Category: Detik.com Kesehatan

  • Cegah Flu di Musim Pancaroba dengan Vaksinasi, Seberapa Efektif Sih?

    Cegah Flu di Musim Pancaroba dengan Vaksinasi, Seberapa Efektif Sih?

    Jakarta

    Flu merupakan penyakit yang sangat mudah menular, apalagi di musim pancaroba seperti saat ini. Pasalnya, di cuaca yang tidak menentu ini, imunitas tubuh dapat melemah dan menjadi lebih rentan untuk tertular penyakit Flu.

    Flu merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Influenza A, B, dan C yang menyerang sistem pernapasan manusia. Meskipun mirip dengan pilek biasa, Flu berbeda dengan Selesma (Batuk Pilek).

    “Selesma biasanya disebabkan oleh virus lain, kalau flu disebabkan oleh virus influenza. Influenza menyebabkan gejala-gejala yang bisa jadi lebih berat, bisa menyebabkan komplikasi. Yang membedakan itu penyebabnya. Flu disebabkan oleh virus Influenza A dan Influenza B. Gejala utama sih pasti ada demam di atas 37.5 derajat, kemudian ada pilek, ada batuk kering, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, dan rasa lemas,” ungkap Prof. Cissy kepada detikcom (Senin, 4/11/2024).

    Prof Cissy juga mengatakan flu biasanya menular lewat percikan ludah ketika berbicara, tertawa, bersin, batuk yang kemudian terhirup oleh orang lain. Flu juga bisa menular secara tidak langsung melalui kontak fisik seperti berjabat tangan dan sentuhan pada benda yang terkontaminasi virus influenza.

    “Influenza bisa menyerang semua orang. Bisa anak-anak, mulai dari usia bayi sampai lansia. Dia itu (influenza) sering menyerang orang-orang yang daya tahan tubuhnya lemah atau yang sedang kurang sehat. Virus ini juga bisa menyerang balita, kemudian ibu hamil, lansia di atas 65 tahun dengan sistem imun kurang baik, orang-orang dengan penyakit kronis, dan petugas kesehatan yang melakukan kontak dengan pasien flu,” tuturnya

    Dokter spesialis anak ini menjelaskan bahwa flu bisa diobati dengan antivirus dan istirahat, serta hidrasi yang cukup. Prof. Cissy menegaskan bahwa imunisasi dan vaksinasi flu bagi masyarakat juga sangat penting sebagai langkah pencegahan penyakit flu.

    Walau memiliki efek samping seperti kemerahan di bekas suntikan, bengkak, gatal, dan demam ringan, tapi Prof. Cissy menegaskan vaksin flu relatif aman untuk digunakan. Namun, orang yang memiliki alergi telur perlu berhati-hati jika ingin melakukan vaksin influenza, karena vaksin ini dibiakkan dengan telur.

    Terkait dengan vaksinasi flu, Prof. Cissy menjelaskan World Health Organization (WHO) telah menganjurkan peralihan penggunaan vaksin dari Quadrivalent ke Trivalent di periode tahun 2024-2025. Bukan tanpa alasan, keputusan ini diambil karena strain virus influenza B Yamagata diketahui tidak menyebar.

    “Setiap tahun WHO rapat, membicarakan virus-virus yang bersirkulasi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pada saat ini, laporan-laporan dari Asia, Afrika, Amerika Latin, Amerika, dan Eropa menunjukkan bahwa tidak ditemukan turunan Yamagata bersirkulasi. Akhirnya, WHO bilang mungkin tiga aja cukup sekarang, yaitu dua strain influenza A (H1N1 & H3N2) dengan B Victoria. Jadi, Yamagata tidak perlu. Tapi jika memang ada yang perlu, Yamagata boleh diberikan,” ujarnya.

    “Di Indonesia, Yamagata sudah tidak ada sejak covid. Karena sekarang hanya tiga yang bersirkulasi, jadi vaksinnya kembali ke Trivalent,” lanjut Prof. Cissy

    Sebagai informasi, jenis vaksin Trivalent hanya memiliki tiga kandungan antigen dari dua jenis virus flu, yakni dua strain virus influenza A (H1N1 dan H3N2) dan satu strain influenza B (Victoria) di dalamnya.

    Terkait dengan efektivitas vaksin Trivalent, Prof. Cissy menuturkan uji klinis vaksin Trivalent oleh Biofarma menunjukkan efektivitas yang sangat bagus.

    “Kalau penelitian dari laboratorium itu, dia itu (Vaksin Trivalent) mempunyai efektivitas imunogenisitas yang tinggi, hampir 100% dan semua terjadi peningkatan. Kita lihat bahwa Biofarma menghasilkan proteksi kenaikan serokonversi mencapai 100%. Untuk di negara lain itu 60-70% dan pasti tidak akan kena flu, tapi paling tidak kalau sakit flu, flunya itu ringan,” tuturnya.

    Prof. Cissy menjelaskan menjaga imunitas tubuh dengan menerapkan gaya hidup sehat penting untuk mencegah Flu. Tentunya hal ini juga harus dibarengi dengan vaksinasi rutin.

    Sama halnya dengan WHO yang selalu melakukan update terkait vaksin flu di setiap tahunnya, Kamu juga harus melakukan update imun dengan melakukan vaksinasi flu rutin setiap tahun sesuai dengan anjuran WHO. Jadi, tak hanya gadget yang perlu di update, imun kamu juga perlu di update supaya bisa menangkal semua penyakit yang menyerang tubuh!

    (ega/ega)

  • Kisah Nenek Umur 114 Tahun, Supercentenarian yang Jadi Manusia Tertua di Amerika

    Kisah Nenek Umur 114 Tahun, Supercentenarian yang Jadi Manusia Tertua di Amerika

    Jakarta

    Seorang wanita berusia 114 tahun di Pennsylvania menjadi manusia tertua yang masih hidup di Amerika Serikat.

    Lahir di Georgia pada 26 September 1910, Naomi Whitehead menjadi orang tertua yang masih hidup di AS setelah pemegang rekor sebelumnya, Elizabeth Francis, meninggal bulan lalu pada usia 115 tahun.

    Diberitakan APNews, Whitehead, yang mengatakan dia tidak pernah merokok atau minum alkohol, telah hidup lebih lama dari suami lamanya dan ketiga putra mereka. Dia mengatakan rahasia umur panjangnya karena gen yang baik dan menikmati berbagai aktivitas seperti memasak, membuat kue, menggambar, dan mendengarkan musik.

    Dalam sebuah wawancara, Whitehead mengatakan tak punya target berapa lama dia ingin hidup seraya menambahkan, ‘Saya akan hidup selama Tuhan mengizinkan saya.’

    Bersama orang lain seusianya, dia selamat dari dua perang dunia dan dua pandemi paling mematikan: wabah flu tahun 1918 dan COVID-19.

    Saat ini sudah sulit baginya untuk berjalan, namun dia menikmati berputar-putar di tengah ruangan dengan kursi rodanya. Dengan usia ini datanglah kerugian. Dia hidup lebih lama dari banyak saudaranya. yang lain.

    Suaminya, Sylvester Whitehead, yang dinikahinya pada tahun 1930, meninggal pada tahun 1980-an. Dia juga hidup lebih lama dari ketiga putra mereka: Sylvester Jr., Parrish Lee dan Elbert.

    Dia diklasifikasikan sebagai supercentenarian, seseorang yang mencapai usia 110 tahun. Hanya sebagian kecil dari populasi dunia yang bisa hidup selama itu.

    (kna/kna)

  • Awal Mula Wanita Kena Kanker Usus Besar Stadium 4 di Usia 37, Dikira Kelelahan Biasa

    Awal Mula Wanita Kena Kanker Usus Besar Stadium 4 di Usia 37, Dikira Kelelahan Biasa

    Jakarta

    Kanker usus besar tak hanya menyerang lanjut usia (lansia), tetapi juga usia muda. Hal ini seperti dialami oleh seorang wanita di AS sekaligus dokter ginekolog, dr Lauren Juyia. Ia mengidap kanker stadium 4 di usia 37 tahun dengan gejala yang dianggap sepele.

    Awalnya dr Juyia mengaku mengalami gejala kelelahan terus-menerus pada Agustus 2022. Saat itu ia hanya menganggap gejala yang dialami sebagai efek dari aktivitas yang padat dan perannya sebagai ibu, sehingga ia mengabaikannya.

    Namun kelelahan yang dirasakan semakin memburuk. Ia juga mengalami gejala lain berupa rasa berat di area panggul. Imbas hal tersebut, dr Juyia memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti USG.

    “Saya pikir itu hanya bagian dari proses penuaan,” ucapnya, dikutip dari Times Now News.

    Hasil pemeriksaan menunjukkan ada massa di panggul yang berukuran seperti kehamilan 16 minggu. Terlebih, massa tersebut terus membesar dari 8 cm menjadi 24 cm hanya dalam waktu dua minggu.

    “Dalam kebidanan, kami mengukur ukuran berdasarkan minggu kehamilan, dan saya berpikir, ‘Massa ini luar biasa besar,’” ungkapnya.

    Berdasarkan latar belakang medis, ia tahu bahwa tumor jinak jarang menunjukkan pertumbuhan yang begitu cepat, sehingga memicu kecurigaannya bahwa massa itu bisa menjadi kanker.

    dr Juyia awalnya menduga kanker yang dialaminya merupakan kanker ovaium lantaran tempat lokasinya. Namun berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata dr Juyia mengidap kanker usus besar stadium 4 yang telah menyebar ke sejumlah organ, termasuk ovarium, rahim, usus buntu, dan daerah perut lainnya.

    Setelah didiagnosis, dr Juyia memulai program kemoterapi selama enam bulan. Ia terus bekerja, menemukan kenyamanan dan tujuan dalam merawat pasiennya, yang ia gambarkan sebagai terapi. Pada Maret 2023, ia menjalani operasi lain untuk mengangkat tumor yang tidak aktif. Pada April, hasil tesnya tidak menunjukkan bukti adanya penyakit.

    Menurut National Health Service UK (NHS), kanker usus besar dapat menimbulkan beberapa tanda peringatan. Selain kelelahan dan ketidaknyamanan panggul, gejala kanker usus besar dapat meliputi:

    perubahan kebiasaan buang air besar yang terus-menerus, seperti diare atau sembelitperdarahan rektaldarah dalam tinjanyeri perutpenurunan berat badan yang tak dapat dijelaskan

    (suc/naf)

  • 5 Makanan yang Bisa Tingkatkan Imun Tubuh saat Musim Hujan

    5 Makanan yang Bisa Tingkatkan Imun Tubuh saat Musim Hujan

    Jakarta

    Cuaca yang basah dan lembap seperti di musim hujan belakangan ini, dapat membuat bakteri dan virus mudah muncul. Oleh sebab itu, kita perlu memperkuat sistem imun agar terhindar dari penyakit yang menjadi ‘langganan’ saat musim hujan, seperti pilek, flu, dan demam.

    Mengonsumsi makanan yang sehat, tinggi akan vitamin dan mineral, dapat meningkatkan kekebalan tubuh sehingga mencegah tubuh dari penyakit. Selain itu, dapat membantu tubuh lebih cepat pulih saat sakit.

    Sistem kekebalan tubuh merupakan pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit. Oleh sebab itu, penting untuk mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh terutama saat musim hujan. Dikutip dari Cleveland Clinic, berikut merupakan daftar makanan yang dapat dicoba:

    1. Ikan Mengandung Lemak Sehat

    Mengonsumsi lebih banyak lemak omega-3 dapat menjaga sistem kekebalan tubuh tetap prima. Ikan yang mengandung lemak sehat merupakan sumber lemak antiinflamasi yang baik bagi tubuh. Berikut beberapa jenis ikan berlemak sehat yang dapat dicoba:

    Ikan kembungIkan salmonIkan sarden2. Buah Sitrus

    Kandungan vitamin C yang ada di dalam buah sitrus dapat mencegah atau memperpendek infeksi dengan cara meningkatkan fungsi sel imun. Manfaat kesehatan tersebut dapat ditemukan di sebagian besar buah sitrus seperti:

    JerukJeruk lemonJeruk nipisJeruk Limau Gedang3. Bawang Putih

    Mengonsumsi bawang putih memiliki sederet manfaat bagi kesehatan tubuh seperti meningkatkan kesehatan jantung.

    Tak hanya itu saja, bawang putih juga dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh berkat kandungan alliin, yang telah dikaitkan dengan dukungan respon sel darah putih yang melawan virus flu atau pilek.

    4. Jahe

    Jahe merupakan rempah yang telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan Timur. Rempah yang satu ini mengandung vitamin C, magnesium, dan kalium.

    “Jahe memiliki banyak manfaat kesehatan, mungkin paling dikenal sebagai makanan yang dapat membantu mengatasi mual, tetapi jahe juga memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan,” kata ahli imunologi, Cassandra Calabrese, DO.

    5. Kunyit

    Rempah yang satu ini populer sebab disebut-sebut kemampuannya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat bertindak sebagai antivirus.

    Hal ini disebabkan oleh adanya kadar kurkumin dalam kunyit yang dapat membantu mengurangi peradangan dan melawan radikal bebas.

    (suc/suc)

  • Ratu Camilla Dikabarkan Alami Infeksi Dada, Begini Kondisinya Terkini

    Ratu Camilla Dikabarkan Alami Infeksi Dada, Begini Kondisinya Terkini

    Jakarta

    Queen Consort atau Ratu Permaisuri Camilla, istri Raja Charles III untuk sementara waktu mengundurkan diri dari tugas kerajaannya karena infeksi dada. Kabar tersebut disampaikan oleh Istana Buckingham, Selasa (5/11/2024).

    Meskipun demikian, pihak istana tidak merinci lebih jelas terkait infeksi dada yang dialami Camilla.

    Imbas kondisinya, Ratu Permaisuri Camilla (77) akan beristirahat sejenak di rumah dengan harapan dapat pulih pada akhir pekan untuk acara Hari Peringatan mendatang.

    “Yang Mulia Ratu saat ini sedang tidak sehat karena infeksi dada, dan dokternya menyarankan untuk istirahat sejenak,” kata juru bicara istana.

    “Dengan sangat menyesal, Yang Mulia harus membatalkan semua kegiatannya minggu ini, tetapi dia sangat berharap dapat pulih tepat waktu untuk menghadiri acara Peringatan akhir pekan ini seperti biasa.”

    Menurut pernyataan Istana, rencana Ratu Permaisuri Camilla untuk menghadiri acara Remembrance akhir pekan ini menunjukkan bahwa penyakitnya ringan, meskipun cukup signifikan untuk memerlukan istirahat.

    Akhir pekan ini, Ratu Camilla berharap untuk bergabung dengan Raja Charles III untuk Festival Peringatan di Royal Albert Hall pada hari Sabtu dan upacara peringatan nasional di Cenotaph di Whitehall pada hari Minggu.

    baca juga

    (suc/suc)

  • Jadi Syarat Urus SIM di Semua Wilayah, Gimana Jika BPJS Belum Aktif-Ada Tunggakan?

    Jadi Syarat Urus SIM di Semua Wilayah, Gimana Jika BPJS Belum Aktif-Ada Tunggakan?

    Jakarta

    Tiga bulan berlalu pasca uji coba mengurus surat izin mengemudi (SIM) dengan persyaratan BPJS Kesehatan diterapkan di tujuh daerah. Hasil evaluasi menunjukkan regulasi tersebut efektif mengurangi peserta non-aktif jaminan kesehatan nasional (JKN) BPJS.

    “Berdasarkan hasil evaluasi bersama Korlantas, BPJS Kesehatan , Kemenko PMK, Setkab dan KSP atas Uji Coba di 7 Polda, disepakati bersama bahwa implementasi Perpol No 2 Tahun 2023 cukup efektif dan dapat diberlakukan secara nasional,” beber Kepala Humas Rizzky Anugerah saat dihubungi detikcom Rabu (6/11/2024).

    Bagaimana Bila Peserta Tak Aktif?

    Peserta non-aktif BPJS Kesehatan diminta untuk mengurus terlebih dahulu reaktivasi atau pendaftaran JKN. Namun, tidak perlu khawatir, di tahap uji coba nasional, masyarakat tetap bisa mendapatkan SIM sambil menunggu proses pendaftaran selesai.

    Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan David Bangun menyebut pemohon yang belum terdaftar sebagai peserta JKN juga dapat mengajukan permohonan SIM sekaligus kepesertaan JKN melalui layanan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165 atau langsung di Aplikasi Mobile JKN.

    Jika peserta JKN menunggak, bakal diminta melunasi agar mendapatkan SIM. Sebelumnya David juga menyebut masyarakat dengan catatan tunggakan bisa membayarnya dengan cara mencicil melalui program BPJS.

    “Kita ada program untuk menyicil, memang dengan program penyicilan ini perlu menunggu sampai cicilannya selesai, baru bisa aktif. Tapi ini merupakan bagian dari mengapa kita lakukan uji coba,” ujar David beberapa waktu lalu.

    “Untuk saat ini kita tindak lanjuti diuji coba itu. Tidak serta merta tidak diproses perpanjangannya. Pada tahap uji coba ini, tidak ada tahap yang prosesnya tidak bisa. Semuanya pasti bisa, ada solusinya,” lanjut dia.

    (naf/kna)

  • Duh! Influencer Di-blacklist gegara Ngonten Pas Lagi Marathon

    Duh! Influencer Di-blacklist gegara Ngonten Pas Lagi Marathon

    Jakarta

    Seorang influencer bernama Matt Choi yang berasal dari Austin, Texas mendapatkan hukuman yakni di-blacklist seumur hidup di sejumlah event lari. Hal ini karena Matt Choi membawa dua kru yang mengendarai sepeda listrik untuk membantunya ‘ngonten’ saat dirinya berlari di ajang New York City Marathon.

    Dikutip dari New York Times, dua kru tersebut memakai rompi khusus dan bertugas untuk mengambil video saat Choi berlari. Mereka bermanuver melewati para pelari lain hanya untuk mengabadikan momen dari Choi.

    New York Road Runner sebagai pihak penyelenggara menilai bahwa dua kru yang juga ikut masuk ke lintasan lari tersebut telah melanggar peraturan World Athletics. Selain itu, aksi konyol tersebut juga mengganggu kenyamanan para pelari lain.

    Pada perlombaan tersebut, Choi berhasil menyelesaikan marathon dengan waktu tempuh 2 jam 57 menit 15 detik. Namun, panitia tetap mendiskualifikasi Choi dari perlombaan dan dirinya tidak berhak mendapatkan medali.

    Tak cukup sampai di situ, Choi juga mendapatkan larangan untuk mengikuti seluruh ajang yang diselenggarakan New York Road Runner seumur hidup.

    Merespons hal tersebut, Choi mengunggah video permintaan maaf di akun Instagram-nya. Dirinya mengaku bahwa pada saat itu ia memang menjadi sosok yang egois dan tidak memperdulikan kenyamanan orang lain.

    “Saya tidak punya alasan, titik. Saya egois pada hari Minggu untuk mengajak saudara saya dan videografer saya mengikuti di lintasan dengan menggunakan sepeda listrik,” ujar Choi dikutip dari akun Instagram-nya, Rabu (6/11/2024).

    “Saya telah mendapatkan email dari New York Road Runner tentang hukuman seumur hidup saya. Hal seperti ini tidak akan terjadi lagi. Saya berjanji,” lanjut dia.

    (dpy/up)

  • Dikira Kelelahan Biasa, Ternyata Wanita Ini Kena Kanker Usus Besar di Usia 37

    Dikira Kelelahan Biasa, Ternyata Wanita Ini Kena Kanker Usus Besar di Usia 37

    Jakarta

    Seorang wanita sekaligus dokter ginekolog di AS, dr Lauren Juyia membagikan perjuangannya terkena kanker usus besar stadium 4 di usia muda. Ia mengeluhkan dua gejala yang kerap diabaikan banyak orang.

    Pada Agustus 2022, di usianya yang ke-37, dr Juyia mengalami kelelahan terus-menerus. Awalnya ia menganggap kelelahan yang dialami sebagai efek samping dari aktivitas kesibukan sehari-hari dan perannya sebagai seorang ibu.

    “Saya pikir itu hanya bagian dari proses penuaan,” diakuinya, seraya menambahkan bahwa dengan dua anak kecil dan karier yang menuntut, kelelahan di sore hari terasa normal, dikutip Times Now News.

    Namun kelelahan yang dialami semakin memburuk, disertai dengan rasa berat di area panggul yang terus-menerus. Merasa ada yang tidak beres, ia memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut dan melakukan pemeriksaan USG.

    Hasilnya, ditemukan massa panggul yang signifikan mengonfirmasi ketakutan terburuknya. Massa tersebut berukuran seperti kehamilan 16 minggu.

    “Dalam kebidanan, kami mengukur ukuran berdasarkan minggu kehamilan, dan saya berpikir, ‘Massa ini luar biasa besar,’” ungkapnya kepada Good Morning America. Evaluasi medis segera dilakukan, yang menunjukkan adanya pertumbuhan abnormal di dekat ovariumnya.

    Diagnosis berubah menjadi mengkhawatirkan ketika dr Juyia mengamati bahwa massa itu telah tumbuh dari 8 cm menjadi 24 cm hanya dalam waktu dua minggu. Berdasarkan latar belakang medisnya, ia tahu bahwa tumor jinak jarang menunjukkan pertumbuhan yang begitu cepat, sehingga memicu kecurigaannya bahwa massa itu bisa jadi kanker.

    Awalnya, ia khawatir itu kanker ovarium karena lokasi tumornya, tetapi analisis yang lebih luas mengungkapkan kanker usus besar stadium 4 yang telah menyebar ke beberapa organ, termasuk ovarium, rahim, omentum, usus buntu, dan daerah perut.

    Pada September 2022, dr. Juyia menjalani operasi besar untuk mengangkat pertumbuhan kanker. Anehnya, meskipun kankernya sudah stadium lanjut, gejala yang dirasakan hanya berupa kelelahan dan berat di panggul yang menandakan penyebarannya.

    Ia mencatat bahwa pada pasien yang lebih tua, kanker stadium 4 biasanya dapat menimbulkan gejala yang jauh lebih parah, namun gaya hidupnya yang sibuk dan ketahanannya yang masih muda mungkin telah menutupi beratnya kondisinya.

    “Saya sedikit lelah di sore hari selama sekitar dua bulan, tetapi sebagai seorang ibu dengan anak-anak kecil yang masih terbangun di malam hari, saya tidak terlalu memikirkan perlunya minum teh sore untuk membuat saya tetap bersemangat,” katanya.

    Setelah didiagnosis, dr Juyia memulai program kemoterapi selama enam bulan. Ia terus bekerja, menemukan kenyamanan dan tujuan dalam merawat pasiennya, yang ia gambarkan sebagai terapi. Pada Maret 2023, ia menjalani operasi lain untuk mengangkat tumor yang tidak aktif. Pada April, hasil tesnya tidak menunjukkan bukti adanya penyakit.

    (suc/naf)

  • Marak Skincare Abal-abal Bermerkuri, Dermatolog Ingatkan Cantik Tak Harus Putih

    Marak Skincare Abal-abal Bermerkuri, Dermatolog Ingatkan Cantik Tak Harus Putih

    Jakarta

    Standar kecantikan perempuan Indonesia masih lekat dengan kulit putih. Akhirnya banyak produk skincare atau perawatan kulit yang dijual dengan janji mampu memutihkan kulit dengan instan.

    Namun keinginan memiliki kulit putih dengan instan ini datang dengan risiko. Tidak sedikit pelaku usaha yang memanfaatkan standar kecantikan ini dengan membuat produk berbahaya mengandung merkuri atau hidrokuinon yang tak sesuai standar.

    Dermatolog dr Rendy Laksditalia, SpDVE mengatakan kandungan merkuri pada kosmetik bisa menyebabkan kerusakan serius pada kulit. Dalam jangka panjang, penggunaan skincare bermerkuri juga bisa memicu kanker.

    “Karena standar cantik itu harus putih jadi banyak yang akhirnya pakai skincare berhidrokuinon. Padahal ini harus dengan resep dokter,” kata dr Rendy.

    “Injeksi pemutih juga yang banyak dilakukan bisa menimbulkan efek samping. Suntik putih itu kalau tidak tepat bisa memicu disrupsi sistem imun,” tambah dia.

    dr Rendy menjelaskan kulit sehat tak harus putih. Ciri-ciri kulit sehat salah satunya tak ada inflamasi atau peradangan pada kulit, ditandai dengan kelembapan yang cukup. Kulit yang sehat akan terlihat glowing dan bisa didapatkan dengan rutin melakukan eksfoliasi dengan bahan-bahan seperti AHA BHA.

    “Jadi bukan terlihat putih ya, tetapi kulitnya bercahaya,” ujar dia.

    (kna/naf)

  • Mulai 1 November, Urus SIM di Seluruh Wilayah RI Wajib Pakai BPJS Kesehatan

    Mulai 1 November, Urus SIM di Seluruh Wilayah RI Wajib Pakai BPJS Kesehatan

    Jakarta

    Pemerintah melanjutkan uji coba syarat pengurusan layanan surat izin mengemudi (SIM) dengan BPJS Kesehatan. Sebelumnya, regulasi ini hanya berlaku pada 1 Juli hingga 30 September 2023 di tujuh polda yakni Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Dari hasil evaluasi, penerapan regulasi ini efektif menekan angka peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) BPJS Kesehatan yang tidak aktif. Walhasil, pemerintah memperluas sasaran uji coba secara nasional. Mulai berlaku di seluruh wilayah Indonesia sejak 1 November 2024.

    “Uji coba Perpol No 2 tahun 2023 sebelumnya telah dilakukan di 7 Polda selama periode 1 Juli sd 30 September 2024, mulai 1 November 2024 diberlakukan uji coba secara nasional yang dilaksanakan di seluruh titik layanan SIM di Indonesia,” terang Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah kepada detikcom, Rabu (6/11/2024).

    BPJS mencatat masih ditemukan 14.273 pemohon SIM dengan status peserta JKN non-aktif dari total 322.944 pemohon SIM.

    “Berdasarkan hasil evaluasi bersama Korlantas, BPJS Kesehatan, Kemenko PMK, Setkab dan KSP atas Uji Coba di 7 Polda, disepakati bersama bahwa implementasi Perpol No 2 Tahun 2023 cukup efektif dan dapat diberlakukan secara nasional,” lanjut dia.

    “Pada masa uji coba nasional ini pemberlakuan terkait syarat kepesertaan JKN aktif, apabila ditemukan status kepesertaan JKN-nya non aktif maupun belum terdaftar JKN maka pemohon SIM diberikan edukasi untuk melakukan reaktivasi atau pendaftaran peserta serta proses penerbitan SIM tetap dapat dilanjutkan,” pungkas dia.

    (naf/kna)