Category: Detik.com Kesehatan

  • Kondisi RS Pelabuhan Jakarta Terkait Insiden Kebakaran di Kopegmar

    Kondisi RS Pelabuhan Jakarta Terkait Insiden Kebakaran di Kopegmar

    Jakarta

    Kebakaran terjadi di area dekat Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta Utara pada Minggu (10/11/2024) pukul 02.17 WIB. Diketahui, kebakaran berasal dari kantin luar area Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta.

    Objek yang terbakar merupakan gedung milik Koperasi Pegawai Maritim (Kopegmar) yang letaknya berdekatan dengan pagar rumah sakit.

    “Objek gedung Kopegmar (arsip & logistik) dan gedung kantin,” demikian laporan yang disampaikan oleh Command Center Damkar DKI Jakarta, Minggu (10/11/2024).

    Manajemen Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta memastikan kebakaran tersebut terjadi di luar area pelayanan rumah sakit. Penjalaran api pun berhasil dicegah karena situasi ditangani dengan cepat.

    Diketahui, mobil pemadam kebakaran Jakarta Utara yang dikerahkan ke lokasi total berjumlah 16 unit dengan 80 personel. Insiden kebakaran tersebut berhasil dipadamkan pada pukul 05.00 WIB.

    “Aksi cepat tanggap tidak lepas dari kesigapan tim K3 RS Pelabuhan Jakarta melalui prosedur awal tanggap darurat kebakaran serta kesiapan fasilitas pemadaman api (hydrant) rumah sakit, yang kemudian segera menghubungi unit pemadam kebakaran Jakarta Utara,” kata Direktur Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta dalam pernyataan yang diterima detikcom, Minggu (10/11).

    “Kesigapan para petugas RS Pelabuhan Jakarta ini dikarenakan lokasi kebakaran berdekatan dengan pagar rumah sakit,” sambungnya.

    Pihak manajemen mengungkapkan insiden tersebut tidak menyebabkan kerusakan pada gedung rumah sakit. Mereka memastikan seluruh aktivitas dan layanan di RS masih beroperasi dengan normal.

    Selain itu, manajemen RS memastikan tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut. Pihaknya sangat berterima kasih atas aksi cepat dari seluruh pihak terkait dalam menangani insiden kebakaran tersebut.

    “RS Pelabuhan tetap memberikan layanan kesehatan optimal seperti hari biasa kepada seluruh pasien dan masyarakat. Kami sampaikan pula bahwa pada insiden kebakaran ini tidak terdapat korban jiwa dan RS Pelabuhan Jakarta tidak mengalami kerugian material sebagaimana termuat pada pemberitaan online,” pungkasnya.

    (sao/kna)

  • Mitos atau Fakta: Wanita Lebih Bergairah dengan Orang yang Dicintainya

    Mitos atau Fakta: Wanita Lebih Bergairah dengan Orang yang Dicintainya

    Mitos atau Fakta: Wanita Lebih Bergairah dengan Orang yang Dicintainya

  • Ini Alasan Mengapa Orang Tak Merokok Bisa Kena Kanker Paru-paru

    Ini Alasan Mengapa Orang Tak Merokok Bisa Kena Kanker Paru-paru

    Jakarta

    Kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor risiko utama yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kanker paru-paru. Kendati begitu, tidak menutup kemungkinan kanker paru-paru juga terjadi pada seseorang yang tidak pernah merokok.

    Hal ini dialami oleh wanita di Inggris, Sally Hall yang mengidap kanker paru stadium akhir meski tak merokok. Wanita berusia 66 tahun itu sempat tak menyadari gejala awal kanker paru yang diidapnya lantaran hanya mengeluhkan nyeri punggung.

    “Karena tidak pernah merokok, kanker paru-paru bukanlah sesuatu yang saya pikir akan saya alami,” kata Hall, dikutip BBC.

    baca juga

    Lantas, mengapa orang tak merokok bisa terkena kanker paru?

    Spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi Dr dr Andhika Rachman SpPD-KHOM beberapa waktu lalu mengatakan terdapat sejumlah faktor lainnya yang juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker paru.

    Faktor pertama menurut dr Andhika adalah mutasi gen seperti EGFR, ALK, dan ROS1, sering ditemukan pada pengidap kanker paru yang bukan perokok.

    “Faktor genetik ini dapat memicu pertumbuhan sel kanker di paru-paru meskipun tidak ada paparan tembakau,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Rabu (9/10).

    Selain genetik, polusi udara terutama partikulat halus (PM 2.5) juga dapat meningkatkan risiko kanker paru. dr Andhika mengatakan di beberapa daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi, risiko kanker paru meningkat bahkan pada mereka yang tidak merokok.

    Paparan jangka panjang terhadap asbes juga menyebabkan kanker paru. “Khususnya mesothelioma, yang berkaitan erat dengan kanker paru.”

    Terlebih, riwayat keluarga yang terkena kanker paru meski tak ada faktor risiko lain, seperti merokok, juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker paru.

    Adapun jenis kanker paru yang paling sering diidap oleh bukan perokok adalah adenokarsinoma. Jenis kanker paru ini termasuk dalam kelompok non-small cell lung cancer (NSCLC) dan berkembang lebih lambat dibandingkan jenis kanker lainnya.

    dr Andhika mengatakan, adenokarsinoma biasanya berkembang di bagian luar paru-paru dan sering kali tak menunjukkan gejala sampai stadium lanjut atau stadium 4. Pada stadium ini, kanker menyebar ke organ lain, seperti hati, otak, atau tulang, sehingga gejalanya mungkin terlambat disadari.

    “Meski demikian, adenokarsinoma dapat menyebar ke organ lain, terutama bila tidak terdeteksi dini,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Rabu (9/10/2024).

    baca juga

    Lihat juga Video: Perokok Pasif Berisiko 4 Kali Lipat Terkena Kanker Paru

    (suc/suc)

  • 2024 Bakal Jadi Tahun Terpanas yang Pernah Tercatat dalam Sejarah

    2024 Bakal Jadi Tahun Terpanas yang Pernah Tercatat dalam Sejarah

    Jakarta

    Badan pemantau perubahan Iklim Uni Eropa atau Copernicus Climate Change Service (C3S) menyatakan tahun ini akan melampaui tahun 2023 sebagai tahun terpanas di dunia sejak pencatatan dimulai.

    Data tersebut dirilis menjelang pertemuan perubahan iklim PBB COP29 di Baku, Azerbaijan, pekan depan. Dalam pertemuan itu, delegasi dari hampir 200 negara akan berusaha menyepakati peningkatan dana iklim untuk mengatasi perubahan iklim. Namun, kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) meredam harapan tersebut.

    C3S mengatakan rata-rata suhu bumi dari Januari sampai Oktober 2024 sangat tinggi hingga dipastikan tahun ini menjadi tahun terpanas. Kecuali, adanya anomali suhu yang menyebabkan suhu mendekati nol.

    “Penyebab mendasar dari rekor tahun ini adalah perubahan iklim, secara keseluruhan iklim menghangat, pemanasan terjadi di semua benua, di semua cekungan samudra. Jadi, kita pasti akan melihat rekor-rekor itu dipecahkan,” kata Direktur C3S Carlo Buontempo, Sabtu (9/11/2024), dikutip Reuters.

    Ilmuwan mengatakan 2024 juga tahun pertama suhu bumi di atas 1,5 derajat Celsius di atas masa pra-industri dari 1850 sampai 1900, ketika manusia mulai membakar bahan bakar fosil dalam skala industri. Karbon dioksida dari pembakaran batu bara, minyak dan gas penyebab utama pemanasan global.

    Ilmuwan dari universitas negeri Swiss ETH Zurich, Sonia Seneviratne mengatakan ia tidak terkejut dengan data ini. Ia mendesak para delegasi negara-negara untuk mengambil tindakan lebih tegas untuk menghentikan ketergantungan ekonomi mereka pada bahan bakar fosil penghasil emisi.

    “Batasan yang ditetapkan di Perjanjian Paris mulai ambruk mengingat terlalu lambatnya aksi iklim di seluruh dunia,” kata Seneviratne.

    Pada Perjanjian Paris 2015, negara-negara sepakat menahan suhu bumi agar tidak melampaui 1,5 derajat Celsius dari masa pra-industri. Dunia belum mencapai target itu karena rata-rata suhu bumi sepanjang dekade ini di atas 1,5 derajat Celsius.

    Namun, kini C3S memperkirakan suhu bumi akan di atas target Perjanjian Paris pada 2030. “Pada dasarnya ini sudah dekat,” kata Buontempo.

    Setiap peningkatan suhu bumi memicu peristiwa cuaca ekstrem. Pada Oktober lalu ratusan orang tewas dalam banjir bandang dahsyat di Spanyol, rekor kebakaran hutan melanda Peru, dan banjir di Bangladesh menghancurkan lebih dari 1 juta ton beras, membuat harga pangan meroket.

    Di Amerika Serikat, Badai Milton juga diperparah perubahan iklim yang disebabkan aktivitas manusia. C3S mulai melakukan pencatatan pada tahun 1940, kemudian diperiksa ulang dengan catatan suhu global sejak tahun 1850.

    (suc/suc)

  • Dikira Sakit Punggung Biasa, Wanita Ini Kena Kanker Paru Stadium 4 Meski Tak Merokok

    Dikira Sakit Punggung Biasa, Wanita Ini Kena Kanker Paru Stadium 4 Meski Tak Merokok

    Jakarta

    Seorang wanita asal Oldham, Inggris, Sally Hall mengidap kanker paru-paru stadium akhir padahal ia tak pernah merokok. Wanita berusia 66 tahun itu sempat tak menyadari gejala awal kanker paru yang diidapnya lantaran hanya mengeluhkan nyeri punggung.

    Hall mulai merasakan gejala nyeri punggung bagian atas dan bawah pada 2013. Namun saat itu ia menduga rasa nyeri itu disebabkan karena kelelahan biasa setelah mengangkat kardus di garasinya.

    Kondisi nyeri yang dialami pun semakin memburuk. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter menemukan tumor di paru-parunya. Hall tak pernah mengira bahwa sakit punggung itu bisa jadi kanker yang mengancam jiwanya.

    “Karena tidak pernah merokok, kanker paru-paru bukanlah sesuatu yang saya pikir akan saya alami,” kata Hall, dikutip BBC.

    Tumor tersebut diyakini sudah menjadi sel kanker pada stadium akhir. Ia kemudian menjalani operasi tulang belakang sebelum memulai terapi yang ditargetkan selama sepuluh tahun.

    Hall mengatakan, sangat penting membagikan kisahnya untuk menunjukkan bahwa setiap orang berpotensi terkena kanker paru-paru, baik perokok maupun tidak.

    Sementara itu, Kepala Eksekutif Roy Castle Lung Cancer Foundation Paula Chadwick mengatakan, kanker paru-paru sebenarnya masih secara langsung berkaitan dengan aktivitas merokok.

    Namun, pada kenyataannya, siapa saja dapat terserang penyakit ini.

    “Kanker paru-paru tidak melihatnya, dan kita pun seharusnya tidak melihatnya,” tutup Paula.

    (suc/suc)

  • Alert! Kemenkes Keluarkan 2 SE Antisipasi DBD-Leptospirosis, Kasusnya Meningkat di RI

    Alert! Kemenkes Keluarkan 2 SE Antisipasi DBD-Leptospirosis, Kasusnya Meningkat di RI

    Jakarta

    Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menerbitkan dua Surat Edaran (SE) Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) terkait Antisipasi Peningkatan Kasus Dengue serta tentang Kewaspadan Kejadian Luar Biasa (KLB) Leptospirosis dalam menghadapi musim penghujan saat ini.

    Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan situasi kasus demam berdarah dengue (DBD) pada 2024 sampai dengan minggu ke-30 sebanyak 202.012 kasus, dengan Incident Rate (IR) sebesar 72,19 per 100.000 penduduk, serta dan 1.202 kematian dengan Case Fatality Rate sebesar 0,60 persen.

    “Kasus Dengue/DBD tersebut dilaporkan dari 481 kabupaten dan kota di 36 provinsi. Kematian DBD terjadi di 255 kabupaten dan kota di 32 provinsi,” kata Aji saat dihubungi detikcom, Minggu (10/11/2024).

    Tak hanya itu, Aji juga menyebut kasus leptospirosis cenderung meningkat setiap tahunnya. Di awal tahun, kata Aji, beberapa daerah sudah melaporkan peningkatan kasus leptospirosis, seperti di Jawa Barat 8 kasus dengan 2 meninggal, Jawa Tengah ada 19 kasus selama bulan Januari 2024.

    Terkait peningkatan kasus DBD, Aji mengatakan pihaknya mengimbau pemerintah daerah (pemda) dan publik untuk melakukan langkah-langkah antisipatif penyebaran DBD.

    Adapun langkah-langkahnya melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus, yakni menguras penampungan air seperti bak mandi, menutup tempat penampungan air seperti drum dan tempayan, mendaur ulang barang bekas, dan Plus seperti memperbaiki saluran air dan lainnya.

    Sementara untuk Leptospirosis, pemda diharapkan melakukan kesiapsiagaan KLB Leptospirosis dengan meningkatkan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) dengan melakukan surveilans pada manusia dan deteksi dini kasus di daerah yang mempunyai faktor risiko.

    Misalnya, seperti daerah banjir, area pertanian dan persawahan, peternakan, serta yang populasi tikusnya tinggi.

    Dia juga menilai pentingnya melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar aman dari jangkauan tikus, memakai alas kaki (sepatu boot) pada saat beraktivitas di tempat berair, tanah, lumpur atau genangan air yang kemungkinan tercemar kencing tikus.

    “Membersihkan dan memberantas tikus di sekitar rumah dan tempat-tempat umum seperti pasar terminal, tempat rekreasi dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan setelah beraktivitas, dan menjaga jarak pada saat membersihkan lingkungan,” katanya.

    Selain itu, pengelolaan limbah rumah tangga yang benar dengan menyediakan dan menutup rapat tempat sampah juga penting dilakukan. A

    ji juga menilai pentingnya meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan, serta menguatkan jejaring dengan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dalam pemeriksaan konfirmasi sampel leptospirosis yang ada di daerah masing-masing.

    (suc/suc)

  • Jika Peserta BPJS Kesehatan Nunggak Iuran-Tak Mampu Bayar, Apakah Bisa Bikin SIM?

    Jika Peserta BPJS Kesehatan Nunggak Iuran-Tak Mampu Bayar, Apakah Bisa Bikin SIM?

    Jakarta

    Pemerintah melanjutkan uji coba terkait kepesertaan BPJS Kesehatan sebagai syarat penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM). Sebelumnya, regulasi ini hanya berlaku pada 1 Juli hingga 30 September 2023 di tujuh polda yakni Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Dari hasil evaluasi, penerapan regulasi ini efektif menekan angka peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) BPJS Kesehatan yang tidak aktif. Walhasil, pemerintah memperluas sasaran uji coba secara nasional. Mulai berlaku di seluruh wilayah Indonesia sejak 1 November 2024.

    Lantas, bagaimana dengan masyarakat yang memiliki tunggakan iuran dan tidak memiliki uang untuk melunasi tagihan BPJS Kesehatan? Apakah mereka tetap bisa membuat atau memperpanjang SIM?

    Asisten Deputi Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi bersama Korlantas, BPJS Kesehatan, Kemenko PMK, Setkab, dan KSP atas uji coba di tujuh Polda, disepakati bersama bahwa implementasi Perpol Nomor 2 Tahun 2023 cukup efektif dan dapat diberlakukan secara nasional.

    Meskipun begitu, Rizzky menegaskan bahwa BPJS Kesehatan belum secara resmi dijadikan sebagai syarat penerbitan SIM.

    Untuk sementara waktu, syarat tersebut masih dalam tahap uji coba dan penerapan secara resmi menunggu evaluasi terlebih dahulu.

    “Per 1 November 2024 uji coba secara nasional. Untuk pemberlakuan nasional akan dilakukan evaluasi terlebih dahulu,” imbuhnya kepada detikcom, Minggu (10/11/2024).

    Rizzky menjelaskan, bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran dan belum mampu untuk melunasi tagihan BPJS Kesehatan, masih tetap dilayani untuk pembuatan dan perpanjangan SIM selama uji coba nasional ini.

    “Pada masa uji coba nasional ini pemberlakuan terkait syarat kepesertaan JKN aktif, apabila ditemukan status kepesertaan JKN-nya nonaktif maupun belum terdaftar JKN, pemohon SIM diberikan edukasi untuk melakukan reaktivasi atau pendaftaran peserta serta proses penerbitan SIM tetap dapat dilanjutkan,” jelasnya.

    Dengan begitu, peserta tak harus melunasi tunggakan iuran BPJS Kesehatan terlebih dahulu dan tetap dilayani untuk melakukan penerbitan SIM. Namun, kata Rizzky, perlu dicatat bahwa ketentuan tersebut hanya berlaku selama masa uji coba nasional.

    Ia juga mengatakan peserta BPJS Kesehatan mandiri atau peserta Bukan Penerima Bantuan Iuran (Non-PBI) yang tak mampu membayar iuran bisa dialihkan kepesertaannya menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI)

    “Apabila peserta tidak mampu, bisa diusulkan kepesertaannya menjadi PBI,” sambungnya.

    (suc/suc)

  • Sirih Cina Bisa Mengatasi Penyakit Apa Saja? Dokter Herbal Bilang Gini

    Sirih Cina Bisa Mengatasi Penyakit Apa Saja? Dokter Herbal Bilang Gini

    Jakarta

    Daun sirih cina (Peperomia pellucida L Kunth) merupakan salah satu jenis rumput liar yang banyak tumbuh di tanah, celah batu, dan sekitar hutan. Sirih cina memiliki karakteristik unik pada daunnya yang hijau berkilauan.

    Meski termasuk golongan rumput liar, manfaat sirih cina nyatanya sangat banyak dan baik untuk kesehatan tubuh. Sirih cina memang banyak ditemukan di sejumlah daerah Indonesia, tetapi penyebutannya relatif berbeda.

    Misalnya, di Jawa, sirih cina kerap disebut seladaan, suruhan, hingga rangurangu. Sementara di Maluku, kerap dinamakan gotu garoko, di Ternate dinamai gofu atau goroho, di Sulawesi Utara dikenal rumput ayam.

    Meskipun daun ini merupakan tanaman liar, tetapi banyak digunakan sebagai obat herbal tradisional. Daun ini ampuh untuk mengobati berbagai macam penyakit. Tidak heran bahwa orang-orang terdahulu sering mengandalkan manfaat sirih cina untuk pengobatan herbal.

    Bisa Mengatasi Penyakit Apa Saja?

    Menurut Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr Inggrid Tania, sirih cina sebenarnya termasuk tumbuhan obat. Pasalnya, manfaatnya banyak digunakan secara tradisional empirik.

    Adapun penyakit yang bisa diatasi dengan sirih cina di antaranya:

    salesma

    flu

    asam urat

    peradangan sendi

    infeksi kulit.

    Cara Mengonsumsi Sirih Cina

    Seperti banyak yang dilakukan masyarakat, sirih cina bisa langsung dikonsumsi dengan mengambil daun dan tangkal segar mentah, sebagai salad. Namun, bagi mereka yang enggan mengonsumsi dengan cara mentah, bisa merebus tanaman sirih cina dengan cara berikut.

    Ambil sekitar ukuran 20cm tanaman segar sirih cina
    Diseduh dengan 2 gelas air mendidih (2x200ml)
    Biarkan 5 hingga 15 menit
    Rutin konsumsi pagi dan malam.

    Masyarakat juga disebut dr Inggrid bisa menyeduh 4 gram sirih cina kering dengan dua gelas air mendidih, hingga didiamkan selama lima sampai lima belas menit untuk dikonsumsi pagi dan malam.

    Meski begitu, dr Inggrid mewanti-wanti orang dengan kondisi tertentu sebaiknya tidak mengonsumsi secara berlebihan. Termasuk ibu hamil.

    “Hati-hati saja pada ibu hamil. Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, dan tidak disarankan mengonsumsi yang mentah secara langsung,” sarannya.

    baca juga

    (suc/suc)

  • 7 Manfaat Minum Teh Setiap Hari, Baik untuk Kesehatan Jantung dan Otak

    7 Manfaat Minum Teh Setiap Hari, Baik untuk Kesehatan Jantung dan Otak

    Jakarta

    Teh menjadi minuman yang populer dan paling banyak dikonsumsi setelah air putih. Selain menyegarkan, teh juga dikenal akan manfaat kesehatan, sehingga banyak orang yang menjadikannya bagian dari rutinitas harian.

    Baik teh hijau, teh hitam, maupun teh herbal memiliki khasiatnya sendiri untuk tubuh. Lantas, adakah manfaat minum teh setiap hari?

    Manfaat Minum Teh Setiap Hari

    Ada sejumlah manfaat minum teh setiap hari. Mulai dari untuk kesehatan jantung, otak, pencernaan, hingga mengatur metabolisme.

    1. Meningkatkan Daya Ingat

    Kebiasaan minum teh hijau bisa meningkatkan fungsi otak. Sebab, teh ini mengandung L-theanine, asam amino yang bekerja sinergis dengan kafein.

    Mengutip Eating Well, L-theanine yang ditemukan dalam teh berperan dalam meningkatkan perhatian, yang pada akhirnya meningkatkan daya ingat. Fungsi lainnya dari L-theanine yaitu membantu meningkatkan gelombang otak tertentu dan meningkatkan kognisi.

    2. Memelihara Pencernaan

    Teh tertentu bisa membantu mengurangi rasa nyeri dan memberi rasa tenang. Beberapa teh herbal, seperti kamomil, peppermint, dan jahe mendukung kesehatan pencernaan serta membantu meringankan gejala kembung, gangguan pencernaan, dan mual.

    Tak hanya membantu meredakan pencernaan dengan segera, teh juga bisa mendukung kesehatan usus dan pencernaan seiring waktu.

    3. Mengontrol Berat Badan

    Mengonsumsi teh hijau setiap hari memiliki efek positif dalam pengendalian berat badan. Hal ini dibuktikan dalam banyak penelitian.

    Sebuah studi dalam International Journal of Molecular Science meneliti konsumsi harian teh hijau pada wanita. Hasilnya menunjukkan, ada penurunan berat badan dan lemak yang signifikan pada sekitar area perut.

    4. Mengatur Metabolisme

    Beberapa teh bisa mengatur metabolisme yang tidak seimbang. Penelitian dalam Journal of Research in Medical Sciences mengatakan bahwa teh hijau secara spesifik mempunyai efek positif dalam mengatur metabolisme. Hal ini juga berkorelasi langsung dengan pengendalian kadar glukosa dan pengelolaan berat badan.

    Menurut studi tersebut, hal ini berlaku pula pada pasien dengan diabetes. Kamu bisa meminum teh hitam, teh hijau, atau oolong untuk memulihkan metabolisme.

    5. Suasana Hati yang Lebih Baik

    Umumnya, orang akan merasa rileks setelah minum secangkir teh hangat. Teh mengandung banyak zat kimia seperti polifenol. kafein, dan L-theanine yang mengatur hormon peningkat suasana hati, seperti dopamin.

    Banyak penelitian yang menemukan hubungan antara mengkonsumsi teh hangat secara teratur dan penurunan risiko glaukoma. Sebuah survei yang melibatkan 1.678 orang menemukan bahwa minum satu cangkir atau lebih teh panas setiap hari bisa mengurangi glaukoma hingga 74%. Para ahli mempercayai bahwa efek ini mungkin karena teh kaya akan flavonoid.

    7. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

    Penelitian menunjukkan bahwa minum 2 sampai 3 cangkir teh, terutama teh hijau bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Menurut dietitian Amy Goodson, teh hitam, teh hijau, dan teh kembang sepatu telah dikaitkan dengan peningkatan kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Teh-teh ini juga bisa meningkatkan fungsi kardiovaskular secara keseluruhan.

    Itulah sejumlah manfaat minum teh setiap hari. Semoga informasi ini membantumu detikers.

    (elk/row)

  • Fakta-fakta Viral Santet Online dan Kaitannya dengan Penjelasan Medis

    Fakta-fakta Viral Santet Online dan Kaitannya dengan Penjelasan Medis

    Jakarta

    Belakangan ini, santet online gaduh menjadi perbincangan media sosial Twitter atau X. Fenomena ilmu hitam ini masih dipercaya segelintir orang.

    “Hal mistis kalau kagak ngalamin sendiri emang susah sih, kayak mindahin batu ginjal ke telur ayam,” tulis salah satu akun di X, dikutip detikcom, Sabtu (9/11/2024).

    “Dulu gua juga gini bang. Akhirnya percaya karena hal ini kejadian sama istri sendiri,” tambah akun lain.

    “Gw seumur-umur nggak pernah merasakan hal mistis kayak liat penampakan atau sejenisnya. Apa karena dulu mindset-ku hal-hal gitu nggak logic ya?,” tulis akun lain.

    Bagaimana Medis Melihat Fenomena Ini?

    Terkait dampak-dampak masalah kesehatan yang seringkali dikaitkan dengan efek santet, ternyata bisa dijelaskan secara medis. Pada fenomena yang sedang viral di media sosial tersebut, efek santet yang bisa ‘dikirim’ adalah kaki bengkak dan perut menggelembung.

    “Nanti malam di atas jam 00.00 Anda akan mengalami sakit kepala pusing muter-muter luar biasa, perut Anda akan membengkak dan menggelembung, dan kaki Anda akan membengkak, susah untuk berjalan,” tulis seseorang, dikutip detikcom dari akun X @irwndfrry, Sabtu (9/11/2024).

    Merespons hal ini, spesialis jantung dan pembuluh darah Dr dr Vito Anggarino Damay SpJP (K) menjelaskan kaki bengkak dan perut membesar bisa terjadi karena ada masalah pada organ-organ seperti jantung, liver, ginjal, atau pembuluh darah vena.

    “Pada kaki yang bengkak, kondisi tersebut bisa disebabkan oleh masalah seperti insufisiensi vena kronis, yang terjadi ketika katup dalam pembuluh darah vena di kaki melemah sehingga darah sulit kembali ke jantung dan akhirnya menumpuk,” kata dr Vito ketika dihubungi detikcom, Sabtu (9/11/2024).

    “Sedangkan, perut yang menggelembung atau terasa penuh seringkali terkait dengan penumpukan cairan di rongga perut (asites), yang umumnya berhubungan dengan penyakit hati seperti sirosis atau gangguan vena porta hepatica,” lanjut dia.

    dr Vito menambahkan, dengan menggunakan kacamata medis maka setiap permasalahan kesehatan umumnya beralasan dan tidak terkait mistis. Begitu pula bagi mereka yang merasakan gejala fisik tetapi tidak diketahui penyebabnya secara medis.

    “Saya sering kali menjumpai pasien yang datang dengan keluhan fisik, namun setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, tidak ditemukan masalah medis yang signifikan. Hal ini sering kali berhubungan dengan kondisi psikosomatis, yaitu ketika stres atau tekanan emosional menyebabkan gejala fisik,” kata dr Vito.

    “Bagi sebagian orang, kepercayaan tertentu atau sugesti yang kuat dapat menyebabkan mereka merasakan gejala nyata, meskipun secara medis tubuh mereka sebenarnya dalam kondisi baik. Dalam kasus ini, pendekatan medis tetap penting untuk memastikan tidak ada kondisi fisik yang terlewat. Saya biasanya akan konsulkan juga dengan dokter psikiater,” lanjut dia.

    NEXT: Sisi Medis soal Santet ‘Dikirim’ Melalui Makanan

    Simak Video “Video: Bahas Psychological Safety, Pakar Sebut Hindari Selalu Menyalahkan Karyawan”
    [Gambas:Video 20detik]