Category: Detik.com Kesehatan

  • Dokter Onkologi Ungkap Makanan yang Bisa Cegah Kanker Usus Besar

    Dokter Onkologi Ungkap Makanan yang Bisa Cegah Kanker Usus Besar

    Jakarta

    Menjaga kesehatan usus adalah langkah penting untuk menjaga tubuh tetap sehat dan mengurangi risiko berbagai penyakit.

    Pola makan dan gaya hidup memiliki pengaruh terhadap kesehatan pencernaan, termasuk dalam mencegah risiko kanker usus besar.

    Menurut Spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi Dr dr Andhika Rachman SpPD-KHOM, pola makan yang sehat dan seimbang dapat membantu melindungi tubuh dari risiko kanker usus besar.

    “Makanan tinggi serat, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan, sangat baik untuk kesehatan usus karena membantu menjaga kelancaran proses pencernaan,” ungkap dr Andhika saat dihubungi detikcom, Kamis (7/11/2024).

    Selain serat, ia juga merekomendasikan makanan yang mengandung probiotik, seperti yogurt, yang dapat mendukung keseimbangan bakteri baik di usus.

    Di sisi lain, dr Andhika juga mengingatkan agar membatasi konsumsi daging merah dan makanan yang diproses tinggi. Menurutnya, makanan olahan dan konsumsi berlebih daging merah dapat menjadi faktor risiko kanker usus besar, terutama jika dikombinasikan dengan diet rendah serat.

    Selain itu, kebiasaan seperti merokok dan konsumsi alkohol turut meningkatkan risiko kanker usus besar.

    “Mengurangi konsumsi daging merah dan olahan dapat menurunkan risiko kanker usus,” tambah dr Andhika.

    (suc/suc)

  • Kisah Wanita Idap Kondisi Langka, 41 Tahun Hidup Tanpa Rahim

    Kisah Wanita Idap Kondisi Langka, 41 Tahun Hidup Tanpa Rahim

    Jakarta

    Seorang wanita di London bernama Andreia Trigo terlahir dengan kondisi langka tanpa rahim.

    Wanita yang kini berusia 41 tahun itu pertama kali menyadari kejanggalan pada dirinya saat berusia 15 tahun alias remaja. Berbeda dengan teman-teman sebayanya, Trigo saat itu masih belum mengalami menstruasi.

    Khawatir dengan kondisi putrinya, ibu Trigo kemudian membawa anaknya berkonsultasi dengan dokter. Namun, dokter mengatakan beberapa anak perempuan memang bisa telat mengalami menstruasi dan hal itu normal.

    “Tahun berikutnya, kami kembali dan dokter mengatakan untuk menunggu satu tahun lagi. Ketika saya menginjak usia 17 tahun, dokter mengatakan ‘Kita harus memeriksanya’,” kata Trigo dikutip dari The Independent, Senin (11/11/2024).

    Berbagai upaya pun dilakukan agar Trigo bisa mengalami menstruasi, seperti menambah berat badan dan minum pil KB untuk memicu pendarahan. Namun, hasilnya nihil.

    “Saya menemui dokter kandungan dan dia melakukan pemeriksaan fisik, tetapi itu sangat menyanyikan. Itulah pertama kalinya mereka mengatakan kalau saya mungkin tidak memiliki rahim,” ujar Trigo.

    Dokter lain yang mendiagnosis Trigo mengatakan ia juga kehilangan bagian atas vaginanya, dan dirujuk untuk melakukan operasi rekonstruksi.

    “Pertanyaan pertama saya adalah ‘Apakah itu berarti saya tidak bisa punya anak?’. Dokter menjawab ‘Saya rasa Anda tidak akan bisa punya anak’. Saya ingat saya menangis. Saya tidak tahu orang lain yang punya masalah sama dengan saya,” terang Trigo.

    Kondisi Trigo disebabkan oleh kelainan langka bernama sindrom Mayer-Rokitansky-Kuster-Hauser atau MRKH. MRKH adalah suatu kondisi yang menyebabkan seorang wanita terlahir tanpa rahim, vagina, atau leher rahim.

    Kondisi ini memengaruhi sekitar satu dari 5.000 wanita di dunia. Meskipun pengidap kondisi ini memiliki ovarium yang berfungsi, mereka umumnya tidak bisa hamil.

    “Saya bahkan tidak sempat mempertimbangkan apakah saya menginginkan anak atau tidak karena saya masih sangat muda. Namun, semua impian itu telah direnggut dari saya,” kata Trigo.

    Setelah beranjak dewasa, Trigo menjalani operasi rekonstruksi untuk untuk vaginanya. Meski sudah memiliki organ seksual normal seperti wanita lainnya, Trigo tetap kehilangan kemampuan untuk memiliki keturunan.

    “Infertilitas adalah penyakit yang akan menetap selamanya. Dan jika saya ingin punya anak, saya harus menggunakan ibu pengganti, yang itu sendiri sangat rumit,” tandasnya.

    (ath/suc)

  • Studi Ungkap Cara Mudah Turunkan Tekanan Darah, Cukup Olahraga 5 Menit Sehari

    Studi Ungkap Cara Mudah Turunkan Tekanan Darah, Cukup Olahraga 5 Menit Sehari

    Jakarta

    Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang dapat memicu berbagai penyakit mematikan, seperti serangan jantung. Kabar baiknya, selain mengonsumsi obat, menurunkan tekanan darah tinggi bisa dilakukan dengan olahraga.

    Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari University College London menemukan aktivitas fisik selama lima menit, seperti bersepeda atau naik tangga, dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 0,68 mmHg dan diastolik sebesar 0,54 mmHg.

    “Kabar baiknya adalah seperti apapun kondisi fisik Anda, tidak butuh waktu lama untuk memberikan efek positif pada tekanan darah,” ungkap peneliti dan ahli epidemiologi Jo Blodgett dikutip dari Science Alert, Senin (11/11/2024).

    Penelitian ini didasarkan pada data aktivitas dan pembacaan tekanan darah selama seminggu yang dikumpulkan menggunakan perangkat yang dikenakan pada 14.761 peserta.

    Aktivitas harian dibagi menjadi enam jenis: tidur, perilaku tidak banyak bergerak, berjalan lambat, berjalan cepat, berdiri, dan olahraga berat. Pola harian ini kemudian dikaitkan dengan tekanan darah, dengan beberapa faktor lain (termasuk usia dan jenis kelamin) yang diperhitungkan.

    Para peneliti kemudian menganalisa bagaimana perubahan pada kebiasaan tersebut dapat memengaruhi tekanan darah. Misalnya, menggantikan kebiasaan duduk selama 21 menit dengan berolahraga diperkirakan dapat menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 2 mmHg.

    “Bagi mereka yang tidak banyak berolahraga, berjalan kaki tetap memiliki beberapa manfaat positif untuk tekanan darah. Namun, jika Anda ingin mengubah tekanan darah, memberikan lebih banyak tekanan pada sistem kardiovaskular melalui olahraga akan memberikan dampak yang lebih besar,” papar Blodgett.

    Sebagai studi observasional yang melibatkan banyak variabel, tidak ada hubungan sebab akibat langsung yang dapat disimpulkan. Kendati demikian, saat tim menganalisis data dari sekelompok besar orang, ada indikasi kuat bahwa sedikit saja olahraga dapat memengaruhi tekanan darah.

    “Temuan bahwa melakukan olahraga tambahan sedikitnya lima menit per hari dapat dikaitkan dengan penurunan tekanan darah yang signifikan, menekankan betapa ampuhnya sesi singkat gerakan dengan intensitas tinggi dalam mengelola tekanan darah,” kata profesor dari Sydney University Emmanuel Stamatakis.

    (ath/suc)

  • Mengkhawatirkan, Data WHO Ungkap 1 dari 6 Orang di Dunia Mandul

    Mengkhawatirkan, Data WHO Ungkap 1 dari 6 Orang di Dunia Mandul

    Jakarta

    Laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan satu dari enam orang di dunia mengalami masalah kesuburan. Tingkat infertilitas juga disebut hampir serupa di semua negara.

    “Dalam analisis kami, prevalensi infertilitas seumur hidup secara global adalah 17,5 persen, yang berarti 1 dari 6 orang mengalaminya seumur hidup mereka,” kata Dr Gitau Mburu, seorang ilmuwan penelitian fertilitas di WHO.

    WHO mendefinisikan kemandulan sebagai kondisi yang terjadi pada sistem reproduksi pria atau wanita yang ditandai dengan kegagalan hamil setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual tanpa kondom secara teratur.

    Laporan ini digambarkan sebagai ‘yang pertama dalam satu dekade’, mencakup analisis data infertilitas dari tahun 1990 hingga 2021. Data tersebut berasal dari 133 studi yang diterbitkan sebelumnya tentang prevalensi infertilitas.

    Kemandulan, yang memengaruhi sistem reproduksi pria atau wanita, dapat diobati dengan obat-obatan, pembedahan, atau teknologi reproduksi berbantuan seperti fertilisasi in vitro atau IVF, saat sel telur dan sperma disatukan dalam cawan laboratorium dan dimasukkan ke dalam rahim setelah sel telur yang dibuahi menjadi embrio.

    Meskipun demikian, Dr Pascale Allotey, direktur Departemen Kesehatan Seksual dan Reproduksi serta Penelitian di WHO mengatakan solusi untuk pencegahan, diagnosis, dan pengobatan kemandulan masih “kurang dana” dan “tidak dapat diakses” oleh banyak pasien karena biaya yang tinggi.

    “Kemandulan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena dapat berdampak negatif yang luas pada kehidupan orang-orang yang terkena dampaknya,” tutur Dr Allotey.

    (kna/suc)

  • 8 Makanan yang Mengandung Vitamin B12, Nomor 8 Murah dan Mudah Ditemukan

    8 Makanan yang Mengandung Vitamin B12, Nomor 8 Murah dan Mudah Ditemukan

    Jakarta

    Tubuh membutuhkan berbagai asupan vitamin agar bisa berfungsi dengan baik. Tak hanya itu, vitamin juga diperlukan untuk melindungi tubuh dari risiko penyakit.

    Salah satunya adalah vitamin B12. Vitamin ini berperan dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga kesehatan sistem saraf. Vitamin ini juga membantu mengatasi anemia, termasuk anemia megaloblastik.

    Dikutip dari Healthline, dosis vitamin B12 yang direkomendasikan per hari adalah 2,4 mg. Namun, dosis tersebut dapat disesuaikan sesuai faktor umur, gaya hidup, dan kondisi spesifik lainnya.

    Vitamin B12 dapat diperoleh secara alami dari beraneka makanan. Dikutip dari Healthline, berikut sejumlah makanan yang mengandung vitamin B12.

    1.⁠ ⁠Jeroan

    Jeroan adalah bahan makanan yang berasal dari organ hewan, seperti otak, hati, usus, dan lain sebagainya.

    Jeroan, khususnya yang berasal dari domba, mengandung vitamin B12 yang sangat tinggi. Sekitar 100 gram hati domba dapat mengandung lebih dari 3.500 persen kebutuhan vitamin B12 harian.

    Begitu pula dengan ginjal domba, yang dapat memenuhi 3.000 persen kebutuhan vitamin B12 harian per 100 gram. Namun ingat, jangan mengonsumsi jeroan secara berlebihan karena bisa meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan hipertensi.

    2.⁠ ⁠Kerang

    Daging kerang juga merupakan salah satu makanan yang mengandung vitamin B12. Sekitar 190 gram daging kerang dapat memenuhi hingga 7.000 persen kebutuhan vitamin B12 harian.

    Tak hanya itu, daging kerang juga kaya akan protein.

    3.⁠ ⁠Sarden

    Sarden menjadi opsi lain yang bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12. Satu porsi sarden (sekitar 150 gram) dapat memenuhi 554 persen kebutuhan vitamin B12 harian.

    Sarden juga kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk mendukung kesehatan jantung.

    4.⁠ ⁠Daging sapi

    Daging sapi dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani terbaik. Tak hanya itu, bahan makanan ini juga kaya akan vitamin B12 loh.

    Satu daging steak sapi panggang (190 gram) dapat memenuhi 467 persen kebutuhan vitamin B12 harian. Daging sapi juga mengandung sejumlah vitamin B2, B3, B6, dan selenium.

    5.⁠ ⁠Tuna

    Selain kaya akan protein dan asam lemak omega-3, tuna juga dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin B12 yang diperlukan tubuh. Satu porsi tuna yang sudah dimasak (100 gram) mampu memenuhi 453 persen kebutuhan vitamin B12 harian. Vitamin B12 paling banyak terdapat pada bagian daging tuna yang berwarna gelap.

    6.⁠ ⁠Salmon

    Salmon kaya akan beragam vitamin B, termasuk B12. Satu porsi salmon yang sudah dimasak (178 gram) dapat memenuhi 208 persen kebutuhan vitamin B12 harian.

    Seperti halnya sarden dan tuna, salmon juga mengandung asam lemak omega-3 tinggi.

    7.⁠ ⁠Produk susu

    Susu dan produk turunannya, seperti yogurt dan keju, merupakan sumber protein serta beberapa vitamin dan mineral, termasuk vitamin B12.

    Satu cangkir (240 ml) susu murni dapat memasok 46 persen kebutuhan vitamin B12 harian.

    Keju juga merupakan makanan yang kaya vitamin B12. Satu irisan besar (22 gram) keju Swiss mengandung sekitar 28 persen dari kebutuhan vitamin B12 harian.

    8.⁠ ⁠Telur

    Telur juga merupakan sumber vitamin B yang baik, terutama vitamin B2 dan B12.

    Dua butir telur besar (100 gram) dapat memenuhi sekitar 46 persen kebutuhan vitamin B12 harian, dan 39 persen untuk vitamin B2.

    Penelitian menunjukkan kuning telur memiliki kadar vitamin B12 lebih tinggi dibandingkan putih telur. Vitamin B12 pada kuning telur juga lebih mudah diserap. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi telur utuh, bukan putihnya saja.

    (ath/suc)

  • 7 Makanan Tinggi Kalium yang Baik untuk Pengidap Hipertensi, Salah Satunya Pisang

    7 Makanan Tinggi Kalium yang Baik untuk Pengidap Hipertensi, Salah Satunya Pisang

    Jakarta

    Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit berbahaya, seperti penyakit jantung, ginjal, hingga stroke. Salah satu faktor yang dapat memicu risiko hipertensi adalah kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam secara berlebihan.

    Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, garam dapat meningkatkan jumlah natrium di dalam sel dan mengganggu keseimbangan cairan. Ini kemudian memengaruhi diameter pembuluh darah arteri, sehingga jantung memompa darah lebih kuat dan mengakibatkan peningkatan tekanan darah.

    Karenanya, penting untuk membatasi asupan garam guna mencegah risiko hipertensi. Selain itu, mengubah pola makan, seperti memperbanyak konsumsi makanan tinggi kalium, juga dapat membantu memitigasi risiko tekanan darah tinggi.

    Kalium dapat mencegah hipertensi dengan menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh. Alhasil, tekanan darah terkelola dengan lebih baik dan tidak meroket melebihi batas normal.

    Lantas, apa saja makanan tinggi kalium yang baik dikonsumsi untuk mencegah hipertensi? Dikutip dari Very Well Health, berikut daftarnya.

    1. Pisang

    Berbicara soal makanan tinggi kalium, pisang kerap menjadi salah satu yang paling sering direkomendasikan. Buah berwarna kuning ini memang mengandung kalium yang tinggi, yaitu sekitar 451 miligram per buah.

    Pisang juga mengandung beragam nutrisi lain yang penting untuk tubuh, seperti serat, vitamin C, dan magnesium.

    2. Sayuran Hijau

    Beragam sayuran berdaun hijau mengandung kalium yang dapat membantu memenuhi kebutuhan harian tubuh. Misalnya, satu cangkir bayam yang sudah dimasak mengandung sekitar 830 miligram kalium, atau hampir dua kali lebih banyak dibandingkan satu buah pisang.

    Sayuran hijau lain yang juga mengandung kalium tinggi adalah swiss chard, yang mengandung sekitar 961 miligram atau 20 persen dari kebutuhan kalium harian.

    3. Alpukat

    Selain kaya akan lemak sehat, alpukat juga merupakan makanan tinggi kalium. Setengah cangkir alpukat dapat mengandung sekitar 356 miligram kalium.

    Alpukat juga mudah dikreasikan menjadi berbagai makanan, minuman, dan camilan nikmat sehingga tidak bosan dikonsumsi.

    4. Kentang

    Makanan favorit para pejuang diet ini juga dapat membantu memenuhi kebutuhan kalium harian. Satu buah kentang berukuran sedang yang sudah dimasak dapat menyediakan hingga 929 miligram kalium.

    5. Semangka

    Selain pisang, semangka juga merupakan salah satu buah yang terkenal tinggi kalium. Dua potong semangka saja bisa mengandung sekitar 640 miligram kalium.

    Semangka juga kaya akan air, sehingga dapat membantu meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan.

    6. Makanan Laut

    Kalium juga dapat ditemukan pada aneka makanan laut, seperti salmon, tuna, halibut, makerel, dan kakap. Potongan filet seberat 4 ons (0,1 kg) dari ikan-ikan tersebut masing-masing mengandung lebih dari 400 miligram kalium.

    Selain pada ikan, kalium juga dapat diperoleh dari kerang.

    7. Air Kelapa

    Ada banyak alasan mengapa air kelapa dipercaya sebagai salah satu minuman yang menyehatkan. Salah satunya karena minuman ini mengandung kalium yang tinggi.

    Satu gelas air kelapa dapat mengandung sekitar 600 miligram kalium. Selain itu, air kelapa juga menyediakan vitamin C, magnesium, dan mangan dalam jumlah yang cukup banyak.

    (ath/suc)

  • 10 Jus Buah dan Sayur yang Cocok untuk Diet, Bantu Turunkan BB

    10 Jus Buah dan Sayur yang Cocok untuk Diet, Bantu Turunkan BB

    Jakarta

    Ada banyak cara untuk bisa menurunkan berat badan, salah satunya adalah dengan rutin mengkonsumsi buah dan sayur. Selain dimakan langsung atau direbus, beberapa buah dan sayuran dapat diolah menjadi jus.

    Nah, ada sejumlah jus buah dan sayur yang cocok untuk diet. Selain membuat badan lebih sehat, dengan mengkonsumsinya secara rutin dapat membantu menurunkan berat badan.

    Hanya saja, membuat jus buah dan sayur sebaiknya menggunakan sedikit gula saja. Bahkan, detikers tak perlu menambahkan susu kental manis karena dapat menghilangkan kandungan nutrisi serta memicu penyakit.

    Jika detikers sedang menjalani program diet, simak beberapa jus buah dan sayuran yang cocok untuk diet dalam artikel ini.

    Jus Buah dan Sayur untuk Diet

    Ada sejumlah jus buah dan sayur yang dapat membantu turunkan berat badan. Dilansir situs Healthline dan LifeMD, berikut jus yang cocok untuk diet:

    1. Jus Seledri

    Jus seledri disebut dapat membantu menurunkan berat badan, sehingga cocok bagi kamu yang sedang diet. Soalnya, seledri mengandung rendah kalori dan 95 persen dari sayuran ini terdiri atas air.

    Menurut studi yang dipublikasikan pada 2023, mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung rendah kalori dapat memberikan efek positif dalam menurunkan berat badan.

    2. Jus Delima

    Jus delima bisa menjadi pilihan terbaik bagi detikers yang sedang diet. Delima termasuk buah yang rendah kalori serta mengandung polifenol.

    Sebuah studi pada 2023 mengungkapkan bahwa kandungan polifenol pada jus delima dapat menekan hawa nafsu makan. Selain itu, kandungan antioksidan dalam buah ini dapat meminimalisir peradangan.

    3. Jus Buah Bit

    Bit juga termasuk salah satu buah yang kaya antioksidan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kandungan antioksidan tinggi dalam buah bit dapat menurunkan indeks massa tubuh (BMI) pada orang obesitas.

    Selain itu, antioksidan juga membantu menurunkan berat badan karena dapat mendorong pemecahan sel-sel lemak. Buah bit juga rendah kalori dan tinggi serat, sehingga dapat memberikan efek kenyang lebih lama.

    4. Jus Wortel

    Wortel merupakan salah satu sayuran yang tinggi nutrisi dan kaya serat. Mengkonsumsi wortel secara rutin diyakini mampu menekan hawa nafsu makan sekaligus memberikan rasa kenyang.

    Wortel juga kaya akan karotenoid. Sebuah studi menunjukkan bahwa pengidap obesitas yang rutin mengkonsumsi karotenoid setiap hari dapat menurunkan lemak di perut secara signifikan.

    5. Jus Nanas

    Rekomendasi jus untuk diet berikutnya adalah nanas. Buah berwarna kuning ini ternyata mengandung enzim bromelain yang mampu meningkatkan metabolisme protein dan pembakaran lemak.

    Selain itu, bromelain juga dapat bekerja sama dengan enzim lainnya, seperti lipase yang fungsinya untuk mencerna lemak dan menekan hawa nafsu makan.

    Nanas juga merupakan buah katabolik, sehingga tubuh akan membakar lebih banyak kalori untuk mencerna buah tersebut.

    6. Jus Buah Naga

    Buah naga kaya akan serat yang dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan sekaligus mencegah sembelit. Selain itu, buah berwarna ungu ini juga rendah kalori, sehingga cocok dikonsumsi bagi orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan.

    7. Jus Timun

    Meski biasanya dimakan secara langsung, tapi timun juga bisa diolah menjadi jus sehat dan menyegarkan. Timun yang rendah kalori dan mengandung banyak air dapat mengurangi asupan kalori harian serta mencapai defisit kalori.

    Selain itu, timun juga kaya serat yang dapat membantu menurunkan berat badan sekaigus memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat menekan hawa nafsu makan.

    8. Jus Semangka

    Jus semangka bisa menjadi opsi menarik bagi detikers yang kesulitan menurunkan berat badan. Sebab, buah ini termasuk rendah kalori dan mengandung sejumlah nutrisi lainnya, seperti antioksidan, vitamin A, hingga vitamin C

    Semangka termasuk buah yang mengandung banyak air. Jika dikonsumsi secara rutin, buah ini dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga kamu jadi nggak mudah lapar.

    9. Jus Sayuran Hijau

    Jus sayuran hijau bisa jadi pilihan terbaik bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan. Sebab, sayuran hijau mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh, mulai dari serat, antioksidan, dan rendah gula.

    Adapun beberapa sayuran hijau yang bisa dinikmati sebagai jus sehat, seperti bayam, kale, brokoli, dan peterseli. Kamu juga bisa menambahkan apel hijau atau timun ke dalam jus agar lebih nikmat.

    10. Jus Pare

    Banyak masyarakat yang umumnya tidak suka pare karena rasanya pahit. Namun siapa sangka, pare yang bisa diolah menjadi jus dapat membantu menurunkan berat badan, lho.

    Sebagai informasi, pare dapat merangsang hati dan memproduksi asam empedu yang dibutuhkan untuk metabolisme lemak. Selain itu, pare juga termasuk sayur rendah kalori sehingga cocok bagi yang sedang diet.

    Dilansir BBC Good Food, meminum jus buah dan sayur dapat membantu tubuh lebih berenergi bahkan bisa menurunkan berat badan, tapi hanya berlaku dalam jangka pendek. Jadi, sebaiknya imbangi dengan olahraga yang cukup, menjaga pola tidur di malam hari, dan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

    Jika kamu ragu apakah program diet yang dilakukan berhasil atau tidak, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter. Cari tahu juga apakah kamu memiliki risiko terhadap kesehatan jika menerapkan diet.

    Itu dia 10 jus buah dan sayur yang cocok untuk diet. Semoga berat badan detikers dapat turun!

    (ilf/fds)

  • Duh! Sederet Makanan Ini Disebut Bisa Bikin Orang Lebih Tua dari Usianya Lho

    Duh! Sederet Makanan Ini Disebut Bisa Bikin Orang Lebih Tua dari Usianya Lho

    Jakarta

    Sebuah penelitian menemukan fakta makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi kesehatan, hingga mempercepat penuaan secara biologis. Hal itu membuat seseorang secara biologis lebih tua dari usia mereka yang sebenarnya.

    Penelitian mengungkapkan bahwa orang yang mengkonsumsi makanan olahan atau ultra-processed foods (UPFs) dalam jumlah besar cenderung menua secara biologis. Itu terlepas dari kualitas gizi dari makanan yang mereka konsumsi.

    Tidak seperti penuaan kronologis atau jumlah tahun seseorang telah hidup sejak lahir, penuaan biologis ini terjadi pada tingkat seluler.

    Dikutip dari Euronews, menjadi lebih tua sejarah biologis dapat membuat orang rentan terhadap peningkatan risiko berbagai penyakit. Misalnya seperti penyakit paru-paru, kanker, diabetes, demensia, dan penyakit Alzheimer.

    Para peneliti di Italia menganalisis data dari lebih dari 22.000 peserta dalam Studi Moli-sani. Itu merupakan sebuah kelompok besar Eropa yang dirancang untuk mempelajari faktor risiko penyakit kronis, untuk menentukan efek UPF pada usia biologis tubuh manusia.

    “Data kami menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-process yang tinggi tidak hanya berdampak negatif pada kesehatan secara umum, tetapi juga dapat mempercepat penuaan itu sendiri,” jelas Simona Esposito, penulis pertama studi dan peneliti di Institute for Research, Hospitalisation and Health care (IRCCS) Neuromed, dalam sebuah pernyataan.

    “Itu menunjukkan adanya hubungan yang lebih dari sekadar buruknya kualitas gizi makanan tersebut,” sambungnya.

    Proses dan Hasil Studi

    Para peneliti menganalisis 36 biomarker darah dari para peserta. Mereka juga menggunakan hasil kuesioner frekuensi makanan yang merinci kebiasaan makan mereka, termasuk konsumsi makanan ultra-process.

    Dengan menggunakan data ini, para peneliti memperkirakan usia biologis setiap peserta, lalu melihat perbedaan antara usia tersebut dan usia mereka yang sebenarnya.

    Hasil dari studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa konsumsi tinggi makanan yang diproses secara berlebihan dikaitkan dengan percepatan penuaan biologis. Para peneliti mencatat bahwa hasil ini dijelaskan secara lemah oleh komposisi nutrisi yang buruk dari makanan yang diproses secara berlebihan ini, dan bahwa mekanisme lain mungkin berada di baliknya.

    “Selain tidak memadai secara nutrisi, kaya akan gula, garam, dan lemak jenuh atau lemak trans, makanan ini mengalami pemrosesan industri yang intens yang benar-benar mengubah matriks makanannya, dengan konsekuensi hilangnya nutrisi dan serat,” terang Marialaura Bonaccio, ahli epidemiologi nutrisi di IRCCS Neuromed.

    “Hal ini dapat berdampak penting pada serangkaian fungsi fisiologis, termasuk metabolisme glukosa, serta komposisi dan fungsi mikrobiota usus. Selain itu, produk-produk ini sering kali dibungkus dalam kemasan plastik, sehingga menjadi pembawa zat-zat yang beracun bagi tubuh,” lanjutnya.

    NEXT: Dampak dari makanan ultra-process pada kesehatan

  • Tragis! Wanita Ini Jalani 6 Kali Operasi dalam Waktu 8 Jam, Berakhir Meninggal

    Tragis! Wanita Ini Jalani 6 Kali Operasi dalam Waktu 8 Jam, Berakhir Meninggal

    Jakarta

    Seorang wanita 24 tahun di Brasil meninggal dunia setelah menjalani enam prosedur operasi dalam waktu delapan jam. Kasus ini tengah diselidiki oleh polisi di Brasil.

    Kejadian ini dialami Viviane Lira Monte. Ia memutuskan untuk menjalani operasi plastik setelah menemukan ahli bedah di Sobral, negara bagian Ceara, lewat internet. Hanya dalam satu sesi operasi pada tanggal 31 Agustus 2024, ia menjalani operasi pengecilan payudara dan sedot lemak di perut, lengan, punggung, serta dagunya.

    Kemudian lemak yang disedot dari tubuhnya dimasukkan ke bagian bokongnya agar terlihat lebih berisi.

    Pasca operasi, ia mengalami infeksi parah di perutnya dan harus dirawat selama 22 hari di rumah sakit. Hingga pada 26 September, Viviane dinyatakan meninggal dunia karena gagal jantung.

    Kematian Viviane yang mencurigakan langsung diselidiki oleh Polisi Sipil di Kantor Polisi Kota di Sobral. Keluarga Viviane menyebut wanita itu diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit do Coracao de Sobral, hanya 15 jam setelah operasi dan tiba-tiba mengalami komplikasi medis.

    Viviane mengalami rasa sakit yang menyiksa dan tekanan darah yang menurun. Pihak keluarga langsung membawanya ke UGD di kota tersebut dan dirujuk ke rumah sakit tempatnya menghembuskan napas terakhir.

    Dokter yang merawatnya menyebut Viviane dirawat karena emboli paru pada tanggal 3 September. Namun, wanita itu tidak dapat mengendalikan infeksi besar di perutnya.

    “Ia muntah darah lalu pulih. Tapi, kondisinya tidak pernah stabil. Ada banyak peradangan dan infeksi karena operasi tersebut,” beber suami Viviane, Renan Santiago, yang dikutip dari Mirror UK.

    Setelah dirawat intensif selama 22 hari, Viviane mengalami gagal jantung. Santiago mengatakan istrinya itu tidak bisa bernapas dan harus menggunakan tabung oksigen.

    “Tetapi ia tidak dapat bertahan hidup. Kami melihatnya meninggal secara perlahan. Itu adalah 22 hari penderitaan tanpa kabar baik,” ungkap dia.

    “Setiap hari, ia berbicara kepada kami dengan suara yang sangat lemah dan kesulitan bernapas. Ia tahu ia sedang sekarat,” sambungnya.

    Santiago menyalahkan dokter bedah yang melakukan operasi sebagai penyebab kematian istrinya. Menurutnya, dokter tersebut membujuk Viviane untuk melakukan banyak prosedur dengan menawarkan diskon yang besar.

    “Ia pergi ke dokter bedah hanya untuk melakukan mamoplasti dan sedot lemak di perutnya. Namun, dokter tersebut membujuknya untuk melakukan hal lain, dengan mengatakan bahwa ia juga perlu melakukan sedot lemak di lengan dan punggungnya. Ia bahkan mendapatkan sedot lemak di dagunya secara gratis, dan ia sangat gembira,” tutur Santiago.

    Saat Vivian kembali dari konsultasi, ia terlihat senang karena dokter memberikan harga yang murah untuk banyak prosedur. Ketika Santiago menghubungi dokter dan memberitahu kondisi istrinya, sang dokter menyebut kondisi itu baik-baik saja, dan kemudian menghilang.

    (sao/suc)

  • Katy Perry Sukses Turunkan BB Hingga 20 Kg, Rahasianya Simpel Banget

    Katy Perry Sukses Turunkan BB Hingga 20 Kg, Rahasianya Simpel Banget

    Jakarta

    Katy Perry, yang kerap menjadi sorotan publik, membagikan pengalamannya dalam menjaga kebugaran. Ia berhasil menurunkan berat badan hingga 20 kilogram.

    Melalui berbagai unggahan dan wawancara, Katy Perry mengungkapkan beberapa kebiasaan yang diterapkannya untuk mencapai perubahan ini, termasuk pilihan makanan sehari-hari yang ia percaya membawa pengaruh besar.

    Dikutip dari Mirror, di usianya yang sudah mencapai 40 tahun dan setelah merilis album terbarunya ‘143’, Katy Perry mengaku menemukan rutinitas sederhana namun efektif untuk membantu upaya penurunan berat badannya.

    Katy menghindari makanan sarapan berat seperti bubur dan pancake, dan lebih memilih telur rebus.

    “Saya makan banyak telur rebus karena telur rebus adalah sumber protein yang bagus,” ujar Katy Perry.

    “Tapi saya tidak benar-benar memecahkannya di (piring). karena itu memakan waktu,” tambahnya.

    Kebiasaan makan sehat yang dijalani Katy Perry juga sejalan dengan kekasihnya, Orlando Bloom, yang terkenal peduli pada kesehatan.

    Penyanyi lagu “Firework” ini lebih memilih makanan ‘bersih’ atau clean eating, yakni pola makam sehat yang berfokus pada makanan utuh dan alami, serta minim proses pengolahan.

    Menu makanannya seperti ayam, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Katy Perry juga rutin mengonsumsi cuka sari apel, banyak air putih, serta jus seledri.

    “Memulai hari dengan minum air putih adalah yang terbaik,” kata Katy Perry.

    “Meski terdengar klise, banyak dari kita sering langsung minum kopi tanpa terlebih dahulu minum air putih,” tambahnya.

    Tak sedikit para ahli yang menyoroti pola hidup sehat Katy Perry, salah satunya ahli gizi dari UK Care Guide, Helen Bell. Ia menyampaikan bahwa ngemil kacang-kacangan, biji-bijian, serta mengonsumsi makanan tinggi protein seperti telur dapat membantu penurunan berat badan.

    Pilihan Katy Perry untuk menjadikan telur rebus sebagai camilan pun diakui tepat oleh Helen.

    “Berdasarkan pengalaman saya, mengonsumsi telur sebagai camilan bisa sangat efektif dalam menurunkan berat badan. Telur kaya akan protein, yang membantu meningkatkan rasa kenyang dan membuat pengidap merasa kenyang lebih lama,” kata Helen.

    Helen menjelaskan bahwa mengurangi asupan kalori secara keseluruhan dapat dilakukan dengan mengontrol porsi dan memasak telur dengan cara yang sehat, seperti merebusnya.

    Telur, bersama ayam, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian, menjadi bagian dari pola makan ‘bersih’ karena tidak melalui proses pengolahan kimia.

    Hal ini diperkuat dengan penelitian dari Cleveland Clinic di AS, yang menunjukkan bahwa konsumsi daging olahan dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal stadium awal. Pola makan ‘bersih’ ala Katy Perry pun menjadi pilihan untuk manajemen berat badan sekaligus kesehatan jangka panjang.

    (suc/suc)