalah 1,4 hingga 5,8 mg/dL.

    Penyebab Asam Urat Tinggi

    Asam urat tinggi biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan mengandung purin secara berlebihan. Semakin banyak mengonsumsi purin, semakin banyak pula asam urat yang dihasilkan tubuh sehingga memicu penumpukan.

    Selain itu, asam urat tinggi juga bisa dipicu oleh:

    Konsumsi sirup jagung fruktosa tinggi, seperti yang ada pada minuman soda, permen, dan buah kalenganEfek samping pengobatan kanker, seperti kemoterapiKondisi medis tertentu, seperti leukemia, psoriasis, dan penyakit ginjal kronisBerat badan berlebih atau obesitasEfek obat-obatan tertentu, seperti diuretik dan aspirinGejala Asam Urat Tinggi

    Seseorang yang memiliki kadar asam urat tinggi bisa saja tidak menunjukkan gejala, kecuali ada kondisi tertentu yang mendasari seperti gout, batu ginjal, dan lain sebagainya.

    Berikut gejala asam urat tinggi sesuai dengan kondisi yang menyertai:

    Gout: nyeri, bengkak, dan kemerahan pada persendianBatu ginjal: nyeri pada tubuh bagian samping atau perut bagian bawah, darah dalam urinSindrom lisis tumor: Mual dan muntah, lesu , detak jantung cepat atau tidak teratur, kejang, kram otot, kebingunganSindrom fanconi: gangguan tumbuh kembang dan nyeri tulang pada anak-anak, kelemahan dan nyeri tulang pada orang dewasa

    (ath/kna)

  • Ini 5 Penyebab Jerawat di Ketiak dan Cara Mencegahnya

    Ini 5 Penyebab Jerawat di Ketiak dan Cara Mencegahnya

    Jakarta

    Pada umumnya, jerawat muncul di area wajah yang membuat seseorang jadi tidak percaya diri. Namun, jerawat juga bisa timbul di ketiak yang menyebabkan rasa tidak nyaman.

    Jerawat di ketiak bisa disebabkan oleh sejumlah faktor. Namun tak perlu khawatir, sebab ada sejumlah cara untuk mencegah timbulnya jerawat di ketiak.

    Lantas, apa yang menyebabkan timbulnya jerawat di ketiak? Lalu bagaimana cara mencegahnya? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.

    Penyebab Jerawat di Ketiak

    Jerawat di ketiak menyebabkan timbul benjolan yang terkadang terasa sakit jika disentuh atau bergesekan dengan kulit. Mengutip laman Curology, berikut sejumlah penyebab jerawat di ketiak:

    1. Folikulitis

    Folikulitis merupakan gangguan pada kulit yang ditandai dengan peradangan pada folikel rambut, yakni lubang-lubang kecil di kulit tempat tumbuhnya rambut. Peradangan ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri.

    Selain bakteri, folikulitis juga bisa disebabkan oleh mikroorganisme lain, seperti jamur dan virus. Selain itu, gangguan ini juga bisa dipicu oleh iritasi akibat gesekan (seperti bercukur), produk perawatan kulit tertentu, atau reaksi peradangan terhadap keringat.

    Nah, folikulitis bisa menyebabkan timbulnya benjolan berwarna merah di ketiak. Dalam beberapa kasus, benjolan tersebut dapat berisi nanah dan terasa gatal atau nyeri.

    2. Dermatitis Kontak

    Dermatitis kontak merupakan jenis peradangan kulit yang disebabkan oleh zat tertentu. Zat tersebut bisa berupa alergen yang memicu alergi atau iritasi.

    Beberapa zat-zat yang umumnya dapat memicu dermatitis kontak di antaranya:

    SabunKosmetikParfumPerhiasan.

    Untuk kasus jerawat di ketiak, biasanya disebabkan oleh zat-zat yang terdapat pada deodoran atau antiperspiran karena mengandung bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit atau memicu reaksi alergi.

    Beberapa gejala umum yang muncul ketika mengalami dermatitis kontak yaitu ruam merah, gatal-gatal, hingga menyebabkan melepuh atau sensasi terbakar di kulit.

    3. Luka Akibat Pisau Cukur

    Kebiasaan mencukur bulu ketiak dapat menyebabkan ruam dan iritasi kulit. Ruam tersebut bisa memicu rasa gatal dan tidak nyaman, namun akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

    Namun dalam beberapa kasus, mencukur bulu ketiak bisa menyebabkan luka dan kulit terasa seperti terbakar. Hal itu biasanya disebabkan karena pisau cukur yang sudah tumpul atau tidak melembapkan kulit.

    Lalu, menggunakan pisau cukur yang sudah tua atau tumpul bisa memasukkan bakteri ke dalam luka kecil di kulit, sehingga memicu infeksi kulit seperti bisul atau folikulitis.

    4. Rambut Tumbuh ke Dalam

    Penyebab selanjutnya karena rambut yang tumbuh ke dalam. Normalnya, rambut manusia tumbuh ke luar dan bisa memanjang seiring waktu. Namun, kondisi ini menyebabkan rambut malah membengkok ke belakang dan masuk kembali ke dalam kulit di dalam folikel.

    Gangguan tersebut biasanya dipicu oleh teknik mencukur atau mencabut bulu ketiak yang salah, sehingga menyebabkan rambut tumbuh kembali secara tidak teratur.

    Rambut yang tumbuh ke dalam bisa menyebabkan benjolan merah di ketiak. Terkadang, benjolan terasa nyeri atau gatal jika disentuh. Bahkan, dalam beberapa kasus benjolan bisa berisi nanah.

    5. Hidradenitis Suppurativa

    Hidradenitis suppurativa (HS) atau disebut juga acne inversa merupakan suatu gangguan yang menyebabkan peradangan akibat kelenjar keringat. Kondisi ini menyebabkan timbulnya benjolan yang menyerupai jerawat atau bisul.

    Nah, benjolan tersebut dapat menyebabkan rasa nyeri jika ditekan atau terkena gesekan dengan kulit. Kondisi ini umumnya dapat terjadi di area ketiak, selangkangan, bokong, hingga di sekitar kemaluan.

    Sayangnya, belum diketahui secara pasti apa penyebab hidradenitis suppurativa. Meski begitu, ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko gangguan ini, seperti faktor genetik, sindrom metabolik, obesitas, produksi sebum meningkat, hingga kebiasaan merokok.

    Cara Mencegah Muncul Jerawat di Ketiak

    Sebenarnya, jerawat tidak bisa tumbuh di ketiak. Munculnya benjolan di ketiak yang mirip seperti jerawat disebut hidradenitis suppurativa. Sayangnya, masih banyak yang mengira jika benjolan di ketiak merupakan sebuah jerawat.

    Jangan khawatir, ada sejumlah cara untuk mencegah timbulnya jerawat di ketiak. Mengutip Medical News Today, berikut beberapa caranya:

    Jaga kebersihan dengan baik, mulai dari mandi minimal tiga kali sehari hingga membersihkan badan dengan sabun mandi.Menggunakan pakaian yang dapat menyerap keringat atau tidak terlalu ketat.Pakai deodoran atau antiperspiran setiap hari sebelum beraktivitas.Jika ingin mencukur bulu ketiak, pilih pisau cukur yang baru karena masih tajam dan bersih.Oleskan krim atau gel cukur di area ketiak sebelum mencukur bulu ketiak untuk mencegah iritasi kulit.Jika muncul benjolan di ketiak, usahakan untuk tidak memencet atau menggaruknya karena bisa menyebabkan rasa nyeri dan perih.

    Apabila kondisi benjolan di ketiak terus memburuk dengan tanda-tanda seperti keluar nanah atau darah, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Itu dia lima penyebab jerawat di ketiak dan cara mencegahnya. Semoga dapat bermanfaat!

    (ilf/fds)

  • Eksperimen Unik Mahasiswa Kedokteran Harvard, Nekat Makan 700 Telur Sebulan

    Eksperimen Unik Mahasiswa Kedokteran Harvard, Nekat Makan 700 Telur Sebulan

    Jakarta

    Seorang mahasiswa kedokteran Harvard University nekat melakukan eksperimen untuk mengecek kadar kolesterol setelah mengonsumsi telur dalam jumlah banyak. Tak tanggung-tanggung, dia menghabiskan lebih dari 700 telur dalam eksperimennya itu.

    Dikutip dari NYPost, Dr Nick Norwitz mempelajari efek diet unggas atau fowl diet terhadap kadar kolesterol. Untuk mengeceknya, dia memutuskan makan telur dalam jumlah fantastis.

    Norwitz berhipotesis sebelum percobaannya bahwa mengonsumsi 60 lusin telur tidak akan meningkatkan LDL (lipoprotein densitas rendah) atau kolesterol “jahat”-nya pada saat bulan itu berakhir.

    Selama masa eksperimen, yang dia unggah ke kanal Youtube pribadinya, Dr Norwitz mengatakan bahwa ia memakan telur tersebut bersamaan dengan diet ketogenik normalnya yang terdiri dari daging, ikan, minyak zaitun, kacang-kacangan, cokelat hitam, keju, dan yogurt.

    Diet ketogenik adalah diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak yang bertujuan untuk mengubah tubuh dari kondisi yang menggunakan gula sebagai sumber energi utamanya menjadi lemak.

    “Saya berhipotesis bahwa mengonsumsi 720 butir telur dalam satu bulan, yang mana saja setara dengan 133.200 mg kolesterol, tidak akan meningkatkan kolesterol saya. Secara spesifik, itu tidak akan meningkatkan kolesterol LDL saya,” kata dia

    “Dan, memang, tidak, sedikit pun tidak,” sambungnya.

    Beberapa ilmuwan berhipotesis mengapa telur tidak akan meningkatkan kolesterol: Di dalam usus, kolesterol mengikat reseptor pada sel-sel usus yang mendorong pelepasan hormon yang disebut kolesin.

    Kolesterol ini mengalir melalui darah ke hati, lalu mengikat reseptor yang disebut GPR146, yang memberi sinyal ke hati untuk memproduksi lebih sedikit LDL, yang membantu menjaga kadarnya dalam tubuh.

    Setelah dua minggu pertama percobaannya, Dr. Norwitz juga memutuskan untuk mulai mengonsumsi 60 gram karbohidrat per hari. Hal ini dia lakukan untuk meminimalisir risiko kolesterol tinggi pada tubuhnya.

    “Dosis karbohidrat tambahan mendominasi jumlah kolesterol gila yang saya konsumsi,” katanya.

    (kna/kna)

  • Bahaya BPA Dibahas dalam detikcom Leaders Forum

    Bahaya BPA Dibahas dalam detikcom Leaders Forum

    detikcom Leaders Forum

    Rifkianto Nugroho – detikHealth

    Rabu, 30 Okt 2024 18:52 WIB

    Jakarta – detikcom Leaders Forum digelar di Jakarta, Kamis (30/10/2024). Acara itu mengambil tema ‘Label Bahaya BPA, Darurat Kesehatan atau Persaingan Usaha?’.

  • Label BPA di Kemasan Air Minum, Kenapa Penting? Ini Alasan Sebenarnya

    Label BPA di Kemasan Air Minum, Kenapa Penting? Ini Alasan Sebenarnya

    Jakarta

    Paparan Bisphenol A (BPA) dalam jangka panjang dapat membahayakan kesehatan. Dokter menyebut salah satu dampaknya adalah pada tumbuh kembang anak.

    Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), yang juga spesialis obstetri dan ginekologi, dr Ulul Albab, SpOG, mengatakan dampak bahaya BPA pada tubuh telah dibuktikan dalam berbagai penelitian.

    “Memang sebenarnya sudah ada warning bahwa BPA berbahaya, sejak dia dia pertama kali digunakan pada 1950 sebenarnya. Di beberapa negara di Eropa sebenarnya sudah melakukan pelarangan terkait BPA,” kata dr Ulul dalam acara detikcom Leaders Forum di Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2024).

    “Kita tahu bahwa ada sekitar 130 penelitian yang menyatakan bahwa BPA ini berbahaya jangka panjangnya,” lanjut dia.

    Menurut dr Ulul, sejumlah regulasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sebenarnya telah mengatur penggunaan BPA pada kemasan produk makanan. Terbaru adalah Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.

    Aturan ini menganjurkan untuk membuat label, yang menginformasikan suatu produk free BPA, berpotensi mengandung BPA, atau mengandung BPA. Menurut dr Ulul, kebijakan ini perlu didukung.

    “Paling tidak dengan adanya labeling ini adalah sebuah langkah, karena sebelumnya belum pernah ada dan kita harus mencoba itu,” tutupnya.

    dr Ulul mengatakan sebenarnya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan masyarakat untuk terhindar dari bahaya yang bisa saja muncul dari paparan BPA. Di antaranya dengan selektif memilih packaging untuk bahan pangan.

    “Hindari penggunaan botol atau packaging (plastik) yang berulang-ulang, hindari merebus atau menggunakan zat kimia tertentu, menyikat, dan sebagainya karena bisa mengikis mikroplastiknya,” katanya

    (dpy/up)

  • Tips Memulai Olahraga di Usia 30 ala Eks Atlet Olimpiade Indonesia

    Tips Memulai Olahraga di Usia 30 ala Eks Atlet Olimpiade Indonesia

    Jakarta

    Memulai untuk aktif berolahraga secara rutin bukanlah sesuatu yang mudah bagi sebagian orang. Terlebih, jika umur mereka sudah menginjak 30 tahun, tentu akan banyak tantangan-tantangan terkait kondisi fisik yang bisa memengaruhi.

    Mantan atlet renang Indonesia di Olimpiade Brazil 2016, Glenn Victor Sutanto memberikan beberapa tips untuk pemula yang ingin memulai aktif berolahraga di usia 30-an tahun. Menurut Glenn, olahraga merupakan salah satu hal penting untuk menjaga tulang dan otot tetap kuat di hari tua.

    “Pertama kita harus ngecek dulu ke dokter apakah punya riwayat penyakit, kayak hipertensi kah atau apa. Harus medical check-up dulu,” ujar Glenn kepada detikcom, di gedung Transmedia, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2024).

    Glenn yang juga pemenang The New L-Men of The Year ini mengatakan hal ini sangat penting untuk dilakukan. Pasalnya, tingkat kesehatan seseorang menurutnya bisa menentukan apa jenis dan bagaimana program latihan yang tepat.

    Dirinya menyarankan mereka yang ingin mulai aktif berolahraga untuk memulai dengan olahraga-olahraga yang terbilang ringan seperti jogging atau angkat beban.

    “Sebenarnya memulai dari titik terbawah pun nggak papa, kayak seminggu cuman olahraga 2 kali dan 30 menit. Ini tuh lebih baik daripada nggak ngapa-ngapain gitu,” kata Glenn.

    “Misal kita latihan hari ini hanya 20-30 menit, tapi dalam seminggu kita bisa latihan 3-4 kali. Daripada dihajar satu kali latihan 2 jam, badannya juga kaget kan,” lanjut dia.

    Selain itu, Glenn menekankan untuk mendapatkan tubuh yang bugar secara optimal, seseorang harus menyeimbangkan terkait asupan nutrisi, porsi latihan, dan jam tidur. Menurutnya, jika salah satu faktor ini tidak didapat secara baik, maka akan berpengaruh terhadap hasil olahraganya.

    Terkait kapan waktu yang tepat untuk berolahraga, Glenn sendiri tak terlalu mengambil pusing. Hal ini bisa disesuaikan dengan jumlah energi dan jadwal dari masing-masing orang.

    “Banyak yang sering nanya, olahraga tuh mending pagi atau malam? Sebenarnya dua-duanya sama-sama efektif,” kata Glenn.

    “Cuman bedanya, kalau di pagi hari energi kita masih full, mungkin kita bisa menghabiskan waktu lebih lama. Tapi kalau malam, badan kita udah bener-bener ‘bangun’, tapi kita udah capek juga kan,” tutupnya.

    (dpy/kna)

  • BPKN Desak BPOM Tegas soal Penerapan Label BPA di Air Minum Kemasan

    BPKN Desak BPOM Tegas soal Penerapan Label BPA di Air Minum Kemasan

    Jakarta

    Ketua Umum Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Muhmmad Mufti Mubarok menilai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) perlu segera memperketat pelaksanaan regulasi terkait keamanan air minum dalam kemasan. Mengingat, risko paparan bisphenol A (BPA) dari kemasan bisa berdampak pada sejumlah organ tubuh, dalam level atau kadar tertentu.

    Mengacu peraturan BPOM RI Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan, syarat keamanan batas maksimal migrasi BPA adalah 0,6 bpj (600 mikrogram/kg) pada kemasan polikarbonat. Produsen kini wajib mencantumkan potensi label bahaya BPA dalam kemasan polikarbonat.

    Temuan BPOM pada 2021 hingga 2022 menunjukkan 3,4 persen sampel di sarana peredaran maupun produksi yang tidak memenuhi syarat batas maksimal migrasi BPA.

    BPOM menganalisis hasil uji migrasi BPA yang mengkhawatirkan, berada di rentang 0,05 sampai dengan 0,6 bpj. Uji tersebut ditemukan dari 46,97 persen sarana peredaran dan 30,91 persen di sarana produksi.

    “Kita ingin mendorong pelaksanaannya cepat, jangan sampai ditunda-tunda. Regulasi itu langsung dijalankan. Jangan sampai karena persoalannya tidak sederhana itu ketika memberikan tegang waktu kepada pelaku usaha untuk waktu yang cukup lama,” sebut dia saat ditemui di sela diskusi detikcom Leaders Forum, Kamis (30/10/2024).

    “Nanti ada kompromi-kompromi lagi kan gitu. Artinya BPOM menyatakan harus tegas kan, ketika dilarang ya sudah,” lanjut dia.

    Desakan semacam ini disebutnya penting untuk menjaga keamanan konsumen dalam membeli produk air minum dalam kemasan (AMDK). Pemerintah diminta untuk tidak setengah hati dalam menjalani regulasi risiko bahaya BPA.

    “Jadi kita mendesak BPOM untuk secara dalam ternyata bisa memaksa pelaku usaha untuk mempercepatkan gitu,” pungkasnya.

    (naf/up)

  • Terbukti Lewat Studi, Ini 7 Nutrisi yang Bisa Bikin Umur Panjang

    Terbukti Lewat Studi, Ini 7 Nutrisi yang Bisa Bikin Umur Panjang

    Jakarta

    Penuaan adalah proses alami yang tidak bisa dicegah. Seiring bertambahnya usia, fungsi organ tubuh ikut menurun dan risiko penyakit meningkat.

    Kendati demikian, bukan berarti seseorang tidak bisa menua dengan sehat. Memenuhi kebutuhan nutrisi dan vitamin dapat menjadi salah satu cara untuk mempertahankan fungsi tubuh dan kesehatan seiring pertambahan usia.

    Pertanyaannya, apa saja nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan tubuh agar bisa menua dengan sehat? Selama beberapa tahun terakhir, peneliti mengevaluasi berbagai cara untuk meningkatkan peluang panjang umur, termasuk asupan vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan.

    Dikutip dari Health, berikut asupan vitamin dan nutrisi yang terbukti dapat meningkatkan peluang panjang umur dan kesehatan di usia senja.

    1. Kreatin

    Kreatin adalah asam amino yang diproduksi secara alami di hati, ginjal, dan pankreas yang penting untuk energi dan fungsi sel. Kreatin dapat diperoleh dari makanan tertentu, seperti daging merah dan makanan laut, serta dari suplemen.

    Suplemen kreatin kerap dipromosikan untuk membantu meningkatkan kekuatan dan ukuran otot. Namun, studi menunjukkan kreatin juga dapat meningkatkan fungsi kognitif. Peningkatan kekuatan dan massa otot, serta fungsi kognitif, dapat membantu menunjang kesehatan secara keseluruhan seiring bertambahnya usia.

    Beberapa bukti juga menunjukkan kreatin dapat membantu menurunkan stres oksidatif dan melindungi dari kerusakan sel-sel dalam tubuh.

    2. Kurkumin

    Kurkumin merupakan senyawa alami yang banyak ditemukan dalam kunyit. Kurkumin memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, serta dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    Para peneliti percaya kurkumin dapat memengaruhi protein yang berperan dalam penuaan sel, termasuk stres oksidatif, peradangan, perbaikan DNA, dan kematian sel.

    3. Magnesium

    Magnesium merupakan mineral penting yang dapat diperoleh dari suplemen atau makanan tertentu. Senyawa ini berperan penting dalam mengatur fungsi otot dan saraf, kadar gula darah, serta tekanan darah.

    Kekurangan magnesium sering terjadi seiring bertambahnya usia. Hal ini meningkatkan risiko peradangan dan stres oksidatif yang dapat merusak sel tubuh dan mempercepat proses penuaan.

    4. Niasin

    Niasin (vitamin B3) merupakan vitamin penting yang ditemukan dalam makanan tertentu, seperti daging sapi, ayam, ikan, dan biji-bijian. Niasin juga tersedia dalam bentuk suplemen, baik secara tunggal maupun dikombinasikan dengan vitamin dan mineral lainnya.

    Tubuh mengubah niasin menjadi nikotinamida adenin dinukleotida (NAD) dan triptofan (yang juga diubah menjadi NAD). Enzim NAD diperlukan untuk produksi energi, komunikasi, dan pemeliharaan sel tubuh. Kadar NAD yang rendah dikaitkan dengan peningkatan stres oksidatif, kerusakan DNA, masalah kognitif, dan peradangan.

    Mengonsumsi niasin atau nikotinamida juga dapat meningkatkan metabolisme energi dan kesehatan sel secara keseluruhan, sehingga menurunkan risiko penyakit kronis.

    5. Resveratrol

    Resveratrol adalah zat yang terdapat secara alami dalam berbagai makanan dan minuman, terutama anggur dan anggur merah. Zat ini memiliki sifat antioksidan, antiradang, antiinfeksi, dan pelindung otak.

    Resveratrol membantu memperpanjang umur dengan:

    Membatasi jumlah stres oksidatifMenurunkan jumlah peradangan dalam tubuhMengatur fungsi mitokondriaMengatur apoptosis (kematian sel)

    Namun perlu diketahui, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk memahami dosis dan durasi ideal resveratrol. Resveratrol dianggap aman jika dikonsumsi dalam dosis hingga 1.500 miligram per hari hingga tiga bulan.

    6. Taurin

    Taurin adalah asam amino nonesensial yang terdapat dalam makanan, seperti daging, makanan laut, dan telur. Senyawa ini juga bisa diperoleh dalam bentuk suplemen.

    Kadar taurin sering menurun seiring bertambahnya usia. Kadar taurin yang rendah dikaitkan dengan berbagai penyakit terkait usia, terutama yang memengaruhi fungsi otak, otot, dan mata.

    Taurin dapat membantu panjang umur dengan mempertahankan fungsi mitokondria normal, membatasi kerusakan DNA, dan mengatur peradangan. Para peneliti telah menemukan bahwa pemberian suplemen taurin kepada hewan (tikus dan monyet) membantu meningkatkan kesehatan dan harapan hidup mereka.

    Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan seberapa besar manfaat suplemen tersebut dalam meningkatkan peluang panjang umur pada manusia.

    7. Vitamin D

    Vitamin D secara alami terdapat dalam makanan, diperoleh dari sinar matahari langsung, dan tersedia sebagai suplemen. Vitamin ini berperan penting dalam banyak fungsi tubuh, termasuk kesehatan tulang, pertumbuhan sel, dan fungsi kekebalan tubuh.

    Vitamin D dapat memengaruhi umur panjang dengan:

    Membatasi jumlah stres oksidatifMendukung respons sistem kekebalan tubuh alamiMencegah kerusakan dan memperbaiki DNA yang sebelumnya rusakMengatur metabolisme alami mitokondria dan glukosa

    Kadar vitamin D yang rendah juga kerap dikaitkan dengan penuaan dini, gangguan kognitif, dan demensia pada populasi lanjut usia.

    (ath/naf)

  • Dampak Migrasi BPA di Galon Guna Ulang Terhadap Kesuburan, Bisa Bikin Mandul

    Dampak Migrasi BPA di Galon Guna Ulang Terhadap Kesuburan, Bisa Bikin Mandul

    Jakarta

    Migrasi Bisphenol A (BPA) ke dalam air minuman di galon guna ulang biasanya terjadi akibat proses distribusi yang tidak baik, seperti terpapar langsung pada suhu ekstrem terutama panas matahari yang menyengat.

    Paparan ini dapat memicu pelepasan senyawa BPA dari dinding kemasan galon ke dalam air yang diwadahinya. Proses pencucian galon yang dilakukan secara berulang juga meningkatkan risiko ini.

    Adapun paparan dalam air minuman bisa memberikan sejumlah dampak pada kesehatan, termasuk pada kesehatan reproduksi.

    Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan Pengurus PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia), dr I Made Oka Negara, M.Biomed, FIAS, mengatakan sudah banyak penelitian baik terhadap hewan coba maupun manusia, yang menyebutkan bahwa paparan BPA secara akumulatif atau dampak jangka panjang bisa mengganggu kesehatan alat reproduksi.

    dr Oka menjelaskan BPA merupakan senyawa kimia yang strukturnya mirip dengan hormon estrogen. Apabila masuk ke dalam tubuh, hal ini bisa mengganggu keseimbangan hormon atau disebut juga sebagai estrogen disruptor chemical.

    “Jadi otomatis ketidaksimbangan, hormon estrogen ini yang akan berpengaruh pada keseimbangan tubuh, dan salah satunya yang paling terasa yang bisa dianggap adalah gangguan kesehatan produksinya. Apa puncaknya? Gangguan kesuburan,” ucapnya saat acara detikcom Leaders Forum di Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2024).

    “Migrasi dari BPA pada bahan-bahan yang mengandung BPA itu yang biasanya diminum, kan jumlahnya biasanya banyak itu yang punya potensi untuk mengakibatkan gangguan kesuburan itu sudah banyak,” lanjutnya lagi.

    Tak hanya itu, dr Oka menyebut beberapa penelitian lain juga mengatakan paparan BPA yang terus-menerus bisa berisiko memicu keganasan pada organ, seperti kanker prostat, kanker ovarium, hingga kanker payudara.

    Senada, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus spesialis obstetri dan ginekologi dr Ulul Albab, SpOG mengatakan risiko dengan paparan BPA terkait dengan fertilitas atau kesuburan meningkat 4,2 kali lipat.

    “Nah, hati-hati nih kalau misalnya menikah lebih 1 atau 2 tahun, belum punya keturunan, hati-hati laki-lakinya sekalipun yang bagus. Dulu tahunya hanya rokok, tapi sekarang ternyata juga ada faktor yang lain,” katanya lagi.

    Paparan BPA, kata dr Ulul, juga berisiko memicu terjadinya gangguan tubuh kembang kognitif pada bayi atau pada anak-anak terkait dengan risiko ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan autism spectrum disorder.

    (suc/up)