Category: Detik.com Kesehatan

  • Chip Otak Elon Musk Bikin Pasien Lumpuh Bisa Gerakkan Tangan Robot Pakai Pikiran

    Chip Otak Elon Musk Bikin Pasien Lumpuh Bisa Gerakkan Tangan Robot Pakai Pikiran

    Jakarta

    Chip otak Neuralink yang dimiliki oleh Elon Musk yang kini tengah memasuki tahap uji klinis diklaim bisa menggerakan lengan robot hanya dengan pikiran. Sebelumnya, chip otak ini sudah bisa digunakan untuk mengontrol ponsel dan komputer.

    Salah seorang yang menjadi pasien percobaan chip otak Elon Musk ini bernama Rocky Stoutenburg, seorang dengan masalah kelumpuhan sejak tahun 2006. Pasca mengikuti program uji coba Neuralink, ia bisa menggerakkan lengan robot menggunakan pikirannya.

    Ia bahkan bisa mengarahkan lengan robot tersebut ke arah wajahnya dan menciumnya.

    “Para peserta dalam uji klinis telah memperluas kendali komputer digital ke perangkat fisik seperti lengan robot bantu. Seiring waktu, kami berencana memperluas jenis perangkat yang bisa dikendalikan melalui Neuralink,” ucap pihak Neuralink melalui media sosial X.

    Neuralink diluncurkan untuk membantu orang yang mengalami kelumpuhan menggunakan perangkat pribadi mereka dan mendapatkan sebagian mobilitas mereka, hanya dengan pikiran. Sistem ini menghubungkan sistem saraf pasien ke perangkat ‘chip otak’ yang dikenal sebagai brain-computer interface (BCI) yang dapat menafsirkan apa isi otak mereka.

    Perangkat tersebut masih dalam tahap uji klinis, yang menguji keamanan dan fungsionalitas awal implan pada orang-orang dengan kondisi medis tertentu yang membatasi mobilitas mereka. Neuralink telah menanamkan perangkat chip otak pada 12 orang sejak Januari 2024 sampai September 2025.

    Peserta pertama adalah seorang pria yang mengalami kelumpuhan akibat cedera tulang belakang, dan implan tersebut memungkinkannya bermain video game dan catur. Peserta lain memiliki cedera tulang belakang atau amyotrophic lateral sclerosis (ALS), kondisi yang seiring waktu memengaruhi kemampuan seseorang menggerakkan lengan, kaki, dan tubuh.

    Musk mengatakan lebih dari 10.000 orang telah mendaftar ke registri pasien Neuralink, berharap bisa berpartisipasi dalam uji coba perangkat tersebut.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/kna)

  • Sarah Azhari Buka-bukaan Idap PTSD, Ini yang Jadi Pemicunya

    Sarah Azhari Buka-bukaan Idap PTSD, Ini yang Jadi Pemicunya

    Jakarta

    Artis Sarah Azhari buka-bukaan soal pengalaman trauma yang ia alami hingga memicu kondisi Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau gangguan stres pasca trauma. Ini bermula pada tahun 2003 saat ia menjadi salah satu korban yang direkam diam-diam ketika sedang ganti baju di toilet.

    Pada saat itu, ia tengah menjalani casting salah satu studio foto. Ia tak menyangka menjadi target orang tak bertanggung jawab dan merekam semua aktivitasnya secara diam-diam.

    Hasil rekaman itu bahkan disebarkan dalam bentuk VCD gelap dan menjadi salah satu momen terberat baginya.

    “Traumalah. Saking traumanya kita lupa, ini di mana ya? Kita ingat-ingat pas udah hampir beberapa minggu baru aku ingat. Kena PTSD,” cerita Sarah Azhari dalam program Rumpi No Secret Trans TV, dilihat Jumat (5/12/2025).

    Kejadian itu berimbas pada mental Sarah Azhari. Perempuan yang kini berusia 48 tahun itu terus dihantui perasaan cemas meskipun berusaha untuk selalu terlihat kuat. Ia bahkan mengaku sulit untuk keluar rumah karena takut dengan apa yang dipikirkan orang.

    “Itu bukan hanya menghancurkan saya sebenarnya, tapi menghancurkan adik saya juga. Terutama yang laki-laki,” tandasnya.

    Apa Itu PTSD?

    PTSD merupakan kondisi mental yang memunculkan pikiran dan perasaan tidak menyenangkan yang sangat kuat dan mengganggu terkait pengalaman traumatis. Kondisi ini biasanya melibatkan respons stres seperti kecemasan, suasana hati tertekan, malu, mengalami flashback atau mimpi buruk, hingga berusaha menghindari situasi atau aktivitas yang berkaitan dengan peristiwa traumatis.

    Beberapa contoh pengalaman traumatis yang dapat memicu PTSD misalnya kecelakaan serius, cedera atau penyakit parah, bencana alam, kekerasan fisik atau verbal, kekerasan seksual, perundungan, hingga kematian orang terdekat.

    Menurut penelitian, orang dengan PTSD memiliki kadar neurotransmitter tertentu yang tidak normal. Orang dengan kondisi ini mungkin juga dapat mengalami perubahan otak.

    Berikut ini sederet gejala PTSD yang dapat muncul:

    Intrusi

    Pikiran mengganggu yang berulang dan tidak disengaja.Mimpi buruk.Kilas balik peristiwa traumatis, yang bisa sangat jelas dan terasa nyata.

    Penghindaran

    Menghindari pengingat peristiwa traumatis, seperti orang, tempat, aktivitas, benda, atau situasi tertentu.Menghindari mengingat atau memikirkan kembali peristiwa traumatis.Menghindari berbicara tentang apa yang terjadi atau perasaan terkait peristiwa itu.

    Perubahan Cara Berpikir dan Suasana Hati

    Perasaan takut, ngeri, marah, bersalah, atau malu yang terus-menerus.Kehilangan ingatan tentang bagian penting dari peristiwa traumatis.Pikiran dan perasaan negatif yang berkelanjutan tentang diri sendiri atau orang lain.Pikiran yang menyimpang tentang penyebab atau dampak peristiwa, sehingga membuat Anda menyalahkan diri sendiri atau orang lain secara tidak tepat.Merasa terpisah dari orang lain.Tidak lagi menikmati aktivitas yang dulu disukai.Tidak mampu merasakan emosi positif.

    Perubahan Kewaspadaan dan Reaktivitas

    Mudah marah dan sering meledak dalam kemarahan.Perilaku sembrono atau merusak diri.Terlalu waspada terhadap lingkungan sekitar (hipervigilans).Mudah terkejut.Masalah konsentrasi atau tidur.

    Perlu diingat, penegakan diagnosis PTSD memerlukan bantuan profesional kesehatan kejiwaan. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter jiwa atau psikolog jika mengalami gejala serupa, untuk memastikan masalah tersebut berkaitan dengan PTSD atau tidak.

    Halaman 2 dari 3

    (avk/kna)

  • Stres Terus Sepanjang Hari? Bisa Jadi karena Bangun Tidur Langsung Main HP

    Stres Terus Sepanjang Hari? Bisa Jadi karena Bangun Tidur Langsung Main HP

    Jakarta

    Bagi banyak orang, pagi bukan dimulai dengan tarik napas panjang atau paparan cahaya matahari, melainkan layar ponsel. Baru membuka mata, tangan langsung meraih gawai atau gadget untuk mengecek notifikasi, media sosial, atau pesan yang tertinggal semalaman.

    Memang terlihat sepele, tetapi kebiasaan ini disebut para ahli dapat diam-diam meningkatkan stres dan kecemasan.

    Menurut pakar, beberapa menit pertama setelah bangun tidur adalah waktu paling sensitif bagi otak. Dikutip dari Times of India, paparan informasi digital terlalu cepat dapat membuat sistem saraf ‘kewalahan’, mengacaukan kestabilan emosi dan meningkatkan stres sepanjang hari.

    Ahli saraf dari AIIMS, Dr Priyanka Sehrawat, memperingatkan agar orang berhenti scroll ponsel setelah bangun tidur. Ia menjelaskan bahwa penggunaan gadget pada momen pertama di pagi hari memutus transisi alami otak dari mode istirahat ke waspada, yang memicu respons stres sebelum tubuh siap.

    Kebiasaan ini dapat memperburuk kecemasan, menurunkan fokus, dan membuat emosi lebih labil.

    Bagaimana Scroll Ponsel di Pagi Hari Memicu Cemas dan Stres?

    Penelitian menunjukkan jam pertama setelah bangun tidur berperan penting dalam mengatur kadar kortisol atau hormon stres. Saat seseorang langsung disuguhi notifikasi dan informasi baru, otak dipaksa berpindah cepat dari kondisi tenang ke siaga.

    Lonjakan kortisol pun tidak terhindarkan, memicu rasa gelisah bahkan sebelum memulai aktivitas. Tak hanya itu, paparan pesan, e-mail, dan media sosial sejak menit pertama membuat sistem saraf bekerja ganda.

    Otak yang seharusnya beradaptasi perlahan dengan kondisi terjaga, justru dipaksa menghadapi tuntutan emosional dan sosial secara tiba-tiba.

    Kebiasaan scroll ponsel juga memicu siklus perbandingan sosial, tekanan, dan emosi negatif yang bisa mempengaruhi produktivitas. Alih-alih membantu mempersiapkan mental, otak masuk ke mode reaktif, membuat seseorang lebih mudah terdistraksi, mudah marah, dan sulit fokus.

    Mengapa Kebiasaan ini Mengganggu Keseimbangan dan Kejernihan Emosi?

    1. Banjir Informasi dan Emosi

    Berita, pesan pribadi, hingga konten media sosial memberikan rangsangan emosional yang berlebihan. Otak yang baru ‘bangun’ langsung diserang potensi pemicu stres, rasa takut, atau rasa tidak aman. Akibatnya, hari langsung dimulai dengan ketegangan.

    2. Fokus Terkuras Sejak Awal Hari

    Kemampuan berpikir tinggi bekerja optimal saat pagi dimulai perlahan. Memeriksa ponsel membuat perhatian terseret ke berbagai arah dan menurunkan fokus pada aktivitas penting. Ini juga memicu kebiasaan checking berulang, yang mengganggu produktivitas.

    3. Mengacaukan Ritme Tidur

    Paparan cahaya layar di pagi hari dapat memengaruhi keseimbangan melatonin dan ritme sirkadian. Hal ini membuat kualitas tidur menurun, sementara kurang tidur dan kecemasan saling memperburuk satu sama lain.

    Apa yang Sebaiknya Dilakukan di Pagi Hari?

    Beberapa perubahan kecil dapat membantu otak bangun dengan lebih sehat, seperti:

    Hindari menyentuh ponsel selama 20-30 menit pertama setelah bangun tidur.Minum air putih, lakukan peregangan ringan, atau berjalan keluar rumah.Jauhkan ponsel dari area tempat tidur.Mulai hari dengan aktivitas tenang, seperti journaling, merencanakan agenda, atau latihan napas.Biarkan cahaya matahari masuk ke kamar sesegera mungkin.

    Kebiasaan sederhana ini membantu otak memasuki hari dengan lebih stabil dan tenang. Dr Sehrawat mengingatkan bahwa cara kita memulai hari menentukan suasana hati, fokus, dan tingkat stres.

    Meski terlihat sepele, kebiasaan scroll ponsel setelah bangun tidur dapat menempatkan otak dalam mode fight-to flight, saat ia paling membutuhkan ketenangan. Memberi ruang 20-30 menit tanpa layar di pagi hari dapat menjaga kejernihan mental dan menciptakan rutinitas yang lebih sehat.

    Lihat juga Video Notifikasi Instagram Buat Remaja Australia Jelang Pembatasan Medsos

    Halaman 2 dari 3

    (sao/kna)

  • Kepala BPOM Terbang ke China, Perkuat Kerjasama Farmasi-Alkes

    Kepala BPOM Terbang ke China, Perkuat Kerjasama Farmasi-Alkes

    Jakarta

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memperkuat diplomasi kesehatan dengan China, bukan hanya untuk mempercepat harmonisasi regulasi, tetapi juga untuk membuka keran transfer teknologi vital bagi kemandirian kesehatan nasional.

    Rangkaian kunjungan kerja yang dipimpin oleh Kepala BPOM, Prof Taruna Ikrar, ke institusi riset dan industri farmasi China, memproyeksikan potensi kerja sama ekonomi hingga Rp10 triliun dalam lima tahun ke depan.

    Kunjungan strategis ini berfokus pada langkah konkret agar masyarakat Indonesia segera mendapatkan akses terhadap teknologi kesehatan generasi baru.

    Kecepatan Regulasi untuk Obat Masa Depan

    Dalam pertemuan dengan National Medical Products Administration (NMPA) China, BPOM berupaya memangkas hambatan birokrasi tanpa mengorbankan keamanan. Kedua pihak sepakat menjajaki pembentukan joint technical working group untuk mempercepat evaluasi produk kesehatan.

    “Kami berharap kerja sama ini dapat semakin mempercepat proses evaluasi produk kesehatan tanpa mengurangi standar keamanan, efikasi, dan mutunya,” ujar Prof. Taruna Ikrar.

    Langkah ini sejalan dengan komitmen BPOM untuk mengadopsi pendekatan regulatory reliance (mengacu pada hasil evaluasi otoritas regulasi lain yang kuat) untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk inovatif, termasuk vaksin. BPOM mengklaim telah menerapkan pendekatan ini untuk mengevaluasi lebih dari 70 produk biologi sejak tahun 2017.

    Akses Terapi Stroke dan Vaksin Inhalasi

    Inti dari kunjungan tersebut adalah menjamin transfer teknologi untuk penanganan penyakit kronis dan infeksi. Salah satu hasil konkret adalah penjajakan kerja sama untuk pengembangan terapi n-butylphthalide (NBP), obat yang diindikasikan untuk penderita stroke iskemik.

    Teknologi NBP ini akan masuk ke Indonesia melalui kolaborasi dengan industri farmasi nasional, sebuah langkah yang dinilai BPOM dapat memperluas akses terhadap terapi stroke inovatif.

    Selain itu, BPOM juga menjajaki kolaborasi riset dan pengembangan dengan perusahaan bioteknologi terkemuka seperti Xiamen Innovax Biotech dan CanSino Biologics. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada inovasi vaksin seperti Hepatitis dan Human Papillomavirus (HPV), tetapi juga pada teknologi vaksin inhalasi dan terapi berbasis sel dan gen (ATMP).

    “BPOM juga mendorong peningkatan kontribusi sektor kesehatan dan farmasi hingga 8% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada periode 2028-2029,” tutupnya.

    (kna/naf)

  • Peringatan dari Ilmuwan Buat yang Doyan Nonton Video Pendek TikTok-Reels

    Peringatan dari Ilmuwan Buat yang Doyan Nonton Video Pendek TikTok-Reels

    Jakarta

    Seiring dominasi video berdurasi pendek (seperti di TikTok, Reels, dan YouTube Shorts) di media sosial, para peneliti kini berlomba memahami bagaimana format yang sangat menarik dan didorong algoritma ini memengaruhi otak.

    Kekhawatiran yang meluas mengenai “brain rot,” istilah slang yang berarti kemunduran kondisi mental atau intelektual seseorang, kini mulai didukung oleh bukti ilmiah awal.

    Oxford University Press bahkan menjadikan “brain rot” sebagai Kata Tahun 2024 mereka, menunjukkan betapa mainstream-nya kekhawatiran ini.

    Meskipun penelitian masih dalam tahap awal, beberapa tinjauan studi menemukan kaitan antara konsumsi video pendek yang intensif dengan masalah kognitif.

    Diberitakan NBC News, tinjauan 71 studi melibatkan hampir 100.000 peserta yang diterbitkan di Psychological Bulletin (APA) menemukan bahwa konsumsi video pendek yang tinggi berhubungan dengan kognisi yang lebih buruk, terutama dalam hal rentang perhatian (attention spans) dan kontrol impuls.

    Tinjauan tersebut juga mengaitkan konsumsi video yang berat dengan peningkatan gejala depresi, kecemasan, stres, dan kesepian.

    Peringatan dari Para Ahli

    James Jackson, seorang neuropsikolog dari Vanderbilt University Medical Center, mengakui bahwa ada sejarah panjang kekhawatiran terhadap teknologi baru (seperti video game), namun ia meyakini banyak kekhawatiran tentang video pendek ini dibenarkan.

    Menurutnya, penelitian saat ini secara luas menunjukkan efek berbahaya pada otak ketika video pendek dikonsumsi dalam dosis besar. Studi dari berbagai negara, termasuk Yordania, Arab Saudi, dan Mesir, juga menemukan kaitan antara konsumsi video dan masalah memori, serta kelelahan kognitif.

    Dr Nidhi Gupta, seorang endokrinologis pediatrik, menyatakan kekhawatiran bahwa media ini telah menciptakan jenis kecanduan baru, yang ia gambarkan sebagai “video games and TV on steroids.”

    Meskipun perlu bertahun-tahun penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah perubahan kognitif ini dapat dibalik (reversible).

    “Saya akan terkejut jika, dalam lima hingga 10 tahun ke depan, kita tidak memiliki tanda-tanda serupa yang memvalidasi kepanikan moral yang kita miliki seputar video pendek,” ucap dia.

    Lihat juga Video Notifikasi Instagram Buat Remaja Australia Jelang Pembatasan Medsos

    Halaman 2 dari 2

    (kna/kna)

    Otak lemot gegara Video Pendek

    4 Konten

    Konten singkat di media sosial membuat sejumlah pengguna betah crolling hingga hitungan jam, bahkan seharian tanpa henti. Kebiasaan tersebut bisa mengarah ke ‘brain rot’.

    Konten Selanjutnya

    Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya

  • Kenapa Orang Baru Sadar Kena Penyakit Ginjal saat Kondisinya Parah? Ini Alasannya

    Kenapa Orang Baru Sadar Kena Penyakit Ginjal saat Kondisinya Parah? Ini Alasannya

    Jakarta

    Penyakit ginjal kerap dijuluki sebagai ‘silent killer’ atau penyakit yang diam-diam mematikan. Pasalnya, kerusakan pada ginjal biasanya berlangsung perlahan, tanpa memunculkan keluhan apapun di tahap awal.

    Ketika gejala baru muncul, sering sebagian besar fungsi ginjal sudah terganggu.

    Ginjal bekerja layaknya filter pintar yang menyaring darah dan membuang limbah sepanjang waktu. Sebab, organ ini tidak memiliki saraf nyeri yang memberi tanda saat rusak, tubuh pun tidak memberikan alarm dini.

    Pada fase awal penyakit ginjal kronis, ginjal justru ‘mengejar ketertinggalan’ dengan bekerja lebih keras untuk menggantikan fungsi yang hilang. Inilah yang membuat hasil tes darah bisa tampak normal untuk sementara, meski kerusakan sudah terjadi.

    Para ahli menyebut, sebagian besar pasien baru mengetahui ginjalnya bermasalah saat melakukan pemeriksaan darah atau urine secara rutin.

    Tanda-tanda Ginjal Mulai Rusak

    Dikutip dari Times of India, gejala baru muncul saat kerusakan ginjal sudah cukup parah. Beberapa keluhan yang perlu diwaspadai meliputi:

    Kelelahan berkepanjangan atau tubuh terasa lemah.Mual, muntah, atau penurunan nafsu makan.Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau wajah.Kulit gatal atau sangat kering.Masalah tidur.Sesak napas.Perubahan urine, seperti berbusa, sangat kering atau sangat hangat sedikit.

    Banyak orang keliru menganggap gejala-gejala tersebut sebagai efek stres, penuaan asam lambung, atau pola hidup yang berantakan. Sehingga diagnosis makin tertunda.

    Penyebab Terbesar Kerusakan Ginjal

    Ada dua penyebab utama penyakit ginjal kronis, yaitu diabetes jangka panjang dan tekanan darah tinggi. Keduanya dapat merusak filter ginjal secara perlahan, tanpa menimbulkan gejala.

    Faktor lain yang juga berkontribusi, meliputi:

    Infeksi ginjal berulang.Peradangan ginjal.Penggunaan obat anti-nyeri (NSAID) berlebihan.Penyakit autoimun.Kondisi genetik tertentu.

    Tips Menjaga Ginjal Tetap Sehat

    Salah satu cara paling sederhana adalah cukup minum air setiap hari. Hidrasi yang baik membantu tubuh membuang racun dan menurunkan risiko batu ginjal maupun infeksi saluran kemih (ISK).

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Hati-hati! Inilah Gejala Awal Penderita Batu Ginjal”
    [Gambas:Video 20detik]
    (sao/kna)

  • Wanita China Masuk RS Kena Infeksi Paru Langka gegara Doyan Makan Katak Mentah

    Wanita China Masuk RS Kena Infeksi Paru Langka gegara Doyan Makan Katak Mentah

    Jakarta

    Seorang perempuan berusia 31 yang tidak disebutkan namanya di Shanghai, China mengalami infeksi paru usai mengonsumsi katak mentah. Bagaimana kejadiannya?

    Seorang wanita dibawa ke rumah sakit karena keluhan batuk berkepanjangan disertai dahak berdarah. Kondisi ini muncul 2-3 kali tiap hari.

    Pasien menuturkan batuk itu mulai muncul sekitar 4 bulan sebelum memutuskan ke rumah sakit. Lalu, sekitar sebulan sebelum gejala batuk muncul, pasien sempat mengalami demam tinggi yang menetap selama beberapa minggu dengan suhu mencapai 38,3 derajat celcius.

    Dikutip dari Livescience setelah melalui serangkaian pemeriksaan, dokter mendiagnosisnya sebagai pneumonia eosinofilik. Itu merupakan penyakit pernapasan langka yang terjadi ketika sel darah putih menumpuk di paru-paru dan memicu peradangan.

    Dokter memberinya obat steroid untuk mengurangi peradangan pada jaringan paru. Namun, gejala batuknya tetap tidak membaik setelah dua bulan pengobatan.

    CT scan menunjukkan adanya lesi berulang, atau cedera jaringan, sehingga ia dirujuk ke rumah sakit lain untuk pemeriksaan lanjutan.

    Akhirnya diketahui, pasien sangat menyukai makan katak mentah. Melalui tes darah, ditemukan antibodi terhadap larva Spirometra mansoni, sejenis cacing pita yang dapat memicu infeksi parasit sparganosis. Infeksi ini terjadi ketika seseorang memakan ular atau katak yang terinfeksi larva tersebut dalam keadaan mentah atau kurang matang.

    Setelah tertelan, larva dapat bermigrasi ke berbagai jaringan dan organ tubuh. Dalam kasus pasien tersebut, larva menumpuk di paru-paru yang sebenarnya lokasi infeksi yang sangat jarang.

    Dokter memberikan tablet praziquantel, obat yang efektif melawan berbagai jenis cacing parasit. Setelah lima hari mengonsumsi obat tersebut, batuknya mulai mereda.

    CT scan yang dilakukan 20 hari kemudian menunjukkan area paru-paru yang terinfeksi mulai mengecil. Pada kunjungan satu bulan kemudian, batuknya benar-benar hilang.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/kna)

  • Uji Fokusmu! Bisakah Kamu Menyelesaikan 8 Teka-teki Asah Otak Ini Cepat?

    Uji Fokusmu! Bisakah Kamu Menyelesaikan 8 Teka-teki Asah Otak Ini Cepat?

    Jakarta

    Teka-teki asah otak sering kali bisa menjadi hiburan di waktu luang. Dengan kombinasi logika, kreativitas, dan sedikit trik, teka-teki bisa menantang cara berpikir.

    Tak hanya menyenangkan, aktivitas ini bisa membantu melatih fokus dan kemampuan memecahkan masalah dengan cepat. Ingin mencoba menyelesaikan teka-teki? Berikut beberapa tantangan yang bisa kamu coba selesaikan.

    Teka-teki Asah Otak

    Selesaikan beberapa teka-teki asah otak ini dengan benar. Tunjukkan bahwa kamu pintar

    1. Dari beberapa gambar ini, temukan yang berbeda

    Asah otak detikHealth Foto: Fadilla Namira/detikHealth

    2. Masih mencari gambar yang berbeda. Bisa menemukannya?

    Asah otak detikHealth Foto: Fadilla Namira/detikHealth

    3. Soal selanjutnya, dari keempat gambar ini, mana yang berbeda dari yang lain?

    Asah otak detikHealth Foto: Fadilla Namira/detikHealth

    4. Manakah gambar selanjutnya?

    IQ tinggi bisa jawab pertanyaan sederhana ini dengan cepat. Tak butuh kalkulator pasti ketemu jawabannya. Foto: Fadilla Namira

    5. Coba hitung, ada berapa kotak di sini. Jangan terkecoh!

    Coba hitung ada berapa kotak? Jangan sampai terkecoh ya. Foto: Irene Putri

    6. Sekarang, coba jawab ada berapa segitiga di dalam gambar?

    Ukur Kemampuan Otak, Seberapa Sat Set Kamu Jawab Soal di Bawah Ini? Foto: Irene Putri Wibowo/detikHealth

    7. Dari keempat potongan puzzle, manakah yang pas untuk melengkapi gambar?

    Asah otak detikHealth Foto: Fadilla Namira/detikHealth

    8. Cari lagi pilihan yang cocok untuk melengkapi gambar

    Asah otak detikHealth Foto: Fadilla Namira/detikHealthJawaban Teka-teki Asah Otak

    Bisa menyelesaikan tantangan teka-teki asah otak ini dengan mudah? Cek jawabanmu.

    1. Jawabannya B. Sebab sisi dalamnya dipotong tak sama rata.

    Asah otak detikHealth Foto: Fadilla Namira/detikHealth

    2. Gambar B yang berbeda. Lihat garisnya yang berada di tengah-tengah lingkaran

    Asah otak detikHealth Foto: Fadilla Namira/detikHealth

    3. Dari tiga gambar, perbandingan antara lingkaran atas dan bawah memilki selisih satu. Tapi pada gambar C selisihnya 2.

    Asah otak detikHealth Foto: Fadilla Namira/detikHealth

    4. Kotak-kotak tersebut merupakan deret angka. Jadi, berdasarkan pola tersebut jawabannya C.

    5. Ada 11 kotak

    Kalau kalian menjawab delapan, salah ya detikers! Ayo lebih cermat. Foto: Irene Putri

    6. Ternyata ada 5 segitiga. Jawabanmu benar tidak?

    Hayo siapa yang menjawab tiga? Foto: Irene Putri

    7. Jawabannya nomor 1. Coba lihat dengan baik.

    Asah otak detikHealth Foto: Fadilla Namira/detikHealth

    8. Gambar 3. Sebab menunjukkan macan tutul yang sedang tertidur di atas pohon.

    Asah otak detikHealth Foto: Fadilla Namira/detikHealth

    (elk/suc)

  • Kenapa Ada Orang Doyan Banget Koleksi Tumbler? Begini Penjelasan Psikologisnya

    Kenapa Ada Orang Doyan Banget Koleksi Tumbler? Begini Penjelasan Psikologisnya

    Jakarta

    Belakangan, membawa tumbler air ketika beraktivitas sudah menjadi salah satu bentuk gaya hidup. Kini bukan hanya untuk mengurangi sampah plastik, tapi tumbler juga dikumpulkan sebagai barang koleksi.

    Salah satunya Archie (30) yang mengaku sudah memiliki 10 tumbler dan berencana masih akan mengumpulkan koleksi baru. Ia mengaku mengumpulkan tumbler untuk fitur-fitur yang ada, tapi karena tampilannya yang keren.

    “Kalau its look cool, I’ll buy (kalau itu kelihatannya keren, aku bakal beli),” katanya bercerita pada detikcom.

    Psikolog klinis Anastasia Sari Dewi mengungkapkan ada beberapa faktor yang mendorong seseorang suka mengoleksi sebuah barang. Menurutnya, ini dapat dipicu oleh rasa penasaran dan perasaan senang ketika memiliki koleksi barang.

    Perasaan ini juga akan semakin besar ketika seseorang memiliki target tertentu, untuk melengkapi koleksi yang diincar.

    “Semakin ada penasaran, semakin ada adrenalin deg-degannya. Keinginan atau dorongan punya target, melengkapi koleksi,” ungkap Sari ketika dihubungi detikcom, Kamis (4/12/2025).

    Euphoria ketika mengoleksi barang kesukaan menciptakan perasaan senang tersendiri. Ini seakan menjadi sebuah penghargaan bagi dirinya apabila koleksi yang diinginkan bisa didapatkan. Semakin besar rasa penasarannya, maka semakin besar keinginan untuk mengumpulkan barang yang ingin dikoleksi.

    Sari juga menyoroti fenomena fear of missing out (FOMO) sebagai salah satu faktor keinginan orang-orang untuk mengoleksi tumbler.

    “Jadi aslinya dia bukan seorang yang pengoleksi, bukan orang yang suka mengoleksi, atau tekun mengoleksi sesuatu. tapi karena konformitas atau orang-orang secara sosial itu banyak menampilkan punya koleksi tertentu sehingga dia juga ingin atau tertantang untuk punya bisa juga,” ungkap Sari.

    Meski begitu, ia menegaskan tak semua orang yang koleksi barang seperti tumbler sudah pasti FOMO. Ada beberapa orang yang memang memiliki kecenderungan psikologis menyukai koleksi barang.

    “Ada juga kok yang memang dia secara psikologisnya hobi mengoleksi berbagai hal seperti tumbler, misal dari berbagai negara, gelas, berbagai mana kayak senang jadi ketekunan tersendiri,” tandasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/kna)

  • Ayah Meghan Markle Dilarikan ke RS, Alami Penggumpalan Pembuluh Darah

    Ayah Meghan Markle Dilarikan ke RS, Alami Penggumpalan Pembuluh Darah

    Jakarta

    Ayah Meghan Markle, Thomas Markle dilarikan ke rumah sakit di Filipina pada Selasa (2/12/2025) setelah mendadak jatuh sakit di rumahnya.

    Menurut laporan Daily Mail, Thomas menjalani operasi darurat selama tiga jam sebelum akhirnya dipindahkan ke ruang intensive care unit (ICU). Dokter disebut terus memantau kondisi pria 81 tahun itu sembari menyiapkan operasi lanjutan untuk mengangkat penggumpalan pembuluh darah.

    Putranya, Thomas Markle, mengatakan kala itu ia langsung membawa ayahnya ke rumah sakit terdekat. Dokter sudah menyebut kondisi ayahnya sangat kritis.

    “Saya membawa ayah ke rumah sakit dekat rumah dan mereka melakukan serangkaian pemeriksaan. Dokter mengatakan nyawanya dalam bahaya,” beber Thomas, dikutip dari New York Post.

    “Ayah menjalani operasi darurat. Saya meminta semua orang di seluruh dunia untuk mendoakan ayah. Harapan saya hanyalah agar Meghan menunjukkan sedikit belas kasih. Ayah benar-benar sedang berjuang untuk hidupnya.”

    Kondisi Kritis dan Pemulihan Berat

    Thomas Jr (59) menyebut ayahnya kemungkinan harus dirawat lama dan menjalani proses pemulihan yang berat. Sementara itu, saudara Meghan yang lain, Samantha Markle, juga meminta doa untuk sang ayah.

    “Ia pria yang kuat, tetapi sudah melalui begitu banyak hal,” kata Samantha. “Saya berdoa ia cukup kuat untuk bertahan.”

    “Ia sudah mengalami dua serangan jantung, stroke, dan gempa bumi. Saya berharap ia bisa melewati ini.”

    Pihak Meghan belum memberikan respons meski telah dimintai komentar oleh media The Post.

    Hubungan Meghan dan ayahnya diketahui tidak harmonis sejak Mei 2018, tepat sebelum pernikahannya dengan Pangeran Harry. Thomas mengalami dua serangan jantung yang membuatnya tak bisa terbang ke London untuk mengantar Meghan ke pelaminan.

    “Kami dulu sangat dekat,” kata Thomas kepada Daily Mail pada 2018. “Dikeluarkan dari hidupnya adalah tragedi terbesar dalam hidup saya.”

    “Aku tidak tahu apa salahku sampai ia tak mau bicara lagi. Aku pernah kecewa padanya, tapi aku tidak pernah berhenti mencintainya.”

    Setelah itu, Thomas juga mengalami stroke berat pada 2022 yang membuatnya tak bisa berbicara selama berbulan-bulan, serta sempat terjebak di lantai 19 gedung saat gempa 6,9 SR mengguncang Filipina awal tahun ini.

    Halaman 2 dari 2

    (naf/naf)