Category: Detik.com Kesehatan

  • Pria 31 Tahun Kena Kanker Tenggorokan, Awalnya Cuma Ngeluh Suara Serak

    Pria 31 Tahun Kena Kanker Tenggorokan, Awalnya Cuma Ngeluh Suara Serak

    Jakarta

    Pria bernama Kyle Jones didiagnosis mengidap kanker tenggorokan di usia 31 tahun. Awalnya, ia pergi ke dokter umum dengan keluhan suara serak selama beberapa minggu.

    Saat di rumah sakit, ia diperiksa seorang perawat menggunakan lensa 32mm yang terpasang di ponselnya. Ini digunakan untuk mengirim gambar agar dapat segera ditinjau dari jarak jauh oleh dokter.

    “Saya merasa bingung saat itu karena satu-satunya gejala yang saya alami adalah suara serak. Rasanya seperti terlalu banyak menyanyi di sebuah konser di malam sebelumnya,” beber Kyle yang dikutip dari Mirror UK.

    Umumnya, pemeriksaan kanker tenggorokan dilakukan dengan menjalani endoskopi. Itu merupakan prosedur yang menggunakan tabung panjang dan tipis dengan kamera di dalamnya, yang dimasukkan melalui mulut atau hidung untuk melihat ke dalam tubuh.

    Nantinya, gambar tersebut dapat mengidentifikasi apakah ada tanda-tanda kanker dan melaporkannya langsung kepada pasien dalam hitungan jam.

    Dokter umum merujuk Kyle untuk menjalani endoskopi dengan endoskopi-i di Royal Stoke Hospital dan ia diperiksa dalam waktu 20 hari. Adaptor endoskopi-i, yang dapat dipasang ke ponsel, dilengkapi lensa okuler endoskopi 32mm dan aplikasi yang menyertainya. Adaptor ini memungkinkan perawat untuk mengambil gambar endoskopi di klinik komunitas dan klinik dokter umum dengan rekaman yang dibagikan kepada spesialis.

    Gambar-gambarnya ditinjau oleh konsultan kanker kepala dan leher University Hospitals North Midlands, Ajith George, yang memberi tahu bahwa ia mengidap kanker tenggorokan agresif. Pita suaranya harus diangkat untuk mencegah penyebaran kanker lebih lanjut dan sekarang hanya dapat berbicara dengan bantuan alat.

    “Ketika saya diberi tahu menderita kanker, itu sangat mengejutkan. Dengan seberapa cepat kanker saya berkembang setelah janji temu pertama hingga ke tahap saat saya membutuhkan operasi laringektomi besar, saya sangat bersyukur kanker itu terdeteksi dan tepat waktu dan saya yakin itu telah menyelamatkan hidup saya,” terang Kyle.

    Kanker kepala dan leher adalah yang paling sulit dideteksi sejak dini. Kanker tersebut termasuk kanker tenggorokan yang dapat berkembang di tenggorokan (faring) atau kotak suara (laring).

    Gejalanya dapat meliputi sakit tenggorokan terus-menerus, batuk, nyeri saat menelan, suara serak atau perubahan suara, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, sesak napas, dan perasaan seperti ada sesuatu yang selalu tersangkut di tenggorokan.

    “Sejak operasi, kehidupan saya semakin membaik dan kembali menjalani hidup. Tujuan utama saya setelah bisa makan dengan benar lagi adalah membangun kembali kekuatan saya dan kembali bekerja,” jelas pria di Stafford, Inggris, itu.

    (sao/naf)

  • Aturan Pelabelan Bahaya Sudah Ada, Perlukah BPA Dilarang untuk Kemasan Pangan?

    Aturan Pelabelan Bahaya Sudah Ada, Perlukah BPA Dilarang untuk Kemasan Pangan?

    Jakarta

    Banyak penelitian menunjukkan dampak migrasi senyawa kimia Bisphenol A atau BPA terhadap kesehatan. Beberapa negara pun kini sudah melarang penggunaan bahan kimia ini pada produk plastik.

    Sebut saja Amerika Serikat, Malaysia, hingga negara-negara di Eropa. Negara-negara ini telah melarang penggunaan BPA dalam produk kemasan pangan.

    Sebagai informasi, BPA adalah senyawa kimia yang sering ditemukan dalam produk plastik, seperti botol minum, wadah makanan, pelapis kaleng, dan galon guna ulang. Ketika suatu kemasan, seperti galon guna ulang terpapar suhu panas atau digunakan berulang kali, serta pendistribusiannya yang tidak baik misalnya diangkut dengan truk terbuka sehingga terpapar sinar matahari langsung, BPA bisa larut ke dalam air yang minum setiap hari.

    Kontrol pasca produksi dari produsen galon polikarbonat yang lemah mengakibatkan penemuan BPOM periode 2021-2022 yang menunjukkan, kadar BPA yang bermigrasi pada air minum lebih dari 0,6 ppm (standar BPOM) meningkat berturut-turut hingga 4,58 persen. Begitu pula dengan hasil pengujian migrasi BPA di ambang 0,05-0,6 ppm, meningkat berturut-turut hingga 41,56 persen.

    Menurut perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus spesialis obstetri dan ginekologi dr Ulul Albab, SpOG, beberapa studi menyatakan bahwa migrasi BPA bisa berbahaya untuk jangka panjang, baik pada laki-laki perempuan, dan tumbuh kembang anak.

    “Kalau dibilang risiko pada laki-laki dengan paparan BPA terkait dengan infertility-nya, karena benar-benar saya katakan dengan meningkat 4,2 kali lipat,” ucapnya dalam acara detikcom Leaders Forum di Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2024).

    Peserta detikcom Leaders Forum membahas kontroversi BPA. Foto: Rifkianto Nugroho/detikHealth

    Di Indonesia, pemerintah belum sepenuhnya melarang penggunaan BPA. Namun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mewajibkan pelaku industri untuk memberikan label peringatan bahaya BPA pada galon dengan bahan polikarbonat. Hal ini sebagaimana tertuang pada Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.

    Karena kita tahu bahwa alternatif selain BPA juga ada dan kita tahu bahwa BPA juga berdampak pada kesehatan

    dr Ulul Albab, SpOG – Sekjen PB IDI

    Regulasi BPOM ini dinilai menjadi langkah langkah penting dalam melindungi kesehatan masyarakat. Apalagi mengingat risiko kesehatan yang dapat timbul akibat paparan BPA di galon guna ulang yang dikonsumsi jutaan masyarakat Indonesia setiap harinya.

    Meski pemerintah sudah memberlakukan aturan pelabelan, dr Ulul menilai tetap penting untuk tidak menggunakan BPA dalam sebuah kemasan pangan, misalnya di galon guna ulang. Alternatif pengganti BPA dalam kemasan pangan sudah tersedia dan dapat digunakan secara luas tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

    “Kita tidak hanya bicara air minum dalam kemasan, tapi produk atau wadah atau kemasan apapun itu terkait dengan BPA. Karena kita tahu bahwa alternatif selain BPA juga ada dan kita tahu bahwa BPA juga berdampak pada kesehatan,” lanjutnya lagi.

    Perlahan, makin banyak produk galon air minum kemasan yang beralih dari plastik polikarbonat ke PET yang lebih aman. Kemasan galon guna ulang mulai ditinggalkan, meski ada juga produk yang baru mulai mendistribusikannya secara selektif di wilayah tertentu.

    (suc/up)

  • Tak Cuma Picu Keracunan, Jajanan China Latiao Berisiko Ganggu Sistem Saraf

    Tak Cuma Picu Keracunan, Jajanan China Latiao Berisiko Ganggu Sistem Saraf

    Jakarta

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menarik 73 produk jajanan latiao, camilan viral asal China tersebut belakangan berkaitan dengan kasus kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan di sedikitnya tujuh daerah.

    Sejauh ini, banyak ditemukan di lingkup sekolah dasar. Kebanyakan dari mereka mengeluhkan gejala mual, muntah, hingga memerlukan perawatan lebih lanjut. Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mewanti-wanti risiko bahaya yang muncul berkaitan dengan temuan bakteri.

    “Karena di dalamnya mengandung bacelius cerius yang bisa menimbulkan toksin, dan telah berdampak di 7 daerah. Dari 341 sarana yang telah diperiksa, terdiri dari 214 ritel atau toko, 27 distributor, 100 kantin dan warung di area sekolah, sebanyak 9,68 persen atau 33 saran yaitu 20 distributor, 12 ritel dan 1 toko warung di area sekolah ditemukan menjual latio dengan total 77.219 pieces dengan 95 item atau varian,” terang Taruna, Senin (4/11/2024).

    Sebagai catatan, bakteri bacillus cereus adalah bakteri berbentuk batang yang sering menjadi penyebab keracunan makanan, tapi juga dapat menyebabkan infeksi di luar saluran pencernaan. Bakteri ini dapat bertahan di berbagai kondisi lingkungan dan memproduksi zat berbahaya yang disebut faktor virulensi, termasuk enterotoksin dan toksin emetik (cereulide) yang dapat menyebabkan muntah, serta berbagai enzim yang merusak jaringan tubuh.

    Walaupun dikenal sebagai penyebab keracunan makanan, Bacillus cereus juga dapat mengakibatkan infeksi serius seperti pneumonia, sepsis, dan infeksi sistem saraf pusat, terutama pada individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

    “Ada banyak faktor yang membuat jajanan seperti itu, kita tahu barang pangan itu terbagi dua, pangan kemasan. Ada yang high risk, dan low risk. Nah latiao termasuk sebetulnya awalnya kita anggap low risk, ternyata high risk.”

    “Karena dia high risk, kita mengambil langkah tegas dan cepat, kita tidak mau nanti tumbuh mikroorganisme yang pertama kita dapatkan uji lab baru basilus, tapi boleh jadi high risk muncul bakteri lain. Mungkin jamur, fungi dan bisa berdampak pada sistem saraf, sistem metabolisme kita, kemudian ada faktor lain lagi,” lanjut dia.

    BPOM RI masih terus melanjutkan uji sampel, saat ini baru ada 4 merek di antaranya yang teridentifikasi positif cemaran. Pengujian selambatnya dilakukan dalam waktu sepekan.

    (naf/naf)

  • 4 Cara Detoks Ginjal Secara Alami, Usir Racun-racun dari Tubuh

    4 Cara Detoks Ginjal Secara Alami, Usir Racun-racun dari Tubuh

    Jakarta

    Detoks atau detoksifikasi tubuh telah menjadi salah satu tren yang mulai digandrungi banyak orang dalam beberapa tahun terakhir. Sesuai namanya, detoksifikasi merupakan sekumpulan upaya yang dilakukan untuk membuang racun secara alami dari dalam tubuh.

    Detoksifikasi dapat mendukung fungsi organ tubuh, khususnya ginjal. Proses ini dapat membantu menjaga kesehatan ginjal dengan mengurangi beban kerja organ tersebut, sehingga terlindungi dari risiko sejumlah penyakit.

    Detoksifikasi juga tidak sesulit kedengarannya kok. Dikutip dari Healthline, berikut cara detoksifikasi ginjal yang praktis dan bisa dilakukan di rumah.

    1. Minum Air yang Cukup

    Setiap organ dalam tubuh manusia, termasuk ginjal, membutuhkan air agar bisa berfungsi dengan baik. Ginjal membutuhkan cukup air untuk bisa mengeluarkan urine dari dalam tubuh. Urine merupakan produk limbah utama yang memungkinkan tubuh mengeluarkan kotoran dan zat-zat yang tidak diinginkan.

    Bila jumlah air dalam tubuh rendah, volume urine pun akan sedikit. Akibatnya, racun dan kotoran yang seharusnya dikeluarkan malah menumpuk dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti batu ginjal, disfungsi ginjal, dan infeksi saluran kemih (ISK).

    Karenanya, minum air yang cukup untuk membantu ginjal berfungsi dengan efisien. Bagi orang dewasa, dianjurkan untuk sedikitnya minum air sebanyak dua liter atau delapan gelas per hari.

    2. Konsumsi Makanan yang Baik untuk Ginjal

    Makanan yang dikonsumsi sehari-hari sangat berdampak terhadap kesehatan organ dalam tubuh, termasuk ginjal. Karenanya, perbanyaklah konsumsi makanan-makanan yang baik untuk kesehatan ginjal, seperti:

    Buah cranberry: cranberry kaya akan antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan, stres oksidatif, dan risiko ISK.Anggur: studi menunjukkan jus anggur merah dan kismis memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan yang dapat melindungi ginjal dari penumpukan lemak.Rumput laut: rumput laut coklat terbukti dapat mengurangi kerusakan pada ginjal akibat diabetes.Makanan tinggi kalsium: makanan yang kaya akan kalsium dapat membantu mengurangi risiko batu ginjal.3. Minum Teh Pembersih Ginjal

    Studi pada 2023 menunjukkan konsumsi teh tanpa gula dapat mengurangi risiko penyakit ginjal. Adapun beberapa jenis teh yang diketahui dapat membantu membersihkan ginjal antara lain:

    Teh hijauTeh hitamTeh hortensiaTeh sambong4. Konsumsi Suplemen

    Beberapa suplemen yang dapat mendukung kesehatan ginjal di antaranya:

    Vitamin B6: vitamin ini diperlukan untuk metabolisme glioksilat dan mencegah pembentukan oksalat. Kelebihan oksalat dapat meningkatkan risiko batu ginjal.Asam Lemak Omega-3: asupan asam lemak omega-3 dapat membantu menurunkan asam lemak omega-6 yang berkontribusi terhadap pembentukan batu ginjal.Kalium Sitrat: kalium membantu menjaga keseimbangan elektrolit dan pH dalam urine. Terapi dengan kalium sitrat juga membantu mengurangi pembentukan batu ginjal, khususnya pada mereka yang sudah mengalami kekambuhan gejala.

    (ath/kna)

  • Isi Menu Makan Bergizi Gratis Prabowo Bakal ‘Khas’ di Setiap Daerah

    Isi Menu Makan Bergizi Gratis Prabowo Bakal ‘Khas’ di Setiap Daerah

    Jakarta

    Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masuk program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran akan dijalankan pemerintah mulai 2 Januari 2025. Untuk tahun depan, anggaran yang disediakan Rp 71 triliun.

    Dari anggaran sebesar itu, makan gratis ini akan dibagikan untuk anak di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Setiap anak diberikan satu kali makan.

    Staf Ahli Kepala Badan Gizi Nasional Ikeu Tanziha mengatakan pemberian Makan Bergizi Gratis tersebut nantinya akan disesuaikan dengan standar gizi anak.

    “Jadi standar gizinya kita bisa makan pagi atau siang tergantung pada kebiasaan di sana. Kalau anak-anak di sana itu tidak pernah sarapan, mungkin kita lebih ke makan pagi. Tapi kalau anak-anak itu makan pagi, mungkin kita lebih menyediakan makan siang,” ucapnya dalam media briefing Makan Bergizi Gratis, dikutip YouTube FMB9ID, Senin (4/11/2024).

    “Standar gizinya untuk makan pagi sebesar 20 sampai 25 persen angka kecukupan gizi. Kalau makan siang 30-35 persen,” lanjutnya lagi.

    Untuk menu makanan, nantinya akan disesuaikan oleh wilayah masing-masing. Misalnya, daerah Padang dengan preferensi menu makanan Padang, hingga daerah Sunda dengan preferensi menu makanan Sunda.

    Menurut Ikeu, hal ini bertujuan agar makanan yang dikonsumsi tak ada yang dibuang alias dihabiskan oleh anak-anak tersebut. Tak hanya itu, menu makanan ini juga nanti disesuaikan dengan kondisi anak tersebut.

    “Siapa yang membuat menu? Itu tenaga gizi yang ada di situ. Kemudian mereka juga bekerja sama dengan kader, puskesmas, dalam rangka untuk melihat preferensi anak,” imbuhnya lagi.

    (suc/suc)

  • Rencana Badan Gizi Impor Tepung Susu untuk Penuhi Kebutuhan Makan Bergizi Gratis

    Rencana Badan Gizi Impor Tepung Susu untuk Penuhi Kebutuhan Makan Bergizi Gratis

    Jakarta

    Program makan bergizi gratis (MBG) bakal dilakukan secara nasional mulai Januari 2025. Ada kekhawatiran terkait pasokan menu MBG terkendala, tidak hanya soal distribusi melainkan ketersediaan pangan. Salah satunya dalam pemberian susu.

    Ikeu Tanziha, Staf Ahli Kepala Badan Gizi Nasional menyebut tantangan ketersediaan susu memang akan dihadapi. Terlebih, bila sasaran pemberian susu pada seluruh anak di Indonesia dilakukan setiap hari.

    Demi mengantisipasi harga yang meningkat karena tingginya permintaan, pemerintah melakukan impor tepung susu dan kurang lebih dua juta sapi.

    “Oleh karena itu sementara ini memang kita masih memikirkan apakah susu akan diberikan setiap hari, atau dua hari sekali, dengan keterbatasan peternak susu,” bebernya.

    Ia menyoroti pasokan susu di Indonesia saat ini hanya cukup bila diberikan dalam program MBG seminggu sekali. “Kalau terus-terusan setiap hari tidak cukup, oleh karena itu kita melakukan impor. Impor sementara tepung susu, karena kan tidak mungkin impor fresh milk,” lanjut dia.

    Impor tepung susu untuk menyiasati kekurangan pasokan yang mungkin terjadi selama MBG berjalan, sambil menunggu sapi impor yang bisa menghasilkan produk susu ‘fresh milk’ untuk anak-anak.

    Targetnya, pemberian 100 persen fresh milk dalam program makan bergizi gratis bisa dilakukan selambatnya dalam 5 tahun mendatang.

    (naf/kna)

  • Bahaya Terlalu Lama Duduk, Termasuk Bisa Bikin Mati Muda

    Bahaya Terlalu Lama Duduk, Termasuk Bisa Bikin Mati Muda

    Jakarta

    Duduk dalam waktu yang cukup lama antara 8-10 jam per hari merupakan rutinitas harian yang banyak dilakukan anak muda. Hal ini karena duduk agaknya sulit dipisahkan dari banyak pekerjaan di era ini.

    Dikutip dari Times of India, duduk terlalu lama dalam sehari ternyata dapat memengaruhi masalah kesehatan seseorang. Dampak buruk tersebut merupakan efek jangka panjang dari gaya hidup yang tidak banyak bergerak.

    Berikut adalah masalah-masalah kesehatan yang bisa muncul jika seseorang terus menerus mengulang aktivitas duduk yang terlalu lama setiap hari.

    Meningkatnya Risiko Penyakit Kardiovaskular

    Anak-anak muda yang menghabiskan waktunya untuk duduk seperti di depan komputer sepanjang hari memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular.

    Pasalnya, duduk terlalu lama dapat mengurangi aliran darah dan meningkatkan tekanan darah, sehingga membuat jantung bekerja lebih keras. Kondisi ini, seiring waktu dapat mengakibatkan penumpukan plak di arteri dan meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan masalah kardiovaskular lainnya.

    Penelitian telah mengaitkan duduk dalam jangka waktu lama dengan sejumlah masalah kesehatan. Masalah tersebut meliputi obesitas dan sekumpulan kondisi seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, lemak tubuh berlebih di sekitar pinggang, dan kadar kolesterol tidak sehat yang membentuk sindrom metabolik.

    Terlalu banyak duduk secara keseluruhan dan duduk dalam jangka waktu lama juga tampaknya meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dan kanker.

    Meningkatkan Risiko Diabetes

    Menghabiskan sebagian besar waktu untuk duduk bisa menyebabkan kondisi resistensi insulin. Hal ini bisa memicu terjadinya masalah kesehatan yakni diabetes tipe 2.

    Gaya hidup yang tidak banyak bergerak membuat glukosa dalam tubuh sulit untuk diserap ke dalam otot, sehingga membuat kadar gula darah menjadi meningkat.

    Kebiasaan duduk terlalu lama membuat seseorang jarang menggunakan otot-otot tubuh bagian bawah seperti kaki untuk bergerak. Hal ini bisa memicu atrofi atau melemahnya otot.

    Memicu Munculnya Masalah Mental

    Mereka yang duduk dalam jangka waktu lama, misalnya di depan layar komputer, baik saat bekerja atau bersantai berisiko lebih tinggi mengalami insomnia, yang bisa berdampak pada kecemasan.

    Duduk seharian juga dapat menyebabkan gangguan suasana hati seperti kecemasan dan depresi. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga membatasi produksi endorfin.

    (dpy/kna)

  • Dimulai Januari 2025, Ini Wilayah Prioritas yang Dapat Makan Bergizi Gratis

    Dimulai Januari 2025, Ini Wilayah Prioritas yang Dapat Makan Bergizi Gratis

    Jakarta

    Makan bergizi gratis adalah salah satu program di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Adapun fokus sasaran program ini salah satunya adalah anak-anak sekolah

    Program makan bergizi gratis ini nantinya akan dilaksanakan mulai 2 Januari 2025. Pemberian makan bergizi gratis untuk anak sekolah disesuaikan dengan jadwal belajar mengajar di setiap pendidikan, sehingga semua anak mendapatkan asupan bergizi saat bersekolah.

    Staf Ahli Kepala Badan Gizi Nasional Ikeu Tanziha mengatakan nantinya program tersebut kemungkinan diprioritaskan untuk daerah yang memiliki angka stuntingnya tinggi. Meski begitu sampai saat ini masih menunggu kesiapan dari unit pelayanan.

    Ia juga menyebut sekolah-sekolah yang ada di kabupaten daerah kemungkinan diprioritaskan dibandingkan sekolah yang ada di kota-kota.

    “Jadi unit pelayanan yang menentukan nanti di mana titik untuk intervensi. Sehingga dana-dana tersebut memang kita upayakan pada sekolah-sekolah yang relatif pada daerah kabupaten-kabupaten,” katanya dalam media briefing Makan Bergizi Gratis, dikutip YouTube FMB9ID.

    “Tetapi kita tidak menutup kemungkinan andaikata di kota-kota juga karena di sini tidak menutup akses siapa pun bisa mempunyai akses tersebut,” lanjutnya lagi.

    Ikeu berharap implementasi program tersebut benar-benar dapat membantu mewujudkan target Indonesia Emas pada 2045. Mengingat perbaikan gizi pada dasarnya berperan penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)

    “Kita menginginkan tujuan daripada pemberian makanan bergizi gratis bukan hanya status gizi ya, tetapi juga rasionalisasi kenapa makanan bergizi gratis ini menjadi prioritas presiden kita, karena pertama untuk meningkatkan status gizi anak dalam rangka menyiapkan Indonesia Emas 2045,” imbuhnya lagi.

    (suc/kna)

  • BPOM Wanti-wanti Risiko Salmonella di Jajanan Latiao, Setop Dulu Konsumsinya

    BPOM Wanti-wanti Risiko Salmonella di Jajanan Latiao, Setop Dulu Konsumsinya

    Jakarta

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI beberapa waktu lalu menarik peredaran jajanan China Latiao dari pasaran. Pasalnya, setelah dilakukan pengujian laboratorium ditemukan bakteri bacillus cereus dan diduga mengakibatkan kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan beberapa wilayah di Indonesia.

    Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengatakan produk ini menghasilkan toksin yang bisa memicu gejala keracunan seperti sakit perut, pusing, mual, dan muntah. Produk ini, lanjut Taruna, banyak ditemukan di kantin-kantin sekolah.

    Taruna menambahkan, latiao saat ini masuk ke dalam jajanan ‘berisiko tinggi’, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak lagi mengonsumsinya.

    “Latiao ini awalnya kita anggap low risk, ternyata high risk, karena dia high risk kami mengambil langkah tegas dan cepat,” kata Taruna kepada awak media di Jakarta Selatan, Senin (4/11/2024).

    “Kami tidak mau nanti tumbuh mikroorganisme, yang kami dapatkan dari laboratorium baru bacillus cereus, tapi karena dia high risk bisa muncul bakteri lain seperti salmonella atau jamur,” lanjut dia.

    Taruna menegaskan kepada masyarakat untuk tidak lagi mengonsumsi produk latiao agar menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.

    “Untuk produk ini sebaiknya masyarakat jangan mengonsumsi. Kalau sudah ada (yang mengonsumsi) segera dilaporkan ke BPOM,” tegas Taruna.

    Saat ini BPOM telah menarik sementara sekitar 73 produk la tiao yang terdaftar di BPOM RI, hingga dipastikan jajanan ini benar-benar aman untuk dikonsumsi masyarakat.

    (dpy/naf)

  • Bapanas Bicara Alasan Beda Temuan Residu di Anggur Muscat Thailand Vs RI

    Bapanas Bicara Alasan Beda Temuan Residu di Anggur Muscat Thailand Vs RI

    Jakarta

    Anggur muscat yang beredar di Indonesia dinyatakan aman dan bebas dari residu senyawa kimia berbahaya. Uji sampling dilakukan di sejumlah provinsi kota besar, juga Jabodetabek. Sekitar 90 persen dari hasil uji, ditemukan tidak mengandung pestisida, sementara 10 persen dari sampel lain memiliki residu dalam ambang batas aman.

    Hasil tersebut menandakan masyarakat Indonesia kini tidak perlu khawatir mengonsumsi anggur muscat, dengan catatan kehati-hatian memastikan sumber produk dan mencucinya dengan air mengalir sebelum disantap. Plh. Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Yusra Egayanti bicara mengapa temuan di Thailand dengan Indonesia relatif berbeda.

    Selain karena kemungkinan perbedaan produk, Egayanti mengaku di sejumlah negara terdapat perbedaan batas residu aman dalam buah segar.

    “Kami sampaikan bahwa perbedaan batas maksimal residu (BMR) itu lazim terjadi di antar negara. Namun, kemudian ada upaya harmonisasi residu yang dilakukan oleh regulator negara-negara, baik di Asia maupun di global melalui standar Codex Alimentarius Commision (CAC),” terang dia dalam konferensi pers Senin (4/11/2024).

    Penetapan BMR disebutnya berbeda dilatarbelakangi tingkat konsumsi. Bila tingkat konsumsi tinggi, jumlah paparannya akan mendekati standar yang ditolerir saat masuk tubuh atau acceptable daily intake.

    “Jadi, setiap negara bisa saja mempunyai BMR yang berbeda. Salah satu kasus yang terjadi di Thailand itu adalah akibat perbedaan regulasi tadi, bukan berarti positif residu tersebut adalah merupakan bahaya, belum tentu,” lanjut Yusra.

    “Karena bisa jadi, tidak diatur, bisa saja mungkin dari teman-teman Kementan, ada pestisida yang digunakan, ada yang tidak digunakan, maka perbedaan regulasi itu relatif terjadi di produk pangan,” sambung dia.

    (naf/kna)