Category: Detik.com Kesehatan

  • Kabut Asap Beracun Bekap Pakistan, Picu Krisis Kesehatan

    Kabut Asap Beracun Bekap Pakistan, Picu Krisis Kesehatan

    Para ahli mengaitkan kabut asap dengan kombinasi berbagai faktor, termasuk emisi industri, knalpot kendaraan, pembakaran tanaman, dan debu konstruksi. Pemerintah Pakistan menghadapi tekanan yang meningkat untuk mengatasi masalah yang terus-menerus ini, yang menyebabkan berkurangnya jarak pandang, kerugian ekonomi, dan konsekuensi kesehatan jangka panjang. Pihak berwenang telah menyarankan penduduk untuk mengenakan masker dan mengambil tindakan pencegahan untuk meminimalkan paparan. REUTERS/Akhtar Soomro  

  • Perusahaan Sering ‘Turn-Over’ Karyawan? Pakar Singgung soal Masalah Mental

    Perusahaan Sering ‘Turn-Over’ Karyawan? Pakar Singgung soal Masalah Mental

    Jakarta

    Survei terkait kesehatan mental pekerja di sektor ekonomi menunjukkan tidak sedikit pegawai yang mengalami stres berkepanjangan. Bahkan, ditemukan tiga dari 10 karyawan mengalami dua tipe stres yakni menurunnya semangat karena pekerjaan dan fatigue atau kelelahan.

    Dua jenis stres tersebut paling banyak dihadapi pekerja dengan usia lebih muda di bawah 40 tahun, mereka 2,5 kali lebih berisiko mengalami kelelahan karena faktor stres bekerja. Sementara 33 persen pekerja level staf dari 5.546 responden, mengalami penurunan semangat karena faktor stres.

    Dalam sektor perekonomian, komisaris menjadi satu-satunya jenjang pekerjaan yang secara signifikan tidak mengalami fatigue atau kelelahan, maupun tidak bersemangat karena stres dalam pekerjaan.

    Temuan menarik lainnya yang disoroti peneliti dari hasil riset adalah tanda adanya masalah, yang bisa berkaitan dengan kesehatan mental seseorang saat ‘turn-over’ di perusahaan terjadi terlalu sering.

    Inisiator Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa Prof Rofikoh Rokhim, S.E.,SIP, DEA, PhD, menyebut tren perpindahan seseorang saat belum bekerja selama lima tahun, di suatu perusahaan, perlu menjadi catatan.

    “Pindah-pindah itu bukan berarti bagus lho ya, karena kan dia berarti belum mencapai, atau achieve sesuatu, sudah pindah,” beber wanita yang akrab disapa Prof Iko dalam konferensi pers Rabu (13/11/2024).

    “Ini juga menjadi indikator kalau semakin banyak turn overnya, keluar masuk berarti semakin menandakan perusahaannya itu ada sesuatu,” sambung dia.

    Prof Iko menyarankan perusahaan untuk setidaknya memberikan apresiasi kepada karyawan setiap tahun. Apresiasi yang diberikan tidak melulu berkaitan dengan uang, tetapi bisa berupa training dan pembekalan beasiswa pendidikan ke luar negeri.

    Hal ini dikarenakan pegawai bisa mengalami penurunan produktivitas, risiko ansietas dan depresi, seiring berjalannya waktu.

    “Jadi solusinya untuk pegawai stay longer, kasihlah hope, harapan,” tandasnya.

    “Dan ini mendorong supaya perusahaan punya perencanaan, pegawai juga punya perencanaan. Intinya investasi di kesejahteraan dan kesehatan pegawai,” pungkas dia.

    (naf/kna)

  • Makan Junk Food Tiap Hari, Bocah 12 Tahun Berakhir Buta

    Makan Junk Food Tiap Hari, Bocah 12 Tahun Berakhir Buta

    Jakarta

    Seorang anak di Massachusetts, Amerika Serikat, kehilangan penglihatannya di usia 12 tahun. Penyebabnya? Terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji alias junk food.

    Insiden tersebut belum lama ini dilaporkan dalam The New England Journal of Medicine. Sehari-harinya, yang juga berkebutuhan khusus itu hanya mengonsumsi junk food, seperti hamburger, kentang goreng, donat, dan jus dalam kemasan.

    Ini dikarenakan bocah tersebut memiliki fobia terhadap makanan dengan tekstur tertentu. Akibatnya, orang tua si anak kesulitan untuk mengenalkan makanan bernutrisi yang baik untuk kesehatannya.

    Pada awal 2024, bocah itu mulai mengeluhkan masalah penglihatan. Pandangannya buram di pagi dan malam hari, tetapi normal saat siang hari.

    Seiring waktu, indra penglihatannya mengalami penurunan fungsi dengan sangat cepat. Hingga suatu malam, bocah itu berteriak karena tidak bisa melihat apa-apa.

    Kedua orang tuanya lantas membawa bocah itu ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan menunjukkan bocah itu kekurangan nutrisi yang penting untuk menjaga kesehatan saraf optiknya.

    Alhasil, matanya mulai mengalami atrofi atau penyusutan, dan telah rusak total saat sampai di rumah sakit. Meskipun telah diberi suplemen, dokter mengatakan kondisi si anak sangat parah sehingga sulit untuk mengembalikan penglihatannya.

    “Tingkat kehilangan penglihatan yang parah ini tidak dapat dipulihkan jika ditemukan pada stadium lanjut. Jika ditemukan pada tahap awal, pemulihan defisit nutrisi memungkinkan beberapa perbaikan pada penglihatannya,” tulis para peneliti dikutip dari Oddity Central, Selasa (12/11/2024).

    Selama di rumah sakit, bocah itu menerima suplemen vitamin A, C, D, dan K. Ia juga mendapat suplementasi kalsium, tiamin, tembaga, dan zinc.

    Berkat terapi behavioral, bocah itu juga mulai mengonsumsi keju dan selada yang ada pada hamburgernya. Orang tuanya juga mencoba menambahkan suplemen bening ke dalam jus kemasan, namun si anak menolaknya.

    Sayangnya, tidak ada satupun dari upaya tersebut yang memberikan hasil positif dalam memulihkan penglihatan anak tersebut.

    (ath/suc)

  • Jangan Tergiur Produk Suntik Sendiri DNA Salmon di Rumah, BPOM Ungkap Bahayanya

    Jangan Tergiur Produk Suntik Sendiri DNA Salmon di Rumah, BPOM Ungkap Bahayanya

    Jakarta

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mencabut izin edar dari 16 produk kosmetik yang tidak sesuai dengan pendaftaran. Kosmetik ini ditemukan secara online. Diketahui, produk yang didaftarkan sebagai kosmetik itu rupanya digunakan selayaknya obat.

    Mengacu pada Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetik, produk kosmetik diartikan sebagai bahan atau sediaan yang digunakan pada bagian luar tubuh, seperti rambut, kuku, bibir, organ genital bagian luar.

    Beberapa kegunaan kosmetik juga meliputi bagian perawatan berikut:

    Gigi dan membran mukosa mulutMembersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan/atau memperbaiki bau badanMelindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.

    Namun, dari hasil temuan BPOM terungkap bahwa 16 produk kosmetik tersebut digunakan atau diaplikasikan seperti obat, lantaran menggunakan jarum atau microneedle yang disuntikkan ke dalam tubuh.

    “Penggunaan produk dengan cara diinjeksikan sangat membahayakan kesehatan. Produk seperti ini dikategorikan sebagai obat dan harus didaftarkan sebagai produk obat,” tegas Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Selasa (12/11/2024).

    Bahaya Produk Kosmetik Injeksi

    Produk yang digunakan dengan cara injeksi harus steril dan diaplikasikan oleh tenaga medis. Menurut Taruna, kosmetik bukanlah produk steril yang secara umum dapat digunakan oleh siapa saja tanpa bantuan medis untuk memberikan efek di bawah lapisan epidermis.

    Injeksi yang tidak diaplikasikan dengan tenaga medis sangat berisiko pada kesehatan. Mulai dari reaksi alergi, infeksi, kerusakan jaringan kulit, hingga menyebabkan efek samping sistemik.

    Ciri-ciri Kosmetik Menyalahi Aturan

    Kosmetik-kosmetik yang ditemukan tersebut dijual dengan beragam kemasan. Maka dari itu, BPOM terus mengimbau agar masyarakat lebih cermat dalam memilih kosmetik dan mewaspadai pada kosmetik berbentuk vial, dengan ciri-ciri:

    Cairan dalam kemasan ampul, vial, atau botol yang disertai dengan/tanpa jarum suntik.Pada penandaan dan/atau promosinya dinyatakan diaplikasikan dengan cara diinjeksikan.

    Berikut 16 produk kosmetik injeksi hasil temuan BPOM:

    PDRN.S by Bellavita (PT Haju Medical Indonesia)Sappire PDRN (Dermakor)Ribeskin Superficial Pink Aging (JMBIOTECH Corporation Limited. Korea Selatan)Goddesskin DNA Salmon di Rumah Aja (Athena)Mesologica MD Celluli (PT Herca Cipta Dermai Perdana)Mesologica MD Celluli-D (PT Herca Cipta Dermai Perdana)Mesologica MD Hair Crum Powder (PT Herca Cipta Dermai Perdana)Mesologica MD Exomatrix (PT Herca Cipta Dermal Perdana)Sappire Aqua Drop (PT Cawandra Jaya Indonesia)Curenex Lipo (PT Cawandra Jaya Indonesia)Lipo Lab PPC Solution (PT Cawandra Jaya Indonesia)MCCM Deoxycholic (PT Redo Marketing Indonesia Tangerang/Mesosystem SA Spanyol)MCCM Organic Silicon (PT Redo Marketing Indonesia Tangerang/Mesosytem)MCCM Cellulite cocktails (PT Redo Marketing Indonesia Tangerang/Mesosytem)MCCM Hyaluronic Acid 1 persen (PT Redo Marketing Indonesia)MCCM VItamin C (PT Redo Marketing Indonesia)

    (sao/naf)

  • Sekilas Mirip, Begini Perbedaan Gejala Ruam Flu Singapura Vs Cacar Air

    Sekilas Mirip, Begini Perbedaan Gejala Ruam Flu Singapura Vs Cacar Air

    Jakarta

    Penyakit cacar air dan flu singapura pada anak memiliki gejala yang mirip sehingga mungkin orang tua bisa salah mengira antara kedua penyakit tersebut. Cacar air atau varicella dan flu singapura atau hand foot mouth disease (HFMD) memiliki kemiripan gejala berupa adanya ruam pada kulit.

    Penyebab dari cacar air dan flu singapura pun berbeda. Cacar air disebabkan oleh virus Varicella-zoster, sedangkan flu singapura disebabkan oleh virus keluarga enterovirus, terutama Coxsackievirus.

    Spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Irene Ratridewi, SpA(K), MKes menjelaskan meski kedua penyakit infeksi ini sama-sama memiliki gejala ruam, ada sedikit perbedaan di antara keduanya.

    “HFMD agak berbeda dari cacar air, sama-sama lentingan, tapi lentingannya lebih kecil, dan lebih padat. Biasanya ada di palatum atau langit-langit mulut, di bagian dalam pipi, ada di gusi bisa, lidah, kemudian di telapak tangan dan telapak kaki,” kata dr Irene dalam konferensi pers, Selasa (12/11/2024).

    “Walaupun lentingannya juga bisa timbul sampai dengan di paha atau di siku. Sedikit bagian dari lengan atas,” sambungnya.

    Untuk HFMD distribusi ruam biasanya hanya berada di sekitar tangan, kaki, dan mulut. Sementara ruam akibat cacar air distribusinya bisa di mana saja pada area kulit.

    dr Irene mengatakan bahwa HFMD dan cacar air memiliki kemiripan dalam proses transmisi atau penyebaran. Salah satu penyebarannya adalah melalui droplet.

    “Penularannya melalui droplet. Biasanya kalau ada pasien saya tanya, ‘habis dari mana?’ Jawabannya habis dari playground. Paling sering gitu, jadi seminggu sebelumnya habis dari playground.” ujar dr Irene.

    “HFMD sering disebut dengan flu singapura ini penularannya lebih cepat masa inkubasinya. Dibandingkan dengan cacar air sekitar 10-14 hari, yang gondongan bisa 2-3 minggu, HFMD hanya sekitar harian sampai satu minggu,” tandasnya.

    (avk/naf)

  • Waspadai Efek Samping Makan Labu Siam, Termasuk Masalah Pencernaan

    Waspadai Efek Samping Makan Labu Siam, Termasuk Masalah Pencernaan

    Jakarta

    Labu siam atau chayote (Sechium edule) adalah salah satu jenis labu yang banyak dikonsumsi, terutama di Indonesia. Biasanya, labu satu ini dikonsumsi sebagai sayuran.

    Dikutip dari Very Well Fit, labu siam merupakan makanan bergizi yang mengandung beberapa vitamin dan mineral, seperti folat, vitamin C, serta menjadi sumber serat yang sangat baik. Selain itu, labu siam juga mengandung natrium, kalium, protein, vitamin B6, K, dan B9, zat besi, serta magnesium.

    Sayuran satu ini ternyata juga rendah kalori, lemak, dan karbohidrat sehingga cocok untuk dikonsumsi saat diet. Dengan banyaknya kandungan manfaat, labu siam dapat berfungsi untuk melawan peradangan, menurunkan tekanan darah, hingga menurunkan kadar gula dalam darah.

    Efek Samping Konsumsi Labu Siam

    Labu siam mengandung vitamin C dan zinc yang berfungsi sebagai antioksidan kuat dalam tubuh, serta berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh. Dikutip dari Health, kandungan tembaga pada labu siam juga dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, metabolisme zat besi, dan sintesis neurotransmitter.

    Sementara zat mangan pada labu siam berfungsi untuk metabolisme energi, fungsi sistem kekebalan dan saraf, serta kesehatan tulang dan jaringan ikat.

    Sebenarnya, labu siam aman untuk dinikmati banyak orang. Tetapi, ada efek samping yang bisa terjadi pada beberapa orang yang makan labu siam.

    1. Alergi

    Bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, mengkonsumsi labu siam bisa memicu alergi. Meski kasusnya sedikit, orang yang alergi labu siam tidak boleh mengkonsumsinya.

    Umumnya, orang yang alergi labu siam akan mengeluhkan kesemutan, pusing, hingga mual.

    2. Ketidaknyamanan gastrointestinal

    Dikutip dari Netmeds, beberapa orang mungkin juga memiliki reaksi alergi pada labu siam yang berpengaruh pada kesehatan sistem di tubuh. Meski jarang terjadi, seseorang dapat mengalami episode ketidaknyamanan gastrointestinal, atau kondisi kelainan pada sistem pencernaan yang melibatkan organ dan jalur peredaran dalam proses mencerna makanan di dalam tubuh.

    3. Dermatitis kontak

    Meski sumber medis tidak menyebutkan alergi labu siam secara spesifik, ada beberapa laporan tentang orang yang mengalami dermatitis kontak setelah memegang labu siam. Menurut penelitian yang dipublikasikan, dermatitis kontak dapat disebabkan oleh paparan butternut squash (Cucurbita moschata).

    Beberapa orang yang memegang chayote menggambarkan sensasi kesemutan dan iritasi yang serupa setelah memegang buah tersebut.

    (sao/kna)

  • Mengeluh Nyeri Perut Bawah, Ternyata Ada Jarum Nyangkut di Vagina Wanita Ini

    Mengeluh Nyeri Perut Bawah, Ternyata Ada Jarum Nyangkut di Vagina Wanita Ini

    Jakarta

    Seorang wanita di Thailand baru-baru ini disorot publik setelah mengatakan sebuah jarum secara tak sengaja tertinggal di vaginanya. Hal tersebut terjadi setelah ia melahirkan 18 tahun yang lalu, menyebabkan ia merasakan sakit luar biasa selama bertahun-tahun.

    Kisah yang dibagikannya itu pun viral setelah diungkap oleh situs web resmi Pavena Foundation for Children and Women, sebuah organisasi nirlaba di Thailand yang didedikasikan untuk membantu korban pelecehan, termasuk pemerkosaan, pelecehan, dan perdagangan manusia, pada 5 November 2024 lalu.

    Dikutip dari South China Morning Post, yayasan tersebut menyampaikan bahwa mereka menerima sepucuk surat dari seorang perempuan berusia 36 tahun yang tinggal di Narathiwat, provinsi selatan Thailand, yang namanya tidak disebutkan.

    Dia mencari bantuan untuk kesalahan medis yang terjadi 18 tahun lalu saat dia melahirkan di rumah sakit. Saat melahirkan, staf medis secara tidak sengaja menjatuhkan jarum ke dalam vaginanya saat menjahit dan gagal mengambilnya.

    Karena khawatir akan pendarahan berlebihan, mereka memilih untuk menutup luka dan membiarkan jarum tetap di dalam. Sejak saat itu, wanita tersebut mengalami nyeri perut bawah yang tak tertahankan dan terus-menerus.

    Dia tidak menyadari kejadian tersebut sampai tahun lalu ketika pemeriksaan sinar X di rumah sakit pemerintah menunjukkan jarum tersangkut di vaginanya.

    Meskipun ia kemudian dirujuk ke rumah sakit di provinsi Songkhla untuk operasi, prosedur tersebut telah ditunda tiga kali karena jarum bergeser di dalam tubuhnya. Saat ini, jarum tersebut masih belum dicabut, sehingga ia harus mengunjungi rumah sakit empat kali sebulan untuk tindak lanjut guna memantau kondisinya.

    Meskipun sebagian besar biaya pengobatannya ditanggung oleh asuransi, ia masih menghadapi tekanan keuangan yang signifikan dari biaya tambahan, seperti transportasi, yang tidak dapat ditanggung oleh keluarganya yang sedang kesulitan keuangan. Hal ini mendorongnya untuk mencari bantuan dari yayasan tersebut.

    Setelah menerima permintaannya, yayasan tersebut berkoordinasi dengan rumah sakit umum setempat agar kepala desa mendampingi wanita tersebut untuk mendapatkan perawatan yang komprehensif.

    Mereka juga menghubungi kantor jaminan sosial setempat untuk mengatur transportasi untuk kunjungannya ke rumah sakit dan berjanji untuk terus menindaklanjuti perawatannya.

    Rincian mengenai kapan jarum dapat dicabut dan durasi perawatan medis yang diperlukan tidak diungkapkan. Tanggapan rumah sakit terhadap insiden tersebut dan tindakan hukum potensial untuk kompensasi masih belum jelas.

    Rumah sakit tersebut telah menghadapi reaksi keras di dunia maya, banyak yang mengecam kurangnya akuntabilitas dokter tersebut.

    (suc/suc)

  • 3 dari 10 Pekerja di Sektor Keuangan RI Alami Stres, Terbanyak Pegawai BUMN

    3 dari 10 Pekerja di Sektor Keuangan RI Alami Stres, Terbanyak Pegawai BUMN

    Jakarta

    Riset menunjukkan 3 dari 10 pekerja Indonesia di bidang keuangan mengalami stres. Ada dua jenis status stres yang dihadapi. Pertama, vigor atau vitality negatif. Sebanyak 26 persen dari 5.546 responden mengalami penurunan semangat akibat pekerjaan. Kedua, fatigue yakni kelelahan karena bekerja, yang dialami 19 persen responden.

    Kebanyakan dari mereka tidak sadar tengah mengalami stres. Ciri-cirinya kerap tidak disadari, termasuk menurunnya produktivitas dalam pekerjaan. Pekerja di badan usaha milik negara paling banyak mengalami kondisi tersebut. Ada 86 persen pegawai BUMN dari total responden. Sisanya adalah pegawai di sektor badan usaha milik daerah dan swasta.

    Berikut tiga faktor yang melatarbelakangi stres para pekerja di sektor keuangan:

    1. Role conflict

    Para responden mengaku menghadapi masalah dalam menerima intruksi atau koordinasi dalam suatu organisasi atau perusahaan. Perbedaan intruksi dan pesan yang tidak tersampaikan rentan memicu para pekerja stres. Kondisi ini bahkan menjadi pemicu utama pekerja dihadapi vigor dan fatigue. Nyaris 52 persen dari total responden mengalaminya.

    2. Quantitative Job Overload

    Beban pekerjaan menjadi faktor kedua seseorang mengalami stres saat bekerja, khususnya di sektor keuangan. Dr dr Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, peneliti dan inisiator Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa menyebut tidak sedikit responden yang membawa pekerjaan setiba di rumah. Walhasil, mereka menghabiskan waktu lebih banyak untuk bekerja dalam satu hari.

    3. Nihil Work Life Balance

    Sebanyak 46 persen dari responden mengaku tidak memiliki work-life-balance. Artinya, hampir separuh waktu secara penuh diluangkan untuk pekerjaan. Hal ini menghambat mereka dalam kehidupan bersosialisasi di luar pekerjaan hingga beban mengurus pekerjaan rumah, aktivitas olahraga, dan hal lainnya.

    Pekerja Perempuan Paling Rentan Stres

    Riset Kaukus Keswa sekaligus menunjukkan pekerja perempuan di sektor keuangan lebih rentan mengalami stres, ketimbang pria. Sebab, tidak sedikit dari mereka yang dihadapi tuntutan atau beban pekerjaan di luar rumah.

    “Terlebih saat punya anak, sudah harus mengurus keluarga, harus tampil rapih menjaga diri, harus bisa mengerjakan pekerjaan dengan profesional dan baik,” tutur Prof Rofikoh Rokhim, S.E.,SIP, DEA, PhD, Inisiator Kaukus Keswa dalam kesempatan yang sama, di konferensi pers Rabu (13/11/2024).

    Generasi Muda Ikut Alami Stres

    Generasi muda yang mengalami stres banyak berkaitan dengan tidak didapatkannya work life balance. Pekerja mengalami ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang memicu risiko kelelahan kerja atau fatigue meningkat hingga delapan kali lipat.

    (naf/kna)

  • 5 Pilihan Makanan yang Kaya Vitamin D, Salah Satunya Ada Telur

    5 Pilihan Makanan yang Kaya Vitamin D, Salah Satunya Ada Telur

    Jakarta

    Vitamin D memiliki banyak manfaat bagi tubuh, termasuk menjaga kesehatan tulang. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang rendah dalam tubuh dapat menjadi faktor risiko berbagai masalah kesehatan, salah satunya autoimun.

    Terdapat beberapa jenis makanan yang kaya akan vitaimin D. Dikutip dari Healthline, berikut adalah daftar makanan yang dapat dicoba untuk memenuhi kebutuhan:

    1. Ikan Salmon

    Salmon merupakan salah satu jenis ikan yang mengandung lemak sehat dan tinggi akan vitamin D yang baik.

    Berdasarkan Database Komposisi Makanan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), satu porsi ikan salmon atlantik budidaya seberat 100 gram mengandung 526 IU (international units) vitamin D atau 66 persen dari DV (daily value) atau kebutuhan harian.

    2. Ikan Haring

    Ikan haring merupakan salah satu jenis ikan yang dikonsumsi oleh banyak orang di dunia. Ikan kecil ini merupakan salah sumber vitamin D yang baik. Ikan haring atlantik yang segar menyediakan 214 IU per porsi 100 gram, yang merupakan 27 persen dari DV.

    3. Minyak Hati Ikan Kod

    Jika tidak menyukai ikan, maka mengonsumsi minyak hati ikan kod merupakan salah satu cara untuk mendapatkan vitamin D. Minyak hati ikan kod mengandung sekitar 450 IU per sendok teh atau 4,8 ml, setara dengan 56 persen dari DV.

    Makanan ini telah dikonsumsi selama bertahun-tahun untuk mengobati kekurangan vitamin D. Minyak hati ikan kod juga telah digunakan sebagai bagian dari pengobatan rakhitis, psoriasis, dan tuberkulosis.

    4. Kuning Telur

    Telur utuh merupakan salah satu sumber vitamin D terbaik sekaligus makanan yang sangat bergizi untuk tubuh. Sebagian besar protein dalam telur terdapat pada bagian putih telur, sementara lemak, vitamin, dan mineral, sebagian besar terdapat pada bagian kuning telur.

    Satu butir kuning telur dengan ukuran besar mengandung sebanyak 37 IU vitamin D atau sebanyak 5 persen dari DV.

    5. Jamur

    Layaknya manusia, jamur dapat mensintesis vitamin D saat terkena paparan sinar UV (ultraviolet). Namun, jamur menghasilkan vitamin D2, sementara hewan menghasilkan vitamin D3. Walaupun vitamin D2 membantu meningkatkan kadar vitamin D dalam darah, namun mungkin tidak dapat seefektif vitamin D3.

    Satu cangkir jamur cremini yang terpapar sinar UV bisa mengandung sebanyak 1.110 IU vitamin D atau 139 persen dari DV.

    (avk/avk)

  • Cokelat Dubai Setara 2 Bungkus Nasi Padang, Butuh Renang 2 Jam Bakar Kalorinya

    Cokelat Dubai Setara 2 Bungkus Nasi Padang, Butuh Renang 2 Jam Bakar Kalorinya

    Jakarta

    Viral di media sosial belakangan ini keberadaan cokelat Dubai yang sedang banyak dicari. Tak sedikit dari netizen yang akhirnya fear of missing out (FOMO) sampai rela mengantre dan mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli cokelat tersebut.

    Selain rasanya yang lezat, ada juga netizen lain yang menyoroti rasa cokelat Dubai yang sangat manis dan kandungan kalorinya yang tinggi. Sebagian dari mereka bahkan menduga kalori satu bar cokelat Dubai bisa setara seperti mengonsumsi dua bungkus nasi Padang.

    “Setelah gue googling, satu petak cokelatnya itu mengandung 200 kalori. Sedangkan satu bar itu dia sekitar 1.200 kalori. Jadi kayak kayak makan 2-3 bungkus nasi padang,” ucap salah satu pengguna TikTok.

    “Pernah coba katanya manisnya pas banget. Ternyata itu tuh manis banget ky ketumpahan gula 1 kilo,” tulis netizen lainnya.

    Sebenarnya tidak ada salahnya masyarakat apabila ingin mencoba mengonsumsi cokelat Dubai. Namun, spesialis gizi dr Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM menekankan pentingnya untuk menjaga porsi agar konsumsi tidak menjadi berlebihan.

    Menurutnya, mungkin saja produk cokelat Dubai seukuran satu bar memang memiliki kalori setara dengan dua bungkus nasi Padang.

    “Mungkin saja (setara dua bungkus nasi padang) kalau makan 1 bar cokelat secara utuh. Untuk membakar kalori tersebut sama dengan berenang atau bersepeda non-stop selama 2 jam,” kata dr Raissa ketika dihubungi detikcom, Rabu (13/11/2024).

    Untuk menjaga batas aman, dr Raissa merekomendasikan cokelat ukuran satu gigitan untuk satu harinya. Ada baiknya cokelat Dubai dikonsumsi bersama teman-teman untuk membagi kalorinya agar tidak berlebihan.

    Selain itu, dr Raissa juga menyarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat terlebih dahulu sebelum mencicipi cokelat Dubai.

    “Sebaiknya sebelum makan yang manis-manis tersebut, sebelumnya asup dulu makanan tinggi serat seperti sayuran agar mengurangi lonjakan gula darah yang berlebihan. Dan setelah makan jangan lupa untuk olahraga untuk membakar kalori tersebut,” tandasnya.

    (avk/kna)