Category: Detik.com Kesehatan

  • Kenapa BPA Masuk Daftar Chemical of Concerns Konferensi Internasional? Ini Penjelasannya

    Kenapa BPA Masuk Daftar Chemical of Concerns Konferensi Internasional? Ini Penjelasannya

    Jakarta

    Pencemaran sampah plastik saat ini telah menjadi isu global karena sifatnya yang transnasional dan lintas batas. Lebih dari 11 juta ton sampah plastik telah masuk ke dalam lautan setiap tahunnya, bahkan berpotensi meningkat hingga tiga kali lipat pada 2040.

    Apabila kondisi terus berlanjut, keberadaan sampah plastik yang berlimpah bisa memicu dampak buruk bagi keberlangsungan lingkungan, makhluk hidup, dan kesehatan manusia.

    Karena hal tersebut, pada sesi kelima UN Environment Assembly (UNEA-5.2) yang berlangsung pada Maret 2022, dunia menyepakati resolusi 5/14. Resolusi ini diadopsi untuk mengembangkan International Legally Binding Instrument (ILBI).

    Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kekhawatiran global tentang dampak plastik terhadap lingkungan laut, kesehatan manusia, dan perubahan iklim.

    “Di dalam ILBI, pengaturan bahan kimia berbahaya, khususnya yang digunakan dalam proses produksi plastik dan kemasan dari plastik, secara khusus akan diatur dalam annex perjanjian ini,” kata Direktur Pengurangan Sampah, Ditjen PSLB, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Vinda Damayanti saat dihubungi detikcom, Kamis (24/10/2024).

    Diskusi detikcom Leaders Forum membahas kontroversi BPA. Foto: Rifkianto Nugroho/detikHealth

    Concern ILBI soal BPA dalam Sampah Plastik

    Dalam kesempatan berbeda, pakar polimer Universitas Indonesia Prof Dr Mochamad Chalid, SSi, MScEng mengatakan concern atau kekhawatiran ILBI terhadap sampah plastik bukan hanya karena sampah plastiknya. Melainkan juga kandungan aditif di dalam plastik atau disebut juga intentional dan non-intentional chemical. Banyak bahan kimia yang disebutkan dan berkaitan dengan risiko kesehatan, diantaranya adalah Bisphenol A (BPA).

    “BPA bisa masuk dalam chemical of concern itu banyak hal. Pertama, yang menjadi hal penting adalah kaitan dengan kesehatan. Kalau kaitan dengan kesehatan itu nomor satu,” kata Prof Chalid dalam acara detikcom Leaders Forum di Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2024).

    Terlebih, bahan kimia tersebut saat ini kerap digunakan untuk kemasan pangan, termasuk galon guna ulang. Apabila prosedur penggunaan hingga pendistribusiannya yang tak baik, seperti terpapar langsung pada suhu ekstrem panas matahari, hingga proses pencucian galon yang dilakukan secara berulang, bisa meningkatkan risiko migrasi BPA ke air minum yang dikonsumsi.

    “Sehingga dengan kata lain sebenarnya konteks dengan ILBI itu sendiri itu sangat generik, besar sekali. Dan satu di antaranya dengan BPA,” lanjutnya.

    Senada, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan Pengurus PKBI, dr I Made Oka Negara, M Biomed, FIAS, mengatakan sudah banyak penelitian baik terhadap hewan coba maupun manusia, yang menyebutkan bahwa paparan BPA secara akumulatif atau dampak jangka panjang bisa mengganggu kesehatan, termasuk pada alat reproduksi.

    dr Oka menjelaskan BPA merupakan senyawa kimia yang strukturnya mirip dengan hormon estrogen. Apabila masuk ke dalam tubuh, hal ini bisa mengganggu keseimbangan hormon atau disebut juga sebagai estrogen disruptor chemical.

    “Jadi otomatis ketidaksimbangan, hormon estrogen ini yang akan berpengaruh pada keseimbangan tubuh, dan salah satunya yang paling terasa yang bisa dianggap adalah gangguan kesehatan produksinya. Apa puncaknya? Gangguan kesuburan”, kata dr Oka dalam acara yang sama.

    Selain berdampak pada kesehatan reproduksi, BPA juga berisiko memicu keganasan pada organ seperti kanker prostat, kanker ovarium, dan kanker payudara. Ditambah lagi, bisa memicu gangguan tumbuh kembang kognitif pada bayi atau pada anak-anak terkait dengan risiko Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan autism spectrum disorder (ASD).

    (suc/up)

  • Heboh Wanita Kena Stroke di Usia 25, Disebut gegara Minum Pil Kontrasepsi

    Heboh Wanita Kena Stroke di Usia 25, Disebut gegara Minum Pil Kontrasepsi

    Jakarta

    Seorang wanita dari Rugeley, Staffordshire, Inggris, mengidap stroke di usia 25 tahun. Disebut, wanita bernama Danielle Jones itu mengidap stroke akibat dipicu oleh pil kontrasepsi kombinasi.

    Kronologinya bermula pada saat Danielle Jones mendatangi praktik dokter umum setempat pada 7 Oktober 2020. Saat itu ia mengeluhkan sakit kepala hebat, mual, hingga sensitif terhadap cahaya. Ia juga mengeluhkan mengalami gangguan penglihatan atau dikenal sebagai aura.

    Namun pada saat itu dokter tak menyadari bahwa gejala yang dikeluhkannya mengarah terhadap kondisi stroke, juga tak mengimbau penggunaan pil kontrasepsi kepada Danielle .

    Enam bulan kemudian, Danielle, mulai mengeluh kesemutan dan hilangnya sensasi di sisi kirinya. Dia pingsan pada tanggal 4 April 2021 dan dilarikan ke rumah sakit tempat pemindaian CT dan MRI mengungkapkan bahwa dia mengidap stroke.

    “Saya belum pernah mendengar ada orang yang terkena stroke pada usia saya, jadi sungguh mengejutkan ketika saya diberi tahu apa yang telah terjadi dan butuh waktu lama bagi saya untuk memahami apa artinya hal itu bagi masa depan saya,” katanya, dikutip dari Daily Mail.

    National Health Service UK mengatakan stroke yang disebabkan oleh gumpalan darah sebagai efek samping potensial dari penggunaan pil kontrasepsi kombinasi, meskipun risikonya sangat kecil.

    Hal ini mempengaruhi hingga 1 dari 1.000 orang yang menggunakan kontrasepsi hormonal kombinasi seperti pil. Dokter yang bermaksud meresepkan pil tersebut diharapkan melakukan tes dan memutuskan apakah seorang wanita kemungkinan mengalami pembekuan darah atau terkena stroke jika mereka mulai meminumnya.

    Di sisi lain, praktik dokter umum, melalui Resolusi NHS, mengakui telah terjadi kegagalan untuk menghentikan pil kontrasepsi kombinasi milik Danielle. Dia juga mengakui bahwa jika pil itu dihentikan, stroke yang dialami Danielle kemungkinan dapat dihindari. Pihaknya juga ‘sangat menyesalkan kekurangan dalam perawatan yang diberikan.

    Praktik tersebut meminta maaf atas ‘kesalahan tersebut, dengan mengatakan bahwa pihaknya “berkomitmen untuk belajar, meningkatkan kualitas perawatan, dan mengurangi risiko terjadinya insiden jenis ini lagi”.

    “Tiga setengah tahun terakhir sangat sulit bagi Danielle karena ia mencoba menerima kenyataan bahwa ia pernah mengalami stroke di usia muda dan bagaimana hal ini berdampak pada kehidupannya,” kata pengacara Danielle, Tom Fletcher.

    ‘Meskipun tidak akan pernah ada yang mengubah apa yang telah dialaminya, kami menyambut baik pengakuan dan konfirmasi dari praktik dokter umum bahwa mereka bermaksud untuk belajar dari apa yang terjadi,” lanjutnya.

    (suc/suc)

  • Video: BPOM Ungkap Sumber Bakteri yang Sebabkan Keracunan Jajanan Latiao

    Video: BPOM Ungkap Sumber Bakteri yang Sebabkan Keracunan Jajanan Latiao

    Video: BPOM Ungkap Sumber Bakteri yang Sebabkan Keracunan Jajanan Latiao

  • Video Imbauan BPOM Seusai KLB Keracunan Latiao: Jadi Konsumen Cerdas

    Video Imbauan BPOM Seusai KLB Keracunan Latiao: Jadi Konsumen Cerdas

    Video Imbauan BPOM Seusai KLB Keracunan Latiao: Jadi Konsumen Cerdas

  • Jajanan China La Tiao Terkontaminasi Bakteri Bacillus Cereus, Apa Itu?

    Jajanan China La Tiao Terkontaminasi Bakteri Bacillus Cereus, Apa Itu?

    Jakarta

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan indikasi kontaminasi bakteri Bacillus cereus dalam produk jajan China la tiao yang diduga menyebabkan kejadian luar biasa keracunan pangan (KLB KP) di sejumlah daerah. Daerah tersebut meliputi Lampung, Sukabumi, Wonosobo, Tangerang Selatan, Bandung Barat, Pamekasan, dan Riau.

    Kontaminasi tersebut menurut Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, menyebabkan korban dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah.

    “Produk ini menghasilkan toksin yang menyebabkan gejala keracunan berupa sakit perut, pusing, mual, muntah, sesuai dengan laporan dari korban,” kata Taruna Ikrar dalam konferensi pers, Jumat (1/11/2024).

    Dikutip dari Cleveland Clinic, Bacillus cereus (B cereus) merupakan bakteri pembentuk spora yang berukuran sangat kecil dan hanya dapat dilihat melalui mikroskop. B cereus biasanya hidup di lingkungan sekitar dan menghasilkan zat toksin yang dapat memicu masalah kesehatan.

    B cereus berdasarkan lokasi serangan pada tubuh dibagi menjadi dua jenis, yaitu intestinal dan non-intestinal. Untuk jenis intestinal, B cereus menyerang sistem pencernaan dan biasanya terjadi melalui keracunan makanan.

    Sedangkan jenis non-intestinal menyerang selain sistem pencernaan dan lebih berisiko serius pada tubuh. Kondisi ini biasanya terjadi akibat kontaminasi pada luka, menghirup debu terkontaminasi, hingga wabah infeksi di rumah sakit.

    Berikut ini sederet gejala yang ditimbulkan dari infeksi bakteri B cereus:

    Intestinal

    Nyeri perutKram perutDiare berairGejala sindrom emetik meliputi mual dan muntah

    Non-Intestinal

    Gejalanya bervariasi berdasarkan jenis penyakitnya. Endoftalmitis atau infeksi pada mata menyebabkan gejala yang paling parah. Gejalanya meliputi:

    Nyeri mataKelelahanDemamSel darah putih tinggi (leukositosis)Penglihatan rendahMata merahUlkus kornea berbentuk cincin

    (avk/suc)

  • 5 Makanan Ini Diyakini Dapat Meningkatkan Kesehatan Usus, Mau Coba?

    5 Makanan Ini Diyakini Dapat Meningkatkan Kesehatan Usus, Mau Coba?

    Jakarta

    Menjaga kesehatan organ usus sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk pada otak. Usus berperan dalam memecah makanan untuk menyediakan nutrisi penting ke seluruh tubuh.

    Usus yang sehat juga dapat mendukung suasana hati seseorang dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan mental. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bakteri usus berkaitan dengan risiko depresi.

    Oleh sebab itu, penting untuk menjaga kesehatan usus dengan cara mengontrol asupan makan yang sehat dan seimbang, seperti mengandung probiotik dan prebiotik. Probiotik adalah bakteri baik, sedangkan prebiotik merupakan asupan makanan untuk menunjang pertumbuhan bakteri baik tersebut. Dikutip dari Eating Well, berikut daftar makanan yang dapat dicoba untuk membantu menjaga kesehatan usus.

    1. Kimchi

    Kimchi merupakan makanan khas asal Korea Selatan. Kimchi merupakan hidangan kubis fermentasi pedas yang tinggi akan kandungan probiotik untuk meningkatkan kesehatan usus. Tak hanya itu saja, kimchi dibuat dengan sayuran silangan yang mengandung nutrisi dengan khasiat antioksidan kuat yang dapat membantu mencegah beberapa jenis kanker.

    Sayuran kubis dalam kimchi juga termasuk ke dalam prebiotik sehingga kimchi merupakan sumber prebiotik dan probiotik.

    2. Tempe

    Tempe merupakan makanan khas Indonesia yang terbuat dari kacang kedelai yang difermentasi dan umumnya dibentuk seperti persegi. Tempe merupakan sumber probiotik dan prebiotik yang dapat dijadikan sebagai alternatif untuk merangsang pertumbuhan bakteri probiotik dalam organ usus.

    3. Buah Naga

    Buah naga merupakan buah tinggi serat, juga dapat membantu untuk meredakan sembelit. Walaupun penelitiannya pada manusia masih terbatas, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa buah naga mengandung potensi prebiotik yang kuat, sebab serat yang ditemukan dalam buah naga teruji merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam usus.

    Mengonsumsi buah naga dapat dilakukan dengan membuatnya sebagai hidangan smoothie di pagi hari untuk mendapatkan makanan yang lezat dan tentunya dapat membantu menjaga kesehatan usus.

    4. Bawang Putih

    Bawang putih dapat bekerja ekstra untuk membantu menjaga kesehatan usus sebagai prebiotik, menyediakan makanan bagi bakteri baik di dalam organ usus. Bawang putih juga mengandung sifat antibakteri dan antivirus yang dapat mendukung sistem kekebalan tubuh.

    5. Gandum

    Oat merupakan makanan prebiotik yang dapat berdampak cepat pada kesehatan usus. Oat menyediakan sumber karbohidrat kompleks, protein nabati, dan serat yang seimbang, sehingga mengonsumsi oat merupakan salah satu pilihan baik untuk menjaga kesehatan usus.

    Namun, penting untuk membatasi oatmeal yang mengandung banyak gula tambahan. Alternatifnya dapat mencari oatmel instan biasa atau membuat oatmeal sendiri dengan menggunakan oat biasa atau oat yang sudah dipotong kasar dengan menambahkan buah-buahan segar atau kering untuk menambahkan rasa.

    (suc/suc)

  • Mencegah Gizi Buruk Anak-anak Haiti

    Mencegah Gizi Buruk Anak-anak Haiti

    Mencegah Gizi Buruk Anak-anak Haiti

  • Ternyata Ini yang Terjadi Pada Otak saat Wanita Menstruasi

    Ternyata Ini yang Terjadi Pada Otak saat Wanita Menstruasi

    Jakarta

    Tak hanya perubahan hormon saja yang terjadi saat menstruasi. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Human Brain Mapping mengungkapkan wanita yang sedang menstruasi atau haid juga mengalami perubahan pada struktur otaknya.

    Studi yang dipimpin oleh ahli saraf Elizabeth Rizor dan Viktoriya Babenko dari Universitas California Santa Barbara, melacak 30 wanita yang mengalami menstruasi selama siklus mereka, mendokumentasikan secara rinci perubahan struktural yang terjadi di otak saat profil hormonal berfluktuasi.

    Hasilnya, yang diterbitkan dalam studi tinjauan sejawat pada bulan Juli tahun ini, menunjukkan bahwa perubahan struktural dalam otak selama menstruasi mungkin tidak terbatas pada daerah yang terkait dengan siklus menstruasi.

    “Hasil ini adalah yang pertama melaporkan perubahan simultan di seluruh otak dalam mikrostruktur materi putih manusia dan ketebalan kortikal yang bertepatan dengan ritme hormon yang didorong oleh siklus menstruasi,” tulis para peneliti, dikutip dari sciencealert.

    “Efek interaksi otak-hormon yang kuat mungkin tidak terbatas pada daerah padat reseptor hypothalamic-pituitary-gonadal-axis (HPG Axis) yang diketahui secara klasik.”

    Orang yang mengalami menstruasi akan mengalami sekitar 450 kali atau lebih periode selama hidup mereka, jadi akan sangat baik jika mengetahui berbagai efek yang dapat ditimbulkannya pada tubuh.

    Akan tetapi, meskipun hal ini terjadi pada setengah dari populasi dunia selama setengah dari hidup mereka, penelitian terkait hal ini masih kurang. Sebagian besar penelitian tentang efek hormonal pada otak difokuskan pada komunikasi otak selama tugas kognitif, bukan pada struktur aktualnya.

    “Fluktuasi siklik pada hormon sumbu HPG memberikan efek perilaku, struktural, dan fungsional yang kuat melalui tindakan pada sistem saraf pusat mamalia,” kata Rizor, Babenko, dan tim mereka . “Namun, sangat sedikit yang diketahui tentang bagaimana fluktuasi ini mengubah simpul struktural dan jalur informasi otak manusia.”

    Mikrostruktur materi putih, jaringan lemak serat saraf yang mentransfer informasi antara wilayah materi abu-abu, telah ditemukan berubah seiring perubahan hormonal, termasuk pubertas, penggunaan kontrasepsi oral, terapi hormon, dan terapi estrogen pascamenopause.

    Untuk mengatasi kesenjangan menstruasi, peneliti melakukan pemindaian MRI pada subjek mereka selama tiga fase menstruasi: menstruasi, ovulasi, dan pertengahan luteal. Pada saat setiap pemindaian ini, para peneliti juga mengukur kadar hormon peserta.

    Hasilnya menunjukkan saat hormon berfluktuasi, volume materi abu-abu dan putih di otak pun berubah, demikian pula volume cairan serebrospinal.

    Secara khusus, tepat sebelum ovulasi, ketika hormon 17β-estradiol dan hormon luteinisasi meningkat, otak peserta menunjukkan perubahan materi putih yang menunjukkan transfer informasi yang lebih cepat.

    Hormon perangsang folikel, yang meningkat sebelum ovulasi, dan membantu merangsang folikel ovarium, dikaitkan dengan materi abu-abu yang lebih tebal.

    Sementara progesteron, yang meningkat setelah ovulasi, dikaitkan dengan peningkatan jaringan dan penurunan volume cairan serebrospinal.

    “Meskipun saat ini kami tidak melaporkan konsekuensi fungsional atau korelasi perubahan struktural otak, temuan kami mungkin memiliki implikasi terhadap perubahan yang disebabkan oleh hormon dalam perilaku dan kognisi,” tulis para peneliti.

    “Penyelidikan hubungan otak-hormon lintas jaringan diperlukan untuk memahami fungsi sistem saraf manusia sehari-hari, selama periode transisi hormon, dan sepanjang rentang hidup manusia.”

    (suc/suc)

  • Kisah Wanita Kena Stroke di Usia 25, Awalnya Keluhkan Gejala Ini

    Kisah Wanita Kena Stroke di Usia 25, Awalnya Keluhkan Gejala Ini

    Jakarta

    Seorang wanita dari Rugeley, Staffordshire, Inggris, mengidap stroke di usia 25 tahun. Wanita bernama Danielle Jones itu sempat mendatangi dokter umum setempat pada 7 Oktober 2020 dengan melaporkan keluhan sakit kepala hebat, mual, dan kepekaan terhadap cahaya.

    Ia juga mengeluhkan gangguan penglihatan yang dikenal sebagai aura. Namun pada saat itu, dokter tak menduga gejala yang dialami Danielle mengarah ke kondisi stroke.

    Enam bulan kemudian, Danielle mulai mengeluhkan kesemutan dan kehilangan sensasi di sisi kirinya. Ia dilarikan ke rumah sakit setelah pingsan pada 4 April 2021. Berdasarkan hasil pemindaian CT dan MRI, Danielle didiagnosis mengidap stroke. Diduga, stroke yang dialami dipicu oleh pil kontrasepsi kombinasi yang dikonsumsinya.

    “Saya belum pernah mendengar ada orang yang terkena stroke di usia saya, jadi sungguh mengejutkan ketika saya diberi tahu apa yang telah terjadi dan butuh waktu lama bagi saya untuk memahami apa artinya hal itu bagi masa depan saya,” ucap wanita yang kini berusia 29 tahun, dikutip Mirror.

    “Saya selalu senang berolahraga dan bertemu teman-teman, tetapi setelah terkena stroke, saya merasa jauh lebih sulit. Kadang-kadang, saya bahkan kesulitan untuk keluar rumah dan akibatnya kesehatan mental saya benar-benar menurun,” lanjutnya lagi.

    Sebelum terserang stroke, Danielle aktif bekerja sebagai Eksekutif Pengembangan Bisnis, pergi ke pusat kebugaran dua kali seminggu, dan senang bersosialisasi dengan teman-temannya.

    Namun sejak terserang stroke, Danielle mengalami kelelahan dan masalah ingatan serta masalah fisik.

    “Meskipun saya tahu saya tidak akan pernah bisa kembali seperti sebelum terkena stroke, yang saya inginkan sekarang adalah kembali menjalani hidup sebaik mungkin.”

    (suc/suc)

  • HUAWEI WATCH D2, Smartwatch Cek Tekanan Darah 24 Jam

    HUAWEI WATCH D2, Smartwatch Cek Tekanan Darah 24 Jam

    Jakarta – Tekanan darah tinggi (hipertensi) menjadi tantangan kesehatan yang kian mengkhawatirkan bagi banyak keluarga di Indonesia karena berkontribusi cukup signifikan terhadap total angka kematian nasional setiap tahunnya. Bahkan, dalam beberapa kasus, hipertensi bisa dipicu oleh mutasi gen yang diturunkan melalui riwayat penyakit orang tua kepada anak.

    Fakta krusial ini semakin diperparah oleh masih kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya menjalani gaya hidup sehat, sehingga melemahkan imunitas dan produktivitas dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

    Kini, dalam menyambut peringatan Hari Ayah Nasional pada 12 November, Huawei menjawab kebutuhan pemantauan kesehatan keluarga Indonesia secara lebih komprehensif melalui penjualan perdana HUAWEI WATCH D2, yang hadir dengan promo spesial selama periode 1 hingga 30 November 2024. Smartwatch baru ini unggul sebagai pionir penyedia fitur pemantauan tekanan darah ambulatori 24 jam mandiri secara digital.

    HUAWEI WATCH D2 merupakan smartwatch pertama Huawei dengan teknologi Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM), yang mampu menganalisa tekanan darah secara real-time lewat pemantauan aktif selama 24 jam penuh. Canggihnya, smartwatch ini hadir dengan desain yang lebih ringan dari generasi sebelumnya, selain itu HUAWEI WATCH D2 juga bisa menjadi perangkat andalan yang dapat digunakan untuk memantau kondisi prakiraan tekanan darah seluruh anggota keluarga melalui integrasi yang apik pada fitur Health Community pada aplikasi HUAWEI Health.

    “Kami sangat senang melihat antusiasme konsumen Indonesia terhadap peluncuran HUAWEI WATCH D2. Di Huawei, kami memahami pentingnya kesehatan keluarga sebagai pondasi kebahagiaan,” ujar Country Head Huawei Device Indonesia Huiler Fan, dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/11/2024).

    “Smartwatch ini kami hadirkan sebagai bentuk kepedulian, membantu menjaga kesehatan orang tercinta setiap saat. Bertepatan dengan Hari Ayah Nasional, kami ingin memberikan lebih dari sekadar hadiah-yaitu rasa aman dan ketenangan lewat teknologi pemantauan kesehatan,” sambungnya.

    Huilerberharap HUAWEI WATCH D2 dapat membantu setiap keluarga lebih proaktif dalam menjaga kesehatan, khususnya memantau tekanan darah sebagai sinyal vital tubuh.

    Selama periode First Sale yang berlangsung pada 1-30 November, HUAWEI WATCH D2 ditawarkan dengan harga spesial Rp 5.499.000, lengkap dengan serangkaian bonus senilai total Rp 2.296.000 yang terdiri dari gratis 1 unit HUAWEI FreeBuds 5i, total VIP service 2 tahun yang berlaku di 7 negara Asia, dan masih banyak lainnya.

    Hadir dengan tambahan dua opsi warna baru yang elegan, black dan gold, HUAWEI WATCH D2 sudah bisa dibeli secara online mulai hari ini melalui situs eraspace.com dan DatascripMall.ID. Konsumen juga bisa menggunakan early bird voucher yang sudah di klaim sebelumnya senilai Rp100.000 via HUAWEI Official Store di beberapa e-commerce besar nasional seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Blibli.

    Untuk pengalaman belanja yang lebih fleksibel, pembelian smartwatch baru ini juga dapat dilakukan melalui beberapa fitur paylater terkemuka seperti SPayLater dari Shopee dengan cicilan 0% hingga 6 bulan, GoPay Later dari Tokopedia dengan cicilan cicilan 0% selama 6 bulan dan jaminan proteksi gadget hingga 12 bulan, serta Blibli PayLater dari ekosistem Blibli Tiket dengan cicilan 0% selama 3 bulan.

    HUAWEI WATCH D2 juga bisa dibeli secara offline melalui jaringan HUAWEI Authorized Experience Store yang tersebar di seluruh Indonesia, atau bisa juga melalui beberapa mitra ritel terkemuka seperti Erafone, Urban Republic, Blibli Store, Digiplus, dan toko-toko berlisensi lainnya.

    Untuk setiap pembelian HUAWEI WATCH D2, pelanggan juga akan mendapatkan voucher potongan sebesar 50% untuk Layanan Home Lab dari Halodoc hingga Rp200.000, yang berlaku di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali.

    HUAWEI WATCH D2 dukung keluarga Indonesia menjalankan gaya hidup sehat dengan lebih semangat

    Jadikan momen peringatan Hari Ayah Nasional terasa kian bermakna dengan kado spesial berupa HUAWEI WATCH D2, yang dapat menjadi simbol kasih sayang sekaligus bukti kepedulian terhadap kesehatan ayah untuk keluarganya yang tercinta. Smartwatch satu ini dibekali dengan teknologi ABPM yang memperkuat fungsi pemantauan kesehatan kompleks secara real-time, lalu menganalisanya menjadi laporan data yang akurat.

    Teknologi ini juga memungkinkan notifikasi dini saat mendeteksi adanya gangguan atau gejala risiko penyakit akibat tekanan yang abnormal, sehingga pengguna bisa mendapatkan pertolongan medis pertama yang tepat.

    Ingin tahu lebih lanjut tentang bagaimana keunggulan teknologi pemantauan kesehatan pada HUAWEI WATCH D2 dapat membantu keluarga Indonesia hidup lebih sehat? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

    1. Fleksibel Pantau Tekanan Darah dengan Lebih Akurat Berkat Teknologi ABPM

    Melalui kehadiran teknologi ABPM, HUAWEI WATCH D2 memberikan pengguna keleluasaan untuk memantau tekanan darah secara lengkap. Smartwatch ini memiliki sistem yang disebut HUAWEI TruSense, berupa rangkaian sensor canggih saling terintegrasi untuk mendeteksi tekanan darah dengan sensitivitas tinggi.

    Teknologi tersebut memungkinkan pengguna bisa mengakses hasil laporan pemantauan tekanan darahnya setiap 30 menit sekali. Peringatan hasil tekanan darah akan muncul dalam bentuk getaran di waktu siang hari, sementara saat malam hari pengukuran tekanan darah akandikur secara otomatis yang menyajikan data pemantauan yang detail sebagai referensi.

    Sementara itu, penggunaan teknologi ABPM di dunia kesehatan telah mendorong banyak terobosan baru bagi dokter dalam menangani pasiennya. Seperti yang dijelaskan oleh Dr. dr Vito Anggarino Damay SpJP(K), M.Kes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC, ABPM telah terbukti bermanfaat dalam menilai potensi keberhasilan dari rencana perawatan medis yang hendak dilakukan.

    “Dokter dapat memantau tekanan darah di berbagai waktu dalam sehari, kemudian mengevaluasinya secara case by case. Bahkan, ketika pasien mengalami white coat effect, yakni kondisi kecemasan yang memicu naiknya tekanan darah saat diperiksa secara klinis, teknologi ABPM terbukti dapat meminimalisir dampak terburuk melalui hasil analisanya yang real-time,” jelasnya

    2. Ajak Keluarga Mengenal Kondisi Tubuh dengan HUAWEI Health Glance yang Pantau 9 Indikator Kesehatan Sekaligus di HUAWEI WATCH D2

    Faktor risiko hipertensi dibagi menjadi dua kategori, yakni faktor risiko yang bisa diubah seperti gaya hidup dan tingkat stres, serta faktor risiko yang tidak bisa diubah seperti usia manula dan faktor genetik. Seluruh risiko tersebut dapat diminimalisir dengan menjalankan pola hidup sehat yang didukung oleh pemantauan kesehatan secara proaktif bersama HUAWEI WATCH D2.

    Melalui fitur HUAWEI Health Glance, HUAWEI WATCH D2 dapat memantau 9 indikator kesehatan hanya dengan 1 kali klik saja, HUAWEI WATCH D2 dapat melakukan pemantauan kondisi kesehatan yang kompleks secara komprehensif, mulai dari analisa detak jantung, tekanan darah, kadar oksigen dalam darah (SpO2), hingga tingkat stres. Semua keunggulan tersebut dimungkinkan melalui tes elektrokardiografi (EKG) dan deteksi aritmia secara otomatis.

    3. Desain Ergonomis HUAWEI WATCH D2 Hadirkan Kenyamanan Maksimal saat Dipakai Sehari-hari

    Huawei senantiasa menyematkan DNA Fashion Forward di setiap produksi perangkat terbarunya, termasuk pada HUAWEI WATCH D2 yang menawarkan dua opsi warna baru yang elegan, yaitu gold dan black. Ditambah dengan tampilan fisik yang lebih ramping 12% dan lebih ringan 10% dari generasi pendahulunya, smartwatch baru ini semakin fleksibel untuk melengkapi gaya penampilan pengguna dari berbagai kalangan usia.

    Sementara itu, dari segi kualitas layar, HUAWEI WATCH D2 mengusung teknologi AMOLED 1,82 inci yang mendukung tingkat kecerahan puncak 1500 nit. Dengan begitu, tampilan layar selalu terlihat jelas dan minim silau, bahkan saat di bawah teriknya sinar matahari.

    4. Fitur Health Community dalam Aplikasi HUAWEI Healthdi HUAWEI WATCH D2 Jadi One-stop Solution untuk Dukung Kesehatan Keluarga

    HUAWEI WATCH D2 dilengkapi oleh fitur Health Community dalam aplikasi HUAWEI Health, yang memungkinkan pengguna untuk memantau kesehatan seluruh anggota keluarganya hanya dalam satu kendali platform. Beberapa fungsi pemantauannya meliputi pengecekantekanan darah, analisa detak jantung, serta panduan aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap anggota keluarga.

    Aplikasi ini juga memungkinkan pengiriman notifikasi real-time saat terdeteksi kondisi abnormal pada tekanan darah masing-masing anggota keluarga. Dengan begitu, pengguna dapat menjaga kesehatan keluarga secara proaktif dan menentukan langkah penanganan dini yang optimal dengan segera saat menghadapi kondisi darurat medis.

    6. Kemampuan Sinkronisasi Lintas Platform yang Didukung Daya Tahan Baterai hingga 6 Hari

    Rasakan kemudahan memantau pola hidup sehat dengan menggunakan HUAWEI WATCH D2 yang kompatibel dengan berbagai dengan semua sistem operasi (OS) baik Android maupun iOS. Smartwatch ini juga didukung oleh daya tahan baterai yang panjang hingga 6 hari pemakaian aktif dengan sekali charging.

    Pengguna pun dapat lebih leluasa memantau kondisi kesehatan dan gerak aktif tanpa khawatir konsumsi daya yang boros.

    Segera miliki HUAWEI WATCH D2 dan nikmati kemudahan pemantauan tekanan darah dan berbagai kondisi kesehatan lainnya secara real-time untuk seluruh anggota keluarga. Tunggu apalagi?

    Yuk jadikan momentum Hari Ayah Nasional ini dengan meningkatkan gaya hidup sehat keluarga bersama HUAWEI WATCH D2 sebagai opsi pilihan kado special bagi orang tersayang kamu! Informasi lebih lanjut, klik di sini.

    (adv/adv)