BPOM RI mengungkap soal kejadian luar biasa keracunan pangan (KLB KP) yang diduga disebabkan oleh jajanan Latiao. Berdasarkan hasil pengujian sementara, ditemukan adanya kontaminasi bakteri Bacillus cereus yang menghasilkan toksin pada produk impor dari China ini.
Category: Detik.com Kesehatan
-

Video: Wilayah RI yang Terdampak KLB Keracunan Pangan ‘Latiao’
Video: Wilayah RI yang Terdampak KLB Keracunan Pangan ‘Latiao’
-

BPOM Tarik Camilan Latiao Asal China yang Terkontaminasi Bakteri
Selain uji laboratorium, BPOM RI menemukan adanya ketidakpatuhan gudang importir dan distribusi dalam peredaran produk jajanan impor asal China, Latiao. Untuk keamanan masyarakat, Latiao yang sudah terkonfirmasi bakteri Bacillus cereus akan ditarik dan dimusnahkan, sementara produk lain yang masih dalam tahap pengujian peredarannya akan diamankan.
-

Tak Melulu Area Intim, Ini 6 Titik Rangsang yang Bisa Dongkrak Gairah Bercinta
Jakarta –
Berbicara soal titik rangsang seksual, mungkin banyak yang langsung berpikir tentang penis atau vagina. Faktanya, setiap orang memiliki titik rangsang yang berbeda-beda. Bahkan, sebagian orang bisa saja memiliki titik rangsang di area yang tak terduga.
Titik rangsang adalah area sensitif pada tubuh yang dapat menimbulkan gairah atau kenikmatan seksual saat dirangsang. Menurut pakar kandungan dan ginekologi, dr Anat Sapan, titik rangsang dapat meningkatkan pengalaman intim dan berkontribusi pada hubungan seksual yang lebih memuaskan.
Dikutip dari Prevention, berikut beberapa titik rangsang yang jarang mendapat perhatian.
Percaya atau tidak, daun telinga termasuk bagian tubuh yang cukup sensitif. Daun telinga sangat sensitif terhadap rangsangan berupa gigitan, jilatan, isapan, dan ciuman.
Perlu diingat, kulit di daun telinga sangat tipis. Jadi komunikasikanlah dengan pasangan rangsangan seperti apa yang ingin dilakukan pada bagian ini.
Pakar kesehatan seksual wanita, Sherry Ross, MD, mengatakan paha bagian dalam memiliki ujung saraf yang sensitif terhadap ciuman, belaian, dan bahkan gigitan. Letaknya yang berdekatan dengan area intim juga membuat area ini sangat erotis bagi sebagian orang.
“Mencium paha bagian dalam yang akhirnya mengarah ke klitoris atau penis sangat erotis bagi banyak orang,” kata Ross.
Tidak hanya bikin geli, sentuhan pada area ketiak juga bisa membangkitkan gairah pada beberapa orang. Cobalah minta pasangan untuk mungsap ketiak dengan lembut menggunakan ujung jari atau kuku.
Kuncinya adalah gerakan yang lembut dan lambat, agar rangsangan untuk membangkitkan gairah tidak berubah menjadi adu gelitik.
Kuliy kepala memiliki ribuan ujung saraf yang dapat menimbulkan sensasi geli hanya dengan satu sentuhan ringan. Ujung saraf ini pula yang membuat beberapa orang merasa semakin bergairah ketika rambutnya ditarik saat bercinta.
Selain tarikan kecil, cobalah untuk memijat kulit kepala sambil merangsang titik sensitif lain untuk memberikan pengalaman yang lebih intens.
Pergelangan tangan bagian dalam memiliki kulit yang sangat tipis dan lembut, membuat area ini sangat sensitif dan menggairahkan bagi sebagian orang.
Cobalah untuk menggerakkan jari-jari dengan lembut dari siku bagian dalam ke pergelangan tangan, atau mencium pergelangan tangan dengan lembut untuk meningkatkan sensasinya.
Lutut bagian dalam merupakan salah satu titik rangsang yang jarang disadari. Area ini sangat sensitif dan mudah terstimulasi, bahkan oleh belaian ringan sekalipun.
Selain itu, mencium atau menjilat bagian ini juga bisa memberikan rangsangan yang luar biasa pada beberapa orang.
(ath/naf)
-

Curhat Wanita 41 Tahun Hampir Tewas gegara Kebanyakan Minum Air Putih
Jakarta –
Seorang wanita berusia 41 tahun hampir meninggal setelah minum terlalu banyak air sehingga kadar natrium dalam darahnya turun drastis.
Nina Munro, seorang warga Inggris, minum sekitar empat liter sehari untuk meredakan flu yang dia kira dialaminya. Ternyata tanpa sadar, minum terlalu banyak air membuat dia hampir merenggang nyawa.
Jumlah air yang berlebihan dikombinasikan dengan obat-obatan yang diminumnya untuk mengatasi flu dan pilek ternyata ‘membanjiri’ organ tubuhnya sehingga dia mengalami kejang.
Munro lantas dilarikan ke rumah sakit dan dirawat di ICU selama lima hari sementara dokter berjuang menstabilkan kadar natriumnya.
“Dokter memberi tahu saya mereka tidak tahu bagaimana saya bisa selamat. Saya ibaratnya tenggelam secara perlahan tanpa menyadarinya,” kata Munro kepada DailyMail.
Minum terlalu banyak air dapat menyebabkan kadar natrium dalam darah turun drastis. Natrium sangat penting untuk mengatur jumlah air dalam tubuh dan mengendalikan tekanan darah, saraf, dan otot.
Kekurangan elektrolit, yang secara medis dikenal sebagai hiponatremia, menyebabkan penumpukan air di dalam dan di sekitar sel-sel tubuh.
Hal ini menyebabkan sel-sel membengkak, termasuk sel-sel di otak, dan dapat memicu gejala yang berkisar dari ringan hingga mengancam jiwa, seperti sakit kepala, muntah, dan kejang.
Jika minum banyak air dalam waktu singkat, seseorang dapat beralih dari overhidrasi ringan ke apa yang dikenal sebagai intoksikasi, atau keracunan air. Hal ini terjadi ketika ada terlalu banyak air di dalam sel (termasuk sel otak), yang menyebabkannya membengkak. Ketika sel-sel di otak membengkak, hal itu menyebabkan tekanan di dalam otak.
Seseorang mungkin mulai mengalami hal-hal seperti kebingungan, kantuk, dan sakit kepala. Jika tekanan ini meningkat, hal itu dapat menyebabkan kondisi seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) dan bradikardia (detak jantung rendah).
Kadar natrium Munro saat masuk rumah sakit adalah 100 miliekuivalen per liter – jauh di bawah batas minimum yang direkomendasikan yaitu 135, dan kadar di bawah ini dianggap rendah.
Munro mengatakan bahwa dokter mengatakan penyebab kadar natriumnya rendah adalah karena minum terlalu banyak air yang dikombinasikan dengan obat-obatan yang baru saja diminumnya untuk mengatasi flu ringan, ditambah infeksi mikoplasma.
(kna/kna)
-

BPOM RI Ungkap Sumber Cemaran Bakteri di Jajanan Viral La Tiao China
Jakarta –
Jajanan viral la tiao China marak beredar di Indonesia. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) melaporkan sedikitnya tujuh kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan akibat la tiao, camilan pedas yang digemari banyak anak.
Dari hasil pengujian laboratorium pada empat jenis la tiao, ditemukan bakteri bacillus cereus yang bisa memicu sejumlah keluhan akibat cemaran, yakni mual, diare, muntah, hingga sesak napas. Namun, sebagai kehati-hatian, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menekankan akan menarik sementara 73 produk yang terdaftar di BPOM RI hingga benar-benar dipastikan aman beredar.
Waktu penarikan disebut akan berlangsung selama sepekan. Dari mana cemarannya?
“Harusnya kalau produk belum kedaluwarsa, tidak tumbuh bakteri, tetapi kenyataannya kan tumbuh bakteri dari hasil uji laboratorium. Berarti sebetulnya ini bisa jadi dari bahan pangan yang ada di dalam kemasan,” beber Taruna dalam konferensi pers, Jumat (1/11/2024).
“Bisa juga karena aspek suhu, udara, atau aspek sterilitas waktu dikemas, akhirnya tumbuh, dari bahan itu,” lanjut dia.
Taruna juga menyoroti cara pembuatan pangan olahan yang baik (CPPOB) yang bisa diawasi pemerintah. Mengingat, produk tersebut adalah impor, BPOM RI tentu tidak memiliki wewenang untuk memantau kondisi pengemasan sebelum diedarkan.
“Pabriknya di China, berarti itu BPOM RI, tentu tidak mengeluarkan CPOB, yang ada adalah bahan pangan olahan impor, tetapi sebagai tanggung jawab BPOM terhadap kejadian ini, makanya kita bersihkan kejadian ini,”
“Kita melakukan investigasi lebih dalam dan kita tarik sementara semua produk,” pungkasnya.
(naf/kna)
-

Menjawab Tudingan ‘Persaingan Bisnis’ di Balik Isu Bahaya BPA
Jakarta –
Edukasi tentang bahaya Bisphenol A (BPA) kerap dibenturkan dengan isu persaingan bisnis. Seolah, kebijakan yang mengatur penggunaan BPA dalam kemasan plastik hanya menguntungkan produsen tertentu yang tidak menggunakan bahan tersebut.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Ulul Albab, SpOG mengingatkan semua pihak untuk fokus pada upaya melindungi masyarakat dari dampak kesehatan. Bagaimanapun, riset-riset yang membuktikan risiko paparan BPA bagi kesehatan sudah banyak dipublikasikan di jurnal ilmiah.
Soal isu persaingan bisnis, dr Ulul menilainya sebagai hal yang wajar. Pemahaman baru yang dianggap mengganggu kestabilan, biasanya memang akan berhadapan dengan upaya-upaya pembelokan seperti itu.
“Dulu ketika COVID, ketika belum tahu banyak yang meninggal, maka isu COVID itu dibelokkan dengan isu yang macam-macam,” kata dr Ulul mencontohkan.
Faktanya, pemeriksaan BPOM pada fasilitas produksi air minum berkemasan polikarbonat periode 2021-2022 menunjukkan, kadar BPA yang bermigrasi pada air minum lebih dari 0,6 ppm (standar BPOM) meningkat berturut-turut hingga 4,58 persen. Begitu pula dengan hasil pengujian migrasi BPA di ambang 0,05-0,6 ppm, meningkat berturut-turut hingga 41,56 persen.
Sementara itu di negara maju, European Food Safety Authority (EFSA) makin memperkecil batas aman paparan BPA pada manusia. Jika pada 2015 badan ini telah menetapkan Tolerable Daily Intake (TDI) sebesar 4 mikrogram/kg berat badan/hari, pada April 2023 batas tersebut diturunkan lagi menjadi 0,2 nanogram/kg berat badan/hari atau sekitar 20 ribu kali lebih rendah.
Peserta detikcom Leaders Forum membahas kontroversi BPA. Foto: Rifkianto Nugroho/detikHealth
Di sisi lain, perilaku pengguna galon air guna ulang sulit untuk dikontrol sehingga dapat meningkatkan risiko lepasnya partikel BPA. Temuan Asosiasi Pemasok dan Distributor Depot Air Minum Indonesia (Apdamindo) menyebut, banyak warga masih menggunakan galon berusia 10-15 tahun hingga warnanya kekuningan.
Menurut dr Ulul, penggunaan BPA dalam kemasan makanan dan minuman dipermasalahkan bukan hanya di Indonesia. Banyak negara lain juga mempermasalahkan risikonya bagi kesehatan sehingga perlu diatur.
“Posisi IDI sebagai lembaga profesi untuk para dokter adalah kita menyampaikan bahwa hal yang sebenar-benarnya. Apakah itu diterima atau tidak? Itu adalah nomor dua, tapi yang pasti kita harus berani menyampaikan bahwa ini adalah masalah lho, terkait yang dialami oleh masyarakat dan harus kita suarakan,” jelasnya.
Sementara itu, pakar polimer Universitas Indonesia Prof Dr Mochamad Chalid, SSi, MScEng menjelaskan, BPA dalam industri plastik digunakan sebagai salah satu bahan baku dalam pembuatan plastik jenis polikarbonat (PC). Menurutnya, penggunaan yang tidak terkontrol berisiko menyebabkan leaching atau luruhnya partikel BPA.
“Ibaratnya, polimer seperti untaian kalung. Satu mata rantai dari kalung tersebut di antaranya adalah BPA. Pada saat digunakan, akan sangat mungkin tali tersebut ada yang copot, sehingga menimbulkan permasalahan,” jelas Prof Chalid dalam diskusi detikcom Leaders Forum di Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2024).
Prof Chalid mengingatkan, ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya leaching atau peluruhan BPA dalam kemasan polikarbonat ke dalam air minum di dalamnya. Misalnya seperti paparan cahaya matahari dalam proses distribusi, suhu tinggi, hingga proses pencucian.
“Bisa jadi karena faktor penggunaannya, faktor transportasi dari sistem produksi sampai kepada masyarakat, kepada retail, kemudian konsumen, kemudian konsumen itu dipakai lagi, kemudian digunakan ulang, setelahnya dibersihkan lagi, dan seterusnya,” kata Prof Chalid.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Ulul Albab, SpOG, mengatakan dampak klinis paparan BPA sudah dibuktikan dalam banyak jurnal ilmiah. Salah satunya terkait fertilitas atau kesuburan, karena sifat BPA dapat mengganggu keseimbangan hormon.
(avk/up)
-

Geger KLB Keracunan Pangan gegara Jajanan La Tiao, Ini Wilayah RI yang Terdampak
Jakarta –
Belakangan terjadi Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB KP) di sejumlah wilayah Indonesia. Disebut keracunan pangan tersebut berasal dari makanan impor asal China, la tiao.
“Produk pangan la tiao yang diduga menyebabkan KLB keracunan pangan ini adalah produk pangan olahan yang berbahan dasar tepung, dan memiliki karakteristik tekstur kenyal serta rasa pedas gurih. Produk pangan olahan la tiao dimaksudkan terdaftar di BPOM sebagai produk impor yang diproduksi di China,” Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar.
Taruna mengatakan pihaknya menerima laporan keracunan pangan diduga imbas konsumsi makanan tersebut. Beberapa wilayah yang melaporkan KLB keracunan pangan di antaranya:
LampungSukabumiWonosoboTangerang SelatanBandung baratPamekasanRiau
Imbas menerima sejumlah laporan tersebut, BPOM langsung mengambil tindakan cepat bersama pihak-pihak terkait di masing-masing wilayah untuk mengambil pengambilan sampel pangan dan pengujian laboratorium.
Langkah cepat dan tanggap KLB, tentu sebagai lembaga yang bertanggung jawab pada rakyat, kami ingin melindungi rakyat sehingga badan POM mengambil tindakan cepat bersama pihak terkait di masing-masing wilayah melalui pengambilan sampel pangan, dan pengujian laboratorium.
“Hasil pengujian laboratorium berdasarkan pengujian pada produk yang menyebabkan KLB KP kami menemukan indikasi kontaminasi bakteri bacillus cereus pada produk la tiao,” katanya.
Taruna mengatakan bakteri tersebut menyebabkan gejala keracunan berupa sakit perut, pusing, mual, muntah, sesuai laporan dari korban. Pihaknya pun telah menginstruksikan agar produk la tiao yang diduga menyebabkan KLB keracunan pangan untuk ditarik dan dimusnahkan.
“Kami meminta importir untuk segera melaporkan proses penarikan dan pemusnahan ke BPOM dan kami akan terus memantau kepatuhan mereka,” tandasnya.
(suc/up)
